JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING (STUDI PADA MAHASISWA ANGKATAN 2018 DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI) Marlon Ryanto Chera. Amjad Salong. Silvia Manuhutu. 1,2,. Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UNPATTI marlonryanto@gmail. ABSTRACT This study aims to determine teaching skills through micro teaching courses in 2018 students of the Economic Education Study Program FKIP UNPATTI. This type of research is a qualitative research using a phenomenological approach. The informants in this study were lecturers of the micro teaching subject in the Economic Education Study Program with a total of 2 people. The data collection technique used is interviews. While the data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation and conclusion The results showed that the teaching skills of the 2018 Economics Education Study Program students in carrying out the basic skills of teaching students had implemented the five basic teaching skills, but they were still not implemented perfectly based on the components of each skill, namely opening and closing lessons and skills providing reinforcement. where some students do not provide motivation and just stand in front of the class without any gestures that show warmth. Keywords: Basic Teaching Skills. Micro Teaching. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan mengajar melalui mata kuliah micro teaching pada mahasiswa angkatan 2018 Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UNPATTI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah dosen mata kuliah micro teaching di Program Studi Pendidikan Ekonomi dengan jumlah 2 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mengajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2018 dalam melaksanakan keterampilan dasar mengajar mahasiswa sudah melaksanakan kelima keterampilan dasar mengajar tersebut, namun masih belum terlaksana secara sempurna berdasarkan komponen-komponen dari setiap keterampilan yaitu keterampilan membuka dan menutup pelajaran dan keterampilan memberikan penguatan dimana beberapa mahasiswa yang tidak memberikan motivasi dan hanya berdiri di depan kelas tanpa adanya gerak tubuh yang menunjukkan kehangatan. Kata Kunci : Keterampilan Dasar Mengajar. Micro Teaching PENDAHULUAN Pendidikan adalah kegiatan membudayakan manusia muda ataumembuat orang muda ini hidup berbudaya sesuai standar yang diterima olehmasyarakat. Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan setiap orang, sehingga dalam pendidikan memerlukan dasar nilai-nilai ideal yang dapat menjadi sumber kebenaran dan kekuatan yang dapat mengantar padaapa yang dicita-citakan. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan manusia dalam seluruh aspek kepribadian dan kehidupannya. Pendidikan memiliki kekuatan atau pengaruh yang dinamis dalam menyiapkan kehidupan manusia dimasa yang akan datang (Saifuddin 2. Pendidikan juga dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki secara optimal, yaitu pengembangan potensi individu yang setinggi-tingginya dalam aspek fisik, intelektual, emosional, social dan spiritual, sesuai dengan tahap perkembangan serta karakteristik lingkungan fisik dan lingkungan sosial-budaya dimana dia hidup. Setiap potensi yang dimiliki individu itu berbeda-beda, baik dalam aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan Seorang pendidik harus dapat memahami potensi yang dimilki oleh setiap individu, karena pendidikan bukanlah proses memaksakan kehendak guru terhadap peserta didik, melainkan upaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan peserta didik, yaitu kondisi yang memberi kemudahan kepada anak untuk mengembangkan dirinya secara optimal (Taufiq, dkk. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan oleh pendidik agar terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan, kemahiran, dan tabiat, serta pembentukan sikap dan keyakinan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan suatu proses untuk membantu peserta didik agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik dan optimal. Jadi seorang pendidik sebelum mengajar harus dapat merencanakan kegiatan pembelajaran. Dalam merencanakan kegiatan pembelajaran juga dipersiapkan secara sistematis, jelas, dan optimal, seperti halnya dalam pembuatan Rancangan Program Pembelajaran atau RPP, (Susanto, 2. Keterampilan yang harus dimiliki oleh pendidik dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik yang dikutip dalam jurnal Yuni Rhamayanti adalah keterampilan dalam membuka dan menutup pelajaran, e-ISSN: 0000-0000 Halaman 79 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 keterampilan menjelaskan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan bertanya, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. (Rhamayanti, 2. Keterampilan dasar mengajar pendidik juga terdapat dalam buku Moh. Uzer Usman, yaitu keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaraan, keterampilan membimbing disukusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar perseorangan. (Rhamayanti, 2. Mengingat kemampuan mengajar tidak akan didapatkan secara instan, dan secara terus menerus harus dibina dan ditingkatkan, maka pembelajaran mikro dapat dijadikan alternatif untuk membina dan meningkatkan kemampuan mengajar oleh calon guru maupun oleh meraka yang sudah menduduki jabatan profesi sebagai guru. Kekurangan-kekurangan yang masih ada, melalui pembelajaran mikro dapat diperbaiki. Dikatakan oleh Joyce . bahwa kehadiran pembelajaran mikro adalah untuk merespon terhadap kekurangan dan rasa prustasi terhadap program pendidikan guru yang dikembangkan sebelumnya . esponded to a wider feeling of frustatio. Dengan kata lain untuk mempersiapkan para calon guru agar memiliki kemampuan yang profesional, selain mempelajari teori-teori dan praktek seperti PPL dalam program pendidikan keguruan yang diikutinya, juga secara terus menerus mereka dapat mengasah, memperbaharui, dan meningkatkan kemampuan mengajarnya melalui program latihan atau model pembelajaran mikro . icro teachin. Pembelajaran mikro sebagai suatu pendekatan pembelajaran, pada dasarnya tidak hanya diperuntukkan bagi penyiapan para calon guru . re-service trainin. , melainkan dapat digunakan pula oleh mereka yang telah menduduki jabatan profesi guru . n-service Dijelaskan oleh Allen dan Ryan AuMicro teching is a training concept that can be applied at various preservice and in-service stage in the professional development of teacherAy . Dari penjelasan yang dikemukakan oleh Allen dan Ryan di atas memiliki makna bahwa sebagai suatu konsep, pembelajaran mikro . icro teachin. adalah merupakan proses untuk melatih bagi mahasiswa calon guru . re-servic. maupun untuk melatih, membina dan meningkatkan kemampuan mengajar bagi mereka yang telah menjadi guru . n-servic. Pembelajaran Micro teaching dapat diartikan sebagai cara latihan keterampilan keguruan atau praktik mengajar dalam lingkup kecil atau terbatas. Menurut Mc. Laughlin dan Moulton dalam buku Dadang Sukirman . AuPembelajaran mikro pada intinya adalah suatu pendekatan atau model pembelajaran untuk melatih penampilan atau keterampilan mengajar guru melalui bagian demi bagian dari setiap keterampilan dasar mengajar tersebut. Dalam perkuliahan micro teachingakan mempelajari delapan keterampilan dasar mengajar. Menurut Mulyasa . , keterampilan mengajar yang dimaksud adalah keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, kemampuan menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok, mengelola kelas, dan mengajar dengan baik yang dilakukan secara terkontrol. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Micro Teaching (Studi Pada Mahasiswa Angkatan 2018 Di Program Studi Pendidikan Ekonom. TINJAUAN PUSTAKA Dalam program pendidikan guru tradisional, setelah calon guru lulus teori dari sekolah atau perguruan tinggi keguruan, ia langsung melakukan praktek mengajar di sekolah latihan . ab schoo. tanpa menjalani latihan terlebih dahulu. Sejak tahun 50-an pendekatan semacam itu mendapat kritik sebagai berikut: Pendekatan yang dilakukan oleh calon guru tersebut terlalu teoritis, filosofis dan abstrak. Bimbingan dalam latihan kurang efektif dan efisien, pembimbingnyapun juga kurang terlatih. Feedback tidak segera diberikan kepada calon guru dan cenderung kurang objektif Guru tidak memiliki kompetensi dan keterampilan . mengajar secara baik. Berdasarkan kenyataan di atas, sekitar tahun 1963 Micro teaching diperkenalkan oleh Stanford University USA, sebagai salah satu program yang dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam keterampilan mengajar . eaching skil. Dalam rangka mengembangkan keterampilan mengajar, aktivitas mengajar yang kompleks dipecah-pecah menjadi sejumlah keterampilan agar mudah dipelajari. Ide pertama timbul dalam bentuk demonstrasi mengajaran dengan kelompok siswa bermain peran. Pada saat yang sama dilakukan penelitian bagaimana cara-cara menggunakan metode secara fleksibel dan efektif yang disertai dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai reinforcement. METODOLOGI Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. penelitian ini dilakukan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Reduksi Data. Display Data atau Penyajian Data. Menarik Kesimpulan atau Verifikasi. e-ISSN: 0000-0000 Halaman 80 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pattimura Ambon. Data yang diperoleh dalam hasil penelitian ini adalah data hasil wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah dosen mata kuliah Micro Teaching. Wawancara dilakukan untuk mengetahui keterampilan mengajar melalui mata kuliah mikro teaching pada mahasiswa angkatan 2018 Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unpatti. Wawancara dilakukan kepada 2 orang dosen sebagai penanggung jawab mata kuliah micro teaching sebagai informan kunci. Dalam penelitian ini, terdapat 5 indikator dan 17 pertanyaan yang dipakai peneliti dalam penelitiannya, yaitu keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan memberikan penguatan, yang masing-masing indikatornya di jelaskan sebagai berikut: Keterampilan membuka dan menutup pelajaran Membuka pelajaran adalah kegiatan guru dalam mengawali proses pembelajaran untuk menciptakan suasana siap mental, fisik, psikis dan emosional siswa sehingga memusatkan perhatian mereka pada materi dan kegiatan pembelajaran yang akan di lalui (Sofa, 2. Sedangkan untuk menutup pelajaran, menurut Sofa . mengatakan bahwa kegiatan menutup pelajaran atau mengakhiri pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang semua materi dan mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran. Untuk melihat keterampilan membuka dan menutup pelajaran oleh mahasiswa pada mata kuliah micro teaching mulai dari memfokuskan perhatian dan minat siswa, memberikan motivasi, menarik kesimpulan dan memberikan evaluasi diperoleh dengan informan sebagai berikut: AuSemua mahasiswa sebelum menyampaikan materi, memfokuskan perhatian dan minat siswa melalui apersepsi yang disampaikan. Apersepsi itu biasanya dalam bentuk mengingatkan siswa tentang materi pertemuan sebelumnya dan dikaitkan dengan materi saat itu. Jika materinya baru, maka apersepsi akan diberikan melalui tanya jawab yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajariAy. AuYa, motivasi yang mereka berikan itu bagaimana mereka menghubungkan materi yang diajarkan kepada siswa dengan materi yang minggu lalu yang telah mereka ajarkan kemudian mereka menanyakan kesediaan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran disaat ituAy. AuAda beberapa mahasiswa yang tidak memberikan motivasi. Namun ada juga yang memberikan motivasi dengan menyampaikan tentang pentingnya materi ajar tersebut dimana materi itu akan diujikan pada evaluasi di akhir pelajaranAy. AuSemua mahasiswa selalu menyampaikan kesimpulan dengan melibatkan siswa pada akhir pembelajaran disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi karena hal itu semua sudah ada didalam RPPAy. AuYa, ada tes akhir untuk mengetahui sampai sejauh mana siswa punya kemampuan untuk menangkap materi yang di ajarkan oleh guruAy. Berdasarkan jawaban dari informan, dapat di simpulkan bahwa sebelum materi di sampaikan langkah awal yang dilakukan adalah membuka pelajaran dengan menarik perhatian siswa melalui apersepsi dalam bentuk mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya dan di kaitkan dengan materi saat itu yang menjadi motivasi bagi siswa agar terfokus pada materi yang nantinya di sampaikan sehingga siswa dapat memahami dan bisa menarik kesimpulan dari materi yang di ajarkan. Keterampilan menjelaskan keterampilan menjelaskan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Selain dapat menguasai materi, guru harus bisa mengolah materi dalam menyampaikannya pada peserta didik. Sebagai guru teknik dan strategi menjelaskan harus dikuasai untuk menyampaikan pengetahuan pada peserta didik (Shoffan, 2. Untuk melihat keterampilan menjelaskan oleh mahasiswa pada mata kuliah micro teaching mulai dari menggunakan bahasa yang mudah dipahami, menarik perhatian siswa saat menjelaskan, memberikan contoh dan mengurangi informasi yang tidak penting diperoleh dengan informan sebagai berikut: AuIya, mereka menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan indikator-indikator yang ada di dalam kemampuan menjelaskan, jadi mereka merencanakan penjelasan sesuai dengan materi yang mereka e-ISSN: 0000-0000 Halaman 81 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 ajarkan setelah itu mereka menyajikan penjelasan itu ada contoh-contoh yang diberikan dan sesuai dengan materi yang diajarkan dan intinya mereka menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar walaupun kadang-kadang ada disisipkan bahasa dialek dialek lokal dialek ambon, tapi yang lebih dominan itu bahasa IndonesiaAy. AuIya, biasanya ketika menjelaskan siswa selalu memperhatikan penjelasan guru . Ay. AuYa, mereka saat menyampaikan materi itu ada contoh-contoh yang diberikan dan sesuai dengan materi yang diajarkan juga apa yang dialami oleh siswa dalam kehidupan sehari-hariAy. AuYa, jadi hal-hal yang menyangkut dengan materi saja yang itu mereka sampaikan, jadi kalau misalnya mereka mengajar tentang materi, jadi hal-hal yang sesuai dengan materi saja yang diajarkan, lalu yang tidak berkaitan dengan materi sama skali tidak mereka singgung supaya perhatian siswa tetap ada pada proses pembelajaran yang sementara berlangsungAy. Dari pernyataan-pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam keterampilan menjelaskan, guru . menggunakan bahasa yang mudah di pahami oleh siswa yaitu bahasa Indonesia yang baik dan benar walaupun kadang-kadang ada disisipkan dialek lokal yaitu dialek ambon serta memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan materi yang tidak berkaitan dengan materi sama sekali tidak mereka . singgung supaya perhatian siswa tetap ada pada proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Keterampilan bertanya Keterampilan bertanya merupakan suatu pengajaran sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pengajarannya selalu melibatkan atau menggunkan tanya jawab. Keterampilan bertanya juga merupakan keterampilan yang digunakan untuk mendapatkan jawaban atau balikan dari orang lain (Supriyadi,2. Untuk melihat keterampilan bertanya oleh mahasiswa pada mata kuliah micro teaching mulai dari memberikan pertanyaan secara jelas, pertanyaan yang diberikan dapat di pahami oleh siswa, bertanya secara bergiliran dan memberikan waktu kepada siswa untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan diperoleh dengan informan sebagai berikut: AuIya, jadi ketika materi yang disampaikan mereka memberikan pertanyaan sesuai dengan materi yang diajarkan misalnya ada yang belum paham ketika mereka menjawab belum paham, mereka menjelaskan kembali. Ada juga pertanyaan-pertanyaan yang mengundang siswa untuk menjawab tentang apa yang sudah diberikan oleh guru dan ada juga ada guru memberikan kesempatan untuk siswa bertanya memberikan pertanyaan kepada guruAy. AuYa, pertanyaannya dipahami siswa. Jika kedapatan ada yang tidak dipahami maka guru . akan mengulang kembaliAy. AuYa, pertanyaan yang diberikan secara umum saja, jika ada siswa yang ingin menjawab, dia akan langsung mengacungkan tangan dan menjawabAy. AuYa, jadi ketika orang pertama diberikan kesempatan untuk menjawab ketika guru memberikan pertanyaan berikut diberikan kesempatan kepada orang lain, jadi tidak terfokus pada satu atau dua orang saja, jadi ada beberapa orang yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran itu, nah mereka semua diberikan kesempatan untuk menjawab ataupun memberikan pertanyaanAy. AuYa, kalau pertanyaan yang sulit untuk dijawab sama siswa maka guru . akan memberikan waktu atau kesempatan untuk siswa berpikir sebelum menjawabAy. Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pertanyaan yang diberikan kepada siswa di kemukakan secara jelas agar bisa di pahami oleh siswa karena pertanyaan yang diberikan sesuai dengan materi yang diajarkan, dan pertanyaan yang diberikan secara bergiliran dan secara menyeluruh yang dimana siswa yang bisa menjawab pertanyaan boleh mengacungkan tangan, serta di berikan waktu atau kesempatan untuk siswa berpikir sebelum menjawab pertanyaan yang diberikan. Keterampilan mengelola kelas. Menurut Usman . mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Dengan kata lain mengelola kelas merupakan kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Keberhasilan mengelola kelas terjadi apabila guru mampu mengatur dan mengendalikan peserta didik dengan sarana pembelajaran kedalam suasana yang menyenangkan e-ISSN: 0000-0000 Halaman 82 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 dan menjaga hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan peserta didik guna mencapai tujuan Untuk melihat keterampilan mengelolah kelas oleh mahasiswa pada mata kuliah micro teaching mulai dari tanggap terhadap keterlibatan siswa, menegur siswa yang menggangu dalam kelas dan cara mahasiswa untuk mempertahankan agar siswa tetap fokus diperoleh dengan informan sebagai berikut: AuIya, jadi ketika ada siswa yang kurang aktif atau kurang memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru dalam hal ini mahasiswa yang melakukan kegiatan pembelajaran dalam mata kuliah micro teaching mereka menegur dengan bahasa-bahasa yang lembut dan suga sikap-sikap yang ramah yang tidak menyinggung siswa tersebutAy. AuYa, mereka menegur dengan bahasa-bahasa yang lembut dan juga sikap-sikap yang ramah yang tidak menyinggung siswa tersebutAy. AuMereka mengontrol, jadi kalo misalnya ada diskusi atau kerja kelompok itu mereka kontrol di tiap-tiap kelompok, jadi ketika guru memberikan tugas dalam hal ini diskusi ataupun kerja kelompok ataupun tugas kelompok yang sudah dibagi dan misalnya dibagi menjadi tiga kelompok ada saat-saat tertentu guru jalan berkeliling ditiap-tiap kelompok untuk menanyakan apa yang menjadi hambatan mereka dalam mengerjakan tugas tersebut yang diberikan oleh guruAy. Dari pernyataan-pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru dalam hal ini mahasiswa harus sebisa mungkin tanggap terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran jadi ketika ada siswa yang kurang aktif atau kurang memperhatikan apa yang disampaikan mereka akan menegur dengan bahasa-bahasa yang lembut dan juga sikap-sikap ramah yang tidak menyinggung siswa tersebut dan pada saat memberikan tugas kelompok guru akan mengontrol pada saat-saat tertentu ditiap-tiap kelompok untuk menanyakan apa yang menjadi hambatan dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Keterampilan memberikan penguatan Menurut Usman . keterampilan memberikan penguatan . adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik . eed bac. bagi siswa atas perbuatan sebagai suatu tindak dorong ataupun koreksi. Penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Untuk melihat keterampilan memberikan penguatan oleh mahasiswa pada mata kuliah micro teaching mulai dari sikap dan gerak badan yang menunjukkan kehangatan dan memberikan penghargaan atau pujian kepada siswa diperoleh dengan informan sebagai berikut: AuAda beberapa mahasiswa yang menunjukkan hal tersebut dengan mendekati siswa saat mengajar, namun ada juga mahasiswa yang saat mengajar hanya di depan kelas tanpa adanya Bahasa tubuh yang menunjukkan kehangatanAy. AuIya, jadi ketika ada yang menjawab atau memberikan pertanyaan mereka memberikan applause atau pujian atau pun ada kata-kata yang membuat siswa itu merasa bahwa mereka dihargai karena mereka sudah memberikan pertanyaan ataupun memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh guruAy. Berdasarkan pernyataan tersebut untuk keterampilan memberikan penguatan dapat disimpulkan bahwa tidak semua mahasiswa yang menunjukkan sikap dan gerak badan namun hanya mengajar di depan kelas tanpa adanya bahasa tubuh yang menunjukkan kehangatan dan juga adanya pemberian penghargaan atau pujian bagi siswa yang aktif di kelas berupa tepuk tangan atau applause ataupun ada kata-kata yang membuat siswa merasa bahwa mereka dihargai Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keterampilan Mengajar Melalui Mata Kuliah Micro Teaching Pada Mahasiswa Angkatan 2018 Program Studi Pendidikan Ekonomi. Berdasarkan data penelitian yang telah dianalisis maka dilakukan pembahasan hasil penelitian menurut per indikator sebagai berikut: Keterampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran Membuka pembelajaran adalah kegiatan guru dalam mengawali proses pembelajaran untuk menciptakan suasana siap mental, phisik, phisikis, dan emosional siswa sehingga memusatkan perhatian mereka pada materi dan kegiatan pembelajaran yang akan dilalui, (Sofa,2. Keterampilan menutup pelajaran merupakan kegiatan mengakhiri kegiatan inti pembelajaran. Dalam mengakhiri pelajaran ini, kegiatan yang dilakukan adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang semua materi yang telah dipelajari, mengetahui tingkat penyerapan siswa terhadap materi dan mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran, (Sofa,2. e-ISSN: 0000-0000 Halaman 83 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Hal itupun sesuai dengan hasil temuan yang menyatakan bahwa keterampilan membuka dan menutup pelajaran sebelum materi di sampaikan langkah awal yang dilakukan adalah membuka pelajaran dengan menarik perhatian siswa melalui apersepsi dalam bentuk mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya dan di kaitkan dengan materi saat itu yang menjadi motivasi bagi siswa agar terfokus pada materi yang nantinya di sampaikan sehingga siswa dapat memahami dan bisa menarik kesimpulan dari materi yang di ajarkan. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Usman . yang berpendapat bahwa komponen keterampilan membuka dan menutup pelajaran yaitu menarik perhatian siswa dengan gaya mengajar guru, menimbulkan motivasi dengan cara disertai kehangatan dan keantusiasan, dan mengevaluasi yang dapat dilakukan guru ialah. memberikan soal-soal tertulis. Keterampilan Menjelaskan Keterampilan menjelaskan dapat diartikan sebagai penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis, mengenai suatu benda, keadaan, fakta, dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Penekanan memberikan penjelasan adalah proses penalaran siswa dan bukan indoktrinasi, (Usman,2. Berdasarkan pemikiran tersebut, dapat disimpulkan bahwa menjelaskan pelajaran adalah keterampilan guru dalam menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa secara lisan yang diorganisasikan secara terencana dan sistematis sehingga bahan pelajaran yang disampaikan guru tersebut dengan mudah dipahami siswa, (Mulyasa,2. Hal itupun sesuai dengan hasil temuan yang menyatakan bahwa dalam keterampilan menjelaskan, guru . menggunakan bahasa yang mudah di pahami oleh siswa yaitu bahasa Indonesia yang baik dan benar walaupun kadang-kadang ada disisipkan dialek lokal yaitu dialek ambon serta memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan materi yang tidak berkaitan dengan materi sama sekali tidak mereka . singgung supaya perhatian siswa tetap ada pada proses pembelajaran yang sedang berlangsung. hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Usman . komponen keterampilan menjelaskan yaitu merencanakan penjelasan yang diberikan oleh guru perlu direncanakan dengan baik, penyajian suatu penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa, guru harus memusatkan perhatian siswa pada masalah pokok dan mengurangi informasi yang tidak begitu penting. Keterampilan Bertanya Mengajar yang baik berarti membuat pertanyaan yang baik pula. Peranan ApertanyaanA sangat penting dalam menyusun sebuah pengalam belajar bagi murid. Socrates meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan akan diketahui oleh siswa, hanya jika guru dapat mendemonstrasikan keterampilan bertanya yang baik dalam praktik pembelajaran di kelas. Pembelajaran hakekatnya adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suasana interaktif yang terarah pada tujuan pembelajaran. Ada tidaknya interaksi adalah merupakan tanggung jawab guru, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Suatu cara untuk menumbuhkan interaksi ini adalah dengan mengajukan pertanyaan atau permasalahan kepada siswa, (Kerry,1. Hal itupun sesuai dengan hasil temuan yang menyatakan bahwa dalam keterampilan bertanya pertanyaan yang diberikan kepada siswa di kemukakan secara jelas agar bisa di pahami oleh siswa karena pertanyaan yang diberikan sesuai dengan materi yang diajarkan, dan pertanyaan yang diberikan secara bergiliran dan secara menyeluruh yang dimana siswa yang bisa menjawab pertanyaan boleh mengacungkan tangan, serta di berikan waktu atau kesempatan untuk siswa berpikir sebelum menjawab pertanyaan yang diberikan. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Usman . yaitu Penggunaan pertanyaan secara jelas dan singkat dengan menggunakan kata-kata yang dapat dipahami oleh siswa, pemindahan giliran dalam menjawab pertanyaan, dan memberikan waktu berpikir setelah mengajukan pertanyaan kepada seluruh siswa. Keterampilan Mengelola Kelas Keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta keterampilan mengembalikan kondisi belajar ke kondisi yang optimal bila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun gangguan yang berkelanjutan. Dalam bahasa lain keterampilan mengelola kelas dapat diartikan sebagai seni atau keterampilan guru dalam mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, (Asril, 2. Hal itupun sesuai dengan hasil temuan yang mengatakan bahwa keterampilan mengelola kelas mengatakan bahwa guru dalam hal ini mahasiswa harus sebisa mungkin tanggap terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran jadi ketika ada siswa yang kurang aktif atau kurang memperhatikan apa yang disampaikan mereka akan menegur dengan bahasa-bahasa yang lembut dan juga sikap-sikap e-ISSN: 0000-0000 Halaman 84 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 ramah yang tidak menyinggung siswa tersebut dan pada saat memberikan tugas kelompok guru akan mengontrol pada saat-saat tertentu ditiap-tiap kelompok untuk menanyakan apa yang menjadi hambatan dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Usman . yaitu menunjukkan sikap tanggap terhadap keterlibatan, ketidakacuhan siswa dalam tugas-tugas, pengelolaan kelas yang efektif terjadi bila guru mampu memberi perhatian kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama, menegur apabila ada tingkah laku siswa yang mengganggu kelas atau kelompok dalam kelas, hendaklah guru menegurnya secara verbal dan memusatkan perhatian kelompok terhadap tugas-tugas yang dilakukan. Keterampilan Memberikan Penguatan Penguatan dapat berarti penghargaan. Pada umumnya penghargaan memberi pengaruh positif terhadap kehidupan manusia, karena dapat mendorong dan memperbaiki tingkah laku seseorang serta meningkatkan usahanya. Sudah menjadi fitrah manusia, bahwa ia ingin di hormati, dihargai dipuji, dan disanjung-sanjung, tentu saja semuanya ini dalam batas-batas yang wajar (Asril, 2. Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mencapai atau mempunyai pengaruh sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, minat dan perhatian siswa terhadap pembelajaran, membangkitkan dan memelihara perilaku, dan memelihara iklim belajar yang kondusif sehingga siswa dapat belajar secara optimal. Hal itupun sesuai dengan hasil temuan yang mengatakan bahwa keterampilan memberikan penguatan tidak semua mahasiswa yang menunjukkan sikap dan gerak badan namun hanya mengajar di depan kelas tanpa adanya bahasa tubuh yang menunjukkan kehangatan dan juga adanya pemberian penghargaan atau pujian bagi siswa yang aktif di kelas berupa tepuk tangan atau applause ataupun ada kata-kata yang membuat siswa merasa bahwa mereka dihargai. Hal ini sejalan dengan teori Usman . yaitu kehangatan dan keantusiasan. Sikap dan gaya guru, termasuk suara, mimik, dan gerak badan, akan menunjukkan adanya kehangatan dan keantusiasan dalam memberikan penguatan, penguatan hendaknya diberikan sesuai dengan tingkah laku dan penampilan siswa sehingga ia mengerti dan yakin bahwa ia patut diberi penguatan dan menghindari penggunaan respons yang negatif. Teguran dan hukuman masih bisa digunakan, respons negatif yang diberikan guru berupa komentar, bercanda menghina, dan ejekan yang kasar perlu dihindari. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keterampilan dasar mengajar melalui mata kuliah mikro teaching bagi mahasiswa angkatan 2018 diketahui dalam melaksanakan keterampilan dasar mengajar mahasiswa sudah melaksanakan kelima keterampilan dasar mengajar tersebut, namun masih belum terlaksana secara sempurna berdasarkan komponen-komponen dari setiap keterampilan yaitu keterampilan membuka dan menutup pelajaran dan keterampilan memberikan penguatan dimana beberapa mahasiswa yang tidak memberikan motivasi dan hanya berdiri di depan kelas tanpa adanya gerak tubuh yang menunjukkan kehangatan. Saran Saran yang dapat peneliti sampaikan pada hasil penelitian ini adalah: Perlu adanya upaya-upaya bagi mahasiswa dalam bentuk mengajar mandiri lebih serius sehingga dalam mengikuti pembelajaran micro teaching mampu menampilkan keterampilan mengajar dengan baik. Untuk peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan khususnya untuk penelitian yang berkaitan dengan analisis keterampilan mengajar mahasiswa melalui mata kuliah micro teaching. DAFTAR PUSTAKA