SILABUS: Jurnal Ilmu dan Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. Maret 2024, pages: 55-64 DOI: https://doi. org/10. 62667/silabus. e-ISSN: 3047-1044 https://berugakbaca. org/index. php/silabus ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA SD DAN SMP DI SD SMP SATAP 1 JEROWARU Fena Prayunisa1. Ahmad Dedi Marzuki2 Prayunisa90@gmail. com, dedimarzukiahmad@gmail. Article History Abstract Study This aim For analyze interest Study student on eye elementary and middle school science lessons at SD SMP Satap 1 Jerowaru . Type study This is method study descriptive. Form design used in researcher is Technique data collection used as tool measuring or instrument covers Teacher interviews and Questionnaire to students. Questionnaires, and Observation to student. Interview used For get related data influencing factors interest study science. Questionnaire Keywords used For data collection with method submit question written For Interest Learning , answered in a way written by students, with questionnaire We Can elementary and middle obtain information from respondents about self personal student or , student things know. Questionnaire used For get related data profile science learning interest students learn science. Observation used For obtain data related to the learning process in the classroom. Subject study This is all over class V and class VII at Satap Middle School Jerowaru , fifth grade teacher and class VII. Based on Results Questionnaire There are 10% of fifth grade elementary school students who are interested And on There are 15% of class VII junior high school students who are interested . Based on Results Questionnaire There are 15% of fifth grade elementary school students who are interested And on There are 15% of seventh grade junior high school students interested. Based on Results Questionnaire There are 30% of fifth grade elementary school students who are interested And on 20% of class VII junior high school students are sufficient interested . Based on Results Questionnaire There are 45% of fifth grade elementary school students who are interested And on There are 50% of class VII middle school students who are offline interested . So necessity cooperation between teacher and parent as well as environment school For create atmosphere learning fun For increase interest Study student especially on science learning . Replace pattern think students who think learning scary become learning fun Manuscript submitted: 25 Maret 2024 Manuscript revised: 28 Maret 2024 Accepted for publication: 31 Maret 2024 SILABUS@ 2024 Pendahuluan Pendidikan adalah suatu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus ditingkatkan sebagai antisipasi kepentingan masa depan (Trianto, 2. Sebagai antisipasi tantangan masa depan, pendidikan harus terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif, dan efisien dalam proses pembangunan. Salah satu upaya tersebut yaitu melalui pendidikan. Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara adekwat dalam kehidupan bermasyarakat (Panjaitan, 2. Mengembangkan kompetensi pada satuan pendidikan dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Di tingkat Sekolah Dasar (SD), terdapat mata pelajaran yang memerlukan penguasaan kompetensi, seperti Ilmu Pengetahuan Alam. Pembelajaran IPA di SD dalam rangka membangun rasa ingin tahu ilmiah pada siswa, sangat penting untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk aktif bertanya dan mencari jawaban terhadap fenomena alam. Namun, sayangnya, tidak semua peserta didik mencapai penguasaan kompetensi yang diharapkan dalam IPA. Kendala penguasaan konsep IPA yang kurang ini disebabkan oleh kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam merespon pembelajaran yang diberikan oleh guru (Mustajab. Bahri. S, & Apriani. K, 2. Pembelajaran IPA di tingkat SD mengajarkan konsep-konsep dasar dan memperkenalkan siswa kepada alam sekitar. IPA di tingkat SD dianggap sebagai pembelajaran yang mengenai konsep pendidikan yang berkaitan dengan aspek alam dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. (Kumala, 2. Mengemukakan tujuan IPA Di SD yaitu sebagai berikut: 1. Menumbuhkan rasa ingin tahu dan sikap positif terhadap sains, teknologi, dan masyarakat. Meningkatkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. Mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang konsepkonsep IPA yang akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meningkatkan kesadaran akan peran dan manfaat IPA dalam kehidupan seharihari. Mentransfer pengetahuan, kemampuan, dan pemahaman ke bidang pengajaran lain. Sementara Lembaga pendidikan berupa Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan institusi jenjang pendidikan pertama yang mengutamakan penyiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dengan pengkhususan. Pada jenjang pendidikan SMP, mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran wajib bagi siswa SMP. Banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar yang diperoleh seorang siswa, baik itu faktor dari dirinya sendiri . nternal maupun dari luar dirinya . , di antaranya adalah faktor internal siswa berupa minat belajar. Minat belajar terbukti memiliki pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar siswa, karena jika bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, yang berakibat siswa akan segan untuk belajar dan tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu (Rondoni. Zailani. Rohmin. M, & Walid. Ahmad, 2. Pendidikan IPA merupakan upaya dan proses belajar bagi siswa agar mampu memahami hakikat IPA (Pamungkas. Subali. , & Linuwih. S, 2. Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang berhubungan langsung dengan lingkungan alam dan kelangsungan hidup manusia, sehingga mata pelajaran IPA perlu diberikan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat atas, bahkan hingga perguruan tinggi. Ilmu pengetahuan juga berperan dalam proses pendidikan serta perkembangan teknologi. Ilmu pengetahuan memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat (Ridwanulloh. Akan tetapi dari hasil observasi di SD SMP satap 1 Jerowaru kurangnya minat belajar siswa terutama pada pelajaran IPA. Proses pembelajaran berkaitan erat dengan minat, karena dengan timbulnya minat akan menyebabkan kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan dan lama kelamaan akan mendatangkan kepuasan bagi orang tersebut. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Apabila siswa berminat dalam pembelajaran akan membuat konsentrasinya lebih baik sehingga materi yang dipelajari akan mudah Minat bisa datang dari dalam diri sendiri dan dari luar dirinya. Minat yang datang dari luar dapat muncul karena pengaruh dari keluarga, teman, guru, maupun Minat yang datang dari dalam dapat muncul karena adanya rasa ketertarikan, perhatian, perasaan senang, dan partisipasi siswa. Guru memegang peranan penting untuk dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar. Guru hendaknya memahami karakteristik siswa dan memahami karakteristik pembelajaran agar dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar khususnya pada pembelajaran IPA (Putra. Pujani, & Priyanka, 2. Minat siswa terhadap mata pelajaran dapat dijadikan sebagai penentu untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi hasil belajar siswa. Siswa yang mempunyai minat untuk giat dalam belajar diharapkan akan mencapai prestasi belajar yang optimal. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran di sekolah hendaknya setiap siswa memiliki minat yang tinggi terhadap pelajaran yang diikutinya, dalam hal ini pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Minat adalah kecenderungan yang mendorong seseorang untuk berprestasi dalam berbagai hal atau bidang yang ia sukai dan tekuni tanpa keterpaksaan dari pihak lain. Jika seseorang memiliki minat terhadap suatu hal atau bidang tertentu, mereka akan selalu mengejarnya dan senang menekuninya dengan sungguh-sungguh, tanpa paksaan. Jika minat menjadi landasan utama dalam menumbuhkan keinginan belajar seseorang melalui minat, kecenderungan belajar peserta didik akan tampak sehingga tujuan belajar dapat tercapai. Minat juga dapat diartikan sebagai rasa suka atau tertarik pada suatu hal atau aktivitas secara tulus tanpa dipengaruhi oleh orang lain (Slameto, 2. Dari uraian diatas, tenaga pendidik atau guru yang ada di SD SMP Satap 1 Jerowaru harus meningkatkan minat belajar mereka pada bidang akademik terutama di pembelajaran IPA. Karena pendidikan memiliki peran penting untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan berpotensi karena pendidikan merupakan sarana utama dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia. Oleh sebab itu diangkatlah penelitian dengan judul AuANALISIS MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA SD DAN SMP DI SD SMP SATAP 1 JEROWARUAy Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Bentuk desain yang digunakan dalam peneliti adalah kualitatif. Menurut (Sudjana dan Kusumah, 2. , pendekatan kualitatif merupakan suatu pendekatan yang dilakukan melalui pengamatan terhadap individu dan lingkungannya. Dalam pendekatan ini, peneliti berinteraksi dengan subjek penelitian, memahami, dan menafsirkan pandangan mereka mengenai dunia sekitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai alat ukur atau instrumen meliputi Wawancara guru dan Angket terhadap siswa. Kuesioner, dan Observasi terhadap siswa. Wawancara digunakan untuk mendapatkan data terkait faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar IPA. Angket digunakan untuk pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh siswa, dengan angket kita bisa memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi siswa atau hal-hal yang siswa Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data terkait profil minat belajar IPA Observasi digunakan untuk mendapatkan data terkait proses pembelajaran dikelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh kelas V dan kelas VII SD SMP Satap Jerowaru, guru kelas V dan kelas VII. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini melibatkan siswa kelas V dan siswa kelas VII SD SMP Satap 1 Jerowaru yang berjumlah 20 siswa SD dan 18 siswa SMP. Hasil analisis data deskriptif data angket sikap siswa terhadap mata pelajaran IPA berdasakan indikator angket dan wawancara minat belajar, sebagaimana pada presentase diagram dan tabel di bawah ini: Presentase Minat belajar IPA Siswa kelas V SD SMP Satap Jerowaru Presentase Minat Belajar Berminat Sangat Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Presentase Minat belajar IPA Siswa kelas VII SMP di SD SMP Satap Jerowaru Presentase Minat Belajar Berminat Sangat Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Minat belajar IPA siswa dilihat dari lima aspek, yaitu perhatian, perasaan senang, ketertarikan, partisipasi, dan kepuasaan. Minat belajar siswa dikumpulkan melalui kuesioner minat. Perolehan skor minat belajar siswa melalui kuesioner dikategorikan menjadi Empat, yaitu Berminat. Sangat Berminat. Cukup Berminat, dan Kurang berminat. Pembahasan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Ditinjau Dari kategori siswa yang berminat. Berdasarkan Hasil Angket siswa SD kelas V ada 10% yang berminat dan pada siswa SMP kelas VII ada 15% yang berminat. Pembahasan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Ditinjau Dari kategori siswa yang sangat berminat. Berdasarkan Hasil Angket siswa SD kelas V ada 15% yang berminat dan pada siswa SMP kelas VII ada 15% yang sangat berminat Pembahasan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Ditinjau Dari kategori siswa yang cukup berminat. Berdasarkan Hasil Angket siswa SD kelas V ada 30% yang berminat dan pada siswa SMP kelas VII ada 20% yang cukup berminat Pembahasan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Ditinjau Dari kategori siswa yang kurang Berdasarkan Hasil Angket siswa SD kelas V ada 45% yang berminat dan pada siswa SMP kelas VII ada 50% yang kurang berminat Berdasarkan hasil wawancara dengan guru SD kelas V dan guru SMP kelas VII siswa kurang berminat dalam mata pelajaran IPA. Siswa lebih suka pembelajaran Olahraga dan pembelajaran SBD pada jenjang SD. Hal ini sering di amati oleh guru dalam proses pembelajaran ketika proses pembelajaran IPA siswa sering mengantuk, terlambat, bahkan sering izin kekamar mandi. Tetapi ketika pembelajaran yang santai seperti olahraga sebelum pembelajaran mulai semua siswa sudah berkumpul dang anti baju olahraga meskipun belum jamnya dimulai. Beberapa faktor yang menyebabkan siswa enggan dalam belajar IPA salah satunya faktor dari luar yaitu Latar belakang pendidikan orang tua. Orangtua yang latar belakangnya bukan pendidikan kurang faham dalam memberikan arahan kepada anak untuk giat dalam belajar. Kesadaran orang tua dalam bidang pendidikan sangatlah kurang sehingga anak akan mengikuti apa yang dilihat di rumah. Sedangkan faktor disekolah kurangnya cara guru dalam menyiasati pembelajaran IPA agar menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Minat Belajar IPA akan muncul ketika siswa senang dulu dalam pembelajaran tersebut nanti aspek lain seperti pemahaman dan pengetahuan akan mengikuti. Aspek minat yang pertama adalah perasaan senang. Siswa dinyatakan berminat dalam pembelajaran IPA apabila mereka antusias dalam mengikuti pembelajaran dan memiliki perasaan senang dan antusias menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan (Putra. Pujani, & Priyanka, 2. Kemudian dari segi kesehatan, jarang siswa menyadari pentingnya sarapan pagi, padahal itu membantu konsentrasi dalam pembelajaran. Ketika belajar dalam keadaan lapar mengurangi konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran. Otak akan merangsang saraf untuk mengisi perut sehingga siswa hanya memikirkan makanan disaat jam pelajaran dimana seharusnya siswa berkonsentrasi dalam pembelajaran tersebut. Menurut (Slameto, 2. terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa, diantaranya ialah : 1. Faktor dalam diri siswa ( Interna. Faktor ini merupakan faktor yang mempengaruhi minat belajar peserta didik yang berasal dari peserta didik Faktor dari dalam diri siswa terdiri dari: a. Aspek Jasmaniah Aspek jasmaniah mencakup kondisi fisik atau kesehatan jasmani dari individu siswa. Aspek Psikologis (Kejiwaa. Aspek psikologis meliputi perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, bakat dan motif. Faktor dari luar siswa (Eksterna. Faktor dari luar diri siswa meliputi : 1. Keluarga Keluarga sangat berperan dalam menumbuhkan minat belajar anak. Keluarga adalah pendidikan pertama anak, seperti yang kita ketahui. Cara orang tua mengajar dan mendidik anak dapat memengaruhi keinginan mereka untuk Saat anak membutuhkan bantuan, orang tua harus selalu tersedia. Ini terutama berlaku untuk materi pelajaran yang sulit ditangkap anak. Sekolah Faktor internal sekolah termasuk pendekatan pembelajaran, kurikulum, sarana dan prasarana, sumber daya, dan media pembelajaran, hubungan siswa dengan teman, guru, dan staf sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler. Lingkungan masyarakat Hubungan dengan teman bergaul, kegiatan masyarakat, dan tempat tinggal adalah semua aspek lingkungan Kegiatan akademik akan lebih baik jika dikombinasikan dengan kegiatan sosial yang dapat menumbuhkan minat anak dalam belajar. Siswa masih saja beranggapan bahwa pembelajaran IPA adalah pembelajaran yang sulit dengan guru yang kiler. Dalam konteks pembelajaran IPA terpadu, tidak semua materi perlu diberikan latihan secara terus-menerus karena hal tersebut dapat membuat siswa merasa jenuh dan bosan. Oleh karena itu, seorang guru harus memilih materi yang tepat untuk dilatihkan agar siswa dapat mengembangkan kemampuan mereka dengan efisien dan efektif. Analisis materi pembelajaran juga penting dilakukan untuk menghindari tujuan pembelajaran yang tidak jelas. Dengan demikian, minat siswa dalam mengerjakan latihan akan lebih tinggi karena mereka merasa tertarik dan bersemangat untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam materi yang diminati (Mustajab. Bahri. S, & Apriani. K, 2. Seperti pada penelitian (Ramdani, dkk, 2. FaktorAeFaktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Sangat penting bagi siswa untuk memiliki minat dalam pembelajaran karena sulit untuk mengharapkan siswa tekun dan mencapai hasil yang baik jika mereka tidak menunjukkan minat dan perhatian yang besar terhadap materi yang dipelajari. Menurut beberapa ahli seperti Slameto. Sardiman, dan Abror, minat belajar merupakan daya gerak yang mendorong seseorang untuk menyenangi atau tertarik dalam belajar karena adanya rangsangan dan gairah dari kegiatan yang diikutinya. Minat belajar tidak timbul secara tiba-tiba atau spontan, tetapi muncul akibat partisipasi, pengalaman, atau kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja. Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu subjek akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut dan cenderung tidak menghiraukan yang lain. Jadi perlunya kerjasama antara guru dan orangtua serta lingkungan sekolah untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan minat belajar siswa terutama pada pembelajaran IPA. Mengganti pola fikir siswa yang beranggapan pembelajaran menakutkan menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Faktor yang sangat penting dalam menunjang tercapainya efektivitas proses belajar mengajar adalah minat belajar Minat tersebut akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang bersangkutan. Minat belajar siswa tersebut menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan dalam proses Karena tanpa adanya minat belajar dari siswa proses pembelajaran tidak akan berlangsung secara maksimal. Dari uraian diatas, bahwa minat atau kemauan sangat penting untuk mendukung tercapainya suatu keberhasilan ( Andira, dkk,2. Simpulan Simpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut Perlunya kesadaran orangtua dalam mendukung anak untuk lebih giat dalam belajar terutamma dalam pembelajaran IPA, karena ilmu IPA kedepanya bias dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari Perlunya upaya guru untuk mencari alternative dalam proses pembelajaran untuk menigkatkan minat belajar IPA siswa Perlunya kesadaran diri untuk mengembangkan potensi diri demi kehidupan di masa Referensi