E-ISSN: 2797-1910 http://ejournal. Open Acces Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026 Page 236-254 DOI : 10. 37274/ukazh. Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro Anisa Amalia Hazrah1. Ahnaf fauzi2. Rangga Ferialdo Aulia S3. Sayidil Hanief4 1,2,3,4Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung. Metro. Indonesia E-mail: aamaliahazrah@gmail. com, ahnaf. fauzi1@gmail. com, ferialdo649@gmail. sayidilhanief123@gmail. Submission: 23-04-2026 Revised: 20-05-2026 Accepted: 06-06-2026 Published: 28-06-2026 Abstract Hiwar learning is an important aspect of Arabic language instruction aimed at developing studentsAo speaking skills. However, its implementation continues to face various challenges that affect studentsAo ability to communicate in Arabic. This study aims to analyze the difficulties encountered in learning Arabic hiwar among junior high school students, identify the contributing factors, and describe the intervention efforts implemented within the Islamic boarding school environment. This research employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving Arabic language teachers and students of Class Vi E at TMI Raudlatul QurAoan Metro Junior High School. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that difficulties in hiwar learning are influenced by the interaction of internal and external factors. The main finding indicates that studentsAo limited linguistic competence, particularly in vocabulary mastery and self-confidence, is exacerbated by learning conditions within the Islamic boarding school, including limited instructional time, dense student activities, and less-than-optimal learning strategies and media. address these challenges, teachers implemented several intervention efforts, including vocabulary reinforcement, guided hiwar practice, academic tutoring, and motivational support to enhance studentsAo participation and Arabic-speaking proficiency. Keywords: Arabic language learning difficulties. Arabic speaking skills, contributing factors, intervention strategies. Islamic boarding school. Abstrak Pembelajaran hiwar merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa Arab yang bertujuan mengembangkan keterampilan berbicara peserta didik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi kemampuan siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan pembelajaran hiwar bahasa Arab pada siswa SMP, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mendeskripsikan upaya penanganan yang dilakukan di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan . ield researc. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi terhadap guru bahasa Arab serta siswa kelas Vi E SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan pembelajaran hiwar dipengaruhi oleh interaksi faktor internal dan eksternal. Temuan utama penelitian ini mengindikasikan bahwa keterbatasan kompetensi kebahasaan siswa. A 2026 by the authors. This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution- ShareAlike 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro terutama dalam penguasaan mufradat dan kepercayaan diri, semakin diperkuat oleh kondisi pembelajaran di lingkungan pesantren yang ditandai dengan keterbatasan waktu, padatnya aktivitas santri, serta kurang optimalnya strategi dan media pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan berbagai upaya berupa penguatan mufradat, praktik hiwar secara terarah, bimbingan belajar, dan pemberian motivasi guna meningkatkan partisipasi serta kemampuan berbicara siswa dalam bahasa Arab. Kata kunci: Hiwar bahasa Arab, kesulitan belajar, faktor penyebab, upaya penanganan, lingkungan pesantren PENDAHULUAN Keterampilan berbicara . aharah al-kala. merupakan keterampilan bahasa yang paling dasar dan yang paling penting, yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam mempelajari bahasa Arab(Rahman & Andriana, 2. Dalam perspektif pendekatan komunikatif, pembelajaran bahasa diarahkan pada pengembangan kompetensi berbahasa peserta didik dalam situasi nyata, sehingga keterampilan berbicara menjadi bagian inti dalam pembelajaran bahasa Arab(Muspika Hendri, 2. Oleh karena itu, penguasaan maharah al-kalam tidak hanya mencerminkan kemampuan peserta didik dalam menguasai kosakata dan struktur bahasa Arab, tetapi juga kemampuan menggunakan bahasa secara komunikatif sesuai konteks. Dengan demikian, hiwar menjadi salah satu indikator penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran bahasa Arab, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berbicara . aharah al-kala. masih menjadi aspek yang paling menantang dalam pembelajaran bahasa Arab dibandingkan keterampilan berbahasa lainnya. Banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam mengekspresikan gagasan secara lisan karena keterbatasan penguasaan kosakata, lemahnya pemahaman kaidah bahasa, rendahnya rasa percaya diri, serta kurangnya kesempatan untuk menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari. Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan berbicara peserta didik cenderung lebih rendah dibandingkan kemampuan membaca atau memahami materi bahasa Arab secara pasif. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian (Rizki et al. , 2. menjelaskan bahwa keterampilan berbicara bahasa Arab dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor-faktor tersebut meliputi penguasaan unsur kebahasaan, motivasi belajar, lingkungan yang mendukung penggunaan bahasa Arab, serta penerapan strategi pembelajaran komunikatif yang memberikan kesempatan Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Anisa Amalia Hazrah. Ahnaf fauzi. Rangga Ferialdo Aulia S. Sayidil Hanief kepada peserta didik untuk berlatih berbicara secara aktif. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran hiwar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan linguistik peserta didik, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan belajar dan strategi pembelajaran yang mampu mendorong penggunaan bahasa Arab secara berkelanjutan. Selain itu, (Muqmin & Mutmainnah, 2. mengungkapkan bahwa rendahnya keterampilan berbicara bahasa Arab dipengaruhi oleh berbagai kendala linguistik, seperti keterbatasan kosakata, kesulitan menyusun kalimat sesuai kaidah bahasa Arab, serta kesulitan menemukan dan mengembangkan ide ketika berbicara. Berbagai kendala tersebut menyebabkan peserta didik cenderung hanya memahami materi bahasa Arab secara reseptif, tetapi belum mampu menggunakannya secara produktif dalam komunikasi lisan. Temuan tersebut memperkuat hasil penelitian ini bahwa keterampilan hiwar tidak hanya dipengaruhi oleh penguasaan mufradat, tetapi juga oleh kemampuan peserta didik dalam menyusun ujaran yang benar serta mengembangkan ide secara spontan ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, pembelajaran bahasa Arab memiliki posisi yang strategis, terutama di madrasah dan pesantren yang menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu mata pelajaran inti. Lingkungan pesantren pada dasarnya dirancang sebagai lingkungan berbahasa . i'ah lughawiya. yang mendukung pemerolehan bahasa Arab melalui berbagai aktivitas pembelajaran, ibadah, dan komunikasi sehari-hari. Namun, penelitian dari (Siregar et al. , 2. menunjukkan bahwa keberadaan lingkungan berbahasa saja belum cukup untuk mengembangkan kemampuan berbahasa secara optimalLingkungan tersebut perlu didukung oleh program kebahasaan yang terstruktur, pemberian kesempatan berkomunikasi secara berkelanjutan, serta strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik aktif menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua santri mampu mengembangkan keterampilan hiwar secara optimal. Kondisi ini diperkuat oleh hasil penelitian (Fahmi et al. , 2. yang menjelaskan bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa Arab di pesantren sangat dipengaruhi oleh manajemen program pembelajaran, meliputi pengelolaan jadwal, pemilihan metode, pelaksanaan kegiatan kebahasaan, serta kesinambungan program pendukung. Padatnya Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro aktivitas santri, keterbatasan waktu pembelajaran formal, serta kurang optimalnya strategi, media, dan pengelolaan program pembelajaran sering kali menjadi kendala yang memengaruhi kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab secara aktif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pendahuluan dengan guru Bahasa Arab di SMP TMI Raudlatul Qur'an Metro, diketahui bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam melakukan hiwar (A. Fasikhah, komunikasi pribadi, 7 Agustus 2. Kesulitan tersebut mengindikasikan adanya berbagai faktor yang memengaruhi proses pembelajaran hiwar, baik yang berasal dari dalam diri siswa, seperti penguasaan kosakata, kepercayaan diri, dan motivasi belajar, maupun dari lingkungan pembelajaran, seperti strategi pembelajaran, media yang digunakan, serta kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Arab. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena kemampuan hiwar merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran bahasa Arab yang berorientasi pada pendekatan komunikatif. Sejalan dengan hasil penelitian nyata(Rifai & Awdiyanti, 2. pembelajaran hiwar berperan penting dalam melatih peserta didik menggunakan bahasa Arab secara aktif melalui interaksi dan komunikasi lisan sehingga mampu meningkatkan keterampilan berbicara dalam situasi. Oleh karena itu, identifikasi terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan hiwar menjadi langkah penting untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab peserta didik. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji pembelajaran bahasa Arab dari berbagai perspektif, baik terkait faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan berbicara, lingkungan pembelajaran, maupun strategi pembelajaran yang diterapkan Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berbicara bahasa Arab dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, seperti penguasaan unsur kebahasaan, motivasi belajar, lingkungan belajar, serta strategi pembelajaran yang digunakan (Rizki et al. , 2024. Saputra et al. , 2. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian masih berfokus pada pembelajaran bahasa Arab secara umum, efektivitas metode pembelajaran, atau faktor-faktor penyebab kesulitan belajar. Penelitian yang secara khusus menganalisis kesulitan pembelajaran hiwar pada siswa sekolah menengah Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Anisa Amalia Hazrah. Ahnaf fauzi. Rangga Ferialdo Aulia S. Sayidil Hanief pertama di lingkungan pesantren, dengan mengkaji bentuk-bentuk kesulitan, faktorfaktor penyebab, serta upaya penanganan yang dilakukan guru, masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki kebaruan pada analisis yang komprehensif mengenai kesulitan pembelajaran hiwar dengan mengkaji keterkaitan antara bentuk memengaruhinya, serta upaya penanganan yang dilakukan guru dalam konteks pembelajaran bahasa Arab di SMP TMI Raudlatul Qur'an Metro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan pembelajaran hiwar bahasa Arab, mengidentifikasi faktorfaktor yang memengaruhinya, serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian pembelajaran bahasa Arab, khususnya mengenai kesulitan pembelajaran hiwar, serta memberikan rekomendasi praktis bagi guru dan lembaga pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan . ield researc. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara mendalam fenomena kesulitan pembelajaran hiwar yang dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian lapangan memungkinkan peneliti memperoleh data secara langsung dari subjek penelitian dalam konteks yang alami sehingga dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya(Moleong, 2. Penelitian dilaksanakan di SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro pada Tahun Pelajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah siswa kelas Vi E SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro yang berjumlah 26 siswa, terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Seluruh siswa menjadi subjek observasi dalam penelitian ini. Namun, untuk memperoleh data yang lebih mendalam melalui wawancara, peneliti memilih beberapa siswa sebagai informan berdasarkan tingkat keterlibatan dan pengalaman mereka dalam pembelajaran Selain itu, guru mata pelajaran Bahasa Arab turut menjadi informan penelitian Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai proses pembelajaran Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran bahasa Arab, khususnya pada materi Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari guru dan siswa melalui observasi dan wawancara semi terstruktur, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen pendukung, seperti hasil belajar siswa, perangkat pembelajaran, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran Penggunaan berbagai sumber data bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti sekaligus meningkatkan kredibilitas temuan melalui triangulasi data(Miles. Huberman. , & Saldaya, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran hiwar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Wawancara semi terstruktur dilakukan kepada guru dan beberapa siswa untuk memperoleh informasi mengenai bentuk kesulitan belajar hiwar, faktor-faktor penyebabnya, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi data penelitian berupa foto kegiatan, arsip sekolah, nilai siswa, dan dokumen lain yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Arab. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang didukung oleh pedoman observasi, pedoman wawancara, dan lembar dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles. Huberman, dan Saldaya . yang meliputi kondensasi data . ata condensatio. , penyajian data . ata displa. , serta penarikan dan verifikasi kesimpulan . onclusion drawing and verificatio. Analisis dilakukan secara berkelanjutan sejak proses pengumpulan data hingga penelitian selesai. Pada tahap kondensasi data, peneliti menyeleksi, memfokuskan, dan mengelompokkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi berdasarkan tema-tema yang berkaitan dengan kesulitan pembelajaran hiwar dan upaya penanganannya. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk uraian naratif untuk memudahkan identifikasi pola, hubungan, dan tematema yang muncul. Dari proses tersebut, peneliti mengidentifikasi tema-tema utama. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Anisa Amalia Hazrah. Ahnaf fauzi. Rangga Ferialdo Aulia S. Sayidil Hanief seperti keterbatasan penguasaan mufradat, rendahnya kepercayaan diri siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta strategi guru dalam mengatasi kendala pembelajaran hiwar. Tahap akhir dilakukan dengan menarik dan memverifikasi kesimpulan berdasarkan keterkaitan antartemuan yang diperoleh dari berbagai sumber Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari guru dan siswa, sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penerapan triangulasi bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas dan keabsahan temuan sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan secara lebih akurat fenomena kesulitan pembelajaran hiwar pada siswa kelas Vi E SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas Vi E SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro yang berjumlah 26 siswa, terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi yang berkaitan dengan pembelajaran hiwar bahasa Arab. Berdasarkan data yang diperoleh, hasil penelitian difokuskan pada dua aspek utama, yaitu kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran hiwar bahasa Arab serta upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan tersebut. Kedua aspek tersebut dianalisis untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pembelajaran hiwar dan strategi penanganan yang diterapkan di SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro. Kesulitan Belajar Hiwar Bahasa Arab Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan bahwa kesulitan belajar hiwar yang dialami siswa dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro Gambar 1. Kegiatan Observasi Pembelajaran Hiwar di Kelas Vi E Sumber: Dokumentasi Penelitian, 2025. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran hiwar dan menggunakan kosakata bahasa Arab saat praktik percakapan. Kesulitan tersebut terlihat dari rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, seperti enggan mengajukan atau menjawab pertanyaan, kurang aktif dalam praktik hiwar, serta sering menggunakan bahasa Indonesia ketika diminta berkomunikasi dalam bahasa Arab. Selain itu, beberapa siswa cenderung menunggu arahan dari guru atau meniru jawaban teman dibandingkan menyampaikan gagasan secara mandiri menggunakan bahasa Arab. Gambar 2. Wawancara dengan Guru Bahasa Arab SMP TMI Raudlatul Qur'an Metro Sumber: Dokumentasi Penelitian, 2025. Berdasarkan hasil wawancara, guru menjelaskan bahwa keterbatasan mufradat dan rendahnya rasa percaya diri menjadi kendala utama siswa dalam pembelajaran hiwar. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Anisa Amalia Hazrah. Ahnaf fauzi. Rangga Ferialdo Aulia S. Sayidil Hanief Gambar 3. Wawancara dengan Siswa Kelas Vi E Sumber: Dokumentasi Penelitian, 2025. Hasil wawancara dengan beberapa siswa menunjukkan bahwa mereka sering mengalami kesulitan menghafal kosakata, menyusun kalimat, dan berbicara menggunakan bahasa Arab di depan kelas. Tabel 1. Temuan Kesulitan Belajar Hiwar Siswa Kelas Vi E Faktor lnternal Faktor Eksternal Keterbatasan penguasaan kosakata . Waktu pembelajaran yang kurang efektif Rendahnya rasa percaya diri Padatnya lingkungan pesantren Kebiasaan mengantuk atau tidur di kelas Metode pembelajaran yang didominasi ceramah Kurangnya penguasaan nahwu dan shorof Minimnya media pembelajaran Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menghafal dan menggunakan kosakata bahasa Arab ketika melakukan percakapan. Selain itu, beberapa siswa masih merasa kurang percaya diri saat diminta mempraktikkan hiwar di depan kelas. Kesulitan lainnya meliputi kurangnya perhatian selama pembelajaran, kebiasaan mengantuk di kelas, keterbatasan Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro pemahaman nahwu dan sharaf, serta ketidakhadiran siswa dalam beberapa pertemuan Dari faktor eksternal ditemukan bahwa jadwal pembelajaran bahasa Arab yang berlangsung pada siang hari menyebabkan sebagian siswa merasa lelah dan kurang Selain itu, padatnya aktivitas pesantren, penggunaan metode ceramah yang dominan, serta minimnya penggunaan media pembelajaran turut memengaruhi proses pembelajaran hiwar. Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Hiwar Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Arab dan siswa, ditemukan beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar hiwar. Tabel 2. Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Hiwar Upaya yang Dilakukan Pemberian mufradat sebelum pembelajaran hiwar Pemberian contoh dialog bahasa Arab Kegiatan tanya jawab Praktik hiwar di depan kelas Bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan Motivasi dan dorongan kepada siswa untuk berani berbicara Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kesulitan belajar hiwar, seperti pemberian mufradat, contoh dialog, kegiatan tanya jawab, praktik hiwar, dan bimbingan individual. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, strategi tersebut membantu siswa meningkatkan penguasaan kosakata, memahami pola percakapan, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Arab. Salah satu siswa mengungkapkan bahwa pemberian mufradat dan praktik hiwar memudahkannya dalam memahami materi dan berani berbicara menggunakan bahasa Arab. Meskipun demikian, efektivitas upaya tersebut belum sepenuhnya optimal karena sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat secara spontan, sementara keterbatasan waktu pembelajaran dan padatnya aktivitas pesantren turut membatasi intensitas praktik hiwar. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Anisa Amalia Hazrah. Ahnaf fauzi. Rangga Ferialdo Aulia S. Sayidil Hanief Pembahasan Pembahasan Faktor Internal Kesulitan Belajar Hiwar Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan penguasaan mufradat menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran hiwar. Penguasaan kosakata memiliki peran penting dalam keterampilan berbicara karena menjadi dasar bagi siswa untuk menyampaikan ide dan gagasan dalam bahasa Arab. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Rahmatan et al. , 2. yang menyatakan bahwa penguasaan mufradat berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan maharah al-kalam, sehingga semakin baik penguasaan kosakata yang dimiliki siswa, semakin baik pula kemampuan mereka dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Selain itu, (Saudah & Aziz, 2. juga mengungkapkan bahwa keterbatasan penguasaan kosakata menjadi salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami hambatan dalam praktik maharah al-kalam, karena siswa kesulitan memilih dan menggunakan kata yang tepat ketika menyampaikan gagasan secara lisan. Oleh karena itu, penguasaan mufradat menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk mendukung keberhasilan pembelajaran hiwar. Selain penguasaan kosakata, rendahnya rasa percaya diri juga menjadi hambatan dalam pembelajaran hiwar. Sebagian siswa merasa takut melakukan kesalahan saat berbicara sehingga memilih untuk diam ketika diberikan kesempatan melakukan Temuan ini sejalan dengan penelitian (Amy Fitriani Siregara. Agung Setiyawana. WafaAo Rizqiyya Adira. Ahmad Rizki Ramadhan. Zaffa Izzatul Islamiyaha. Bella Asa OAoNeal Elmia, 2. yang menjelaskan bahwa faktor psikologis, seperti kurang percaya diri, kecemasan, dan rasa takut melakukan kesalahan, menjadi salah satu penyebab rendahnya keterampilan berbicara bahasa Arab. Kondisi tersebut menyebabkan siswa cenderung pasif dalam kegiatan berbicara dan kurang berani menggunakan bahasa Arab secara langsung. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, memberikan umpan balik yang positif, serta menyediakan kesempatan praktik hiwar secara berkelanjutan agar kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dapat berkembang. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro Kurangnya pemahaman nahwu dan sharaf juga ditemukan sebagai faktor yang memengaruhi kemampuan siswa dalam melakukan hiwar. Ketika siswa belum memahami kaidah dasar bahasa Arab, mereka cenderung mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang benar dan sesuai konteks komunikasi. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi ketepatan penggunaan bahasa, tetapi juga menghambat kelancaran berbicara karena siswa sering merasa ragu dalam memilih bentuk kata dan menyusun struktur kalimat saat berkomunikasi. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Hadhrah, 2. yang menunjukkan bahwa rendahnya penguasaan kaidah nahwu menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam membentuk struktur kalimat bahasa Arab secara tepat, sehingga memengaruhi kemampuan mereka dalam menggunakan bahasa Arab secara aktif. Akibatnya, kemampuan komunikasi lisan siswa menjadi kurang optimal, baik dalam menyampaikan gagasan maupun merespons percakapan secara Hal tersebut menunjukkan bahwa penguasaan nahwu dan sharaf merupakan bagian penting dari kompetensi gramatikal . rammatical competenc. , yang menjadi salah satu komponen utama dalam kompetensi komunikatif . ommunicative competenc. (Canale & Swain, 1. Dengan demikian, pemahaman terhadap kaidah bahasa tidak hanya membantu siswa menghasilkan kalimat yang benar secara gramatikal, tetapi juga meningkatkan kelancaran, ketepatan, dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Arab pada kegiatan hiwar. Faktor Eksternal Kesulitan Belajar Hiwar Penelitian ini menemukan bahwa waktu pembelajaran yang berlangsung pada siang hari memengaruhi konsentrasi siswa selama proses pembelajaran. Sebagian siswa terlihat kurang fokus karena kondisi fisik yang lelah setelah mengikuti berbagai aktivitas sekolah dan pesantren. Selain itu, padatnya kegiatan pesantren menyebabkan siswa memiliki waktu yang terbatas untuk mengulang dan mempraktikkan materi hiwar di luar jam pelajaran. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Gumilar et al. , 2. yang menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada siang hari dapat menjadi tantangan bagi kualitas pembelajaran karena peserta didik cenderung mengalami kelelahan dan belajar dalam kondisi lingkungan yang kurang nyaman. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya tingkat konsentrasi dan efektivitas pembelajaran. Dengan demikian, waktu pelaksanaan pembelajaran dan kondisi lingkungan belajar merupakan faktor yang Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Anisa Amalia Hazrah. Ahnaf fauzi. Rangga Ferialdo Aulia S. Sayidil Hanief perlu diperhatikan untuk mendukung keberhasilan pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab. Temuan lain menunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah yang masih dominan menyebabkan siswa kurang memperoleh kesempatan untuk berlatih berbicara secara aktif. Selama proses pembelajaran, guru lebih banyak menyampaikan materi secara lisan, sedangkan keterlibatan siswa dalam kegiatan hiwar masih relatif terbatas. Akibatnya, siswa belum memiliki kesempatan yang cukup untuk melatih pengucapan, menggunakan bahasa Arab. Temuan lain menunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah yang masih dominan menyebabkan siswa kurang memperoleh kesempatan untuk berlatih berbicara secara aktif. Selama proses pembelajaran, guru lebih banyak menyampaikan materi secara lisan, sedangkan keterlibatan siswa dalam kegiatan hiwar masih relatif terbatas. Akibatnya, siswa belum memiliki kesempatan yang cukup untuk melatih pengucapan, menyusun kalimat, serta mengembangkan keberanian dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Temuan ini sejalan dengan pendapat Arsyad . yang menyatakan bahwa pembelajaran bahasa Arab yang berlandaskan pendekatan komunikatif lebih menekankan pada pengembangan kecakapan berbahasa melalui praktik komunikasi secara langsung daripada sekadar penguasaan struktur Senada dengan itu. Rahmaini . menegaskan bahwa keterampilan berbicara bahasa Arab akan berkembang secara optimal apabila pembelajaran menerapkan strategi yang aktif dan memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi, berdiskusi, serta berkomunikasi secara langsung. Pembelajaran yang berpusat pada siswa memungkinkan mereka memperoleh pengalaman berbahasa yang lebih bermakna melalui praktik yang dilakukan secara berulang sehingga kemampuan berkomunikasi dapat berkembang secara bertahap. Oleh karena itu, pembelajaran yang masih didominasi oleh metode ceramah dan berpusat pada guru berpotensi membatasi kesempatan siswa dalam mengembangkan kemampuan hiwar secara maksimal, karena keterampilan berbicara tidak cukup diperoleh melalui penjelasan teori, melainkan harus diasah melalui latihan dan praktik komunikasi yang berkelanjutan. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro Minimnya penggunaan media pembelajaran juga menjadi faktor yang memengaruhi proses pembelajaran hiwar. Berdasarkan temuan penelitian, keterbatasan media pembelajaran menyebabkan proses pembelajaran lebih banyak berpusat pada guru dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan berbicara bahasa Arab. Kondisi ini berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan oleh kurangnya antusiasme dalam mengikuti kegiatan hiwar, rendahnya keberanian untuk mengemukakan pendapat dalam bahasa Arab, serta terbatasnya partisipasi siswa dalam kegiatan tanya jawab dan praktik percakapan. Selain itu, kurangnya variasi media pembelajaran menyebabkan interaksi antara guru dan siswa maupun antarsiswa belum berlangsung secara optimal, sehingga kesempatan siswa untuk melatih keterampilan berbicara dalam situasi komunikatif menjadi terbatas. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian (Nurjanah, 2. yang menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis video berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan maharah al-kalam serta mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Senada dengan itu, (Pramesti et al. , 2. menjelaskan bahwa penggunaan media pembelajaran yang interaktif dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Arab karena memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan komunikatif. Dengan demikian, penggunaan media yang variatif, interaktif, dan kontekstual dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada siswa untuk mendengarkan, menirukan, serta mempraktikkan penggunaan bahasa Arab dalam kegiatan hiwar. Sebaliknya, apabila media pembelajaran masih terbatas, siswa cenderung menjadi penerima informasi daripada pengguna bahasa yang aktif. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan komunikatif perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar, mendorong interaksi yang lebih aktif, serta memperluas kesempatan siswa dalam mempraktikkan keterampilan hiwar secara berkelanjutan. Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Hiwar Berdasarkan hasil penelitian, guru telah menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kesulitan belajar hiwar, antara lain pemberian mufradat sebelum pembelajaran, pemberian contoh dialog, kegiatan tanya jawab, praktik hiwar, serta bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Temuan penelitian menunjukkan Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Anisa Amalia Hazrah. Ahnaf fauzi. Rangga Ferialdo Aulia S. Sayidil Hanief bahwa pemberian mufradat membantu siswa memperkaya kosakata yang diperlukan dalam percakapan sehingga mereka lebih mudah menyusun ungkapan sederhana dalam bahasa Arab. Pemberian contoh dialog dan kegiatan tanya jawab terbukti membantu siswa memahami pola percakapan serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap penggunaan kosakata dan struktur kalimat dalam konteks komunikasi. Sementara itu, praktik hiwar secara langsung memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilan berbicara dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Adapun bimbingan yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam dan mengurangi hambatan yang dihadapi selama proses pembelajaran. Meskipun demikian, efektivitas strategi tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih dipengaruhi oleh keterbatasan waktu pembelajaran, padatnya aktivitas pesantren, serta rendahnya partisipasi sebagian siswa dalam praktik hiwar. Pemberian mufradat sebelum kegiatan hiwar membantu siswa memperoleh bekal kosakata yang dapat digunakan dalam percakapan. Penguasaan kosakata yang memadai memudahkan siswa dalam menyusun kalimat dan mengungkapkan gagasan ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian (Zahra et al. , 2. yang menegaskan bahwa penguasaan kosakata merupakan salah satu komponen penting dalam mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Arab. Hasil tersebut diperkuat oleh (Abusyairy et al. , 2. yang menemukan adanya hubungan yang signifikan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara bahasa Arab. Dengan demikian, semakin baik penguasaan mufradat yang dimiliki siswa, semakin besar pula peluang mereka untuk berbicara dengan lebih lancar, percaya diri, dan komunikatif dalam kegiatan hiwar. Praktik hiwar yang dilakukan di depan kelas memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan bahasa Arab secara langsung dalam situasi komunikasi. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat melatih pelafalan, kelancaran berbicara, serta keberanian dalam mengungkapkan ide dan pendapat menggunakan bahasa Arab. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Hasria. Mujahid, 2. yang menunjukkan bahwa penerapan metode hiwar efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara . aharah Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro al-kala. karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan penggunaan bahasa Arab secara aktif. Hasil tersebut juga diperkuat oleh (Ratnaningtyas, 2. yang menyatakan bahwa metode hiwar berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa. Melalui praktik yang dilakukan secara berkelanjutan, siswa menjadi lebih terbiasa menggunakan bahasa Arab, lebih percaya diri dalam berkomunikasi, serta mampu mengembangkan keterampilan berbicara secara lebih efektif. Meskipun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran dan variasi metode pembelajaran masih perlu ditingkatkan agar proses pembelajaran hiwar dapat berlangsung lebih efektif dan mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara optimal. SIMPULAN Penelitian Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan pembelajaran hiwar pada siswa kelas Vi E SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal siswa dan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran hiwar tidak hanya ditentukan oleh kompetensi kebahasaan siswa, tetapi juga oleh dukungan lingkungan belajar dan strategi pembelajaran yang diterapkan guru. Upaya yang dilakukan melalui penguatan kosakata, praktik hiwar, bimbingan belajar, dan pemberian motivasi berkontribusi dalam membantu siswa meningkatkan keberanian dan kemampuan berbicara bahasa Arab. Secara pedagogis, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran hiwar yang komunikatif, didukung oleh metode dan media yang variatif, serta lingkungan belajar yang memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk menggunakan bahasa Arab secara aktif. Temuan ini juga memperkuat pandangan bahwa pengembangan keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Arab memerlukan integrasi antara aspek linguistik, psikologis, dan lingkungan belajar. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan pada satu kelas dan satu lembaga pendidikan, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan pada konteks yang lebih luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Anisa Amalia Hazrah. Ahnaf fauzi. Rangga Ferialdo Aulia S. Sayidil Hanief melibatkan subjek dan lokasi penelitian yang lebih beragam, serta mengembangkan kajian mengenai penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi atau efektivitas strategi pembelajaran komunikatif dalam meningkatkan keterampilan hiwar siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab, khususnya dalam merancang strategi pembelajaran hiwar yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik siswa di lingkungan pesantren. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2026: 236-254 Analisis Kesulitan Pembelajaran Hiwar Bahasa Arab pada Siswa SMP TMI Raudlatul QurAoan Metro DAFTAR PUSTAKA