Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 ANALISIS FAKTOR RISIKO LOW BACK PAIN PADA PEGAWAI LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH Trie Vany Putri1. Arie Wahyudi2. Dianita Ekawati3. Ali Harokan4 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. STIK Bina Husada Palembang1,2,3,4 vany@gmail. ariew@binahusada. dianita_ekawati@yahoo. aliharokan@yahoo. ABSTRAK Latar belakang: Gangguan otot rangka adalah penyakit kerja yang sering ditemukan, salah satunya yaitu nyeri lokal ataupun menjalar pada punggung bawah . ow back pain/LBP). LBP dapat muncul karena pengaruh usia, jenis kelamin, masa kerja, indeks massa tubuh, dan faktor risiko ergonomi . ostur janggal, posisi stati. , sehingga akan berdampak pada kurangnya aktivitas kerja dan produktivitas. Dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2024, didapatkan 20% pegawai mengeluh nyeri punggung bawah. Tujuan: untuk menganalisis faktor risiko low back pain pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sampel penelitian ini berjumlah 40 responden dan diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner yang diadopsi dari Dewi Yanti . , lembar Nordic Body Map (NBM) dan REBA. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya keluhan low back pain . ,5%) pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan . ,5%), dengan indeks massa tubuh tidak normal . ,5%), dan sebagian besar responden bekerja dengan postur janggal . ,5%). Saran: Lebih menjaga pola hidup sehat dengan meningkatkan aktivitas fisik serta institusi harus memperhatikan kekurangan sarana dan prasarana yang dapat berdampak pada postur kerja Kata Kunci: LBP, ergonomi. Nordic Body Map. REBA ABSTRACT Background: Musculoskeletal disorders are common occupational disease, one of that is local or radiating pain on the lower back . ow back pain/LBP). Low back pain can occur due to age, gender, work period, body mass index, and ergonomic risk factors . wkward posture and stationary positio. , which will cause the reduction of work activity and productivity. The result of routine medical check up on the employees of Regional Health Laboratory of Prabumulih in 2024, 20% of employees had a Objective: The aim of this study was to analyse the risk factor of low back pain in the employees of Regional Health Laboratory of Prabumulih in 2025. Method: This research used quantitative approach with cross sectional design. The population of this research were the employees of Regional Health Laboratory of Prabumulih in 2025. The samples of this research were 40 respondents and was taken using total sampling technique. Instruments of this research were a questionnaire which is adopted from Dewi Yanti . Nordic Body MapAos and REBAAos sheet. Data analysis used univariate test. Results: The result indicated that there was an incidence of low back pain . ,5%) on the employees of Regional Health Laboratory of Prabumulih in 2025. Most of the respondents were female . ,5%), with an abnormal body mass index . ,5%), and most of them worked with an awkward postures . ,5%). Suggestion: they should keep their lifestyle with increasing the physical activities and also the isntituiton should give more attention to the lack of facilities which can impact the work posture of the employees. Keywords: LBP, ergonomic. Nordic Body Map. REBA | 28 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN mekanik, dan psikologis . eperti stres Ilmu ergonomi merupakan ilmu terkait pekerjaa. (Denaro et al. LBP melakukan pekerjaan. Bekerja dengan kesakitan dan disabilitas persisten dan menggunakan prinsip ergonomi, dapat kesehatan pekerja dan gangguan kesehatan meningkatnya absensi (Denaro et al. dapat diprediksi sedini mungkin (Harahap Meskipun LBP et al. Faktor risiko ergonomi yang berperan dalam kesehatan pekerja yaitu menjadi tidak produktif dalam bekerja posisi duduk, postur yang tidak alamiah saat (Situmeang et al. Hal ini akan berdampak pada beban finansial bagi peralatan kerja, pencahayaan, dan lain individu, keluarga, komunitas, dan negara. Risiko yang pertama dapat Berdasarkan data Global Burden terjadi jika individu mengesampingkan Disease 2019 dalam (Maria et al. prinsip ergonomi yaitu pekerja dapat ditemukan sekitar 223,5 juta kasus nyeri terkena masalah atau gangguan kesehatan. akibat LBP dan sekitar 63,7 juta disabilitas Penyakit dan kecelakaan di lokasi hidup terkait LBP secara global. Penelitian kerja dapat menyebabkan kecacatan bahkan yang dilakukan pada mahasiswa fakultas Menurut Kemnaker RI, sebanyak 91 kasus penyakit kerja yang terlapor di responden mengalami low back pain Indonesia pada semester pertama tahun mengeluh LBP memiliki risiko disabilitas Gangguan satunya yaitu nyeri lokal ataupun menjalar Sementara itu, hasil dari penelitian tahun pada bagian pinggang bagian bawah yang 2022 di Kabupaten Gianyar oleh Putra tidak spesifik atau Non- Specific Low Back dijumpai 57,1 % responden mengalami Pain (LBP) (Harahap et al. LBP (Putra et al. Penelitian lain oleh Nuraini tahun 2023, ditemukan sebanyak 66 % responden mengalami LBP di daerah berlebih, juga dapat muncul karena postur Jakarta Timur (Nuraini and Isnaeni 2. janggal saat bekerja serta sikap statis dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Maria 61,2% penyakit kerja yang sering ditemukan, salah Penyebab LBP non spesifik adalah getaran/vibrasi (Labkesd. Kota Prabumulih | 29 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Jalan Nigata Cambai, pertama di Kota Prabumulih. Menurut hasil Prabumulih. Penelitian ini tidak melalui pemeriksaan rutin pegawai pada bulan proses ethical clearance dikarenakan tidak Desember 2024, didapatkan 20% dari 41 adanya perlakuan atau intervensi pada Peneliti punggung bawah atau low back pain. melakukan pengamatan atau observasi Penulis juga mengamati bahwa terdapat secara manual kepada subyek . elalui beberapa risiko ergonomi berupa postur media foto/vide. Prosedur penelitian ini dimulai membungkuk, serta posisi duduk statis dalam jangka waktu yang lama pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah membagikan kuesioner terkait biodata. Prabumulih. Terkait dengan permasalahan identifikasi keluhan LBP dan pengetahuan ini, tidak jarang dijumpai peningkatan tentang LBP. Prabumulih. Oleh Labkesda Kota Pengumpulan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengetahuan yang diadopsi dari penelitian faktor risiko low back pain pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota mengidentifikasi keluhan LBP dengan Prabumulih tahun 2025. menggunakan lembar Nordic Body Map Yanti (NBM), serta menggunakan lembar Rapid METODE PENELITIAN Desain Entire Body Assessment (REBA) untuk Populasi adalah seluruh seluruh pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih berjumlah 40 orang. Sampel adalah keseluruhan total populasi yaitu berjumlah 40 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan bulan April Mei Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih yang mengevaluasi postur kerja dari responden. Analisis data berupa analisis univariat dengan hasil akhir dalam bentuk distribusi frekuensi dari tiap variabel. Variabel yang dianalisis secara univariat yaitu low back pain, jenis kelamin, indeks massa tubuh, pengetahuan, masa kerja, postur janggal, dan posisi statis. Pada penelitian ini juga didapatkan persentase keluhan nyeri berdasarkan hasil kuesioner NBM serta didapatkan gambaran analisis | 30 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 postur kerja responden berdasarkan lembar low back pain, jenis kelamin, pengetahuan. Rapid Entire Body Assessment (REBA) indeks massa tubuh, masa kerja, postur janggal, dan posisi statis. Hasil analisis HASIL PENELITIAN Analisis univariat berupa distribusi frekuensi adalah sebagai berikut: mengetahui distribusi frekuensi kejadian Tabel 1. Persentase Keluhan Sakit Berdasarkan Lokasi Pada Nordic Body Map (NBM) Lokasi Keluhan Persentase (%) Sakit pada leher atas Sakit pada leher bawah Sakit pada bahu kiri Sakit pada bahu kanan Sakit pada lengan atas kanan Sakit pada siku kiri Sakit pada lengan bawah kanan Sakit pada punggung Sakit pada pinggang Sakit pada bokong Sakit pada pantat Sakit pada pergelangan tangan kiri Sakit pada pergelangan tangan kanan Sakit pada tangan kiri Sakit pada lutut kanan Sakit pada lutut kiri Sakit pada betis kiri Sakit pada betis kanan Sakit pada kaki kanan Berdasarkan tabel 1, hasil analisis sebesar 45%. Keluhan yang paling jarang dijumpai dan dengan pesentase terendah responden menunjukkan adanya keluhan yaitu nyeri di lengan bawah dan tangan kiri. sakit pada pinggang dengan persentase | 31 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 2. Hasil Analisis Rapid Entire Body Assessment (REBA) Pada Responden Paling Berisiko Responden Analis Kimia 1 Analis Kimia 2 Analis Patologi Klinik Petugas Kesling Neck Trunk Leg Score Score Score Upper Lower Total Wrist Activity Tingkat Arm Arm Score Tindakan Score Score Risiko Score Score REBA Tinggi Segera Tinggi Segera Tinggi Segera Tinggi Segera Berdasarkan tabel 2, hasil analisis responden tersebut dikategorikan risiko Menurut lembar REBA, pekerja responden paling berisiko memiliki skor dengan risiko tindakan perlu adanya REBA 8-10 yang berarti postur kerja pemeriksaan dan tindakan segera. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kejadian Low Back Pain. Jenis Kelamin. Pengetahuan. Indeks Massa Tubuh. Masa Kerja. Postur Janggal, dan Posisi Statis pada Pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Tahun 2025. Variabel Frekuensi . Persentase (%) 1 Low Back Pain LBP Tidak LBP 2 Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki 3 Indeks Massa Tubuh Tidak Normal Normal 4 Pengetahuan Kurang Baik 5 Masa Kerja Lama (Ou 5 tahu. Baru (< 5 tahu. 6 Postur Janggal Risiko Tinggi (REBA Ou. | 32 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Risiko Rendah (REBA <. Posisi Statis Berisiko Tidak Berisiko Berdasarkan . %). Berdasarkan tabel persentase tingkat menunjukkan bahwa 17 responden . ,5 %) keluhan nyeri, sebagian besar responden mengeluh LBP, sebanyak 31 responden mengeluh nyeri yang dirasakan yaitu pada adalah perempuan . ,5 %). Selain itu, tingkat sakit . ,1%). responden dengan indeks massa tubuh (IMT) Hasan menemukan hasil adanya keluhan nyeri memiliki pengetahuan yang baik tentang pinggang berdasarkan Nordic Body Map sebesar 43% pada pekerja barbershop di responden . ,0%), sebanyak 23 responden Rungkut. Surabaya. Selain itu, diperoleh . ,5 %) memiliki masa kerja lebih dari 5 persentase keluhan sakit pada pinggang tahun, responden yang bekerja dengan sebesar 40% (Hasan and MaAoRufa 2. ,5%), Hasil penelitian ini sejalan dengan (LBP) postur janggal dan berisiko tinggi gangguan Penyebab otot . kor REBA Ou. adalah sebanyak 20 pinggang adalah faktor mekanik seperti responden ( 52,5 %) dan responden yang trauma pada vertebra, diskus serta ligamen. bekerja dengan posisi statis dan berisiko Penyebab kedua tersering yaitu akibat tinggi gangguan otot adalah sebanyak 20 proses degeneratif yang terjadi pada responden . %). osteoporosis (Cahya S et al. Faktor PEMBAHASAN mekanik yang mencetuskan nyeri ini dapat Distribusi Keluhan Nyeri Bedasarkan adanya tekanan berlebihan pada otot secara Nordic Body Map. Hasil dipengaruhi oleh posisi saat bekerja dan persentase keluhan nyeri otot pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025 sesuai Nordic Body Map sebagian besar terletak pada pinggang terus menerus. Dalam keadaan kontraksi yang berlebihan, sirkulasi darah ke otot akan terganggu dan menurunkan suplai Kontraksi otot juga dapat berakibat terjadinya penumpukan asam laktat yang . %), leher atas . %) dan leher bawah | 33 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 juga dapat mencetuskan nyeri (Hasan and Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun MaAoRufa 2. 2025 berjenis kelamin perempuan . ,5%). Hasil Analisis Rapid Entire Body Assessment (REBA) Penelitian oleh Dewi . menemukan hasil serupa yaitu sebagian besar jenis Menurut hasil analisis skala postur kelamin responden perawat di RS. X adalah pegawai dengan lembar REBA, diperoleh perempuan . %) dengan keluhan nyeri hasil sebagian besar pegawai memiliki terbanyak responden adalah pada bagian postur kerja yang berisiko tinggi yaitu skor pinggang dan leher (Dewi 2. REBA 8-10. Penelitian oleh Saputra . Menurut Tarwaka . dalam juga menemukan hasil serupa bahwa 20% (Aprisandi. and Silaban 2. otot pengrajin batik yang diteliti memiliki skala perempuan kurang memiliki kekuatan dan postur kerja berisiko tinggi (REBA 8-. ketahanan dibandingkan laki-laki terutama otot di daerah lengan, punggung, dan kaki. (Saputra 2. Distribusi REBA adalah alat pemeriksaan Frekuensi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Menurut hasil analisis, responden sistematis untuk mengevaluasi gangguan dengan indeks massa tubuh (IMT) tidak otot rangka (MSD. secara postural di normal berjumlah 23 responden . ,5%). seluruh tubuh serta untuk mengevalusi Hal ini berarti sebagian besar responden risiko yang berhubungan dengan tugas memiliki berat badan yang kurang ideal. pekerjaan (Middlesworth 2. Dalam Penelitian sebelumnya oleh Sari ilmu ergonomi, postur tubuh saat bekerja . menunjukkan hasil yang serupa adalah faktor yang penting terkait kejadian dengan penelitian ini yang menemukan gangguan otot rangka (MSD. , sebagai sebagian besar mahasiswa fisioterapi di contoh yaitu postur duduk yang terlalu lama Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam posisi statis. Postur tubuh yang tidak tahun 2023 memiliki indeks massa tubuh alamiah saat bekerja akan mencetuskan yang tidak normal . ,1%) yang terdiri dari keluhan nyeri pada otot rangka (Nuraini and Isnaeni 2. kegemukan, dan 11 responden obesitas. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis (Sari et al. Kelamin Hasil Sari . menyatakan bahwa sebagian besar pegawai Laboratorium berlebihan . dan obesitas akan | 34 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu menahan beban yang lebih berat dari lebih dari 5 tahun. Penelitian oleh Harahap . menemukan hasil sejalan yaitu penekanan pada diskus intervertebralis 73,1% yang akan menghasilkan rasa nyeri pada Transmigrasi memiliki masa kerja >5 daerah punggung bawah (Sari et al. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan. Dinas Selain itu, penelitian sebelumnya oleh Ardi . menemukan hasil serupa Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa 89,7% responden memiliki masa sebagian besar responden . %) memiliki kerja yang lama. Menurut Ardi . pengetahuan yang baik tentang low back mempengaruhi kerja otot terutama jika pengetahuan yang kurang. Yanti . dilakukan dalam jangka waktu yang cukup menemukan hasil yang sejalan dengan lama (Ardi et al. penelitian ini yaitu 54,7% perawat di Rumah Sakit Karawang Aprianto . dalam (Tatik and Nurcahyo 2. mengatakan bahwa risiko pengetahuan baik tentang LBP dengan nilai mengalami keluhan fisik akibat pekerjaan (Yanti 2. meningkat seiring dengan jumlah waktu Menurut Notoatmojo . dalam yang dihabiskan untuk aktivitas berulang. (Hartati and Setiyowati 2. mengatakan Paparan terus menerus terhadap aktivitas bahwa apabila seseorang berpengetahuan fisik yang berisiko dalam rentang waktu baik, maka orang tersebut akan cenderung yang panjang, akan meningkatkan angka memiliki perilaku yang baik, ini disebabkan kejadian nyeri pada daerah pinggang. oleh seseorang tersebut akan berpikir Distribusi Frekuensi Postur Janggal. terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu Menurut hasil analisis, responden dan mencari tahu apa dampak yang dapat bekerja dengan postur janggal berjumlah 21 ditimbulkan dari suatu perilaku sehingga responden . ,5%). Hal ini berarti sebagian individu tersebut dapat mengupayakan besar responden bekerja dengan postur tindakan pencegahan. tubuh yang tidak alamiah atau tidak dalam Distribusi Frekuensi Berdasarkan Masa posisi normal. Kerja. Penelitian oleh Harahap . Berdasarkan hasil analisis diperoleh menemukan hasil serupa yaitu 57,7% sebagian besar responden . ,5%) bekerja pekerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga | 35 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Kerja Aceh Barat bekerja dengan sikap atau daerah lumbal yang banyak menahan postur yang janggal (Harahap et al. tekanan tubuh bagian atas (Chawla 2. Postur janggal adalah postur tubuh KESIMPULAN yang tidak alamiah atau postur abnormal Berdasarkan saat melakukan pekerjaan (Nuraini and dijumpai adanya keluhan low back pain Isnaeni 2. Keluhan . dalam (Tatik (LBP) and Nurcahyo 2. menyatakan bahwa Kesehatan Daerah Kota Prabumulih. Dari pekerja seringkali bekerja dalam posisi hasil analisis juga didapatkan bahwa yang tidak alamiah tanpa memikirkan efek sebagian besar responden berjenis kelamin dari keadaan postur tersebut terhadap perempuan, memiliki indeks massa tubuh tidak normal, memiliki masa kerja Postur seringkali menyebabkan nyeri. Laboratorium Ou 5 tahun dan bekerja dengan postur janggal. Distribusi Frekuensi Posisi Statis. Menurut SARAN responden yang bekerja dengan posisi statis Peneliti berharap agar penelitian ini berisiko dan tidak berisiko memiliki hasil dapat dilanjutkan dengan mengidentifikasi yang sama yaitu 20 responden . %). faktor risiko lain yang berhubungan dengan Penelitian serupa yang dilakukan kejadian LBP. Selain itu, diharapkan oleh Nuraini . menemukan hasil kepada pegawa laboratorium kesehatan bahwa ada 31 responden . %) yang daerah dapat lebih memperhatikan pola bekerja dengan posisi statis (Nuraini and hidup sehat dan meningkatkan aktivitas Isnaeni 2. fisik serta menjaga pola makan. Kepada Posisi statis dapat menyebabkan pimpinan Laboratorium Kesehatan Daerah ketegangan pada otot, kurangnya sirkulasi Kota Prabumulih darah dan nutrisi pada otot menurun (Nuraini and Isnaeni 2. Hal ini keluhan terkait low back pain pada pegawai menimbulkan kerusakan dan spasme otot serta kekurangan sarana dan prasarana yang sehingga mencetuskan nyeri terutama di berkaitan dengan postur pegawai saat | 36 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 DAFTAR PUSTAKA