Fintech Revolution: The Impact of Using Financial Technology on MSME Business Growth Through Financial Management Efficiency Paradisa Sukma1*. Victoria Kusumaningtyas Priyambodo2. Novia Rizki3. Ni Gusti Ayu Wiranti Devi4 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mataram *Coresponding Email: paradisasukma@unram. Article history: Submitted: June 09, 2025 | Revised: June 28, 2025 | Accepted: July 15, 2025 Abstrak Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, namun sering menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan akses permodalan dan pengelolaan keuangan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan financial technology . terhadap pertumbuhan usaha UMKM di Pulau Lombok. Indonesia, dengan efisiensi pengelolaan keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilakukan pada 103 UMKM dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fintech secara signifikan meningkatkan efisiensi keuangan UMKM, dan efisiensi keuangan yang lebih baik berdampak positif terhadap pertumbuhan usaha. Namun, tidak ditemukan pengaruh langsung antara penggunaan fintech dengan pertumbuhan UMKM. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi keuangan memainkan peran mediasi yang penting dalam hubungan antara adopsi fintech dan pertumbuhan UMKM. Oleh karena itu, agar manfaat fintech dapat dirasakan secara optimal. UMKM perlu memfokuskan pemanfaatan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan Kata Kunci : Financial Technology. Efisiensi Pengelolaan Keuangan. Pertumbuhan Usaha. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah. Abstract Micro. Small, and Medium-Sized Enterprises (MSME. are vital to economic growth, but they often encounter a number of challenges, including poor financial management and restricted access to financing. This study aims to examine the influence of financial technology . adoption on MSME growth on Lombok Island. Indonesia, with financial management efficiency as a mediating variable. The study was conducted on 103 MSMEs and analyzed using the Partial Least Squares (PLS) method. The findings show that using fintech greatly increases MSME financial efficiency, and that increased financial efficiency has a favorable effect on company expansion. However, there was no correlation between the expansion of MSME and the use of fintech. These results demonstrate that the association between fintech adoption and MSME growth is significantly mediated by financial efficiency. Therefore. MSMEs must concentrate on using fintech to increase internal financial management efficiency if they want to reap the full benefits of this technology. Keywords : Financial Technology. Financial Management Efficiency. Business Growth. Micro Small Medium Entreprises. Pendahuluan EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan : July-December Tahun : 2025 Halaman : 443-456 Inovasi dalam teknologi keuangan memungkinkan kegiatan keuangan melintasi batas geografis dan membantu meningkatkan pelayanan perusahaan. Lee . menjelaskan bahwa suatu negara perlu untuk menangani inovasi keuangan demi pembangunan ekonomi dan keuangannya dengan memperkuat kinerja operasional, menyediakan layanan keuangan yang lebih luas dengan biaya yang lebih rendah, dan meningkatkan daya saing industri. Perpaduan antara inovasi dan kolaborasi sektor keuangan dengan kemajuan teknologi telah menghasilkan beragam produk dan layanan digital, salah satunya adalah kemunculan Financial Technology (FinTec. (Ningsih. Financial Stability Board (FSB) menjelaskan bahwa fintech mengacu pada model bisnis, aplikasi teknologi, proses operasi, dan produk inovatif yang mempromosikan inovasi keuangan melalui sarana teknis dan memiliki dampak signifikan pada pasar keuangan, lembaga, dan layanan keuangan (FSB, 2. Financial technology (Fintec. memberikan kemudahan dan keamanan dalam melakukan transaksi keuangan (Chrismastianto, 2. Layanan fintech yang paling banyak digunakan secara global meliputi transfer dana dan sistem pembayaran, disusul oleh layanan asuransi, investasi dan tabungan, perencanaan serta pengelolaan keuangan, hingga fasilitas pinjaman (Nursjanti et al. , 2. Kemajuan Fintech juga berperan dalam menyelesaikan permasalahan keuangan Lee . menyatakan bahwa inovasi keuangan memainkan peran penting . aik perspektif inovasi-pertumbuhan atau inovasi-kerapuha. dalam membentuk aktivitas perusahaan. Pengembangan fintech dapat memfasilitasi inovasi keuangan, sehingga memengaruhi efisiensi perusahaan. Pengembangan fintech membentuk cara perusahaan menjalankan bisnis, dan penerapan teknologi baru diharapkan dapat mengurangi biaya. Ketiga, kemajuan teknologi yang didorong oleh fintech mengubah saluran pengiriman untuk layanan keuangan, meningkatkan persaingan yang lebih luas, dan menyebabkan fluktuasi dalam kinerja operasional perbankan. Akhirnya, kemajuan teknologi mendorong pengembangan produk keuangan yang baru dan lebih kompleks. FSB juga mencatat bahwa fintech berbiaya rendah dan memiliki efisiensi tinggi karena tidak hanya mendorong ketersediaan sumber daya keuangan dan meningkatkan simetri informasi transaksi, tetapi juga meningkatkan disintermediasi alokasi sumber daya (FSB. Melalui teknologi informasi, fintech meningkatkan efisiensi seluruh proses industri keuangan, memperluas batasan keuangan tradisional, dan mengubah kebiasaan belanja konsumen. Dibandingkan dengan model bisnis tradisional, fintech dapat menyediakan layanan keuangan yang lebih spesifik kepada konsumen yang berbeda dengan cara yang lebih nyaman dan efisien, sehingga memenuhi kebutuhan keuangan mereka yang beragam. Secara keseluruhan, fintech memaksa seluruh industri untuk menghadapi perubahan lagi melalui big data, cloud computing, kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru lainnya, dan ada baiknya untuk mempelajari lebih dalam tentang apakah dan bagaimana fintech telah berdampak pada perusahaan. Nursjanti et al. menjelaskan Fintech merupakan platform baru yang memadukan layanan keuangan dengan teknologi informasi. Kemajuan fintech yang begitu pesat membuat fintech banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak, salah satunya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Seiring dengan kemajuan teknologi dan transformasi digital, penerapan Financial Technology . dalam konteks UMKM semakin menjadi perbincangan (Marwiyah et al. , 2. Di sisi lain. UMKM sering menghadapi kendala keuangan yang besar, seperti terbatasnya akses terhadap keuangan tradisional, kurangnya kesadaran keuangan, dan proses administrasi yang rumit. Munculnya fintech sebagai solusi keuangan alternatif yang memiliki kemampuan untuk mengatasi hambatan tersebut dan meningkatkan efisiensi keuangan UMKM (Pertiwi & Solehudin, 2. Efisiensi pengelolaan keuangan mengacu pada kapasitas suatu entitas atau organisasi untuk mengelola dan menggunakan sumber daya keuangannya dengan baik untuk mencapai tujuan tertentu (Lantu et al. , 2. Zhang & Yang . telah meneliti dampak penggunaan financial technology terhadap kualitas dan efisiensi layanan keuangan inklusif. Penelitian tersebut menemukan bahwa teknologi keuangan berkontribusi memperluas cakupan dan perluasan layanan keuangan inklusif. Teknologi keuangan tidak hanya dapat meningkatkan ketersediaan layanan keuangan bagi kelompok rentan melalui teknologi, tetapi juga menggunakan teknologi inovatif seperti kecerdasan buatan, data besar, dan komputasi awan untuk berinovasi dalam model layanan keuangan, memperluas saluran layanan keuangan, dan mewujudkan investasi cerdas yang akhirnya meningkatkan efisiensi keuangan. Wu et al. melengkapi penelitian sebelumnya dan menemukan bahwa dengan perkembangan fintech yang semakin baik, efisiensi keuangan pada awalnya menurun. Namun setelah melewati titik kritis, efisiensi keuangan menjadi membaik. Hal ini membuktikan bahwa teori technology spillover berlaku pada dampak fintech terhadap efisiensi keuangan. Dampak fintech pada tahap awal, pertengahan, dan akhir perkembangannya terutama tercermin dalam efek persaingan, serta efek demonstrasi dan korelasi. Sehingga dengan menggunakan fintech. UMKM diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya keuangan mereka, meningkatkan aksesibilitas terhadap pembiayaan, dan mencapai hasil-hasil keuangan yang lebih baik secara keseluruhan. Dengan implementasi efisiensi keuangan UMKM dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian secara keseluruhan. Efisiensi Keuangan Penggunaan Teknologi Pertumbuhan Usaha Gambar 1. Kerangka Konseptual Berdasarkan Innovation and Technology Spillover Theory yang mengatakan bahwa teknologi merupakan sebuag inovasi pada berbagai industri yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan usaha salah satunya adalah UMKM. Selain itu didukung oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Candraningrat et al. Joko Pramono . Wu et al. Zhang & Yang . , maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: : Financial Technology berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi pengelolaan keuangan. EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan : July-December Tahun : 2025 Halaman : 443-456 : Efisiensi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan : Financial Technology berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan : Financial Technology berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan usaha melalui efisiensi keuangan. Landasan Teori Innovation and Technology Spillover Theories Dampak fintech terhadap efisiensi keuangan umumnya dianalisis dari perspektif Innovation and Technology Spillover Theory. Innovation and Technology Spillover Theory membahas bahwa pada tahap awal, tujuan fintech adalah menghadirkan inovasi Melalui inovasi, perusahaan ini memperkenalkan produk dan layanan yang lebih sederhana dan berorientasi pada pelanggan untuk melayani 'pelanggan jangka panjang' yang tidak tercakup secara efektif oleh pelayanan tradisional (Wu et al. , 2. Yunda et al. meyakini bahwa dampak positif investasi fintech bank terhadap produktivitas tidak terlihat jelas dan sampai batas tertentu melibatkan paradoks Lee & Shin . meyakini bahwa teknologi informasi yang digunakan dalam fintech dapat mempromosikan produk dan layanan inovatif di industri keuangan. Ntwiga . menemukan bahwa fintech dapat meningkatkan efisiensi usaha. Financial Technology Financial Technology (Fintec. adalah inovasi keuangan berbasis teknologi yang merupakan inovasi teknologi keuangan yang tidak hanya terletak pada produk front-end yang berinteraksi dengan pengguna, namun juga pada teknologi aplikasi di balik sistem (Miao et al. , 2. Han Mei . percaya bahwa teknologi keuangan mendorong inovasi keuangan melalui sarana teknologi sehingga memiliki karakteristik margin keuntungan yang rendah, aset ringan, inovasi tinggi, pertumbuhan cepat, dll. Ini memainkan peran inovatif dalam investasi dan pembiayaan, operasi dan manajemen risiko, pembayaran dan penyelesaian, keamanan informasi dan pengalaman pengguna. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan asosiatif dengan subjek yang dipilih yaitu pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggunakan sistem pembayaran digital. Pulau Lombok saat ini merupakan lokasi yang strategis di Nusa Tenggara Barat dimana pulau ini mengalami peningkatan tahunan dalam pertumbuhan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 103 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei/kuesioner untuk menentukan sejauh mana teknologi keuangan diimplementasikan dalam UMKM dan sejauh mana hal itu memengaruhi efisiensi dan pertumbuhan ekspansi mereka. Analisis data dilakukan menggunakan teknik PLS-SEM . rtial Least Squares Structural Equation Modelin. dengan alat analisis Smart-PLS. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menguji dampak penggunaan financial technology (Fintec. terhadap pertumbuhan usaha melalui efisiensi keuangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dengan cara mendistribusikan 103 kuesioner secara langsung kepada pelaku usaha di Pulau Lombok. Hasil Gambaran Umum Penelitian ini memiliki responden sejumlah 103 melalui penyebaran kuesioner secara langsung ke pelaku usaha. Berikut ini akan diuraikan profil responden pada Tabel yang terlihat berikut ini: Tabel 1. Demografis Responden Demografis Gender - Laki-laki - Perempuan Usia - <=30 - 31-40 - >40 Lama Usaha < 3 tahun 3-5 tahun 5-10 tahun > 10 tahun Lama Penggunaan Financial < 3 tahun 3 Ae 5 tahun 5-10 tahun > 10 tahun Jumlah Persantese 65,05% 34,95% 19,42% 31,07% 49,51% 36,89% 15,53% 25,24% 22,33% 76,70% 13,59% 3,88% 5,83% Sumber: Data Diolah, 2025 Tabel 1. menunjukkan bahwa dari 103 UMKM yang menjadi responden di penelitian ini, mayoritas responden laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan dimana 67 responden laki-laki . ,05%) dan 36 responden perempuan . ,95%) dengan usia pelaku usaha yaitu, terdapat 20 orang atau 19,42% responden berada pada usia kurang dari 30 tahun. Kemudian terdapat 32 orang atau 31,07% responden berada pada rentang usia 31-40 tahun. Dan 50 orang atau 49,51% responden berada pada usia lebih dari 40 Hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha atau UMKM di Pulau Lombok mayoritas pada usia diatas 40 tahun, kemudian 31 Ae 40 tahun, dan terakhir kurang dari 30 Sementara untuk lama usaha, mayoritas responden adalah UMKM yang baru berdiri yaitu kurang dari 3 tahun sejumlah 38 responden atau 36,89%. Kemudian dilanjutkan dengan responden dengan lama usaha 5-10 tahun berjumlah 26 orang atau 24% dan lebih dari 10 tahun berjumlah 23 orang atau 22,33%. Sedangkan sisanya sejumlah 16 orang atau 15,53% dengan lama usaha 3-5 tahun. Hal ini dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir minat usaha dan jumlah UMKM di Pulau Lombok meningkat sehingga mayoritas merupakan UMKM dengan lama usaha dibawah 3 tahun dengan penggunaan fintech kurang 3 tahun sejumlah 79 responden atau 76,70% kemudian EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan : July-December Tahun : 2025 Halaman : 443-456 dilanjutkan dengan UMKM yang menggunakan fintech selama 3 Ae 5 tahun sebanyak 14 responden atau 13,59%. Sedangkan responden yang menggunakan fintech diatas 10 tahun sebanyak 6 UMKM atau 5,83%. Respon yang paling sedikit adalah UMKM yang menggunakan fintech selama 5-10 tahun dengan jumlah 4 UMKM atau 3,88%. Hal ini dikarenakan financial technology adalah salah satu inovasi keuangan sehingga mayoritas UMKM baru menggunakan fasilitas ini. Analisis Model Pengukuran/Measurement Model Analysist (Outer Mode. Discriminant Validity Berdasarkan hasil pengujian HTMT pada Tabel 2, terlihat bahwa seluruh nilai HTMT < 0,9 sehingga dinyatakan memiliki validitas diskriminan yang baik. Tabel 2. Nilai Heretroit-Monotrait Ratio (HTMT) Variabel Penggunaan Fintech Discriminant Validity Pertumbuhan Usaha Penggunaan Fintech Pertumbuhan Usaha Efisiensi Pengelolaan Keuangan Efisiensi Keuangan Sumber: Data Diolah . Hasil pengujian discriminant validity menggunakan nilai cross loading ditunjukkan di Tabel 3. Tabel 3 menggambarkan nilai cross loading yang melebihi nilai cross loading variable laten lain, sehingga validitas instrument telah terpenuhi. Tabel 3. Nilai Cross Loading Item Penggunaan Fintech (X) Pertumbuhan Usaha (Y) Efisiensi Pengelolaan Keuangan (Z) Sumber: Data Diolah . Average Variance Extracted Tabel 4. menunjukkan hasil Average Variance Extracted (AVE) berdasarkan data yang telah diolah. Berdasarkan hasil output yang ditunjukkan pada Tabel 4, seluruh konstruk dinyatakan telah mempunyai realibilitas baik. Tabel 4. Hasil Average Variance Extracted (AVE) Variabel Penggunaan Financial Technology Efisiensi Pengelolaan Keuangan Pertumbuhan Usaha Composite Realibility Hasil Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Diolah . Composite Realibility Tabel 5. menunjukkan hasil Composite Realibility berdasarkan data yang telah Tabel 5. Hasil Composite Realibility Variabel Penggunaan Financial Technology Efisiensi pengelolaan Keuangan Pertumbuhan Usaha Composite Realibility Hasil Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Diolah . Berdasarkan hasil output yang ditunjukkan pada Tabel 5, seluruh konstruk dinyatakan telah mempunyai realibilitas sangat memuaskan karena memiliki nilai diatas 0,8 dan 0,9. Convergent Validity Hasil pengujian loading factor ditunjukkan pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Uji Indikator Loading Factor Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Diolah . Setiap indikator pada seluruh variabel memiliki nilai faktor loading lebih dari 0. Sehingga seluruh indikator yang digunakan dinyatakan valid EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan : July-December Tahun : 2025 Halaman : 443-456 Analisis Model Struktural/Structural Model Analysist (Inner Mode. Hasil Pengujian R- Square ditunjukkan pada Tabel 7. Tabel 7. R-Square Pertumbuhan Usaha Efisiensi Pengelolaan Keuangan R Square R Square Adjusted Sumber: Data Diolah . Berdasarkan Tabel 7. dapat disimpulkan bahwa nilai R-Square untuk hasil pengujian nilai R-Square pada Efisiensi Keuangan adalah 0. 303, artinya kemampuan variabel penggunaan fintech dalam menjelaskan efisiensi pengelolaan keuangan adalah Sedangkan pengujian Adjusted R-Square pada pertumbuhan usaha adalah sebesar 0,278 yang artinya kemampuan variabel penggunaan fintech dan efisiensi keuangan dalam menjelaskan pertumbuhan usaha adalah sebesar 27. Hasil Pengujian Hipotesis Gambar 2 meunjukkan hasil pengujian Partial Least Square menggunakan SmartPLS yang menggambarkan direct effect dan indirect effect pada model. Sumber: Data Diolah . Gambar 2. Hasil Pengujian Partial Least Square Direct Effect Pengujian hipotesis dan direct effect path coefficients antara variabel penggunaan fintech dan pertumbuhan usaha. Hasil pengujian pengaruh langsung diantara variabel bisa diketahui berdasarkan nilai koefisien jalur, nilai t dan probabilitas yang ditunjukkan pada Tabel 8. Tabel 8. Hasil Pengujian Pengaruh Langsung Penggunaan Fintech Pertumbuhan Usaha Penggunaan Fintech Efisiensi Pengelolaan Keuangan Efisiensi Keuangan -> Pertumbuhan Usaha Original Sample Sample Mean Standart Deviation T Statistics P-Value Sumber: Data Diolah . Berdasarkan hasil pengujian pengaruh langsung pada tabel 4. 12, dapat disimpulkan Penggunaan financial technology . berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi keuangan. Nilai koefisien regresi () adalah 0,551 dengan nilai p = 0,000, yang menunjukkan bahwa H1 diterima. Ini berarti penggunaan fintech oleh UMKM secara signifikan meningkatkan efisiensi keuangan mereka. Efisiensi Pengelolaan Keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan usaha. Nilai koefisien regresi () adalah 0,487 dengan nilai p = 0,000, yang menunjukkan bahwa H2 diterima. Ini berarti penggunaan fintech oleh UMKM secara signifikan meningkatkan efisiensi keuangan mereka. Penggunaan financial technology . tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan usaha. Nilai koefisien regresi () untuk variabel fintech adalah 0,087 dengan nilai p = 0,289, yang menunjukkan bahwa H1 ditolak. Ini berarti penggunaan fintech oleh UMKM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan mereka. Indirect Effect Analisis indirrect effect berguna untuk menguji hipotesis pengaruh tidak langsung penggunaan fintech terhadap pertumbuhan usaha melalui efisiensi pengelolaan EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan : July-December Tahun : 2025 Halaman : 443-456 Tabel 9. Hasil Pengujian Pengaruh Tidak Langsung Penggunaan Fintech Efisiensi Keuangan -> Pertumbuhan Usaha Original Sample Sample Mean Standart Deviation T Statistics P-Value Sumber: Data Diolah . Hasil pengujian pengaruh tidak langsung pada Tabel 9. menunjukkan bahwa penggunaan financial technology . memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan usaha melalui efisiensi pengelolaan keuangan. Pengaruh penggunaan fintech terhadap pertumbuhan usaha melalui efisiensi keuangan memiliki koefisien sebesar 0,268 dan p-value sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa H4 diterima. Pembahasan Pengaruh Penggunaan Financial Technology Terhadap Efisiensi Keuangan Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 8, penggunaan financial technology . memiliki pengaruh positif signifikan terhadap efisiensi keuangan. Hasil ini menerima H1 yang menyatakan bahwa penggunaan fintech akan secara signifikan meningkatkan efisiensi keuangan pada UMKM. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Djoewita et al. yaitu semakin tinggi tingkat adopsi fintech, maka semakin meningkat pula kemampuan dalam mengelola keuangan di kalangan pelaku UMKM. Hal ini dikarenakan pemanfaatan fintech pada UMKM akan meningkatkan literasi pelaku UMKM yang nantinya akan berdampak pada efisiensi bagi pelaku usaha UMKM secara tepat waktu. UMKM yang menggunakan fintech seperti pembayaran digital, aplikasi akuntansi dan manajemen keuangan digital akan membantu UMKM dalam memonitor keuangan secara real-time, mengurangi kesalahan pembukuan, serta meningkatkan transparansi. Dengan demikian, keputusan bisnis dapat diambil berdasarkan data yang akurat dan up-to-date. Temuan tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Sukanti et al. yaitu Fintech memiliki dampak signifikan dalam memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan dengan menyediakan kemudahan dan efisiensi dalam transaksi Hal ini memberikan kemungkinan individu untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka, seperti berinvestasi, menabung, dan melakukan pinjaman. Teknologi ini memungkinkan transaksi keuangan dilakukan dengan lebih cepat, aman, dan efisien, serta mengurangi biaya operasional, sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih baik. Pengaruh Efisiensi Keuangan Terhadap Pertumbuhan Usaha Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 8, efisiensi keuangan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha. Temuan ini menerima H2 yaitu efisiensi keuangan dapat meningkatkan pertumbuhan usaha pada UMKM. Efisiensi pengelolaan keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha. UMKM yang mampu mengelola keuangannya dengan baik cenderung mengalami pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Efisiensi keuangan memungkinkan UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada, mengurangi biaya yang tidak perlu, dan memaksimalkan keuntungan. Dengan pengelolaan arus kas yang lebih baik. UMKM dapat lebih fleksibel dalam mengambil keputusan bisnis yang mendukung ekspansi usaha. Hasil ini sejalan dengan Rumain et al. yaitu efisiensi dalam pengelolaan keuangan yang melibatkan pengelolaan arus kas, pemanfaatan modal secara efektif, dan pengendalian biaya operasional menjadi salah satu aktivitas yang dibutuhkan pada UMKM agar dapat meningkatkan pertumbuhan usah. Suatu usaha perlu melakukan pengelolaan keuangan secara efisien untuk mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan, usaha kecil dan mikro, khususnya industri swasta berteknologi tinggi dan pasar yang kompetitif (Djoewita et al. , 2024. Habibi et al. , 2. Pengaruh Penggunaan Financial Technology Terhadap Pertumbuhan Usaha Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan financial technology . tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha. Hasil ini menolak H3 yang menyatakan bahwa fintech akan secara signifikan meningkatkan pertumbuhan usaha UMKM. Sehingga ketika UMKM menggunakan finacial technology, hal tersebut tidak secara langsung mempengaruhi pertumbuhan usaha secara signifikan. Hal ini dikarenakan tingkat literasi keuangan dan digital yang masih rendah di kalangan pelaku UMKM. Meskipun fintech tersedia dan dapat diakses oleh sebagian besar pelaku usaha, mereka belum sepenuhnya memahami cara memanfaatkan layanan ini untuk mendukung pertumbuhan usaha. Selain itu, mayoritas responden dalam penelitian ini berasal dari kategori UMKM mikro dan kecil, yang memiliki skala usaha relatif kecil. Pada skala ini, kebutuhan terhadap teknologi keuangan canggih seperti fintech mungkin belum Mereka masih mengandalkan modal usaha yang kecil dan tidak memanfaatkan layanan fintech secara maksimal, sehingga layanan fintech tidak memberikan pengaruh signifikan pada pertumbuhan mereka. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan et al. , . yang meneliti penggunaan fintech pada UMKM di Kota Metro dan menemukan bahwa Perkembangan UMKM tidak terpengaruh oleh penggunaan Fintech karena tidak semua UMKM yang ada memanfaatkan Fintech. Financial Technology berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Usaha melalui Efisiensi Pengelolaan Keuangan Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa fintech berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan usaha melalui efisiensi keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa fintech membantu UMKM dalam pertumbuhan usaha mereka melalui peningkatan efisiensi keuangan. Semakin optimal penggunaan Fintech, maka semakin efisien keuangan dikelola, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan usaha secara lebih Hasil ini sesuai dengan Innovation and Technology Spillover Theory yang menjelaskan bahwa dengan menggunakan fintech. UMKM diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya keuangan mereka, meningkatkan aksesibilitas terhadap pembiayaan, dan mencapai hasil-hasil keuangan yang lebih baik secara Dengan implementasi efisiensi pengelolaan keuangan UMKM dapat EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan : July-December Tahun : 2025 Halaman : 443-456 menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian secara keseluruhan. Simpulan Penelitian ini menguji pengaruh penggunaan FinTech dalam meningkatkan pertumbuhan usaha UMKM melalui efisiensi pengelolaan keuangan. Pengujian dilakukan pada 103 UMKM di Pulau Lombok yang telah menggunakan layanan Financial Technology. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, temuan yang dihasilkan adalah penggunaan fintech dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan pada UMKM. Begitu juga dengan efisiensi pengelolaan keuangan yang baik akan meningkatkan pertumbuhan usaha UMKM secara signifikan. Namun, penggunaan fintech tidak mempengaruhi pertumbuhan usaha UMKM secara langsung. Namun dalam pengujian secara menyeluruh, penggunaan fintech dapat mempengaruhi pertumbuhan usaha melalui efisiensi pengelolaan keuangan secara signifikan. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu menguji pertumbuhan usaha UMKM hanya berdasarkan dua faktor saja yaitu penggunaan fintech dan efisiensi pengelolaan Namun terdapat faktor-faktor lain yang mendukung seperti kualitas SDM, literasu keuangan, dan faktor lainnya yang tidak masuk ke model penelitian ini. Selain itu. UMKM yang digunakan pada penelitian ini terbatas pada Pulau Lombok sejumlah 103 UMKM. Sehingga diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambah variabel lainnya dan menambah cakupan UMKM untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Daftar Rujukan Candraningrat. Abundanti. Mujiati. Erlangga. , & Jhuniantara. The role of financial technology on development of MSMEs. Accounting, 225Ae230. https://doi. org/10. 5267/j. Chrismastianto. Analisis swot implementasi teknologi finansial terhadap kualitas layanan perbankan di indonesia. Urnal Ekonomi Dan Bisnis, 20. , 133Ae Djoewita. Handayati. , & Maharani. Peranan Financial Technology dan Literacy Keuangan Untuk Meningkatkan Kinerja Keuangan UMKM di Wilayah Malang. AKUNTANSI 11Ae29. https://doi. org/10. 30640/akuntansi45. Habibi. Maskudi, & Mahanani. Pengaruh Pengelolaan Keuangan. Inklusi Keuangan, dan Kompetensi SDM Terhadap Kinerja UMKM di Era Pandemi Covid-19. Journal of Accounting and Finance, 1. , 1Ae9. Joko Pramono. Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah. AMONG MAKARTI : JURNAL EKONOMI DAN BISNIS, 7. 83Ae112. Kurniawan. Suyanto. , & Nuraini. Pengujian Efektivitas dan Kemudahan Penggunaan Financial Technology Terhadap Kinerja UMKM. Wahana: Jurnal Ekonomi. Manajemen Dan Akuntansi, 26. , 363Ae376. https://doi. org/10. 35591/wahana. Lantu. Lambey. , & Wangkar. Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Realisasi Anggaran Belanja Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi. Manajemen. Bisnis Dan Akuntansi, 5. , 1193Ae1314. Lee. , & Shin. Fintech: Ecosystem, business models, investment decisions. Business Horizons, 61. , 35Ae46. https://doi. org/10. 1016/j. Marwiyah. Sedarmayanti. Augustinah. Listiani. Jubaedah. , & Kushendar. Good Governance (Kepemerintahan yang Bai. Di Era Digital . st ed. Deepublish Digital. Miao. Fang. Sun. Luo. , & Yu. Driving effect of technology innovation on energy utilization efficiency in strategic emerging industries. Journal Cleaner Production, 1177Ae1184. https://doi. org/10. 1016/j. Sukanti. Herlambang. , & Yanti. Pengaruh Literasi Keuangan dan Financial Technology (Fintec. Terhadap Pengelolaan Keuangan pada Pelaku UMKM di Desa Mekar Bhuwana. Kecamatan Abiansemal. Sammajiva: Jurnal Penelitian Bisnis Dan Manajemen, 2. , 98Ae113. https://doi. org/10. 47861/sammajiva. Ningsih. Peran Financial Technology (Fintec. Dalam Membantu Perkembangan Wirausaha UMKM. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, 1. , 270Ae277. Ntwiga. Credit usage among the un. banked: consumer socio-economic characteristics and influence of financial technology. International Journal of Financial Services Management, 10. , https://doi. org/10. 1504/IJFSM. Nursjanti. Utami. Komariah. Gusni. Amaliawiati. Yuliani. , & Nugrahani. Edukasi Financial Technology Bagi Kader PKK Kampung Panyandaan. Desa Jambudipa. Kecamatan Cisarua. Kabupaten Bandung Barat. Madaniya, 4. , 582Ae593. Pertiwi. , & Solehudin. Pergaruh Perkembangan Fintech Peer To Peer Lending (P2P) terhadap Bank Umum Konvensional di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai , 7. , 6064Ae6071. Rumain. Mardani. , & Wahono. Pengaruh Literasi Keuangan Dan Pengelolaan Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Pada Umkm Kota Malang. Jurnal Ilmiah Riset Manajemen, 10. , 413Ae426. Wu. Bai. , & Chen. How does the development of fintech affect financial efficiency? Evidence from China. Economic Research-Ekonomska Istraivanja, 36. https://doi. org/10. 1080/1331677X. Yunda. Wei. , & Huadong. Fintech. Productivity Paradox and Bank Profitability. Finance & Economics, 1, 1Ae16. EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan : July-December Tahun : 2025 Halaman : 443-456 Zhang. , & Yang. Research on Financial Technology and Inclusive Finance Development. Proceedings of the 2018 6th International Education. Economics. Social Science. Arts. Sports and Management Engineering Conference (IEESASM https://doi. org/10. 2991/ieesasm-18.