Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI CENGKEH DI KECAMATAN KUWUS BARAT KABUPATEN MANGGARAI BARAT (Analysis of Factors Affecting Clove Farming Production in West Kuwus District of West Manggarai Regenc. Ferianus Habun*. Wiendiyati. Ida Nurwiana Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana *E-mail Penulis Korespondensi : fheehabun@gmail. Diterima: 14 Januari 2022 Disetujui: 18 Januari 2022 ABSTRAK Penelitian tentang Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Cengkeh (Syzigium Aromaticu. di Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat Bertujuan untuk menganalisis faktorAefaktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani cengkeh dan untuk menganalisis tingkat produksi usahatani cengkeh di Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian lapangan dilaksanakan selama bulan September 2020 di wilayah Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode acak sederhana . imple random samplin. Jumlah sampel yang diambil sebesar 15% dari total populasi yang berjumlah 180 orang sehingga diperoleh 35 responden petani cengkeh. Analisis data menggunakan regresi melalaui pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi tanaman cengkeh adalah umur tanaman, penggunaan pupuk, dan jumlah Sedangkan faktor faktor luas tanaman, dan pemakaian pestisida mempunyai hubungan negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi tanaman cengkeh. Selanjutnya Penggunaan tenaga kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi cengkeh tetapi mempunyai hubungan positif. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan tenaga kerja pada saat saat tertentu terutama pada saat panen dapat meningkatkan produksi tanaman cengkeh. Pendapatan usahatani cengkeh sangat ditentukan oleh umur tanaman dan jumlah kepemilikan tanaman. Pendapatan per tanaman terendah pada kelompok umur tanaman 5 - 10 tahun sebesar Rp 175 ribu dan tertinggi pada umur tanaman di atas 25 tahun sebesar Rp 1. 625,000,-. Pendapatan menurut kepemilikan tanaman terendah sebesar Rp 3. 000,- dengan kepemilikan sebanyak 20 pohon pada kelompok umur 5 - 10 tahun. dan tertinggi sebesar Rp 339. 000,- dengan kepemilikan sebanyak 230 pohon pada kelompok umur 21 - 25 tahun Kata Kunci: analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis pendapatan, usahatani cengkeh. ABSTRACT Research on The Analysis of Factors Influencing the Production of Clove Farming (Syzigium Aromaticu. in West Kuwus District West Manggarai Regency Aims to analyze factors that affect the production of clove farming and to analyze the production rate of clove farming in West Kuwus District West Manggarai Regency. Field research was conducted during September 2020 in the West Kuwus Subdistrict area of West Manggarai Regency. Data used are primary and secondary data. The determination of respondents is done using a simple random sampling method. The number of samples taken amounted to 15% of the total population of 180 people so that 35 respondents were clove farmers. Data analysis using regression through Cobb-Douglas production function approach. The results showed that, factors that have a positive and significant effect on the production of clove plants are plant age, fertilizer use, and number of plants. While factors of crop area, and the use of pesticides have a negative relationship and have no significant effect on the production of clove Furthermore, the use of labor has no significant effect on clove production but has a positive These results indicate that the addition of labor at a certain time especially at the time of Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 1 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 harvest can increase the production of clove crops. The income of clove farming is largely determined by the age of the plant and the amount of plant ownership. The lowest income per plant in the 5 - 10 year plant age group is Rp 175 thousand and the highest at the age of plants over 25 years is Rp 1,625,000,-. Income by crop ownership is the lowest of Rp 3. 000,- with the ownership of as many as 20 trees in the age group of 5 - 10 years. and the highest amount of Rp 339. 000,- with the ownership of 230 trees in the age group of 21 - 25 years. Keywords: cobb-douglas production function analysis, revenue analysis, clove farming. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan Negara yang memiliki potensi alamiah yang sangat tinggi untuk mengembangkan sektor pertanian. Salah satu subsektor pertanian yang perlu terus dikembangkan adalah subsektor perkebunan. Potensi yang perlu dikembangkan berkenaan dengan diversifikasi komoditi khususnya di bidang perkebunan, yaitu komoditi cengkeh baik di pasar domestik maupun di pasar internasional mempunyai prospek yang cerah antara lain ditandai dengan terus meningkatnya nilai ekspor komoditi cengkeh secara nasional sehingga memberikan dan menambah devisa bagi negara (Goenadi, dkk, dalam (Firdach dkk, 2. Prospek dan potensi tanaman cengkeh di Indonesia ke depannya akan semakin tinggi mengingat kebutuhan cengkeh dalam negeri maupun di pasar internasional meningkat. potensi tanaman cengkeh yang merupakan salah satu komoditas subsektor perkebunan yang sebagian besar diusahakan oleh perkebunan rakyat adalah bunga tanaman cengkeh yang dipanen pada saat kelopak bunga belum mekar. Bunga cengkeh kering merupakan salah satu bahan baku utama untuk rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia. Pada awal tahun 1990, total areal cengkeh sekitar 692,682 ha dengan produksi 66. 912 ton per tahun (Perkebunan,Jenderal et al. , n. ) Produksi cengkeh Indonesia sejak tahun 1996 mengalami penurunan yang menyebabkan petani tidak memelihara tanamannya. Potensi tanaman cengkeh yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah daun cengkeh . aun gugu. dan tangkai bunga. Meskipun tahun-tahun terakhir produksi cengkeh naik turun tetapi keberadaan cengkeh masih menjadi komoditas penting di Indonesia. Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah yang memiliki potensi pengembangan komoditi cengkeh dan salah satu wilayah Indonesia (Perkebunan,Jenderal, 2. Wilayah yang menjadi potensi pengembangan di NTT salah satunya adalah Kabupaten Manggarai Barat, yang menempati urutan ke 4 pada tahun 2016 dari sisi produksi dan memiliki potensi pengembangan 71 Ha dengan produksi 411,89 ton. Pada tahun 2018 dengan pengembangan seluas 386 Ha, produksi 592 ton serta didukung oleh kondisi alam, iklim, dan topografi (P. Statistik & Manggarai Barat, 2. Cengkeh di Kabupaten Manggarai Barat merupakan komoditi yang Perkembangan komoditi tersebut berlangsung sesuai dengan laju luas tanam dan produksi, namun pada tahun 2014-2018 produksi mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan luas panen tiap tahun, keadaan iklim yang tidak menentu, gangguan hama dan penyakit, fluktuasi harga cengkeh yang cukup besar dan biaya panen serta pengolahan cukup Kondisi tersebut menyebabkan perubahan produksi tanaman cengkeh, dimana jumlah produksi cengkeh pada tahun 2014 sebesar 216 ton, tahun 2015 meningkat sebesar 739 ton, dan pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 376 ton (BPS, 2. Kecamatan Kuwus Barat merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki produksi cengkeh dengan urutan ketiga dari kecamatankecamatan yang ada di Kabupaten Manggarai Barat dengan pengembangan seluas 533 Ha dengan produksi 91 ton. Tingginya produksi cengkeh akan menentukan tinggi rendahnya tingkat pendapatan petani cengkeh. Oleh karenanya penelitian tentang faktor-faktor berpengaruh terhadap produksi cengkeh dan besarnya tingkat pendapatan usahatani cengkeh di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorAefaktor yang berpengaruh secara nyata Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 2 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 terhadap produksi usahatani cengkeh dan mengetahui besar pendapatan usahatani cengkeh di Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang memberi gambaran fakta-fakta yang diperoleh di lapangan. Data yang terkumpul dari responden, ditabulasi, diedit dan dianalisis serta dijelaskan secara deskriptif. Penentuan lokasi dilakukan dengan sengaja . dengan pertimbangan bahwa. Desa Ranggu merupakan desa penghasil cengkeh berdasarkan luas lahan dan nilai ekonomi tanaman cengkeh, di Kecamatan Kuwus Barat (Kuwus, 2. Penelitian lapangan telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu Bulan September 2020. Populasi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah petani di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat yang mengusahakan usahatani cengkeh dengan jumlah 180 orang. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin (Slovin dalam Umar, 2. n= 1 N . Keterangan: N = Jumlah populasi n = Sampel yang ditentukan e = Nilai kritis 15% perhitungan jumlah sampel: n= 1 N. 1 N . 5,05 = 35 Orang Data yang diambil meliputi data primer dan data sekunder yang cara pengambilanya adalah sebagai berikut: Data Primer yaitu data yang diproleh langsung dari sumbernya . etani cengke. , diamati dan dicatat pertama kalinya (Marzuki, 2. Diambil melalui wawancara dengan bantuan kuesioner . aftar pertanyaan Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik observasi, kuisoner, interview dan dokumentasi. Data Sekunder yaitu data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulanya oleh peneliti yang telah atau data dari dinas, instansi/lembaga yang p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 terkait dengan penelitian. Jenis data yang diambil adalah data monografi desa, data perkembangan usaha dan lain-lain. Berdasarkan tujuan dari penelitian, untuk mengetahui faktorfaktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman cengkeh, dapat diketahui dengan menggunakan analisis fungsi produksi Coob-Douglas. Analisis ini untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel X1 . uas laha. X2 . umlah tanama. X3 . X4 . X5 . mur tanama. , dan X6 . enaga kerj. , terhadap produksi cengkeh (Y). Fungsi Coob Douglas dapat dituliskan seperti persamaan berikut: Y=AX1A1,X2A2AAXiAiaXnAne AA Dimana: Y = Variabel yang dijelaskan X = Variabel yang menjelaskan A. A = Besaran yang akan diduga = Kesalahan = Logaritma natural Persamaan diatas diubah menjadi bentuk linear berganda dengan cara Persamaan di transformasi dalam bentuk . , persamaannya menjadi (Gujarati, 2. lnY = ln a b1 ln X1 b2 ln X2 b3 ln X3 b4 ln X4 b5 ln X5 b6 ln X6 AA Keterangan: Y = Produksi Cengkeh . a = Intercept b = Koefisien regresi/besaran yang akan diduga X1 = Luas Lahan . X2=Jumlah Tanaman yang Berproduksi . X3 = Pupuk . X4 = Pestisida . X5 = Umur Tanaman . X6 = Jumlah Tenaga Kerja (HOK) AA = Kesalahan Pengganggu . HASIL DAN PEMBAHASAAN Luas Kepemilikan Lahan Usahatani Cengkeh Responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa lahan yang digunakan petani dalam melakukan usahatani cengkeh merupakan lahan sendiri, dan mempunyai luas lahan yang berbeda-beda. Analisis data menunjukan bahwa petani responden memiliki luas lahan 0,5 haAe3,5 Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 3 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Tabel 4. 1 Distribusi Responden Berdasarkan Kepemilikan Lahan Luas Lahan (H. Jumlah Responden (Oran. 0,5 - 0,9 1,0 - 1,4 1,5 - 1,9 2,0 - 2,9 Total Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Berdasarkan hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tidak semua lahan yang dimiliki petani ditanami cengkeh saja secara monokultur, namun ada beberapa jenis tanaman lain selain tanaman cengkeh. Tanaman-tanaman tersebut antara lain: tanaman kopi, pisang, vanili, dan pohon jati. Persentase (%) Produksi Cengkeh Produksi cengkeh bervariasi pada setiap petani tergantung pada umur tanaman serta jumlah kepemilikannya (Veronika Kae, 2. Dari segi produksi juga diketahui bahwa petani cengkeh yang ada di Desa Ranggu yang menjadi responden dalam penelitian ini mempunyai produksi yang berbeda-beda, dan produksi akan naik tergantung pada umur tanaman, seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 4. 2 Produksi Cengkeh Berdasarkan Umur Tanaman di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Umur (Tahu. 5 - 10 tahun 11 - 15 tahun 16 - 20 tahun 21 - 25 tahun > 25 tahun ke atas Terendah Produksi (Kg/Poho. Tertinggi Rata-rata Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Produksi Cengkeh Menurut Kepemilikan Tanaman Responden Dalam penelitian ini respondennya adalah para petani yang memiliki lahan sendiri dan bekerja sebagai para petani di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat. Dari segi produksi juga diketahui bahwa petani/responden cengkeh yang ada di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat dalam tahun ini mengalami produksi yang menurun, dan setiap responden mempunyai produksi yang berbeda, untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 4. 3 Jumlah Produksi Cengkeh Responden Menurut Umur Tanaman di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Tahun 2020 Umur Tanaman (Th. 5-10 Tahun 11-15 Tahun 16-20 Tahun 21-25 Tahun >25 Tahun Total Jumlah Responden (Oran. Produksi (K. 100 Ae 200 200 Ae 400 400 Ae 600 600 Ae 800 > 800 Persentase (%) Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Berdasarkan tabel di atas jumlah produksi tanaman cengkeh responden tertinggi pada umur tanaman >25 tahun yaitu >800 kg dengan jumlah responden sebanyak 1 orang, dan terendah pada Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 4 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 umur tanaman 5-10 tahun yaitu 100-200 kg dengan jumlah responden sebanyak 7 orang. Kepemilikan pohon cengkeh terbesar oleh responden berada pada kisaran umur 11-15 tahun dengan kisaran produksi antara 200 - 400 kg per Tenaga Kerja yang Digunakan A Jumlah Tenaga Kerja Menurut Luas Lahan dan Hari Orang Kerja (HOK) Penggunaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usahatani Tenaga kerja yang digunakan petani responden berasal dari keluarga sendiri dan dari luar keluarga. Berdasarkan hasil penelitian jumlah tenaga kerja yang digunakan responden dalam proses produksi cengkeh cengkeh di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat seperti tersaji pada tabel di bawah ini: Tabel 4. 4 Jumlah Tenaga Kerja Cengkeh Responden Menurut Luas Lahan dan Hari Kerja Orang (HOK) di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2020 Luas Lahan (H. Jumlah Tenaga Kerja (Jiw. Hari Orang Kerja (HOK) 0,5 - 0,9 1,0 - 1,4 1,5 - 1,9 2,0 - 2,9 Total Jumlah Responden (Oran. Persentase (%) Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Menurut Tabel di atas, ada kecenderungan bahwa semakin luas kepemilikan lahan semakin banyak curahan kerja yang digunakan, kondisi demikian diharapkan bahwa semakin banyak tanaman cengkeh yang terpelihara sehingga dapat meningkatkan hasil produksi yang maksimal dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat setempat. Biaya Tenaga Kerja Menurut Luas Lahan dan Hari Kerja Orang (HOK) Dalam penelitian ini biaya hari orang kerja (HOK) responden sebesar Rp 50. 000 dalam satu hari kerja, dan dapat digambarkan pada tabel Tabel 4. 5 Biaya Tenaga Kerja Responden Berdasarkan Luas Lahan dan Hari Orang Kerja (HOK) di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2020 Jumlah Hari Orang Tenaga Kerja Kerja (HOK) (Jiw. 0,5 - 0,9 1,0 - 1,4 1,5 - 1,9 2,0 - 2,9 Sumber: Diolah dari Data primer, 2021 Luas Lahan (H. Tabel diatas menunjukan bahwa biaya tenaga kerja responden di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat berdasarkan jenis pekerjaan . yaitu biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh responden berbeda-beda berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan. Biaya tenaga kerja Biaya (R. Jumlah Responden (Oran. Persentase (%) tersebut digunakan untuk tenaga kerja luar Estimasi Fungsi Produksi Data primer yang telah dikumpulkan di daerah penelitian kemudian dianalisis dengan Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 5 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 menggunakan pendekatan fungsi produksi CobbDouglass, dimana data tersebut terlebih dahulu ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma natural (L. agar dapat diregresi secara linear. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Model ini digunakan untuk menggambarkan hubungan antara produksi cengkeh dengan faktor produksi yang digunakan. Hasil analisis seperti tersaji pada tabel berikut: Tabel 4. 10 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,921a 0,848 0,815 0,220 Predictors: (Constan. Tenaga kerja. Umur tanaman. Pupuk. Pestisida. Luas lahan. Jumlah ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 7,522 1,254 26,010 0,000b Residual 1,350 0,048 Total 8,872 Dependent Variable: Produksi cengkeh Predictors: (Constan. Tenaga kerja. Umur tanaman. Pupuk. Pestisida. Luas lahan. Jumlah Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Sig. Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. -1,012 0,819 -1,236 0,227 Luas lahan -0,106 0,151 -0,087 -0,699 0,490 Umur tanaman 1,542 0,138 0,855 11,198 0,000** Pupuk 0,234 0,112 0,243 2,090 0,046* Pestisida -0,148 0,125 -0,119 -1,190 0,244 Jumlah tanaman 0,386 0,167 0,350 2,308 0,029* Tenaga kerja 0,091 0,144 0,066 0,630 0,534 Dependent Variable: Produksi cengkeh Sumber: Hasil Analisis Data, 2021. Keterangan: **signifikan pada level A = 0,01 *signifikan pada level A = 0,05 Hasil regresi di atas dapat dituliskan ke sebesar 0,000 jauh lebih besar dari taraf dalam persamaan regresi sebagai berikut: signifikan yang digunakan dalam penelitian ini. -0,106 1,542 0,234 -0,148 Y = -1,012 X1 Pengaruh variabel luas lahan (X. , umur tanaman X50,386 X60,091 (X. , pupuk (X. pestisida (X. , jumlah tanaman (X. , dan tenaga kerja (X. terhadap produksi Uji F (Uji Keseluruha. pada usahatani cengkeh (Y), artinya keenam Uji F merupakan uji secara simultan untuk bersama-sama mengetahui apakah variabel luas lahan, umur mempengaruhi produksi dengan F hitung 26,010 tanaman, pupuk, pestisida, jumlah tanaman dan dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Dengan tenaga kerja, secara simultan mempunyai demikian dapat disimpulkan pengujian hipotesis pengaruh yang signifikan terhadap produksi di atas menolak H0 atau H1 menerima. usahatani cengkeh. Dari hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4. 10, menunjukan bahwa nilai Koefisien Determinasi (R. F hitung sebesar 26,010 dengan signifikansi Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 6 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Dari output di atas, didapatkan nilai Adjusted R Square . oefisien determinas. Sebesar 0,815 yang artinya, 81,5% variabel produksi yang dapat diterangkan oleh varianel bebas luas lahan (X. , umur tanaman (X. , pupuk(X. , pestisida (X. , jumlah tanaman (X. , dan tenaga kerja (X. , sedangkan sisanya 18,5% disebabkan oleh faktor-faktor di luar variabel di atas yang tidak masuk dalam model seperti: curah hujan, varietas tanaman, kesuburan tanah, pola pemeliharaan, dll. Uji t (Uji Parsia. Perhitungan uji t dapat dilihat hasil pengujian parsial terhadap masing-masing variabel independen . uas lahan, umur tanaman, pupuk, pestisida, jumlah tanaman, dan tenaga kerj. secara parsial terhadap variabel dependen . dilakukan pengujian secara parsial dengan uji t pada tingkat kepercayaan . evel of confidence 95 %) pada taraf nyata () = 0,05, dapat dianalisis sebagai berikut: Konstanta Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa nilai konstanta sebesar Ae1,012 angka tersebut menyatakan bahwa produksi cengkeh akan bernilai Ae1,012, jika variabel lain sama dengan nol. Selain konstanta persamaan regresi juga terdapat koefisien dari masingmasing variabel. Koefisien ini akan menentukan nilai variabel jika terjadi Luas Lahan (X. Berdasarkan hasil analisis dijelaskan bahwa untuk variabel luas lahan (X. nilai koefisien regresi sebesar -0,106 dan nilai signifikansi sebesar 0,490 artinya, secara parsial variabel luas lahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi cengkeh, hal ini disebabkan antara lain bahwa lahan yang digunakan petani untuk menanam cengkeh, sebagian juga ditanami pohon pisang, pohon jati dan lainnya sehingga luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi cengkeh. Umur Tanaman (X. Berdasarkan hasil analisis dijelaskan bahwa variabel (X. nilai koefisien regresi sebesar 1,542 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 artinya, secara parsial variabel umur tanaman berpengaruh positif terhadap produksi cengkeh, hal ini menunjukan bahwa untuk setiap penambahan umur tanaman cengkeh 1 tahun maka produksi cengkeh secara p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 signifikan akan meningkat sebesar 1,542 kg per pohon. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang (Widya Arinda, 2. menyatakan bahwa, umur tanaman cengkeh berpengaruh nyata terhadap produksi cengkeh. Pemakaian Pupuk (X. Berdasarkan hasil analisis dijelaskan bahwa untuk variabel pupuk (X. nilai koefisien regresi sebesar 0,234 dan nilai signifikansi sebesar 0,046 artinya secara parsial variabel pupuk berpengaruh positif terhadap produksi cengkeh hal ini menunjukan bahwa untuk setiap penambahan jumlah pupuk sebesar 1 kg/pohon maka produksi cengkeh secara signifikan akan meningkat sebesar 0,234 kg per pohon. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian (Fatmah dkk, 2. yang menyatakan bahwa penggunaan pupuk perpengaruh positif terhadap produksi Pemakaian Pestisida (X. Berdasarkan hasil analisis dijelaskan bahwa untuk variabel pestisida (X. nilai koefisien regresi sebesar -0,148 dan nilai signifikan sebesar 0,244 artinya secara parsial variabel pestisida bernilai negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi cengkeh, hal ini disebabkan karena petani/responden kurang optimal dalam pemilihan jenis, dosis . , cara dan waktu pengaplikasiannya. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian (Hidayat, dkk. berpengaruh signifikan terhadap produksi cengkeh, karena di daerah penelitian relatif kurang gangguan hama dan penyakit tanaman. Disamping itu, hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa penyemprotan pestisida dilakukan dari bawah ke arah tanaman sehingga cara demikian kurang efektif untuk pohon cengkeh yang sudah tinggi karena banyak pestisida yang tidak tepat sasaran atau Jumlah Tanaman (X. Berdasarkan hasil analisis dijelaskan bahwa untuk variabel jumlah tanaman (X. nilai koefisien regresi sebesar 0,386 dan nilai signifikan sebesar 0,029 artinya secara parsial variabel jumlah tanaman berpengaruh positif menunjukan bahwa untuk setiap penambahan jumlah tanaman sebesar 1 pohon maka produksi cengkeh secara signifikan akan Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 7 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 meningkat sebesar 0,386 kg per pohon. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Widya Arinda, 2. , bahwa, jumlah tanaman produktif berpengaruh positif terhadap Penambahan jumlah tanaman produktif akan diikuti oleh kenaikan produksi Tenaga Kerja (X. Berdasarkan hasil analisis dijelaskan bahwa untuk variabel tenaga kerja (X. nilai koefisien regresi sebesar 0,091 dan nilai signifikan sebesar 0,534 artinya secara parsial variabel tenaga kerja tidak signifikan terhadap produksi cengkeh. Walaupun demikian, curahan tenaga kerja bernilai positif masih diperlukan terutama untuk pemanenan dan Hasil ini sependapat dengan penelitian yang dilakukan (Sarmila, 2. yang menyatakan bahwa faktor jumlah tenaga kerja yang digunakan tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi cengkeh. Sedangkan menurut (Veronika Kae, 2. , tenaga kerja sangat diperlukan untuk pekerjaan-pekerjaan Pemanenan terutama pada tanaman-tanaman berumur di atas 25tahun. Hasil penelitian ini secara keseluruhan menujukkan bahwa, faktor yang berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap produksi tanaman cengkeh adalah umur tanaman, penggunaan pupuk dan jumlah tanaman. Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh secara signifikan dan negatif adalah luas tanaman dan penggunaan pestisida. Luas lahan tanaman cengkeh yang menunjukan hubungan negatif terhadap produksi diduga karena ketidak efisienan dalam memanfaatkan lahan dalam hal jarak tanam dan masih banyak tanaman lain di sela-sela Sedangkan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 penggunaan pestisida menunjukan hubungan negatif dan tidak signifikan terhadap produksi, dapat saja sudah terlalu berlebihan dalam penggunaannya, serta pemilihan jenis, cara dan waktu pengaplikasiannya yang kurang tepat. Selanjutnya penggunaan tenaga kerja tidak berpengaruh secara signifikan dan positif diduga sistem gotong royong atau kerjasama yang berlebihan dapat mengakibatkan ketidak efisienan dalam penggunaan tenaga kerja dalam usahatani tanaman cengkeh. Biaya Produksi Usahatani Cengkeh Biaya adalah salah satu faktor yang sangat menentukan kelangsungan proses produksi pada suatu usahatani yang merupakan korbanan yang harus dikeluarkan oleh seorang petani untuk memperoleh hasil. Tanaman cengkeh merupakan tanaman umur panjang dan biaya dalam penelitian ini dibagi menjadi biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan sebelum tanaman menghasilkan, sedangkan biaya operasional merupakan biaya yang dikeluarkan setelah tanaman menghasilkan (Kornelis Dolo, 2. Yang termasuk dalam biaya investasi yaitu biaya bibit, biaya penanaman, biaya pembersihan, dan biaya pengemburan, sedangkan yang termasuk dalam biaya operasional yaitu biaya panen dan biaya sortasi. Biaya tenaga kerja dalam penelitian ini adalah biaya yang dinyatakan dalam hari orang kerja (HOK) dikali dengan upah harian yang berlaku di daerah penelitian yaitu Rp 000/orang/hari. Struktur biaya terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional, seperti terlihat dalam tabel berikut: Tabel 4. 11 Distribusi Biaya Investasi pada Usahatani Cengkeh di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggari Barat Jenis Pengeluaran Biaya (Rp/Poho. Persentase % Bibit 31,25 Penanaman 31,25 Pembersihan 18,75 Pengemburan 18,75 Total Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Dari tabel di atas biaya investasi terbesar adalah biaya bibit dan biaya penanaman yaitu Sedangkan biaya investasi menurut kepemilikan 31,25%, kemudian diikuti 18,75% merupakan biaya pembersihan dan biaya pengemburan. tanaman adalah sebagai berikut: Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 8 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Tabel 4. 12 Distribusi Biaya Investasi Menurut Kepemilikan Tanaman (Rp/Poho. di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat Total Biaya Investasi Komponen Rerata Terendah Penanaman Pembersihan Pengemburan Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Dari tabel di atas menunjukan bahwa rerata biaya untuk penanaman sebesar Rp 80. dengan kisaran Rp 50. 000 sampai dengan Rp 000, biaya untuk pembersihan seb esar Rp 429 dengan kisaran Rp 30. 000 sampai dengan Tertinggi Rp 75. 000, dan biaya untuk pengemburan Rp 429 dengan kisaran Rp 30. 000 sampai dengan Rp 90. Gambaran biaya operasional per pohon adalah sebagai berikut: Tabel 4. 13 Distribusi Biaya Operasional Tenaga Kerja pada Usahatani Cengkeh di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat. Komponen Biaya (Rp/poho. Persentase (%) Biaya Tenaga Kerja Panen 90,01 Biaya Tenaga Kerja Sortasi 9,09 Total Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Dari tabel di atas, biaya operasional tenaga kerja yang terbesar adalah biaya panen yaitu kepemilikan tanaman adalah sebagai berikut: 90,01% dan 9,09% adalah biaya sortasi. Tabel 4. 14 Biaya Operasional Tenaga Kerja Menurut Kepemilikan Tanaman di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat Biaya (R. Komponen Rerata Terendah Tertinggi Biaya Tenaga Kerja Panen Biaya Tenaga Kerja Sortasi Total Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Dari tabel di atas menunjukan rerata biaya Pendapatan Usahatani Cengkeh tenaga kerja panen sebesar Rp 2. 163, rerata A Penerimaan Usahatani. biaya tenaga kerja sortasi sebesar Rp 48. 367, dan Yang dimaksud dengan penerimaan dalam biaya tenaga kerja panen terendah yang usahatani merupakan hasil perkalian antara hasil menggunakan tenaga kerja 3 orang sebesar Rp produksi cengkeh yang diperoleh petani dengan 714, dan biaya tenaga kerja tertinggi yang harga jual. Penerimaan dan rata-rata produksi menggunakan tenaga kerja 15 orang sebesar Rp yang dihasilkan petani responden dalam sedangkan biaya sortasi terendah usahatani cengkeh di Desa Ranggu selama satu yang menggunakan tenaga kerja 3 orang sebesar tahun berdasarkan jumlah pohon dan Rp 21. 429, dan biaya sortasi tertinggi sebesar Rp kepemilikan pohon cengkeh yang diusahakan 857 yang menggunakan tenaga kerja 8 serta jumlah jumlah tanaman cengkeh yang sudah produksi. Seperti dalam tabel berikut: Tabel 4. 15 Jumlah Penerimaan Responden Usahatani Cengkeh di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2020 Keterangan Penerimaan (Rp/poho. Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 9 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 5-10 tahun 11-15 tahun 16-20 tahun 21-25 tahun Tertinggi Terendah Rerata Biaya (Rp/poho. Tertinggi Terendah Rerata Penerimaan (Rp/kepemilikan poho. Tertinggi Terendah Rerata Biaya (Rp/kepemilikan poho. Tertinggi Terendah Rerata Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Tabel di atas menunjukkan bahwa Penerimaan usahatani cengkeh sangat ditentukan oleh umur tanaman dan jumlah kepemilikan Penerimaan per tanaman terendah pada kelompok umur tanaman 5 - 10 tahun sebesar Rp 200 ribu dan tertinggi pada umur tanaman di atas 25 tahun sebesar Rp 2. 000,-. Rendahnya penerimaan pada kelompok umur tanaman 5-10 tahun karena tanaman masih muda dan percabangan serta ranting ranting belum terbentuk secara baik. Biasanya tanaman pada tanaman tanaman muda tersebut produksinya masih rendah berkisar antara 0,4 kg - 2,5 Kg cengkeh kering per pohon. Sedangkan kepemilikan tanaman terendah sebesar Rp 000,- dengan kepemilikan sebanyak 20 pohon pada kelompok umur 5 - 10 tahun. tertinggi sebesar Rp 402. 000,- dengan kepemilikan sebanyak 230 pohon pada kelompok umur 21 - 25 tahun. Sebenarnya, kepemilikan tanaman terendah berada pada kelompok umur pohon di atas 25 tahun yaitu sebanyak 18 pohon, namun pada fase umur tersebut produksi tanaman sudah mencapai sekitar 40 kg cengkeh kering per pohon. >25 tahun Perkembangan dipengaruhi antara lain yaitu keadaan tanah seperti tanah gembur, berlapisan tanah liat, tanah berpasir, dan iklim seperti curah hujan yang terus menerus akan mengakibatkan bunga cengkeh semakin banyak. Hal ini dapat diartikan bahwa usahatani yang dilakukan petani cukup baik dan tentunya tidak lepas dari usaha serta kerja keras yang dilakukan oleh petani dalam budidaya dan aplikasi teknologi guna mendapatkan keuntungan yang maksimal untuk mencapai kesejahteraan. Pendapatan Usahatani. Ukuran yang digunakan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh petani dalam usahataninya adalah selisih antara penerimaan yang diperoleh dengan jumlah pengeluaran atau total biaya yang dikeluaran dalam satu kali musim tanam. Dengan demikian, dari Tabel 4. 15 dapat ditentukan besaran pendapatan usahatani cengkeh per tanaman dan Tabel 4. 16 Pendapatan Usahatani Cengkeh per Pohon dan per Kepemilikan Tanaman 5-10 tahun 11-15 tahun Umur Tanaman 16-20 tahun 21-25 tahun >25 tahun Habun, et al. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani CengkehA. Page 10 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Pendapatan (Rp/poho. Tertinggi Terendah Rerata Pendapatan (Rp/kepemilikan poho. Tertinggi Terendah Rerata Sumber: Diolah dari Data Primer, 2021 Menurut Tabel di atas, seperti halnya pada penerimaan, bahwa pendapatan usahatani cengkeh sangat ditentukan oleh umur tanaman dan jumlah kepemilikan tanaman. Pendapatan per tanaman terendah pada kelompok umur tanaman 5 - 10 tahun sebesar Rp 175 ribu dan tertinggi pada umur tanaman di atas 25 tahun sebesar Rp 1. 625,000,-. Sementara, pendapatan menurut kepemilikan tanaman terendah sebesar Rp 3. 000,- dengan kepemilikan sebanyak 20 pohon pada kelompok umur 5 - 10 tahun. tertinggi sebesar Rp 339. 000,- dengan kepemilikan sebanyak 230 pohon pada kelompok umur 21 - 25 tahun. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian (Evilia, 2. tetang analisis peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Desa Golo Lujang yaitu pada tingkat pendapatan sebesar Rp 791. 150 per petani, dan rerata pendapatan sebesar Rp 22. Perbedaan pendapatan ini disebabkan karena penelitian (Evilia, 2. tentang pendapatan cengkeh tidak dikelompokkan menurut umur tanaman yang dimiliki petani. Padahal setiap kelompok umur tanaman perbedaan produksinya sangat signifikan yang pastinya juga memberikan perbedaan pendapatan sangat signifikan pula pengelompokan menurut umur tanaman tersebut PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis tentang faktorAe faktor yang mempengaruhi produksi usahatani cengkeh di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Umur tanaman, jumlah pupuk dan jumlah tanaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi usahatani cengkeh di Desa Ranggu Kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat. Sedangkan luas lahan, pestisida dan penggunaan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani Pendapatan usahatani cengkeh sangat ditentukan oleh umur tanaman dan jumlah kepemilikan tanaman. Pendapatan per tanaman terendah pada kelompok umur tanaman 5 - 10 tahun sebesar Rp 175 ribu dan tertinggi pada umur tanaman di atas 25 tahun sebesar Rp 1. 625,000,-. Pendapatan menurut kepemilikan tanaman terendah sebesar Rp 3. 000,- dengan kepemilikan sebanyak 20 pohon pada kelompok umur 5 10 tahun. dan tertinggi sebesar Rp 000,- dengan kepemilikan sebanyak 230 pohon pada kelompok umur 21 - 25 Saran Pemakaian memperhatikan jenis pestisida dan dosis pemakaian yang tepat. serta waktu dan cara Penggunaan tenaga kerja dalam melakukan kegiatan usahatani yang menggunakan sistem gotong royong atau kerjasama mengakibatkan kelebihan penggunaan tenaga kerja baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga pendapatan yang diperoleh petani juga dapat meningkat. Perlu memperhatikan pemeliharaan tanaman terutama tanaman tua misalnya dengan membersihkan ranting-ranting yang sudah kering agar merangsang pertumbuhan tunas / ranting baru sehingga produksi tanaman terus meningkat. DAFTAR PUSTAKA