p-ISSN: 2355-2638, e-ISSN: 2746-1866. Hal. 21-29 Vol. 11 No. 2, 2024 https://journal. id/index. php/konfiks WEBTOON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS KOMIK JENAKA Adisti Primi Wulan. Muhammad Lahir2. Abdul Wahid3 1,2, IKIP PGRI Pontianak 3Universitas Muhammadiyah Makassar Jl. Ampera No. Sungai Jawi. Kec. Pontianak Kota. Kota Pontianak. Kalimantan Barat 78116 E-mail: primiwulan@gmail. Abstrak Pembelajaran menulis komik jenaka di perguruan tinggi sering kali menghadapi tantangan dalam meningkatkan motivasi dan kreativitas mahasiswa. Webtoon sebagai media digital berbasis visual menawarkan potensi besar untuk membantu mahasiswa memahami struktur naratif, mengembangkan humor yang efektif, serta meningkatkan literasi visual dalam menulis. Namun, pemanfaatan Webtoon dalam konteks pembelajaran menulis komik jenaka masih terbatas dan belum banyak dikaji secara sistemati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Webtoon sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis komik jenaka mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner dan wawancara terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP PGRI Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa Webtoon membantu mereka memahami struktur dan teknik menulis komik jenaka, meningkatkan motivasi dalam menulis, serta mempermudah pengembangan ide cerita. Selain itu, faktor internal seperti minat dan kreativitas mahasiswa, serta faktor eksternal seperti dukungan dosen, akses terhadap sumber belajar, dan tantangan teknis turut memengaruhi efektivitas pembelajaran berbasis Webtoon. Temuan ini menunjukkan bahwa Webtoon dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang menggabungkan teknologi dengan kreativitas, sehingga mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran menulis komik jenaka di perguruan tinggi. Oleh karena itu, penerapan Webtoon dalam kurikulum menulis kreatif perlu dipertimbangkan lebih lanjut untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa di era Kata Kunci: Kreativitas. Literasi Visual. Media Pembelajaran. Menulis Komik Jenaka. Webtoon. WEBTOON AS A LEARNING MEDIUM FOR WRITING HUMOROUS COMICS Abstract Teaching humorous comic writing in higher education often faces challenges in enhancing students' motivation and Webtoon, as a digital media platform based on visual storytelling, offers significant potential to help students understand narrative structures, develop effective humor, and improve visual literacy in writing. However, the use of Webtoon in the context of humorous comic writing instruction remains limited and has not been systematically explored. This study aims to analyze the effectiveness of Webtoon as a learning medium for improving studentsAo skills in writing humorous comics and to identify the factors influencing its success. This research employs a descriptive approach using surveys through questionnaires and interviews with students from the Indonesian Language and Literature Education Program at IKIP PGRI Pontianak. The findings indicate that the majority of students perceive Webtoon as a helpful tool in understanding the structure and techniques of humorous comic writing, increasing their motivation to write, and facilitating the development of story ideas. Additionally, internal factors such as students' interest and creativity, along with external factors such as instructor support, access to learning resources, and technical challenges, significantly influence the effectiveness of Webtoon-based learning. Permalink/DOI: https://doi. org/10. 26618/jk/15670 p-ISSN: 2355-2638, e-ISSN: 2746-1866. Hal. 21-29 Vol. 11 No. 2, 2024 https://journal. id/index. php/konfiks These findings suggest that Webtoon can serve as an innovative learning medium that integrates technology with creativity, thereby enhancing the effectiveness of humorous comic writing instruction in higher education. Therefore, integrating Webtoon into the creative writing curriculum should be further considered to accommodate students' learning needs in the digital era. Keywords:. Creativity. Visual Literacy. Learning Media. Humorous Comic Writing. Webtoon. PENDAHULUAN Dalam perkembangan dunia pendidikan, inovasi dalam metode pembelajaran terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis kreatif adalah kurangnya minat mahasiswa dalam mengeksplorasi ide, menyusun struktur cerita (Wahid et al. , 2020, 2022. Wahid & Marni, 2. , serta menghadirkan unsur humor yang efektif dalam teks mereka. Kemampuan menulis komik jenaka tidak hanya mengandalkan aspek kebahasaan, tetapi juga memerlukan pemahaman tentang struktur naratif, literasi visual, serta kreativitas dalam menyusun elemen humor yang menarik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih inovatif agar pembelajaran menulis tidak hanya menjadi aktivitas akademik yang bersifat normatif, tetapi juga dapat meningkatkan partisipasi dan motivasi Webtoon sebagai salah satu media digital berbasis visual menawarkan potensi besar dalam mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menulis komik jenaka (Nabila et al. , 2. Platform ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar dari berbagai model komik yang tersedia (Alfiani et al. , 2. , memahami cara penyajian humor yang efektif, serta mengeksplorasi teknik pengembangan alur dan karakter yang menarik. Dengan kombinasi antara teks dan ilustrasi. Webtoon dapat membantu mahasiswa memahami hubungan antara elemen visual dan verbal dalam menyampaikan pesan secara lebih efektif (Lestari & Irwansyah, 2. Namun, sejauh ini, pemanfaatan Webtoon dalam pembelajaran Permalink/DOI: https://doi. org/10. 26618/jk/15670 akademik masih terbatas dan belum banyak diterapkan secara sistematis dalam mata kuliah keterampilan menulis, terutama dalam genre komik jenaka. Meskipun beberapa penelitian telah membahas efektivitas media berbasis digital dalam meningkatkan keterampilan menulis (Anggraini. Laili et al. , 2020. Nuraini, 2. , kajian yang secara khusus mengeksplorasi bagaimana Webtoon dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran menulis komik jenaka masih jarang ditemukan. Sebagian besar studi sebelumnya lebih berfokus pada aspek membaca dan pemahaman struktur naratif, tanpa secara mendalam mengkaji bagaimana platform ini mengembangkan humor yang efektif serta meningkatkan kreativitas mereka dalam menulis komik jenaka. Selain itu, belum banyak kajian yang menyoroti bagaimana faktor internal seperti minat mahasiswa, literasi visual, serta kemampuan teknologi, berinteraksi dengan faktor eksternal seperti dukungan dosen, ketersediaan sumber belajar, dan infrastruktur teknologi dalam menentukan keberhasilan pembelajaran berbasis Webtoon. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam efektivitas penggunaan Webtoon sebagai media pembelajaran menulis komik jenaka bagi mahasiswa. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi sejauh mana Webtoon dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap struktur dan teknik penulisan komik jenaka, meningkatkan motivasi mereka dalam menulis, serta memperkaya kreativitas mereka dalam mengembangkan humor yang segar dan menarik. p-ISSN: 2355-2638, e-ISSN: 2746-1866. Hal. 21-29 Vol. 11 No. 2, 2024 Selain itu, penelitian ini juga akan mengkaji berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan implementasi Webtoon dalam pembelajaran, baik dari sisi mahasiswa maupun dukungan eksternal yang tersedia. Melalui pendekatan ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan metode pembelajaran berbasis digital dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang keterampilan menulis. Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para pengajar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, tetapi juga membantu mahasiswa dalam mengeksplorasi potensi mereka dalam menulis komik jenaka secara lebih efektif. Dengan demikian. Webtoon dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan preferensi belajar mahasiswa di era digital saat ini. KAJIAN LITERATUR Sastra digital merupakan perkembangan sastra yang selaras dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Sastra digital sebagai karya sastra yang memanfaatkan teknologi digital dalam penciptaan, penyebaran, dan aksesnya (Ahsan et , 2. Karakteristik utama sastra digital adalah sifatnya yang interaktif, multimedial, dan partisipatif, memungkinkan penulis dan pembaca untuk terlibat secara lebih dinamis dalam konsumsi dan produksi karya sastra. Sastra merupakan wacana sastra yang berinteraksi langsung dengan teknologi digital, menjadikannya lebih fleksibel, mudah diakses, dan memberikan ruang ekspresi yang lebih luas bagi kreator (Ahsan et al. , 2. Dalam konteks ini. Webtoon menjadi salah satu bentuk sastra digital yang berkembang pesat dan digunakan sebagai media pembelajaran dalam menulis komik jenaka. Sastra digital dapat diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi melalui berbagai platform teknologi digital, termasuk internet dan media sosial (Girsang et al. , 2. Kemudahan akses dan Permalink/DOI: https://doi. org/10. 26618/jk/15670 https://journal. id/index. php/konfiks distribusi melalui teknologi digital memungkinkan sastra digital untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Webtoon, sebagai bagian dari sastra digital, adalah medium yang menggabungkan elemen visual dan naratif secara interaktif, sehingga dapat menjadi alat yang efektif dalam pembelajaran menulis komik jenaka. Dalam perkembangannya. Webtoon mengalami evolusi menggunakan animasi Flash hingga generasi kedua yang memanfaatkan teknologi Liquid Crystal Display (LCD) (Lestari & Irwansyah. Istilah "Webtoon" berasal dari kombinasi kata "web" . dan "cartoon" . , yang mencerminkan esensinya sebagai komik digital yang dapat diakses melalui situs web dan aplikasi seluler (Lestari & Irwansyah, 2. Komik, sebagai medium naratif, memiliki peran penting dalam pembelajaran menulis karena menggabungkan elemen gambar dan teks dalam menyampaikan cerita. Komik sebagai seni visual yang menyampaikan narasi melalui serangkaian panel yang saling terhubung (Laili et al. , 2. Komik merupakan bentuk ekspresi yang diwujudkan melalui gerakan dan ekspresi dalam gambar yang disusun secara berurutan dengan dukungan kata-kata (Trisnadewi et al. , 2. Dalam konteks pembelajaran menulis komik jenaka. Webtoon menawarkan kelebihan dalam memberikan pemahaman tentang struktur cerita, pengembangan karakter, serta penyampaian humor secara visual dan tekstual. Keunggulan Webtoon pembelajaran menulis komik jenaka didukung oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup minat dan motivasi mahasiswa, kemampuan literasi visual dan naratif, serta kreativitas dalam mengembangkan humor. Sementara itu, faktor eksternal meliputi dukungan dosen dan metode pengajaran, akses terhadap sumber belajar, serta tantangan teknis yang dihadapi mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, penggunaan Webtoon dalam pembelajaran tidak hanya p-ISSN: 2355-2638, e-ISSN: 2746-1866. Hal. 21-29 Vol. 11 No. 2, 2024 memperkaya keterampilan menulis kreatif mahasiswa tetapi juga memperkuat pemahaman mereka terhadap elemen visual dan naratif dalam komik jenaka. Studi ini berkontribusi pada diskusi akademik tentang pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran menulis, khususnya dalam konteks sastra digital. Meskipun Webtoon telah banyak digunakan dalam berbagai bidang kreatif, pemanfaatannya sebagai alat pembelajaran menulis komik jenaka masih membutuhkan eksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk mengisi kesenjangan dengan mengeksplorasi bagaimana Webtoon dapat menjadi media efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa serta faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilannya. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif (Muhammad, 2014. Sugiyono, 2. , guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai efektivitas penggunaan Webtoon dalam pembelajaran menulis komik Dengan menggunakan desain studi kasus, penelitian ini berfokus pada mahasiswa yang telah terlibat dalam proses pembelajaran berbasis Webtoon di lingkungan akademik. Observasi kelas dilakukan untuk melihat secara langsung keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, mengumpulkan data mengenai pengalaman, persepsi, serta motivasi mahasiswa dalam menulis komik jenaka dengan bantuan Webtoon. Selain itu, wawancara dengan dosen dan mahasiswa dilakukan untuk memperoleh wawasan yang lebih luas tentang manfaat dan tantangan yang muncul dalam penggunaan media ini. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa metode yang saling Kuesioner dirancang untuk menggali pengalaman mahasiswa dalam menggunakan Webtoon sebagai media pembelajaran, serta bagaimana teknologi ini mempengaruhi motivasi Permalink/DOI: https://doi. org/10. 26618/jk/15670 https://journal. id/index. php/konfiks dan kreativitas mereka dalam menulis cerita Observasi kelas memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana mahasiswa berinteraksi dengan Webtoon dalam proses pembelajaran dan sejauh mana mereka mampu mengaplikasikan pemahaman mereka dalam menghasilkan karya. Wawancara dengan dosen memberikan perspektif tambahan mengenai efektivitas metode ini dalam meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa, sedangkan wawancara dengan mahasiswa mengungkapkan tantangan yang mereka hadapi serta aspek yang mereka anggap paling membantu dalam penggunaan Webtoon. Dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan, penelitian ini menggabungkan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil kuesioner dianalisis secara deskriptif untuk melihat pola dan kecenderungan umum dalam respons mahasiswa terhadap penggunaan Webtoon sebagai media pembelajaran. Sementara itu, data observasi dan wawancara dianalisis secara tematik untuk faktor-faktor berbasis Webtoon. Faktor internal seperti minat dan motivasi mahasiswa, kemampuan literasi mengembangkan humor, serta penguasaan teknologi digital menjadi aspek penting dalam menentukan efektivitas pembelajaran ini. Selain itu, faktor eksternal seperti dukungan dosen, akses terhadap sumber belajar, kolaborasi dalam kelas, serta tantangan teknis juga menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi keberhasilan implementasi Webtoon dalam pembelajaran menulis. HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan Webtoon Media Pembelajaran Menulis Komik Jenaka Mahasiswa PBSI IKIP PGRI Pontianak. Penggunaan Webtoon pembelajaran menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita jenaka mahasiswa. Hasil observasi di kelas p-ISSN: 2355-2638, e-ISSN: 2746-1866. Hal. 21-29 Vol. 11 No. 2, 2024 https://journal. id/index. php/konfiks juga sejalan dengan teori multimodalitas dalam termotivasi dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran, yang menyatakan bahwa integrasi pembelajaran ketika menggunakan Webtoon, yang teks dan gambar dapat meningkatkan pemahaman memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi idedan retensi informasi. ide kreatif secara lebih leluasa. Elemen visual yang Lebih jauh, mahasiswa yang sebelumnya menarik dan alur cerita yang interaktif dalam mengalami kesulitan dalam menulis cerita jenaka Webtoon tidak hanya membantu mahasiswa mengaku lebih percaya diri setelah menggunakan memahami struktur naratif, tetapi juga mendorong Webtoon sebagai referensi. Mereka merasa lebih mereka untuk bereksperimen dengan teknik humor mudah menuangkan ide dalam format yang lebih yang lebih variatif. Selain itu, wawancara dengan para ahli di pembelajaran konvensional. Dengan demikian, bidang pendidikan dan literasi visual mendukung Webtoon bukan hanya berfungsi sebagai media temuan ini. Para ahli menekankan bahwa hiburan, tetapi juga sebagai alat pedagogis yang kombinasi elemen visual dan naratif dalam efektif dalam meningkatkan keterampilan Webtoon menulis mahasiswa secara inovatif dan mahasiswa terhadap konsep menulis kreatif. Berikut ini adalah data mengenai Penggunaan mengembangkan konflik, dan menyusun punchline Webtoon sebagai Media Pembelajaran Menulis yang efektif dalam komik jenaka. Pendekatan ini Komik Jenaka. Tabel 2. Hasil Rekapitulasi Kuesioner mengenai Penggunaan Webtoon sebagai Media Pembelajaran Menulis Komik Jenaka Aspek Pengalaman Mahasiswa terhadap Webtoon Efektivitas Webtoon dalam Pembelajaran Menulis Komik Jenaka Dampak Pembelajaran dengan Webtoon Sub-aspek Mahasiswa pernah menggunakan Webtoon mahasiswa belum pernah menggunakan Webtoon Mahasiswa pernah mencoba membuat komik sebelum pembelajaran keterampilan menulis Mahasiswa belum pernah mencoba membuat komik sebelum pembelajaran keterampilan menulis Mahasiswa merasa bahwa Webtoon sangat membantu dalam memahami struktur dan teknik menulis komik jenaka. Mahasiswa merasa lebih termotivasi dalam menulis setelah menggunakan Webtoon sebagai media pembelajaran. Mahasiswa merasa bahwa Webtoon mempermudah pengembangan ide cerita, terutama dalam menentukan alur, konflik, dan penyelesaian cerita Mahasiswa merasa lebih mudah memahami unsur humor dalam komik setelah menggunakan Webtoon sebagai Mahasiswa merasa lebih percaya diri dalam menulis komik jenaka setelah pembelajaran menggunakan Webtoon. Mahasiswa berharap metode pembelajaran berbasis Webtoon dapat diterapkan pada mata kuliah lain yang relevan dengan kreativitas menulis. Permalink/DOI: https://doi. org/10. 26618/jk/15670 Persentase p-ISSN: 2355-2638, e-ISSN: 2746-1866. Hal. 21-29 Vol. 11 No. 2, 2024 https://journal. id/index. php/konfiks FaktorAefaktor Mempengaruhi menulis komik jenaka pada mahasiswa PBSI IKIP Keberhasilan Penggunaan Webtoon sebagai PGRI Pontianak. Media Pembelajaran Menulis Komik Jenaka Mahasiswa PBSI IKIP PGRI Pontianak. Berikut adalah tabel yang merangkum faktorfaktor penggunaan Webtoon sebagai media pembelajaran Tabel 2. Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Penggunaan Webtoon Kategori Faktor Internal Faktor Eksternal Faktor Minat dan Motivasi Mahasiswa Kemampuan Literasi Visual dan Naratif Kreativitas dalam Mengembangkan Humor Kemampuan Teknologi dan Digital Dukungan Dosen dan Metode Pengajaran Akses terhadap Sumber Belajar Kolaborasi dan Umpan Balik Tantangan Teknis dan Keterbatasan Infrastruktur Berdasarkan temuan yang telah diperoleh. Webtoon pembelajaran dalam menulis komik jenaka terbukti memberikan dampak yang positif bagi Mayoritas mahasiswa telah memiliki pengalaman sebagai pembaca Webtoon, yang memudahkan mereka dalam memahami format visual dan naratif yang digunakan dalam komik Namun, data juga menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa belum memiliki pengalaman dalam menciptakan komik sendiri sebelum mengikuti pembelajaran ini. Hal ini mengindikasikan bahwa integrasi Webtoon dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pemahaman, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan menulis kreatif yang lebih mendalam (Anggraini, 2021. Lestari & Irwansyah, 2020. Nabila et al. , 2. Permalink/DOI: https://doi. org/10. 26618/jk/15670 Deskripsi Mahasiswa yang tertarik dengan Webtoon lebih antusias dalam belajar dan menghasilkan karya Pemahaman terhadap elemen visual dan naratif membantu mahasiswa dalam menyusun cerita jenaka yang menarik Mahasiswa yang lebih kreatif cenderung mampu membuat punchline yang efektif dan humor yang segar Penguasaan aplikasi desain dan platform Webtoon mempermudah mahasiswa dalam membuat komik digital Pendekatan dosen yang inovatif dan bimbingan yang tepat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Ketersediaan referensi Webtoon berkualitas dan akses internet yang stabil mempermudah eksplorasi. Umpan balik dari dosen dan teman sebaya membantu mahasiswa dalam meningkatkan kualitas karyanya Kendala seperti keterbatasan perangkat digital dan kurangnya keterampilan menggambar dapat menjadi hambatan dalam Setelah mengikuti pembelajaran berbasis Webtoon, mahasiswa menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap struktur dan teknik menulis komik jenaka. Kemampuan mereka dalam mengembangkan alur, membangun karakter, dan menyusun elemen humor menjadi lebih baik seiring dengan penggunaan media berbasis visual Selain itu. Webtoon juga terbukti mampu meningkatkan motivasi mahasiswa dalam menulis, karena pendekatan berbasis digital ini lebih relevan dengan gaya belajar mereka di era teknologi (Lestari & Irwansyah, 2. Fleksibilitas dan daya tarik visual Webtoon eksploratif dalam menciptakan cerita yang menarik dan komunikatif (Lestari & Irwansyah. Dampak lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam p-ISSN: 2355-2638, e-ISSN: 2746-1866. Hal. 21-29 Vol. 11 No. 2, 2024 menulis komik jenaka. Dengan adanya contoh nyata dan referensi visual dari Webtoon, mahasiswa merasa lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide mereka dan mengadaptasi teknik naratif yang lebih variatif. Selain itu, sebagian besar mahasiswa menginginkan agar metode pembelajaran berbasis Webtoon ini diterapkan dalam mata kuliah lain yang berkaitan dengan kreativitas menulis. Hal ini menunjukkan menggabungkan teknologi digital dengan aspek kreatif tidak hanya meningkatkan efektivitas pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna (Katz, 2018. Tan, 2. Keberhasilan penerapan Webtoon dalam pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal, seperti minat dan motivasi mahasiswa, kemampuan literasi visual dan naratif, kreativitas dalam menciptakan humor, serta penguasaan teknologi digital, berperan dalam menentukan efektivitas penggunaan Webtoon. Mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap Webtoon lebih antusias dalam berkarya, sementara mereka yang memiliki pemahaman literasi visual yang baik lebih mampu mengeksekusi cerita dengan efektif (Chen & Wu, 2. Di sisi lain, faktor eksternal seperti dukungan dosen dan metode pengajaran, akses terhadap sumber belajar, kolaborasi dan umpan balik, serta tantangan teknis juga memengaruhi pengalaman belajar mahasiswa. Dosen yang menggunakan pendekatan inovatif serta memberikan bimbingan yang tepat mampu meningkatkan efektivitas Akses berkualitas dan fasilitas yang memadai juga mahasiswa dalam menulis komik jenaka. Namun, tantangan seperti keterbatasan perangkat digital atau kurangnya keterampilan menggambar tetap perlu diatasi dengan strategi pembelajaran yang lebih inklusif. Permalink/DOI: https://doi. org/10. 26618/jk/15670 https://journal. id/index. php/konfiks Secara keseluruhan, integrasi Webtoon dalam pembelajaran menulis komik jenaka membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan keterampilan menulis Webtoon tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai alat pembelajaran inovatif yang memadukan teknologi dengan seni bercerita. Oleh karena itu, pendekatan berbasis Webtoon dapat diperluas ke mata kuliah lain yang berorientasi pada pengembangan kreativitas mahasiswa. Dalam era digital yang semakin berkembang, penggunaan media pembelajaran interaktif seperti Webtoon menjadi kebutuhan yang relevan dengan gaya belajar mahasiswa saat ini. Dengan pengelolaan yang baik. Webtoon dapat menjadi media yang tidak hanya memperkaya metode pembelajaran, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih dinamis, kreatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat global. KESIMPULAN Penelitian Webtoon pembelajaran dalam menulis komik jenaka memberikan dampak positif terhadap mahasiswa. Mahasiswa merasa lebih terbantu dalam memahami struktur dan teknik menulis komik jenaka, lebih termotivasi untuk menulis, serta lebih mudah dalam mengembangkan ide cerita. Selain itu, elemen visual dan naratif yang terdapat dalam Webtoon berperan penting dalam meningkatkan literasi visual mahasiswa, yang pada akhirnya berkontribusi pada kualitas karya yang mereka hasilkan. Keberhasilan pembelajaran berbasis Webtoon dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan Faktor internal mencakup minat dan motivasi mahasiswa, kemampuan literasi visual dan naratif, kreativitas dalam mengembangkan humor, serta keterampilan dalam menggunakan teknologi digital. Sementara itu, faktor eksternal meliputi dukungan dosen dan metode pengajaran, akses terhadap sumber belajar, kolaborasi dan p-ISSN: 2355-2638, e-ISSN: 2746-1866. Hal. 21-29 Vol. 11 No. 2, 2024 umpan balik, serta tantangan teknis yang dihadapi Interaksi antara faktor-faktor ini menentukan sejauh mana Webtoon dapat dimanfaatkan secara efektif dalam pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa Webtoon pembelajaran yang menarik dan interaktif, tetapi juga dapat menjadi alternatif inovatif dalam pengajaran menulis di perguruan tinggi. Dengan pendekatan yang tepat. Webtoon dapat membantu menulis kreatif yang lebih baik serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menuangkan ide ke dalam bentuk komik jenaka. Oleh karena itu, integrasi Webtoon dalam kurikulum pembelajaran menulis kreatif perlu Institusi pembelajaran yang lebih sistematis dengan memanfaatkan Webtoon sebagai alat bantu mengembangkan keterampilan menulis dengan lebih efektif di era digital ini. REFERENSI