Pratiwi Anggraini. Arjuna. Ardiansyah Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024 HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA di WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELINTANG TAHUN 2024 Pratiwi AnggrainiA. ArjunaA. Ardiansyah3 Institut Citra Internasional Bangka Belitung. Jl. Pangkalpinang-Muntok. Cekong Abang. Kec. Mendo Barat. Kabupateng Bangka. Kepulauan Bangka Belitung. Indonesia. Email : pratiwiraini601@gmail. Institut Citra Internasional Bangka Belitung. Jl. Pangkalpinang-Muntok. Cekong Abang. Kec. Mendo Barat. Kabupateng Bangka. Kepulauan Bangka Belitung. Indonesia. Email : arjunaazazi@gmail. Institut Citra Internasional Bangka Belitung. Jl. Pangkalpinang-Muntok. Cekong Abang. Kec. Mendo Barat. Kabupateng Bangka. Kepulauan Bangka Belitung. Indonesia. Email : ansyaha672@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Fungsi kognitif merupakan peran penting dalam kemampuan fungsional, kualitas hidup dan kemandirian pada lansia. Fungsi kognitif ini juga ditandai dengan daya ingat mulai menurun, pemahaman mulai berkurang, ingatan mulai melemah, persepsi mulai berkurang, bahasa, penalaran dan pemecahan masalah juga mengalami penurunan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi perubahan pada fungsi kognitif lansia, salah satunya dengan memberikan dukungan sosial keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengkaji hubungan dukungan sosial keluarga terhadap fungsi kognitif pada Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mendapat pelayanan di Puskesmas Melintang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 105 lansia. Analisa data ini menggunakan uji statistik Chi Square Test. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan dukungan sosial keluarga terhadap fungsi kognitif A-value < 0,05 dengan nilai Prevalence Odds Ratio (POR) = 3,728, yang berarti terdapat Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan dukungan sosial keluarga berperan penting dalam kehidupan lansia, terutama untuk menurunkan fungsi kognitif yang dialami oleh lansia tersebut. Saran: penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pada lansia yang mengalami fungsikognitif terhadap kurangnya dukungan sosial keluarga yang diberikan. Kata Kunci : Dukungan sosial keluarga. Fungsi kognitif ABSTRACT Background: Cognitive function plays an important role in functional ability, quality of life and independence in the elderly. This cognitive function is also characterized by memory starting to decline, comprehension starting to decrease, memory starting to weaken, perception starting to Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 decrease, language, reasoning and problem-solving also decrease. Efforts that can be made to overcome changes in the cognitive function of the elderly, one of which is by providing family social Objective: This study aims to find out the Hubungan Social Difficulties Faced with Cognitive Disabilities in the Elderly in the 2024 in the area Puskesmas Melintang. Methods: This study is a quantitative research with a cross-sectional approach survey method that aims to examine the relationship between family social support and cognitive function in the elderly. The population in this study is all elderly people who receive services at the Melintang Health Center. The sample in this study is 105 elderly people. This data analysis uses the Chi Squrerarer Terst statistical Results: The results of this study showed that there was a relationship between family social support and cognitive function A-value < 0. 05 with a Prevalence Odds Ratio (POR) = 3. 728, which means that there was a relationship. Conclusion: The conclusion shows that the family social support relationship plays an important role in the life of the elderly, especially to reduce the cognitive function experienced by the elderly. Suggestion: The suggestions from this study are expected to be considered in the elderly who experience cognitive function to the lack of family social support provided. Keywords: family social support, cognitive function PENDAHULUAN Fungsi kognitif merupakan peran melakukan aktifitas sehari-hari, gangguan kualitas hidup dan kemandirian pada lansia. dalam berkomunikasi, penurunan fokus. Meskipun perubahan fungsi kognitif seperti dan perhatian Hal ini disebabkan karena kecepatan pemrosesan, memori episodik dan fungsi eksekutif merupakan hal yang anatomi, seperti menyusutnya kinerja otak merupakan bagian dari penuaan yang sehat. dan perubahan biokimiawi pada sistem saraf Fungsi kognitif ini juga ditandai dengan daya ingat mulai menurun, pemahaman mulai berkurang, ingatan mulai melemah, kognitif pada lansia (Rika Widianita, 2023 . Winda Delita et al. ,2. perubahan-perubahan penalaran dan pemecahan masalah juga Berdasarkan data dari Kemenkes, mengalami penurunan. Di Kalangan lansia . secara global diprediksi populasi sendiri, penurunan fungsi kognitif adalah penyebab terbesar terjadi ketergantungan Jumlah penduduk dengan usia 80 tahun terhadap orang lain untuk merawat diri akan meningkat sampai kurang lebih empat sendiri akibat ketidakmampuan dalam kali lipat sampai 395 juta jiwa di antara tahun 2000 sampai tahun 2050. Terutama di Pratiwi Anggraini. Arjuna. Ardiansyah Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024 kawasan Asia Tenggara adalah 8% atau pada tahun 2020 terbanyak 12. 543 jiwa, sekitar 142 juta orang. Populasi lansia di tahun 2021 jumlah lansia ada 43. 411 jiwa. Indonesia di Indonesia diprediksi akan tahun 2022 jumlah lansia ada 22. 849 jiwa dan pada tahun 2023 jumlah lansia ada populasi di Asia Global setelah tahun 943 jiwa. Menurut data dari Puskesmas 2050, persentase Melintang . Pangkal Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019,mencapai 9,60% lansia kunjungan lansia ke posyandu lansia di atau sekitar 25,66 juta orang. Kondisi ini tahun 2023 untuk usia dari 60 - >70 tahun Indonesia 439 dan untuk di tahun 2024 untuk usia dari 60 - >70 tahun dari bulan januari populasi lansia di penduduk yang menua (BPS, 2. World (Melintang,2. Jumlah lansia terbanyak memprediksi bahwa terdapat 35,6 juta di Kota Pangkalpinang pada tahun 2023 ada lansia di seluruh dunia mengalami gangguan di Kecamatan Rangkui terbanyak 4. ,3%) jiwa. Health Organization (WHO) Pinang Melaporkan penyebab kematian lebih dari 5 juta per Lansia dengan gangguan kognitif tahun dan diperkirakan 10 juta tahun 2020, mengambil informasi baru, fokus, atau Penurunan kognitif terjadi 100 orang Indonesia pada tahun kognitif pada lansia dapat meliputi berbagai 2005, diperkirakan akan meningkat menjadi aspek yakni orientasi, registrasi, atensi, 800 pada tahun 2020 dan 3. kalkulasi, memori dan bahasa. Penurunan pada tahun 2050 (Ramadanti & Sary, 2. ini mengakibatkan masalah antara lain Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, memori panjang dan proses informasi, di Indonesia memiliki persentase sebesar kesulitan dalam mengungkapkan kembali 11,75% pada 2023. Angka tersebut naik cerita atau kejadian yang tidak begitu 1,27% menarik perhatiannya dan informasi baru sebesar 10,48%. atau informasi tentang orang. Memori yang Populasi lansia di Indonesia pada tahun menurun adalah kemampuan menyebut 2035 diperkirakan meningkat menjadi 48,2 nama benda juta jiwa. Berdasarkan data Badan mencari kembali informasi yang tersimpan Pusat Statistik (Belitung, 2. populasi lansia . mengatakan bahwa jumlah populasi Penurunan hal-hal Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 Gangguan atensi biasanya jelas terlihat pada otak ini tidak hanya menurunkan proses tugas atensi yang kompleks seperti atensi kemunduran otak lansia tetapi menjadikan Atensi selektif adalah kemampuan lansia mampu berperan aktif dan produktif untuk fokus pada informasi spesifik dan mengabaikan informasi lain yang tidak (Pramudaningsih & Ambarwati, 2. Kosakata dan kelancaran Upaya yang dapat dilakukan untuk berbicara juga biasanya menurun seiring mengatasi perubahan pada fungsi kognitif bertambahnya usia. Salah satu penyebab lansia, salah satunya dengan memberikan gangguan fungsi kognitif yang sering dijumpai di fasilitas kesehatan adalah masalah kesehatan hipertensi (Pospos et ,2022 . Juntrilita et al. , 2. perhatian dan mampu mendampingi lansia Implementasi sehari-hari fungsi kognitif lansia dengan memberikan tindakan keperawatan untuk mencapai hasil keluarga selalu mengingatkan pada lansia kesehatan dan peningkatan kualitas hidup tentang kegiatannya, agar lansia yang mengalami perubahan fungsi kognitifnya Tindakan Adapun tindakan farmakologi dan non farmakologi yaitu dengan memory training. Memory kegiatannya tanpa bantuan orang lain Faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan interaksi sosial lansia yaitu merupakan suatu teknik yang dipelajari dan dukungan sosial keluarga sebab keberadaan orang lain terutama keluarga merupakan Teknik (Rustanti, 2. meningkatkan kemampuan memori dengan kinerja dari memory . yang dapat dioptimalkan dengan latihan. Materi yang menyelesaikan masalah. Adanya dukungan dapat dilakukan dalam memory training ini rasa percaya diri akan menjadi bertambah dan bermotivasi untuk menghadapi masalah Tindakan non farmakologi ini berupa interaksi sosial yang buruk pada lansia saat latihan atau permainan yang prosedurnya ini adalah lansia lebih suka mengurung diri dirumah dan tidak mau bersosialisasi di orientasi . empat, waktu dan situas. dan Kesepian dan terisolasi secara Manfaat adanya program stimulasi sosial akan berpengaruh terhadap hubungan menghafal 9 kata dengan cepat . e cal. Pratiwi Anggraini. Arjuna. Ardiansyah Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024 keluarga (Rahma & Rahmawati,2. METODE PENELITIAN dilakukan hanya satu kali atau Penelitian ini merupakan penelitian simultan pada satu saat, jadi tidak ada tindak Desain yang digunakan dalam lanjut (Nursalam, 2. penelitian ini adalah penelitian korelasional HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian cross sectional merupakan jenis Analisis Univariat Berdasarkan Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi Presentasi . (%) Lansia Lansia Muda Lansia Tua Total tua lebih sedikit dari pada lansia muda di hasil bahwa bahwa mayoritas usia lansia Wilayah Kerja yaitu lansia muda sebanyak 60 orang Tahun 2024. Puskesmas Melintang . ,1%). Sedangkan usia lansia dan lansia Berdasarkan Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Frekuensi Presentasi . (%) Laki-laki Perempuan Total . ,2%). Sedangkan jenis kelamin laki-laki hasil bahwa mayoritas jenis kelamin lansia lebih sedikit di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Frekuensi Presentasi . (%) Pendidikan rendah Pendidikan tinggi Total Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 Berdasarkan pendidikan yang tinggi lebih sedikit di hasil bahwa mayoritas pendidikan lansia Wilayah yakni pendidikan rendah sebanyak 86 orang Tahun 2024. ,9%). Tabel 4 Sedangkan Kerja Puskesmas Melintang Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Lansia Pekerjaan Lansia Tidak bekerja Bekerja Total Frekuensi Presentasi . (%) Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa Sedangkan lansia yang bekerja lebih sedikit pekerjaan mayoritas lansia yaitu tidak di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. ,4%). Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Fungsi Kognitif Fungsi Kognitif Kemungkinan demensia Normal Total Berdasarkan Frekuensi Presentasi . (%) hasil bahwa mayoritas lansia mengalami Wilayah Kerja kemungkinan demensia sebanyak 72 orang Tahun 2024. Puskesmas Melintang . ,6%). Sedangkan lansia yang tidak Tabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan Dukungan Sosial Keluarga Dukugan Sosial Keluarga Kurang Baik Total Berdasarkan Frekuensi Presentasi . (%) dukungan sosial keluarga yang baik lebih hasil bahwa mayoritas lansia mendapatkan dukungan sosial keluarga yang kurang. Melintang Tahun 2024. Sedangkan Analisis Bivariat Tabel 7. Wilayah Kerja Puskesmas Pratiwi Anggraini. Arjuna. Ardiansyah Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024 Hubungan Katarak Dengan Tingkat Kemandirian Lansia Dukungan Fungsi Kognitif Total POR . % CI) Sosial Value Dimensia Normal Keluarga Kurang 61 83,6 12 16,4 73 100 0,0001 3,728 . ,490-9,. Baik 11 34,4 21 65,6 32 100 Total 72 68,6 33 31,4 105 100 Berdasarkan Tabel 7 uji Chi square akan susah untuk mengingat hal-hal yang didapatkan nilai A = . ,0. < . , hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan sosial keluarga terhadap fungsi kognitif pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun (Rustanti. Hasil penelitian ini sejalan dengan Hasil Winda Delita et al. , . dengan responden 178 lansia dan untuk mayoritas Prevalence Odds Ratio (POR) = 3,728 . % lansianya berusia 67 tahun, maka dari itu CI = 1,490 Ae 9,. , dengan demikian dapat bahwa rentang usia 60-74 tahun merupakan yang memiliki kelompok usia lanjut usia yang rentan dukungan sosial keluarga yang kurang terhadap penurunan fungsi kognitif. Fungsi cenderung 3,728 kali dapat demensia terhadap lansia dari pada lansia memasuki usia 60 tahun, termasuk fungsi yang mendapatkan dukungan sosial keluarga Usia 65 tahun ke atas merupakan yang baik. faktor risiko demensia. Tingkat kognitif menurun seiring dengan penurunan massa PEMBAHASAN otak, karena perubahan struktur otak, pengurangan massa otak dan berkurangnya Berdasarkan hasil penelitian yang aliran darah ke otak. telah dilakukan pada 105 lansia, didapatkan Penelitian ini juga serupa dengan berusia >60 tahun. Hal ini sesuai dengan Rahma & Rahmawati, . peneliti faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif berpendapat bahwa usia yang memasuki yaitu umur, dimana fungsi kognitif akan kemunduran dalam berbagai hal. Pada mayoritas usia dimulai dari gerak bahasa, pemikiran mengalami penurunan salah satunya lansia Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 Hal terpenuhi yang mengakibatkan gangguan mempengaruhi fungsi kognitif yaitu jenis pada interaksi dimana proses pertukaran kelamin, dimana besarnya resiko wanita informasi tidak berlangsung secara efektif. Berdasarkan analisa diatas peneliti kognitif yang dibandingkan laki-laki yang disebabkan oleh hormone seks estrogen pada wanita yang mempengaruhi penurunan fungsi kognitif pada lansia. Hal ini disebabkan oleh proses mengalami masa menopause. Berdasarkan Semakin bertambahnya usia lansia analisa diatas peneliti berpendapat bahwa maka akan terjadinya penurunan fungsi jenis kelamin perempuan lebih beresiko mengalami penurunan fungsi kognitif karena Jenis Kelamin Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada 105 lansia, didapatkan hasil mayoritas jenis kelamin lansia yaitu Pendidikan Hasil penelitian ini sejalan dengan Berdasarkan hasil penelitian yang penelitian Winda Delita et al. , . telah dilakukan pada 105 lansia didapatkan dimana mayoritas lansia berjenis kelamin hasil mayoritas pendidikan lansia yaitu perempuan, yang dimana wanita lebih berpendidikan rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Winda kognitif akibat peningkatan populasi lansia Delita et al. , . berpendapat tingkat wanita lebih banyak dibandingkan lansia pendidikan lansia masih tergolong rendah, akan menyebabkan stimulasi intelektual Karena tingginya usia harapan yang kurang karena pengaruh pengalaman hidup wanita, maka jumlah lansia wanita lebih banyak, dan semakin tingginya usia Sehingga hal ini menyebabkan kognitif lansia akan meningkatkan risiko lansia mengalami gangguan kognitif (Kemenkes RI, 2. penduduk lanjut usia masih tergolong Penelitian ini serupa dengan Rustanti, . mayoritas jenis Indonesia Bahwa banyaknya pengalaman kelamin lansia hidup seseorang dipengaruhi oleh tingkat dengan jumlah responden yang berjenis pendidikan yang tinggi. Lansia dengan kelamin perempuan sejumlah 22 . ,4%). pendidikan yang cukup baik akan mampu Pratiwi Anggraini. Arjuna. Ardiansyah Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024 menerima perubahan dan permasalahan pekerjaan merupakan salah satu faktor ketika memasuki usia tua. pemicu penurunan kognitif pada lansia. Hal Hasil penelitian ini sejalan dengan ini disebabkan karena pekerjaan yang berat penelitian Pradana et al. , . dilihat dari dan faktor yang kompleks bagi seseorang segi pendidikan terakhir, mayoritas lansia Seseorang yang tergolong bekerja Subdirektorat Statistik Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial . menyatakan tingkat tingkat pedagang, dan ibu rumah tangga lebih pendidikan yang dicapai penduduk lanjut berisiko mengalami usia saat ini adalah cerminan pendidikan zaman dahulu dimana fasilitas pendidikan memiliki pekerjaan menggunakan pikiran masih kurang memadai dan akses sekolah yaitu pekerja kantoran. yang jauh, oleh karena itu masih banyak Berdasarkan analisa diatas peneliti berpendapat bahwa penurunan kognitif Rata-rata lansia bersekolah pada lansia terkait juga dengan pekerjaan sampai kelas 5 SD/Sederajat, yang dimana yang dilakukan oleh lansia. Melakukan ini berpengaruh terhadap fungsi kognitif mempertahankan aliran darah yang optimal Berdasarkan analisa diatas peneliti ke otak sehingga membuat fungsi kognitif berpendapat bahwa tingkat pendidikan menjadi lebih baik. rendah merupakan salah satu faktor resiko Fungsi Kognitif penurunan fungsi kognitif pada lansia. Berdasarkan hasil penelitian yang Karena kurangnya kerja otak untuk berfikir dilakukan dengan menggunakan Hopkins yang menyebabkan jaringan otak mati dan Verbal Learning Test (HVLT) pada 105 mengalami penurunan fungsi kognitif. lansia didapatkan sebagian besar lansia Pendidikan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 105 lansia Hal dialami oleh lansia tersebut seperti aspek pekerjaan lansia sebagian besarnya yaitu orientasi, daya ingat dan bahasa. Penelitian menjadi IRT, karena pada penelitian ini ini dilakukan juga oleh Anggraeni et all, lebih banyak lansia yang berjenis kelamin . yang dimana menggunakan Mini Mental Status Examination Penelitian (MMSE) bahwa sebanyak 38,0% lansia mengalami penelitian Winda Delita et al. , . bahwa fungsi kognitif sedang, dalam penelitiannya Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 secara alamiah di berbagai organ tubuh pertanyaan seperti lupa hari, tanggal, dan termasuk sistem memori akibat penuaan. bulan serta domain atensi atau perhatian Ketika memori dan perhitungan sering terjadi kesalahan. lansiankesulitan dalam mengingat nama Hal ini menunjukkan kemampuan working orang, tempat kejadian dimasa lalu. memory dan kecepatan memori pada lansia Dukungan Sosial Keluarga mengalami penurunan. Berbagai hambatan Berdasarkan hasil penelitian yang dan faktor lain yang menyebabkan lansia dilakukan pada lansia yang berjumlah 105 kurang aktif dalam fungsi kognitifnya, responden didapatkan hasil sebagian besar sehingga berisiko mengalami penurunan fungsi kognitif. keluarga yang kurang. Penelitian ini sejalan dengan Febrianti Penelitian ini sejalan dengan Rustanti, et al. , . sebagian besar responden memiliki fungsi kognitif sedang hal ini mendapatkan dukungan sosial keluarga yang cukup, menurut peneliti lansia kurang Dusun Pangrumasan Desa Cileungsi Kecamatan mendapat banyak informasi Rancah Kabupaten Ciamis masih memiliki keluarga dikarenakan lansia sering dirumah, pengenalan yang bagus saat ditanyakan jarang berkumpul di luar seperti bersama tanggal, tahun, hari, maupun bulan, lansia tetangga selain itu dilihat dari jawaban mampu mengikuti apa yang disuruh oleh kuesioner yang didapat bahwa keluarga peneliti, daya ingat yang masih cukup baik, banyak yang tidak mengingatkan terkait jadwal kegiatan posyandu lansia, pentingnya perhitungan dan pengejaan kata lansia sholat lima waktu dan jarang mengingatkan sudah mulai kebingungan bahkan lansia menolak untuk menjawab. Banyak faktor mendapatkan masalah. Wijaya & Reka, . mengatakan kognitif diantara adalah penurunan fungsi dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa organ termasuk otak. Dengan menurunnya dari anggota dukungan sosial keluarga yang cukup, dukungan sosial dianggap penting bagi kebahagiaan hidup para lanjut usia, sehingga Berdasarkan analisa diatas peneliti berpendapat bahwa terjadinya demensia berarti bagi keluarga dan orang lain di pada lansia karena adanya perubahan Dukungan yang diberikan oleh Pratiwi Anggraini. Arjuna. Ardiansyah Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024 orang lain seperti teman merupakan hal yang mendapatkan dukungan sosial keluarga yang baik. ketentraman hidupnya. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Febrianti et Berdasarkan analisa diatas peneliti . hubungan antara dukungan sosial keluarga demensia yang dialami lansia. Semakin dengan fungsi kognitif pada lansia dengan kurangnya dukungan sosial keluarga pada Coefficient Correlation 0. 281 yang berarti lansia semakin berpengaruh pada fungsi ada hubungan yang signifikan antara kognitif lansia dan sebaliknya apabila dukungan sosial keluarga dengan fungsi dukungan sosial keluarga yang diberikan kognitif pada lansia yang memiliki makna. pada lansia baik, maka semakin bagus Semakin baik dukungan keluarga yang untuk peningkatan fungsi kognitif pada keluarga berpengaruh dalam Dusun Pangrumasan Desa Cileungsi Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Penelitian yang dilakukan oleh Wijaya Terhadap Fungsi Kognitif Lansia Berdasarkan hasil penelitian yang & Reka, . yang dimana dari 12 dilakukan bahwa ada hubungan dukungan responden yang mendapatkan dukungan sosial keluarga terhadap fungsi kognitif sosial pada kategori baik sebagian besar lansia di wilayah puskesmas melintang Didapatkan hasil nilai A = kategori sedang sebanyak 6 responden . ,0. < . , hal ini menunjukkan . %), sedangkan dari 14 responden yang bahwa ada hubungan dukungan sosial keluarga terhadap fungsi kognitif pada kategori cukup sebagian besar mengalami Puskesmas gangguan kognitif sedang sebanyak 8 Melintang Tahun 2024. Hasil analisa lebih responden . ,1%) dan dari 9 responden lanjut didapatkan nilai Prevalence Odds yang mendapatkan dukungan sosial pada Ratio (POR) = 3,728 . % CI = 1,490 Ae kategori kurang sebagian besar mengalami 9,. , dengan demikian dapat dikatakan bahwa lansia yang memiliki dukungan responden . ,7%), hal ini menunjukkan sosial keluarga yang kurang cenderung bahwa ada hubungan antara dukungan 3,728 kali dapat terjadinya demensia sosial dengan tingkat fungsi kognitif pada Wilayah Kerja terhadap lansia dari pada lansia yang Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 lanjut usia di Panti Sosial Lanjut Usia ada dukungan sosial keluarga tersebut Harapan Kita Palembang tahun 2021. lansia tidak akan merasa kesepian. Maka Penelitian ini sejalan dengan penelitian Rustanti, . dari itu dukungan sosial keluarga sangat dimana ada hubungan dukungan sosial keluarga dengan penurunan fungsi kognitif maupun tidak. fungsi kognitif pada lansia di Dukuh Kebunturi Desa katur Kecamatan Gayam SIMPULAN Kabupaten Bojonegoro. Semakin besar Dari dukungan sosial keluarga yang diterima disimpulkan bahwa : lansia maka semakin normal fungsi kognitif Berdasarkan karakteristik lansia di lansia dan apabila dukungan sosial keluarga wilayah kerja puskesmas melintang tahun 2024 bahwa mayoritas usia kognitifnya pun kurang. Dalam penelitian lansia yaitu lansia muda, untuk jenis ini ditemukan bahwa rata-rata lansia di Desa sedangkan untuk pendidikannya lebih dukungan yang baik dari keluarganya. banyak lansia yang berpendidikan Adanya keluarga, lansia merasa nyaman baik secara fisik maupun psikis. Artinya lansia merasa perempuan, jadi kebanyakan yang diperhatikan oleh anggota keluarganya. menjadi IRT. Sedangkan untuk fungsi Labuh Baru Barat Berdasarkan analisa diatas peneliti kognitifnya kebanyakan lansia yang dukungan sosial keluarga terhadap fungsi dukungan sosial keluarganya banyak kognitif lansia. Semakin baik dukungan lansia yang mendapatkan dukungan sosial keluarga, semakin baik pula fungsi sosial keluarga kurang. kognitif pada lansia. Sebaliknya juga Ada hubungan antara dukungan sosial apabila dukungan sosial keluarga kurang, keluarga terhadap fungsi kognitif pada maka penurunan fungsi kognitif juga lansia di wilayah kerja Puskesmas kurang atau menurun. Dukungan sosial Melintang tahun 2024 didapatkan nilai keluarga juga dapat membantu dalam hal Prevalence Odds Ratio (POR) = 3,728 . % CI = 1,490 Ae 9,. , dengan demikian dapat dikatakan bahwa lansia sosial, aktivitas sehari-hari, dan memantau perubahan kesehatan pada lansia, dengan keluarga yang kurang cenderung 3,728 Pratiwi Anggraini. Arjuna. Ardiansyah Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024 Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Dusun Pangrumasan Desa Cileungsir Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. 25, 1Ae10. Fertha Hanani. Hubungan Dukungan Keluarga dan Pengetahuan Lansia terhadap Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Selindung Kota Pangkal Pinang Tahun 2022. Indonesia. Proyeksi Jumlah Penduduk Di Negara Indonesia. Jiang. Xu. Xia. Zhu. Zhou. Xu, . Shi. , & Wu. Reliability and validity of the electronic version of the Hopkins verbal learning test-revised in middle-aged and elderly Chinese June, 1Ae10. https://doi. org/10. 3389/fnagi. Juntrilita. Lilik. , & Novita. Aktivitas Sosial dan Fungsi Kognitif Lansia Di Posyandu Merpati. Indonesian Journal of Health and Medical, 1. , 189Ae 194. Kemenkes. Jumlah Populasi Lansia. Kristina. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Desa Pintubatu Kecamatan Silaen Tahun Repository. Stikessantaelisabethmedan, 1. , 9Ae72. https://repository. id/wpcontent/uploads/2023/06/032018049_Skr ipsi_GRACE-PANJAITAN. Masturoh. , & T. METODOLOGI PENELITIAN KESEHATAN. Deepublish. Melintang. Data Kunjunga Lansia di Puskesmas Melintang tahun 2023-2024. Nitami. Yuliana. , & Prasetya. Dukungan Sosial Keluarga Dan Fungsi Kognitif Pada Lansia. Jurnal Penelitian Kesehatan, 9. , 26Ae31. Nurrohmi. Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Lansia. Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehso. , 2. , 77Ae88. https://doi. org/10. 31595/rehsos. Pradana. Zulfitri. , & Nopriadi. Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 4. , 62Ae67. https://doi. org/10. 47539/jktp. terhadap lansia dibandingkan dengan lansia yang mendapatkan dukungan sosial yang baik. DAFTAR PUSTAKA