Vegetalika Vol. 15 No. Februari 2026: 33Ae42 Available online at https://jurnal. id/jbp DOI: https://doi. org/10. 22146/veg. p-ISSN: 2302-4054 | e-ISSN: 2622-7452 Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis pada Berbagai Takaran Biochar yang Dibudidayakan di Musim Kemarau Growth and Yield of Sweet Corn with the Application of Various Doses of Biochar Cultivated in the Dry Season Salawati*) dan Sjarifuddin Ende Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Mujahidin Toli-toli. Sulawesi Tengah. Indonesia Penulis untuk korespondensi e-mail: wati. lasandrang@gmail. Diajukan: 14 Juli 2025 Diterima: 28 Januari 2026 Dipublikasi: 28 Februari 2026 ABSTRACT Rice husk biochar has the potential to enhance the growth of sweet corn plants during the dry season due to its water-holding capacity, high organic-C and CEC (Cation Exchange Capacit. content, and its ability to improve soil biological quality. This research was conducted with the main objective of testing the effect of rice husk biochar application on the agronomic characteristics of sweet corn grown on a farmer's field in Togaso village. Galang District. Tolitoli Regency. Central Sulawesi, during the dry season. The study employed a Randomized Block Design (RBD) with four treatment levels and four replications, namely b0 . tons ha-. , b1 . tons ha-. , b2 . tons ha-. and b3 . tons ha-. The results of the study showed that the application of rice husk biochar had a significant effect . <0. on the observed parameters, namely the increase in plant height, number of leaves, stover dry weight . r: shoot dry weigh. Leaf Area Index (LAI), fresh cob weight with and without husks, and production per hectare, but had no effect on the Net Assimilation Rate (NAR) parameter of sweet corn plants in the dry season. Keywords: climate change mitigation. dry season, rice husk biochar. sweet corn ABSTRAK Biochar sekam padi memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung manis di musim kemarau karena kemampuannya menyimpan air, kandungan C-organik dan KTK yang tinggi, serta dapat memperbaiki kualitas biologi tanah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama menguji efek penggunaan biochar sekam padi terhadap karakteristik agronomi tanaman jagung manis yang ditanam di lokasi petani di Dusun Togaso. Kecamatan Galang. Kabupaten Tolitoli. Sulawesi Tengah, pada musim kemarau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat taraf perlakuan dan empat ulangan, yaitu b0 . ton ha-. , b1 . ton ha-. , b2 . ton ha-. dan b3 . ton ha-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar sekam padi 10 ton ha-1 berpengaruh nyata . <0,. terhadap peningkatan parameter yang diamati, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering brangkasan. ILD (Indeks Luas Dau. , berat tongkol segar, dan produksi ha-1 tetapi tidak berpengaruh pada peningkatan parameter LAB (Laju Asimilasi Bersi. tanaman jagung manis di musim kemarau. Kata Kunci : biochar sekam padi. jagung manis. kesuburan tanah. mitigasi iklim Jurnal Vegetalika. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada PENDAHULUAN Perubahan iklim global saat ini menjadi tantangan besar yang dihadapi oleh sektor pertanian terutama yang ada hubungannya dengan peningkatan panas bumi dan perubahan musim hujan. Frekuensi meningkatnya intensitas kekeringan merupakan ancaman serius bagi tanaman pangan seperti jagung manis (Zea mays saccharata L. Mil. (IPCC, 2021. FAO, karena berkaitan dengan pasokan air dan peningkatan evaporasi tanah, yang berdampak langsung pada produktivitas tanaman (Lal. Oleh karena itu perlu strategi mitigasi perubahan iklim untuk mempertahankan hasil pertanian di tengah kondisi yang semakin Faktor pembatas dalam sistem budidaya jagung manis pada lahan kering pada musim kemarau adalah kekeringan dan ketersediaan Untuk mengatasi masalah ini diperlukan penerapan teknologi dan pengelolaan kesuburan tanah yang tepat di musim kemarau adalah penggunaan biochar sebagai bahan pembenah Biochar adalah material padat kaya karbon (Lehmann et al. , 2. , biochar dihasilkan dari konversi material organik melalui dekomposisi termokimia pada suhu tertentu dalam lingkungan minim oksigen . atau melalui . pembakaran langsung tanpa reaktor pirolisis dengan suhu 250 Ae 3000C selama 1Ae3 jam. Biochar memiliki struktur poripori tinggi, mampu meningkatkan kapasitas menahan air (Yu et al. , 2013. Schmidt et al. Amalina et al. , 2. dan memperbaiki kesuburan tanah (Lehmann & Joseph, 2. , mengurangi emisi gas rumah kaca (Haider et al. , meningkatkan serapan air dan nutrisi oleh tanaman (Woolf et al. , 2. , mengabsorpsi, dan penghilangan berbagai senyawa polutan agar tidak menimbulkan dampak negatif pada air dan pertumbuhan tanaman (Tan et al. , 2015. Kang et , 2. , meningkatkan kapasitas daya simpan air tanah (Alghamdi et al. , 2. , meningkatkan aerasi tanah (Bawamenewi et al. , 2. , serta menurunkan bobot isi tanah (Duarte et al. , 2019, Salawati & Ende, 2. Mengurangi emisi karbon lebih lama bahkan hingga 50 tahun (Schmidt et al. , 2. sangat efektif pada tanah bereaksi asam maupun basa (Hong et al. , 2. mampu menahan lebih banyak karbon dalam kondisi ekstrim (Sarwono, 2016. Sudibya, et al. , meningkatkan C-organik, pH. KTK tanah (Salawati et al. , 2. , meningkatkan jumlah P yang tersedia, (Herhandini et al. , 2021. Kolambani dan Widowati. , 2. yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi pemupukan (Lelu et al. , 2. meningkatkan ANR, jumlah nitrogen tersimpan di dalam jaringan tanaman, proses penyerapan nitrogen, dan tingkat kehijauan daun tanaman jagung (Ende et al. , 2. , meningkatkan produktivitas tanaman (Bista et al. , 2. , meningkatkan pertumbuhan dan konsentrasi N,P,K pada jaringan tanaman padi (Salawati & Ende. , 2. mengurangi penguapan nitrogen (Canatoy et al. , mengurangi tekanan garam tanah pada tanah salinitas (Sun et al. , 2. , tempat hidup dan sumber bagi mikroorganisme (Muslimah et , 2. Berbagai penelitian sebelumnya merekomendasikan penggunaan arang aktif ini sebagai pembenah di lahan kering untuk menjaga ketersediaan air yang cukup di sekitar perakaran tanaman, terutama pada musim kemarau di antaranya (De-la-Rosa, 2. Jagung manis adalah tanaman hortikultura yang cukup dikenal yang tumbuhnya sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang Selama musim kemarau, tanaman ini mengalami tekanan air yang signifikan, yang berdampak pada pertumbuhan dan hasil panennya (Khalili et al. , 2. Penggunaan biochar sekam padi dosis 4 ton ha-1 berpotensi meningkatkan karakter agronomi jagung manis (Verdiana et al. , 2. , serta Indikator fenotipik seperti tinggi tanaman dan jumlah helai daun, dan bobot tongkol pada dosis 10 ton ha-1 (Lelu et ,2. , dengan cara meningkatkan retensi air dan pasokan nutrisi di dalam tanah (Major et al. Meskipun berbagai penelitian telah membuktikan manfaat biochar dalam pertanian, studi mengenai efektivitas biochar sekam padi pada tanaman jagung manis di musim kemarau masih terbatas. Beberapa penelitian sebelumnya lebih berfokus pada tanaman pangan utama seperti padi dan jagung biasa (Zea may. (Novak et al. , 2009. Lelu et al. , 2018. Herhandini et al. Ende et al. , 2022. Muslimah et al. , 2. tanpa mempertimbangkan karakter agronomi spesifik jagung manis. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengkaji efek penggunaan biochar . rang sekam pad. sebagai pembenah tanah terhadap karakter agronomi jagung manis pada musim kemarau, serta mengkaji potensinya dalam mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan retensi air tanah dan efisiensi penggunaan Jurnal Vegetalika. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan biochar dari sekam padi, pupuk NPK Phonska, dan air sebagai bahan utama. Lokasi penelitian merupakan lahan bekas sawah intensif yang diidentifikasi memiliki kendala ketersediaan air yang terbatas serta rendahnya kandungan bahan organik, yaitu di bawah 2% . erdasarkan data Lab. Untad Palu, 2. Peralatan yang digunakan meliputi corong dari kawat ram, sekop untuk pencampuran material, ember, dan Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non-faktorial. Uji coba ini melibatkan empat perlakuan yang masing-masing diulang empat kali, menghasilkan total 16 . nam bela. unit Luas setiap unit petak percobaan adalah 12 mA. Tiap unit perlakuan terdiri atas sepuluh tanaman sampel. Biochar sekam padi diproduksi dengan mengeringkan bahan baku hingga kadar air mencapai A10%. Proses pirolisis dilakukan menggunakan metode gasifikasi yang pembakaran selama A3 jam. Arang yang terbentuk segera didinginkan dengan air untuk menghentikan proses pembakaran lebih lanjut . etode quenchin. Aplikasi perlakuan masing-masing dengan label b0 . anpa biochar/Kontro. , b1 . ton ha-1 atau 6 kg petak-. , b2 . ton ha-1 atau 12 kg petak-. dan b3 . ton ha-1 atau 18 kg petak-. biochar, takaran dosis ini dipilih sebagai rentang dosis yang umum digunakan berdasarkan penelitian terdahulu mengenai aplikasi biochar pada lahan pertanian. Aplikasi biochar dilakukan pada petak percobaan secara merata sesuai perlakuan, yaitu 10 hari sebelum tanam dengan cara larikan, demikian pula pemberian NPK Phonska sebanyak 180 g petak-1. Penanaman dilakukan menggunakan tugal, dengan kedalaman lubang 3 cm, setiap lubang tanam ditanami 2 benih dengan jarak tanam 75 cm x 25 cm. Setelah 1 minggu, dilakukan penjarangan dan hanya disisakan 1 bibit dengan pertumbuhan yang baik dan Variabel pengamatan terdiri atas variabel pertumbuhan yang diukur pada 14, 28, 42, 56 hari setelah tanam (HST), meliputi tinggi tanaman, jumlah helaian daun, indeks luas daun (ILD), laju asimilasi bersih (LAB). Variabel produksi atau hasil tanaman terdiri atas panjang tongkol dengan disertai dan tanpa klobot, bobot tongkol tanpa dan disertai klobot, serta produksi jagung manis ha-1 yang diukur dan dihitung saat akhir pengamatan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) untuk mengidentifikasi adanya perbedaan signifikan, jika secara serempak terdapat pengaruh nyata perlakuan, maka data selanjutnya diuji menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) dengan selang kepercayaan 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Tinggi Tanaman Penggunaan biochar sekam padi pada pertanaman jagung manis di musim kemarau terbukti nyata meningkatkan tinggi tanaman (Tabel . Pertambahan tinggi tanaman pada setiap umur disebabkan oleh peningkatan ketersediaan unsur hara dalam tanah akibat mikroorganisme memecah senyawa organik di tanah menjadi unsur mineral (Amalina et al. Proses ini melepaskan unsur-unsur hara, termasuk nitrogen (N) (Shah et al. , 2. , yang sangat dibutuhkan tanaman pada fase vegetatif. Kemungkinan lain yang turut berperan adalah kapasitas biochar dalam menyimpan air (Alghamdi et al. , 2. , sehingga kebutuhan air tanaman tercukupi di musim kemarau. Penggunaan biochar (Tabel . dengan dosis 10 ton ha-1 pada tanaman jagung manis di musim kemarau dapat meningkatkan tinggi tanaman karena biochar memiliki pori yang banyak, sehingga dapat menyerap dan menyimpan air yang lebih banyak. Kemampuan biochar ini membantu tanaman jagung manis memenuhi kebutuhan airnya di musim kemarau, sementara peningkatan dosis 15 ton ha-1 menyebabkan penurunan tinggi tanaman. Kemungkinan ini disebabkan efek dilusi dan ketersediaan hara ataupun gangguan fisik dan kimia tanah. Tinggi mencerminkan kemampuan tanaman dalam menyerap hara dan air dalam tanah meskipun di musim kemarau. Penelitian terdahulu (Muslimah et al. , 2. melaporkan bahwa penambahan biochar menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertambahan tinggi tanaman jagung. Hal ini dimungkinkan karena kemampuan biochar dalam mengikat air (Yu et al. , 2. meningkatkan total N. K (Salawati dan Ende, 2. karena pertambahan tinggi tanaman sangat dipengaruhi oleh unsur hara esensial dan Jurnal Vegetalika. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada Tabel 1. Rata-rata tinggi tanaman jagung manis yang diberi biochar dosis meningkat Perlakuan Rerata Tinggi Tanaman . 14 HST 28 HST 42 HST 56 HST Kontrol 25,88a 87,25a 193,00a 275,13a Biochar 5 ton ha-1 27,50ab 89,00a 194,20ab 277,38a Biochar 10 ton ha-1 29,25b 89,38a 197,25c 281,63b Biochar 15 ton ha 27,00ab 88,75a 194,88b 277,60ab BNJ 5% 1,81 1,73 4,34 Keterangan: Huruf yang sama di belakang angka pada kolom menandakan bahwa perlakuan biochar tidak berpengaruh signifikan pada uji beda nyata jujur 5% Tabel 2. Rata-rata jumlah helai daun tanaman jagung manis yang diberi perlakuan biochar Perlakuan Jumlah Helai Daun 14 HST 28 HST 42 HST 56 HST Kontrol 5,00a 8,38a 11,13a 13,00a Biochar 5 ton ha 5,25ab 8,88a 11,25a 13,13ab Biochar 10 ton ha-1 5,75b 9,00a 11,75a 13,75b Biochar 15 ton ha -1 5,25ab 8,63a 11,25a 13,13ab BNJ 5% 0,55 0,52 Keterangan: Huruf yang sama di belakang angka pada kolom menandakan bahwa perlakuan biochar tidak berpengaruh signifikan pada uji beda nyata jujur 5% Jumlah Helai Daun Hasil yang diperoleh dari uji BNJ 5% (Tabel . memberikan gambaran bahwa biochar memengaruhi pertambahan jumlah helai daun secara signifikan pada umur 14 dan 56 HST, namun tidak menunjukkan perbedaan nyata pada umur 28 dan 42 HST. Hal ini dimungkinkan peran biochar yang berfungsi sebagai spons mikro yang dapat menahan air, dan memiliki kemampuan untuk menjaga air tetap berada di sekitar perakaran, mencegahnya cepat hilang dari permukaan tanah sehingga serapan hara dan air tidak terganggu. Cincin karbon pada biochar berfungsi sebagai pengikat ion-ion nutrisi di sekitar akar tanaman. Mekanisme ini memastikan bahwa tanaman jagung memiliki akses nutrisi yang stabil, mengurangi tekanan kekeringan dan mendukung pertumbuhan organ Meskipun pemberian biochar memberikan pengaruh pada awal dan akhir pertumbuhan, pada umur 28 dan 42 HST pertambahan jumlah daun tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar Hal ini diduga karena pada fase vegetatif aktif tersebut, tanaman lebih fokus pada pemanjangan batang dan ekspansi luas daun daripada penambahan jumlah helai daun baru. Biochar sekam padi adalah bahan pembenah yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah (Salawati dan Ende. Peran dan fungsi biochar selain mampu menciptakan kondisi lingkungan pertumbuhan yang optimal bagi mikroorganisme tanah (De-laRosa, 2. , melalui ikatan karbon yang dimiliki pada cincin biochar yang mampu mengikat air, sehingga ketersediaan air pada zona perakaran dapat bertahan lebih lama (Amalina et al. , 2. terutama pada musim kemarau. Hasil penelitian ini memberi petunjuk bahwa pemberian biochar dosis 10 ton ha-1 mampu meningkatkan pertambahan jumlah helai daun tanaman jagung manis pada musim kemarau. Hal ini menciptakan kondisi yang baik bagi sistem perakaran, lebih mudah ditembus oleh akar baik secara vertikal maupun horizontal, serta meningkatkan kapasitas menahan air tersedia hingga 15% (Schmidt et al. , 2. , dampaknya, biochar mampu mengabsorpsi air dan nutrisi lebih baik yang pada akhirnya memengaruhi peningkatan jumlah helai daun. Jurnal Vegetalika. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada Tabel 3. Rata-rata indeks luas daun tanaman jagung manis yang diberi perlakuan biochar Perlakuan Indeks Luas Daun 14 HST 28 HST 42 HST 56 HST Kontrol 0,0175a 0,163a 0,230a 0,240a Biochar 5 ton ha-1 0,0185b 0,174bc 0,230a 0,243ab Biochar 10 ton ha-1 0,0194c 0,184c 0,250b 0,261b Biochar 15 ton ha 0,0180ab 0,169ab 0,235ab 0,244ab BNJ 5% 0,0006 0,01 0,018 0,018 Keterangan: Huruf yang sama di belakang angka pada kolom menandakan bahwa perlakuan biochar tidak berpengaruh signifikan pada uji beda nyata jujur 5% Tabel 4. Rata-rata berat kering brangkasan tanaman jagung manis yang diberi perlakuan biochar Perlakuan Berat Kering . 14 HST 28 HST 42 HST 56 HST Kontrol 1,9a 20,8a 100,8a 189,3a Biochar 5 ton ha 2,1ab 22,9ab 107,3bc 200,0a Biochar 10 ton ha-1 2,4b 26,2b 111,7c 246,4b Biochar 15 ton ha -1 1,9a 22,1ab 104,3ab 184,6a BNJ 5% 0,44 4,25 4,66 23,40 Keterangan: Huruf yang sama di belakang angka pada kolom menandakan bahwa perlakuan biochar tidak berpengaruh signifikan pada uji beda nyata jujur 5% Indeks Luas Daun Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar meningkatkan indeks luas daun (ILD) tanaman jagung manis umur 14, 28, 42 dan 56 HST (Tabel . Perlakuan biochar 10 ton ha-1 menghasilkan ILD lebih tinggi . ,019. 0,184. 0,250 dan 0,. dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Keberadaan biochar dalam tanah diyakini mampu meningkatkan serapan air dan hara melalui ikatan karbon tertutup yang dimilikinya, biochar dapat menahan air dan nutrisi lebih lama dalam tanah, sehingga ketersediaannya bagi tanaman menjadi lebih optimal (Yu et al. , 2013. Duarte et al. , 2. Selain menjaga ketersediaan air dan hara pada tanah, keberadaan biochar juga mampu menyediakan ruang dan habitat bagi perkembangan Pseudomonas yang memiliki peran sebagai penambat fosfor (P) dan bakteri Azotobacter sebagai penambat nitrogen (N) sehingga unsurunsur ini lebih tersedia pada tanah-tanah yang mengandung biochar (Muslimah et al. , 2. Sehingga ketersediaan air untuk tanaman jagung manis di musim kemarau tetap terjaga. Berat Kering Brangkasan Pemberian biochar secara nyata memengaruhi pertambahan bobot kering brangkasan tanaman jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biochar 10 ton ha-1 meningkatkan berat kering brangkasan dan lebih baik dari perlakuan lainnya (Tabel . Penambahan biochar sampai pada dosis 15 ton ha-1 justru mengurangi berat kering brangkasan tanaman, hal ini dimungkinkan berkaitan dengan kualitas fisik tanah dan kapasitas udara dalam tanah (Alghamdi et al. , 2. , karena keberadaan biochar dalam jumlah berlebihan akan menyebabkan ruang pori semakin besar, yang berpotensi mengganggu ketersediaan air dan hara bagi tanaman, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam pemberian atau aplikasi biochar dalam dosis yang tinggi. Laju Asimilasi Bersih Salah satu aspek penting dalam fotosintesis dalam menghasilkan berat kering per satuan luas daun dan waktu, yang tercermin melalui Laju Asimilasi Bersih (LAB) (Lakitan. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi biochar 10 ton haOe1 secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman (Tabel . , indeks luas daun (Tabel . , berat kering brangkasan (Tabel . , dan produktivitas (Tabel . Namun, pengaruhnya terhadap LAB tidak menunjukkan perbedaan nyata secara statistik (Gambar . Besaran LAB ini menurun seiring dengan meningkatnya dosis biochar dan umur tanaman. Jurnal Vegetalika. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada Pada awal pertumbuhan, pemberian biochar dengan takaran tertentu mampu mempertahankan LAB tanaman jagung melalui mekanisme peningkatan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah secara tidak langsung (Salawati et , 2. KTK yang tinggi berperan menjaga ketersediaan kation esensial seperti Mg2 yang merupakan inti klorofil dan K yang berfungsi dalam regulasi stomata, sehingga mendukung efisiensi fotosintesis. Namun, nilai LAB menurun pada dosis 15 ton haOe1 yang diduga berkaitan dengan gangguan keseimbangan pori tanah . apasitas udar. atau efek dilusi hara (Alghamdi et al. , 2. Ketidaksignifikanan respons LAB di tengah peningkatan variabel pertumbuhan dan produksi Peningkatan ILD pada dosis 10 ton haOe1, menciptakan kanopi yang lebih rimbun sehingga memicu fenomena self-shading . aungan dir. Kondisi ini menyebabkan daun pada bagian bawah menerima cahaya di bawah titik kompensasi (Gardner, 1. , yang berakibat pada rendahnya kontribusi asimilasi bersih dari daun yang terlindung (Ende et al. , 2. Meskipun LAB tidak berpengaruh signifikan, akumulasi berat kering (Tabel . dan produktivitas (Tabel . tetap meningkat secara nyata pada dosis 10 ton haOe1. Hal ini membuktikan bahwa total asimilat harian merupakan hasil integratif. Perluasan indeks luas daun sebagai penangkap radiasi surya meningkatkan akumulasi asimilat secara kumulatif, yang kemudian ditranslokasikan untuk menghasilkan bobot tongkol yang lebih tinggi. Penurunan nilai LAB (Gambar . , seiring bertambahnya umur tanaman . -8 MST) dipicu oleh pergeseran alokasi fotosintat dari organ vegetatif menuju organ reproduktif. Pada tahap ini, asimilat diprioritaskan untuk pengisian biji dibandingkan untuk inisiasi daun baru. Pengalihan energi tersebut berimplikasi pada melambatnya akumulasi bahan kering organ vegetatif (Gardner, 1. , yang secara langsung memengaruhi laju tumbuh tanaman (Zakariyya. Pengaruh Biochar Terhadap Hasil Tanaman Jagung Manis Pada Musim Kemarau Biochar yang diaplikasikan dengan dosis 10 ton ha-1 secara signifikan terbukti meningkatkan seluruh variabel hasil panen jagung seperti yang terlihat pada Tabel 5. Peningkatan ini mencakup panjang dan bobot tongkol . aik dengan maupun tanpa klobo. , serta total produksi per hektar, yang menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan tanpa pemberian biochar pada tanaman jagung manis yang ditanam di musim kemarau. Efek sinergis antara peran dan fungsi biochar dalam meningkatkan kemampuan menahan air (Yu et al. , 2013. Alghamdi et al. , menurunkan densitas tanah (Salawati dan Ende, 2. , serta meningkatkan kualitas kimia tanah (Zulfita et al. , 2020. Siregar et al. , 2. (Verdiana et al. , 2. sehingga berkorelasi pada peningkatan parameter pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis di musim kemarau. Hal yang sama dilaporkan oleh (Mazidah et al. , 2. yang menyatakan bahwa penggunaan biochar mampu meningkatkan bobot biji kedelai hitam 22,91% Penggunaan biochar dengan dosis yang berlebihan dapat menyebabkan imobilisasi sementara hara di dalam tanah. Hasil penelitian (Naibaho et al. , 2. melaporkan bahwa perlakuan dosis biochar sekam padi 10 ton ha-1 menghasilkan serapan hara P dan Zn yang paling tinggi pada tanaman padi, dan terjadi penurunan serapan hara P dan Zn seiring dengan meningkatnya dosis aplikasi biochar 20 dan 30 ton ha-1. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang cermat, penuh kehati-hatian, dalam penggunaan biochar dengan dosis dan kehalusan yang tinggi. Aplikasi biochar pada lahan budidaya tanaman jagung manis saat musim kemarau mengekspresikan potensi genetiknya dalam berproduksi tanpa gangguan nyata akibat kekurangan air. Hal ini terjadi karena biochar memiliki porositas tinggi yang mendukung retensi air di dalam tanah, fungsinya sebagai media penyimpan air . pons mikr. yang mampu menahan kehilangan air yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tanah tanpa perlakuan biochar, sehingga ketersediaan air di sekitar perakaran tanaman tetap terjaga. Dengan demikian, biochar dapat menjadi solusi mitigasi dampak iklim di musim kemarau pada tanaman jagung manis dengan dosis yang optimal . , dosis tinggi belum tentu lebih baik, hal ini tergambarkan dalam penelitian ini, respons tanaman menurun seiring dengan bertambahnya dosis biochar kemungkinan ini disebabkan oleh efek dilusi atau antagonisme unsur hara dosis Jurnal Vegetalika. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada Laju asimilasi bersih . /cm2/mingg. 2 -4 MST 4 -6 MST 6 - 8MST Kontrol Biochar 5 ton ha-1 Biochar 10 ton ha-1 Biocha 15 ton ha-1 Gambar 1. Grafik Laju Asimilasi Bersih . /cm2/mingg. tanaman jagung manis yang diberi biochar Tabel 5. Rata-rata hasil tanaman jagung manis yang diberi perlakuan biochar sekam padi Panjang Panjang Bobot tongkol Bobot tongkol Produktivitas . on ha-. Tongkol dengan tongkol tanpa dengan kelobot tanpa kelobot kelobot . Kontrol 29,75a 21,25a 373,67a 297,94a 15,89a Biochar 5 ton ha-1 30,25ab 22,88ab 391,15ab 313,22ab 16,70ab Biochar 10 ton ha-1 31,75b 24,25b 401,90b 339,67b 17,44b Biochar 15 ton ha -1 30,50ab 22,88ab 391,28ab 317,11ab 16,91ab BNJ 5% 1,15 1,70 23,62 28,31 1,51 Keterangan: Huruf yang sama di belakang angka pada kolom menandakan bahwa perlakuan biochar tidak berpengaruh signifikan pada uji beda nyata jujur 5% Perlakuan KESIMPULAN UCAPAN TERIMA KASIH Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis biochar 10 ton ha-1 secara produktivitas lahan sebesar 17,44 ton ha-1, tetapi tidak signifikan dalam memengaruhi fisiologi tanaman pada parameter laju asimilasi bersih (LAB). Produktivitas tanaman cenderung menurun pada peningkatan dosis aplikasi 15 ton Temuan ini mengisyaratkan dibutuhkan penggunaan dosis biochar sekam padi yang optimal, serta kehati-hatian dalam penggunaan dosis tinggi, karena tidak selalu memberikan respon positif bagi tanaman jagung manis yang dibudidayakan di musim kemarau. Dengan demikian, aplikasi biochar 10 ton haOe1 direkomendasikan sebagai strategi mitigasi kekeringan untuk budidaya jagung manis di lahan kering. Terima kasih yang setulus tulusnya kami sampaikan kepada Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Mujahidin Tolitoli, yang telah memberikan bantuan dana penelitian melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM), hingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan yang sama tulusnya kami sampaikan pula kepada pihak yang telah membantu selama proses penelitian ini berjalan baik langsung maupun tidak DAFTAR PUSTAKA