CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 78-85 Hompage: https//journal. id/index. php/care Pelatihan Perencanaan Keuangan Bebasis Syariah Bagi Siswa SMK IT Al Izhar Pekanbaru *Mifta Hasda1. Diany Mairiza2. Muhammad Syaipudin3. Saru Reza4. Muhammad Zakir5 Korepondensi: mifta. hasda@universitaspahlawan. 1,2,3,4,5 Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMK IT AL Izhar Pekanbaru dengan peserta siswa-siswi kelas X. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tema Literasi Keuangan Syariah: Perencanaan Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah Bagi siswa SMA/sederajat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang keuangan syariah khususnya perencanaan keuangan berdasarkan prisnsip syariah bagi siswa-siswi SMK IT AL-Izhar Pekanbaru. Materi yang disampaikan dengan metode ceramah disertai dengan menampilkan slide materi yang berhubungan dengan tema pengabdian dan diakhiri dengan tanya jawab seputar materi pengabdian masyarakat. Selama kegiatan berlangsung Siswa siswi SMK IT AL-Izhar Pekanbaru mengikuti dengan antusias. Dari pengabdian yang dilaksankan diharapkan bahwa peserta yang menghadiri pengabdian masyarakat yaitu siswa-siswi SMK IT Al-Izhar Pekanbaru mendapatkan tambahan pengetahuan tentang keuangan syariah khususnya perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah bagi siswa SMA/Sederajat. Kemudian, dari pengingkatan pengetahuan peserta memiliki motivasi untuk merencakan keuangannya berdasarkan prinsip syariah untuk meraih kesejahteraan dunia dan akhirat. Kata Kunci: literasi keuangan syariah, keuangan syariah, perencanaan keunagan syariah. Abstract This community service activity was carried out at SMK IT AL Izhar Pekanbaru with class X students This community service was carried out with the theme Sharia Financial Literacy: Financial Planning Based on Sharia Principles for high school students/equivalents. This service aims to provide knowledge about sharia finance, especially financial planning based on sharia principles for students of ALIzhar IT Vocational School Pekanbaru. The material delivered using the lecture method is accompanied by slides of material related to the theme of community service and ends with questions and answers regarding community service material. During the activity, students at AL-Izhar IT Vocational School Pekanbaru participated enthusiastically. From the service carried out, it is hoped that participants who attend community service, namely students at Al-Izhar IT Vocational School Pekanbaru, will gain additional knowledge about sharia finance, especially financial planning based on sharia principles for high school/equivalent students. Then, from increasing knowledge, participants have the motivation to plan their finances based on sharia principles to achieve prosperity in this world and the hereafter. Keywords: sharia financial literacy, sharia finance, sharia financial planning. PENDAHULUAN Globalisasi sistem keuangan dan pesatnya kemajuan teknologi informasi menciptakan produk dan layanan jasa keuangan yang kompleks. Selain itu persaingan antara lembaga keuangan mendorong lembaga keuangan untuk menghasilkan produk-produk yang inovatif. Sehingga lembaga keuangan menciptakan produk-produk dengan fitur yang kompleks untuk menarik lebih banyak konsumen. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang memadai dalam menggunakan produk dan layanan keuangan. Pemahaman masyarakat untuk memahami produk dan layanan keuangan tertimggal jauh dibandingkan dengan perkembangan produk-produk keuangan, baik produk tabungan, produk investasi maupun produk pembiayaan. Terjadinya kesenjangan yang semakin lebar antara kompleksitas produk dan layanan keuangan dengan kemampuan konsumen untuk memahami apa yang mereka beli (Setiawan dan Cecep, 2. Pendidikan literasi keuangan CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 78-85 Hompage: https//journal. id/index. php/care selalu penting bagi konsumen untuk membatu menganggarkan dan mengelola pendapatan, menabung dan berinvestasi secara efisien, dan menghindari menjadi korban penipuan (Kusumadewi et al, 2. Lusardi dan Mitchell, menyatakan individu yang gagal dalam membuat perencanaan keuangan dikarenakan mereka tidak memiliki pengetahuan secara finansial (Lusardi dan Mitchell, 2. Permasalah nomor satu di generasi dan ekonomi saat ini adalah kurangnya literasi keuangan. Literasi keuangan membantu anak-anak mempelajari keterampilan mengambil keputusan. Ketika anak Ae anak memutuskan bagaimana cara menabung dan membelanjakan uang mereka akan dapat membuat keputusan yang bijaksana tentang uang dan situasi kehidupan lainnya (Renasa, 2. Perencanaan keuangan yang baik sering kali didukung dengan adanya pengetahuan keuangan yang baik pula. Pengetahuan keuangan atau financial literacy adalah pengetahuan individu konsep keuangan, prinsip-prinsip dan teknologi yang digunakan sebagai dasar pengelolaan keuanganyang memungkinkan individu dalam mengambil Keputusankeputusan keuangan. Perencanaan keuangan berbasis syariah tidak hanya menekankan pada aspek pengelolaan keuangan yang bijaksana, tetapi juga pada etika dan kepatuhan terhadap aturan-aturan Islam dalam bertransaksi dan mengelola harta. Dengan latar belakang ini, pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsep-konsep dasar keuangan syariah, teknik pengelolaan keuangan yang efektif, serta penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan merencanakan keuangan secara mandiri dan bertanggung jawab, serta membentuk karakter yang mampu menghadapi tantangan finansial masa depan dengan prinsip-prinsip syariah sebagai landasan. Pengetahuan keuangan individu akan mendukung perencanaan keuangan yang merupakan salah satu tahapan dalam pengelolan keuagan Pengelolaan keuangan pribadi sering disebut dengan personal finance management yang dapat diartikan sebagai studi mengenai penggunaan sumber daya penting yang dilakukan individu dan keluarga untuk mencapai kesuksesan keuangan meliputi berbagai kegiatan tentang pengelolaan pendapatan, pengeluaran, tabungan, proteksi dan berinvestasi (Lestari, 2. Pada usia tersebut cenderung memiliki sifat yang konsumtif. Mereka lebih mudah terpengaruh untuk membelanjakan uang yang dimiliki untuk hal-hal yang menarik bagi Dengan semakin majunya teknologi salah satu dampaknya memudahkan mereka untuk berbelanja melalui e-commerce tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau sekedar Perlu edukasi bagi siswa-siswi tentang pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah agar siswa-siswi memiliki pengetahuan, pemahaman dan termotivasi untuk merencanakan keuangannya sehingga terampil dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah sejak dini untuk mempersiapkan masa depan (Assyifa et al. , 2. Oleh karena itu penting untuk memberikan edukasi literasi keuangan khususnya literasi keuangan syariah yang nantinya akan mendorong peningkatan penggunaan keuangan syariah di tengah tengah Masyarakat (Sudirman et al, 2. Edukasi pengelolaan keuangan merupakan salah satu upaya yang dapat di lakukan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah. Siswa siswi SMK IT Al Izhar Pekanbaru yang berusia antara 16-18 tahun merupakan tingakatan usia di mana mereka telah mulai mengenal dan menggunakan layanan jasa keuangan. Meskipuan CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 78-85 Hompage: https//journal. id/index. php/care di usia sekarang ini siswa siswi belum menghasilkan uang secara mandiri, tetapi mereka dibekali dengan uang saku dan tambahan lainnya yang didapat dari orang tua ataupun anggota keluarga lainnya. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan siswa SMK IT Al Izhar Pekanbaru, serta memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan generasi muda yang cerdas finansial dan beretika. METODE Adapun tahapan Pelaksanaan kegiatan PKM Perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah di SMK IT Al Izhar Pekanbaru, adalah sebagai berikut: IDENTIFIKASI MASALAH ANALISIS KEBUTHAN PENYAMPAIAN MATERI DISKUSI Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan PKM Identifikasi sejauh mana tingkat literasi keuangan syariah pada siswa siswi SMK IT AL Ae Izhar. Hal ini dilakukan dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada siswa Ae siswi SMK IT AL Ae Izhar. Analisis Kebutuhan. Dalam metode yang kedua tim akan menganalisis kebutuhan siswa siswa SMK IT AL Ae Izhar tentang perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah. Penyampaian materi. Pada tahap ini dilakukan presentasi materi - materi berupa slide yang sesuai dengan kebutuhan dengan untuk siswa Ae siswi SMK IT AL Ae Izhar tentang perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah dengan metode ceramah. Adapun materi yang di sampaikan meliputi konsep harta dalam Islam, dasar hukum perencanaan keuangan syariah, cara merencanakan keuangan, tiga pos perencanaan keuangan dalam Islam. Pada tahap terakhir, setelah peyampaian materi kemudian dilakukan sesi tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan yang terkait dengan perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah. Dengan adanya sesi tanya jawab diharapkan peserta dapat mengetahui dan memahami lebih dalam serta termotivasi untuk mulai melakukan perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode presentasi, tanya jawab dan memberikan contoh terkait literasi keuangan syariah khususnya Perencanaan Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah. Materi yang disampaikan mulai dari konsep harta dalam Islam, dasar hukum perencanaan keuangan syariah, cara merencanakan keuangan, tiga pos perencanaan keuangan dalam Islam. Setelah penyampaian materi siswa-siswi SMK IT AL-Izhar Pekanbaru diberikan kesempatan untuk bertanya dan mendiskusikan hal CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 78-85 Hompage: https//journal. id/index. php/care Ae hal yang berhubungan dengan materi. Pengabidan Masyarakat ini memilki 3 mareri pokok mengenai: Konsep mencari harta, konsusmdi dan distribusi sesusai dengan prinsip Syariah. Perencanaan Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah. Langkah Ae langkah perencanaan keuangan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di SML IT AL Ae Izhar Pekanbaru Secara garis besar mencakup beberapa komponen-komponen sebagai berikut: Keberhasilan target jumlah peserta penyuluhan Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 48 orang siswa Ae siwi SMK IT Al Ae Izhar Pekanbaru. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan Ketercapaian target materi yang telah direncanakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara umum sudah baik, karena sudah sesuai dengan kebutuhan pengetahuan siswa siswi SMK IT Al Ae Izhar tentang Perencanaan Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah Ketercapaian pelaksanaan kegiatan. Materi yang disampaikan sudah sesuai dengan kebutuhan peserta dan sesui dengan target yang sudah disusun oleh tim pengabdian, namun keterbatasan waktu yang disediakan mengakibatkan tidak semua materi tentang literasi keuangan syariah khususnya perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah dapat di sampaikan kepada peserta. Gambar 2. Penyampaian materi oleh tim pengabdian Pembahasan Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang di laksanakan di SMK IT ALIzhar Pekanbaru yang dihadiri oleh peserta merupakan siswi SMK IT AL-Izhar Pekanbaru kelas 10 berjalan dengan lancar. Pengabdian keapda masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang konsep mencari harta, konsumsi, dan distribusi yang sesuai dengan prinsip Syariah. Dalam Islam, mencari harta tidak hanya dilihat sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab sosial. Prinsip ini mengajarkan bahwa setiap muslim harus bekerja keras CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 78-85 Hompage: https//journal. id/index. php/care dan jujur dalam mencari rezeki, serta memastikan bahwa sumber pendapatan mereka halal dan berkah. Konsumsi dalam Islam juga harus seimbang dan tidak berlebihan, menghindari israf . dan tabdzir . Sedangkan distribusi harta harus mencakup kewajiban zakat, sedekah, dan infaq, yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan membantu mereka yang kurang beruntung. Perencanaan keuangan berdasarkan prinsip Syariah menekankan pada pengelolaan keuangan yang sesuai dengan ajaran Islam. Ini mencakup penggunaan produk-produk keuangan yang bebas dari riba . , gharar . , dan maisir . (Assyifa et al. , 2. Dalam konteks ini, perencanaan keuangan Syariah berfokus pada pengelolaan aset yang etis dan bertanggung jawab. Produk keuangan seperti tabungan, investasi, dan asuransi yang berprinsip Syariah menjadi pilihan utama. Misalnya, investasi dalam saham-saham syariah yang tidak terlibat dalam industri haram atau transaksi yang tidak transparan. Langkah-langkah perencanaan keuangan meliputi beberapa tahapan Pertama, melakukan analisis kondisi keuangan saat ini untuk mengetahui pendapatan, pengeluaran, dan aset yang dimiliki. Kedua, menetapkan tujuan keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang yang sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip Syariah. Ketiga, menyusun anggaran yang mencakup alokasi untuk kebutuhan dasar, tabungan, investasi, dan amal. Keempat, memilih produk keuangan yang sesuai dengan prinsip Syariah untuk mendukung tujuan keuangan yang telah ditetapkan. Kelima, melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap rencana keuangan untuk memastikan bahwa semua tujuan tercapai sesuai dengan rencana dan tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan prinsip Syariah. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan siswa SMK IT Al Izhar Pekanbaru, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam merencanakan masa depan keuangan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat menjadi individu yang tidak hanya sukses secara finansial tetapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat sesuai dengan prinsipprinsip Syariah. Perencanaan keuangan menurut Certified Financial Planner. Board of Standards. Inc. adalah proses mencapai tujuan seseorang melalui manajemen keuangan secara terencana. Konsep perencanaan keuangan syariah adalah konsep perencanaan keuangan yang menerapkan prinsip-prinsip syariah Islam. (BSI Corporate University, 2. Selanjutnya tentang dasar hukum perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah yang terdapat dalam al Ae qurAoan dan hadis. Adapun salah satu ayat al Ae qurAoan yang menjadi dasar perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah yaitu QS Al-Furqon . ayat 67 yang artinya: Artinya: Dan orang-orang yang apabila membelanjakan . , mereka tidak berlebihan, dan tidak . kikir, dan adalah . embelanjaan it. di tengah-tengah antara yang demikian. Terjemahan ayat di atas dapat disimpulkan bahwa konsumsi dalam islam tidak berlebihan dan tidak pula kikir artinya konsumsi yang dilakukan dengan cara bijaksana sesuai dengan kebutuhan. Dalam prespektif islam kebutuhan itu ditentukan oleh konsep Imam Ghazali telah membedakan antara keinginan . aghbah dan syahwa. dan kebutuhan . Menurut Ghazali kebutuhan adalah keinginan manusia untuk mendapatkan sesuatu yang diperlukan dalam mempertahankan keberlangsungan hidupnya CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 78-85 Hompage: https//journal. id/index. php/care dan menjalankan fungsinya. Lebiha jauh lagi al-Ghazali menekankan bahwa konsumsi yang dilakukan dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Berbeda dengan konsep ekonomi konvensional yang tidak memisahkan antara keinginana . dan kebutuhan . yang memicu konsumen terjebak dalam perilaku konsumerisme (Fauzia dan Riyadi, 2. Perancanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah berlandaskan pada nilai nilai yang terkandung dalam al Ae qurAoan dan hadis sehingga terdapat perbedaan dengan perencanaan keuangan konvensional diantaranya yaitu: (Hidayah, 2. (Hidayat et al, 2. Perancanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah berlandaskan pada nilai nilai yang terkandung dalam al Ae qurAoan dan hadis sehingga terdapat perbedaan dengan perencanaan keuangan konvensional diantaranya yaitu: (Hidayah, 2. (Hidayat et al, 2. Perencanaan keuangan syariah berangkat dari konsep maqashid syariah . ujuan tertingg. ditetapkannya syariah . ukum isla. yaitu mewujudkan kemaslahatan umat dengan berlandaskan prinsip Ae prinsip islam mengenai keadilan, persamaan, distribusi pendapatan dan kekayaan, serta menghindari kezaliman. Mencari rezeki yang halal dan thayyib. Dalam mencari rezeki yang perlu diperhatikan adalah cara memperolehnya dengan halal dan thayyib rezeki. Tidak hanya sekedar memperhatikan banyaknya yang kita peroleh. Perdagangan merupakan 95% rezeki. Larangan maysir, gharar dan riba . Artinya dalam melakukan kegiatan muamalah dilarang untuk melakukan maysir yang secara bahasa dapat diartikan judi, gharar yang dapat didefinisikan dengan ketidakjelasan, dan riba yaitu tambahan yang didapatkan dengan cara yang bathil. Berorientasi pada keberkahan. Dalam perencanaan keuangan tidak hanya berorientasi pada dunia tetapi juga akhirat sehingga penting bagi kita untuk memperhitungkan keberkahan yang akan kita dapatkan. Solidaritas umat. Perencaan keuangan yang dilakukan perlu mengalokasikan harta untuk zakat, infak, sedekah dan wakaf . untuk fakir miskian dan orang Ae orang yang Sehingga diharapkan dapat meningkatkan solidaritas karena saling membatu untuk meringankan beban. Dalam buku seri literasi keuangan Indonesia yang diterbitkan OJK berikut beberapa manfaat dan fungsi pengelolaan uang: Bahagia hari ini, dengan menikmati penghasilan yang diperoleh pada kebutuhan dan keinginan hari ini, sementara sebagian penghasilan telah disisihkan bagi masa depan. Kecemasan masa depan sirna, karena telah mempersiapkan diri sejak dini sehingga kehidupan hari ini lebih tenteram dan berkualitas. Sejahtera hari esok, dari hasil penyisihan penghasilan dan pengembangannya dalam berbagai instrumen investasi. Hidup tetap mandiri dan bahagia. Tetap mandiri dalam ekonomi, dan bahagia dalam berbagi kepada sesama yang membutuhkan, melengkapi suka cita hati (OJK, 2. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 78-85 Hompage: https//journal. id/index. php/care Gambar 3. Suasana pada saat sesi tanya jawab Dalam setiap rangkaian acara dan materi Ae materi yang di sampaikan TIM PKM diterima dengan penuh antusis oleh perserta. Sehingga diharapkan para peserta yang merupakan siswa siswi SMK IT AL Ae Izhar Pekanbaru memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang perencanaan keuangan berdasarkan prinsip syariah, sehingga peserta termotivasi dan terampil dalam pengelolaan keuangan untuk masa depan. Pelatihan ini juga menggarisbawahi pentingnya memiliki sikap mental yang positif terhadap uang dan kekayaan. Siswa diajarkan untuk melihat uang sebagai alat yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan baik, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk membantu orang lain. Sikap mental yang positif ini mencakup rasa syukur, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Dengan memiliki pandangan yang sehat terhadap uang, siswa diharapkan dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak dan bertanggung jawab, serta tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang berlebihan. Secara keseluruhan, pelatihan "Perencanaan Keuangan Berbasis Syariah bagi Siswa SMK IT Al Izhar Pekanbaru" adalah inisiatif yang penting dalam membentuk generasi muda yang melek finansial dan berakhlak mulia. Dengan pemahaman yang kuat tentang konsep keuangan Syariah dan keterampilan praktis dalam perencanaan keuangan, siswa diharapkan dapat mengelola keuangan mereka secara efektif dan etis. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat menyebarkan nilai-nilai keuangan Syariah di komunitas mereka, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. DAFTAR PUSTAKA