Volume: 23 Nomor2. September 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Motivasi Kerja Karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) (Study Kasus pada KSP Tepian Tadu. Paulus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Univesitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia, email: paulussemari@gmail. Abstract: This study employs a descriptive qualitative method with a research scope focusing on the work motivation of employees at the Koperasi Simpan Pinjam (KSP). The research aspects include compensation, organizational culture, leadership, and facilities. Data collection techniques consisted of interviews, observation, and documentation. The findings indicate that the compensation system implemented at KSP Tepian Taduh is based on the cooperativeAos regulations, which refer to the Sintang Regency Minimum Wage of IDR 3,039,805. Employee salaries are determined by considering job position, length of service, and individual competencies. In terms of salary, employees are motivated to perform their work. Furthermore, the organizational culture at KSP Tepian Taduh has been well established through the implementation of clear and firm regulations that serve as work guidelines, thereby shaping the organizationAos work culture. The organizational culture emphasizes work discipline, adherence to work rules, and the promotion of good and conducive communication and interaction. The managerAos leadership prioritizes consistent rule enforcement, effective communication and coordination, as well as harmonious working relationships between the manager and employees, and among employees themselves. With the commitment of the leadership, employees are able to maintain strong work morale. Moreover, the working conditions are supported by adequate facilities that enable employees to carry out their tasks efficiently. Keywords: Motivation. Work. Employees Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan ruang lingkup penelitian tentang motivasi kerja karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tepian Taduh Cabang Sintang. Aspek penelitian terdiri dari kompensasi. Budaya Organisasi. Kepemimpinan, dan Fasilitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa kompensasi yang diterapkan di KSP Tepian Taduh ditetapkan berdasarkan peraturan KSP Tepian Taduh yang mengacu kepada Ketetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sintang sebesar Rp. Gaji setiap karyawan ditetapkan dengan melihat jabatan, dan masa kerja, serta kompetensi yang dimiliki. Berdasarkan aspek gaji, karyawan memiliki motivasi dalam bekerja. Selanjutnya budaya organisasi telah dibangun dengan baik di KSP Tepian Taduh dengan adanya peraturan yang jelas dan tegas sebagai pedoman dalam bekerja, sehingga selanjutnya membentuk budaya kerja di organisasi. Budaya organisasi menerapkan disiplin kerja, penerapan aturan kerja, serta memperhatikan komunikasi dan interaksi yang baik dan kondusif. Kepemimpinan manager mengutamakan penerapan aturan yang konsisten, komunikasi dan koordinasi kerja, dan memperhatikan hubungan kerja yang harmonis, baik karyawan dengan manager, maupun sesama karyawan. Berdasarkan komitmen pimpinan, maka karyawan dapat memiliki semangat Kondisi kerja selanjutnya ditunjang oleh fasilitas yang memadai. Kata Kunci: Motivasi. Kerja. Karyawan FOKUS:PublikasiIlmiahuntukMahasiswa. StafPengajardan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor2. September 2025 PENDAHULUAN Organisasi bisnis ingin mencapai kesuksesan dibidang finansial yang perusahaan dan rasio-rasio keuangan dalam kondisi yang ideal. Untuk mencapai cita-cita atau tujuan dari perusahaan tentu pengorbanan sumber daya. Sumber daya yang terbatas membuat perusahaan harus mengorbankan sumber daya lain untuk Sumber daya ekonomi yang juga disebut faktor-faktor ekonomi diantaranya uang, bangunan, tanah, mesin, pasar, metode, ide, dan sumber daya Dewasa ini tingkat persaingan dalam dunia usaha atau bisnis menjadi semakin tinggi. Untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kondisi tersebut, perusahaan harus memiliki strategi dalam mengembangkan dan mengelola berbagai sumber daya yang dimiliki. Keberhasilan pengelolaan sumber daya perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang mampu membawa perusahaan mencapai visi-misi atau tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Sebagai kumpulan dari berbagai elemen di dalamnya pengelolaan organisasi tidaklah Setiap bagian terdiri dari staf atau kompetensi yang terdiri dari pengetahuan, sikap, dan tingkah laku individu. Faktor terpenting dari semua kompentensi seseorang adalah perilaku yang ditunjukkan dengan sikap positif dalam bekerja. Sikap positif tersebut dapat kepatuhan, kerajinan dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Faktor P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 merupakan hal penting kedua yang dapat membuat seseorang dapat mencapai kinerja yang dinginkan. Produktivitas dari karyawan dapat terlihat dari kinerja yang perusahaan kepada masing karyawan dalam rangka mencapai tujuan Faktor kinerja ini dapat terlihat dari kuantitas pekerjaan yang dapat dilakukan oleh seseorang dalam rentang waktu tertentu. Produktivitas kerja karyawan dapat diantaranya faktor internal dari individual dan faktor situasional. Faktor individual meliputi sikap, sifat Ae sifat kepribadian, sifat fisik, keinginan atau motivasinya, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, latar belakang budaya, dan variabel Ae variabel personal lainnya. Sedangkan faktor situasional meliputi faktor sosial dan organisasi, faktor fisik pekerjaan, budaya organisasi dan hubungan . antar individu. Faktor sosial dan organisasi meliputi kebijaksanaan organisasi, jenis latihan dan pengawasan, sistem upah dan lingkungan sosial. Faktor fisik pekerjaan meliputi metode kerja, desain dan kondisi alat-alat kerja, penentuan ruang kerja, dan lingkungan kerja. Berbagai mempengaruhi karyawan dalam bekerja, akan mempengaruhi semangat dan motivasi untuk melakukan suatu pekerjaan dengan baik dan benar. Motivasi seseorang sangat penting agar segenap kemampuan, baik keterampilan, sikap dan pengetahuan FOKUS:PublikasiIlmiahuntukMahasiswa. StafPengajardan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor2. September 2025 dapat teraktualisasi didalam pekerjaan yang diembannya. Besar kecilnya tingkat motivasi kerja karyawan dapat terlihat dari kerajinan, loyalitas dan antusiasme atau semangat dalam bekerja. Karyawan yang bekerja dengan penuh semangat dan rajin tentu merupakan sesuatu yang diinginkan oleh Namun mewujudkannya, pihak perusahaan harus dapat menganalisis dan memenuhi faktorfaktor yang mempengaruhi motivasi Motivasi Karyawan Siagian . mengemukakan bahwa motivasi berasal dari kata latin AumovereAy yang berarti AudoronganAy atau daya penggerak. Dengan demikian motivasi adalah daya pendorong yang organisasi mau dan rela untuk bentuk keahlian atau ketrampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. menurut Grifin . Motivasi dalam cara-cara tertentu. Motivasi kekuatan-kekuatan internal dan eksternal seseorang yang serangkaian tindakan tertentu. David McCleland (Siagian . mengemukakan bahwa pemahaman P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 mendalam apabila disadari bahwa setiap orang mempunyai tiga jenis kebutuhan, yaitu: Aua. Kebutuhan akan berprestasi (Need for Achievemen. , b. Kebutuhan akan kekuasaan (Need for Powe. , c. Kebutuhan (Need Affiliatio. Ay. Teori hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow menurut Sofyandi dan Garniwa . 7 : . terdiri dari: Kebutuhan fisiologis (Physiologicalnee. Kebutuhan rasa aman (Safety-nee. Kebutuhan sosial (Social-nee. Kebutuhan penghargaan (Esteem-nee. Kebutuhan aktualisasi diri (Selfactualization nee. Faktor yang berhubugan dengan motivasi pada setiap kariawan berbeda. Namun pada umumnya motivasi kerja karyawan dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan, dan fasilitas yang dipergunakan untuk proses kerja. Kompensasi Davis dan Werther (Marwansyah 2014: . mengelompokkan kompensasi ke dalam dua bentuk umum, yaitu : Kompensasi langsung. yang terdiri atas gaji dan upah pokok, dan insentif dan bagi hasil. Kompensasi tidak langsung. berbentuk program kesejahteraan dan Kompensasi langsung dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis: yang disediakan FOKUS:PublikasiIlmiahuntukMahasiswa. StafPengajardan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor2. September 2025 secara sukarela oleh pengusaha/ majikan, dan yang diwajibkan oleh hukum/ peraturan. Menurut Hasibuan . 4:121-. Autujuan pemberian kompensasi . alas jas. antara lain adalah sebagai ikatan kerja sama, kepuasan kerja, pengadaan efektif, motivasi, stabilitas karyawan, disiplin, serta pengaruh serikat buruh dan pemerintahAy. Budaya Organisasi Setiap organisasi memiliki ciri khas masing-masing yang dipengaruhi oleh budaya yang ada di internal Budaya akan mempengaruhi kebiasaan, gaya hidup, kedisplinan, yang pada akhirnya mempengruhi produktivitas organisasi. Menurut Denison (Achmad 2017: . dimensi budaya organisasi sebagai Involvement Adalah dimensi budaya organisasi yang menunjukkan tingkat partisipasi karyawan . nggota organisas. dalam proses pengambilan keputusan. Consistency Menunjukkan tingkat kesepakatan anggota organisasi terhadap asumsi dasar dan nilai-nilai organisasi. Adaptability Adalah kemampuan organisasi dalam perubahan-perubahan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Mission Adalah dimensi menunjukkan tujuan inti organisasi yang menjadikan anggota organisasi teguh dan fokus terhadap apa yang dianggap penting oleh organisasi. Produktivitas dipengaruhi oleh kondisi organisasi tempat karyawan bekerja. Perilaku seseorang di organisasi pada akhirnya Individu di dalam organisasi akan Organisasi yang telah menuntut seseorang untuk mampu berdisiplin dan menjalan tugas dan tanggung jawabnya. Kepemimpinan Motivasi karyawan berhubungan dengan kualitas kepemimpinan seorang Thoha . 0: . Aukepemimpinan adalah kegiatan untuk memengaruhi memengaruhi perilaku manusia baik kelompokAy. Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu keberhasilan dan kegagalan suatu FOKUS:PublikasiIlmiahuntukMahasiswa. StafPengajardan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor2. September 2025 Menurut Thoha . 0: . gaya Aunorma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihatAy. Macam-macam gaya kepemimpinan antara lain : Gaya Kepemimpinan Otokratik Menurut Sudarwan Danim . 4: . kata otokratik diartikan sebagai tindakan menurut kemauan sendiri, setiap produk pemikiran dipandang benar, keras kepala, atau rasa aku yang keberterimaannya pada Kepemimpinan otokratik disebut juga kepemimpinan otoriter. Gaya Kepemimpinan Demokratis Menurut Sudarwan Danim . 4: . Aukepemimpinan demokratis bertolak dari asumsi bahwa hanya dengan kekuatan kelompok, tujuantujuan yang bermutu tercapaiAy. Thoha . Augaya kepemimpinan demokratis dikaitkan keikutsertaan para pengikut dalam pengambilan keputusanAy. Gaya Kepemimpinan Permisif Menurut Sudarwan Danim . Aupemimpin merupakan pemimpin yang tidak mempunyai pendirian yang kuat. Pemimpin P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 bawahannya, sehingga bawahan tidak mempunyai pegangan yang kuat Pemimpin yang permisif cenderung tidak konsisten terhadap apa yang dilakukanAy. Fasilitas Menurut Tjiptono . 5 : . AuFasilitas merupakaan sumber daya fisik yang harus ada sebelum suatu jasa konsumenAy. Sementara menurut Nirwana . 4 :. AuFasilitas merupakan bagian dari variabel pemasaran yang memiliki peran cukup penting, karena jasa yang disampaikan kepada pelanggan tidak jarang sangat memerlukan fasilitas pendukungAy. Menurut Tjiptono . 2: . indikator Fasilitas ada 3 yaitu : Pertimbangan/Perencanaan Spasial Aspek dipertimbangkan, dikombinasikan dan respon intelektual maupun emosional dari pemakai atau orang yang Perencanaan Ruangan Unsur ini mencakup interior dan arsitektur, seperti penempatan perabot dan perlengkapan dalam ruangan , desain dan aliran sirkulasi dan lain-lain. Perlengkapan Dan Perabot FOKUS:PublikasiIlmiahuntukMahasiswa. StafPengajardan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor2. September 2025 Perlengkapan pajangan atau sebagai infrastruktur pendukung bagi pengguna jasa. Unsur Pendukung lainnya, seperti : toilet, wifi, tempat lokasi makan dan minum dan lain sebagainya. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengambil tempat di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tepian Taduh. Kabupaten Sintang. Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif informan sebagai sumber data primer. Informan ditetapkan secara purposive . engan sengaja sebelumnya memilih orang yang dianggap kompeten dapat memberikan data penelitia. Informan yang dipilih terdiri dari Pengurus. Pengawas, . Teknis pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahap reduksi, penyajian, dan verifikasi data. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kompensasi Kompensasi di dalam organisasi KSP Tepian Taduh merupakan sesuatu yang diterima oleh karyawan baik materil maupun imateril sebagai imbal P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Kompensasi bersifat materil tentu kompensasi yang berwujud fisik seperti uang, makan, barang/peralatan. Sementara merupakan kompensasi tidak berwujud yang diterima karyawan yang dapat Kegiatan-kegiatan penyegaran karyawan, seperti mengikuti kegiatan piknik, mengikuti kegiatan mengunjungi tempat-tempat wisata juga merupakan bagian dari kompensasi yang diberikan. Kompensasi karyawan ditetapkan berdasarkan jabatan, lama kerja dan juga berdasarkan kinerja atau hasil kerja masing-masing. Penilaian kinerja dapat memberikan kompensasi secara objektif dan transparan kepada kepegawaian untuk memberikan reward ataupun funnisment kepada karyawan. Kompensasi utama karyawan adalah berupa gaji yang diberikan secara . iterima Karyawan yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan lembaga maka berhak menjadi gaji penuh sesuai dengan ketetapan. Kompensasi selain gaji yang diberikan oleh KSP Tepian Taduh adalah berupa penghargaan, promosi jabatan, kesempatan pelatihanlanjutan sesuai dengan posisi jabatan. Kompensasi ini diberikan dalam rangka untuk meningkatkan motivasi dan kompetensi karyawan. Kompensasi berupa gaji menurut manager berupa gaji pokok, tunjangan kesehatan. FOKUS:PublikasiIlmiahuntukMahasiswa. StafPengajardan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor2. September 2025 tunjangan transportasi, tunjangan dana hari tua, dan tunjangan istri/suamianak. Kompensasi telah memberikan motivasi kerja kepada karyawan. Karyawan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Budaya Organisasi Karyawan menyesuaikan diri dengan budaya organisasi agar dapat menyesuaikan diri dengan rekan dan tim kerja, serta lingkungan kerja. Budaya kerja didukung dengan penerapan aturan kepada karyawan yang dilakukan Pelanggaran disiplin dan kode etik akan dikenakan sanksi, demikian pula untuk karyawan Manajemen sudah bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Indikator-indikator kinerja sudah ada, sehingga karyawan memiliki arah dan panduan yang jelas dan terukur dalam Aturan-aturan semua elemen baik pengurus, pengawas maupun karyawan. Kemajuan lembaga KSP Tepian Taduh tidak terlepas dari kekompakan dan kerja keras semua pihak dalam mengembangan dan menjaga eksistensi lembaga sebagai milik bersama. Penerapan disiplin, komunikasi yang baik, tim kerja yang solid, dan pelayannan kepada anggota yang profesional berdasarkan tata kelola yang Budaya pengurus dan pengawas, serta anggota. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Budaya organisasi KSP Tepian Taduh Pengurus implementasikan oleh semua unsur seperti pengurus, pengawas, karyawan, dan anggotanya. Kempemimpinan Kepemimpinan kontribusi besar dalam kaitannya dengan motivasi karyawan. Dengan berkomitmen, dan berkompeten akan semangat kerja bagi para bawahannya. Kepemimpinan Koperasi dimulai dari Jajaran pengurus. Ketua pengurus memegang peran sangat strategis dalam membawa organisasi menuju ke arah yang semakin berkembang atau sebaliknya. Gaya diterapkan di KSP Tepian Taduh otoriter dan demokratis. Implikasi dari gaya kepemimpinan ini adalah dapat menerima saran dan masukan dari bawahan serta memberikan arahan yang diikuti dengan ketetapan/aturan yang Semua dijalankan merupakan program yang Semua karyawan harus menjalankan peraturan yang ada serta menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dengan baik. Pengurus Pengawas. Manager memberikan kemajuan yang signifikan terhadap pertumbuhan aset dan anggota Perkembangan FOKUS:PublikasiIlmiahuntukMahasiswa. StafPengajardan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor2. September 2025 merupakan representasi dari kinerja Pengurus. Pengawas, dan Manajemen. Aset dan anggota merupakan output dari hasil kerja semua stakeholder di Koperasi. Kepemimpinan yang tegas, jujur, adil dan konsisten dalam merupakan landasan dalam mengelola lembaga sehingga akan memberikan kinerja yang baik dan selanjutnya berdampak kepada kepercayaan anggota dan karyawan yang bekerja. Fasilitas Fasilitas yang diperlukan untuk menunjang pekerjaan karyawan meliputi fasilitas kerja. Fasilitas ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan mendukung produktivitas. Fasilitas kesehatan misalnya disediakan alat-alat Petolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), ruang istirahat, dan obat-obatan. Selain itu untuk menunjung kesehatan karyawan, karyawan diberikan makan siang gratis di kantor. Fasilitas untuk kesejahteraan tentu sudah diakomodir dengan kebijakan lembaga tentang tabungan dan pinjaman yang produktif. Fasilitas kerja disedia komputer dikantor untuk setiap bagian sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lancar. Fasilitas yang dimiliki oleh KSP Tepian Taduh telah memakai, baik fasilitas yang berhubungan dengan pekerjaan secara langsung seperti alat tulis kantor . omputer, printer, kertas, dan lain-lai. Fasilitas penunjang antara lain ruang kerja yang ber AC, kipas angin, televisi, ruang pelayanan yang nyaman, tempat parkir, dan toilet, serta P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 ruang tunggu untuk anggota yang KESIMPULAN DAN SARAN Kompensasi karyawan berupa kompensasi langsung dan tidak Kompensasi langusng berupa gaji pokok. Tunjangan Hari Raya (THR), insentif lembur, dan Sedangkan kompensasi tidak langsung berupa jaminan sosial, asuransi kesehatan. Dana Hari Tua (DHT), pesangon, pelatihan dan pengembangan. Kompensasi-kompensasi tersebut telah dapat memberikan motivasi kerja. Budaya organisasi KSP Tapian Taduh berupa penerapan aturan dan disiplin kerja, dengan memberikan reward . dan punishment . anksi/hukuma. kepada karyawan. Koordinasi dan komunikasi telah berjalan dengan baik, hal ini karena dilakukan evaluasi terhadap koordinasi dan komunikasi antara karyawan dan Kepemimpinan KSP Tapian Taduh sudah berjalan dengan baik, yang dibuktikan berjalannya fungsi-fungsi manajemen di KSP Tapian Taduh Cabang Sintang. Karyawan telah mengikuti arahan dari manager dengan melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bagiannya masingmasing. Fasilitas kerja KSP Tepian Taduh telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kerja sehingga tidak ada kendala dalam pelaksanaan pekerjaan Masih perlu ditingkatkan kualitas kepemimpinan serta dukungan organisasi dalam bentu kompensasi. FOKUS:PublikasiIlmiahuntukMahasiswa. StafPengajardan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor2. September 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 budaya organsasi dan fasilitas kerja yang terus ditingkatkan sesuai kebutuhan. DAFTAR PUSTAKA