Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2024, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id,p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Implementasi Alat Deteksi Asap Rokok Berbasis Internet of Things (IoT) Untuk Pemantauan Ruang Tertutup Bebas Asap Rokok di PT. NOK Indonesia Eko Budiarto1. Nurul Fajri2 1,2Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa Jl. Inspeksi Kalimalang No. Cibatu. Cikarang Selatan. Kab. Bekasi. Jawa Barat. Indonesia Korespondensi email: ekobudiarto@pelitabangsa. Abstrak Informasi Artikel Pelanggaran kawasan bebas asap rokok di Diterima: 8 Juli 2024 lingkungan industri masih sering terjadi akibat Direvisi: 6 Agustus 2024 keterbatasan pengawasan manual, sehingga Dipublikasikan: 30 September 2024 diperlukan sistem pemantauan otomatis. Penelitian mengimplementasikan alat deteksi asap rokok berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di PT. NOK Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen melalui perancangan prototipe yang mengintegrasikan sensor gas MQ-2, mikrokontroler ESP32, buzzer. Keywords LED, dan notifikasi real-time melalui aplikasi Internet of Things. ESP32. MQ-2, deteksi Telegram. Pengujian dilakukan terhadap fungsi asap rokok. Telegram sensor, respon aktuator, serta kecepatan Hasil menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi asap rokok secara akurat pada jarak 1Ae9 cm, mengaktifkan alarm visual dan audio, serta mengirimkan peringatan instan ke perangkat petugas dengan tingkat keberhasilan 100% selama uji coba. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan terbukti lebih efektif dibandingkan pengawasan manual dalam meningkatkan kecepatan respon dan akurasi deteksi, sehingga berpotensi mengurangi pelanggaran serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman, serta memungkinkan pengembangan lanjutan melalui integrasi dengan sistem keamanan lain seperti CCTV atau pemantauan terpusat. Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2024, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id,p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Pendahuluan Lingkungan kerja industri modern menuntut kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan karyawan, termasuk penerapan kebijakan kawasan bebas rokok di ruang tertutup. Meskipun aturan telah diberlakukan, pelanggaran masih sering terjadi karena keterbatasan pengawasan manual, terutama di area yang sulit dipantau seperti toilet. Kondisi ini menimbulkan risiko kesehatan dan potensi kebakaran, sehingga diperlukan solusi pemantauan otomatis secara akurat dan realtime. Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan terciptanya sistem pemantauan lingkungan yang terintegrasi melalui penggunaan sensor, mikrokontroler, dan jaringan komunikasi data. Pemanfaatan sensor gas MQ-2 yang terhubung dengan sistem IoT mampu mendeteksi asap rokok secara langsung dan memberikan informasi kondisi lingkungan secara cepat, sehingga dinilai efektif dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat . Integrasi dengan aplikasi Telegram juga otomatis kepada petugas melalui perangkat seluler, sehingga meningkatkan kecepatan respons dan akurasi pengawasan . dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan terkontrol. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sensor MQ-2 banyak digunakan dalam sistem deteksi asap berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan mikrokontroler dan aplikasi pemantauan untuk notifikasi realtime . Implementasi berbasis ESP32 dan platform monitoring seperti Blynk terbukti efisien dalam mendeteksi asap dan suhu lingkungan secara cepat . Pengembangan prototipe serupa juga mengintegrasikan sensor asap, aktuator, dan antarmuka mobile untuk meningkatkan efektivitas pemantauan otomatis . Studi lain menegaskan stabilitas dan efektivitas MQ-2 dalam mendeteksi asap rokok dengan dukungan sistem notifikasi digital . Sementara itu, sistem berbasis mikrokontroler non-IoT sederhana namun memiliki keterbatasan dalam distribusi data jarak jauh . Secara konseptual. IoT merupakan paradigma yang menghubungkan sensor, jaringan computing untuk memungkinkan pertukaran data otomatis antara dunia fisik dan digital . Integrasi berbagai elemen heterogen dalam platform IoT menjadi kebutuhan utama dalam sistem pemantauan modern . Dalam implementasinya. ESP32 dikenal sebagai mikrokontroler berbiaya rendah dengan konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth yang mendukung real-time data processing . Sensor MQ-2 sendiri mampu mendeteksi asap rokok dan gas mudah terbakar melalui perubahan resistansi material semikonduktor . , serta banyak digunakan dalam konteks industri karena reliabilitas dan sensitivitasnya . Berdasarkan penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pendeteksi asap rokok berbasis IoT menggunakan sensor MQ2 dan aplikasi Telegram sebagai media real-time. Sistem dikembangkan diharapkan dapat mendukung kebijakan kawasan tanpa rokok di PT. NOK Indonesia, mencegah pelanggaran yang sulit Sebagai perangkat pendukung, buzzer terdeteksi secara manual, serta berkontribusi berfungsi sebagai aktuator alarm otomatis ISSN: p. 2301-475X e. yang terintegrasi dengan sistem notifikasi digital . , sedangkan lampu LED berbasis Solid-State Lighting (SSL) mendukung konsep smart lighting yang adaptif terhadap sistem berbasis IoT . Platform Blynk menyediakan mobile dashboard untuk visualisasi data sensor dan pengendalian perangkat melalui infrastruktur cloud tanpa konfigurasi backend yang kompleks . Proses pemrograman dan pengembangan prototipe umumnya menggunakan Arduino IDE yang mendukung integrasi perangkat keras dan perangkat lunak secara efisien . Dari sisi regulasi dan keselamatan kerja, penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan bentuk perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan second-hand smoke . Konsep Occupational Health and Safety (OHS) menekankan pentingnya sistem perlindungan tenaga kerja yang terintegrasi untuk meminimalkan risiko lingkungan kerja . Dalam pemodelan menggunakan Unified Modeling Language (UML) membantu mendefinisikan kebutuhan dan arsitektur perangkat lunak secara terstruktur . , termasuk melalui use case diagram dan activity diagram untuk analisis proses . , serta sequence diagram untuk memvisualisasikan interaksi antarobjek dalam sistem berorientasi objek . II. Metodologi Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development dengan tujuan merancang dan mengimplementasikan sistem deteksi asap rokok berbasis Internet of Things (IoT) untuk pemantauan ruang tertutup secara otomatis dan real-time. Studi difokuskan pada area toilet di PT. NOK Indonesia yang berpotensi terjadi pelanggaran kebijakan kawasan tanpa rokok. Permasalahan utama terletak pada sistem pengawasan manual yang bersifat pasif, tidak real-time, bergantung pada laporan manusia, serta tidak menyediakan bukti digital sebagai dasar Kondisi ini menjadi dasar pengembangan sistem pemantauan otomatis berbasis sensor dan notifikasi daring. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi fasilitas toilet dan studi literatur terkait teknologi IoT, notifikasi, serta regulasi KTR dan K3. Tahap analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kelemahan sistem eksisting dan merumuskan kebutuhan sistem yang meliputi perangkat keras (ESP32, sensor MQ-2, buzzer. LED, power supply, dan smartphon. , perangkat lunak (Arduino IDE. Telegram, sistem operas. , serta kebutuhan informasi berupa status deteksi dan waktu kejadian. Hasil analisis ini menjadi dasar dalam perancangan sistem yang terintegrasi dan sesuai kebutuhan Perancangan sistem dilakukan menggunakan pendekatan Unified Modeling Language (UML) untuk memodelkan kebutuhan fungsional dan alur kerja sistem. Diagram yang digunakan meliputi use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram untuk menggambarkan interaksi antara pengawas dan sistem, proses deteksi pengendalian alarm. Secara umum, ketika sensor mendeteksi asap, sistem secara otomatis mengaktifkan buzzer dan LED serta mengirim notifikasi melalui Telegram, kemudian pengawas dapat melakukan verifikasi dan menonaktifkan alarm. Ilustrasi alur perancangan sistem dapat disisipkan dibawah ini. Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2024, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id,p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Gambar 1. Usecase Diagram Perancangan perangkat keras . ardware Secara keseluruhan, metodologi penelitian ini desig. menggunakan ESP32 sebagai pusat mencakup tahapan identifikasi masalah, kendali yang terhubung dengan sensor gas analisis kebutuhan, perancangan sistem MQ-2 sebagai input, serta buzzer dan LED berbasis UML, serta implementasi dan sebagai output peringatan lokal. ESP32 integrasi perangkat keras dan perangkat lunak memanfaatkan konektivitas Wi-Fi untuk dalam satu sistem IoT yang terhubung secara mengirim notifikasi ke aplikasi Telegram real-time. Pendekatan ini memastikan bahwa pada smartphone pengguna. Rangkaian sistem yang dikembangkan tidak hanya dirancang dengan koneksi pin digital untuk berfungsi secara teknis, tetapi juga relevan membaca sinyal sensor dan mengaktifkan dengan kebutuhan pengawasan di lingkungan sehingga industri serta mendukung terciptanya menghasilkan sistem yang sederhana, efisien, lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. dan mudah diimplementasikan di ruang Skema perancangan perangkat keras dapat disisipkan pada bagian ini. Hasil dan Pembahasan Gambar 2. Perancangan Hardware Implementasi sistem deteksi asap rokok berbasis Internet of Things (IoT) berhasil mengubah proses pengawasan manual menjadi pemantauan otomatis dan real-time. Sistem menggunakan sensor MQ-2 sebagai pendeteksi asap yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32 untuk memproses data dan mengirim notifikasi melalui aplikasi Telegram. Selain notifikasi digital, sistem juga mengaktifkan buzzer dan LED sebagai ISSN: p. 2301-475X e. alarm lokal sehingga memberikan respons langsung di lokasi kejadian. Wujud fisik diimplementasikan ditunjukkan pada gambar Gambar 4. Pengujian Sensor MQ-2 Gambar 3. Wujud Fisik Prototipe Hasil pengujian perangkat keras menunjukkan bahwa modul ESP32 dapat terhubung dengan jaringan Wi-Fi secara stabil dan menjalankan program dengan baik. Sensor MQ-2 mampu mendeteksi asap secara konsisten pada rentang jarak pengujian, yang kemudian memicu aktivasi alarm lokal berupa buzzer dan LED sesuai logika sistem. Kinerja masing-masing komponen perangkat keras yang diuji secara terpisah ditunjukkan pada gambar berikut. Gambar 5. Pengujian Buzzer Gambar 6. Pengujian LED Gambar 4. Pengujian ESP32 Pada sisi perangkat lunak, program yang dikembangkan menggunakan Arduino IDE mampu membaca data sensor secara berkala, menentukan kondisi deteksi berdasarkan ambang batas, serta mengirimkan notifikasi melalui Telegram Bot API. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pesan notifikasi dapat diterima pengguna dengan waktu respons ISSN: p. 2301-475X e. kurang dari 2 detik setelah deteksi terjadi, sehingga sistem mampu mendukung pemantauan jarak jauh secara real-time. Tampilan notifikasi yang diterima pengguna dapat dilihat pada gambar berikut. Secara keseluruhan, kinerja alat menunjukkan tingkat keandalan yang baik dengan respons cepat, operasi stabil, serta kemampuan pemantauan berkelanjutan. Sistem ini dinilai efektif sebagai solusi deteksi dini pelanggaran merokok di ruang tertutup dan berpotensi peningkatan kalibrasi sensor, optimalisasi konektivitas jaringan, serta integrasi dengan sistem pemantauan lain untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. IV. Kesimpulan Penelitian ini berhasil mengembangkan prototipe sistem peringatan dini deteksi asap rokok berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan alarm lokal (LED dan buzze. serta notifikasi jarak jauh melalui Telegram Bot. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem bekerja konsisten dengan waktu respons notifikasi O 2 detik pada kondisi jaringan baik, serta mekanisme latch dan cooldown efektif mencegah pesan ganda pada satu kejadian. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem layak diterapkan sebagai solusi pendukung kebijakan kawasan bebas asap rokok di ruang tertutup PT. NOK Indonesia, dengan potensi pengembangan lebih lanjut melalui uji lapangan bertahap, kalibrasi sensor berkala, integrasi operasional notifikasi ke petugas terkait, serta penerapan desain multiGambar 7. Pengujian Telegram node yang lebih andal guna meningkatkan Pengujian keseluruhan sistem . nd-to-end efektivitas pengawasan dan keamanan testin. memperlihatkan bahwa seluruh lingkungan kerja. rangkaian proses, mulai dari deteksi asap. Daftar Pustaka