Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 Penggambaran Perceraian Dalam Film Marriage Story Kimberly Pranacinsa . Dyah Kusumawati . Ilmu Komunikasi. Fakultas Bisnis dan Komunikasi. Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis Jalan Pulomas Selatan Kav. Jakarta 132101 Email: kim. pranacinsa@gmail. Email: dyah. kusumawati@kalbis. Abstract: Divorce becomes a separation between a married couples. The things to involve in divorce are economic, family, legal, and social factors. The purpose of this research is to observe the divorce depiction in the film Marriage Story. The research employed construction of social reality mass media theory with a qualitative approach and a semiotic method of analysis Pierce with the three stages of sign, object, and interpretant. Divorce is on of the reality in our social life. This research notice that divorce is pictured by a mediation, legal proceedings, distance and boundary, also about discussion. However, divorce be shown with good and fair outcome. Keywords: construction of social reality, divorce, film, semiotic Abstrak: Perceraian menjadi sebuah perpisahan diantara pasangan suami istri. Hal didalamnya melibatkan faktor ekonomi, keluarga, hukum, serta sosial. Tujuan penelitian ini untuk melihat penggambaran perceraian dalam film Marriage Story. Penelitian ini menggunakan Teori Konstruksi Realitas Sosial Media Massa dengan pendekatan kualitatif serta metode analisis Semiotika Pierce dengan tiga tahapan yaitu sign, object, dan interpretant. Perceraian merupakan suatu realitas yang ada di masyarakat. Penelitian ini melihat bahwa perceraian merupakan suatu proses panjang yang harus dijalani. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan jika perceraian digambarkan dalam bentuk mediasi, proses hukum, terbentuknya jarak pembatas, serta dalam bentuk diskusi antar pasangan. Namun, perceraian juga diperlihatkan sebagai masalah yang diselesaikan secara baik dan adil. Kata Kunci: film, konstruksi realitas sosial media massa, perceraian, semiotika PENDAHULUAN Perceraian merupakan fenomena yang cukup mudah ditemui dan didengar dikalangan masyarakat. Hal ini menjadi sebuah bentuk berpisahnya pasangan suami istri yang sudah menikah. Gambaran perceraian untuk setiap pasangan pun berbeda-beda. Bisa ada yang menganggap keputusan itu menjadi hal terbaik yang bisa dilakukan. Ada juga pasangan yang merasa terpaksa untuk melakukannya. Bahkan, ada pula perceraian dengan memunculkan rasa tidak adil. Selain itu, sekarang ini sudah banyak media, khususnya media massa yang membahas perihal perceraian. Baik ke dalam bentuk sebuah pemberitaan, maupun pengangkatan perceraian itu sebagai suatu bentuk cerita. Perceraian merupakan suatu proses yang didalamnya menyangkut banyak aspek seperti emosi, ekonomi, sosial, dan pengakuan secara resmi oleh masyarakat melalui hukum yang berlaku (Ihromi, 2004 :. Sehingga, jika seseorang mendengar kata AoperceraianAo, maka hal-hal yang identik dengan kata tersebut adalah kesedihan, amarah, putus asa, serta selalu saling membenarkan diri masing-masing. Selain itu, setelah perceraian ada hal-hal yang harus Seperti lingkungan masyarakat, keluarga yang tidak menjadi satu lagi, serta perihal posisi anak yang berada di tengah. Anak akan berada di posisi yang harus memilih diantara salah satu orang tuanya Sehingga mereka tidak bisa melakukan apaapa. Mereka tetap harus menerima keputusan yang diambil oleh orang tuanya. Banyak faktor yang identik dengan terjadinya suatu perceraian. Ada dari segi permasalahan ekonomi, tidak harmonisnya hubungan antar pasangan, perselingkuhan, serta salah satu pasangan mengalami KDRT. Orang-orang mengaitkan perceraian dengan hal-hal tersebut. Berdasarkan data yang di olah oleh lokaldata. id bersumber dari Dirjen Badan Peradilan Agama, di Indonesia ada beberapa alasan utama yang menjadi sebuah alasan sepasang suami istri akhirnya memilih untuk bercerai ada tiga penyebab utama terjadinya perceraian antara suami dan istri. Yaitu pertengkaran secara terus menerus antar pasangan , permasalahan ekonomi yang harus ditanggung, dan diantara pasangan langsung saja meninggalkan satu sama lain. Selain itu juga, ada beberapa alasan-alasan seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami, kawin paksa, dan yang lain-lainnya. Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 Sehingga, bisa simpulkan jika faktor terbesar yang menjadi penyebab suatu perceraian adalah pertengkaran antar suami istri. Selain itu, dalam hukum yang ada di Indonesia, ada beberapa hal yang bisa dijadikan alasan agar antar pasangan bisa melakukan perceraian. Diantaranya perzinahan, ditinggalkan secara sepihak, salah satu dipersalahkan karena alasan kejahatan tertentu, serta penganiayaan yang membahayakan jiwa (Subekti, 2001: 42-. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahunnya, bahwa data tingkat perceraian yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 2015-2018. Angka perceraian selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. BPS mencatat bahwa ada peningkatan jumlah perceraian dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2015 -2017 angka perceraian berada di angka 300. 000, adanya kenaikan di setiap tahunnya namun tidak yang cukup Namun pada tahun 2018, angka perceraian tersebut meningkat cukup pesat dan menyentuh 000 ini membuktikan jika angka kasus perceraian di Indonesia mengalami peningkatan di setiap tahunnya. National Center for Family and Marriage Bowling Green State University mengeluarkan hasil penelitian mereka mengenai tingkat perceraian, khususnya untuk Benua Amerika. Penelitian ini melibatkan 1000 pasangan yang ada di Amerika. Sehingga, hasilnya bisa dilihat pada gambar 1. Jika dilihat dari grafik yang ada, bisa dilihat per tahun 2010, perceraian yang terjadi mengalami kenaikan maupun penurunan. Berdasarkan data terakhir, per tahun 2018, di Amerika, dari 1000 pasangan yang menikah, perceraian terjadi pada 15,7 pasangan. Hal tersebut juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, dimana dari 1000 pasangan menikah angka perceraian terjadi pada 16,1 pasangan yang ada (Allred, 2018: 19-. Dengan adanya realitas mengenai perceraian maka, hal tersebut menjadi cukup menarik untuk Hal ini sangat dekat dengan masyarakat. Serta tidak sedikit orang yang sekadar mendengar atau mengalami perceraian. Salah satu media yang bisa mengangkat realitas tersebut adalah kedalam bentuk sebuah film. Film menjadi salah satu media yang bisa digunakan dalam penyampaian pesan kepada khalayak. Pada film Indonesia, hal perceraian ini pernah diangkat kedalam film berjudul Twivortiare. Film ini menceritakan sepasang kekasih yaitu Beno dan Alex yang memutuskan menikah, namun hanya dalam dua tahun pernikahan mereka sudah memutuskan Namun yang uniknya, perpisahan mereka hanya dianggap sebagai suatu hal yang Aomain-mainAo. Karena, perceraian didalam film ini digambarkan sebagai sesuatu yang yang bisa dengan mudahnya Perceraian dilihat hanya sebagai suatu perpisahan semata saja. Sehingga, jika suami istri ini ingin kembali bersama, hal tersebut juga dengan mudah dapat dilakukan. Namun, setelah mereka menikah kembali, konflik yang sama harus mereka hadapi kembali. Graeme Turner (Sobur, 2009: . menyatakan jika sebuah film membentuk serta menghadirkan kembali realitas berdasarkan kode-kode dan ideologi dari suatu kebudayaan. Sehingga, film dianggap punya pengaruh lebih kuat terhadap khalayak dibanding media lainnya. Film juga menciptakan kelompok yang cenderung membuat komunitas eksklusif, dan setiap orangnya terdorong untuk selalu mengidentikkan diri dengan komunitas tersebut (Rivers, et al. 2015: . Film lain yang mengangkat sebuah perceraian adalah Marriage Story. Diperankan oleh Scarlett Johansson (Nichol. dan Adam Driver (Charli. Sepasang suami istri yang sudah berusaha beberapa kali untuk mempertahankan rumah tangga mereka. Namun, suami istri ini sudah berada di posisi dimana sudah menyerah dengan keadaan yang ada. Akhirnya, mereka berdua tetap menempuh jalan untuk bercerai. Baik suami maupun istri ingin mendapatkan hak asuh anak mereka. Ada adegan-adegan yang bisa menggambarkan bagaimana proses perceraian itu Peneliti ingin melihat bagaimana perceraian itu digambarkan dalam film tersebut lewat tandatanda yang digunakan. Metode analisis yang digunakan adalah semiotika. Semiotika bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari serangkaian luas objek, peristiwa, seluruh kebudayan sebagai tanda. (Wibowo, 2011 :. Peneliti akan menggunakan semiotika dari Charles Pierce. Semiotika Pierce ini menjelaskan bahwa sebuah tanda tidak hanya sekedar hal sederhana, tetapi juga berkaitan dengan makna dan penafsirannya juga. Menurut Charles Pierce, dalam menafsirkan sesuatu ada 3 hal yang penting dan juga saling berkaitan, yaitu interpretant, representamen, dan objek. Proses yang terjadi dengan 3 hal tersebut disebut sebagai signifikansi (Wibowo, 2011: 13-. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggambaran suatu perceraian dalam film Marriage Story. Penelitian ini berfokus terhadap tanda, lambing, dan symbol yang ada dalam film Marriage Story. Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 II. METODE PENELITIAN Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme. Paradigma konstruktivisme ini adalah paradigma yang melihat bagaimana suatu pesan itu dikonstruksikan atau dibangun (Nurhadi, 2017: . Proses konstruktivisme harus mempunyai kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman, kemampuan membandingkan, mengambil keputusan mengenai persamaan dan perbedaan dan kemampuan untuk lebih menyukai pengalaman yang satu daripada yang lain (Adang&Anwar, 2008: . Tujuan paradigma konstruktivisme yaitu pemahaman. Rekonstruksi melahirkan penelitian kualitatif yang mencari dan menemukan pemahaman makna yang mendalam dari individu dan masyarakat (Putra, 2013: . Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Bogdan dan Taylor dalam (Sujarweni, 2014: . menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Objek penelitian kualitatif adalah seluruh bidang/aspek kehidupan manusia, yaitu manusia dan segala sesuatu yang dipengaruhi manusia. Data kualitatif dinyatakan dalam kalimat, yang pengolahannya dilakukan melalui proses berpikir yang bersifat kritik, analitik, dan tuntas (Mamik, 2015: . Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang memberikan penjelasan perihal gambaran tentang ciri-ciri gejala yang diteliti. Tujuannya untuk mengungkapkan sesuatu dengan apa adanya. Penelitian ini hanya memaparkan keadaan suatu objek atau peristiwa (Luthfiyah & Fitrah, 2017:. Dengan demikian, jenis penelitian ini berusaha memperlihatkan secara keseluruhan bagaimana penggambaran perceraian yang ada di dalam film Marriage Story. Setelah itu, penelitian ini akan diuraikan untuk memberikan sebuah bentuk Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah primer dan sekunder. Data primer didapatkan dalam bentuk pengamatan terhadap film Marriage Story. Selain itu, untuk data sekunder, didapatkan dalam bentuk literatur . uku, jurnal, dan websit. yang memiliki keterkaitan serta mendukung data yang dimiliki peneliti. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis semiotika. Semiotika pada dasarnya adalah penelitian terhadap teks secara menyeluruh. Pemaknaan terhadap teks dipengaruhi oleh banyak faktor seperti budaya, ideologi, dan yang lainnya, sehingga sulit untuk Semiotika menganalisis data auditif, teks, audio visual, dan data tersebut bisa berupa pesan verbal dan nonverbal (Vera, 2015 :. Teknik analisis semiotika yang digunakan adalah semiotika Charles Pierce. Dalam memaknai sebuah tanda, ada satu model yang diterapkan oleh Pierce, yaitu model triadic/segitiga makna. Didalamnya terdapat Sign (Representame. Interpretant, dan Object. Model triadic Pierce ini dijelaskan secara sederhana oleh Fiske dalam (Vera, 2019: . tanda adalah sesuatu yang dikaitkan pada seseorang untuk sesuatu dalam beberapa hal. Tanda menunjuk pada seseorang, yakni, menciptakan dibenak orang tersebut suatu tanda yang setara, atau suatu tanda yang lebih berkembang, tanda yang diciptakannya dinamakan interpretant dari tanda pertama. Tanda itu menunjukkan sesuatu, yaitu objeknya. Menurut Pierce, sebuah tanda memiliki relasi AotriadikAo langsung dengan interpretan dan Apa yang dimaksud dengan proses AosemiosisAo merupakan proses yang memadukan entitas . erupa representamen. dengan entitas lainnya yang disebut sebagai objek (Wibowo, 2011: 13-. seperti pada Gambar 1. Gambar. 1 Model triadic Charles Pierce (Vera, 2019: . HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan bahan penelitian Film Marriage Story. Dalam salah satu scenenya menunjukkan Gambar 2: Object Pada gambar pertama terlihat jika tiga orang berada di dalam satu ruangan yang sama. Dua orang Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 laki-laki dan satu orang perempuan. Untuk perempuan dan laki-laki yang duduk sejajar sekitar umur 30an. Sedangkan laki-laki yang duduk berhadapan umurnya kisaran 50 an. Ruangan tersebut seperti ruangan untuk berdiskusi. Ruangan tersebut didominasi oleh warna putih. Selain itu, ada beberapa furniture seperti kursi, meja, lampu, serta beberapa buku. Dari ruangan tersebut juga ada jendela yang terbuka memperlihatkan pemandangan gedung di luar. Ada laki-laki dan perempuan yang duduknya Namun mereka duduk terpisahkan oleh meja serta duduk di kursi khusus untuk satu orang. Satu orang laki-laki lagi yang terlihat berbadan lebih gemuk mengenakan kemeja dan celana panjang, serta dari penampilannya terlihat seperti umur 50an Laki-laki tersebut memiliki posisi duduk di tengah, berada di antara Laki-laki dan perempuan yang ada di seberangnya. Keduanya tidak saling memandang satu dengan yang lain. Posisi duduk mereka berdua sama-sama saling menyilangkan kaki. Serta, bisa terlihat jika berdua sama-sama memegang kertas di tangannya. Mereka berdua seperti sedang melihat kertas yang ada di tangan mereka. Pada scene tersebut, sang laki-laki yang duduk bersebrangan mengucapkan kalimat kepada laki-laki dan perempuan yang ada dihadapannya. Gambar kedua memperlihatkan sang perempuan jika ia mengenakan cardigan berwarna abu-abu. Posisi badannya dimiringkan kekanan, sehingga ia bertumpu pada siku kanan yang diletakkan di salah satu satu sisi bangku. Terlihat wajah sang istri menahan emosi dengan bibir yang ditutup rapat . Arah matanya menatap tajam orang yang ada di depannya. Scene tersebut, sang perempuan menyatakan ketidak Gambar 2 Film Marriage Story inginannya dalam membacakan surat yang sudah Gambar ketiga sang laki-laki yang mengenakan kemeja warna biru dongker tersebut duduk di sampingnya dengan posisi duduk yang tegap. Matanya menatap lurus ke arah laki-laki di depannya yang sedang berbicara. Dan terlihat juga dengan ekspresi yang tenang. Berbeda dengan perempuan di sebelahnya, sang laki menawarkan untuk membacakan surat tersebut. Serangkaian scene ini dimulai dengan pembacaan suatu surat. Akhirnya sang laki-laki berumur 50an tersebut melihat ke antara laki-laki dan perempuan tersebut dan menanyakan AuWho wants to start ?Ay. Suasana mediasi tersebut terlihat pada gambar 4. Nicole menjawab dengan tegas AuIAom not going to read this out loudAy. Mediator pun bertanya mengenai alasannya, dan Nicole menjawab AuBecause I donAot like what I wroteAy. Ekspresi yang diberikan Nicole terlihat pada gambar kedua Akhirnya, sang mediator pun memberikan saran AuAs we mediate your separation and eventual divorce, things can get quite contentious. So. I like it begin with a note of positivity, for the people I work with to remember why they got married in the first Ay Ia mengatakan sambil melihat suami istri di depannya secara bergantian. Namun. Charlie berinisiatif membacakan catatan miliknya. AuIAoll read mine. I like what I wrote. Ay Ekspresi terlihat pada gambar ketiga Namun tetap, sang mediator menginginkan keduanya membacakan catatan tersebutAuFor it to really work, you both have to read. Ay Nicole yang mendengar jika ia tetap berusaha dibujuk untuk membacakannya pun tetap menolak AuIAom not going to. Ay Mediator pun seperti mencari jalan lain untuk membujuk, terutama Nicole. AuOkay umAI just think itAos a ashame that you guys arenAot going to get to hear the wonderful things you wrote about each other. Ay Charlie menjawab perkataan mediator tersebut dengan santai AuShe always says I canAot write, but I think mineAos pretty goodAy Sang mediator tetap berusaha membujuk Nicole dengan menyuruh Charlie membaca terlebih dahulu AuNicole maybe youAod changed your mind once you heard CharlieAos. Ay Dan untuk kesekian kalinya Nicole menolakAuI donAot want to hear CharlieAosAy. Charlie berbicara dengan Nicole AuWe promised to listenAy. Sang mediator pun menyetujui dan menyukai pernyataan yang dikeluarkan oleh Charlie AuThatAos right. ThatAos very first step in this processAy. Nicole yang sudah tidak kuat di antara suami dan Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 mediatornya pun mengatakan AuWell. I think IAom going to go if you two are going to just sit around and suck each otherAos dicksAy dan setelah itu sang pun pergi meninggalkan mediator dan suaminya. Interpretant Pada gambar pertama, sepasang suami istri yang muncul dalam gambar di atas adalah Nicole dan Charlie, mereka adalah sepasang suami istri. Nicole datang dengan penampilannya yang menggunakan baju seperti cardigan berwarna abu-abu dan celana panjang berwarna hitam. Cardigan merupakan pakaian rajutan dari wol yang mirip dengan sweater atau jaket. Bisa menggunakan kancing atau resleting dengan leher-V. Dipakai secara informal dan tersedia dalam versi sudah jadi atau pola untuk merajut rumah (Harris&Ambrose, 2007: . Cardigan bisa dipakai laki-laki serta perempuan, namun biasanya dikenakan perempuan. Cocok untuk segala acara dan segala musim, namun dikhususkan untuk musim Cardigan menjadi tren fashion baru sejak tahun 2000an. Baik untuk wanita maupun pria, cardigan bisa memberikan kesan yang santai dan juga sederhana (Cunnington, 2010: . Sebagai warna, abu-abu memiliki makna positif dan negatif. Bisa sebagai suatu keseimbangan serta kerendahan Namun, bisa juga sebagai suatu yang kurang dalam komitmen, keragu-raguan, serta kemurungan (Yogananti. Haryadi, & Setiawan, 2017: . Celana panjang awalnya digunakan oleh para laki-laki khususnya untuk militer. Namun, menjelang 1970-an celana panjang baru bisa diterima masyarakat berkat terobosan desainer Coco Chanel yang membuat wanita mengenakan celana panjang. Celana panjang tersebut juga dibuat dari bermacam bahan seperti denim, katun, polyester, dan satin. Celana yang identik dengan maskulinitas, saat dipakai wanita, maskulinitas tersebut menjadi identik dengan wanita (Historia, 2019, w. Hal yang membuat saat seorang wanita bebas mengenakan celana panjang, itu merupakan sebuah bentuk AokebebasanAo. Dimana seorang wanita adalah orang independen dan bisa mengandalkan diri sendiri (Stafford, 2013: . Pemilihan cardigan abu-abu dan celana panjang hitamnya bisa mengartikan bahwa Nicole seseorang yang sederhana dan independen. Namun dengan warna yang diperlihatkan munculnya rasa kemurungan dan keragu-raguan yang diperlihatkan. Rambutnya memiliki potongan yang pendek rapi dengan warna cokelat. Rambut pendek rapi menunjukkan seseorang yang efisien dan bertanggung jawab. Namun di sisi lain orang tersebut bisa sangat konservatif (Dian, 2016: . Hal tersebut menunjukkan bahwa Nicole adalah seorang perempuan yang tidak menyukai kerumitan, simple, serta bertanggung jawab atas apa yang dijalani. Charlie menggunakan pakaian yang terlihat formal perpaduan kemeja panjang berwarna biru dongker dan celana panjang hitam. Pada abad pertengahan kemeja digunakan sebagai pakaian Tahun 1600-1700 an memiliki tambahan hiasan di leher. 1800an muncul lah kemeja berkerah (Smithsonian, 2012: . Kemeja sudah ada sejak abad ke-14 dan dipasangkan dengan rompi. Kemeja memiliki banyak detail hiasan seperti sulaman, lipatan, dan renda. Kemeja berwarna yang digunakan sehari-hari diperkenalkan mulai awal abad ke-19. Kemeja abad ke-20 bermunculan dalam berbagai macam warna, berat, dan gaya. Kemeja panjang dan pendek . ipakai dalam cuaca panas (Cunnington, 2010: . Laki-laki dengan kemeja identik dengan seseorang yang jujur, perkataannya bisa dipercaya, serta disiplin. Biru dongker termasuk dalam warna dasar biru namun lebih gelap. Biru dongker memiliki makna kepercayaan diri, kekuatan, kecerdasan, stabilitas, serta lebih konservatif (Adams, 2017:. Hitam dilambangkan sebagai suatu kesedihan, kemurungan, kesalahan, rahasia, dan masih banyak lagi. Salah satu karakter dari warna ini adalah tegas (Nugroho, 2015: . Celana panjang sendiri merupakan pakaian yang menutupi kaki membentang dari pinggang hingga mata kaki. Diproduksi dalam berbagai variasi kelonggarannya sejak tahun 1800 an. Awal pemakaian dikhususkan untuk laki-laki. Setelah perkembangannya, celana panjang bisa menjadi pakaian sehari-hari. Dari tahun 1900 an sampai dengan sekarang, khususnya dengan perkembangan yang ada, dibuat dengan berbagai macam dasar bahan berbeda serta detail tambahan Model-model yang dihasilkan pun juga ada kasual, elastis, formal, dan sebagainya (Cunnington, 2010: . Celana panjang untuk laki-laki identik dengan sebuah maskulinitas. Sebuah kekuatan, keberanian, serta status lebih tinggi yang dimilikinya (Smithsonian, 2012: . Rambut Charlie terlihat panjang untuk seorang laki-laki dengan warna hitam yang tertata rapih. Untuk seorang laki-laki dengan rambut panjang dengan warna hitam merupakan tipe pria yang tampaknya lembut namun berkepribadian Selain itu, seseorang berambut warna hitam juga merupakan seseorang dengan kepribadian yang pantang menyerah (Dian, 2016: . Charlie juga terlihat rapi dengan tampilannya. Pemilihan kemeja dan celana panjang memperlihatkan ia seseorang Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 yang bisa dipercaya serta memiliki keberanian. Warna pakaian yang dipilih merupakan warna dasar hitam. Namun hitam sendiri memiliki makna kesedihan. Sama halnya dengan yang sedang dihadapi Charlie mengenai masalah perceraiannya. Namun, karakter rambut Charlie menunjukkan seseorang yang lembut namun tidak pantang menyerah. Dan hal itu yang dilakukan Charlie untuk datang ke seorang mediator untuk membantu menyelesaikan tentang masalah perceraiannya. Ruangan yang ditempati Nicole dan Charlie adalah seperti ruangan kantor tempat untuk berdiskusi. Ruangan sendiri memiliki makna sebuah tempat yang lega berdasarkan KBBI. Ruangan tersebut didominasi oleh warna putih. Menurut Nugroho, warna putih bisa dimaknai sebagai suatu yang melambangkan kedamaian, kebenaran, ketulusan, dan kejujuran . 5: . Dalam ruangan tersebut terlihat ada beberapa bangku, meja, lukisan, lampu, deretan buku, serta tanaman. Dalam ruangan tersebut ada 3 orang, yaitu Nicole. Charlie, dan seorang mediator. Ruangan tersebut diperuntukkan sebagai tempat diantara 3 orang tersebut berdiskusi dan mencari jalan keluar dari permasalahan pernikahan Nicole dan Charlie. Selain itu, warna yang mendominasi adalah putih. Putih memiliki arti kebenaran, kedamaian, serta kejujuran. Dan itulah menjadi tujuan utama pertemuan mereka. Mencari jalan damai dalam masalah antara pasangan suami istri. Ingin adanya sebuah kejujuran serta kebenaran yang bisa diungkapkan masing-masing pasangan saat berada dalam ruangan tersebut. Charlie dan Nicole saling duduk berdampingan. Namun, mereka ada di dua kursi yang berbeda, yang dikhususkan hanya untuk satu orang dan terpisahkan dengan adanya meja di tengah-tengah mereka. Berdasarkan jarak. Robert Hall menyatakan jika jarak intim sekitar 15-46 cm. Pada jarak ini hanya orang-orang yang memiliki emosional kuat yang bisa memasukinya (Dian, 2016: . Selain itu. Edward Hall menyatakan jika jarak 0-18 inch termasuk kedalam jarak intim. Orang yang berada dalam jarak intim adalah orang-orang paling dekat, serta kehadiran mereka tampak begitu jelas (Wahyuningsih, 2019: Walaupun jarak duduk Nicole dan Charlie masih termasuk dalam jarak intim, namun satu sama lain sudah mulai memberikan jarak untuk diri mereka masing-masing. Terutama di tengah permasalahan pernikahan yang sedang mereka hadapi. Keduanya sudah mulai fokus terhadap pribadi masing-masing. Karena terlihat kursi yang ditempati pun dikhususkan hanya untuk satu orang saja. Dan mereka juga fokus dengan diri sendiri tanpa memperdulikan sekitarnya. Nicole dan Charlie sama-sama duduk dengan posisi kaki dipangku. Posisi mereka berdua samasama memangkukan kaki. Menyilangkan kaki di depan badan saat berbicara berarti orang tersebut memberikan jarak terhadap lawan bicaranya (Karlins&Navaro, 2014:. Memangkukan kaki saat sedang berbicara bisa menandakan sebuah kegugupan, pertahanan diri, menutup diri, atau tidak adanya ketertarikan (Wezowski, 2018: . Menyilangkan kaki bisa menjadi sebuah bentuk seseorang mengatur mood yang sebenarnya sedang dalam kondisi tidak baik, cenderung gugup dan Ini juga bisa menjadi refleks ketidaknyamanan namun pada sisi lain berusaha menenangkan diri (Hasan & Obee, 2017: . Pandangan dari dua orang tersebut sama-sama mengarah kebawah. Pandangan ke bawah bisa mengungkapkan malu akan suatu hal, merasa bersalah sehingga tidak melihat lawan bicaranya. Rendahnya rasa percaya diri dan tidak nyaman dengan perhatian yang diberikan (Glass, 2012: . Pandangan ke bawah mereka terfokus pada kertas yang dipegang oleh masing-masing. Sehingga dengan gaya duduk yang memangkukan kaki tersebut, berdasarkan pemaknaannya, baik Charlie dan Nicole memberikan jarak untuk satu sama yang lain. Mereka saling menutup diri dari proses mediasi dan diskusi yang sedang dijalankan. Mereka tetap mempertahankan pendapat masingmasing mengenai perceraian yang dihadapi. Dengan proses mediasi ini justru Nicole dan Charlie merasa tidak nyaman, terutama disaat harus membacakan Keduanya sama-sama melihat ke arah kertas yang berisi curahan hati mengenai pasangan mereka. Ada seorang mediator yang ada diantara mereka. Mediator sendiri adalah seseorang yang membantu diantara dua pihak yang sedang berselisih atau memiliki masalah. Namun seorang mediator tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan Kedua belah pihak yang berhak memutuskan. Seorang mediator harus bersikap tidak memihak. Semua kegiatan yang melibatkan mediator tersebut disebut sebagai mediasi. Mediasi adalah proses penyelesaian masalah antar dua pihak yang dibantu oleh pihak ketiga (Riyanto, 2018: . Mediator posisi duduknya langsung melihat Nicole dan Charlie, dan ia ada ditengah-tengah antara Nicole dan Charlie. Mediator tersebut berusaha tidak memiliki keberpihakan dan berusaha menjadi penengah diantara Nicole dan Charlie. Dan jika dilihat dari penampilan yang berkisaran umur 50, maka bisa menjadi sebuah umur yang matang untuk seseorang Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 dalam menjalani kehidupan dan pekerjaannya. Sehingga, jika dikaitkan dengan profesinya maka, mediator tersebut bisa memiliki pengalaman yang lebih dalam menangani masalah dan bisa memberikan saran-saran serta penyelesaian masalah yang lebih Khususnya untuk Nicole dan Charlie. Berdasarkan teknik pemaknaan Berger, teknik pengambilan gambar yang digunakan adalah full Teknik pengambilan gambar ini memiliki makna hubungan sosial (Berger, 2012: . Teknik ini bisa memperlihatkan interaksi Charlie. Nicole, dan Mediator secara keseluruhan beserta latar tempat yang Memperlihatkan bagaimana posisi duduk, postur tubuh, jarak diantara ketiganya, gambaran tempat, apa yang sedang mereka lakukan, serta respon yang diberikan dalam mediasi tersebut. Angle yang digunakan adalah eye level, dimana standar yang biasa dilakukan oleh juru kamera untuk memperlihatkan pandangan yang sejajar dengan objek (Lannom, 2019, w. Gambar kedua Posisi duduk Nicole yang dimiringkan kesalah satu arah, sehingga menjadi Cara duduk ini menunjukkan jika kurangnya minat dan keinginan untuk menjaga jarak. Jika sedang berbicara dengan lain, berarti fokusnya tidak dengan orang tersebut (Wezowski, 2018: . Navarro menjelaskan jika memiringkan kepala ke salah satu sisi dengan memperlihatkan sebagian leher seseorang ini bisa diartikan sebagai posisi yang berarti sedang mendengarkan apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya . 8 : . Mata yang memberikan tatapan tajam mengindikasikan orang tersebut merasa memiliki kekuatan yang lebih (Draper, 2015: . Namun, tatapan tajam juga bisa diartikan sebagai suatu hal yang mengintimidasi serta bentuk menahan emosi (Navarro, 2018: . Dengan gestur-gestur tersebut Nicole tetap berusaha mendengarkan dan mengikuti mediasi tersebut, namun dengan rasa Ia juga terlihat seperti sedang menyembunyikan suatu hal dalam dirinya. Sehingga, pada akhirnya, ia tidak mau membacakan catatan yang ada di tangannya. Pada posisi ini saat Nicole menolak membacakan catatan positif yang sudah disiapkannya. IAom not going to read this out loud. Saya tidak akan membacakan dengan lantang. Kalimat ini bisa dimaknai sebagai Nicole tidak ingin membacanya dengan suara serta didengarkan Charlie dan sang mediator. Atau, dimaknai sebagai Nicole tidak ingin membacakannya karena Nicole tidak ingin bentuk cinta dan kekagumannya kepada Charlie diketahui. Karena ia sendiri pun sudah merasa tersakiti. Selanjutnya. Because I donAot like what I wrote. Karena saya tidak suka dengan apa yang saya tulis. Nicole hanya mengatakan ini karena bertentangan dengan kenyataannya sekarang dimana ia ingin berpisah dengan Charlie. Gambar ketiga memperlihatkan Charlie dengan posisi duduk tegap serta pandangannya sedang menatap sang mediator dengan ekspresi yang tenang. Saat seseorang duduk dengan badan yang tegap lurus dan tidak menambahkan gerakan tubuh yang lainnya maka ia sedang memberikan perhatian dan tertarik pada lawan bicaranya. Selain itu memberikan kesan kepercayaan diri. (Wezowski, 2018: . Menatap mata seseorang, khususnya dalam berbicara artinya aktif mendengarkan serta memberikan perhatian lebih kepada orang tersebut (Navarro, 2018: . Terlihat dari postur tubuh. Charlie memberikan perhatian terhadap apa yang dibicarakan mediator. Selain itu juga sama seperti ia menatap mata saat berbicara. Ekspresi Charlie terlihat tenang namun tetap waspada, terlihat dari ekspresi datar tetapi tatapan tetap tertuju orang didepannya. Berbeda dengan Nicole. Charlie menawarkan diri untuk membacakan catatan positif yang sudah ia IAoll read mine. Aku akan membacakan punyaku. I like what I wrote. Aku suka apa yang ku tulis. Tanpa keraguan. Charlie ingin membacakan apa yang Walaupun alasan sederhananya adalah karena ia suka dengan tulisannya, tapi bisa juga dia yakin dengan apa yang dia tulis. Gambar Nicole dan Charlie menggunakan teknik pengambilan gambar medium shot Teknik ini memperlihatkan sebuah hubungan personal (Berger, 2012: . Pada adegan tersebut ingin memperlihatkan detail masing-masing dari sikap Charlie dan Nicole saat menghadapi mediasi. Angle yang digunakan adalah eye level, dimana standar yang biasa dilakukan oleh juru kamera untuk memperlihatkan pandangan yang sejajar dengan objek (Lannom, 2019, w. Serangkaian scene ini dimulai dengan pembacaan suatu catatan. Akhirnya sang mediator melihat ke antara suami istri tersebut dan menanyakan Who wants to start? Sang mediator ingin jika salah satu ada yang berinisiatif dan membiarkan keduanya yang memulainya dengan keinginan diri mereka Suasana mediasi tersebut terlihat pada gambar pertama Sebelum berlanjut. Nicole langsung mengatakan IAom not going to read this out loud. Nicole tidak akan mengatakannya. Dengan penolakan tersebut mediator menanyakan alasan penolakannya, dan Nicole menjawab Because I donAot like what I Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 Penjelasan penolakan serta ekspresi yang ditampilkan terlihat pada penjelasan gambar kedua. Sehingga, sang mediator pun akhirnya memberikan saran As we mediate your separation eventual divorce, things can get quite contentious. Kalimat ini dimaksudkan oleh sang mediator kepada Nicole dan Charlie bahwa saat mereka melakukan mediasi ini yang bisa berakhir dengan perceraian, segala halnya akan jadi perdebatan. Perceraian memiliki arti perpisahan. Dengan kata dasar cerai, hal tersebut memiliki makna adanya putus hubungan sebagai sepasang suami istri. I like it begin with a note of positivity. Mediator ingin proses mediasi ini dimulai dengan catatan baik dari masing-masing For the people I work with to remember why they got married in the first place. Karena, siapa pun pasangannya, sang mediator ingin pasangan tersebut mengingat alasan serta tujuan awal yang membuat sepasang suami istri akhirnya bisa memutuskan menikah. Mediator tersebut ingin, terutama itu pasangan suami istri, mereka tidak hanya fokus terhadap perceraian yang akan mereka Ia juga ingin membuat pasangan suami istri mengingat kenangan indah saat mereka memutuskan menikah di awal. Dari kalimat yang diucapkan mediator tersebut bisa menjelaskan bahwa dalam proses mediasi yang dijalani Nicole dan Charlie mungkin tidak akan berjalan mulus dan bisa berakhir dengan perceraian. Sehingga, untuk memulai mediasi ini, dan berharap bisa berjalan lancar, maka mediator ingin memulainya dengan catatan baik dari suami istri tersebut. Sang istri memberikan catatan baik mengenai sang suami, begitupun sebaliknya. Catatan-catatan baik itu bisa menjadi alasan mengapa mereka memutuskan menikah pada awalnya. Sehingga, sang mediator ingin membuat Nicole dan Charlie mengingat catatan-catatan baik milik masing-masing. Dan, pada akhirnya mengembalikan ingatan mereka saat memutuskan untuk menikah pada awalnya. Setelah saran yang diberikan mediator. Charlie pun memberanikan diri untuk membacakan catatan yang ditulisnya IAoll read mine. I like what I wrote. Penjelasan ini pun terlihat pada gambar 4. Namun kalimat mediator menyatakan For it to really work, you both have to read. Agar mediasi ini benar-benar bisa memiliki pengaruh serta bermanfaat, kedua belah pihak harus saling membacakannya. Tidak ada yang saling menutupi satu sama lain. Walaupun Charlie sudah berinisiatif di awal, namun Nicole tetap memberikan jawaban IAom not going to. Nicole tetap tidak akan membacakan apa yang sudah ditulis. Okay umAI just think itAos a shame that you guys arenAot going to get to hear the wonderful things you wrote about each other. Kalimat ini diucapkan oleh mediator sebagai salah satu usaha lain untuk membujuk, khususnya Nicole, agar ia mau membacakan apa yang ditulisnya. Kalimat tersebut diartikan Aosangat disayangkan bahwa kalian tidak akan bisa mendengarkan hal-hal hebat yang kalian tuliskan mengenai masing-masing pasanganAo. Seakan kalimat ini memberikan kesan bahwa setiap apa yang ditulis oleh masing-masing merupakan hal-hal hebat, suatu kelebihan, serta menjadi suatu bentuk pujian untuk masing-masing. Dan ini bisa memberikan pengaruh positif kepada satu sama lain. Charlie menjawab perkataan mediator tersebut dengan santai She always says I canAot write, but I think mineAos pretty good, kalimat Charlie ini memberikan respon bahwa Nicole selalu bilang jika Charlie tidak bisa menulis. Namun Charlie berpikir apa yang ditulisnya cukup Hal dimaksudkan adalah isi dari apa yang Charlie tuliskan. Sang mediator tetap berusaha membujuk Nicole dengan menyuruh Charlie membaca terlebih dahulu Nicole maybe youAod changed your mind once you heard CharlieAos, hal ini juga agar Nicole bisa mendengarkan terlebih dahulu pandangan Charlie mengenai Nicole dan Nicole tidak tidak merasa terlalu Mungkin saja apa yang dibacakan Charlie nanti, bisa mengubah pandangan Nicole. Namun, untuk ketiga kalinya. Nicole menolak dengan tegas I donAot want to hear CharlieAos. Nicole benar-benar tidak ingin mendengar apa yang sudah ditulis Charlie. Charlie berbicara dengan Nicole We promised to listen. Kalimat ini bisa menjelaskan bahwa mereka berdua yang menyetujui melakukan mediasi ini, dan mereka berdua berjanji secara bersama-sama akan menjalankan segala bentuk proses yang dilakukan. Dan salah satunya itu adalah saling mendengarkan. Tidak ada bentuk pemaksaan. Sang mediator pun menyetujui dan menyukai pernyataan yang dikeluarkan oleh Charlie AuThatAos right. ThatAos very first step in this processAy. Mediator tersebut menyetujui bahwa untuk memulai semua proses mediasi ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah saling Baik Nicole mau mendengarkan apa yang dikatakan dan perasaan Charlie, dan begitupun sebaliknya. Nicole yang sudah tidak kuat di antara suami dan mediatornya pun mengatakan Well. I think IAom going to go if you two are going to just sit around and suck each otherAos dicks. Nicole mengucapkan kalimat ini karena merasa sudah tidak kuat berada diantara kedua laki-laki tersebut. Nicole Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 merasa mereka saling mendukung, sedangkan tidak dengan dirinya. Ia merasa tidak mendapatkan sebuah dukungan atau bantuan apapun. Setelah kalimat itu pun. Nicole meninggalkan Charlie dan sang mediator. Kesimpulannya dari adegan diatas adalah perceraian diperlihatkan sebagai kondisi dimana pasangan suami istri yang memiliki kendali penuh dalam setiap keputusan yang diambil. Baik dalam kepentingan bersama, maupun dalam kepentingan Sepasang suami istri bisa menempuh jalur mediasi dan meminta bantuan dalam penyelesaian masalah, khususnya perceraian. Namun, keduanya juga tetap memiliki hak atas diri mereka masingmasing saat menjalani proses tersebut. Setelah melakukan penelitian menggunakan sign, interpretant, dan object di atas maka peneliti menemukan beberapa adegan yang menunjukkan sebuah perceraian terdapat di dalam film Marriage Story. Perceraian tersebut digambarkan dengan: Perceraian melalui sebuah proses mediasi. Dimana, harapan mereka adalah dengan mediasi tersebut dapat membantu mereka dalam mencegah terjadinya sebuah perceraian. Keduanya tetap berusaha mempertahankan rumah tangganya. Perceraian membuat terbentuknya jarak antara suami dan istri. Dalam beberapa adegan, diperlihatkan adanya jarak antar pasangan suami istri dalam melakukan aktifitas. Sehingga, dengan jarak tersebut, pada akhirnya ada pembatas dalam hubungan mereka. Perceraian diselesaikan melalui proses hukum. Ini diperlihatkan dari keterlibatan pengacara sampai perceraian ini juga masuk ke dalam tahap pengadilan. Dimana faktor penting yang dibahas didalamnya adalah mengenai pembagian keuangan serta perihal hak asuh anak. Sehingga, adanya keterlibatan evaluator anak juga termasuk didalamnya. Perceraian menghasilkan sebuah bentuk diskusi antar pasangan. Pertama terlihat pada adegan di antara suami istri dan juga pengacara masingmasing. Yang lainnya adalah dimana Charlie dan Nicole berdiskusi secara pribadi. Walaupun pada akhirnya keduanya melibatkan emosi dan beradu Namun pada akhirnya, diskusi tersebut pun berakhir dengan permintaan maaf. Perceraian diperlihatkan sebagai perpisahan yang baik dan adil. Terlihat pada saat sang istri menginginkan hak asuh untuk pihaknya dan suaminya mendapatkan porsi yang sama. Tidak ada yang merasa Serta, pada saat terakhir semuanya saling berpelukan sebagai sebuah keluarga. Yang berakhir dengan sang istri dengan senyum merelakan mantan suami beserta anaknya harus pergi. Lebih lanjut, melihat penggambaran perceraian ini dengan Teori Konstruksi Realitas Sosial Media Massa. Dimana teori ini melihat realitas sosial memiliki makna, dimana realitas sosial tersebut dikonstruksikan dan dimaknai secara subjektif oleh individu lain sehingga memantapkan realitas itu secara objektif (Bungin, 2015: 11-. Terdapat tiga tahapan yaitu Eksternalisasi. Objektivasi, dan Internalisasi. Berkaitan dengan objek garapan, maka dapat dijelaskan jika: Eksternalisasi: Pada tahapan eksternalisasi adalah bagaimana suatu produk sosial ini terbentuk dalam masyarakat. Bentuk dari eksternalisasinya adalah pembuat film ingin melihat bagaimana suatu realitas perceraian yang tercipta di masyarakat. Objektivasi : interaksi sosial yang terjadi dalam dunia intersubjektif masyarakat yang dilembagakan atau mengalami Pelembagaan yang dilakukan ini melalui media massa dan film menjadi salah satu produk media massa. Di dalam film terdapat pesan-pesan yang bisa didapatkan lewat tandatanda yang diberikan. dan Internalisasi : individu mengidentifikasikan dirinya dengan lembagalembaga sosial bertepatan dengan pesan-pesan yang diterimanya. Dimana individu lain serta peneliti yang melihat film Marriage Story dapat mengetahui bagaimana suatu perceraian itu digambarkan serta proses perceraian dijalani. IV. SIMPULAN Melalui hasil dari pemaknaan serta Analisa sign, object, dan interpretant terhadap Film Marriage Story peneliti menemukan tanda-tanda yang menggambarkan suatu perceraian dalam film tersebut. Secara keseluruhan, berkaitan dengan analisa yang digunakan, dalam film Marriage Story, perceraian digambarkan dimulai dengan bagaimana pasangan suami istri berusaha mempertahankan hubungannya sampai dengan keduanya memutuskan berakhir dengan perceraian. Selain itu, di dalam perceraian tersebut pihak-pihak siapa dan apa saja yang ikut terlibat. Faktor-faktor yang mempengaruhi dari sebuah perceraian. Serta, dampak apa yang harus diterima dan dirasakan oleh suami istri yang bercerai. DAFTAR RUJUKAN Adang. Pengantar Sosiologi Hukum. Jakarta: Grasindo. Allerd. Divorce Rate in the U. : Geographic Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 Variation, 2018. Family Nugroho. Manajemen Warna dan Desain. Profiles, 19-23 Ambrose. , dan Harris. The Visual Dictionary of Fashion Design. Switzerland: AVA Publishing. Berger. MEDIA and SOCIETY a Critical Perspective. Maryland: The Rowan and Littlefield BPS. Statistik Indonesia 2018. https://w. publication/2018/07/03/5a963c1a9b0fed6497d0845/ statistik -indonesia-2018. Cymming. Cunnington. , dan Cunnington. The Dictionary of Fashion Story. New York: Berg. Sobur. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Studio Binder. Camera Angles. h t t p s : / / w w w. om/blog/ultimate-guideto-camera-shots/#camera Subekti. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: PT Intermasa Praktis, dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Pres. Press. Historia. Kapan Perempuan Bercelana Panjang ? https://historia. id/asal usul/articles/kapan perempuan-bercelana panjang-DbeOl Sosiologi Keluarga. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia Navarro. The Dictionary of Body Language. New Jawara. Sujarweni. Metodologi Penelitian Lengkap. Dian. I Know Your Gesture. Yogyakarta: Pustaka Baru York: HarperCollins Inc. Mamik. Metodologi Kualitatif. Sidoarjo: Zifatama Remaja Rosdakarya. Publisher,Inc. Ihromi. Bunga Rampai Yogyakarta: CV Andi Offset. Vera. Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Wibowo. Semiotika Praktis Komunikasi - Aplikasi bagi Penelitian dan Skripsi Jakarta: Mitra Wacana Media. Komunikasi.