E-ISSN 2798-3846 Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 PENGUATAN KECERDASAN FINANSIAL ANAK DI MASA PANDEMI DENGAN GLASS BANK Novita Erliana Sari1*,Endang Sri Maruti 1. Dila Fitriyani1. Arden Diah Ayuningrum1 Universitas PGRI Madiun. Indonesia *novitaerliana@unipma. Endang@unipma. id, dilafitriyani472@gmail. ardendiahayu@gmail. ABSTRAK Pandemi covid-19 menyebabkan sekolah ditutup sehingga anak-anak terpaksa harus belajar dari Berdekatan dengan orang tua di rumah menyebabkan pengeluaran uang jajan anak semakin membengkak. Di sisi lain, pendapatan yang menurun di masa pandemi, menuntut orang tua semakin cerdas dalam mengelola keuangan. Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan financial literacy dengan penggunnaan glass bank anak di Desa Pondok Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo. Melalui kegiatan ini anak dapat meningkatkan pengetahuannya tentang pentingnya untuk menghargai uang. Adapun uraian kegiatan yang akan dilaksanakan adalah: . Survei awal . Identifikasi masalah . Analisis kebutuhan . Penetapan khalayak sasaran . Pelaksanaan . Monitoring dan Evaluasi. Hasil yang telah dicapai setelah penerapan program pengabdian masyarakat adanya kebiasaan yang muncul pada anak-anak untuk menabung secara rutin. Pembiasaan menabung pada Glass Bank mampu menguatkan financial literacy anak. Dengan Glass Bank anak belajar berhemat dan merencanakan keuangan untuk masa yang akan datang. Anak-anak belajar membedakan kebutuhan apa yang harus dipenuhi dan harus ditunda terlebih dahulu. Kata Kunci: Finacial. Literacy. Glass Bank. Anak. Pandemi ABSTRACT COVID-19 pandemic has forced schools to close so children are forced to study from home. Being close to parents at home causes the spending of children's pocket money to increase. the other hand, the declining income during the pandemic, requires parents to be smarter in managing finances. This service aims to strengthen financial literacy by using children's glass banks in Pondok Village. Babadan District. Ponorogo Regency. Through this activity, children can increase their knowledge about the importance of respecting money. The descriptions of the activities to be carried out are: . Initial survey . Problem identification . Needs analysis . Determination of target audience . Implementation . Monitoring and Evaluation. The results that have been achieved after the implementation of the community service program are habits that appear in children to save regularly. The habit of saving at Glass Bank is able to strengthen children's financial literacy. With Glass Bank, children learn to save money and plan their finances for the future. Children learn to distinguish what needs must be met and which should be postponed first. Keywords: Finacial Literacy. Glass Bank. Children. Pandemic Masuk: 1 Oktober 2021 Diterima: 17 November 2021 Halaman: 81-89 Sari. Maruti. Fitriyani. Ayuningrum Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 PENDAHULUAN Munculnya wabah Covid-19 di Indonesia mempengaruhi segala aspek kehidupan bangsa. Ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, pertahanan, keamanan, semua memerlukan penyesuaian. Virus ini cukup membawa dampak besar bagi perubahan di masyarakat. Ia tidak hanya memengaruhi aspek mata pencaharian dan kesehatan, melainkan juga pola perilaku gaya hidup (Bakri, 2. Dalam bidang pendidikan, semua sekolah diliburkan. Seluruh siswa tetap berada di rumah. Pembelajaran dilaksanakan dalam jejaring menggunakan berbagai media sosial. Hal ini memungkinkan anak berinteraksi lebih lama dengan keluarga dan lingkungan Dampak diubahnya sistem pembelajaran ini menjadi hal tak biasa bagi siswa utamanya siswa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar kelas rendah . elas 1,2,. Di lingkungan pedesaan, masih banyak siswa yang menganggap hal ini sebagai Beberapa tugas yang diberikan sekolah diselesaikan kemudian bermain bersama teman di lingkungan sekitarhingga menjelang siang. Selain berdampak pada siswa, kebijakan sekolah dalam jejaring juga berdampak bagi para pedagang jajanan di sekolah. Untuk tetap mempertahankan hidup, para penjaja makanan di sekolah memilih berkeliling kampung. Tak dipungkiri, setiap jam ada saja pedagang jajanan dan mainan anak-anak yang berkeliling kampung. Banyak ibu yang mengeluh karena uang jajan anak-anak selama pembelajaran dalam jejaring membengkak menjadi dua tiga kali lipat. Berdasarkan survey, uang saku anakanak di lingkungan pedesaan maksimal lima ribu rupiah. Berbeda dengan pembelajaran dalam jejaring, jika dalam sehari ada lima pedagang yang berkeliling, anak-anak bisa menghabiskan minimal sepuluh ribu rupiah. Mereka tidak mampu menahan keinginannya ketika beraneka macam pedagang melintas. Uang jajan jatah yang diberikan sebagai ganti uang saku habissebelum waktunya. Hasil yang telah ditemukan melalui survei awal yang dilakukan pada tanggal 11 Maret 2021 kepada ibu-ibu di lingkungan desa Pondok yang berjumlah 20 orang membuktikan bahwa mayoritas ibu-ibu resah. Hal ini disebabkan karena jumlah uang belanja yang semakin membengkak akibat jumlah jajan anak yang semakin meningkat. Di sisi lain, pendapatan keluarga tidak mengalami peningkatan tapi justru mengalami penurunan drastis di masa pandemi. Meskipun berada pada situasi yang tidak menentu. Sari. Maruti. Fitriyani. Ayuningrum Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 tapi ibu- ibu tidak tega melihat anak-anak mereka menangis meminta jajan. Permasalahan menunjukkan anak-anak harus memiliki kecerdasan finansial sejak dini. Mereka harus belajar mengelola keuangan dan menentukan prioritas kebutuhan. Literasi finansial berkaitan dengan kompetensi seseorang untuk mengelola Definisi literasi finansial menurut Mason & Wilson . alam Krisna, dkk, 2010:. adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan, memahami, dan mengevaluasi informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan dengan memahami konsekuensi finansial yang ditimbulkannya. Menurut Jumpstar Coalition . alam Huston, 2010:. AuFinancial literacy is the ability to use knowledge and skills to manage financial resources effectively for lifetime financial security. Ay Vitt et. menjelaskan bahwa literasi finansial adalah: Kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan membaca, menganalisis, menegelola serta mengkomunikasikan kondisi keuangan pribadinya sehingga dengan adanya kegiatan tersebut dapat mempengaruhi kesejahteraan materi yang dimiliki oleh seseorang. Tujuan utamanya dari literassi finansial yaitu untuk mengetahui bagaimana kemampuan seseorang dalam mengelola dan merencanakan keuangannya dimasa depan agar mereka memiliki kesejahteraan ekonomi yang baik. Kesejahteraan ekonomi sangatlah diperlukan seseorang agar memiliki kehidupan yang layak. PISA . menjelaskan kemampuan dalam literasi finansial merupakan proses kognitif yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan siswa untuk mengenali dan menerapkan konsep-konsep yang relevan dengan keuangan. Kecerdasan finansial anak harus ditumbuhkan sejak dini. Untuk itu peneliti memutuskan untuk melakukan mini riset menumbuhkan financial literacy pada anak dengan media glass Pemilihan penerapan media glass bank dipilih karena mudah diajarkan untuk anak-anak. Glass bank memiliki arti bank gelas. Dalam penelitian ini bank gelas yang dimaksud adalah tabungan yang berbentuk bumbung yang terbuat dari mika tebal Penggunaan tabungan ini memiliki tujuan agar anak termotivasi untuk terus Setiap saat anak bisa melihat uang yang mereka tabung, sehingga bisa menghitung perkiraan jumlah tabungannya. Dengan melihat jumlah tabungn yang terus bertambah, pada akhirnya anak akan termotivasi untuk menambah jumlah Pembuatan glass bank cukup sederhana karena bahan mudah dicari. Sari. Maruti. Fitriyani. Ayuningrum Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 mudah dibuat dan memerlukan biaya kecil. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah mengetahui penggunaan glass bank dalam menumbuhkan kecerdasanfinansial anak. METODE Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi observasi awal, sosialisasi dan pendampingan dalam penguatan kecerdasan finansial melalui glass Peserta dalam kegiatan ini adalah anak-anak siswa usia taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar kelas rendah . ,2,. yang berusia 4 hingga 8 tahun. Jumlah partisipan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini ada 20 anak. Tahapan kegiatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut: Pra Kegiatan Survey awal Perijinan Persiapan Pelaksanaan Sosialisasi Pelaksanaa n kegiatan Evaluasi Pelaporan Tindak lanjut Evaluasi Gambar 1. Rangkaian Program Sari. Maruti. Fitriyani. Ayuningrum Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 Berdasarkan gambar diatas maka dapat diuraikan bahwa kegiatan pengabdian ini dimulai dari tahap pra kegiatan dengan dengan langkah-langkah mengurus administrasi dan surat ijin kepada Kepala Desa Pondok Kecamatan Babadan, selanjutnya melakukan sosialisasi terbatas kepada salah satu orang tua anak yang berumur 4 hingga 8 tahun. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menyiapkan glass bank untuk dibagikan ke masing-masing anak langsung diantar ke rumah-rumah agar tidak menimbulkan kerumunan. Selanjutnya kegiatan pendampingan dilakukan mealui WA group sebagai wahana untuk menyampaikan keluhan dan masalah serta solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan. Tahapan evaluasi dilakukan dengan menghitung hasil tabungan anak dan melakukan wawancara dengan anak dan orang HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Pra Kegiatan Tim melakukan survey awal untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi orang tua. Mengajukan perijinan kepada Kepala Desa Pondok untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melengkapi alat, bahan dan keperluan administrasi agar kegiatan pengabdian masyarakat dapat terlaksana dengan baik. Tahap Pelaksanaan Memilih 2 kelompok bermain anak-anak . sia taman kanak-kanak dan sekolah dasar kelas renda. di lingkungan Pesarean Desa Pondok yang berjumlah 9 dan 11 anak pada masing masing kelompok. Menyiapkan dan membuat glass bank. Dimana glass bank dibuat dari bahan plastik mika tebal bening sejumlah 20 buah. Membagikan celengan pada masing-masing anak dan memberitahukan bagaimana cara mempergunakannya. Melakukan sosialisasi penggunaan glass bank kepada orang tua melalui WA Evaluasi Sari. Maruti. Fitriyani. Ayuningrum Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 Evaluasi dilakukan melalui monitoring mingguan untuk mengetahui permasalahan yang oleh ibu-ibu dalam program ini. Dari hasil monitoring mingguan dapat disajikan pada tabel berikut: Tabel 1. Respon Penggunaan Glass Bank Minggu ke- Kelompok Hasil Kegiatan Dari 9 anak, hanya 2 anak yang dapat beradaptasi untuk tidak jajan setiap saat dan uangnya ditabung pada glass bank. Dari 11 anak kesemuanya sudah mulai beradaptasi dengan glass bank. Mereka dapat menunda keinginannya untuk tida jajan. Dari 9 anak, terdapat 5 anak yang dapat beradaptasi untuk tidak jajan setiap saat dan uangnya ditabung pada glass bank. Anak-anak mulai senang menabung. Mereka sudah mulai terbiasa menabung uang jajannya pada glass bank. Dari 9 anak keseluruhannya sudah mulai beradaptasi untuk menunda keinginan jajan. Anak-anak sudah mulai terbiasa menabung. Sari. Maruti. Fitriyani. Ayuningrum Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 Jumlah anak-anak menyimpan uangnya. Pada minggu ke 4 anak-anak sudah terbiasa menunja jajan. Mereka sudah menunjukkan respon positif untuk menabung di glass bank. Anak-anak semakin giat menabung, mereka sebanyak-banyaknya. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpukan bahwa dengan pembiasaan menunda keinginan anak akhirnya terbiasa untuk menabung dan menyisihkan uang sakunya serta menunda keinginan untuk jajan dan membeli mainan. Anak-anak mulai belajar tentang bagaimana cara mereka dalam mengelola keuangan. Sehari cukup jajan satu atau dua kali saja, bahkan ketika mereka merasa perut benar-benar keyang, anak-anak mampu menunda keinginan meereka untuk membeli jajan. Seiring dengan berjalannya waktu anak tidak lagi menunjukkan reaksi marah dan mengerutu ketika permintaan untuk jajan ditolak oleh orang tua. Mereka justru terlihat sangat bahagia setiap kali ingin jajan, kemudian orang tua mereka menunjukkan glass bank penuh dengan uang yang mereka sisihkan selama ini. Anak mulai dapat menyesuaikan diri dengan pola pikir baru untuk mengelola keuangan mereka sedari dini. Reaksi positif yang ditimbulkan dari kegiatan financial glass bank dapat dilihat dari munculnya kesadaran serta kecerdasan anak dalam melakukan kegiatan finansial mereka sendiri, anak tidak lagi merengek dan menangis ketika penjual jajan lewat depan rumah. Mereka lebih memilih untuk menabung uang jajan yang biasanya diberikan oleh orang tua mereka untuk Mereka sangatlah bahagia ketika memiliki tabungan yang cukup banyak. Selain itu mereka telah memiliki rencana yang matang dan jelas untuk membelanjakan uang mereka jika sudah mencapai jumlah yang ditetapkan, misalnya untuk membeli sepatu Sari. Maruti. Fitriyani. Ayuningrum Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 roda, membeli pakaian renang dan lain sebagainya. Tumbuhnya kecerdasan finansial pada anak sedari dini akan berpengaruh positif bagi perkembangan karakter anak di massa depan. Pada satu bulan pertama, pengeluaran uang jajan anak sudah sangat berkurang. Tabungan mereka seiring berjalanya waktu menjadi semakin bertambah banyak. Jika mereka terpaksa untuk membeli jajan, maka mereka akan mengurangi jumlah tabungan yang sudah mereka kumpulkan. Rupanya anak-anak tersebut mulai memiliki rasa sayang kepada tabungan yang dikumpulkannya selama ini, sehingga mereka menunda keinginannya untuk membeli jajan. Dalam penelitian kali ini, orang tua menjadi vasilitator peneliti. Dimana dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini orang tua memberikan pengarahan dan pengetahuan kepada anak tentang pentingnya financial literacy glass bank berdasarkan sosialisasi yang telah diberikan peneliti melalui wa Kegunannya yaitu untuk membuat anak paham bahwasanya tidak setiap keinginan harus dipenuhi saat itu juga, ada kalanya mereka harus menunda keinginanya demi kebutuhan yang sanagat utama. Selain itu orang tua memberikan contoh kepada anak secara langsung bagaimana caranya untuk merencanakan Pada tahapan awal anak diberikan kesempatan untuk bersaing dengan teman-teman sepermainan mereka. Setiap minggu, peneliti akan mengumpulkan informasi penundaan keinginan masing- masing anak. Untuk memancing motivasi anak, mereka akan mendapatkan reward jika mampu menunda keinginan paling banyak dan mampu mengumpulkan uang saku berupa kotak pensil dan crayon. Sari. Maruti. Fitriyani. Ayuningrum Volume 1 Nomor 2 Desember 2021 SIMPULAN DAN SARAN Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa kegiatan financial literacy bagi anak dapat tumbuh dengan menggunakan media sederhana yang disebut dengan glass bank. Anak dibiasakan untuk menunda keinginan mereka untuk membeli jajan dan mainan kemudian menabung uangnya pada sebuah bumbung bening yang disebut dengan glass bank. Orang tua berperan penting dalam penelitian ini. Mereka berperan langsung untuk mengarahkan putra putri mereka untuk menunda keinginan membeli jajan dan mengumpulkan uang untuk kebutuhan yang lebih penting. Setelah terbiasa untuk menunda keinginan, anak akhirnya mampu membedakan mana kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan mana kebutuhan mereka yang harus ditunda untuk kepentingan yang akan datang. Riset sederhana ini menunjukkan bahwa kecerdasan finansial dapat dibangun sejak dini dengan menggunakan media sederhana seperti glass bank dan memberikan danpak yang positif bagi anak maupun bagi orang UCAPAN TERIMAKASIH Penelitian ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulisan artikel inin: Pertama Penulis menyampaikan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada ibu-ibu di lingkungan Pesarean Desa Pondok Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo yang mana tanpa bantuan mereka mini riset ini dapat terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA