Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni. Media dan Desain Volume 2 Nomor. 4 Juli 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 210-219 DOI: https://doi. org/10. 62383/abstrak. Tersedia: https://journal. id/index. php/Abstrak Representasi Bullying dalam Drama My Nerd Girl Season 1 Nabila Salsa Widya Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Bina Sarana Informatika. Jl Raya Kaliabang No. Perwira. Kec. Bekasi Utara. Kota Bekasi. Jawa Barat. Indonesia 17122 Penulis korespondensi: nabilasalsawidya@gmail. Abstract. The phenomenon of bullying among teenagers is an increasing and complex social problem, not only occurring in everyday life but also widely represented through mass media, one of which is teen drama. One popular media that highlights this issue is My Nerd Girl Season 1, which shows the reality of bullying in its various The main character. Rea, is depicted as a victim of bullying who experiences verbal, emotional, and social pressure from her environment. This representation illustrates that bullying is not just an individual act, but part of a social construction that is full of meaning. This study aims to explore how bullying is presented in the drama My Nerd Girl Season 1 using Roland Barthes's semiotic approach. The analysis focuses on the denotative, connotative, and mythical meanings contained in the visual and narrative symbols in the bullying scenes. The research data in the form of scene clips showing forms of bullying, are then analyzed to reveal the underlying social ideology. The results show that this drama represents bullying in various forms, ranging from verbal, cyber, physical, to social. These bullying acts are presented as a form of power, domination, and group control over The emerging connotative meanings indicate that bullying is legitimized by adolescent ideologies regarding popularity, physical appearance standards, and social acceptance in the school environment. The myth constructed through the drama's narrative is that symbolic and social violence is often considered normal or even necessary to maintain a certain social status. Thus. My Nerd Girl Season 1 serves not only as entertainment but also as a medium for social reflection that reveals the reality of bullying among adolescents. Keywords: Bullying. Drama. My Nerd Girl Season 1. Representation. Teenagers. Abstrak. Fenomena bullying di kalangan remaja merupakan masalah sosial yang semakin meningkat dan kompleks, tidak hanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga banyak terepresentasi melalui media massa, salah satunya drama remaja. Salah satu media populer yang menyoroti isu ini adalah My Nerd Girl Season 1, yang menampilkan realitas bullying dengan berbagai bentuknya. Tokoh utama. Rea, digambarkan sebagai korban perundungan yang mengalami tekanan verbal, emosional, hingga sosial dari lingkungannya. Representasi ini memberikan gambaran bahwa bullying bukan sekadar tindakan individu, melainkan bagian dari konstruksi sosial yang sarat makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana bullying dipresentasikan dalam drama My Nerd Girl Season 1 dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Analisis difokuskan pada makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam simbol visual maupun naratif pada adeganadegan bullying. Data penelitian berupa cuplikan adegan yang memperlihatkan bentuk-bentuk perundungan, kemudian dianalisis untuk mengungkap ideologi sosial yang mendasarinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama ini merepresentasikan bullying dalam berbagai bentuk, mulai dari verbal, cyber, fisik, hingga sosial. Tindakan perundungan tersebut ditampilkan sebagai bentuk kekuasaan, dominasi, dan kontrol kelompok terhadap Makna konotatif yang muncul mengindikasikan bahwa bullying dilegitimasi oleh ideologi remaja mengenai popularitas, standar penampilan fisik, serta penerimaan sosial di lingkungan sekolah. Mitos yang dibangun melalui narasi drama adalah bahwa kekerasan simbolik dan sosial seringkali dianggap wajar atau bahkan diperlukan untuk mempertahankan status sosial tertentu. Dengan demikian. My Nerd Girl Season 1 tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi sosial yang menyingkap realitas perundungan di kalangan remaja. Kata kunci: Bullying. Drama. Kalangan Remaja. My Nerd Girl Season 1. Representasi. Naskah Masuk: Juni 11, 2025. Revisi: Juni 28, 2025. Diterima: Juli 13, 2025. Terbit: Juli 30, 2025 Representasi Bullying dalam Drama My Nerd Girl Season 1 LATAR BELAKANG Komunikasi massa dapat diartikan sebagai penyampaian pesan atau informasi yang disampaikan lewat sarana media, baik berupa media elektronik ataupun media cetak. asas-asas komunikasi massa adalah asas-asas komunikasi itu sendiri, dan perkembangan dari komunikasi itu sendiri. media massa ini adalah surat kabar, film, radio, dan televisi (Mustofa et al. , 2. Dalam sebuah film juga memiliki sistem semiotika, seperti tanda-tanda yang ikonis yang mana tanda-tanda tersebut dapat berupa isyarat yang memiliki sebuah makna (Rahman & Sjafrizal, 2. Salah satu contohnya adalah masalah bullying yang menjadi inspirasi bagi pembuat drama dan film. Menurut Abdul dkk. Bullying berasal dari kata bully, yang merupakan suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya ancaman yang dilakukan seseorang kepada orang lain yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya, berupa stress yang muncul dalam bentuk gangguan fisik atau psikis, atau bahkan keduanya (Miran Eri & Rizal Ardiansah Putra, 2. Fenomena bullying yang terjadi di masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi pembuat film maupun drama untuk merepresentasikan bullying ke dalam sebuah drama. Scene Ae scene dalam adegan bullying drama My Nerd Girl Season 1 merepresentasikan adegan yang menampilkan adanya tindakan bullying dan mempengaruhi perspektif tentang Faktor luar yang dapat memicu terjadinya kasus bullying mencakup faktor keluarga yang tidak harmonis, keluarga yang tidak lengkap . eperti orang tua yang meninggal atau bercera. , proses sosialisasi yang kurang efektif dalam keluarga, komunikasi yang tidak baik antara orang tua dan anak, kurangnya kasih sayang serta perhatian dari orang tua, dan pola asuh yang tidak adil. Selain itu, faktor teman sebaya juga dapat menjadi penyebab terjadinya bullying, seperti kecenderungan untuk memilih teman berdasarkan kriteria tertentu, misalnya penampilan, kekayaan, kecerdasan, dan lain-lain. Faktor lainnya adalah media massa, di mana penyalahgunaan media sosial digunakan sebagai sarana untuk melakukan perilaku bullying dalam bentuk teks, video, dan gambar (Anggraini et al. , 2. KAJIAN TEORITIS Representasi dapat dipahami sebagai sebuah tindakan yang mencerminkan sesuatu, atau representatif disebut representasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). StuartHall . berpendapat, representasi merupakan proses bagaimana sebuah arti dapat digambarkan menggunakan bahasa dan dikomunikasikan antara anggota kelompok dalam budaya (Ade Leasfita & Laurencia Goliesman, 2. Representasi tidak sekadar ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 210-219 mengkomunikasikan makna yang sudah ada, tetapi merupakan upaya untuk memberikan arti tertentu pada sesuatu, dan dianggap sebagai sebuah hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat (Imanuel & Winduwati, 2. Tujuan dari proses representasi adalah untuk memberikan penjelasan mengenai makna dari suatu entitas yang representasikan. Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara terus menerus dan berulangulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap korban yang lebih lemah (Aida Yasmin & Zulherawan, 2. Termasuk di dalamnya adalah tindakan yang direncanakan maupun yang dilakukan secara tiba-tiba, yang dapat bersifat nyata atau hampir tidak nyata di hadapan orang lain atau di belakang mereka. Seseorang yang melakukan tindakan bullying atau yang sering disebut pelaku bullying, adalah individu yang secara sengaja melakukan agresi baik secara fisik, melalui perkataan, ataupun secara mental, terhadap orang lain. Tujuan dari tindakan ini biasanya adalah untuk memamerkan kekuatan di depan orang lain. Menurut McCulloch dan Barbara bullying terbagi menjadi 4 yaitu, verbal bullying, sosial bullying, cyber bullying, dan sosial bullying. Film yang dibuat dengan dasar cerita fiksi yang diperankan oleh para aktor. Sebuah film tercipta ketika ada alur kisah yang mengandung pesan untuk disampaikan kepada para Film menyampaikan pesannya melalui kombinasi visual yang bergerak, warna, dan Hal ini memungkinkan penonton untuk lebih mudah menangkap inti cerita film tersebut. Profesi yang terlibat membutuhkan keahlian khusus. Oleh karena itu, para kru film idealnya adalah tenaga ahli yang profesional. Dengan menonton film, seseorang dapat merasakan berbagai emosi, seperti bahagia dan sedih, yang memberikan hiburan bagi penonton. Film seringkali mengandung makna tersembunyi. Film dan komunikasi massa itu dua entitas berbeda, walau ada kaitan erat di antara keduanya. Komunikasi massa adalah jenis komunikasiyang menjadikan media massa dalam penyebaran pesannya dan adapun media massa yang sangat efektif digunakan saat ini adalah film (Mustofa et al. , 2. Menurut Barthes, semiolog hendak mempelajari bagaiamana kemanusiaan ( humanity ) memaknai hal Ae hal ( things ). Memaknai berarti bahwa objek Ae objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek Ae objek itu hendak berkomunikasi, tetapi juga mengonstitusi sistem tersturktur dari tanda. Dalam pemikiran Barthes, denotasi adalah level pertama, sebuah tingkatan makna yang relatif terbatas. Denotasi ini dapat diartikan sebagai makna yang paling mendasar dan objektif, suatu pengertian yang disetujui oleh masyarakat seara umum, serta merujuk langsung pada kenyataan. Sementara, tanda konotatif merupakan tanda yang penandanya mempunyai keterbukaan makna artinya, terbuka kemungkinan terhadap penafsiran -penafsiran terbaru (Vera, 2. Representasi Bullying dalam Drama My Nerd Girl Season 1 Dengan kata lain, denotasi merujuk pada representasi tanda terhadap suatu objek, sementara konotasi lebih menekankan pada cara representasi tersebut dilakukan. Menurut ( Susanto, 1985:225 ) Marxisme menggunakan istilah ideologi sebagai senjata melawan middle class dengan pemikiran merek. Pemikiran middle class disebut teori saja, sementara teori Marxisme disebutnya Ausatusatunya ideologiAy. Sebaliknya jika kata ideologi dipakai oleh Marxisme terhadap idea golongan lain, maka ideologi mendapat arti khas, yakni Au teori Ae teori yang menyembunyikan maksud tertentu (Sobur, 2. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakam metode penelitian kualitatif yang bersifat deksriptif , dengan paradigma konstruktivis. Paradigma konstrutivisme dalam memberikan kebebabsan kepada siswa untuk membangun pengetahuan sebagai suatu kebutuhan (PARADIGMA KONSTRUKTIVISME DALAM BELAJAR DAN PEMBELAJARAN, 2. Tujuannya untuk menganilisis representasi bullying yang terdapat dalam drama Au My Nerd Girls Season 1 Ay. Peneliti menggunakan analisis semiotika Roland Barthes dengan makna denotasi, konotasi dan mitos tujuannya untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan tandatanda yang merepresentasikan fenomena bullying dalam drama My Nerd Girl Season 1. Oleh karena itu, dalam metode penelitian kualitatif berusaha untuk mengumpulkan data introspektif, kisah hidup, dan lain-lain. Antar variable yang ada, karena penelitian deksriptif tidak maksudkan utuk menarik generasi yang menyebabkan suatu gejala, fenomena (Efendi & Ibrahim, 2. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dalam drama tersebut, dokumentasi yang diambil dari drama tersebut juga menggunakan studi Pustaka untuk mendukung kerangka teoritis dan memperkaya analisis dan wawancara dengan informan sebagai data sekunder. Pemilihan Informan Dalam teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan terhadap adegan Ae adean dalam drama My Nerd Girl Season 1. Informasi yang diperlukan untuk penelitian diperoleh dari sumber Ae sumber yang terkait dengan film tersebut tanpa melibatkan informan sebagai data sekunder. ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 210-219 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Maka dari itu peneliti menggunakan teknik pengumpulan sebagai berikut : Observasi Nasution ( 1988 ) menyatakan bahwa, observasi adalah dasar dari semua pengetahuan. Para ilmuwan hanya bisa beroperasi berdasarkan informasi data, yaitu kenyataan yang ditemukan tentang dunia nyata melalui pengamatan, dengan pengamatan, peneliti dapat menemukan hal-hal yang sering diabaikan oleh orang lain, terutama orang-orang di sekitar yang menganggapnya AubiasaAy dan sehingga tidak akan muncul dalam wawancara. Metode observasi dapat bervariasi tergantung pada tujuan penelitian dan pendekatan yang digunakan sebagai berikut : Observasi partisipasif, dengan metode ini maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak Observasi terus Ae terang , dalam hal ini peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti. Observasi tak berstruktur, observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan di observasi. Dalam tahap observasi ini, peneliti menggunakan observasi partisipasif karena peneliti terlibat langsung dengan objek penelitian, dengan mengamati adegan Ae adegan yang merepresentasikan bullying dalam drama My Nerd Girl Season 1. Dokumentasi Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar dari seseorang. Pada penelitian ini peneliti menggunakan drama My Nerd Girl Season 1 untuk mengumpulkan data Ae data dalam melakukan penelitian. Peneliti mengambil potongan gambar yang menggambarkan representasi bullying dalam drama tersebut. Wawancara dalam melakukan wawancara selain harus membawa instrumen sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur, dan material lainn yang akan dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi Structured interview digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Representasi Bullying dalam Drama My Nerd Girl Season 1 Studi kepustakaan Studi kepustakaan merupakan metode penulisan dengan mengumpulkan pustaka Ae literatur yang digunakan biasa berupa buku, jurnal,ilmiah atau sumber lain bersifat Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunaakn jurnal dan buku yang terkait dengan representasi bullying (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Bullying Fisik. Denotasi : Rea dijebak oleh neza untuk bertemu dengan amel digedung , rea dipukuli oleh amel dan teman-temannya. Konotasi : Penjebakan yang dilakukan Neza terhadap Rea meruapakan pengkhianatan kepercayaan terhadap rea. Dengan pemukulan amel yang dilakukan kepada rea meruapakan simbol kekuasaan. Mitos : yang kuat berhak melakukan apapun yang ia inginkan. Amel merasa kuat karena orang tua amel penyumbang dana paling besar disekolah. Gambar 2. Verbal Bullying. Denotasi :Rea mendapatkan tendangan dari Amel sehingga membuat bangku menjadi goyah ketika Rea ingin duduk Konotasi : sikap amel yang mengintimidasi Rea dengan tindakan mendorong bangku. Dan rea yang memilih untuk diam dan tidak membalas adalah suatu keterbatasan ruang berekspresi dalam situasi yang penuh tekanan sosial. Mitos : penghinaan bagian dari adaptasi disekolah, hal ini sudah menjadi hal yang normal bagi siswa yang terlihat cupu untuk ditindas. Salah satunya adalah sikap Amel terhadap Rea yang selalu di ganggu setiap hari. ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 210-219 Gambar 3. Sosial Bullying. Denotasi : Rea yang gugup untuk memulainya namun, paksan dari lambe tumpah dan beberapa temanya yang melihat membuat rea merasa tidak nyaman. Rea yang tidak siap. Namun, mereka sudah merakamnya. Konotasi : Rea merasa diintimidasi oleh lambe tumpah dengan paksaan ia harus berbicara di depan kamera dan rea merasa ketakukan dan dikucilkan. Mitos : bahwa kebenaran hanya bisa ditunjukkan melalui pernyataan di depan umum. Ada anggapan bahwa berbicara di depan kamera atau di merupakan cara yang sah untuk menunjukkan siapa kita sesungguhnya. Mitos ini dapat memberikan tekanan kepada individu untuk selalu hadir dan berbicara tentang diri mereka, seolah-olah tanpa pernyataan di depan publik, identitas mereka tidak dianggap sah atau tidak dikenali. Gambar 4. Bullying Fisik. Denotasi : Geng amel menyuruh rea duduk dan memberi makan rea yang amel ambil daritempat sampah , lalu dijatuhkan dan meminta rea memungutnya lalu dimakan. Konotasi : Amel yang semakin menjadi atas kekuasaan yang ia miliki, menarik paksa rea dengan menjadikan rea sebagai korban yang dikendalikan. Makanan yang berasal dari tempat sampah adalah bentuk penghinaan paling rendah. Geng amel yang merasa puas akan perbuatan yang dilakukan pada Rea. Mitos : mitos ini mencermikan pandangan bahwa orang yang berbeda bisa menjadi target ejekan dan pembullyian. Perbuatan geng amel yang mengambil makanan dari tempat sampah bisa menciptakan stigma terhadap rea, yang menganggapnya sebagai orang yang tidak bernilai. Representasi Bullying dalam Drama My Nerd Girl Season 1 Gambar 5. Cyberbulying. Verbal bullying adalah bentuk ejekan atau mengintimidasi terhadap korban. Pelaku bullying seringkali memiliki kekuasaan dan emosional dengan melampiaskan kepada korban Bullying Fisik tindakan yang dilakukan dengan kekerasan seperti memukul dan Sosial bullying tindakan yang dilakukan dengan mempermalukan korban didepan Cyberbullying tindakan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi atau informasi untuk mendorong sikap permusuhan secara sengaja. Dampak yang terjadi pada korban bullying adalah akan merasa trauma secara psikologis dan sulit untuk memulai berinteraksi. Adapun peneliti terdahulu yang sudah membahas fenomena bullying dengan menggunakan semiotika Roland Barthes, didalam penelitiannya membahas penyebab terjadinya bullying disebabkan dari beberapa faktor, seperti keluarga, teman dekat dan lingkungan sekitar. Salah satu penelitian terdahulu yang membahas bullying adalah AuFarhah Nur Choiriyah ( 2024 )Ay di dalam penelitianya,memfokuskan pada topik mengkaji adanya dehumanisasi pada drama My Nerd Girl 2022. Dalam analisis peneliti dengan pembahasan drama My Nerd Girl fokus terhadap makna tanda yang terjadi pada adegan Ae adegan bulyying. Pada scene 1 terjadi adanya adegan bullying verbal seperti mengintimidasi atau memberikan ancaman sehingga orang lain tersakiti. Dalam cuplikan adegan yang ditunjukkan, terlihat perilaku bullying verbal, fisik, sosial, dan cyber bullying yang terjadi di KESIMPULAN DAN SARAN My Nerd Girl Season 1 merupakan drama yang menceritakan aksi pembullyian remaja dilingkungan sekolah. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, makna dari representasi bullying ini tidak hanya berhenti pada apa yang terlihat secara langsung . enotatif ), tetapi juga menggali lapisan makna yang tersembunyi ( konotatif ) yang merefleksikan struktur sosial. Secara denotatif, melihat karakter Fara dan Rea sebagai korban bullying yang mendapat tekanan dari teman Ae temannya disekolah. Peristiwa seperti pengucilan ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 210-219 dari lingkungan kelas, pelecehan verbal menggambarkan bentuk bentuk bullying yang umum Di sisi lain. Rea ( menyamar sebagai Fara ) datang untuk menyelidiki kasus kematian Fara. Berdasarkan hasil temuan yang ada, mitos tentang pembullyian dalam drama My Nerd Girl Season terkadang menghadirkan luka dalam drama tersebut. Rea yang menyamar sebagai Fara untuk mencari tau tetntang kematian adiknya ( Fara ). Walaupun tujuannya baik, tindakan menyamar ini membawa dampak yang tidak terduga, rea menjadi sasaran intimidasi. Dalam situasi ini, pelaku merasakan kepuasan yang emosional dengan merendahkan rea. Hendaknya di dalam sekolah pengawasan yang dibuat lebih ketat, sekolah juga bisa melaksanakan langkah - langkah pencegahan dalam bentuk menghindari bullying dengan mengajak siswa dan siwi untuk menonton drama atau film yang mengangkat isu bullying. Ini mengenalkan bahwa bullying adalah tindakan yang penting untuk dihindari. Dengan menonton drama atau film serta edukasi siswa dan siswi dapat mengenali adegan - adegan yang mencerminkan bullying dan tidak untuk ditiru. Untuk pembuat film kurangnya peran guru dalam kasus pembullyian disekolah, yang dimana seharusnya guru menjadi tempat pelindung korban bullying yang dapat memberi dukungan ketika pelaku sedang menyerang korban. DAFTAR REFERENSI Ade Leasfita, & Goliesman. Representasi bullying dalam film Anyone Anywhere menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4. , 1Ae10. https://doi. org/10. 54259/mukasi. Aida Yasmin. , & Zulherawan. Peranan sekolah dalam upaya penanggulangan bullying (Studi kasus pada SMPN X Indragiri Hul. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 11. , 1469Ae1479. https://doi. org/10. 31604/jips. Anggraini. Sadtyadi. Widodo. Tinggi. Buddha. , & Raden Wijaya. Deteksi dini faktor-faktor yang mempengaruhi bullying pada siswa sekolah Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, 4. , 476Ae491. https://doi. org/10. 51574/jrip. Efendi. , & Ibrahim. Metode penelitian hukum: Normatif dan empiris. Prenada Media. Hidayati. , & Nurhadi. Representasi bullying dalam film Dilan 1990. Jurnal Komunikasi dan Media, 4. , 112Ae125. https://doi. org/10. 25008/jkm. Imanuel. , & Winduwati. Representasi bullying dalam film The Emoji Movie. Kiwari, 2. https://doi. org/10. 24912/ki. Representasi Bullying dalam Drama My Nerd Girl Season 1 Miran Eri. , & Rizal Ardiansah Putra. Representasi perilaku bullying serial drama Korea True Beauty. Jurnal Professional, 10. https://doi. org/10. 37676/professional. Mustofa. Wuryan. Al-Fajar. Prihartini. Salsabila. Dini. Universitas, . Negeri. Intan. , & Bisrimustofa@radenintan. Fungsi komunikasi massa dalam film. At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam. http://jurnal. Mustofa. Wuryan. Al-Fajar. Prihartini. Salsabila. Dini. Universitas, . Negeri. Intan. , & Bisrimustofa@radenintan. Fungsi komunikasi massa dalam film. At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam. http://jurnal. Paradigma konstruktivisme dalam belajar dan pembelajaran. Pratiwi. Fenomena bullying pada remaja: Analisis semiotika Roland Barthes dalam sinetron Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11. , 45Ae58. https://doi. org/10. 31294/jik. Rahman. , & Sjafrizal. Representasi unsur bullying dalam film Please DonAot Save Me (Analisis semiotika Roland Barthe. Intelektiva. Sobur. Semiotika komunikasi. PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Vera. Semiotika dalam riset komunikasi (Y. Hayati Sri. Ed. PT RajaGrafindo Persada. Wulandari. Representasi kekerasan simbolik dalam drama remaja Korea: Studi semiotika Roland Barthes. Jurnal Kajian Media dan Budaya, 3. , 67Ae79. https://doi. org/10. 22146/jkmb. ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025