J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROJECT BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN AGAMA KRISTEN Alex Kristiawan Zalukhu. Jon. Eni Rombe Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega: alexkrsitiawan2405@gmail. Dosen Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega: bongminj@yahoo. enirombe41@gmail. Abstract The research objectives are: To determine the level of implementation of Project Based Learning based learning model on Christian religious subjects for students in class X-XII SMK Negeri 3 Lahewa. This study uses quantitative descriptive research, which aims to provide an overview of the implementation of Project Based Learning-based learning models on Christian religious subjects for students in class XXII of SMK Negeri 3 Lahewa. Where the data collection technique using a questionnaire or questionnaire. The results of the hypothesis test. Ho is accepted and Ha is rejected. Because the value of the hypothesis (AA. 60% or equal to 51, is not the same as the value of the empirical score or smaller, namely 45. And the variable value of the implementation of Project Based Learning based learning model on Christian religious subjects in class X-XII SMK Negeri 3 Lahewa obtained 53. 29 in the medium category . Keywords: project based learning, christian religious education. SMK Negeri 3 Lahewa PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu kebutuhan mutlak bagi kehidupan setiap manusia. Pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan 1 Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Secara formal pendidikan diselenggarakan di sekolah. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah sering dikenal dengan pengajaran yaitu terjadinya proses belajar mengajar yang melibatkan banyak faktor yaitu pengajar, peserta didik, materi, fasilitas maupun lingkungan. 3 Belajar merupakan perubahan pada perilaku seseorang akibat dari pengalaman yang mereka dapatkan melalui pengamatan, pendengaran, membaca serta menirukan. Manusia merupakan makhluk sosial yang berbudaya, berfikiran modern, cekatan, pandai, dan bijaksana yang didapatkan melalui proses Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar (Bandung: CV Alfabeta, 2. , 2 Sekretariat Negara RI. Undang-undang RI. Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, cet. Ke II, (Jakarta: Visimedia, 2. , 2. Slameto. Evaluasi Pendidikan (Jakarta. PT. Bumi Aksara, 2. , 1. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 membaca, melihat, mendengar, dan menirukan. Belajar dengan meniru atau mencontoh perilaku yang baik sangat dianjurkan, oleh sebab itu seorang guru adalah seseorang yang dapat dicontoh dan ditirukan oleh peserta didik. 4 Guru merupakan contoh bagi peserta didik, oleh karena itu seorang guru dituntut mampu memberikan pengaruh yang baik bagi siswanya. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 menyatakan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 5 Melalu proses pendidikan diharapkan peserta didik mengalami perubahan dalam kognitif, afektif dan psikomotoriknya. Sesuai dengan maksud dan tujuan pendidikan nasional di atas. Berdasarkan prinsip student centered, peserta didik merupakan pusat dari kegiatan belajar Proses pembelajaran akan berhasil apabila peserta didik secara aktif mengikuti latihanlatihan secara langsung dan relevan. Ada beberapa hal yang penting dalam proses pembelajaran yaitu . latihan dan praktik dilakukan setelah peserta didik diberi informasi tentang pengetahuan, sikap atau keterampilan tertentu, . umpan balik, setelah peserta didik menunjukkan perilaku tertentu sebagai hasil belajarnya, maka guru memberikan umpan balik . terhadap hasil belajar tersebut. Dalam pendidikan peserta didik harus terlibat dalam pembelajaran, mampu mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya. Untuk mencapai itu diperlukan model pembalajaran yang tepat untuk mendorong peserta didik menerapkan ilmu yang mereka dapat. Model project based learning merupakan model pembelajaran yang bertujuan untuk memfokuskan peserta didik pada permasalahan yang kompleks yang diperlukan dalam melakukan investigasi dan memahami pembelajaran melalui investigasi. 6 Model pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menerapkan pengetahuan yang sudah dimiliki, melatih berbagai keterampilan berpikir, sikap, dan keterampilan konkret. Menurut Thomas bahwa Project Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang menyangkut pemusatan pertanyaan dan masalah yang bermakna, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, proses pencarian berbagai sumber, pemberian kesempatan kepada anggota untuk bekerja secara kolaborasi. Martinis Yamin. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Jakarta: Gaung Persada Press. Cet. 5, 2. , 99-100. Undang-Undang Nomor 20. Pasal 3. Bab II. Tahun 2003, n. Oemar Hamalik. Kurikulum Dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 145. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 dan menutup dengan presentasi. 7 Jadi, model pembelajaran ini mampu membuat peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mengekspresiskan ilmu yang mereka dapat dari hasil investigasi Pendidikan Agama Kristen merupakan pendidikan yang bercorakkan moral Kristiani. Maksudnya materi pengajaran Pendidikan Kgama Kristen merupakan materi yang berisi tentang nilainilai kebenaran iman Kristen. Selain itu. Pendidikan Agama Kristen berusaha untuk menumbuhkan dan membimbing sikap hidup yang sesuai nilai-nilai Kristiani supaya terbentuk pribadi Kristen yang 8 Pendidikan Agama Kristen berfungsi sebagai penyampaian kebenaran yang dinyatakan Tuhan dalam Alkitab. Pendidikan Agama Kristen adalah pendidikan yang mengajarkan tentang Kristus sebagai pusat kehidupan dan membentuk setiap orang untuk mengenal Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang hidup dan berawal dari keluarga. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di lapangan model pembelajaran Project Based Learnig didapati bahwa model project based learning di SMK Negeri 3 Lahewa kurang maksimal. Hal ini ditandai dari hasil wawancara oleh beberapa guru dan siswa yang inisial F dan I. D yang menyatakan siswa aktif dalam berbicara namun tidak aktif dalam belajar. Diduga kurangnya kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat hal ini ditandai dari hasil wawancara 2 orang siswa dengan inisial P. R hal ini terbukti jika guru mengajukan pertanyaan seputar materi yang Penelitian ini diangkat berdasarkan hasil pengamatan peneliti di lapangan, bahwa penggunaan model pembelajaran Project Based Learning pada pembelajaran pendidikan agama kristen ditemukan kurang maksimal, hal ini ditandai dari hasil wawancara oleh beberapa guru dan siswa yang inisial F dan I. D yang menyatakan siswa aktif dalam berbicara namun tidak aktif dalam Oleh sebab itu peneliti mengangkat topik ini untuk mengukur seberapa besar tingkat penggunaan model pembelajaran Project Based Learning pada pembelajaran pendidikan agama Adapun manfaat penelitian ini adalah tersedianya suatu karya ilmiah mengenai model pembelajaran Project Based Learning dan dapat digunakan sebagai referensi ilmiah yang berkaitan dengan penelitian ini. Manfaat praktis bagi siswa diharapkan dapat pengalaman yang baru saat model pembelajaran Project Based Learning ini diterapkan secara maksimal. Bagi pendidik diiharapkan dapat mempermudah proses penyampaian materi secara teori maupun praktik, karena siswa turut andil dalam pemahaman materi yang disampaikan. Prabowo. Ardhi. Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa atas Permasalahan Statistika pada Perkuliahan Studi Kasus dan Seminar dalam JURNAL KREANO. ISSN : 2086-2334 Volume 3 Nomor 2. diunduh pada 16 April 2017, . , 3. Homrighausen, dkk. Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Karakteristik Model Pembelajaran Project Based Learning Menurut Daryanto dan Raharjo. Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai karakteristik sebagai berikut: Pertama, peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja. Kedua. Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik. Ketiga, peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan. Keempat, peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan. Kelima, proses evaluasi dijalankan secara Keenam, peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah Ketujuh, produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif. Kedelapan, situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Project Based Learning Project Based Learning mempunyai beberapa prinsip yang harus dipenuhi, tidak semua kegiatan belajar aktif dan melibatkan proyek dapat disebut pembelajaran PBL. Menurut Made Wena, prinsip pembelajaran berbasis proyek antara lain: Prinsip Keterpusatan . Menegaskan bahwa kerja proyek nerupakan esensi dari kurikulum. Model ini merupakan pusat strategi pembelajaran, dimana siswa belajar konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja Oleh karena itu, kerja proyek bukan merupakan praktik tambahan dan aplikasi praktis dari konsep yang sedang dipelajari, melainkan menjadi sentral kegiatan pembelajaran di kelas. Prinsip pertanyaan pendorong . riving questio. Driving question berarti bahwa kerja proyek berfokus pada Aupertanyaan permasalahanAy yang dapat mendorong siswa untuk berjuang memperoleh konsep atau prinsip utama. Kriteria sebuah Audriving questionA adalah sebagai berikut: Bimbingan pertanyaan yang diberikan harus sederhana tetapi juga memberi informasi yang cukup tentang yang sedang dicari. Hal ini benarbenar diperlukan untuk melakukan proyek dengan mudah. Karena bimbingan pertanyaan seperti ini akan selalu membuat ingatan tentang apa yang sedang dikerjakan dan membantu fokus dalam pengerjaan. Prinsip investigasi konstruktif Proses yang mengarah kepada pencapaian tujuan, yang mengandung kegiatan inkuiri, pembangunan konsep, dan resolusi. Penentuan jenis proyek haruslah dapat mendorong peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuan sendiri untuk memecahkan persoalan yang Dalam hal ini guru harus mampu merancang suatu kerja proyek yang mampu menumbuhkan rasa ingin meneliti, rasa untuk menginginkan pemecahan masalah, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Prinsip otonomi Dalam pembelajaran berbasis proyek dapat diartikan sebagai kemandirian peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran, yaitu bebas menentukan pilihannya sendiri, bekerja dengan minimal supervisi, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, lembar kerja peserta didik, petunjuk kerja praktikum, dan yang sejenisnya bukan merupakan aplikasi dari PBL. Dalam hal ini guru Trianto Ibnu Badar Al-Tabany. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif. Progresif dan Kontekstual: Konsep. Landasan, dan Implementasinya pada kurikulum 2013( kurikulum tematik Integrati. , (Jakarta: Kencana, 2. , 23. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator untuk mendorong tumbuhnya kemandirian peserta didik. Prinsip realistis Berarti bahwa proyek merupakan sesuatu yang nyata. PBL harus dapat memberikan perasaan realistis kepada peserta didik dan mengandung tantangan nyata yang berfokus pada permasalahan autentik, tidak dibuat-buat, dan solusinya dapat diimplementasikan di lapangan. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Project Based Learning Kelebihan Model Pembelajaran Project Based Learning Menurut sani yang dikutip oleh Murfiah, kelebihan project based learning sebagai berikut:11 . Melibatkan siswa dalam permasalahan dunia nyata yang kompleks, yang membuat siswa dapat mendefinisikan isu atau permasalahan yang beramakna. Membutuhkan proses inkuiri, penelitian, keterampilan merencanakan, berpikir kritis, dan keterampilan menyelesaikan masalah dalam upaya membuat proyek. Melibatkan siswa dalam belajar menerapkan pengetahuan dan keterampilan dengan konteks yang bervariasi ketika bekerja membuat proyek. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan melatih keterampilan interpersonal ketika bekerja sama dalam kelompok dan orang dewasa. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup dan bekerja . engalokasikan waktu, bertanggung jawab, belajar melalui pengalaman dan . Mencakup aktivitas refleksi yang mengarahkan siswa untuk berpikir kritis tentang pengalaman dan menghubungkan pengalaman tersebut pada standar belajar. Kelemahan Model Pembelajaran Project Based Learning Setiap model pembelajaran tentu saja memiliki kelemahannya masing-masing, model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learnin. memiliki kelemahan sebagai berikut:12 . Membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk. Membutuhkan biaya yang cukup. Membutuhkan guru yang terampil dan mau belajar. Membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan yang memadai. Tidak sesuai untuk peserta didik yang mudah menyerah dan tidak memiliki pengetahuan serta ketrampilan yang dibutuhkan. Kesulitan melibatkan semua peserta didik dalam kerja kelompok. Tujuan Model Pembelajaran Project Based Learning Model Pembelajaran Project Based Learning memiliki tujuan sebagai berikut: Pertama, meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah proyek. Kedua, memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran. Ketiga, membuat peserta didik lebih aktif Made Wena. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, (Jakarta: PT Bumi Aksara 2. , 145-147. Ahmad Hidayat. Menulis Narasi Kreatif dengan Model Project Based Learning dan Musik Instrumen Teori dan Praktik di Sekolah Dasar, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2. , 24, 25. Ridwan Abdullah Sani. Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. , 178-179. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 dalam memecahkan masalah proyek yang kompleks dengan hasil produk nyata. Keempat, mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola bahan atau alat untuk menyelesaikan tugas atau proyek. Kelima, meningkatkan kolaborasi peserta didik khususnya pada PBL yang bersifat kelompok. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Project Based Learning Trianto Ibnu Badar al-Tabany dalam bukunya AuMendesain Model Pembelajaran Inovatif. Progresif dan Kontekstual: Konsep. Landasan, dan Implementasinya pada kurikulum 2013Ay menjelaskan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Project Based Learning, yaitu:14 Penyajian Permasalahan Permasalahan diajukan dalam bentuk pertanyaan. Pertanyaan awal yang diajukan adalah pertanyaan esensial . yang dapat memotivasi siswa untuk terlibat dalam belajar. Topik penugasan sesuai dengan dunia nyata yang relevan untuk siswa dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Membuat Perencanaan Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Dengan demikian siswa diharapkan akan merasa AumemilikiAy atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek. Menyusun Jadwal Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. aktivitas yang dilakukan pada tahap ini antara lain: . Membuat timeline . lokasi wakt. untuk menyelesaikan proyek. Membuat deadline . atas waktu akhi. penyelesaian proyek. Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru. Membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek: dan . Meminta peserta didik untuk membuat penjelasan . tentang pemilihan suatu cara. Memonitor Pembuatan Proyek Pelaksanaan pekerjaan siswa harus dimonitor dan difasilitasi prosesnya, paling sedikit pada dua tahapan yang dilakukan oleh siswa . Fasilitasi yang juga perlu dilakukan adalah memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja di laboratorium atau fasilitas lainnya jika Guru perlu melakukan monitoring pelaksanaan proses, serta menyediakan rubrik dan instruksi tentang apa yang harus dilakukan untuk setiap konten pembelajaran. Melakukan Penilaian Penilaian dilakukan secara autentik dan guru perlu membuat variasi jenis penilaian yang Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan. Ahmad Dahlan. AuModel Project Based LearningAy. Blog Ahmad Dahlan. http://w. com/2014/12/model-project-based-learning-landasan. September 2. Trianto Ibnu Badar al-Tabany. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif. Progresif dan Kontekstual: Konsep. Landasan, dan Implementasinya pada kurikulum 2013( kurikulum tematik Integrati. , (Jakarta: Kencana, 2. , 52-53. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 kemampuan melakukan penyelidikan, dan kemampuan menerapkan keterampilan membuat produk atau karya. Evaluasi Evaluasi dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada siswa dalam melakukan refleksi pembelajaran yang telah dilakukan baik secara individual maupun kelompok. Siswa perlu berbagi perasaan dan pengalaman, mendiskusikan apa yang sukses, mendiskusikan apa yang perlu diubah, dan berbagi ide yang mengarah pada inkuiri baru. METODOLOGI Berdasarkan topik yang diangkat, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bersarnya tingkat implementasi model pembelajaran berbasis Project Based Learning pada pembelajaran pendidikan agama kristen siswa kelas X-XII di SMK Negeri 3 Lahewa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif merupakan metode yang didasarkkan pada informasi numerik atau kualitas-kualitas, dan biasanya diasosiasikan dengan analisis-analisis statistik. 15 Deskriptif merupakan penelitian yang memberikan gambaran terhadap topik penelitian yang diangkat. Hasil dari penelitian yang menggunakan metode deskriptif kuantitatif akan menjawab rumusan masalah yang ada, karena hasil dari penelitian ini akan menunjukkan seberapa besar tingkat model project based learning dalam proses pembelajaran di kelas Pendidikan Agama Kristen. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini, pertama, validasi instumen kepada tim ahli. Kedua, uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah item-item pernyataan yang ada pada instrumen valid atau tidak. Ketiga, uji reabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah item-item pernyataan yang ada pada instrumen realibel atau tidak. Keempat, jumlah responden yang digunakan sebanyak 47 orang. Kelima, analisis deskripsi data dengan menghitung kelas interval. Keenam, uji persyaratan analisis, yaitu uji normalitas dengan menggunakan pendekatan P-P Plot untuk melihat sebaran data dan Kolmogorov-Smirnov untuk melihat nilai normalitas dengan ketentuan nilai Signifikansi a > 0,05. Keenam. Uji Hipotesis untuk melihat apakah hipotesis diterima atau tidak. Adapun butir item yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian pada variabel model pembelajaran project based learning, sebagai berikut: variabel metode latihan keterampilan. ITEM PERNYATAAN KARAKTERISTIK MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Guru PAK memberikan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran Guru PAK menjelaskan makna materi pelajaran Guru PAK memberikan penilaian secara obyektif RINSIP-PRINSIP MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Jane Stokes. How To Do Media and Cultural Studies: Paduan untuk melaksanaan Penelitian dalam Kajian dan Budaya (Yogyakarta: Bentang, 2. , 35. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Guru PAK memberikan tugas proyek Guru PAK melatih siswa memecahkan masalah Guru PAK melatih siswa mencari sumber dalam menyelesaikan masalah KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Guru PAK mengembangkan keterampilan siswa melalui proyek Guru PAK mendorong siswa untuk bekerjasama Guru PAK melatih siswa belajar dari pengalaman 10 Guru PAK memberikan penjelasan terkait proyek yang akan dikerjakan siswa 11 Guru PAK meminta siswa memberi penjelasan mengenai pemilihan topik bahasan proyek yang akan dikerjakan TUJUAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Guru PAK tidak melakukan pengawasan terhadap proyek yang dikerjakan oleh siswa LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Guru PAK memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk Guru PAK meminta siswa untuk mencari informasi tambahan terkait proyek yang Guru PAK menjelaskan tata cara dalam mempresentasikan hasil tugas yang dikerjakan oleh Guru PAK tidak meminta siswa untuk mengemukakan kendala yang dialami selama pengerjaan proyek Guru PAK melakukan evaluasi lisan mengenai tugas yang telah dibuat siswa PEMBAHASAN Pembahasan Peritem Kesimpulan analisis peritem dari pernyataan diangket dapat dilihat pada tabel berikut ini: Item pernyataan Jumlah responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju KARAKTERISTIK MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Guru PAK memberikan evaluasi terhadap kegiatan 35 atau 74,4% Guru PAK menjelaskan makna materi pelajaran 9 atau 19,2% Guru PAK memberikan penilaian secara obyektif 9 atau 19,2% RINSIP-PRINSIP MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Guru PAK memberikan tugas proyek 8 atau 17 % Guru PAK melatih siswa memecahkan masalah 8 atau 17 % Guru PAK melatih siswa mencari sumber dalam menyelesaikan 10 atau 21,3% KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Guru PAK mengembangkan keterampilan siswa melalui proyek 9 atau 19. Guru PAK mendorong siswa untuk bekerjasama 8 atau 17% Guru PAK melatih siswa belajar dari pengalaman 15 atau 32,1% Guru PAK memberikan penjelasan terkait proyek yang akan 19 atau 40,4% dikerjakan siswa Guru PAK meminta siswa memberi penjelasan mengenai 35 atau 74,4% pemilihan topik bahasan proyek yang akan dikerjakan TUJUAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Guru PAK tidak melakukan pengawasan terhadap proyek yang 35 atau 74,4% dikerjakan oleh siswa LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Guru PAK memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk Guru PAK meminta siswa untuk mencari informasi tambahan terkait proyek yang dikerjakan Guru PAK menjelaskan tata cara dalam mempresentasikan hasil tugas yang dikerjakan oleh siswa Guru PAK tidak meminta siswa untuk mengemukakan kendala yang dialami selama pengerjaan proyek Guru PAK melakukan evaluasi lisan mengenai tugas yang telah dibuat siswa 35 atau 74,4% 19 atau 40,4% 9 atau 19,2% 19 atau 40,4% 8 atau 17% Pembahasan Uji Hipotesis Hasil analisis uji hipotesis penelitian ini Ho : Diduga tingkat implementasi model pembelajaran berbasis Project Based Learning pada mata pelajaran agama kristen siswa di kelas XXII SMK Negeri 3 Lahewa adalah berada dalam kategori sedang atau O 60% dari nilai maksimum Dan Ha : Diduga tingkat implementasi model pembelajaran berbasis Project Based Learning pada mata pelajaran agama kristen siswa di kelas X-XII SMK Negeri 3 Lahewa adalah tidak berada dalam kategori sedang atau > 60% dari nilai maksimum ditolak. Sebab berdasarkan perbandingan nilai AA0 adalah 60% atau sama dengan 51, sedangkan mean skor empiris adalah 45,29. Dengan demikian diketahui bahwa nilai hipotesis (AA. 60% atau sama dengan 51, tidak sama dengan nilai mean skor empris yaitu 45. Dengan arti lain nilai mean skor empiris terbukti lebih kecil dari nilai hipotesis (AA. Nilai variabel tingkat implementasi model pembelajaran berbasis Project Based Learning pada mata pelajaran agama kristen siswa di kelas X-XII SMK Negeri 3 Lahewa yang diperoleh adalah 53. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis Project Based Learning pada mata pelajaran agama kristen siswa di kelas X-XII SMK Negeri 3 Lahewa dengan nilai 53. 29 berada pada kategori sedang. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 KESIMPULAN Setelah melakukan penelitian terhadap project based learning pada mata pelajaran agama kristen di kelas X-XII SMK Negeri 3 Lahewa dengan nilai 53. 29 berada pada kategori sedang . Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan siswa dalam menjalankan pembelajaran projcet based learning di sekolah SMK Negeri 3 Lahewa berada dalam kategori sedang. Model pembelajaran project based learning salah satu model pembelajaran yang membuat siswa aktif dan mandiri dalam pembelajaran di dalam kelas. Dalam pelitian ini, peneliti memberikan saran kepada guru. guru menentukan tujuan pembelajaran, guru harus bisa menentukan dengan jelas tentang tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan model pembelajaran project based learning. Misalnya ingin proses pembelajaran berjalan dengan lebih efektif atau ingin memudahkan siswa agar bisa belajar dengan cara yang lebih Bagi siswa diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar serta melakukan dengan maksimal pembelajaran yang sedang diterapkan di sekolah sehingga menjadi semangat dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan dan dapat menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA