Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Peranan Teknologi Komunikasi Media Digital Dalam Pendidikan Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Juandana Kawuladini Putra Universitas Doktor Nugroho Magetan Artikel Info ABSTRAK Genesis Artikel: Latar Belakang: Pada PKM sebelumnya penulis telah memberikan pelatihan terkait penerapan media pembelajaran sebagai sarana pembelajaran, namun masih ditemukan beberapa siswa yang masih kurang memiliki prestasi belajar karena masih kurang memahami hal-hal yang disampaikan Guru. Tujuan: Mengetahui efektifitas penggunaan media digital sebagai sarana komunikasi pendidikan untuk peningkatan motivasi belajar siswa. Metode: Metode yang digunakan yaitu Participatory Action Research dengan pendekatan evaluasi penerapan teknologi dan inovasi. Kegiatan pengabdian ini dijalankan pada sekolah dasar yang berdomisili di wilayah Kec. Maospati Kab. Magetan yaitu SDN Maospati 01 Kab. Magetan. Hasil: Motivasi belajar siswa sangat tinggi dengan model pembelajaran dengan bantuan media digital dinilai mampu menjadikan materi pembelajaran lebih menarik karena materi dapat disampaikan dalam bentuk visual dan animasi interaktif. Dikirim, 30 November 2024 Diterima, 12 Desember 2024 Diterbitkan, 31 Desember 2024 Kata Kunci: Teknologi Komunikasi Media Digital Motivasi Belajar Siswa SD ABSTRACT Keywords: Communication Technology Digital Media Learning Motivation Elementary School Students Background: In the previous PKM, the author has provided training related to the application of learning media as a learning tool, but there were still some students who still lacked learning achievement because they still did not understand the things conveyed by the Teacher. Objective: To determine the effectiveness of using digital media as a means of educational communication to increase student learning motivation. Method: The method used is Participatory Action Research with an evaluation approach to the application of technology and innovation. This community service activity was carried out at an elementary school domiciled in the Maospati District. Magetan Regency, namely SDN Maospati 01. Magetan Regency. Results: Student learning motivation is very high with a learning model with the help of digital media considered capable of making learning materials more interesting because the material can be delivered in the form of interactive visuals and animations. This is an open access article under the CC BY-SA License. Penulis Korespondensi: Juandana Kawuladini Putra. Universitas Doktor Nugroho Magetan. Email: juandanaputra@gmail. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. PENDAHULUAN Komunikasi manusia adalah proses yang terus berkembang, dengan penggunaan bahasa dalam masyarakat dan kemajuan teknologi yang mendorong perubahan dalam konten, karakter, dan realitas sosial yang dihasilkan. Komunikasi orang berkembang seiring dengan perkembangan mereka dari pertemuan pertama ke tahap yang lebih akrab, dan perubahan-perubahan inilah yang pada akhirnya menentukan hubungan tersebut. Akibatnya, komunikasi adalah proses berkelanjutan yang mengubah lingkungan sosial dan diri kita sendiri. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, pemerintah dan manajemen pendidikan harus terus meningkatkan standar pengajaran dan mampu mengidentifikasi unsur-unsur yang memfasilitasi dan menghambat proses belajar mengajar di Mendorong pengembangan prosedur belajar mengajar yang lebih baik dengan meningkatkan efisiensi dan fungsionalitas komunikasi guru-siswa merupakan aspek penting. (Malik, 2. Agar dapat menjalankan kewenangan dan melaksanakan tugasnya secara efektif, guru harus memiliki setidaknya beberapa keterampilan dasar. Kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial merupakan empat kompetensi dasar yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pendidik profesional memiliki dedikasi untuk memahami strategi dan sumber daya pembelajaran secara menyeluruh, mengelola kapasitas belajar siswa, dan mengembangkan cara baru untuk menggunakan teknologi pembelajaran interaktif (Etfita. Ahmad. Alber, & Wahyuni. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM sebelumnya, penulis telah memberikan pelatihan terkait penerapan media pembelajaran sebagai sarana penyampaian materi serta arahan Guru terhadap Siswa, sehingga para perseta didik dapat lebih tertarik terhadap pembelajaran dan pemahaman materi yang disampaikan. Pada terapannya masih ditemukan beberapa siswa pada rombel yang berbeda-beda yang masih kurang memiliki prestasi belajar karena masih kurang memahami hal-hal yang disampaikan Guru. Hasil tersebut dijelaskan oleh Ibu Siti sebagai Guru kelas i yang menerankan memang terdapat anak didik yang memiliki motivasi sangat kurang dalam proses pembelajaran karena memang memiliki keterbatasan baik secara karakter atau memiliki kebutuhan khusus. Namun secara umum seluruh siswa dapat lebih termotivasi dalam proses pembelajaran karena seluruh Guru telah menggunakan media berbasis teknologi digital sebagai sarana komunikasi pembelajran kepada siswa. Fenomena tersebut sejalan dengan temuan dari Khotimah. Juliana dan Indrawati . dalam kegiatan pengabdiannya, yaitu dalam upaya menciptakan pembelajaran yang bermakna tersebut pendekatan kontekstual ini dipadukan dengan media pembelajaran berbasis audio visual atau media animasi dan website. Menggunakan media digital dalam pembelajaran cenderung membuat siswa untuk lebih mudah mengingat dan memahami materi pelajaran karena tidak menggunakan satu jenis indera saja serta memiliki penampilan interaktif yang menarik. Guru dan siswa terlibat dalam proses pembelajaran di kelas, yang merupakan komunikasi timbal balik yang terjadi dalam lingkungan pendidikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk memperoleh hasil pembelajaran terbaik bagi siswa, kontak dan komunikasi harus saling melengkapi. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Realitas di sekolah-sekolah di seluruh negeri adalah bahwa komunikasi guru-siswa masih belum begitu Informasi guru masih sulit diterima dan dipahami oleh siswa, yang mengakibatkan rendahnya prestasi siswa. Ketika menyampaikan materi kepada siswa, guru tidak selalu mempertimbangkan tingkat pemahaman mereka, apakah mereka memahaminya, bagian mana yang masih menantang, apakah perlu diulang dengan umpan balik guru, atau apakah siswa merasa diterima dan didorong untuk berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembelajaran (Hidayat, 2. Hasil kajian-kajian empiris yang menyatakan bahwa secara umum, komunikasi yang tercipta dalam pembelajaran masih kurang efektif sehingga terus diperlukan inovasi dalam penerapan sarana pembelajaran tersebut yang menjadi pertimbangan penulis untuk secara berkelanjutan untuk melakukan pendampingan dan pelatihan kepada Guru-guru Sekolah Dasar yang khususnya di wilayah Kab. Magetan dalam program PKM Universitas Doktor Nugroho Magetan sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Media pembelajaran digital telah banyak diyakini dapat menyajikan model pembelajran yang lebih menarik dan relevan bagi siswa, yang pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi mereka dalam belajar (Widiastari & Puspita, 2. Media pembelajaran berbasis digital sudah dikenal sebagai sebuah media yang menggunakan teknologi seperti internet, dan lainnya. Media pembelajaran digital bisa menyampaikan materi pembelajaran kontekstual melalui audio maupun visual yang menarik dan interaktif yang didukung oleh pesatnya perkembangan teknologi komputer (Nurhidayati. Nuswantari, & Wismarini, 2. Guru harus mampu berkomunikasi dengan siswa di kelas agar dapat dianggap sebagai guru profesional. Guru harus mampu memberikan pengetahuan kepada siswa dan membiarkan mereka berperan sebagai komunikator dengan berinteraksi dengan mereka baik secara verbal maupun nonverbal (Marcell Wibisono et al. , 2024. Rizky Indrawan et al. , 2. Untuk mencapai tujuan pendidikan, guru harus bertindak sebagai fasilitator, membimbing siswa di kelas dan memperhatikan kebutuhan mereka. Sebagai fasilitator, guru bertanggung jawab untuk membantu siswa belajar melalui berbagai pendekatan, strategi, sumber daya, dan media. Guru harus menyadari peluang, masalah, keterbatasan, dan kekuatan pendidikan karena merekalah yang memulainya. Guru bertanggung jawab untuk menjaga kualitas pendidikan karena mereka menyadari keuntungan dari pengajaran. Media dapat digunakan oleh guru sesuai dengan tujuan dan kebutuhan kelas. Selain membuat pembelajaran lebih sederhana dan lebih efisien, teknik pengajaran interaktif juga membuat pembelajaran lebih Kegiatan PKM yang dijalankan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yaitu pelatihan dan pemdampingan Guru-guru Sekolah Dasar di wilayah Kec. Maospati Kab. Magetan dengan materi penggunaan media teknologi . udio-video, animasi dan interne. yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi antara Guru dengan Siswa pada proses pembelajaran baik di kelas maupun diluar jam pembelajaran. Pada kegiatan sebelumnya, penulis telah memberikan pelatihan dan pendampingan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. terkait penerapan media pembelajaran digital dan telah digunakan secara baik di kelas maupun di luar jam pembelajaran. Komunikasi yang efektif dalam pendidikan memerlukan sumber daya yang melampaui ucapan manusia untuk membantu proses pembelajaran, seperti sumber daya cetak dan digital. Dengan kata lain, dukungan media yang dapat mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran diperlukan untuk pembelajaran aktif (Febriani dan Aunillah, 2. Penulis mendapatkan informasi dari Guru di SDN Maospati 01 yang menerangkan bahwa, masih diperlukan evaluasi serta peningkatan kembali strategi komunikasi pendidikan yang telah diterapkan untuk lebih meningkatkan kembali efektivitas komunikasi dalam pembelajaran. Hal tersebut sangat diperlukan karena setiap jenjang tahun pelajaran selalu berganti peserta didik serta adanya kemajuan teknologi yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil diskusi dan pertimbangan kebutuhan dari pihak sekolah dan guru, maka dalam program pengabdian ini penulis melaksanakan kegiatan evaluasi dan memaparkan hasilnya dalam laporan hasil analisis untuk selanjutnya akan dilakukan pendampingan kepada Guru guna dapat lebih meningkatkan efektivitas komunikasi Guru dan Siswa dalam pembelajaran dengan sarana media digital. METODE PENGABDIAN Kegiatan ini dijalankan pada sekolah dasar yang berdomisili di wilayah Kec. Maospati Kab. Magetan sebagai bentuk kerjasama dalam program kegiatan Penelitian dan Pengabdian Universitas Doktor Nugroho Magetan melalui kegiatan inovasi dan evaluasi pembelajaran. Objek yang digunakan pada kegiatan pengabdian penulis ini yaitu proses pembelajaran di SDN Maospati 01 memiliki jumlah siswa sebanyak 85 anak dengan jumlah siswa Laki-laki 45 anak dan Perempuan 40 anak. SDN Maospati 01 memiliki 6 rombel dan 9 Guru Kelas dan 2 orang tenaga pendidik. SDN Maospati 01 dipilih menjadi objek penelitian karena seluruh Guru Kelas telah menerapkan model pembelajaran dengan menggunakan sarana teknologi digital sebagai upaya inovasi model pembelajaran, sehingga diperlukan tindakan untuk mengukur dan menguji efektifitasnya secara kualitatif dan agar menjadi penilaian yang obyektif, maka perlu dilakukan dari pihak diluar operator dan struktural sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Participatory Action Research (PAR) yaitu melibatkan serangkaian langkah-langkah yang menggabungkan partisipasi aktif dari anggota komunitas dalam semua tahap. Pendekatan yang dipilih yaitu evaluasi penerapan teknologi dan inovasi dengan tujuan program pengabdian dapat meningkatkan kualitas layanan yang disediakan, sehingga masyarakat dapat lebih terbantu dan terlayani dengan lebih baik (Zunaidi, 2. Penilaian hasil inovasi ini dengan model analisis pragmatis yaitu melalui pengamatan langsung, mendengarkan, merekam, dan mencatat merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Penulis sendiri berperan sebagai instrumen penelitian dan seluruh tahap penelitian dilakukan secara rahasia dan tidak secara langsung terlibat secara langsung dalam pembelajaran. Untuk mendokumentasikan apa yang ditemukan di kelas, instrumen yang mendukung pengumpulan data Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. menggunakan buku catatan dan alat perekam yang kemudian dikelompokkan menurut korpus data. Setelah itu, data tersebut dikaji atau diteliti secara menyeluruh dengan menggunakan alat untuk mengidentifikasi mitra tutur dalam komunikasi guru-siswa menggunakan metodologi padan pragmatis. Berdasarkan hasil evaluasi, penulis memaparkannya untuk memberikan masukkan serta selanjutnya akan dilakukan pelatihan lebih mendalam pada kegiatan pengabdian selanjutnya untuk meningkatkan Berikut alur kegiatan yang dijalankan: Gambar 1. Alur Kerja Kegiatan HASIL DAN ANALISIS Hasil dari kegiatan yang dijalankan ini yaitu paparan hasil evaluasi penerapan media digital sebagai sarana komunikasi Guru dengan Siswa pada proses pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi dilakukan analisis efektivitas serta memberikan masukan kepada pihak sekolah sebagai pemangku kebijakan dan Guru sebagai pelaksana pembelajaran untuk menjalankan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang intensif dan selektif sesuai media yang kebutuhannya. Berdasarkan hasil kegiatan di lapangan yang telah dijalankan, maka penulis paparkan sebagai berikut: Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Gambar 1. Kegiatan Pendampingan di Kelas Hasil Evaluasi Penerapan Media Komunikasi Digital dan Motivasi Belajar Siswa Menurut temuan dari PKM ini disajikan pada gambar 1, siswa cenderung lebih terlibat dalam proses pembelajaran ketika guru menggunakan dukungan media digital . udio-video, animasi/Canva, dan interne. karena mereka dapat melihat contoh nyata dari materi yang disajikan, yang membantu mereka memahami bagaimana pembelajaran diterapkan. Menurut temuan ini, pembelajaran melalui media digital dianggap dapat meningkatkan minat terhadap materi pelajaran karena dapat disajikan dalam format visual dan audiovisual. Materi pembelajaran dapat membantu meningkatkan daya ingat dari 14% menjadi 38% ketika digunakan dengan alat bantu visual (Siberman, 2. Video dan materi pembelajaran audio visual lainnya digunakan dalam banyak proses pembelajaran. Materi ini dapat dibuat dan diproduksi oleh komunikator/Guru yang dapat diakses online melalui platform media digital seperti YouTube. Video memiliki daya tarik tersendiri karena kemampuannya untuk menggambarkan visual dan musik yang dinamis. (Warmi. Adirakasiwi dan Nawawi, 2. Hasil PKM ini juga sejalan dengan penelitian lapangan yang dilakukan oleh Busyaeri. Udin, dan Zaenudin . yang menemukan bahwa penggunaan materi pembelajaran video dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Klaim bahwa saat ini terdapat beberapa aplikasi, program perangkat lunak, dan situs web daring dan luring yang dapat digunakan guru secara maksimal saat membuat video pembelajaran yang menarik sebagai media digital sehingga semakin menguatkan temuan ini (Hermanto, 2. Melalui keterangan yang disampaikan oleh Guru kelas yang bernama ibu Siti, menerangkan bahwa seluruh siswa lebih antusias dalam pembelajaran yang dilakukan. Pembelajaran yang dilakukan di kelas lebih interaktif dan menarik dengan sarana media digital, baik berupa video, animasi slide melalui canva dan sebagainya. Proses pembelajaran interaktif justru lebih meningkat pada diluar jam pelajaran, karena dengan media yang digunakan juga sebagian besar dapat diakses secara online. Media pembelajaran yang digunakan dapat menguatkan komunikasi antara Guru dan Siswa serta dirasakan sangat efektif dan relevan dengan sistem kurikulum merdeka yang digunakan. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Berdasarkan hasil ini, penulis menyimpulkan bahwa peranan teknologi komunikasi media digital dalam pendidikan sangat efekif dalam upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga diharapkan dapat terus digunakan secara berkelanjutan dan mengalami inovasi yang terbarukan sejalan dengan kemajuan teknologi komunikasi. Strategi Berkelanjutan dalam Peningkatan Efektivitas Penerapan Media Komunikasi Digital dan Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan hasil temuan evaluasi pada PKM ini, maka dilakukan analisis untuk dapat menentukan strategi keberlanjutan dalam penerapan media pembelajran berbasis digital agar peserta didik dapat menyelesaikan pembelajaran dengan memotivasi dirinya untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran secara optimal, baik dari segi perubahan kognitif, afektif, psikomotorik, maupun perilaku mental, maka motivasi menjadi hal yang penting bagi peserta didik dalam memahami tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran erat kaitannya dengan motivasi peserta didik, dan keberadaan motivasi dalam pembelajaran memegang peranan yang sangat penting dalam segala aspek pembelajaran. Peserta didik yang memiliki motivasi yang tinggi akan mengintensifkan usahanya dan memberikan perhatian penuhnya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selain motivasi dari guru dan peserta didik, kita juga perlu memahami bagaimana gaya komunikasi mempengaruhi motivasi guna mengetahui seberapa erat gaya komunikasi dan motivasi berhubungan dengan pembelajaran (Wardah. Syahruroji, & Rokmanah, 2. Pentingnya komunikasi efektif dalam konteks pendidikan sangat ditekankan bagi kemajuan sistem pendidikan Nasional karena peran krusialnya dalam membentuk hubungan yang baik antara pendidik dan peserta didik. Sarana pembelajaran interaktif merupakan media komunikasi Guru dan Siswa yang sangat dibutuhkan karena dapat merubah model pembelajaran klasikan yang menjenuhkan menjadi model yang dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran yang berkualitas. Menurut Fitri. Usiono. Adha. Izzatunnisa dan Nasution . Pentingnya penerapan model media komunikasi yang berhasil dalam lingkungan pendidikan, dengan memperhatikan unsur-unsur alur, budaya, konteks, kejelasan, dan ketepatan. Ketika komunikator dan komunikan berbagi informasi secara dua arah dan keduanya bereaksi terhadap informasi tersebut dengan cara yang memenuhi harapan mereka, komunikasi tersebut dianggap efektif. Peran pendidik sebagai komunikator yang perlu mempersiapkan diri secara ilmiah sangat penting untuk penerapan komunikasi yang baik. Media pendidikan yang efektif, efisien, dan komunikatif harus disertakan dalam konten yang diberikan. Ditekankan juga bahwa siswa adalah populasi yang beragam sehingga memerlukan pendekatan yang sesuai dengan kualitas mereka. Untuk itu, diperlukan media yang dapat diakses oleh semua khalayak dengan latar belakang yang berbeda, yaitu media digital yang saat ini sedang trend. Hasil penerapan media yang telah dilakukan sudah dianggap efektif karena dinilai telah dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti secara fokus dari penyampaian materi pembelajaran. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Namun masih ditemukan beberapa siswa yang kurang memahami isi materi meskipun juga memiliki motivasi belajar yang tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan siswa yang memiliki daya tangkap kurang serta ada siswa yang berkebutuhan khusus. Sebagaimana pernyataan dari Putri . kesalahpahaman dalam menafsirkan pesan merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat proses Penggunaan bahasa yang salah atau ambigu dapat menjadi penghambat dalam penyampaian materi. Berdasarkan hal tersebut, pihak sekolah dan Guru menyampaikan bahwa masih diperlukan media-media digital sebagai sarana komunikasi pembelajaran yang lebih interaktif untuk dapat lebih meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi, belum tentu dapat memahami dengan baik isi materi pembelajajaran karena setiap siswa memiliki kondisi kemampuan daya tangkap yang berbeda. Hal tersebut sesuai dengan hasil temuan lain yang menerangkan bahwa manfaat media pembelajaran digital dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa karena dapat menjadi media interaksi antara siswa dan siswa, siswa dan sumber belajar untuk lebih komunikatif (Jediut. Sennen, & Ameli, 2. Strategi komunikasi dalam pendidikan memiliki efek berdasarkan tingkatannya meliputi, dampak kognitif: sebagai komunikator, guru membantu siswa yang juga berperan sebagai komunikator menjadi lebih cerdas dan berpengetahuan. Diharapkan bahwa komunikasi pendidikan akan membantu siswa mengembangkan pola pikir, pemikiran logis, bahasa, dan keterampilan kognitif lainnya yang akan mereka butuhkan di masa depan. Dampak afektif: Guru sebagai pendidik harus mengubah pola komunikasi mereka sebagai respons terhadap perkembangan kognitif siswa yang beragam. Namun, karena komunikasi ini menggabungkan emosi dan empati siswa, dampak afektifnya lebih mendalam daripada dampak kognitif. Guru diharapkan dapat menumbuhkan empati pada siswanya sehingga mereka dapat mengekspresikan emosi tertentu, menggugah hati mereka, dan selanjutnya menginspirasi mereka untuk bekerja sama dengan orang lain dalam suasana toleransi dan kerja sama timbal balik. Dampak perilaku, yang merupakan puncak komunikasi pendidikan karena komunikasi ini menumbuhkan sifat-sifat tertentu pada siswa seperti kemampuan untuk belajar secara positif dari sikap, perbuatan, dan perilaku orang lain (Akib dan Perkasa, 2. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran yang digunakan tiap Guru sudah efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Tiap Guru menggunakan media yang berbeda-beda dalam kelompok kelasnya dan mata pelajaran yang disampaikan. Hal tersebut dapat dinilai bahwa seluruh Guru telah mampu menyesuaikan kebutuhannya sebagai komunikator dalam berinteraksi dengan peserta didiknya. Masih diperlukan pendampingan yang lebih intensif terhadap Guru-guru dalam program kegiatan selanjutnya, karena akan terus dibutuhkan inovasi dan peningkatan kemampuan Guru dalam pembuatan dan penerapan teknologi komunikasi media digital dalam pendidikan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik Sekolah Dasar di seluruh Maospati Kab. Magetan. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. KESIMPULAN Motivasi belajar siswa sangat tinggi dengan model pembelajaran dengan bantuan media digital dinilai mampu menjadikan materi pembelajaran lebih menarik karena materi dapat disampaikan dalam bentuk visual dan animasi interaktif. Proses pembelajaran interaktif justru lebih meningkat pada diluar jam pelajaran, karena dapat menguatkan komunikasi antara Guru dan Siswa serta dirasakan sangat efektif dan relevan dengan sistem kurikulum merdeka yang digunakan. Masih diperlukan pendampingan yang lebih intensif terhadap Guru-guru dalam program kegiatan selanjutnya, karena akan terus dibutuhkan inovasi dan peningkatan kemampuan Guru dalam pembuatan dan penerapan teknologi komunikasi media digital dalam pendidikan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik Sekolah Dasar di seluruh Maospati Kab. Magetan. UCAPAN TERIMA KASIH