TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Perawat di Rsu Islam Cawas Endang Sawitri1*. Yuyun Apriana2. Marwanti3. Mawardi4 1,2,3,4 Fakultas Kesehatan Dan Teknologi . Universitas Muhammadiyah Klaten Email: endangsawitri02@gmail. Yuyunapriana. ya@gmail. com2, marwantimarwa150@gmail. mawardimawardi638@gmail. Abstract Nurses are health workers who work in hospitals. Nurses of childbearing age are advised to use contraception to space their births to support performance. Husband's support is very necessary in making the decision to use contraception of choice, especially for nurses at RSI Cawas, most of whom are couples of childbearing ages so that birth spacing can be arranged and does not burden the nurses at work due to frequent pregnancies. Contraception will not work without cooperation between husband and wife and without trust between each other. The coverage of active family planning participants in Klaten Regency in 2020 was 152,764 . 4%), an increase compared to 2019 of 74. The aim of this research was to determine the relationship between family support and the use of contraceptives among nurses at RSU Islam Cawas. Research method: analytical descriptive research with a cross sectional approach. The research sample was all nurses who were classified as women of childbearing age at RSU Islam Cawas Klaten. The sampling technique uses total sampling. The total sample was 48 respondents. The data collection instrument uses a questionnaire. Bivariate statistical tests use chi square. The research results showed that the characteristics of the respondents in this study were an average age of 33. 27 years and an average of 2 children, most of them had a Di nursing education . 4%), and the contraceptive method used was modern . 2%). Family support in the use of contraceptives is mostly good . 5%), most of the nurses use contraceptives . 8%). The results of bivariate analysis obtained a p value of 0. < 0. The conclusion of this research is that there is a relationship between family support and the use of contraceptives among nurses at RSU Islam Cawas. Keywords: Family support, contraceptives, nurses Abstrak Perawat adalah tenaga kesehatan yang bekerja dirumah sakit. Perawat usia subur dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak kelahirannya supaya mendukung kinerja. Dukungan suami sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan menggunakan kontrasepsi pilihan khususnya pada perawat di RSI Cawas yang sebagian besar merupakan pasangan usia subur sehingga jarak kelahiran bisa diatur dan tidak membebani perawat dalam bekerja dikarenakan sering hamil. Kontrasepsi tidak akan berhasil tanpa adanya kerjasama antara suami dan istri serta tanpa adanya kepercayaan antara satu dengan lain. Cakupan peserta KB aktif Kabupaten Klaten tahun 2020 sebanyak 152. ,4%), meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar 74,8%. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan penggunaan alat kontrasepsi pada perawat di RSU Islam Cawas. Metode penelitian : jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua perawat yang tergolong sebagai wanita usia subur di RSU Islam Cawas Klaten. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel sebanyak 48 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan Kuesioner. Uji statistik bivariat menggunakan chi Hasil penelitian diperoleh karakteristik responden pada penelitian ini adalah rata-rata berumur 33,27 tahun dan rata-rata memiliki 2 orang anak, sebagian besar berpendidikan Di perawat . ,4%), dan metode kontrasepsi yang digunakan adalah modern . ,2%). Dukungan keluarga dalam penggunaan alat kontrasepsi sebagian besar baik . ,5%), penggunaan alat kontrasepsi pada perawat sebagian besar adalah menggunakan . ,8%). Hasil analisis bivariat diperoleh p value sebesar 0,028 . < 0,. Kesimpulan penelitian ini adalah adahubungan dukungan keluarga dengan penggunaan alat konkontrasepsi pada perawat di RSU Islam Cawas. Kata Kunci : Dukungan keluarga, alat kontrasepsi, perawat 1 Pendahuluan Kontrasepsi yaitu alat yang dipakai untuk mencegah kehamilan ataupun menjarangkan kehamilan . Kontrasepsi bertujuan untuk melakukan pengendalian pertambahan laju penduduk, pembatasan terhadap laju kelahiran dan pengaturanjarak kelahiran sehingga dapat tercipta keluarga . BKKBN menyebutkan peserta KB aktif pada Pasangan Umur Subur (PUS) tahun 2020 sejumlah 67,6%, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2019 yaitu 63,31% berdasarkan data dari Profil Keluarga Indonesia Tahun 2019. Model pemilihan alat kontrasepsi pada tahun 2020 TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 menunjukkan mayoritas masyarakat menerima pilihan metode suntik sebesar 72,9%, disusul pil oral sebesar 19,4%. Cakupan peserta KB aktif di Kabupaten Klaten pada tahun 2020 sejumlah 152. atau 78,4%, mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2019 yaitu sejumlah 74,8%. Peserta KB yang saat ini lebih aktif menggunakan kontrasepsi suntik yaitu sebesar 92. 555 peserta . ,6%) . Faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi ada tiga, yaitu faktor pengetahuan, sikap, usia, jumlah anak, kesadaran, pendidikan, variabel ekonomi dan demografi. Faktor pendukung meliputi: fasilitas pendukung, sumber informasi, dan kapasitas sumber daya, sedangkan faktor penguat meliputi dukungan keluarga seperti . uami dan ana. , serta tokoh agama masyarakat . Dukungan dari keluarga salah satunya adalah dukungan yang diperoleh dari suami terhadap penggunaan KB suntik 3 bulan pada peserta KB suntik 3 bulan di PMB Hj Nidaul . Perawat adalah seseorang yang mampu dan berwenang melakukan kegiatan keperawatan sesuai dengan pelatihan yang diterimanya. Perawat adalah tenaga kesehatan yang termasuk dalam kelompok pasangan usia subur yang disarankan memakai alat kontrasepsi untuk mengatur kesuburan. Hal ini berkaitan dengan tugas perawat yang cukup berat sehingga mengharuskan perawat untuk memakai alat kontrasepsi agar dapat menunda kehamilan ataupun menjarangkan kehamilan sehingga bekerja lebih optimal . Penggunaan alat kontrasepsi oleh perawat merupakan poin penting yang harus dipersiapkan terutama bagi perawat wanita yang telah menikah. Perencanaan keluarga yang matang akan membuat perawat dapat mengembangkan diri dan karier. Kebahagiaan perempuan dan kesehatan mentalnya dapat ditingkatkam melalui kemampuan merencanakan kehamilan, termasuk pilihan Keterikatan dan kebutuhan finansial anak juga dapat dimaksimalkan ketika perawat menggunakan kontrasepsi. Sehingga, hal tersebut merupakan saat yang tepat untuk agar perawat sadar akan pentingnya keluarga berencana . Studi pendahuluan yang didapatkan dari RSU Islam Cawas pada 10 Februari 2023, didapatkan jumlah data jumlah perawat yang tergolong sebagai wanita umur subur sebanyak 48 orang. Wawancara yang peneliti lakukan pada 10 perawat menyebutkan bahwa 7 . %) dari 10 perawat menggunakan alat kontrasepsi sedangkan 3 . %) diantaranya mengaku tidak memakai alat Hasil wawancara lebih lanjut didapatkan bahwa sebanyak 3 orang . ,8%) mendapatkan dukungan suami dalam menggunakan kontrasepsi sedangkan 4 orang . ,2%) mengatakan bahwa dirinya KB karena keinginannya sendiri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan penggunaan alat kontrasepsi pada perawat di RSU Islam Cawas. 2 Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Metode yang digunakan adalah metode Cross Sectional. Penelitian telah dilakukan di RSU Islam Cawas Klaten. Waktu penelitian dan pengambilan data dilaksanakan mulai 1 Januari sampai dengan 30 September 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat yang tergolong sebagai wanita usia subur di RSU Islam Cawas Klaten sebanyak 48 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel penelitian yang digunakan adalah 48 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu instrumen karakteristik responden, kuesioner dukungan keluarga berupa dukungan . ukungan emosional, penghargaan, informasi dan instrumenta. dan kuesioner penggunaan kontrasepsi. Kuesioner pada penelitian ini sebelum digunakan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di RSU Mitra Keluarga Husada Pedan pada 12 Juni 2023 dengan menggunakan responden sejumlah 20 orang sehingga r tabel sebesaar 0,444. Hasil uji validitas diperoleh dari 20 pernyataan semua telah valid karena r hitung > r tabel . dengan nilai validitas r hitung antara 0,504-0,858 sehingga seluruh butir pernyataan dalam kuesioner dapat digunakan untuk penelitian. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai KR-20 sebesar 0,908. Hasil tersebut berarti nilai KR-20 hampir mendekati 1 sehingga kuesioner dikatakan reliabel dan dapat digunakan untuk melakukan penelitian. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden. Responden mengisi kuesioner selama 15 Kuesioner yang telah selesai diisi selanjutnya dikembalikan ke peneliti kembali kemudian TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 peneliti melakukan pemeriksasaan kelengkapanya. Analisis data yang di gunakan adalah uji chi square dengan signifikan 95% dan probabilitas 0,05. 3 Hasil dan Pembahasan Hasil Hasil penelitian pada Tabel 1 menunjukkan rata-rata usia perawat yang diwawancarai adalah 33,27 tahun dengan usia minimal 27 tahun dan usia maksimal 45 tahun. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia perawat yang diwawancarai adalah 33,27 tahun dengan usia minimal 27 tahun dan usia maksimal 45 tahun. Tabel 1. Karakteristik reponden/ perawat di RSI Cawas Klaten berdasarkan umur ( n: 48 orang ) Variabel Min Max Umur Jumlah anak X A SD 33,27 A 4,694 1,56 A 0,920 Hasil ini didukung oleh Ariesthi. Mindarsih dan Ulnang . , berdasarkan hasil survei yang dilakukan, terlihat lebih dari separuh responden yaitu 112 . %) berusia antara 25 - 35 tahun. Hartanto . , yang menyatakan bahwa bentuk dasar penggunaan kontrasepsi yang wajar adalah pada usia 20 sampai 35 tahun karena pada usia PUS masih ingin mempunyai anak. Salsabella dan Feriani . , mengatakan bahwa usia di atas 20 tahun merupakan masa pemisahan dan pencegahan kehamilan, sehingga pemilihan alat kontrasepsi lebih pada kontrasepsi jangka panjang. BKKBN menyebutkan usia subur pada wanita adalah 15-49 tahun. Usia ideal seorang wanita untuk hamil dan melahirkan, terutama yang pertama kali kehamilan adalah antara usia dua puluhan dan tiga puluhan. Jika seorang wanita memutuskan untuk hamil di luar usia tersebut, ia mungkin berisiko tinggi untuk hamil, baik secara fisik maupun psikologis sehingga diperlukan penggunaan alat kontrasepsi . Tabel 2 merupakan karakteristik berdasarkan pendidikan, dukungan keluarga, penggunaan kontrasepsi, dan jenis kontrasepsi. Sedangkan Tabel 3 merupakan hasil uji analisa data uji chi square. Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan, dukungan keluarga, penggunaan kontrasepsi, jenis kontrasepsi ( n:48 responden ) Kategori Pendidikan Di Perawat Ners Dukungan Keluarga Baik Cukup Kurang Penggunaan Kontrasepsi Menggunakan Tidak menggunakan Jenis Kontrasepsi Tidak menggunakan Metode sederhana Metode barier Metode modern Tabel 3. Hasil Uji Analisa data uji chi square hubungan dukungan keluarga dengan penggunaan alat kontrasepsi pada responden . Penggunaan Alat Kontrasepsi Dukungan Total X2 p value Menggunakan Tidak menggunakan Keluarga Kontrasepsi Kontrasepsi Baik 100 7,122 0,028 Cukup Kurang Total TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Pembahasan Jumlah anak. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai jumlah anak yang dimiliki responden diketahui bahwa rata-rata responden memiliki anak 1,56 atau dibulatkan menjadi 2 orang anak. Penelitian lain yang dilakukan oleh Kurniasari . , bahwa jumlah anak yang dimiliki responden mayoritas adalah 1-2 orang anak yaitu sebanyak 44 responden . ,6%). BKKBN . , jumlah anak yang ideal adalah jika memiliki O 2 anak dan tidak ideal jika memiliki > 2 anak. Jumlah anak yang ideal merupakan suatu hal yang penting, karena jumlah anak akan mempengaruhi pertumbuhan Jumlah anak yang banyak akan berdampak pada bertambahnya jumlah tanggungan setiap kepala rumah tangga, baik dari segi pangan, sandang, pendidikan, kesehatan, dan perumahan dibandingkan dengan tempat tinggal manusia. Jika dibiarkan maka akan menjadi masalah demografi di kemudian hari. Pendidikan. Penelitian yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar perawat berpendidikan Di keperawatan sebanyak 29 orang . ,4%). Pada penelitian ini jenjang pendidikan Di Keperawatan masih banyak ditemukan karena RSU Islam Klaten merupakan tipe D sehingga belum semua perawat memiliki jenjang pendidikan lebih tinggi, sementara jenjang kependidikan yang lebih tinggi baru diwajibkan bagi kepala ruang. Penelitian ini sebanding dengan penelitian Akhiryani . , karakteristik responden berdasarkan pendidikan menunjukkan paling banyak pendidikan Diploma yaitu 43 orang . %). Banyaknya pendidikan Di karena subyek yang digunakan dalam penelitian ini minimal adalah Di Keperawatan dan pendidikan tersebut merupakan tingkat pendidikan minimal yang harus ditempuh untuk menjadi seorang perawat. Dukungan keluarga. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa mayoritas keluarga memberikan dukungan yang baik kepada responden dalam menggunakan alat kontrasepsi yaitu sebanyak 18 responden . ,5%). Hasil ini didukung oleh Habibi. Iskandar dan Desreza . , mayoritas suami mendukung istri melakukan KB yaitu sebanyak 51,6%. Hasil ini membuktikan bahwa keluarga/ suami telah memberikan perhatian yang cukup besar pada istri sebagai bentuk kasih sayangnya. Priyani . , dukungan suami merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang. Dukungan fisik dan psikologis dapat diberikan karena suami berperan penting dalam menentukan status kesehatan ibu. Dukungan keluarga diklasifikasikan menjadi empat yaitu dukungan emosional, dukungan alat, dukungan apresiasi, dan dukungan informasi. Hasil penelitian ini menbuktikan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dalam menggunakan kontrasepsi, dukungan instrumental yang diberikan keluarga adalah dalam bentuk suami dan istri saling bercerita terkait keluhan saat berhubungan seksual selama menggunakan KB. Dukungan penghargaan yang diberikan keluarga kepada responden dalam menggunakan kontrasepsi yaitu keluarga memberi kebebasan kepada responden dalam memilih alat kontrasepsi asalkan nyaman digunakan. Dukungan informasi keluarga berupa pemahaman keluarga secara kognitif seperti: pengetahuan tentang jenis KB berserta kelebihan dan efek samping dari berbagai jenis alat kontrasepsi , suami sering berdiskusi tentang KB yang sedang digunakan terkait dengan efek samping KB. Segala bentuk perhatian yang dapat membuktikan bahwa dukungan keluarga baik. Salah satu pilar keluarga adalah suamikhususnya pada profesi perawat Dukungan suami penting dilakukan karena suami sebagai kepala rumah tangga berhak mendukung atau tidak mendukung keputusan istri menggunakan kontrasepsi. Partisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai pilihan kontrasepsi istri akan menjamin kelangsungan penggunaan kontrasepsi, sehingga bisa juga dijadikan sebagai upaya menurunkan angka kelahiran khususnya kepada perawat yang dalam kinerjanya sangat membutuhkan tenaga fisik yang cukup besar disamping tenaga psikologis . Hasil ini membuktikan bahwa perawat sebagai tenaga kesehatan telah menyadari pentingnya penggunaan alat kontrasepsi. Fungsi alat kontrasepsi selain mengatur jarak kelahiran, bagi perawat penggunaan alat kontrasepsi merupakan poin penting yang harus dipersiapkan terutama bagi perawat wanita yang telah menikah. Perencanaan keluarga yang matang akan membuat perawat dapat mengembangkan diri dan karier. Kemampuan merencanakan kehamilan, termasuk memilih alat kontrasepsi, juga diduga dapat meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan perempuan. Kebutuhan emosional dan finansial anak juga dapat maksimal jika kontrasepsi digunakan oleh Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengedukasi perawat tentang pentingnya keluarga TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2023. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685Ae1660 Penelitian Tanjung. Nugrahmi dan Haninda menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan penggunaan kontrasepsi . Penggunaan kontrasepsi dan jenis kontrasepsi. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa dari 48 responden perawat ditemukan sebanyak 33 perawat . ,8%) yang menggunakan kontrasepsi. Penelitian ini diperoleh bahwa metode kontrasepsi yang paling umum digunakan adalah metode kontrasepsi modern yaitu sebanyak 14 responden . ,2%), adapun jenis kontrasepsi modern yang paling banyak digunakan responden adalah AKDR (Alat Kontrrasepsi Dalam Rahi. yaitu sebanyak 6 dari 14 responden. Hasil ini sebanding dengan penelitian Rahayu. Lestari dan Rahma . , didapatkan hasil penggunaan alat kontrasepsi yang menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 44 responden . ,8%). Penelitian Delima. Andriani dan Permana , menyebutkan pengguna alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) mencapai 100%. IUD merupakan alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rongga rahim IUD bekerja dengan cara mencegah sperma memasuki saluran tuba. IUD merupakan alat kontrasepsi modern yang dirancang bentuk, ukuran, bahan dan fungsinya serta ditempatkan di dalam rongga rahim dengan tujuan untuk mencegah pembuahan dan mempersulit implantasi sel telur di dalam rahim. Penelitian Delima dkk dkk, bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pilihan alat kontrasepsi yang menunjukkan adanya pengaruh, khususnya nilai Sig. -taile. 0,000 < 0,05 . Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Perawat. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa nilai p value diperoleh 0,028 berarti p < 0,05 sehingga hipotesis diterima dan berarti bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan penggunaan alat kontrasepsi pada perawat di RSU Islam Cawas Kabupaten Klaten. Hasil ini dapat memberikan kesimpulan bahwa semakin besar dukungan keluarga, maka akan semakin besar pula keinginan untuk menggunakan alat kontrasepsi,. Penelitian Rahayu dkk mmenjelaskan bahwa Perempuan tanpa dukungan suami mempunyai kemungkinan 3. 765 kali lebih besar untuk tidak menggunakan IUD dibandingkan perempuan dengan dukungan suami . Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan metode kontrasepsi sangat memerlukan dukungan dari suami, yang mana dukungan sangat dibutuhkan oleh ibu untuk memilih metode kontrasepsi yang tepat . Dukungan suami dengan minat ibu dalam pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) di Kenagarian Simbungo tahun 2022 . 4 Kesimpulan Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah rata-rata umur 33,27 tahun dan rata-rata memiliki 2 orang anak, sebagian besar berpendidikan Di perawat . ,4%), dan metode kontrasepsi yang digunakan adalah modern . ,2%). Dukungan keluarga dalam penggunaan alat kontrasepsi pada perawat di RSU Islam Cawas sebagian besar baik . ,5%). Penggunaan alat kontrasepsi pada perawat di RSU Islam Cawas sebagian besar adalah menggunakan . ,8%). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan penggunaan kontrasepsi keperawatan di RSU Islam Cawas dengan p value 0,028 . < 0,. Ucapan Terima Kasih Direktur RSU Islam Cawas Klaten yang telah memberikan izin kepada penulis dalam pelaksanaan studi pendahuluan. Daftar Pustaka