EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA SIMPANG TIGA JL. PASUNDAN Ae JL. GUNUNG MERBABU Ae JL. GUNUNG CERMAI KOTA SAMARINDA Miftakul Janah . Zony Yulfadli ST. MT. Tukimun. ST. ,MT. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda INTISARI Kota Samarinda sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu Kota besar yang memiliki permasalahan mengenai kemacetan lalulintas. Salah satu jalan yang sering terjadi kemacetan Lalu-lintas adalah simpang Tiga Jl. Pasundan - Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Gunung Cermai Kota Samarinda. Pada saat-saat tertentu jam puncak . eak Hou. terjadi kemacetan Lalulintas yang cukup parah sehingga menyebabkan permasalahan sosial yang ada didaerah tersebut. Metode yang di terapkan dalam menganalisis jalan tersebut menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan data survey lapangan pada simpang Tiga Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Pasundan Ae Jl. Cermai selama 3 hari maka diperoleh nilai-nilai Kinerja lalu-lintas Simpang Tak Bersinyal sebagai berikut : Kapasitas Simpang (C) = 1691. 56 smp/jam. Derajat Kejenuhan (DS) = 0. 99 DS. Tundaan Simpang (D) = 16. 66 D. Peluang Antrian (QP%) = 7542 Kata kunci : Simpang tak bersinyal. ABSTRACT Samarinda City as the Capital of East Kalimantan Province is one of the big cities that have problems about traffic congestion. One of the most frequent road traffic congestion is the intersection of Three Jl. Pasundan - Jl. Mount Merbabu - Jl. Gunung Cermai Samarinda city. At certain moments peak hour traffic jam occurs The traffic is severe enough to cause social problems that exist in the area. The method applied in analyzing the road using Method Manual Capacity Road Indonesia (MKJI) 1997. Based on the observation and calculation of field survey data at intersection of Three Jl. Mount Merbabu - Jl. Pasundan - Jl. mount Cermai 3 days, the values of traffic performance of the intersection Not Signal are as follows: intersection Capacity (C) = 1691. 56 smp / hour. Degree of Saturation (DS) = 99 DS, intersection Delay (D) = 16. 66 D. Queue Opportunity (QP%) = 75-42 Keywords: No signal intersection, . Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kota Samarinda sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu Kota besar yang memiliki permasalahan mengenai kemacetan lalu-lintas. Hal tersebut dikarenakan semakin meningkatnya jumlah kendaraan yang ada tidak disertai dengan peningkatan sarana dan prasarana Permasalahan yang terjadi, diperparah dengan pemanfaatan jalan sebagai area parkir . n stree. , sebagai lapak pedagang kaki lima serta kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jalan untuk mentaati peraturan yang ada. Salah satu jalan yang sering terjadi kemacetan Lalu-lintas adalah simpang Tiga Jl. Pasundan - Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Gunung Cermai Kota Samarinda. Pada Ruas Jalan Gunung Merbabu tersebut terdapat Rumah Sakit Dirgahayu. SMP Katolik, ruko-ruko jualan, serta merupakan akses ke pusat pemerintahan yakni kantor Gubernur Prov. Kalimantan Timur dan untuk Jl. Pasundan dan Jl. Gunung Cermai terdapat ruko-ruko dan bank serta Pada saat-saat tertentu jam puncak . eak Hou. terjadi kemacetan Lalu-lintas yang cukup parah sehingga menyebabkan permasalahan sosial yang ada didaerah tersebut. Untuk itu penulis, mencoba melalukan penelitian di simpang Tiga Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung merbabu Ae Jl. Gunung Cermai. untuk mengetahui kondisi existing Lalu-lintas yang ada, mengetahui kinerja Simpang Tiga Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Gunung Cermai jalan dan tingkat pelayanan jalan sehingga nantinya dapat dicarikan solusi pemecahan dari persoalan tersebut. Metode yang di terapkan dalam menganalisis jalan tersebut menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Rumusan Masalah Bagaimana kinerja lalu-lintas simpang Tiga tak bersinyal pada Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Gunung Cermai. Tujuan Penelitian Menganalisa seberapa besar Kapasitas Simpang (C). Derajat kejenuhan (DS). Tundaan Simpang (D) dan Peluang antrian (QP%) pada Simpang Tiga tak Bersinyal di Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Gunung Cermai pada waktu tertentu. Berapa Tingkat Pelayanan (LoS) simpang tak bersinyal di Jl. Pasundan Ae JL. Gunung Merbabu Ae Jl. Gunung Cermai Kota Samarinda. Manfaat Penelitian Menganalisa seberapa besar Kapasitas Simpang (C). Derajat Kejenuhan (DS). Tundaan Simpang (D) dan Peluang antrian (QP%) pada simpang Tiga Tak Bersinyal di Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Gunung Cermai pada waktu tertentu. Berapa Tingkat Pelayanan (LoS) simpang Tiga tak Bersinyal di Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Gunung Cermai. TINJAUAN PUSTAKA Simpang tak bersinyal adalah jenis simpang yang paling banyak dijumpai di daerah perkotaan. Jenis ini cocok diterapkan apabila arus lalulintas dijalan minor dan pergerakan membelok relatif kecil. Beberapa hal yang mempegaruhi simpang tak bersinyal adalah sebagai berikut : Kondisi Simpang Hitungan pada pertemuan jalan satu atau simpang tak bersinyal menggunakan MKJI 1997, yaitu melakukan analisis terhadap Kapasitas. Drajat Kejenuhan. Tundaan dan Peluang antrian. Kapasitas ( C ) Kapasitas total untuk seluruh lengan simpang adalah hasil perkalian antara kapasitas dasar ( Co ) yaitu kapasitas pada kondisi tertentu . dan faktor-faktor penyesuaian ( F ), dengan memperhitungkan pengaruh kondisi lapangan terhadap kapasitas. C = Co x Fw x FM x FCS x FRSU x FLT x FRT x FMI = Kapasitas dasar = Faktor penyesuaian lebar masuk = Faktor penyesuaian tipe median jalan utama FCS = Faktor penyesuaian ukuran kota FRSU = Faktor penyesuaian tipe lingkungan jalan, hambatan Samping dan kendaraan tak bermotor FLT = Faktor penyesuaian belok kiri FRT = Faktor penyesuaian belok kanan FMI = Faktor penyesuaian rasio arus jalan minor Derajat Kejenuhan (DS) DS = Qsmp/C Keterangan . Qsmp = arus total . mp/ja. , dihitung sebagai berikut: Qsmp = Qkend y Fsmp. Fsmp = faktor smp, dihitung sebagai berikut: C = kapasitas . mp/ ja. Tundaan (D) DG = . -DS) y (PTy6 . -PT ) y. DSy4 Untuk DS = 1,0: DG = 4 Untuk DS < 1,0 Keterangan : DS = Derajat kejenuhan. PT = Rasio arus belok terhadap arus total. 6 = Tundaan geometrik normal untuk kendaraan belok yang takterganggu . et/sm. 4 = Tundaan geometrik normal untuk kendaraan yang terganggu . et/sm. Peluang Antrian (QP%) Peluang antrian dengan batas atas dan batas bawah dapat diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut. QP% = 47,7*DS - 24,68*DS2 56,47*DS3 QP% = 9,02*DS 20,66*DS2 10,49*DS3 METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan pada Simpang 3 Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Gunung Cermai. Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan cara memperolehnya, data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Data Survei Kendaraan LHR Kendaraan yang diteliti dalam penelitian ini adalah kendaraan roda 2 . epeda moto. kendaraan roda 4 . obil, truk pengangkut barang menggunakan from survey lalu-linta. Dokumentasi Dokumentasi yang berhungan dengan situasi dilapangan. Data Pendukung Lapangan Data yang meliputi panjang, lebar dan bahu jalan simpang 3 Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Cermai pengambilan data dilakukan dengan survey langsung dilapangan dengan alat ukur. Metode Analisa Metode yang digunakan dalam analisa perhitungan adalah MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesi. Untuk jalan dua jalur dua arah, kapasitas ditentukan untuk dua arus dua arah ( kombinasi dua arah ), tetapi untuk jalan dengan banyak lajur, arus dipisahkan per arah dan kapasitas ditentukan per lajur. kapasitas juga telah diperkirakan dari analisa kondisi iringan lalu lintas, dan secara teoritis dengan mengasumsikan hubungan matematika antara kerapatan dan kecepatan. Persamaan dasar untuk menentukan kapasitas adalah sebagai berikut, = Kapasitas (Smp/ja. CO = Kapasitas Dasar FCW = Faktor penyesuaian lebar jalan FCSP = Faktor penyesuaian pemisah arah FCSF = Faktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan/kerb ANALISA DAN PEMBAHASAN Data Teknis Lapangan Data Geometrik Jalan Pasundan Lebar Jalan 5 meter Panjang Jalan 813 meter Jumlah Jalur Jumlah Lajur Maka tipe ruas Jalan Pasundan adalah 1-2 UD ( artinya jalan 1 jalur Ae 2 lajur tanpa median ) Jalan Gunung Merbabu Lebar Jalan 5 meter Panjang Jalan 370 meter Jumlah Jalur Jumlah Lajur Maka tipe ruas jalan Gunung Merbabu adalah 1-2 UD ( artinya jalan 1 jalur Ae 2 lajur tanpa media. Jalan Gunung Cermai Lebar Jalan : 6 meter Panjang Jalan : 225 meter Jumlah Jalur : Jumlah Lajur: maka tipe ruas Jalan Gunung Cermai adalah 1-2 UD ( artinya jalan 1 jalur Ae 2 lajur tanpa media. Data Survey Jalan Pasundan Tabel 1. survey hari pertama Tabel 2. Survey hari kedua Tabel 3. Survey Hari ketiga Jalan Gunung Merbabu Tabel 4. Survey hari pertama Tabel 5. Survey Hari kedua Tabel 6. Survey Hari Ketiga Jalan Gunung Cermai Tabel 7. survey hari pertama Tabel 8. Survey Hari kedua Tabel 9. Survey hari ketiga Tabel 10. Rekapitulasi Kapasitas Simpang Tiga Tak Bersinyal Tabel 11. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Simpang Tiga Selama Tiga Hari Tabel 12. Rekapitulasi Volume Simpang Tiga Tak Bersinyal Berdasarkan pada tabel diatas maka kinerja ruas ditinjau dari volume lalu lintas, derajat kejenuhan dan kecepatan serta tingkat pelayanan pada simpang tiga. Jalan Gunung Merbabu Ae Jalan Pasundan Ae Jalan Gunung Cermai adalah : Volume lalu lintas Volume lalu-lintas arah kiri Senin, 08 Mei 2017 ( Jam Puncak ) = 228. 73 km/jam Rabu, 10 Mei 2017 ( Jam Puncak ) = 223. 57 km/jam Sabtu, 13 Mei 2017 ( Jam Puncak ) = 218. 33 km/jam Volume lalu-lintas arah kanan Senin, 08 Mei 2017 ( Jam Puncak ) = 21658 km/jam Rabu, 10 Mei 2017 ( Jam Puncak ) = 21766 km/jam Sabtu, 13 Mei 2017 ( Jam Puncak ) = 22864 km/jam Derajat kejenuhan Derajat kejenuhan : Senin, 8 Mei 2017 ( jam puncak ) : 1. 01 DS Derajat kejenuhan : Rabu, 10 Mei 2017 ( jam puncak ) : 1. 00 DS Derajat kejenuhan : Sabtu, 13 Mei 2017 ( jam puncak ) : 0. 96 DS. Kecepatan Kecepatan : Senin, 8 Mei 2017 ( jam puncak ) : 26 km/jam. Kecepatan : Rabu, 10 Mei 2017 ( jam puncak ) : 26 km/jam. Kecepatan : Sabtu, 13 Mei 2017 ( jam puncak ) : 26 km/jam. Tundaan Tundaan lalu-lintas Simpang (DT. Tundaan : Senin, 8 Mei 2017 ( jam puncak ) : 18. 44 det/smp Tundaan : Rabu, 10 Mei 2017 ( jam puncak ) : 16. 11 det/smp Tundaan : Sabtu, 13 Mei 2017 ( jam puncak ) : 15. 42 det/sm b. Tundaan lalu-lintas Simpang (DTMA) Tundaan : Senin, 8 Mei 2017 ( jam puncak ) : 14. 43 det/smp Tundaan : Rabu, 10 Mei 2017 ( jam puncak ) : 12. 22 det/smp Tundaan : Sabtu, 13 Mei 2017 ( jam puncak ) : 11. 36 det/smp Peluang antrian Peluang antrian : Senin, 8 Mei 2017 ( jam puncak ) : 75 - 48 QP% Peluang antrian : Rabu, 10 Mei 2017 ( jam puncak ) : 80 - 40 QP% Peluang antrian : Sabtu, 13 Mei 2017 ( jam puncak ) : 70 - 40 QP% PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan data survey lapangan pada simpang Tiga Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Pasundan Ae Jl. Cermai selama 3 hari maka diperoleh nilai-nilai Kinerja lalu-lintas Simpang Tak Bersinyal sebagai berikut : Kapasitas Simpang (C) = 1691. 56 smp/jam Derajat Kejenuhan (DS) = 0. 99 DS Tundaan Simpang (D) = 16. Peluang Antrian (QP%) = 75-42 Saran Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pada jam jam sibuk, terutama pada saat jam antar jemput anak sekolah, jam masuk kerja dan pulang kerja diharapkan tidak ada lagi yang parkir di badan jalan, karena akan mengurangi kecepatan kendaraan dan membuat kepadatan meningkat sehingga terjadi tundaan atau kemacetan serta mengurangi kapasitas jalan dan tingkat pelayanan disekitar Ruas Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Cermai. Perlu adanya pelebaran jalan pada 3 Ruas Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Cermai dikarenakan lokasi sudah menjadi daerah pemukiman yang padat dan di batas overload. Pengaturan terhadap perkembangan kegiatan Ae kegiatan guna lahan yang berada di sepanjang Ruas Jalan agar tidak menganngu lalu lintas yang melintasi jalan tersebut sehingga fungsi dan peranan jalan dapat dipertahankan sesuai dengan fungsinya dan tidak mengurangi kapasitas ruas jalan tersebut. Sebaiknya pada simpang 3 Ruas Jl. Gunung Merbabu Ae Jl. Pasundan Ae Jl. Gunung Cermai di beri cermin tikungan untuk keselamatan para pengguna DAFTAR PUSTAKA