Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. HALEYORA POWER AREA PAYAKUMBUH Ilvan Efendi1. Afuan2. Nike Apriyanti3 Fakultas. Ekonomi dan bisnis. Universitas Putra Indonesia AuYPTKAyPadang Info Artikel Sejarah artikel: Diterima: 21 Februari 2025 Revisi: 25 agust 2025 Diterima: 10 Sept 2025 Publish: 3 Okt 2025 Kata kunci: Gaya Kepemimpinan Disiplin Kerja Kinerja Karyawan Motivasi Kerja ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja dengan menggunakan data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 42 karyawan sebagai responden yaitu pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil menunjukkan bahwa Terdapat Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Motivasi Kerja pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Terdapat Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Terdapat Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Terdapat Disiplin Kerja berengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Terdapat Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Terdapat Gaya Kepemimpinan melalui Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Terdapat Disiplin Kerja melalui Motivasi Kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis : Ilvan Efendi Departemen ekonomi. Fakulty ekonomi dan bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, bandung, indonesia Email: ilvanefendi195@gmail. PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki oleh perusahaan, dan juga dihadapkan pada tantangan besar untuk memenangkan persaingan, sehingga dibutuhkan strategi yang akurat. Menurut (Wijaya. Shahirah, and Yuliana 2. mengemukakan defenisi manajemen sumber daya manusia . sebagai seni dan ilmu memperoleh, memajukan dan memanfaatkan tenaga kerja sehingga tujuan organisasi dapat direalisir secara daya guna, sekaligus adanya kegairahan bekerja dari para pekerja. PT Haleyora Powerindo adalah anak perusahaan dari PT PLN (Perser. yang bergerak dalam bidang jasa operasional dan pemeliharaan jaringan distribusi listrik di Indonesia. Didirikan pada tahun 2011, perusahaan ini fokus pada pemeliharaan dan penyediaan layanan pendukung Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 operasional bagi PT PLN, terutama di bidang distribusi dan transmisi listrik. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan listrik yang andal. Haleyora Powerindo hadir sebagai mitra strategis yang membantu PLN dalam menjaga izin jaringan distribusi, memastikan kualitas pasokan listrik dapat terus tersalurkan ke seluruh wilayah operasional. PT Haleyora Powerindo terus berkembang, baik dari segi cakupan wilayah layanan maupun jenis layanan yang ditawarkan. Dengan dukungan SDM profesional dan teknologi yang berkembang, perusahaan ini berupaya memberikan pelayanan optimal untuk mendukung distribusi listrik di berbagai wilayah. Salah satu peran penting Haleyora Powerindo adalah membantu PLN dalam mengurangi durasi gangguan listrik, yang secara langsung berkontribusi pada kepuasan pelanggan. Setiap perusahaan selalu berusaha agar karyawan bisa berprestasi dalam bentuk memberikan kinerja karyawan yang maksimal. Kinerja karyawan bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha, karena semakin tinggi kinerja karyawan dalam perusahaan, berarti laba perusahaan dan kinerja karyawan semakin meningkat. Menurut (Goni, et al. , 2. kinerja adalah hasil kerja seorang pegawai selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standard target,sasaran, atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama. Jika pegawai tidak melakukan pekerjaannya, maka suatu organisasi akan mengalami kegagalan. Menurut (Mulyadi et al. Gaya kepemimpinan adalah sebagai suatu model atau mempengaruhi sosisal organisasi dimana pemimpin mengusahakan partisispasi dalam suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan berpengaruh kepada kinerja karyawan dalam perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena akan bermanfaat untuk mengetahui efektifitas kerja organisasi sehingga tujuan organisasi tersebut akan dapat tercapai. Menurut (Ichsan, 2. Disiplin kerja merupakan suatu sikap menghormati, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis serta sanggup menjalankan dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. Menurut (Andayani 2. Motivasi ialah kunci dari organisasi yang sukses untuk menjaga kelangsungan pekerjaan dalam organisasi dengan cara dan bantuan yang kuat untuk bertahan hidup. Motivasi ialah memberikan bimbingan yang tepat atau arahan, sumber daya dan imbalan agar mereka terinspirasi dan tertarik untuk bekerja dengan cara yang diinginkan. METODE PENELITIAN Sesuai dengan permasalahan yang diteliti dan dirumuskan, maka penelitian yang bersifat deskriptif dan kuantitatif. Menurut (Rahayu and Rushadiyati 2. deskriptif bertujuan mendefenisikan atau mendeskripsikan suatu variabel yang diteliti, yaitu tentang Pengaruh Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinera Karyawan Melalui Motivasi Kerja di PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Sedangkan menurut (Hustia 2. metode kuantitatif adalah metode yang berlandasan pada filsafat positivisme digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu, teknik pengumpulan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Rahayu and Rushadiyati 2. Populasi dalam perelitian ini adalah karyawan PT. Haleyora Power Area Payakumbuh sebanyak 42 orang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi Sampel juga dapat diartikan bagian dari Populasi yang menjadi objek penelitian. Metode penentuan sampel ini dilakukan dengan teknik sampling jenuh atau sampling sensus. Menurut (Rahayu and Rushadiyati 2. sampling sensus adalah tehnik penentuan sampel apabila semua anggota digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil dan penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil. Apabila subjeknya kurang dari 100 alangkah lebih baik semua populasi digunakan sebagai sampel. ISSN: 2828-3031 Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling(SEM) dengan menggunakan program Partical Least Square (PLS) SmartPLS 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Validitas adalah menunjukan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin Menurut (Putra and Sinambela 2. tahap pengujian model pengukuran meliputi pengujian validitas konvergen, validitas diskriminan. Uji validitas konvergen dilakukan dengan melihat nilai loading factor masing-masing indikator terhadap konstruknya. Sementara untuk menguji reliabilitas konstruk digunakan nilai cronbachAos alpha dan composite reliability. Validitas diskriminan dilakukan untuk memastikan bahwa setiap konsep dari masing-masing variabel laten berbeda dengan variabel laten lainnya. Model mempunyai discriminant validity yang baik jika nilai kuadrat AVE masing-masing konstruk eksogen . ilai pada diagona. melebihi korelasi antara konstruk tersebut dengan konstruk lainnya. Konstruk dengan validitas yang baik dipersyaratkan nilai AVE harus diatas Hasil analisis PLS dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian jika seluruh indikator dalam model PLS telah memenuhi syarat validitas konvergen, validitas deskriminan dan uji Gambar 1. Hasil Pengujian Outer Model Sebelum Eliminasi Pada gambar 4. 2 terdapat nilai Pernyataan dibawah 0,5 sehingga semua pernyataan yang tidak valid atau dibawah 0,5 dieliminasi. Dimana nomor pernyataan yang di eliminasi (X2. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Gambar 1. Hasil Pengujian Outer Model Sesudah Eliminasi Penilaian Average Variance Extrated (AVE) Kriteria validity suatu konstruk atau variabel juga dapat dinilai melalui nilai Average Variance Extracted (AVE) dari masing-masing konstruk atau variabel. Konstruk dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika nilainya berada diatas 0,50. Berikut akan disajikan nilai AVE untuk seluruh konstruk . pada tabel dibawah : Tabel 4. Nilai Average Variance Extracted (AVE) Variabel Gaya Kepemimpinan (X. Disiplin Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Motivasi Kerja (Z) Sumber : Olahan SmartPLS,2025 Average Variance Extracted (AVE) 0,786 0,680 0,723 0,629 Berdasarkan tabel 4. 2 dapat disimpulkan bahwa semua konstuk atau variabel diatas memenuhi kriteria. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) diatas 0,5 sebagaimana kriteria yang direkomendasikan. Penilaian Reliabilitas (CronbachAosAlph. Setelah diketahui tingkat validitas data, maka langkah berikut adalah mengetahui tingkat keandalan data atau tingkat reliabel dari masing-masing konstruk atau variabel. Penilaian ini dengan melihat nilai composite reliability dan nilai crombach alpha. Nilai suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai crombach alpha > 0,70. Hasil uji reliabilitas disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Nilai Reliabilitas Konstruk ( Variabe. Gaya Kepemimpinan (X. Disiplin Kerja (X. Cronbachs Alpha Composite Reliability Keterangan 0,975 0,978 Reliabel 0,953 0,959 Reliabel ISSN: 2828-3031 Kinerja Karyawan (Y) 0,945 0,954 Reliabel Motivasi Kerja (Z) 0,933 0,944 Reliabel Sumber: Hasil olahan SmartPLS, 2025 Berdasarkan output SmartPLS pada Tabel 4. 3 di atas, telah ditemukan nilai composite reliability dan nilai crombach alpha masing-masing konstruk atau variabel besar dari 0,70. Dengan demikian juga dapat disimpulkan bahwa tingkat kehadalan data telah baik atau reliable. Pengujian Inner Model Proses pengujian selanjutnya adalah pengujian inner model atau model struktural yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar konstruk sebagaimana yang telah dihipotesiskan. Model struktural dievaluasi dengan memperhatikan nilai R-Square untuk konstruk endogen dari pengaruh yang diterimanya dari konstruk eksogen. Gambar 1. Struktural Model Inner Hasil Uji Analisis Variant (R2 ) atau R Square Proses pengujian selanjutnya adalah pengujian inner model atau model struktural yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar konstruk sebagaimana yang telah dihipotesiskan. Model struktural dievaluasi dengan memperhatikan nilai R-Square untuk konstruk endogen dari pengaruh yang diterimanya dari konstruk eksogen. Nilai koeisien determinasi (R-Squar. diharapkan antara 0 Nilai R Square sebesar 0,75, 0,50 dan 0,25 menunjukkan bahwa model kuat, moderat, dan Nilai R Square Variabel Motivasi Kerja (Z) Kinerja Karywan (Y) Sumber: Hasil olahan SmartPLS, 2025 R Square 0,968 0,922 R Square Adjusted 0,918 0,965 Pada table 4. 4 terlihat nilai R-Square konstruk Motivasi Kerja sebesar 0,968 atau sebesar 96,8% sedangkan R Square Adjusted sebesar 0,918 atau sebesar 91,8% yang menggambarkan JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 besarnya pengaruh yang diterimannya dari konstruk Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja. Sisanya sebesar 4,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Sementara nilai R-Square untuk konstrak Kinerja Karyawan sebesar 0,922 atau sebesar 92,2% sedangkan R Square Adjusted sebesar 0,965 atau sebesar 96,5% yang menunjukkan besarnya pengaruh yang diberikan oleh Gaya Kepemimpinan. Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja dalam menjelaskan atau mempengaruhi Kinerja Karyawan. Sisanya sebesar 7,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Semakin tinggi nilai R-Square maka semakin besar kemampuan konstruk eksogen tersebut dalam menjelaskan variabel endogen sehingga semakin baik persamaan struktural yang terbentuk. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis bertujuan untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini yaitu pengaruh konstruk laten eksogen tertentu dengan konstruk laten endogen tertentu baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui variabel mediasi. Pengujian hipotesis pada penelitian ini, dapat dinilai dari besarnya nilai t-statistik atau t-hitung dibandingkan dengan t-tabel 1,96 pada alpha 5%. Jika t-statistik/t-hitung < t-tabel 1,96 pada alpha 5%, maka H0 ditolak dan Jika t-statistik/t-hitung > t-tabel 1,96 pada alpha 5%, maka Ha diterima. Berikut hasil output SmartPLS, yang mengambarkan output estimasi untuk pengujian model structural pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Path Coefficent Rata- Rata Standar Indikator Original Sampel Deviasi TPKeterangan Sampel (M) (SRDEV) Statistik Value Gaya Kepemimpinan (X. Ae Motivasi Ditolak Kerja (Z) Disiplin Kerja (X. Ae Motivasi Diterima Kerja (Z) Gaya Kepemimpinan (X. - Kinerja Diterima Karyawani (Y) Disiplin Kerja (X. Ditolak Kinerja Karyawan (Z) Motivasi Kerja (Z) - Kinerja Diterima Karyawan (Y) Sumber: Hasil Uji Inner Model SmartPLS, 2025 Berdasarkan hasil pengujian SmartPLS pada Tabel 4. 15 terlihat hasil pengujian hipotesis penelitian dimulai dari hipotesis pertama sampai dengan hipotesis kelima yang merupakan pengaruh langsung Gaya Kepemimpinan, dan Disiplin Kerja terhadap Motivasi Kerja dan pengaruh konstruk Gaya Kepemimpinan. Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Analisis Jalur Berdasarkan hasil pengujian data dengan menggunakan alat bantu program SmartPLS didapatkan hasil analisis jalur yang dapat dilihat dari tebel berikut ini: Indikator Gaya Kepemimpinan (X. Ae Motivasi Kerja (Z) Ae Kinerja Karyawan (Y) ISSN: 2828-3031 Original Sampel Tabel 4. Result Path Analysis RataStandar Rata TDeviasi Sampel Statistik (SRDEV) (M) PValue Keterangan Diterima Disiplin Kerja (X. Ae Motivasi Kerja (Z) Ae Kinerja Karyawan (Y) Ditolak Sumber: Hasil Uji Inner Model SmartPLS, 2025 Berdasarkan diagram jalur nilai t-statistik atau t-hitung berguna untuk menilai diterima atau ditolaknya hipotesis, dengan membandingkan nilai t-statistik atau t-hitung dengan t-tabel pada 1,96 . ada kesalahan menolak data sebesar 5% atau 0. Nilai t-statistik > t-tabel 1,96 atau 2,292 > 1,96, nilai P-Value 0,022 > 0,05 dengan demikian maka hipotesis diterima atau H0 diterima dan H6 diterima, dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Nilai t-statistik > t-tabel 1,96 atau 0,752 < 1,96, nilai P-Value 0,453 > 0,05 dengan demikian maka hipotesis tidak diterima atau H0 diterima dan H7 ditolak, dengan kata lain terdapat pengaruh yang tidak signifikan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Pembahasan Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi kerja Dari tabel diatas dapat dilihat nilai original sampel sebesar 0,200 dengan nilai t-statistik 1,443 lebih kecil dari 1,96 . ,443<1,. dan nilai P Value 0,150 lebih besar dari 0,5 . ,150>0,. maka dapat diperoleh H0 diterima dan H1 ditolak. Maka dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Motivasi Kerja pada PT. Haleyora Power Area payakumbuh. Hasil penelian ini sejalan dengan penelitian (Dwi Suci Agustin, 2. , dengan hasil penelitian Gaya Kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Kerja. Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Motivasi Kerja. Dari tabel diatas dapat dilihat nilai original sampel sebesar 0,482 dengan nilai t-statistik 3,892 lebih besar dari 19,6 . ,892 >1,. dan nilai P Value 0,000 lebih kecil dari 0,5 . ,000>0,. maka dapat diperoleh H0 ditolak dan H2 diterima. Maka dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja pada PT. Haleyora Power Area payakumbuh. Hasil penelian ini sejalan dengan penelitian (Haryantini 2. , dengan hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan Disiplin Kerja terhadap Motivasi Kerja. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan. Dari tabel diatas dapat dilihat nilai original sampel sebesar 0,861 dengan nilai t-statistik 5,118 lebih besar dari 19,6 . ,118 >1,. dan nilai P Value 0,000 lebih kecil dari 0,5 . ,000>0,. maka dapat diperoleh H0 ditolak dan H3 diterima. Maka dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area payakumbuh. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Hasil penelian ini sejalan dengan penelitian (Noviana Putra. Sudiarta, and Sasrawan Mananda 2. , dengan hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan. Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Dari tabel diatas dapat dilihat nilai original sampel sebesar 0,116 dengan nilai t-statistik 0,759 lebih kecil dari 19,6 . ,759<1,. dan nilai P Value 0,448 lebih besar dari 0,5 . ,448>0,. maka dapat diperoleh H0 diterima dan H4 ditolak. Maka dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin Kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area payakumbuh. Hasil penelian ini sejalan dengan penelitian (Hermawan 2. , dengan hasil penelitian Disiplin Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Dari tabel diatas dapat dilihat nilai original sampel sebesar 0,345 dengan nilai t-statistik 2,682 lebih besar dari 19,6 . ,682 >1,. dan nilai P Value 0,007 lebih kecil dari 0,5 . ,007>0,. maka dapat diperoleh H0 ditolak dan H5 diterima. Maka dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area payakumbuh. Hasil penelian ini sejalan dengan penelitian (Listyawati 2. , hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepercayaan Motivasi Kerja sebagai variabel intervening. Dari tabel diatas dapat dilihat nilai original sampel sebesar 0,298 dengan nilai t-statistik 2,292 lebih besar dari 19,6 . ,292 >1,. dan nilai P Value 0,022 lebih kecil dari 0,5 . ,022>0,. maka dapat diperoleh H0 ditolak dan H6 diterima. Maka dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja sebagai variabel intervening pada PT. Haleyora Power Area payakumbuh. Hasil penelian ini sejalan dengan penelitian (Priyanto and Hermawan 2. , dengan hasil penelitian Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja sebagai variable intervening. Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja sebagai variable intervening. Dari tabel diatas dapat dilihat nilai original sampel sebesar 0,040 dengan nilai t-statistik 0,752 lebih kecil dari 19,6 . ,752<1,. dan nilai P Value 0,453 lebih besar dari 0,5 . ,453>0,. maka dapat diperoleh H0 diterima dan H7 ditolak. Maka dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin Kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja pada PT. Haleyora Power Area payakumbuh. Hasil penelian ini sejalan dengan penelitian (Apriliani et al. , dengan hasil penelitian Disiplin Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh, dapat disimpulkan bahwa: Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Motivasi Kerja pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. ISSN: 2828-3031 Disiplin Kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Gaya Kepemimpinan melalui Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Disiplin Kerja melalui berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Haleyora Power Area Payakumbuh. Daftar Pustaka