Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 KETERAMPILAN ABAD 21 PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VI KURIKULUM MERDEKA Deddy Krishannanto1. Agus Darmuki2. Irfai Fathurohman3 1FKIP Universitas Muria Kudus 2FKIP Universitas Muria Kudus 3FKIP Universitas Muria Kudus 202303054@std. id 1, agusdarmuki@umk. id2, irfaifathurohman@umk. ABSTRACT This research aims to identify and analyze the development of 4C competencies . ritical thinking, creativity, collaboration, and communicatio. in the context of 21stcentury learning as reflected in the Merdeka Curriculum textbook for Grade VI Elementary School published by Kemendikbudristek. The method used is content analysis with a qualitative approach. The primary data for this research consists of questions and exercises in the Grade VI Elementary School textbook compiled, published, and distributed by Kemendikbudristek. The research results indicate that this Indonesian language textbook for Grade VI allocates 42% of its development to critical thinking and problem-solving skills, 38% to creativity and originality, and 7% each to collaboration and communication skills. These findings were obtained through an in-depth analysis of the content of the respective textbook. Keywords: 21st-century skills, student textbook, 4C components ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengembangan kompetensi 4C . erpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikas. dalam konteks pembelajaran abad ke-21 yang tercermin dalam buku ajar Kurikulum Merdeka untuk Kelas VI Sekolah Dasar yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek. Metode yang digunakan adalah analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Data primer penelitian terdiri dari soal dan latihan dalam buku teks Sekolah Dasar Kelas VI yang disusun, diterbitkan, dan didistribusikan oleh Kemendikbudristek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks Bahasa Indonesia untuk Kelas VI ini mengalokasikan 42% pengembangannya pada keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, 38% pada kreativitas dan orisinalitas, serta masing-masing 7% pada keterampilan kolaborasi dan komunikasi. Temuan ini diperoleh melalui analisis mendalam terhadap isi buku ajar yang bersangkutan. Kata Kunci: Keterampilan abad 21, buku siswa, komponen 4C Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 Pendahuluan Abad ke-21 merupakan salah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan pesat di Dalam berkomitmen secara proaktif untuk mewujudkan tujuan implementasi model pembelajaran yang relevan dengan tuntutan abad ke-21. Selain itu, peserta didik diharapkan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan dinamika di abad ke-21, termasuk kemampuankemampuan penting seperti: . pemikiran analitis dan kritis. kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara kreatif dan inovatif. komunikasi (Daga, 2. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, teknologi informasi dan komunikasi mendalam yang disertai dengan kemajuan serta peningkatan yang Perubahan dalam sektor pendidikan menjadi suatu keharusan guna memastikan peserta didik dapat melaksanakan pengajaran secara efektif, sebagai konsekuensi dari perkembangan serta kemajuan yang terjadi pada era tersebut. (Handiyani & Abidin, 2. Pada abad ke-21, terdapat perubahan signifikan dalam penggunaan media pembelajaran, bahan ajar, dan sumber belajar. Segala kemampuan untuk menyampaikan pesan guna menstimulasi ide, emosi, dan motivasi peserta didik, serta menciptakan peluang pembelajaran yang bernilai, dianggap sebagai media pembelajaran (Ariska, 2. Peserta didik kini memiliki akses ke berbagai individu dan format yang beragam dalam menyediakan materi pembelajaran, yang dapat mereka manfaatkan untuk melanjutkan proses Hubungan interaktif antara pendidik, peserta didik, dan media pembelajaran merupakan elemen penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Ketersediaan media pembelajaran menyampaikan materi ajar di kelas (Sitepu, 2. Selain itu, pengelolaan meningkatkan daya tarik, relevansi, serta manfaat pembelajaran secara Dalam proses pendidikan, buku teks sering dianggap sebagai sumber utama dalam pengajaran dan Buku teks berfungsi sebagai salah satu perangkat penting yang digunakan oleh peserta didik dalam mendukung proses belajar. bidang pendidikan, beragam jenis buku digunakan, seperti Lembar Kerja Siswa (LKS), modul, dan buku pengayaan, dengan buku pake yang juga dikenal sebagai buku teks sebagai salah satu bahan acuan yang paling sering digunakan oleh pendidik pembelajaran berlangsung. Agar dapat memenuhi tujuan pendidikan, buku teks perlu dirancang untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 baik secara spesifik maupun dalam pengelolaan pembelajaran di kelas. Buku teks yang ideal adalah buku yang mampu membantu peserta didik mencapai keberhasilan akademisnya. Buku tersebut tidak hanya berperan sebagai pedoman, tetapi juga sebagai sarana yang diperlukan dalam proses menjalani pembelajaran. Buku teks menyimpan beragam informasi dan pengetahuan yang terkurasi untuk memungkinkan siswa belajar dengan perspektif yang relevan terhadap Materi dalam buku teks berdasarkan cakupan isi dan metode Buku memberikan peluang bagi peserta didik untuk mempelajari secara mandiri inti dari materi yang diajarkan, termasuk aplikasinya dalam proses Selain itu, buku teks keterampilan dan pengetahuan abad ke-21, berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif . C), yang menjadi perubahan dunia yang berlangsung dengan cepat dan dinamis (Sinaga. Penerapan keterampilan 4C memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peserta didik, sehingga mereka dapat menghadapi tantangan dan beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman saat ini. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, kreativitas diakui sebagai elemen yang krusial dan esensial (Aziz et al. Kemampuan berpikir kritis dan proses refleksi yang mendalam serta melampaui sekadar menerima sudut pandang orang lain. Keterampilan ini menganalisis, serta merumuskan solusi atas berbagai permasalahan melalui penerapan strategi yang cakrawala pengetahuan peserta didik (Salsabilla, 2. Kemampuan berpikir kritis menurut Sarinastiti dan Wibowo . , terdapat beberapa penanda kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, antara lain sebagai berikut: . Kemampuan argumen, gagasan, atau penalaran, baik deduktif maupun induktif menurut pada konteks di mana mereka digunakan, . Memiliki kemampuan untuk memahami satu ide sekaligus memahami yang lain, . Memproses argumen dan fakta secara efektif sambil mengevaluasi informasi dan membuat kesimpulan yang masuk . Biasakan diri dengan proses memvalidasi hasil dan menarik hubungan antara fakta dan penalaran. Menggunakan analisis untuk mengolah informasi yang diperoleh dari temuan dan tes sebelumnya, . Mampu menemukan jawaban atas berbagai macam masalah sehari-hari, baik di sektor publik maupun swasta, . Penggunaan kemampuan untuk Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 Pengumpulan, analisis, dan penyelesaian masalah. Untuk menciptakan sesuatu yang baru, ada baiknya memiliki pemikiran inovatif dan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif. Agar siswa dapat membuat dan membagikan ideide baru mereka dengan cara yang mudah didekati, kreativitas harus Dengan pemikiran kritis dan inovasi, peserta didik mampu berkompetisi secara efektif dalam era modern serta mencapai tujuan hidup mereka dengan lebih optimal. (Cynthia & Sihotang, 2. Menurut Sarinastiti Wibowo,. , inovasi dapat diidentifikasi melalui beberapa indikator, antara lain: . kemampuan dalam menerapkan, mengkomunikasikan ide-ide baru, baik secara lisan maupun tulisan. sikap terbuka dan responsif terhadap berbagai hal baru serta perspektif yang berbeda. pemahaman umum yang mendukung kemampuan dalam konseptual dengan efektif. penerapan konsep dan pengetahuan dalam situasi yang baru dan berbeda, baik dalam disiplin ilmu terkait maupun lintas disiplin. kemampuan menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki. Sedangkan indikator keterampilan berkolaborasi yaitu: . kemampuan bekerja dalam tim, . kemampuan beradaptasi dengan berbagai peran dan tanggung jawab serta bekerja secara efektif dengan orang lain, . empati dan dengan anggota kelompok lain untuk Kemampuan mengkomunikasikan informasi secara lisan dan tulisan disebut sebagai communication skills. Kemampuan mengekspresikan diri saat berdiskusi merupakan salah satu indikator keterampilan komunikasi. Indikator lain yang menunjukkan kompetensi komunikasi meliputi: . kemampuan menghasilkan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan konteks, baik secara lisan maupun tulisan. penggunaan bahasa yang sesuai dengan isi dan tujuan komunikasi. kemampuan berpikir secara logis dan sistematis berdasarkan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. keterampilan berkomunikasi secara efektif di era abad ke-21, yang memerlukan penguasaan lebih dari satu bahasa (Sarinastiti & Wibowo. Setelah mengesahkan Kurikulum 2013, buku teks Bahasa Indonesia kelas VI yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek dijadikan sebagai panduan utama bagi peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah. Sebagai acuan bagi siswa dan guru, penting untuk memastikan bahwa buku tersebut memenuhi standar yang ditetapkan dalam Kurikulum 2013. Oleh karena itu, diperlukan studi kelayakan guna menilai kesesuaian dan efektivitas buku tersebut. Kajian ini mengeksplorasi isu-isu pendidikan abad ke-21, dengan fokus pada keterampilan yang dianggap esensial Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 bagi peserta didik, yang difasilitasi melalui penggunaan buku teks Bahasa Indonesia kelas VI. Penelitian ini secara khusus menyoroti stimulasi dan pengembangan keterampilan membaca yang disajikan dalam buku teks tersebut. Metode Penelitian Penelitian ini menerapkan pendekatan analisis isi guna mengkaji status mata pelajaran yang menjadi objek penelitian. Peneliti berupaya tercantum dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VI yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek, dengan menggunakan kriteria yang telah Analisis digunakan dalam kajian ini mencakup pemeriksaan berbagai objek yang memiliki nilai akademis dan historis, mulai dari deduksi pribadi hingga dokumen sejarah yang relevan. Artikel ini disusun menggunakan metode analisis isi yang mencakup tiga tahap Tahap pertama adalah reduksi data, yaitu proses merangkum dan memilih informasi yang relevan, serta berfokus pada aspek-aspek esensial dengan mengidentifikasi tema dan pola, sekaligus mengeliminasi data yang tidak memiliki relevansi terhadap pengembangan keterampilan abad Tahap kedua adalah penyajian data, yang melibatkan penyusunan informasi dalam bentuk penjelasan ringkas, hubungan antar kategori, elemen-elemen mendukung pemahaman konsep secara lebih sistematis. Proses ini meningkatkan pemahaman melalui deskripsi yang singkat dan berbasis pada interpretasi data yang telah Tahap penarikan kesimpulan, di mana temuan dalam penelitian kualitatif harus memiliki unsur kebaruan serta sebelumnya belum teridentifikasi. Dalam studi ini, peneliti merumuskan kesimpulan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, sehingga temuan yang awalnya belum terungkap menjadi lebih jelas dan transparan. Kajian ini juga mengeksplorasi buku teks Bahasa Indonesia untuk kelas VI yang ditulis oleh Kemendikbudristek serta diterbitkan pada tahun 2021. Data yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup berbagai informasi atau bahan yang dikumpulkan dengan tujuan menjawab permasalahan serta kebutuhan yang telah diidentifikasi (Nasution, 2. Buku teks Bahasa Indonesia yang digunakan di Sekolah Dasar kelas VI, yang diproduksi, diterbitkan, dan didistribusikan oleh Kemendikbudristek, menjadi sumber utama dalam analisis penelitian ini. Sumber data merujuk pada dokumen atau tempat dari mana informasi Oleh karena itu, buku teks Bahasa Indonesia kelas VI yang disediakan oleh Kemendikbudristek dapat berfungsi sebagai referensi utama dalam proses pembelajaran. Studi ini bertujuan untuk mengkaji apakah keterampilan 4C yang diajarkan di sekolah saat ini dapat Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 dikategorikan sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21. Hasil Penelitian dan Pembahasan Penelitian ini berfokus pada analisis buku teks Keterampilan Abad 21 Bahasa Indonesia untuk kelas VI yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek pada semester kedua, khususnya terkait dengan komponen 4C. Hasil penelitian didasarkan pada pemeriksaan terhadap buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kemendikbudristek. Dalam pembelajaran abad ke-21, keterampilan 4C diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kompetensi sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam buku ajar yang dianalisis, ditemukan bahwa terdapat 7 soal dan kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan masalah, 25 soal dan kegiatan yang berfokus pada kreativitas dan inovasi, 8 soal dan kegiatan yang mengasah keterampilan kolaborasi, serta 8 soal dan kegiatan yang terkait dengan Pada tahap pengumpulan data, komponen yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia diidentifikasi melalui analisis soal dan kegiatan yang sesuai dengan landasan teori yang relevan. Proses analisis ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana keterampilan 4C telah diintegrasikan dalam materi Berikut ini merupakan masing-masing sebagaimana tercermin dalam soal dan kegiatan yang terdapat dalam buku teks Keterampilan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Keterampilan berpikir kritis yang dilatih melalui berbagai aktivitas pada buku Bahasa Indonesia kelas VI merupakan fondasi yang kokoh bagi kemampuan pemecahan masalah. Ketika siswa terbiasa menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, membandingkan alternatif, dan memahami inti persoalan, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Proses pemecahan identifikasi masalah secara akurat, pengumpulan dan analisis informasi relevan, pengembangan dan evaluasi berbagai solusi, serta pengambilan keputusan yang didasarkan pada pertimbangan logis dan kritis. Buku Bahasa Indonesia kelas VI semester 2 menunjukkan komitmen untuk tidak berbahasa siswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan berpikir kritis dan dasar-dasar pemecahan Melalui aktivitas yang beragam dan relevan, siswa didorong untuk menjadi pembelajar yang aktif, analitis, dan reflektif. Implementasi yang optimal dari kegiatan-kegiatan ini di dalam kelas diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mencetak generasi muda yang mampu berpikir jernih, kritis, dan solutif dalam menghadapi masa Tabel 1 : Intruksi Keterampilan Berpikir Kritis No. Instruksi Berpikir Kritis 1 Memeriksa teks yang Contoh B Jml Soal / a Hal Data Aktivitas b AuSetelah Isabel dan Melati Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 No. Instruksi Berpikir Kritis Contoh B Jml Soal / a Hal Data Aktivitas b Wijsen No. Instruksi Berpikir Kritis Contoh B Jml Soal / a Hal Data Aktivitas b Apa cirinya?Ay 2 Membandin AuBandingk 6 153Ae gkan teks an ganAAy 3 Menuliskan AuApa ide 8 pokok dari dalam teks 'Robot Menggant Pekerjaan Manusia'? Ay 4 Mencari AuSebutkan 8 fakta opini tiga dan struktur argumen dalam teks penulis manusiaAy AuTabel fakta vs opiniAy an bacaan 5 Mengidentifi AuTulisan 8 201Ae kasi jenis ini adalah 6 Menganalisi AuApa s teks AoKami tapi 100% depanAo?Ay Jumlah Kegiatan peningkatan minat belajar siswa dan perlu dikembangkan lebih lanjut agar (Maimunah, 2. Setiap individu memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, yang memungkinkan mereka dalam menghadapi permasalahan serta memberikan argumentasi saat menghadapi tantangan (FERAZONA. Oleh karena itu, dalam konteks pembelajaran, siswa lebih termotivasi ketika diberikan pertanyaan dan aktivitas yang mendorong mereka menyelesaikan permasalahan yang Selain pemecahan masalah, siswa juga perlu memiliki pemahaman konseptual yang jelas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan dalam menyelesaikan masalah secara sistematis. Salah satu proses berpikir yang terarah dan Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 terstruktur adalah berpikir kritis, yang mencakup pemecahan masalah, pengambilan keputusan, persuasi, analisis asumsi, serta investigasi ilmiah (Septikasari & Frasandy, 2. Keterampilan kreativitas dan Kreativitas adalah percikan ide baru dan orisinal, sementara inovasi adalah langkah mewujudkan ide tersebut menjadi sesuatu yang nyata, bermanfaat, atau memiliki Aktivitas-aktivitas dalam buku Bahasa Indonesia kelas VI semester 2 ini tidak berhenti pada pemantik ide . , tetapi juga mendorong perwujudannya. Menulis merancang pidato dari sudut pandang unik, hingga menciptakan zine adalah contoh bagaimana gagasan kreatif diterjemahkan menjadi produk atau karya konkret yang menunjukkan adanya unsur kebaruan atau inovasi dalam proses maupun hasilnya. Buku teks Bahasa Indonesia kelas VI semester 2 membuktikan bahwa pembelajaran bahasa dapat menjadi medium yang sangat efektif untuk merangsang dan mengembangkan potensi kreativitas serta inovasi siswa. Dengan memberikan ruang bagi ekspresi diri, eksplorasi ide, dan penciptaan karya orisinal, siswa tidak hanya terampil berbahasa, tetapi juga dibekali dengan daya cipta yang Peran guru sebagai fasilitator yang suportif dan apresiatif terhadap setiap bentuk usaha kreatif siswa Diharapkan, melalui pendekatan ini, akan lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kreatif, inovatif, dan siap dengan solusi-solusi baru. Tabel 2 : Intruksi Keterampilan Kreativitas dan Inovasi No Intruksi Keteram Kreativit as dan Inovasi Hal Jml Data Menulisk Menulis Pernyata pribadi Sendiri difabel dan Membac n pribadi a Teks 188Ae Tanggapan 8 dunia maya Membuat Ungkapan 7 Kata Baru dengan Aimenulis Makna Istilah 177Ae Membuat Menulis Sebuah pidato dari Tulisan sudut dengan pandang Karya Sendiri perubahan Contoh Soal / Aktivitas Menulis Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 No Intruksi Keteram Kreativit as dan Inovasi Contoh Soal / Aktivitas Hal Jml Data Menulis bebas dan 202Ae Menulisk Tanggapan 8 an Teks terhadap Tanggap teks AuRobot terhadap Gantikan Teks Pekerjaan ManusiaAy Membuat Membuat Sebuah zine Komik . ajalah min. , berisi tulisan, bisa 250 kata Jumlah Berdasarkan contoh yang disajikan, dapat diketahui bahwa soalsoal mengintegrasikan keterampilan kreatif dan inovatif yang mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses Siswa kesempatan untuk berkreasi melalui berbagai aktivitas, seperti menyusun pertanyaan berdasarkan gagasan mereka sendiri, menulis naskah secara mandiri, serta membuat komik sesuai dengan prosedur yang telah Soal-soal berperan dalam mengembangkan daya kreativitas siswa selama Keterampilan kreatif dan inovatif mencakup proses eksplorasi gagasan kreatif guna menghasilkan serta mengembangkan ide, merumuskan inovasi, serta menganalisis dan dilakukan untuk penyempurnaan lebih Kreativitas kemampuan untuk menghasilkan ideide baru yang dapat diterapkan secara Aspek kreativitas mencakup keluwesan berpikir, fleksibilitas, serta gagasan (Suardipa, 2. Dalam buku teks yang dianalisis, soal-soal serta kegiatan yang disajikan berperan dalam menstimulasi kemampuan berpikir kreatif siswa, mendorong mereka untuk berkarya, menulis secara komunikasi massa dengan cara yang Kegiatan pembelajaran yang memperkuat kreativitas siswa dan mendukung mereka dalam proses penciptaan ide serta pengembangan Keterampilan kolaborasi Buku Bahasa Indonesia kelas VI semester 2 menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dapat menjadi Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 menumbuhkembangkan keterampilan Dengan menyediakan ruang bagi siswa untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan berkarya mempersiapkan mereka menjadi individu yang tidak hanya cakap secara akademis tetapi juga terampil dalam membangun hubungan kerja sama yang positif dan produktif. Peran guru sebagai fasilitator yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung dinamika kelompok yang sehat akan sangat pengembangan keterampilan esensial Soal dan kegiatan yang disajikan dalam buku teks dirancang untuk kolaborasi pada peserta didik, di mana mereka diajak untuk bekerja sama guna mencapai tujuan pembelajaran yang sama. Berikut adalah tabel yang kegiatan dan soal yang berkaitan dengan keterampilan kolaborasi: No. Intruksi Contoh Bab Hal Keteramp Soal / Aktivita Kolabora an dan Tabel 3 : Intruksi Keterampilan Kolaborasi No. Intruksi Contoh Bab Hal Keteramp Soal / Aktivita Kolabora Mencerm Diskusi ati dan isi teks berdiskusi biografi bersama Melati Isabel Jml Data Jml Data Menjadi Diskusi Secara Debat berkelom dua pertanyaa dengan Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 No. Intruksi Contoh Bab Hal Keteramp Soal / Aktivita Kolabora Jml Data Menyus an riset t tulisan Secara Menulis berkelom dan mengiden askan k kecil Jumlah Kegiatan dalam contoh tersebut berperan kolaborasi peserta didik, di mana mereka didorong untuk bekerja sama guna mencapai tujuan pembelajaran yang sama. Dalam proses ini, peserta didik juga dapat menunjukkan bantuan serta berdiskusi dengan teman-temannya. Peserta didik dapat difasilitasi untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan rekan sebaya melalui berbagai aktivitas, seperti diskusi kelompok dan sesi tanya Melalui kegiatan tersebut, kemampuan dalam mendukung satu sama lain serta bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pembelajaran, peserta didik perlu bekerja sama secara efektif dan memahami pentingnya pengorbanan dalam dinamika kelompok. Selain itu, peserta didik juga memperoleh pemahaman mengenai komunikasi yang efektif dalam berbagai konteks melalui penerapan Kapasitas kemampuan bekerja dalam tim, berinteraksi dengan berbagai mitra, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri, komunitas, dan lingkungan Dengan mencerminkan kompetensi peserta berkoordinasi dengan pihak lain, serta menjalankan tanggung jawab sosial secara optimal (Hasanah, 2. Keterampilan komunikasi Buku Bahasa Indonesia kelas VI semester 2 menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan Dengan memberikan kesempatan yang luas untuk praktik berbicara di depan umum maupun terlibat dalam diskusi interaktif, buku ini membekali siswa Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 dengan fondasi komunikasi yang Keterampilan ini tidak hanya krusial untuk keberhasilan akademis mereka saat ini, tetapi juga akan kehidupan sosial dan profesional mereka di masa mendatang. Peran guru dalam menciptakan lingkungan kelas yang suportif, di mana siswa merasa aman untuk berlatih dan pengembangan keterampilan vital ini. Tabel 4 : Intruksi Keterampilan Komunikasi No Intruksi Keterampil Komunikas Contoh Soal / Aktivitas B Hal Jml Data 1 Membacaka Siswa n sebuah teks di n pidato di depan kelas depan kelas Wakil Ae an argumen saat debat Membacaka 7 182 n puisi AuKisah Sedih Telepon GenggamAy Menyampaik 8 211 Ae terkait etika No Intruksi Keterampil Komunikas Contoh Soal / Aktivitas B Hal Jml Data 2 Meminta Diskusi Ae mengenai tokoh anak sebuah teks dunia mengisi tabel Diskusi dan 6 139 Ae Diskusi tokoh 7 169 cerita Frida Muti Diskusi tentang ideAe dan literasi Jumlah Peserta didik dapat didorong untuk berinteraksi dengan teman sebaya menggunakan keterampilan komunikasi yang telah diintegrasikan dalam soal-soal Membaca buku dengan lantang di depan kelas dapat membantu mereka mempersiapkan diri untuk berbicara di hadapan umum. Selain itu, mengajukan pertanyaan dan meminta pendapat dari orang lain melatih siswa agar lebih fleksibel dalam berkomunikasi Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 10 Nomor 02. Juni 2025 serta mampu berkompromi dengan teman sekelas untuk mencapai tujuan Pada soal-soal yang telah dianalisis sebelumnya, keterampilan dalam mengelola, memahami, serta menghasilkan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan disiplin ilmu, baik secara lisan maupun tulisan, dalam konteks kegiatan pembelajaran. Keterampilan komunikasi, yang menyampaikan pendapat atau pemikiran di hadapan orang lain, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap isu atau permasalahan yang dihadapi. Dalam lingkungan pendidikan, keterampilan komunikasi dapat dikembangkan melalui berbagai tantangan yang mendorong peserta didik untuk mengungkapkan gagasan secara jelas dan efektif (Fitriah et al. , 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan uraian pembahasan bahan ajar bahasa Indonesia yang dirilis oleh Kemendikbudristek, keterampilan 4C telah masuk dalam bahan ajar bahasa Indonesia kelas VI. Buku Bahasa Indonesia ini secara komprehensif menganalisis integrasi kompetensi abad ke-21, yang dikenal dengan istilah 4C . erpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikas. , dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka Kemendikbudristek. Secara spesifik, buku teks ini memberikan porsi keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah . %) serta kreativitas dan orisinalitas . %). Sementara kolaborasi dan komunikasi masingmasing pengembangan sebesar 7%. Buku keterampilan abad ke-21, meskipun dengan penekanan yang berbeda pada setiap komponen 4C. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya evaluasi berkelanjutan kedalaman pengembangan seluruh kompetensi esensial yang dibutuhkan peserta didik dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman. Penelitian implementasi kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam buku teks ini dalam meningkatkan keterampilan 4C peserta didik secara holistik di lingkungan kelas DAFTAR PUSTAKA