SENI KERAJINAN TENUNAN SONGKET MELAYU DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU Sukma Afifa1. Yuliarma2 Universitas Negeri Padang1 Universitas Negeri Padang2 sukmaafifa@gmail. ABSTRACT Malay songket weaving is currently not only found in Pekanbaru, but has expanded to almost all regions in Riau including Indragiri Hulu Regency. Malay songket cloth is an ancestral heritage used in certain activities such as wedding ceremonies, as traditional clothing and also in various interests outside traditional activities. However, it is unfortunate that Malay songket weaving in Indragiri Hulu Regency is still poorly known by the local community and also people outside. Malay songket weaving has also developed, where craftsmen are required to be able to create more diverse motifs and colors in order to compete with other songket weaving. This study aims to describe and document the shape of motifs, placement of motifs and colors of Malay songket in lyric sub-district. The method used is qualitative research with a design theory approach, motifs, and colors. Data collection is carried out through literature study, observation. Keywords: Motive. Songket. Indragiri Hulu ABSTRAK Tenunan songket melayu saat ini tidak hanya terdapat di Pekanbaru, namun telah berkembang hampir ke semua daerah di riau termasuk kabupaten indragiri hulu. Kain songket melayu merupakan warisan leluhur yang digunakan pada kegiatan tertentu seperti upacara pernikahan, sebagai busana adat dan juga diberbagai kepentingan luar kegiatan adat. Namun sangat disayangkan tenunan songket melayu di kabupaten indragiri hulu ini masih kurang dikenal oleh masyarakat setempat dan juga masyarakat diluar. Tenunan songket melayu juga mengalami perkembangan, dimana pengrajin dituntut untuk bisa menciptakan motif serta warna yang lebih beragam agar tetap bisa bersaing dengan tenunan songket lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mendokumentasikan bentuk motif, penempatan motif dan warna songket melayu di kecamatan lirik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan teori desain motif, dan warna. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Kt Kunci: Motif,Songket. Indragiri Hulu Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. PENDAHULUAN Ada begitu banyak ragam kebudayaan yang terdapat di Indonesia dimana salah satu hasil budaya tersebut berupa tenunan songket. Tenunan songket dapat ditemukan dibeberapa daerah seperti sumatera barat dengan songket pandai sikek, daerah Sumatera Selatan dengan songket palembang dan riau dengan songket melayunya. Tenunan Songket melayu ini dapat dijumpai di Pekanbaru. Siak. Bengkalis dan tentunya Indragiri Hulu. Songket melayu juga dapat ditemukan di kecamatan lirik, namun songket ini masih kurang di kenal oleh masyarakat sekitar dan juga masyarakat luar. Para pengrajin yang masih ada saat ini juga sangat sedikit dan belum ada penerus selanjutnya yang mau serta mampu menekuni keahlian menenun songket ini, serta masih kurangnya upaya pelestarian dari pemerintah setempat dan Masyarakat sekitar mengakibatkan tenunan songket melayu ini semakin sulit ditemukan bahkan dikhawatirkan akan hilang Karenanya dirasa perlu untuk melakukan penelitian terhadap tenunan songket melayu tersebut, yang bertujuan untuk mendokumentasi dan mendeskripsikan bentuk motif, penempatan serta warna songket melayu saat ini. Songket adalah salah satu jenis kain tenun tradisional Melayu di Indonesia. Malaysia, dan Brunei. Songket ditenun menggunakan tangan dengan benang emas dan perak, serta pada umumnya dikenakan pada acara-acara resmi. (Negara 2. Songket digunakan untuk pakaian dalam upacara adat. Kain songket yang dipakai dalam upacara adat berbentuk: tutup kepala, sisamping, selendang, ikat pinggang, sarung, baju, dan uncang. (Manru, 2. Songket Melayu bagi masyarakat digunakan dalam upacara adat seperti prosesi pernikanan, pakaian pengantin ataupun acara diluar kepentingan adat, dimana songket digunakan dalam bentuk kain sarung, baju, tutup kepala . dan selendang dan lainnya. Tenunan Songket merupakan seni kerajinan menenun yang menggunakan benang emas atau perak dimana dalam prosesnya biasa menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Proses pembuatan satu set . ain dan selendan. songket dilakukan dengan beberapa tahap yaitu menyiapkan alat dan bahan, menyukit . embuatan moti. dan menenun seluruh proses dilakukan dengan cara tradisional. (Putri, 2. Vol. No. Juni 2024 Sukma Afifa. Yuliarma Seni Kerajinan Tenunan Songket Melayu Di Kabupaten Indragiri Hulu Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Kain songket adalah kain tenunan yang menggunakan benang emas yang dihasilkan pada daerah tertentu saja. kain ini dapat ditemukan hamper disetiap daerah di Indonesia dengan karakteristik tertentu pada setiap daerah yang dapat dilihat dari variasi motif dan variasi warna yang dihasilkan oleh jenis benangnya (Purnama 2. Keberagaman karakter manusia, sifat manusia, kondisi alam dari suatu daerah menciptakan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut menjadikan setiap budaya yang dimiliki suatu masyarakat maupun daerah memiliki keunikan tersediri (Rohisa Adanya keberagaman motif disebabkan karena perbedaan latar belakang budaya dan lingkungan yang menciptakan keunikan hasil tenun pada setiap daerah (Riski, 2. Tiap kain dan motif memiliki kaitannya dengan nilai-nilai dan unsur-unsur kebudayaan pada tiap daerahnya yang menunjukkan atau sebagai bentuk ekspresi pengakuan terhadap keberadaan, keagungan dan kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta kehidupan semua makhluk di dunia (Fajarriny 2. Tenunan songket Melayu memiliki khazanah budaya bumi melayu riau yang sangat dikenal masyarakat Indragiri Hulu dan masyarakat daerah riau lainnya. Nilai-nilai budaya suatu masyarakat juga dapat dilihat dari ragam hias pada hasil kebudayaan itu sendiri, dimana pada tenunan songket dapat dilihat dari ragam hiasnya. Menurut Yuliarma . ragam hias dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu geometris, naturalis dan dekoratif. Ragam hias terdiri dari reka latar . urface desig. yaitu pembuatan corak yang dilakukan langsung di atas permukaan atau latar kain, misalnya batik, sulam, celup ikat . ie dy. , lukis, prada, aplikasi . anik-manik, arguci, tulang, dan lain-lai. (Nurcahyani 2. Pada tenunan songket melayu salah satu ciri khas itu terlihat dari pemakaian benang maupun dari motif yang dihasilkan. Untuk menghasilkan tenun songket melayu yang indah diperlukan desain motif serta penempatan motif yang tepat. Pada setiap ragam hias terdapat 3 komponen pokok yaitu adanya suatu tokoh sebagai pokok yang diceritakan kemudian figuran-figuran sebagai pendukung motif pokok atau berfungsi sebagai latar belakang suatu susunan dan isian-isian untuk menambah keindahan secara keseluruhan (Sila 2. Menurut Budiwirman . susunan ragam hias songket dibagi sesuai dengan penempatan, yaitu pada kepala kain, kaki kain . agian bawah kai. dan badan kain. Pada kepala kain dan kaki kain biasanya dipakai motif pucuk rebung atau motif pinggir lainnya, sedangkan badannya diisi dengan motif bunga tabur atau motif beraturan. Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. Warna merupakan unsur yang menonjol dalam sebuah desain (Yuliarma 2. Selanjutnya menurut Biagi . warna merupakan salah satu elemen yang menjadi unsur pembentuk dalam penciptaan seni. Warna juga menjadi salah satu ciri khas dari Tenunan Songket Melayu dimana Tenunan Songket yang dibuat saat ini sudah memiliki warna yang cukup beragam, bahkan dalam satu produk songket bisa ditemukan beberapa macam warna yang tetap terlihat indah karena pemilihan warna-warna yang tepat dari para pengrajin. Hal ini juga sesuai dengan pendapat (Lestari 2. dengan perkembangan zaman sekarang ini para perajin lebih mengutamakan keindahan dari kain songket karena menyesuaikan dengan selera pasar. Perajin pun lebih banyak memproduksi kain songket lejo. anyak warn. yang menurut para tokoh adat kain songket lejo tidak memiliki makna khusus, hanya sebagai hiasan dalam berpenampilan. METODE Tulisan ini didasarkan pada penelitian tenunan songket melayu yang dilakukan di kecamatan lirik kabupaten indragiri hulu. Subjek yang menjadi penelitian adalah masyarakat di kecamatan lirik yang memiliki kepadaian serta pengetahuan mengenai tenuan songket melayu. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dan studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk menghimpun data dari berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya seperti lembaga sosial, pemerintahan, budayawan. Studi pustaka penting dilakukan sebab membantu arah penelitian agar lebih efektif dan Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data antara lain dengan observasi, wawancara, triangulasi serta dokumentasi. Untuk menggali data yang diperlukan tersebut peneliti mengadakan pengamatan langsung ke lokasi penelitian, terkait dengan hal tersebut penelitian ke lapangan digunakan untuk mengetahui bagaimana hasil dari tenunan songket melayu tersebut. selain itu juga diperlukan wawancara mendalam dengan beberapa narasumber baik pengrajin, tokoh masyarakat maupun pemerhati kain tenun yang ada. Wawancara juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana Sejarah tenunan songket melayu, bentuk motif, penempatan motif serta warna tenunan songket Vol. No. Juni 2024 Sukma Afifa. Yuliarma Seni Kerajinan Tenunan Songket Melayu Di Kabupaten Indragiri Hulu Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Setelah pengupulan data lapangan diperloreh, dilakukan diskusi dengan narasumber dan pihak-pihak terkait untuk melengkapi data yang sudah terkumpul. Dengan menggunakan teknik triangulasi, teknik ini berguna untuk memverifikasi data yang sudah ada sehingga diperoleh data yang valid. Tahap terakhir adalah menyusun data kualitatif dengan menggunakan metode deskripsi analisis. observasi, dan studi PEMBAHASAN Sejarah Tenun Songket Melayu Seni menenun ini telah beberapa puluh tahun yang lalu telah dikenal dikalangan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu. Pada umumnya semua pekerjaan menenun dikerjakan oleh kaum wanita guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Menenun adalah suatu seni, karena seni merupakan keahlian dan keterampilan manusia untuk mengekspresikan dan menciptakan hal yang indah serta bernilai Keahlian menenun diperoleh secara turun-temurun dan dilakukan secara berulangulang, sehinga membentuk sebuah pola. Berdasarkan wawancara dengan budayawan di kabupaten indragiri hulu beliau menuturkan bahwa tenunan songket sudah ada semenjak Indragiri Hulu masih berupa Kerajaan, dimana seni kerajinan ini dibawa oleh para pedagang asal Malaysia. Pada masa itu masih disebut dengan Tenun Indragiri dimana hasil tenun Indragiri ini hanya dapat digunakan oleh keluarga dan keturunan Raja. Tenunan Indragiri dibuat menggunakan benang sutera asli dengan motif-motif lama yang mencerminkan budaya dan pedoman kehidupan masyarakat melayu. Dari segi warna juga masih melambangkan tingkatan orang dalam Kerajaan pada masa itu yaitu warna merah, hijau dan kuning. Namun seiring berkembangnya zaman dan teknologi, sistem kerajaanpun sudah menghilang dan hasil tenunan Indragiri di masa itu hanya dimiliki oleh para keluarga raja yang masih ada hingga saat ini ataupun penduduk asli yang dulunya merupakan para pengrajin dimasa itu. Dan akhirnya hasil kerajinan itu dinyatakan punah sekitar tahun 1990-an. Beberapa tahun kemudian dilakukan usaha untuk menciptakan kembali budaya menenun tersebut yang mana awalnya dimulai dari masyarakat di Rengat yang merupakan tempat asal tenunan Indragiri ada, pemerintah setempat berusaha mengumpulkan para pengrajin lama dan wanita-wanita yang ingin menerukan keahlian Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. menenun tersebut dengan cara menyediakan tempat produksi di rumah tinggi serta memfasilitasi kebutuhan alat dan bahan untuk menenun bagi para pekerja. Perancang pun juga ikut didatangkan agar bisa membantu dan bekerja sama dengan para pengrajin untuk menciptakan kembali serta mengembangkan motif-motif baru dari tenunan songket melayu ini. Sayangnya semakin lama para pengrajin semakin tua, dukungan dari pemerintah semakin berkurang dan akhirnya banyak pengrajin yang memilih berhenti dan mencari pekerjaan lainnya. Bentuk Motif Tenunan Songket Melayu Pada masyarakat Melayu Riau tenun songket tradisional ini dihiasi dengan memberi motif-motif hias tertentu dan setiap motif mempunyai makna terhadap sipemakainya (Guslinda 2. Berdasarkan wawancara dengan budayawan yang ada di kabupaten Indragiri Hulu didapati motif Tenunan Indragiri di ilhami dari flora dan fauna yang tumbuh di Indragiri: Motif tampuk pendada . umbuhan yang banyak tumbuh di Indragir. Motif bertabur . diilhami gugurnya bunga-bunga ke bumi Motif pucuk rebung Motif berawan . Motif tembangun . orak awan beraga. Motif bunga tanjong . unga yang biasanya digunakan oleh kamun ibu, anak dara sebagai pengharum diri Motif tolak berantai/teluk berantai Motif selendang sutra betabo Motif-motif tersebut beberapa diantaranya masih dapat ditemukan di tenunan songket melayu saat ini dan juga memiliki beberapa bentuk variasi yang sudah dikembangkan oleh para pengrajin dan perancang yang ada. Beberapa motif yang terkenal dan sering digunakan diantaranya: motif pucuk rebung dimana motif ini bersumber ide dari tanaman atau tunas rebung yang memiliki bentuk runcing. Ciri utama dari tunas pucuk rebung adalah bentuk segitiga yang diambil dari tunas bambu motif pucuk rebung terdapat pada kepala kain, kaki kain dan ujung kain (Akkapurlaura 2. Vol. No. Juni 2024 Sukma Afifa. Yuliarma Seni Kerajinan Tenunan Songket Melayu Di Kabupaten Indragiri Hulu Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Gambar 01 Kain Songket Motif Pucuk Rebung Tali Air. Foto: Sukma Afifa 2022 Pada Gambar 01 ditemukan bentuk Motif naturalis. Desain Motif geometris dan Desain Motif dekoratif. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis pada gambar diatas dimana terdapat motif tali air, motif pucuk rebung, motif siku-siku dan motif petak-petak. Dimana motif naturalisnya berasal dari motif pucuk rebung yang bersumber ide dari stilasi tanaman tunas/pucuk rebung. motif geometrisnya berasal dari motif siku-siku dan motif petak-petak dengan sumber ide dari stilasi bentuk segitiga dan belah ketupat. sedangkan motif dekoratifnya berasal dari motif tali air dengan sumber ide stilasi bentuk tali dan tampuk/bunga tabur. Motif lainnya yang cukup banyak dibuatkan berberapa macam variasi yaitu motif wajik, motif ini bersumber ide dari makanan atau jajanan yang berbentuk petak. Motif wajik memiliki cukup banyak variasi diantara wajik bunga tampuk, wajik bunga kecupu, wajik bintang, dan wajik petak. Gambar 02 Kain Songket Motif Wajik Bintang. Foto: Sukma Afifa 2022 Pada Gambar 2 ditemukan bentuk Motif naturalis, bentuk geometris dan Desain Motif dekoratif. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis pada gambar diatas dimana terdapat motif wajik, motif siku awan, motif bertabur dan motif gunung-gunung Dimana motif naturalisnya berasal dari motif siku awan hasil stilasi dari awan dilangit dari hasil stilasi kupu-kupu dan bentuk bintang dilangit. motif geometris didapat dari motif gunung-gunung hasil stilasi bentuk segitiga, motif petak tabur dari hasil stilasi bentuk belah ketupat. Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. Sedangkan motif dekoratif terdapat pada motif wajik dimana berasal dari hasil stilasi bentuk jajanan kecil khas riau berberntuk persegi atau belah ketupat yang kemudian digabungkan dengan bentuk bintang sebagai isi wajiknya. Selanjutnya juga terdapat motif siku, motif siku ini memiliki cukup banyak seperti motif siku bintang, motif siku bersumber ide dari bentuk segitiga siku-siku yang dikombinasikan dengan relung-relung dan lainnya. Gambar 03 Kain Songket Motif Siku Keluang. Foto: Sukma Afifa 2022 Pada Gambar 03 ditemukan bentuk geometris dan Desain Motif dekoratif. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis pada gambar diatas dimana terdapat motif siku keluang, siku bintang dan motif kupu-kupu Bintang. Dimana motif geometris didapat dari motif siku yang bersumber ide dari bentuk segitiga yang dikombinasikan dengan relung dan juga bentuk bintang. Sedangkan motif dekoratif terdapat pada motif kupu-kupu bintang yaitu kombinasi dari stilasi kupu-kupu dan juga bintang dilangit. Penempatan Motif Songket Melayu Motif-motif tenunan songket melayu dibuat dengan memperhatikan bagaimana penempatan motif yang indah dan tepat sehingga dapat menciptakan hasil tenunan songket yang memiliki nilai estetis serta kualitas yang baik. penempatan motif pada tenunan songket biasanya diatur oleh para pengrajin dengan cara memilah dan memadukan beberapa motif yang cocok sesuai permintaan dan minat pasar. Bagian-bagian penempatan motif pada tenunan songket dibagi menjadi kepal kain biasanya diisi dengan moti yang padan dan berukuran lebih besar, kaki atau bawah kain diisi dengan motif yang lebih kecil sedangkan untuk badan kain biasanya diisi dengan motif taburan atau motif betabo. Vol. No. Juni 2024 Sukma Afifa. Yuliarma Seni Kerajinan Tenunan Songket Melayu Di Kabupaten Indragiri Hulu Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Berdasarkan gambar 01 ditemukan penempatan motif songket terbagi kepada penempatan pada kaki kain dan penempatan pada badan kain saja. adapun motif yang ditempatkan pada kaki kain yaitu motif pucuk rebung yang merupakan motif dari model songket 1, kemudian penempatan motif pada bagian badan kain diisi dengan motif tali Berdasarkan gambar 02 ditemukan penempatan motif songket terbagi kepada penempatan motif pada kepala kain, kaki kain dan badan kain. adapun motif yang di tempatkan pada kepala kain adalah motif wajik bintang dimana motif ini menjadi moif utama dari model songket 2 ini. Kemudian motif pada bagian badan kain diisi dengan motif taburan atau motif betabo sedangkan motif kaki kainnya berupa motif siku awan. Selanjutnya berdasarkan gambar 03 ditemukan penempatan motif pada badan kain dan kaki kain. Motif yang terdapat pada badan kain berupa motif siku seluang dan motif siku bintang sedangkan motif yang terdapat pada kaki kain berupa motif kupu-kupu Warna Songket Melayu Warna songket umumnya masih menggunaka warna khas melayu riau yang terdiri dari warna merah, hijau, dan kuning. Ketiga warna ini dulunya melambangkan tingkatan keluarga kerajaan. Namun saat ini warna-warna tersebut sudah bisa digunakan oleh semua masyarakat. Warna songket melayu saat ini dibuat lebih beragam agar lebih menarik bagi para konsumen dan tidak kalah saing dengan songket Berdasarkan gambar 01 ditemukan 6 warna songket yaitu warna ungu, jingga, hijau toska, biru, merah maroon sedangkan warna untuk benang hiasnya menggunakan warna emas. Songket dengan banyak warna ini juga dikenal dengan songket lejo atau Berdasarkan gambar 02 ditemukan warna merah untuk kain songket dan warna emas dari benang hias. Berdasarkan gambar 03 ditemukan warna biru muda, ungu, kuning, hijau toska dan oren, warna benang hiasnya masih menggunakan warna emas. Songket ini juga merupaka salah satu songket lejo karena memiliki banyak warna. Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. SIMPULAN Setelah menganlisis data yang didapatkan dari hasil wawancara dan observasi langsung dengan pengrajin serta budayawan yang ada di kabupaten Indragiri Hulu, maka dapat diambil kesimpulan: Kondisi saat ini dari Tenunan Songket Melayu di Kabupaten Indragiri Hulu sudah sangat sulit untuk dijumpai dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia . yang masih melakukan kegiatan menenun songket ini. Bentuk motif yang terdapat pada tenunan songket melayu saat ini berupa Motf Pucuk Rebung,Motif Pucuk Rebung Besar. Motif Pucuk Rebung Bunga. Motif Wajik Petak. Motif Wajik Bunga. Motif Wajik Bintang. Motif Siku Bintang. Motif Siku Keluang Motif Awan. Motif Betabo. Motif Tampuk. Motif Kombinasi. Motif Rengat. Motif Lejo. Motif Rantai dan Motif Tali Air. Motif Songket Melayu dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian jika dilihat dari bentuk yaitu a. merupakan bentuk motifyang meniru bentuk tumbuhan dan hewan b. merupakan bentuk motif yang dapat diukur c. dekoratif yaitu motif yang terbentuk dari gabungan bentuk naturalis dan geomtris. Penempatan motif tenunan songket melayu terbagi menjadi motif pada kepala kain, motif pada badan kain dan motif pada tepi . Warna songket masih menggunakan warna khas melayu yaitu merah, hijau dan Songket yang memiliki banyak warna dalam satu helainya biasa disebut songket lejo atau pelangi. DaFTaR PUSTaKa Budiwirman. Makna Mendidik Pada Kriya Songket Silungkang Sumatera Barat. Panggung Jurnal Seni Budaya 22. Fajarriny,Erri dan Yan Yan Sunarya. Motif Tenun Sebagai Bentuk Bahasa Rupa Dari Masyarakat Suku Mbojo Di Bima Nusa Tenggara Barat. Jurnal Rupa Vol 6 No 01 Agustus Guslinda dan Otang Kurniawan. 2016 Perubahan Bentuk Fungsi dan Makna Tenun Songket Siak Padan Masyarakat Melayu Riau. Jurnal Pigur Vol 5 No 1 AprilSeptember Haryati. Sophia Ratna Rr. AuSemiotika Ruang Sebagai Unsur Pembentuk Struktur Permukiman Tradisional Baluwarti Di Keraton SurakartaAy, dalam tesis Program Pascasarjana Fakultas Teknik Arsitektur UGM. Yogyakarta. Lestari. Sasya dan Menul Teguh Riyanto. Kajian Motif Tenun Songket Melayu Siak Tradisional Khas Riau. Jurnal Dimensi DKV Vol 2 No 1 April Vol. No. Juni 2024 Sukma Afifa. Yuliarma Seni Kerajinan Tenunan Songket Melayu Di Kabupaten Indragiri Hulu Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Manru. Azumal Al dan Efrizal. Kajian Motif Fungsi dan Makna Songket Petok Pasaman Sumatera Barat. Jurnal Serupa Vol 11 No 4 Negara. Ida B. S dan I Putu P. Identifikasi Kecocokan Motif Tenun Songket Jembrana Dengan metode Manhattan Distance. Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 7 No 2 Januari Nurcahyani. Lisyawati. Strategi Pengembangan Produk Kain Tenun Ikat Sintang. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 3 Nomor 1 Juni Putri. Dilla Annisa dan Yuliarma. Studi Tentang Ragam Hias Sulaman Benang Emas Pada Pakaian Pengantin Wanita dan Pelaminan Naras Kota Pariaman. Jurnal Pendidikan dan Keluarga Vol 14 No 02 Putri. Hesti R. D dan Achmad Haldani D. Songket Motif Development Of Ogan Ilir. Jurnal Ekspresi Seni Vol 22 No 2 November Riski. Unggul Bagus. 2023 Makna Simbolik Motif Naga Besaung Pada Kain Songket Di Kota Palembang (Studi Kasus Fikri Songke. Jurnal Nivedana Vol 4 No 1 Juli Rohisa,Diva dan Warli Haryana. Desain Motif Batik Cimahi Sebagai Identitas Budaya (Kajian Antropolog. Jurnal Brikolase Vol 1 No 14 Juli Sila I Nyoman dan Dewa Ayu M. Kajian Estetika Ragam Hias Tenun Songket Jinengdalem. Buleleng. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol 2 No 1 April Yuliarma. The Art of Embroidery Designs. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedi. PT. Gramedia Vol. No. Juni 2024