EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SMK NU TULIS MELALUI PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN DAFI DIASTUTIK & TITIK HARYATI Program Studi Manajemen Pendidikan. Pasca Sarjana Universitas PGRI Semarang Email : dafidiastutik@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Sekolah dalam meningkatan mutu pembelajaran di SMK Nu Tulis melalui pelatihan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik survei untuk mengumpulkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SMK NU Tulis. Hasil penelitian ini Pengelolaan sumber daya guru untuk meningkatkan mutu di SMK NU Tulis pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan oleh kepala sekolah terhadap Program ini mencakup pendidikan umum dan ekstrakurikuler yang terintegrasi dan berbasis mutu pendidikan. Ini melibatkan persiapan sumber daya manusia atau para pengajar dalam pelaksanaannya dan pengalokasian sarana dan prasarana untuk membantu pemahaman yang lebih mendalam. Pelaksanaan sumber daya guru untuk meningkatkan mutu pendidikan dilakukan berdasarkan panduan perencanaan, pengawasan, dan evaluasi. Pelaksanaan program meliputi pembiasaan, yaitu penerapan teori lalu aplikasi . Pendidikan mencakup tahapan harian yang dilakukan secara mandiri oleh tiap pengajar, evaluasi mingguan yang dilakukan secara formal, dan penilaian per semester yang didasarkan pada nilai mingguan, bulanan, tengah semester, dan akhir semester. Kepala sekolah sebaiknya terus menerus mengevaluasi kinerja guru dan lebih sering mengirim guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan yang diadakan pemerintah tentang pemanfaatan IPTEK. Hal ini bertujuan agar para guru tidak hanya mengajar secara konvensional, tetapi juga mampu mengajar dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif. Selain itu, peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah juga perlu dilakukan. Kata Kunci : Strategi. Peningkatan Mutu. Media Pembelajaran ABSTRACT This research aims to determine the school's strategy in improving the quality of learning at Nu Tulis Vocational School through learning media training. This research uses a qualitative approach with survey techniques to collect data obtained through observation, interviews and documentation at SMK NU Tulis. The results of this research: Management of teacher resources to improve quality at NU Vocational School: planning, organizing, implementing and supervising teachers by the principal. This program includes integrated general and extracurricular education and is based on educational quality. This involves preparing human resources or teachers for its implementation and allocating facilities and infrastructure to assist deeper understanding. The implementation of teacher resources to improve the quality of education is carried out based on planning, monitoring and evaluation guidelines. Implementation of the program includes habituation, namely applying theory and then application . Education includes daily stages carried out independently by each teacher, weekly evaluations carried out formally, and semester assessments based on weekly, monthly, mid-semester and end-of-semester grades. School principals should continuously evaluate teacher performance and send teachers more often to attend seminars and training held by the government on the use of science and technology. This aims to ensure that teachers not only teach conventionally, but are also able to teach in a more creative and innovative way. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Apart from that, improving the quality of school facilities and infrastructure also needs to be Keywords: Strategy. Quality Improvement. Learning Media PENDAHULUAN Sekolah merupakan sebuah lembaga pendidikan formal yang melaksanakan proses belajar mengajar yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mencapai tujuan tersebut, tentunya diperlukan peran seorang pemimpin. Maju dan mundurnya sebuah lembaga pendidikan sangat tergantung pada kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan . dapat dimaknai sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian yang ada dalam diri pemimpin itu sendiri. Seorang pemimpin dari sebuah lembaga pendidikan harus mampu berperan sebagai pemimpin yang baik dan berkompeten. Kepala sekolah selain sebagai manager di dalam organisasinya, juga berperan sebagai educator, personal, administrator, leader. Kepala sekolah sebagai orang nomor satu di sekolah, tentu memiliki tanggungjawab dan wewenang yang lebih dari pada bawahannya dalam memutuskan kemana arah sebuah lembaga yang dipimpinnya. Tidak hanya perencanaan, kepala sekolah juga harus mampu mengorganisir, pengelolaan hingga menilai kinerja bawahannya. Berbicara kinerja, erat kaitannya dengan guru dan tenaga kependidikan. Guru merupakan ujung tombak keberlangsungan dari sebuah Lembaga pendidikan, keberhasilan sekolah sangat tergantung atas kinerja yang dilakukan oleh para tenaga pendidik itu sendiri. Kinerja guru merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam keberhasilan sebuah lembaga pendidikan terutama dalam proses belajar mengajar. Adapun indikator kinerja guru antara lain: . kemampuan membuat perencanaan dan persiapan . penguasaan materi yang akan diajarkan kepada siswa. penguasaan metode dan strategi mengajar. pemberian tugas-tugas kepada siswa. kemampuan mengelola kelas. kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, kepala sekolah harus memiliki strategi yang efektif (Muhammad Hadi 1. Djailani AR 2, 2019. Noprika et al. , 2. Strategi ini merupakan alat penting untuk mencapai keunggulan kompetitif (Rangkuti, 2. Manajemen strategi melibatkan beberapa tahap, dimulai dengan perumusan, yaitu proses menyusun langkahlangkah untuk mencapai tujuan. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan, di mana strategi diimplementasikan melalui pengembangan yang terstruktur dan sistematis (Hariadi, 2. Tahap perumusan strategi mencakup beberapa langkah: pertama, analisis lingkungan internal dan eksternal untuk menetapkan visi dan misi serta merencanakan tujuan strategis. Kedua, perumusan strategi adalah proses menyusun langkah-langkah ke depan untuk membangun visi dan misi, yang bertujuan untuk memberikan layanan terbaik. Ketiga, identifikasi lingkungan yang akan dihadapi oleh pemimpin dan penetapan misi untuk mencapai visi yang diharapkan. Keempat, analisis lingkungan internal untuk mengukur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Kelima, penetapan tujuan dan target untuk menghasilkan siswa yang aktif, kreatif, cerdas, inovatif, dan berprestasi tinggi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Tahap pelaksanaan strategi adalah proses di mana strategi dan kebijakan diimplementasikan melalui pengembangan struktur dan program (Hafid & Barnoto, 2022. Saputro & Darim, 2. Untuk melaksanakan strategi pengelolaan sumber daya manusia, pertama, sekolah harus memiliki visi dan misi organisasi. Kedua, untuk mencapai tujuan dan sasaran, kepala sekolah harus menganalisis kondisi dan situasi lingkungan sekitar, baik internal maupun eksternal, menggunakan Analisis SWOT. Analisis SWOT berguna untuk mengetahui kekuatan (Strengt. , kelemahan (Weaknes. , peluang (Opportunit. , dan ancaman (Threa. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Ketiga, membuat strategi yang diikuti dengan implementasi, kemudian mengevaluasi strategi pengelolaan tersebut untuk mengukur keberhasilan (Hariadi, 2. Pengelolaan melibatkan proses pengawasan terhadap semua aspek yang terkait dengan pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan. Secara umum, pengelolaan adalah kegiatan mengubah sesuatu menjadi lebih baik dengan nilai-nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya (Wahidah, 2. Pengelolaan tidak hanya melibatkan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan . , pengorganisasian . , pelaksanaan . , dan pengendalian . (George R. Terry, 2. Erat kaitannya dengan hal tersebut saat ini seorang kepala sekolah harus dapat membuat sebuah perencanaan yang matang sehingga tercapai dan sejalan dengan visi, misi sekolah. Begitu pula di SMK NU Tulis yang saat ini sudah menggunakan perencanaan berbasis data. Dimana data yang diperoleh dari rapot Pendidikan dengan hasil yang saat in dapat dilihat bahwa rapot Pendidikan di SMK NU Tulis mengalami penurunan pada aspek kualitas pembelajaran sehingga penelitian ini secara khusus mengkaji bagaimana strategi seorang kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik survei untuk mengumpulkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SMK NU Tulis. Langkah awal dalam penelitian ini melibatkan penciptaan panduan observasi dan wawancara sebagai alat penelitian. Penelitian ini dilakukan SMK NU Tulis. Objek penelitian adalah SMK NU Tulis, sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, dan wakil kepala PR. Kepala sekolah dipilih sebagai subjek penelitian untuk mendapatkan informasi dan statistik umum tentang penggunaan strategi pemasaran pendidikan dalam meningkatkan minat siswa baru. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari informan, sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung melalui media sosial atau internet (Anwar, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi (Sugiyono, 2. Menurut Miles dan Huberman dalam Wahyuni, teknik analisis data meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data (Wahyuni et al. , 2. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi, yang merupakan metode untuk membandingkan data yang diperoleh dari berbagai sumber agar data tersebut sah untuk digunakan (Moleong, 2. Triangulasi terdiri dari tiga jenis: pertama, triangulasi sumber, yaitu teknik untuk menguji kredibilitas data dengan memeriksa data yang diperoleh dari beberapa sumber. kedua, triangulasi teknik, yaitu upaya untuk melihat kredibilitas data yang diperoleh dari informan dengan meninjau ulang data menggunakan teknik yang berbeda seperti observasi, dokumentasi, atau kuesioner. dan ketiga, triangulasi waktu, yang bertujuan untuk menguji konsistensi data yang diperoleh dari waktu ke waktu. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Yang Di Gunakan Kepala Sekolah Untuk Mengelolah Guru Dalam Mengembangkan Mutu Lembaga Pendidikan SMK Nu Tulis Sumber Informasi Informan 1 Tabel 1 Strategi Kepala Sekolah Jabatan Hasil Wawancara Kepala Sekolah Untuk mengelola sumberdaya guru di Mojokerto, saya melakukan perencanaan dan Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 penentuan tugas yang akan dilakukan oleh para guru. Saya juga menjalin hubungan yang erat dengan sesama guru, baik yang baru maupun yang sudah lama menjabat di sekolah ini. Selain itu, saya mengawasi dan memberikan pendampingan kepada para Seluruh guru di lembaga pendidikan di Mojokerto juga mengikuti sosialisasi atau pelatihan khusus yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan. Informan 2 Guru Strategi yang diimplementasikan oleh kepala SMK NU Tulis adalah sesuai, karena ia secara konsisten melakukan bimbingan dan evaluasi untuk mengidentifikasi bidangbidang perbaikan. Kelemahan-kelemahan ini kemudian diatasi mulai dari tahap perencanaan, dipandu sepanjang proses, dan dievaluasi secara menyeluruh, menghasilkan implementasi yang sukses. Informan 3 Guru Kepala sekolah menerapkan strategi yang mungkin mirip dengan lembaga-lembaga lain di SMK NU Tulis, namun setiap lembaga pendidikan tentu saja memiliki keunikan atau kelebihan tersendiri untuk mengembangkan lembaga tersebut. Mungkin kepala sekolah kita menerapkan itu. Informan 4 Tenaga Administrasi Kepala Sekolah memberikan masukan, tugas-tugasnya pemimpin, pendidik, dan secara konsisten menerangkan guru lain jika ada kesalahan melakukan tugas mereka. Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun tidak secara mendalam, tiga guru yang digunakan sebagai informant setuju bahwa kepala sekolah telah menerapkan strategi dengan baik, mulai dari perencanaan hingga pengawasan. Menurut jawaban informant 4, salah satu strategi yang digunakan oleh kepala sekolah adalah untuk melibatkan guru dalam merancang dan merumuskan kebijakan atau strategi di dalam lembaga. Hasil wawancara dengan 4 responden tentang langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas sekolah diperoleh dan ditunjukkan dalam Tabel 2. Tabel 2 Langkah-langkah peningkatan mutu sekolah Sumber Jabatan Hasil Wawancara Informasi Informan 1 Kepala Sekolah Jawaban dari kepala sekolah adalah sebagai Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Kepala sekolah memiliki kepribadian yang menarik terkait dengan Sebagai pemimpin, kepala sekolah harus dapat memahami visi dan misi sekolah agar tidak salah dalam memberikan tugas kepada guru dan staf administrasi. Kepala sekolah memfasilitasi guru untuk meningkatkan kemampuan mereka melalui pelatihan, kursus, dan kegiatan sejenis. Kepala hubungan baik dengan lembaga sekitar dan wali murid. Informan 2 Guru Informan 3 Guru Informan 4 Tenaga Administrasi Kami mengadakan berbagai kursus untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, kami sering melakukan kunjungan ke lembaga-lembaga di sekitar serta berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan wali murid dan masyarakat sekitar lembaga. Langkah-langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan ini hampir sama dengan yang dilakukan oleh lembaga atau instansi pendidikan lainnya. Salah satu langkah tersebut meliputi penyelenggaraan kursus tentang pengembangan pendidikan, serta menjalin hubungan yang baik dengan wali murid dan masyarakat di sekitar lembaga. Kami menyelenggarakan berbagai kursus terkait pengembangan pendidikan dan sering berinteraksi serta menjalin hubungan baik dengan wali murid dan masyarakat sekitar Berdasarkan tabel 2, terlihat bahwa kepala sekolah memiliki beberapa langkah dalam menerapkan strategi pengelolaan sumber daya . Langkah pertama adalah membangun karakter yang kuat, memahami visi dan misi lembaga yang dipimpin, mengembangkan kemampuan guru, serta menjalin hubungan sosial dengan lembaga sekitar dan berkomunikasi baik dengan wali murid. Informan lain juga setuju bahwa kepala sekolah sering mengadakan workshop dan kursus, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Poin penting utama pada strategi yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mengelola guru untuk mengembangkan mutu pendidikan di SMK NU Tulis adalah hambatan dalam pelaksanaan strateginya, yang tersaji pada tabel 3 berikut. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Tabel 3 Hambatan penerapan strategi Jabatan Hasil Wawancara Sumber Informasi Informan 1 Kepala Sekolah Informan 2 Guru Informan 3 Guru Informan 4 Tenaga Administrasi Kendala muncul ketika guru tidak mau belajar, tetapi terus diberikan motivasi agar mereka selalu memperbarui ilmu dengan mengikuti seminar-seminar atau workshop. Kendala sering kali kembali kepada masingmasing individu, karena kita tidak dapat Terkadang, guru mungkin merasa galau atau tidak mood, sehingga tidak dapat bekerja dengan maksimal. Hambatan dalam setiap kegiatan atau organisasi pasti ada, oleh karena itu, kita harus cepat mencari solusi atau menyiapkan rencana alternatif untuk meminimalkan hambatan yang tidak diharapkan. Masih banyak kekurangan di fasilitas, misalnya, guru diharapkan untuk mengajar menurut media yang tersedia di sekolah. Saat ini, masih ada kekurangan tertentu seperti tidak adanya layar LCD dan beberapa siswa tidak memiliki laptop. Oleh karena itu, pengajaran untuk memastikan transfer pengetahuan yang efektif kepada siswa. Berdasarkan jawaban dalam tabel 3 tentang hambatan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam menerapkan strategi mereka, fakta yang menarik mengungkapkan bahwa hambatan terbesar terletak pada beberapa guru yang puas dengan kemampuan mereka saat ini dan tidak mau belajar hal-hal baru. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu memiliki keterampilan tambahan untuk memotivasi guru-guru ini, serta memahami kondisi psikologis mereka untuk memaksimalkan kinerja mereka. Implementasi Tahap ini adalah tahapan ketika strategi yang telah diformulasikan kemudian Pada tahap implementasi ini, beberapa aktifitas cakupan kegiatan yang mendapatkan penekanan adalah menetapkan tujuan tahunan, menetapkan kebijakan, memotivasi karyawan, mengembangkan budaya yang mendukung menetapkan struktur organisasi yang efektif, menetapkan budget, mendayagunakan sistem informasi, dan menghubungkan kompetensi karyawan dengan kinerja orgaanisasi. Peningkatan mutu pembelajaran di SMK NU Tulis dilakukan dengan berbagai strategi sesuai dengan hasil analisis yang didapat pada rapor Pendidikan. Pada pelaksanaannya kepala sekolah melaukan observasi terlebih dahulu sehingga memungkinkan strategi yang akan dilaksnakan sesuai dengan hasil yang diinginkan dan sesuai yang dibutuhkan. Kepala sekolah melaukan bebrapa tahapan sebagai berikut: . planning, dengan melihat kondisi sekolah dan sumber daya yang tersedia kepala sekolah menentukan jenis strategi yang dirasa dapat Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 meningkatkan mutu pembelajaran. Dalam hal ini kepala sekolah mengadakan pelatihan kepada tenaga pendidik baik berupa pelatihan pembuatan media pembelajaran yang dimaksudkan dapat meningkatkan kualitas mutu pembelajaran. Action. Kepala sekolah membuat kepanitiaan kegiatan dimana tugasnya adalah untuk membuat jadwal pelatiha sehingga diharapkan tidak menganggu kegiatan kegiatan belajar mengajar serta kepala sekolah turun langung dalam kegiatan tersebut guna memberikan motivasi. Controlling, dilakukan guna pengawasan serta memastikan kegiatan berjalan sesuai yang diharpkan. Evaluating, dilakukan untuk mengevaluasi hasil kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan ini dighunakan untuk mengetahui kelebihan dan kelamahan strategi yang telah dipih untuk peningkatan mutu pembelajaran di SMK NU Tulis. Implementasi strategi untuk meningkatkan kualitas SMP PGRI 1 KOTA MOJOKERTO lembaga pendidikan. Untuk penerapan yang pertama, lembaga harus menetapkan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai setiap tahun atau setiap semester. Setiap lembaga pasti memiliki rencana atau tujuan untuk meningkatkan mutu lembaga. Setelah strategi telah ditentukan, kepala sekolah dapat memberikan motivasi dan penyuluhan melalui rapat bulanan. Selain itu, evaluasi dan komunikasi sehari-hari juga dapat digunakan untuk menjaga semangat guru dalam mengembangkan mutu pendidikan (Azkiyah et al. , 2020. Bahri, 2022. Bisri, 2. Hanya pelanggan yang dapat menentukan apakah sebuah lembaga pendidikan baik atau Salah satu karakteristik layanan adalah intangibilitas mereka, yang berarti mereka tidak bisa dirasakan, disentuh, didengar, atau dilihat oleh pelanggan. Namun, lembaga pendidikan menyediakan layanan yang mengubah sesuatu yang tak berwujud menjadi manfaat pendidikan yang jelas, yang dicapai melalui kesuksesan lulusan mereka. Penilaian kualitas sebuah institusi pendidikan tidak dapat dibatasi pada cerita atau bahkan hanya berdasarkan informasi dari Penilaian apakah sebuah institusi baik atau tidak dapat ditentukan oleh tingkat layanan yang diberikan selama proses belajar, serta kualitas lulusan yang diperoleh. Hanya mereka yang telah menjadi pelanggan dapat benar-benar mengalami dan mengevaluasi aspek-aspek ini. Hal ini hanya dapat dialami oleh siswa, orang tua, dan alumni SMP PGRI 1 Kota Mojokerto. Untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan, diperlukan kepemimpinan yang baik, bijaksana, tegas, dan kreatif. Dengan demikian, peningkatan kualitas dapat dengan mudah terwujud dan siswa yang berprestasi dapat meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mufassir et al. dan Salvabilla . yang menyatakan bahwa kepemimpinan pelayan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Partisipasi guru sangat penting untuk memastikan bahwa banyak lembaga pendidikan berpartisipasi dalam pelatihan dan lokakarya untuk meningkatkan kemampuan pengajaran mereka dan memberikan pengetahuan terbaik kepada siswa. (Barirohmah & Subiyantoro, 2021. Idris et al. , 2022. Kango et al. , 2021. Muslimin & Kartiko, 2. Oleh karena itu, kami bertujuan untuk menarik siswa yang berprestasi tinggi dan meningkatkan kualitas lembaga Dalam hal kurikulum, kita tidak dapat membuat perubahan yang signifikan karena sudah standar di semua lembaga pendidikan di Indonesia. Namun, kami dapat membuat perbaikan kecil berdasarkan keahlian kami. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan lainnya sangat penting karena memungkinkan lebih banyak koneksi dan bekerja sama dengan lembaga yang lebih unggul dari kita dapat memfasilitasi peningkatan kualitas kita. KESIMPULAN Pengelolaan sumber daya guru untuk meningkatkan mutu di SMK NU Tulis pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan oleh kepala sekolah terhadap Program ini mencakup pendidikan umum dan ekstrakurikuler yang terintegrasi dan berbasis mutu pendidikan. Ini melibatkan persiapan sumber daya manusia atau para pengajar dalam pelaksanaannya dan pengalokasian sarana dan prasarana untuk membantu pemahaman Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 yang lebih mendalam. Pelaksanaan sumber daya guru untuk meningkatkan mutu pendidikan dilakukan berdasarkan panduan perencanaan, pengawasan, dan evaluasi. Pelaksanaan program meliputi pembiasaan, yaitu penerapan teori lalu aplikasi . Pendidikan mencakup tahapan harian yang dilakukan secara mandiri oleh tiap pengajar, evaluasi mingguan yang dilakukan secara formal, dan penilaian per semester yang didasarkan pada nilai mingguan, bulanan, tengah semester, dan akhir semester. Kepala sekolah sebaiknya terus menerus mengevaluasi kinerja guru dan lebih sering mengirim guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan yang diadakan pemerintah tentang pemanfaatan IPTEK. Hal ini bertujuan agar para guru tidak hanya mengajar secara konvensional, tetapi juga mampu mengajar dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif. Selain itu, peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah juga perlu dilakukan. DAFTAR PUSTAKA