JurnalPendidikan Ekonomi NERACA JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI UMP http://journal. id/index. php/neraca Volume 7 Nomor 2. Mei 2022 . MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE JELAJAH ALAM SEKITAR Improve Students' Learning Achievement Through Environmental Cruising Methods Dormasi Sinaga SMPN 2 Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Indonesia. ARTIKEL INFO Diterima Maret 2022 Dipublikasi Mei 2022 ABSTRAK PTK ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Perkembangbiakan Tumbuhan melalui Metode Jelajah Alam Sekitar di Kelas IX SMP Negeri 2 Palangka Raya Kurangnya minat siswa untuk belajar materi perkembangbiakan tumbuhannampak, bila pembelajaran dilakukan di dalam kelas. Selain juga karena keterbatasan dalam penyajian contoh, siswa juga merasa kurang memahami karena tidak melihat langsung contoh tanaman yang dimaksudkan. Saat perbaikan pembelajaran siklus I,. Hasil tes formatif dengan rata-rata 70,44 dari 34 siswa 24 siswa dinyatakan tuntas atau ketuntasan mencapai 70,58%. Pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 89,41 dan seluruh siswa dinyatakan tuntas. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka disarankan untuk . Hendaknya guru SMPN 2 Palangka Raya menggunakan metode belajar Jelajah Alam Sekitar untuk mata pelajaran IPA ataupun dimungkinkan untuk mata pelajaran lainnya, karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa, . Pembelajaran di luar kelas membuat siswa tidak jenuh dan lebih memahami materi pelajaran. Kata Kunci : Pengendalian diri. Literasi Ekonomi. Perilaku Konsumtif. ABSTRACT *e-mail : dormasimamaadriel@gm PTK was carried out with the aim of improving student achievement on the subject of Plant Reproduction through the Natural Exploration Method in Class IX of SMP Negeri 2 Palangka Raya. The lack of student interest in learning plant reproduction material is apparent when learning is carried out in the classroom. Apart from the limitations in presenting examples, students also felt that they did not understand because they did not see the intended plant examples directly. During the improvement of learning cycle I,. Formative test results with an average 44 of 34 students 24 students were declared complete or completeness reached In the second cycle the average score increased to 89. 41 and all students were declared complete. Based on the results of the research obtained, it is recommended that . teachers of SMPN 2 Palangka Raya use the Natural Surrounding learning method for science subjects or it is possible for other subjects, because it can improve student learning outcomes, . learning outside the classroom makes students are not bored and better understand the subject matter. Keywords: Self control. Economic Literacy. Consumptive Behaviour. A Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Dormasi Sinaga ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 JurnalPendidikan Ekonomi PENDAHULUAN Salah satu Standar Kompetensi pada mata pelajaran IPA SMP kelas IX semester ganjil adalah mengidentifikasi kelangsungan hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan Kompetensi Dasar yang dipelajari adalah menyebutkan macam-macam cara perkembangbiakan tumbuhan baik secara vegetatif maupun generatif. Penyajian materi perkembangbiakan tumbuhan tidak akan lepas dari penyebutan contoh nama-nama tumbuhan beserta cara perkembangbiakannya. Selama ini hal tersebut penulis sajikan dengan semaksimal mungkin untuk menampilkan contoh asli, foto maupun gambarnya dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Keterbatasan ketersediaan contoh dan kemampuan guru menjadi faktor pembatas, diantaranya karena contoh tanaman langka, ukuran terlalu besar, tidak dapat dijumpai dalam bentuk asli maupun foto atau gambarnya, ciri-ciri tidak mudah untuk dideskripsikan dengan kata-kata yang mudah dipahami siswa. Kendala juga muncul dari pihak siswa yakni rendahnya kemampuan pengenalan nama dan ciri-ciri tumbuhan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pra penelitian yang menanyakan pengenalan siswa pada 20 nama tanaman yang terdapat di lingkungan sekolah. Tabel 1. Hasil pra penelitian Jumlah tanaman yang Jumlah Siswa Putra Siswa Putri Jumlah Berdasarkan observasi terdapat 79 % dari 100 siswa yang diteliti yang hanya mengenal 1-10 atau 50 % nama tanaman yang terdapat di lingkungan sekolah. Terdapat hanya 1 % siswa yang mengenal 16-20 nama tanaman yang ditanyakan. Jika nama tanamannya saja tidak tahu apalagi dengan Dormasi Sinaga ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 Hal merupakan kendala dalam pembelajaran materi perkembangbiakan tumbuhan. Kurangnya minat siswa untuk belajar materi perkembangbiakan tumbuhan juga nampak, bila pembelajaran dilakukan di dalam Selain juga karena keterbatasan dalam penyajian contoh, siswa juga merasa kurang memahami karena tidak melihat langsung contoh tanaman yang dimaksudkan. Dari beberapa kenyataan di atas maka sangat diperlukan upaya pengenalan jenis-jenis tanaman di sekitar sekolah berikut nama dan cara perkembangbiakannya, serta perlunya dilakukan cara pembelajaran yang lebih menyenangkan dan memberikan keleluasaan bagi siswa untuk melakukan eksplorasi alam sekitar dimana hal ini terjawab malalui JAS ( Jelajah Alam Sekitar ). JAS (Jelajah Alam Sekita. sebagai menyenangkan, terekspresi secara eksklusif dalam istilah bioedutainment . sal kata bio = biology, edu = education, tainment = intertainment ), yakni merupakan strategi pembelajaran biologi yang menghibur dan menyenangkan melibatkan unsure ilmu atau sains, proses penemuan ilmu . , ketrampilan berkarya, kerjasama, permainan yang mendidik, kompetisi, tantangan dan (Mulyani, 2. Dipilihnya pendekatam JAS sebagai pendekatan pembelajaran yang dianggap mampu menciptakan siswa yang produktif dan inovatif dengan alas an-alasan sebagai berikut: Selama ini pembelajaran biologi masih didominasi oleh suatu kondisi kelas yang berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, ceramah masih menjadi pilihan utama guru dalam mengajar, proses sains belum biasa dikembangkan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran masih menekankan pada hasil belajar dan bukan pada kegiatan atau proses untuk menguasai Untuk itu perlu dipilih suatu JurnalPendidikan Ekonomi pendekatan yang lebih memberdayakan siswa, yang tidak mengharuskan siswa menghafalkan fakta-fakta tetapi dapat mendorong siswa mengkonstruksikan fakta-fakta pengetahuan yang dia peroleh berdasarkan konsep atau prinsip biologi melalui proses eksplorasi dan investigasi. Pendekatan JAS mengalami dan menemukan sendiri dengan memanfaatkan lingkungan fisik, sosial, budaya yang ada di sekitarnya. Tuntutan kurikulum bahwa hasil belajar peserta didik berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotorik menuntut suatu pembalajaran yang menekankan pada keaktifan peserta didik secara fisik, mental, intelektual, dan Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah menentukan besaran peningkatan prestasi belajar siswa pada materi perkembangbiakan serta memaparkan bentuk perubahan sikap yang ditunjukkan tumbuhan pada siswa kelas IX-1 di SMP Negeri 2 Palangka Raya setelah diberikan pembelajaran melalui metode pembelajaran JAS (Jelajah Alam Sekita. Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: Mengetahui sejauh mana metode JAS (Jelajah Alam Sekitar mampu meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi perkembangbiakan tumbuhan pada siswa kelas IX-1 di SMP Negeri 2 Palangka Raya tahun pelajaran 2017/2018. Meningkatkan pengetahuan dan minat perkembangbiakan tumbuhan sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Guru pembelajaran yang disampaikan yang tidak lagi berpusat pada guru dan terkondisi di dalam kelas saja. Memberikan kontribusi positif bagi sekolah bukan hanya dalam hal peningkatan Dormasi Sinaga ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 prestasi namun juga peningkatan mutu pembelajaran dalam kelas dan kualitas pengajaran di sekolah. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian lingkungan SMP Negeri 2 Palangka Raya dengan memanfaatkan taman dan kebun sekitar sekolah sebagai sarana pembelajaran. Siswa kelas IX-1 SMP Negeri 2 Palangka Raya tahun 2017/2018 yang berjumlah 34 orang. Mereka akan dibagi menjadi 8 kelompok dengan anggota kelompok 4-5 orang. Penelitian dilakukan dengan 2siklus. Data berupa hasil tes dan non tes. Hasil tes diperoleh dari hasil ulangan harian. Hasil non tes berupa foto, hasil wawancara lisan dan kesimpulan kesan tertulis dari siswa. Soal dan materi wawancara. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dari hasil ulangan harian pada siklus I diperileh nilai rata-rata 70,44 dengan tingkat 58 %. Selama pembelajaran masih ada siswa yang tidak aktif berkontribusi dalam kelompoknya, bahkan cenderung mengganggu temannya. Hal ini disebabkan karena baru pertama kali belajar di luar kelas jadi merasakan kegembiraan sehingga tidak fokus pada pelajaran. Selama kegiatan pembelajaran guru telah berusaha agar dapat memberikan perhatian pada siswa, diantaranya dengan bersuara lebih keras namun masih terkendala dengan jumlah siswa yang terlalu banyak. Atas dasar hasil pada siklus I maka dilakukan evalusi : Menyederhanakan obyek pengamatan, dipilih yang mampu mewakili materi agar siswa perhatiannya lebih terfokus. memperkecil jumlah kelompok kerja siswa menjadi 3 orang. Dari hasil ulangan harian pada siklus II diperileh nilai rata-rata 89,41 dengan tingkat JurnalPendidikan Ekonomi ketuntasan 100 %. Selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran siswa yang semula tidak aktif telah ikut berkontribusi dalam Siswa menjadi lebih tertib dan bertanggungjawab atas tugasnya. Guru selalu berusaha agar dapat memberikan perhatian pada siswa, diantaranya dengan bersuara lebih Atas dasar hasil pada siklus I dan siklus II, maka secara umum dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar yang dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata hasil ulangan harian . ,44 menjadi 89,. ,58% menjadi 100%). Selain itu dari angket perubahan sikap dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa lebih senang belajar di luar kelas, karen ada perubahan suasana, lebih jelas melihat obyek. Dari angket juga diketahui bahwa kemampuan interaksi antar siswa lebih baik. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: Guru komunikasi yang baik untuk dapat mengelola siswa di luar kelas. Perlu pengamatan, dipilih yang mampu mewakili materi agar siswa perhatiannya lebih Perlu memperkecil jumlah kelompok kerja siswa menjadi 3 orang sehingga semua dapat perhatian dari guru dan tidak terlalu ramai sehingga pembelajaran lebih efektif. KESIMPULAN Setelah hasil penelitian tindakan kelas disajikan maka dapat disimpulkan bahwa melalui metode pembelajaran JAS (Jelajah Alam Sekitar ) akan dapat meningkatkan perkembangbiakan tumbuhan pada siswa kelas IX-1 di SMP Negeri 2 Palangka Raya Dengan temuan di atas maka dapat dilakukan metode pembelajaran JAS (Jelajah Alam Sekita. terhadap siswa dengan Dormasi Sinaga ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 memanfaatkan lingkungan sekitar karena lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA