Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM EDUKASI BAHAYA PAPARAN PESTISIDA PARAQUAT TERHADAP KESEHATAN WANITA TANI DESA BENTAKAN. BAKI. SUKOHARJO Wimpy*. Ardy Prian Nirwana. Rahma Dewi Rhomadona. Rahma Novita Sariningtyas. Nonik Restu Putri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional. Jl. Raya Solo Ae Baki. Bangorwo. Kwarasan. Grogol. Sukoharjo. Jawa Tengah 57552. Indonesia *wimpy@stikesnas. ABSTRAK Paraquat . ,1-dimetil,4,4 bipirilidiu. adalah pilihan utama para wanita tani di Desa Bentakan. Baki. Sukoharjo untuk mengatasi masalah gulma. Herbisida ini efektif dalam memberantas gulma tanpa merusak tanaman budidaya, memiliki aksi bunuh yang cepat, harga terjangkau dan banyak di pasaran. Kombinasi kelebihan ini membuat para wanita tani memilih paraquat sebagai andalan utama dalam meningkatkan hasil Penggunaan paraquat yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis, ketidak sesuaian alat pelindung diri, dan rendahnya kesadaran kebersihan pribadi berisiko menimbulkan permasalahan kesehatan serius. Iritasi mata dan kulit, gangguan pernapasan, dan lemah otot adalah gejala awal keracunan paraquat. Risiko kesehatan lebih lanjut adalah adalah kerusakan organ paru Ae paru, hati, penyakit kardiovaskular dan kanker. Program ini penting dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para wanita tani tentang paraquat, sehingga risiko bahaya kesehatan berkurang. Sasaran kegiatan adalah 24 wanita tani Desa Bentakan. Baki. Sukoharjo. Kegiatan berlangsung 2 hari dengan pre test, pemaparan materi metode ceramah, dilanjutkan workshop pemeriksaan residu paraquat dalam urine, diskusi interaktif dan diakhiri post test. Tingkat kehadiran peserta mencapai 96 %. Hasil uji statistik paired samples T-Test menunjukkan nilai sig . -taile. 0,000 (<0,. berarti ada perbedaan pengetahuan secara signifikan sebelum dan sesudah pemaparan materi dimana rerata nilai post test lebih tinggi dibanding pre test. Kata kunci: herbisida. wanita tani EDUCATION ON THE DANGER OF EXPOSURE TO PARAQUAT PESTICIDE ON THE HEALTH OF WOMEN FARMERS IN BENTAKAN VILLAGE. BAKI, SUKOHARJO ABSTRACT Paraquat . ,1-dimethyl,4,4 bipyrilidiu. is the main choice of female farmers in Bentakan Village. Baki. Sukoharjo to overcome the weed problem. This herbicide is effective in eradicating weeds without damaging cultivated plants, has a fast killing action, is affordable and is widely available on the market. Those advantages makes female farmers choose paraquat as their mainstay in increasing agricultural yields. Uncomlpy use of paraquat with technical instructions, inappropriate personal protective equipment, and low awareness of personal hygiene lead to health problems. Eye and skin irritation, respiratory problems, and muscle weakness are early symptoms of paraquat poisoning. Further health risks include damage to lungs, liver, cardiovascular disease and cancer. This program is important to increase women farmers' knowledge about paraquat, so that the risk of health hazards is reduced. The target of the activity was 24 female farmers in Bentakan Village. Baki. Sukoharjo. The activity lasted 2 days with a pre test, presentation of lecture method material, followed by a workshop on examining paraquat residue in urine, interactive discussions and at the end of the post test. The participant attendance rate reached 96%. The results of the paired samples T-Test statistical test show a sig . -taile. value of 0. 000 (<0. meaning there is a Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group significant difference in knowledge before and after the material exposure where the average post test score is higher than the pre test Keywords: female farme. PENDAHULUAN Pestisida dari akar kata pest yang memiliki arti hama dan cyde yang memiliki arti membunuh. Komponen utama pestisida berupa senyawa kimia yang memiliki sifat tertentu berfungsi membunuh hama, gulma, jamur, dan berbagai macam organisme pengganggu yang merusak tanaman yang dibudidayakan (Wahyudi dkk. , 2. Laju peningkatan penggunaan pestisida di negara berkembang khususnya Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun Indonesia berada pada peringkat tiga besar di dunia sebagai negara pengguna pestisida dengan dominasi penggunaan herbisida mencapai 50 sampai dengan 60 % (Casimero dkk. Untuk meningkatkan produktivitas produk pertanian dan perkebunan akibat terbatasnya perluasan lahan, maka para petani memilih praktik pertanian yang lebih intensif yaitu penggunaan herbisida jenis paraquat . ,1-dimetil,4,4 bipirilidiu. sebagai pengendali gulma (Shrestha dkk. , 2. Penggunaan paraquat di beberapa negara sebenarnya sudah di larang karena dampak negatif yang sangat besar terhadap kesehatan dan lingkungan (Zaller & Zaller. Tingkat keracunan pestisida di negara berkembang mencapai 80 % (Samsulaga & Wimpy. Sedangkan di Indonesia paraquat masih banyak beredar dan yang paling jenisnya adalah paraquat Waktu bunuh yang cepat, harga yang relatif terjangkau, ketersediaan yang cukup banyak di pasaran, serta kemampuannya untuk membunuh gulma tanpa merusak tanaman yang dibudidayakan menjadi alasan utama para wanita tani di Desa Bentakan. Baki. Sukoharjo untuk menggunakan paraquat dalam mengendalikan gulma (Kim & Kim, 2. Program ini lebih menyasar wanita tani dibanding lelaki karena wanita lebih mudah teracuni pestisida dari pada laki laki, hal ini disebabkan persentase lemak tubuh wanita cenderung lebih tinggi dari pada laki Ae laki . Pestisida khususnya paraquat memiliki sifat mudah larut dalam lemak . , sifat inilah yang membuat paraquat mudah terakumulasi dalam jaringan lemak wanita (Shah, 2. Wanita juga cenderung memiliki massa tubuh lebih kecil dibanding laki Ae laki sehingga dengan dosis paparan yang sama, wanita cenderung terdampak efek toksik yang lebih tinggi. Paraquat juga dapat mengganggu proses perkembangan janin selama kehamilan dan juga dapat tersalur melalui air susu ibu (Gama dkk. , 2. Paraquat diklorida merupakan jenis herbisida kontak yang bekerja pada bagian kloroplas tanaman dengan cara mematikan seluruh bagian tanaman yang berwarna hijau (Peng dkk. , 2. Paraquat diklorida bekerja dengan menyerap cahaya pada fotosistem I. Fotosistem I adalah kompleks protein yang mempunyai peranan penting dalam proses fotosintesis (Gisriel dkk. , 2. Klorofil dan karotenoid adalah jenis protein dan pigmen yang membentuk struktur kompleks dalam Fotosistem I yang berfungsi di dalam penyerapan foton cahaya untuk diubah menjadi energi kimia dalam bentuk potensial elektron yang tinggi (Zulfiqar dkk. , 2. Paraquat diklorida akan mengikat elektron bebas yang dihasilkan oleh fotosistem sehingga dihasilkan produk radikal paraquat yang sangat reaktif. Radikal bebas ini akan bereaksi dengan molekul oksigen menghasilkan ROS . eactive oxygen specie. yaitu superoksida (Sousa dkk. , 2. Reaktivitas superoksida yang tinggi menyebabkan kerusakan membran sel tanaman. Superoksida akan bereaksi dengan komponen asam lemak tak jenuh menghasilkan peroksidasi lipid (Fujii dkk. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Peroksidasi lipid menyebabkan kerusakan struktur membran sel dan penurunan integritas membran sel, sehingga tanaman akan mengalami gejala seperti nekrosis jaringan yang nampak pada warna daun yang semakin menguning, kemudian diikuti dengan kematian tanaman (Dubey , 2. Mekanisme yang serupa juga dapat terjadi pada sel Ae sel tubuh manusia yang secara bioakumulatif terpapar oleh paraquat. ROS yang terbentuk pada tubuh manusia akan menimbulkan kerusakan pada biomolekul diantaranya yaitu DNA, lipid dan protein. ROS di dalam tubuh akan berperan sebagai radikal bebas yang dapat menimbulkan kondisi stress oksidatif, proses proliferasi sel yang terhambat, gangguan dalam berbagai jalur metabolik dalam sel seperti gangguan metabolisme lipid, glikolisis dan siklus asam sitrat(Shi dkk. , 2. Stress oksidatif juga berperan dalam timbulnya kerusakan neurodegeneratif seperti parkinson, alzheimer, sera penyakit lain seperti fibrosis paru, kerusakan hati, penyakit kardiovaskular dan juga kanker (Olufunmilayo dkk. , 2. Gejala awal seperti iritasi mata dan kulit, gangguan pernapasan, dan lemah otot sering sekali dihiraukan karena kurangnya pengetahuan para wanita tani akan bahaya paparan paraquat dalam jangka panjang. Program ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan khususnya para wanita tani, sehingga mereka dapat mengerti gejala Ae gejala awal paparan paraquat, cara penggunaan paraquat yang sesuai aturan, dan aplikasi alat pelindung diri yang tepat sehingga dapat mengurangi risiko bahaya kesehatan yang mungkin Langkah yang dapat diambil adalah dengan memahami dosis atau aturan penggunaan pada kemasan, menggunakan alat pelindung diri seperti masker pernapasan, sarung tangan latex tebal, apron semprot, google glass, dan sepatu boot untuk mencegah jalur masuk paparan. Meningkatkan pola hidup bersih dan sehat serta Memperbanyak konsumsi makanan bergizi dan kaya akan antioksidan dapat meredam aktivitas radikal bebas dari hasil metabolisme pestisida(Mus dkk. , 2. Melalui program penyuluhan yang tepat, diharapkan para wanita tani dapat menggunakan paraquat dengan lebih aman dan efisien dalam kegiatan pertanian mereka. METODE Program ini berlangsung dengan durasi dua hari di Balai Desa Bentakan. Baki. Sukoharjo yaitu dari tanggal 25-26 Mei 2024. Sebanyak 24 wanita tani menjadi sasaran dalam kegiatan ini. Kegiatan pada hari pertama diawali dengan pre test, pemaparan materi metode ceramah, dilanjutkan pada kegiatan hari kedua yaitu workshop pemeriksaan residu paraquat dalam urine, diskusi interaktif dan diakhiri post test. One group pre test dan post test adalah desain pada metode yang dipilih dalam kegiatan pengabdian ini. Pengukuran tingkat pengetahuan awal dilakukan dengan soal pre test yang berisikan materi kemudian diukur ulang dengan soal soal serupa sebagai post test pada akhir kegiatan. Metode pengukuran ini dapat menilai keberhasilan kegiatan penyuluhan karena dapat melihat signifikansi perbedaan tingkat pemahaman materi para peserta sebelum dan setelah pemaparan materi. (Wimpy dkk. , 2. Respons para peserta didalam menanggapi setiap materi diskusi menjadi salah satu tolak ukur kegiatan ini tepat HASIL DAN PEMBAHASAN Sebanyak 24 peserta dari total 25 undangan hadir untuk mengikuti kegiatan ini dari awal hingga Persentase kehadiran tersaji pada gambar 1 Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Hasil pre test dan post test diukur dengan skala mulai dari nol hingga seratus, disajikan di tabel 1 Gambar 1 Diagram persentase kehadiran Tabel 1. Nilai pre tes dan post tes Rata -rata Kode C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 C23 C24 Nilai Pre Test 83,75 Selisih Post Test 91,67 7,92 Menurut data dari tabel 1 di atas, terlihat bahwa ada peningkatan nilai post test dibandingkan dengan nilai pre test dengan selisih rata Ae rata 7,72. Hasil ini kemudian diproses dengan SPSS, dan kemudian diuji menggunakan Paired Samples T Tests, seperti yang ditunjukkan dalam tabel Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Tabel 2. Perhitungan SPPS Paired Sampels T Test Std. Deviation Pre Test-Post Test Mean -7,917 Paired Sampels Test Paired Differences Std. Error Mean 1,700 8,330 Sig. -taile. -4,656 ,000 Nilai signifikansi sig . -taile. uji Paired Sampels T Test dari nilai pre test dan post test yaitu 0,000 (< 0,. Hal ini bermakna terdapat perbedaan yang cukup bermakna antara nilai pre test dan post Rerata hasil post test yang lebih tinggi dari nilai pre test juga mencerminkan pemahaman yang lebih baik setelah materi disampaikan kepada peserta pengabdian. Penyampaian materi yang sesuai dengan kebutuhan para wanita tani serta workshop pemeriksaan residu paraquat pada urine membuat program ini menjadi lebih interaktif dan menarik (Wimpy dkk. , 2. Pada langkah berikutnya, kuesioner diuji validitas menggunakan SPSS. Uji validitas digunakan untuk menilai kualitas instrumen pengukuran dan mengurangi risiko terjadinya bias interpretasi, serta kesesuaian instrumen yang digunakan. Hasil uji validitas tersaji pada tabel 3 Tabel 3. Hasil uji validitas Correlations Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. ,520** ,520** ,512* ,414* ,506* ,490* ,455* ,512* ,299 Q10 ,306 ,667** ,009 ,011 ,044 ,012 ,015 ,026 ,011 ,156 ,146 ,000 ,658** ,626** ,661** ,648** ,344 ,309 ,587** ,579** ,797** ,000 ,001 ,000 ,001 ,100 ,141 ,003 ,003 ,000 ,720** ,499* ,577** ,535** ,246 ,648** ,564** ,798** ,000 ,013 ,003 ,007 ,246 ,001 ,004 ,000 ,577** ,666** ,511* ,139 ,410* ,362 ,733** ,003 ,000 ,011 ,517 ,047 ,082 ,000 ,586** ,126 ,499* ,638** ,564** ,751** ,003 ,559 ,013 ,001 ,004 ,000 ,631** ,376 ,527** ,500* ,827** ,001 ,070 ,008 ,013 ,000 ,442* ,381 ,464* ,683** ,031 ,067 ,022 ,000 ,009 ,512* ,658** ,011 ,000 ,414* ,626** ,720** ,044 ,001 ,000 ,506* ,661** ,499* ,577** ,012 ,000 ,013 ,003 ,490* ,648** ,577** ,666** ,586** ,015 ,001 ,003 ,000 ,003 ,455* ,344 ,535** ,511* ,126 ,631** ,026 ,100 ,007 ,011 ,559 ,001 Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Correlations Pearson ,512* ,309 ,246 ,139 Correlation Sig. ,011 ,141 ,246 ,517 Pearson ,299 ,587** ,648** ,410* Correlation Sig. ,156 ,003 ,001 ,047 Q10 Pearson ,306 ,579** ,564** ,362 Correlation Sig. ,146 ,003 ,004 ,082 total Pearson ,667** ,797** ,798** ,733** Correlation Sig. ,000 ,000 ,000 ,000 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. ,499* ,376 ,442* ,501* Q10 ,439* ,602** ,013 ,070 ,031 ,013 ,032 ,002 ,638** ,527** ,381 ,501* ,878** ,783** ,001 ,008 ,067 ,013 ,000 ,000 ,564** ,500* ,464* ,439* ,878** ,760** ,004 ,013 ,022 ,032 ,000 ,751** ,827** ,683** ,602** ,783** ,760** ,000 ,000 ,000 ,002 ,000 ,000 ,000 Nilai sig. -taile. pada seluruh 10 item pertanyaan memiliki nilai < 0,05, sehingga seluruh item pertanyaan tersebut valid digunakan dalam kegiatan pengabdian ini. Data selanjutnya duji reliabilitasnya dengan SPSS untuk menguji konsistensi intrument pengukuran program ini. Instrumen yang dapat diandalkan adalah instrumen yang dapat memberikan hasil yang konsisten serta stabil pada penggunaan berulang kali pada subjek atau objek yang sama dalam kondisi yang sama serta periode waktu yang sama. Hasil uji reliabilitas tersaji pada tabel 4. Tabel 4. Perhitungan SPPS uji reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Nilai CronbachAos Alpha saat uji reliabilitas lebih dari 0,06 yaitu 0,904. Hal ini bermakna instrumen yang digunakan sebagai alat ukur dapat diandalkan (Amirrudin dkk. , 2. Berdasarkan hasil diskusi para wanita tani enggan atau menolak menggunakan alat pelindung diri (APD) karena APD terasa tidak nyaman saat dikenakan dalam jangka waktu yang lama, seperti masker membuat penggunanya sulit untuk bernafas dan pengap. Beberapa jenis APD seperti apron semprot, sepatu boot, dan sarung tangan tebal justru membatasi ruang gerak dan mobilitas Hal ini dapat disebabkan karena APD yang ada kurang sesuai dengan kebutuhan. APD yang tepat memiliki harga yang tidak murah dan tidak banyak tersedia di pasaran (Garrigou , 2. APD selama ini justru dianggap mengganggu produktivitas dan efektivitas kinerja para wanita tani (Lari dkk. , 2. Selain itu mengatasi kendala keterbatasan akses informasi terkait bahaya paparan paraquat, gejala keracunan yang ditimbulkan serta prosedur pemeriksaan laboratorium yang sesuai merupakan tantangan tersendiri dalam program pengabdian masyarakat ini. Dalam kegiatan penyuluhan ini juga dijelaskan bahwa para wanita tani tetap dihimbau untuk Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group menggunakan APD selama proses menyemprot dengan paraquat, dimana APD tersebut harus dapat secara efektif melindungi tubuh, memiliki desain yang mempertimbangkan kenyamanan, sesuai dengan kebutuhan, memiliki tingkat standar keamanan dan kesehatan yang baik, mudah digunakan, terjangkau, dan memiliki durasi pemakaian yang lama (Afrad dkk. , 2. APD dengan kriteria tersebut memang tidak banyak ada di pasar tradisional tetapi sudah banyak tersedia di market place dan dapat diakses oleh semua orang. Para wanita tani di dalam melakukan penyemprotan paraquat harus memperhatikan arah angin berhembus, dimana posisi penyemprot tidak boleh berlawanan dengan arah angin berhembus untuk menghindari risiko Tinggi dan arah nozzle juga diperhatikan agar jangkauan maksimal tetapi aman. Para wanita tani disarankan untuk tidak melakukan penyemprotan pestisida lebih dari tiga kali Hal ini untuk mengurangi risiko keracunan pestisida dan mencegah terakumulasinya pestisida dalam tanaman dan lingkungan (Mahyuni dkk. , 2. Setelah melakukan penyemprotan, seluruh APD dapat dicuci, dan para wanita tani dihimbau untuk membersihkan diri baik agar tidak ada residu yang menempel. Kami juga mengimbau pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi dan juga sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber antioksidan yang dapat meredam dampak negatif dari paparan paraquat. (Wimpy & Harningsih, 2. Di akhir kegiatan para peserta menyampaikan bahwa mereka menghendaki agar kegiatan pengabdian kembali diselenggarakan di tempat yang sama dengan tema Ae tema yang dapat menjadi solusi atas kebutuhan atau permasalahan yang ada di masyarakat khususnya Desa Bentakan. Baki. Sukoharjo yang merupakan Desa binaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional. Berikut beberapa dokumentasi kegiatan pengabdian. Gambar 1. Penyuluhan bahaya paparan paraquat Gambar 2. Workshop pemeriksaan residu paraquat pada urine Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Gambar 3. Pengerjaan post test SIMPULAN Kegiatan edukasi bahaya paparan pestisida paraquat terhadap kesehatan wanita tani desa Bentakan. Baki. Sukoharjo yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 Mei 2024 telah selesai dan memiliki tingkat ketercapaian 100 % dimana 96 % peserta telah mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah pemaparan materi ditinjau dari hasil uji Paired Samples T Tests untuk nilai pre test dan post test. Nilai signifikansi sig . -taile. 0,000 (<0,. dengan rerata post test lebih tinggi dari nilai post Peserta antusias dan aktif dalam mengikuti setiap agenda program dlihat dari peserta yang selalu mengajukan lebih dari 5 pertanyaan pada setiap sesi (Damayanti dkk. , 2. DAFTAR PUSTAKA