KALATANDA: Jurnal Desain Grafis dan Media Kreatif Vol. Issue 1, pp. 36Ae40 . doi: http://doi. org/10. 25124/kalatanda. RESEARCH ARTICLE Redesain Interior Bandara International Lombok Dengan Pendekatan Budaya Lombok Dara Surya Sabila. Vika HaristiantiO and Aida Andrianawati Fakultas Industri Kreatif. Universitas Telkom. Bandung, 40257. Jawa Barat. Indonesia Corresponding author: haristiantivika@telkomuniversity. Abstrak Lombok merupakan satu dari beberapa pulau indah yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan merupakan salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Bandara International Lombok (BIL) merupakan sarana pendukung aksesbilitas transportasi udara yang memiliki peran sebagai pintu gerbang pariwisata dan kebudayaan Lombok. Dalam mewujudkan fungsi dan standar bandara sebagai peran pintu gerbang tersebut. BIL memiliki peran dalam memperkenalkan, merepresentasikan, serta mampu menjadi ikon untuk pulau Lombok. Interior terminal bandara yang berpotensi untuk memperkenalkan budaya Lombok masih minim dan belum memiliki ciri khas yang kuat untuk mempresentasikan budaya Lombok. Dalam menjawab permasalahan serta fenomena yang ada, terdapat beberapa tahapan yang dilakukan sebagai proses mendesain ulang Bandara Internasional Lombok. Dimulai dari survey lapangan, penetapan objek perancangan, studi Pustaka dan literatur, wawancara, serta melakukan diskusi terkait perancangan hingga menghasilkan desain akhir untuk interior Bandara Internasional Lombok. Berdasarkan hasil dari tahapan-tahapan tersebut, konsep yang dianggap dapat memecahkan permasalahan interior adalah Sense of Lombok Culture. Penerapan konsep ini diharapkan dapat mencapai hasil akhir desain interior yang mampu mewujudkan peran pintu gerbang pariwisata dan kebudayaan Lombok. Key words: redesain, bandara, interior. Budaya Lombok. Pendahuluan Lombok merupakan salah satu pulau besar yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok memiliki potensi yang sangat besar dibidang pariwisata, dimana Pulau Lombok telah ditetapkan sebagai pintu gerbang pariwisata nasional bersamaan dengan Bali dalam MP3EI Koridor V. Ini membuat Pulau Lombok menjadi bagian dari destinasi wisata yang unggul serta memiliki daya Tarik yang dapat diperhitungkan. Dalam memberikan kenyamanan dan kemudahan berwisata bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara, pariwisata di pulau Lombok sudah memenuhi aspek 5A (Atraksi. Aktivitas. Amenitas. Akomodasi. Aksesbilita. Aksesbilitas merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan pariwisata di pulau Lombok, seperti adanya Bandara International Lombok yang memiliki peran pintu gerbang pariwisata daerah, menjadi aksesbilitas utama untuk wisatawan yang akan mengunjungi pulau Lombok. Bandara international Lombok bergerak dibidang jasa transportasi udara, dibawah pengawasan PT. Angkasa Pura I (Perser. Bandar Udara ini memiliki terminal penumpang yang terletak di Jalan Raya Tanak Awu. Praya Lombok Tengah. Nusa Tenggara Barat (NTB). Bangunan terminal penumpang Bandara International Lombok memiliki berbagai fasilitas seperti Public Hall. Check-in area. Boarding area, baggage claim, koridor, area konsesi, serta fasilitas lainnya. Fungsi utama Bandar Udara sebagai pintu gerbang pariwisata adalah salah satu cara untuk pameran budaya yang nantinya diharapkan akan memberikan dampak pada daya tarik pengunjung, juga sebagai cara mempertahankan kebudayaan setempat. Kebudayaan yang dimiliki sebuah kelompok masyarakat merupakan sebuah sistem komunikasi simbolik dimana arsitektur merupakan cerminan atau tanda dari sebuah kebudayaan. Melalui Undang-Undang Penerbangan Tahun 2009 yang menyatakan mengenai fungsi bandara sebagai pintu gerbang pariwisata dan sebagai prasarana memperkukuh wawasan nusantara, serta standar perancangan yang ditetapkan (Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara SKEP 347 THN 1. , yang menyatakan bahwa sebagai pendukung fasilitas transportasi udara, terminal bandara memiliki fungsi sebagai pintu masuk wisata untuk wilayah tersebut. Hal ini sebagai bagian dari Tindakan untuk memperkuat serta mempromosikan industri pariwisata Lombok dengan cara memperkenalkan kebudayaan serta pariwisata Lombok kepada para wisatawan melalui elemen interior serta arsitektur bandara. Kondisi Bandara Internasional Lombok (BIL) Saat ini masih ada banyak kekurangan dalam pengelolaan interior. Interior terminal bandara yng berpotensi untuk memperkenalkan budaya Lombok masih minim dan A The Author 2025. Published by Telkom University. Redesain Interior Bandara. belum memiliki ciri khas yang kuat untuk merepresentasikan serta memperkenalkan budaya Lombok kepada wisatawan. Metodologi Penelitian Table 1. Penerapan Metode ATUMICS pada Perancangan Variabel Menggunakan tematik hirarki social. Material Menggunakan aterial local yangbiasa ditemukan di daerah Lombok,seperti kayu, bambu, rotan, danalang-alang atau Jerami kering. Icon Concept Pada area steril segalaunsur dari songket subhanale danlondong abang. Sedangkan pada areasemi steril menggunakan segala unsurdari songket nanas dan kereng Shape pada setiap songket sasak yaitutrapesium dan segi enam. Sedangkanbentuk utama pada setiap songketbayan yaitu bentuk kotak. Lalu bentukdari lumbung tradisional, khas denganbentuk perisai Metode wawancara dilakukan secara langsung bertempatkan di Kantor Angkasa Pura I. Praya. Lombok Tengah, pada tanggal 22 April 2024. Penulis melakukan wawancara dengan salah satu staff PT. Angkasa Pura I. Lombok Internasional Airport. Studi Literatur didapatkan melalui berbagai sumber yang berkaitan dengan projek perancangan terminal bandara seperti web resmi PT. Angkasa Pura I, buku yang membahas standarisasi perancangan desain terminal bandara, jurnal, website, dan lainnya. Analisa Data Programming Merupakan acuan untuk perancangan serta lanjutan dari data analisa yang meliputi pola aktivitas, kebuthan ruang, besaran ruang, matrix ruang, zoning ruang, blocking, dan sebagainya. Tema dan Konsep Penentuan tema serta konsep pada suatu perancangan diharapkan dapat mencapai suatu suasana yang diinginkan serta memecahkan permasalahan yang ada pada eksisting. Output Akhir Merupakan hasil akhir dari proses perancangan yang menghasilkan output berupa gambar kerja, perspektif ruang, skema material, dan Hasil dan Pembahasan Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organizatio. , bandar udara adalah area tertentu di daratan atau perairan . ermasuk bangunan, instalasi, dan peralata. yang diperuntukkan secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan, dan pergerakan pesawat. PT (Perser. Angkasa Pura I mengartikan bandar udara sebagai lapangan udara, termasuk segala bangunan dan Keterangan Utility Wawancara Berbagai data yang telah didapatkan dari berbagai metode diatas selanjutnya dianalisis untuk menghubungkan keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Selanjutnya, ditemukanlah potensi permasalahan pada perancangan yang digunakan sebagai bahan masukan serta pemecahan masalah pada desain. Penerapan Interior Lumbung tradisional dan songket. Adapun lumbung dingkat merupakan bentuk Metode Observasi dan Dokumentasi Studi Literatur Songket & Arsitektur Artefak Tahap pengumpulan data pada perancangan ulang ini dilakukan dengan beberapa tahapan, seperti penggunaan data primer yang merupakan hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara pada pihak Bandara International Lombok, serta menggunakan data sekunder yang berasal dari literatur yang memiliki kaitan dengan judul perancangan. Berikut tahap pengumpulan data yang digunakan pada perancangan ini: Metode observasi yang dilakukan berupa pengamatan secara langsung pada obyek perancangan, serta melakukan proses dokumentasi eksisting tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah pokok pada tiap area Bandara International Lombok. peralatan yang diperlukan minimal untuk menjamin kedatangan, keberangkatan, dan pergerakan pesawat. Terdapat beberapa peran utama serta fungsi dari bandar udara yang tercantum dalam UU Penerbangan Tahun 2009, dimana salah satu fungsi dari bandar udara yakni sebagai pintu gerbang pergerakan ekonomi dan pariwisata serta sebaga prasaran memperkukuh wawasan nusantara. Untuk merespon dan memenuhi salah satu fungsi dari bandar udara, digunakanlah pendekatan budaya dengan spesifik budaya Lombok untuk diterapkan pada perancangan. Namun unsur kebudayaan Lombok ini tidak serta merta dapat diaplikasikan pada elemen interior bandara, karena mengingat bandara merupakan suatu area dimana didalamnya terdapat unsur modernisasi serta memiliki sifat yang practical. Sehingga diperlukannya sebuah metode yang dapat menggabungkan unsur kebudayaan dengan kondisi zaman sekarang. Adapun Sabila et al. Gambar 3. Penerapan konsep bentuk Gambar 1. Konsep organisasi ruang Lt. Gambar 4. Mindmap konsep warna Gambar 2. Mindmap konsp bentuk Konsep Aplikasi Metode A. metode yang dibutuhkan pada perancangan ini yaitu metode Transforming Tradition, dimana metode ini diciptakan Berangkat dari filosofi, melestarikan suatu tradisi berarti mengembangkan tradisi tersebut secara bertahap agar sesuai dengan zaman sekarang . Proses mentransformasi bentuk dari ornamen songket dan arsitektur tradisional kedalam ruang modern harus tetap berpegang pada prinsip awal dari hasil proses berfikir terdahulunya. supaya hasil akhir transformasi tetap dapat diidentifikasi dengan sumber nilai olah bentuknya . Adapun metode yang digunakan sebagai parameter dalam penggunaan teori tranforming tradition ini sebagai metode untuk mengamati proses transformasi bentuk yaitu dengan metode ATUMICS, dimana metode ATUMICS ini adalah singkatan dari Artefact Technique - Utility - Material - Icon - Concept - Shape. Tema dan Konsep Dalam perancangan ulang interior Bandara International Lombok, tema yang diangkat yaitu AyBumi LombokAy dengan konsep AySense of Lombok CultureAy. Pengangkatan tema konsep ini untuk diterapkan pada seluruh area Bandara International Lombok yang diambil berdasarkan fungsi serta standarisasi bandara dimana dinyatakan bahwa terminal Bandara berfungsi sebagai pusat wisata lokal dengan menyediakan layanan transportasi udara. Hal ini berpotensi untuk memperkenalkan kebudayaan Lombok kepada para wisatawan domestic maupun international melalui desain interior serta arsitektural bandara, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan sektor pariwisata Pulau Lombok. Sehingga capaian yang diharapkan yaitu penumpang keberangkatan maupun penumpang kedatangan dapat menikmati waktu tunggu dengan merasakan suasana seni dan budaya lombok melalui berbagai fasilitas dan elemen interior, serta diharapkan penumpang yang datang maupun yang akan meninggalkan Lombok memiliki perasaan ingin kembali lagi ke pulau Lombok. Salah satu focus utama pada perancangan interior bandara ini memperkuat ciri khas budaya pulau Lombok kedalam interior bandara. Adapun unsur kesenian dan budaya yang akan diangkap yaitu berupa ornament kain songket serta arsitektur tradisional Lombok. Dapat disimpulkan ciri khas dari ornament songket serta arsitektur traditional malalui variable ATUMICS yang berasal dari teori Transforming Tradition pada table 1 berikut: Konsep Organisasi Ruang Jika meilihat tujuan utama perancangan yaitu untuk memenuhi standarisari serta fungsi bandara sebagai peran pintu gerbang dan promosi pariwisata, pembagian organisasi ruang ini juga akan didasari oleh konsep perancangan yang akan digunakan pada bandara. Dimana setiap area perancangan akan menunjukkan karakteristik dari setiap suku yang menduduki pulau Lombok, pembagian tematik ruangan ini juga didasari oleh hirarki sosial pada setiap suku di Lombok. Sistem hirarki ini, jika diterapkan pada organisasi ruang perancangan BIL, area steril dapat dianalogikan sebagai kalangan bangsawan karena memiliki hirarki yang lebih tinggi, sedangkan area semi steril dapat dianalogikan sebagai kalangan rakyat biasa. Sehingga untuk pengimplementasiannya pada interior BIL konsep organisasi ruang pada lantai 1 dan 2 dapat dilihat pada gambar 1 berikut. Konsep Bentuk Gambar 2 menunjukan mindmap konsep bentuk. Bentuk-bentuk yang digunakan pada perancangan ini yaitu menggunakan bentuk-bentuk yang berasal dari suku sasak dan suku bayan, berupa hasil trasnformasi dari ornament atau bentuk songket. Ornament songket yang diangkat yaitu ornament songket yang biasa digunakan oleh para bangsawan dan rakyat biasa di suku sasak dan suku bayan. Pada area steril menerapkan konsep bentuk dari ornament songket subhanale, sedangkan bentuk-bentuk yang digunakan pada area check-in dan baggage claim yaitu merupakan hasil tranformasi bentuk dari ornament songket Redesain Interior Bandara. Gambar 5. Penerapan konsep warna Gambar 7. Penerapan konsep material Gambar 6. Mindmaap konsp material Gambar 8. Mindmap konsep furniture nanas. Dimana masyarakat suku sasak sering menggunakan songket seperti terlihat pada gambar 3 ini. Konsep Warna Pemilihan konsep warna menggunakan perpaduan warna alam yang berasal dari alam sekitar Lombok, warna alami dari arsitektur tradisional serta dengan warna yang diadaptasi dari warna-warna songket dari suku sasak dan suku bayan, dapat dilihat pada gambar 4. Penggunaan warna-warna coklat dan beige berasal dari alam Lombok yang tidak begitu subur serta diataptasi dari warna-warna material alami Lombok seperti tanah liat, kayu, serta bambu yang merupakan material dari arsitektur tradisional lombok. Sedangkan penggunaan warna maroon, abu-abu, dan mustard diadaptasi dari warna utama pada songket subhanale, songket londong abang, songket nanas, serta songket kereng Penerapan konsep warna berdasarkan rincian tersebut dapat diamati pada gambar 5. Konsep Material Perancangan ini menggunakan material yang dapat merepresentasikan terkait kebudayaan Lombok dilihat pada gambar 6 serta dipadukan dengan material-material alam di Lombok dengan tujuan memberikan nuansa yang hangat serta nyaman namun tetap memberikan kesan yang elegan sesuai dengan kelas dari bandara ini yaitu merupakan bandara internasional. penerapan konsep tersebut ditampilkan pada gambar 7 di bawah ini. Konsep Furniture Furniture yang digunakan pada perancangan ini memiliki bentuk dasar geometris dan merupakan hasil transformasi dari bentuk ornament Warna yang digunakan pada tiap furniture dibuat selaras. Dimana menggunakan warna alam yaitu coklat, warna putih, serta warna maroon dan mustard yang berasal dari warna songket tradisional . Kesimpulan Redesain Bandara Internasional Lombok memiliki tujuan perancangan untuk memenuhi standarisasi bandara sebagai bandar udara kelas internasional, dengan upaya meningkatkan kenyamanan serta efektivitas penumpang. Selain itu, tujuan lain dari redesain bandara internasional lombok ini juga memiliki tujuan untuk memenuhi fungsi bandara sebagai peran pintu gerbang pariwisata daerah dengan menciptakan desain bandara yang dapat memperknalkan pariwisata serta kebudayaan Lombok. Melalui proses observasi, analisis, hingga mencari solusi melalui pendekatan Budaya Lombok, ditentukanlah hasil akhir dari perancangan ini. Bahwa dalam menyelesaikan permasalahan pada eksisting terkait kurangnya penerapan unsur kebudayaan sehingga belum memenuhi fungsi bandara sebagai peran pintu gerbang pariwisata pulau Lombok, belum terpenuhinya standar bandara dengan kelas internasional yang dapat meningkatkan efektivitas penumpang, serta belum maksimalnya alur sirkulasi pada eksisting. Pengaplikasian pendekatan budaya lombok ini memfokuskan pada penerapan kesenian lombok seperti ornamen songket dan arsitektur adat lombok. Hal ini bertujuan untuk memenuhi fungsi bandara sebagai peran pintu gerbang daerah, sehingga dapat mempromosikan pariwisata dan kebudayaan lombok melalui elemen interior bandara. Sabila et al. Daftar Pustaka