Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Manajemen Kepala Madrasah terhadap Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau Satrio1. Martinis Yamin2. Fadlilah3 1STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, 2,3UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi E-mail: satrio@stainkepri. martinisyamin03@gmail. fadlilah@uinjambi. Abstract This paper analyzes the application of madrasah principal management to Arabic language learning in improving the quality of student graduates at MAN Tanjungpinang. This research method is a qualitative field research method that is carried out holistically. The approach used is phenomenology. The results of this study are to improve the quality of student graduates at MAN Tanjungpinang. Riau Islands through Arabic language learning, then it can use madrasah principal management, namely through. planning, . organizing, . implementing, and . Planning includes needs analysis, short and long term goals, and relevant curriculum development. Organizing by setting a clear organizational structure with specific assignments and responsibilities for each Arabic language teaching staff. Implementation by actively implementing an innovative Arabic language curriculum, ensuring that Arabic language learning materials are always up-todate and relevant to student needs. Supervision by conducting periodic monitoring of the Arabic language learning process to ensure that the curriculum and teaching methods are implemented according to plan. Keywords: Management of Madrasah Heads. Arabic Language Learning. Quality of Graduates. Abstrak Tulisan ini menganalisis tentang penerapan manajemen kepala madrasah terhadap pembelajaran bahasa Arab dalam meningkatkan mutu lulusan siswa di MAN Tanjungpinang. Metode penelitian ini adalah metode penelitian field research . enelitian lapanga. yang berjenis kualitatif yang dilakukan secara holistik. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi. Hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu lulusan siswa di MAN Tanjungpinang Kepulaun Riau melalui pembelajaran bahasa Arab, maka dapat menggunakan manajemen kepala madrasah, yaitu melalui. perencanaan, . pengorganisasian, . pelaksanaan, dan . Perencanaan mencakup analisis kebutuhan, tujuan jangka pendek dan panjang, serta pengembangan kurikulum yang relevan. Pengorganisasian dengan cara mengatur struktur organisasi yang jelas dengan penugasan dan tanggung jawab yang spesifik untuk setiap staf pengajar Bahasa Arab. Pelaksanaan dengan cara aktif mengimplementasikan kurikulum Bahasa Arab yang inovatif, memastikan bahwa materi pembelajaran bahsa Arab selalu up-to-date dan relevan dengan kebutuhan Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 89 Satrio. Martinis Yamin. Fadlilah: Manajemen Kepala Madrasah terhadap Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau Pengawasan dengan cara melakukan pemantauan berkala terhadap proses pembelajaran Bahasa Arab untuk memastikan bahwa kurikulum dan metode pengajaran dilaksanakan sesuai rencana. Kata-kata Kunci: Manajemen Kepala Madrasah. Pembelajaran Bahasa Arab. Mutu Lulusan. PENDAHULUAN Pengelolaan pendidikan bahasa Arab yang efektif akan berefek pada lulusan yang berprestasi dan kreatif. Jadi kuncinya ada pada Kepala Sekolah dan Guru Bahasa Arab. Saat ini, banyak sistem pendidikan menghadapi tantangan besar dalam merekrut lulusan berkualifikasi tinggi sebagai guru bahasa Arab, terutama di daerah-daerah pelosok, dan mempertahankan mereka setelah diangkat bekerja. Bagaimana negara-negara dapat berhasil memenuhi kebutuhan akan guru bahasa Arab berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan mereka? Bagaimana persiapan guru bahasa Arab untuk mata pelajaran prioritas? Kompensasi dan insentif yang kompetitif, prospek kerja dan keragaman, serta memberikan akuntabilitas kepada guru bahasa Arab adalah bagian penting dari strategi untuk menarik guru berbakat untuk mengajar di ruang kelas yang menantang. Bahasa Arab yang sukses menunjukkan keseimbangan antara konsep dan implementasi kurikulum yang direncanakan dan disusun sejalan dengan seluruh elemen pendidikan dan masyarakat serta terus dievaluasi. Pemahaman mata pelajaran bahasa Arab merupakan hasil dari proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran bahasa Arab tidak hanya sebatas teori saja, namun juga praktik komunikasi menggunakan bahasa Arab. Pengelolaan pengajaran bahasa Arab oleh kepala sekolah untuk meningkatkan mutu lulusan meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, serta pemantauan dan Hal ini tergantung pada pandangan obyektif, tajam dan realistis terhadap kondisi eksternal dan internal, sehingga dapat mengantisipasi perubahan lingkungan di masa depan. Peningkatan kualitas lulusan yang direncanakan akan menghasilkan output yang kompetitif di tengah keterbukaan teknologi informasi saat ini. Karena perencanaan merupakan proses rasional dengan analisis mendalam untuk menentukan kebijakan guna mewujudkan sekolah yang lebih baik. Andreas Schleicher. Preparing Teachers and Developing School Leaders for the 21st Century: Lessons from Around the Word (Paris: OECD Publishing, 2. Fahrina Yustiasari Liriwati. Abdul Syahid, dan Mulyadi. AuManajemen Sekolah Menuju Sekolah Unggulan,Ay Al-Afkar: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 9, no. : 1Ae11, http://ejournal. id/index. php/al-afkar/article/view/314. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 90 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 Sekolah yang unggul adalah sekolah yang dapat menghasilkan siswa dengan tingkat akademik yang tinggi. Oleh karena itu pengelolaan yang baik oleh kepala sekolah sangat diperlukan agar pembelajaran bahasa Arab dapat dilakukan dengan baik, karena melalui pengelolaan yang baik pasti akan menghasilkan lulusan yang baik. 3 Peningkatan kualitas lulusan dalam proses pembelajaran bahasa Arab tidak lepas dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan. Sebagai kepala sekolah, beliau mempunyai tanggung jawab besar demi kelancaran kegiatan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang Mengingat peran utama kepala sekolah terletak pada kemampuannya mempengaruhi lingkungan melalui kepemimpinan yang dinamis, maka kepala sekolah merupakan unsur penting dalam pemeliharaan dan pengembangan pengajaran di sekolah. Sebagai pemimpin pendidikan harus mampu mengembangkan sekolah dan mampu mengidentifikasi bakat dan keterampilan sumber daya manusia pada lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Kepala Sekolah dengan demikian menjadi koordinator pengetahuan dan keterampilan stafnya, dan akan mengupayakan pengembangan dan kemajuan seluruh program pendidikan. Menurut penulis. Permasalahan yang menyebabkan rendahnya kinerja siswa disebabkan oleh kurangnya sistem manajemen yang baik dari kepala madrasah dalam Padahal tujuannya adalah untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan kegiatan siswa agar kegiatan tersebut berjalan lancar dan tertib sehingga memberikan prestasi sekolah. 6 Oleh karena itu, upaya peningkatan mutu lulusan sekolah sangat memerlukan peran kepala sekolah dalam memimpin dan melaksanakan berbagai program pelatihan yang terencana, sehingga diharapkan dengan pelatihan tersebut pembelajaran bahasa Arab juga semakin meningkat. Data awal yang penulis temukan di MAN Tanjungpinang, diketahui bahwa manajemen kepala madrasah terhadap pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan mutu lulusan siswa belum berjalan secara maksimal. Alasannya. Pertama, perencanaan yang dilakukan oleh kepala madrasah sudah sesuai standar, namun pelaksanaannya belum Syafaruddin. Pendidikan Transformasional Sosial (Bandung: Ciptapustaka Media Perintis, 2. MarAoatul Azizah dan Miranda Nur Apdila. AuPeran Kepala Madrasah Sebagai Supervisor dalam Peningkatan Kinerja Guru,Ay Chalim Journal of Teaching and Learning 1, no. : 73Ae84, https://pasca. id/index. php/cjotl/article/view/90. Nurul Azhari. AuKepemimpinan Situasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Disiplin Guru,Ay Unisan Jurnal: Jurnal Manajemen dan Pendidikan 3, no. : 231Ae243, https://journal. id/index. php/unisanjournal/article/view/2376. Mohammad Mustari. Manajemen Pendidikan (Jakarta: Rajawali Press, 2. Rahmat Linur. AuProblematika Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Darul Mursyidi Sialogo,Ay Al-Waraqah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 3, no. : 11Ae19. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 91 Satrio. Martinis Yamin. Fadlilah: Manajemen Kepala Madrasah terhadap Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau terlaksana secara maksimal, sehingga berdampak pada siswa yang kualitas kelulusannya Kedua, pembagian tugas kerja dilakukan dengan menempatkan sumber daya manusia yang tersedia sesuai dengan kualifikasi dan pengalamannya. Tujuannya untuk mendorong kerjasama dalam bekerja, namun kenyataannya kerjasama tersebut masih Ketiga, mobilisasi sumber daya manusia dalam bekerja sama dengan kepala madrasah masih menghadapi kendala, karena guru kurang terbuka terhadap berbagai permasalahan yang dihadapinya dan tidak menghormati aturan yang telah ditetapkan. Keempat, pengawasan yang dilakukan oleh kepala madrasah saja tidak dapat meminimalisir permasalahan di atas. Berdasarkan uraian permasalahan di MAN Tanjungpinang di atas, penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang apa yang sebenarnya terjadi di MAN Tanjungpinang, khususnya berkaitan dengan manajemen kepala sekolah. Mengapa kepala manajemen pengajaran bahasa Arab di MAN Tanjungpinang tidak berfungsi dengan baik? Dengan menjelaskan alur pemikiran dan temuan serta gejala di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan dan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif ada lima, yaitu: narasi . , fenomenologi . , grounded theory, etnografi . , dan studi kasus . ase studi. 9 Sedangkan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian ini dilaksanakan di MAN Tanjungpinang Kepulauan Riau. Informan dalam penelitian ini terbagi dua: . informans kunci, yakni kepala madrasah dan guru bahasa Arab, . informan tambahan, yaitu wakil ketua bidang kurikulum. Adapun penelitian ini, teknik pengumpulan datanya menggunakan data observasi . , wawancara . , dan dokumentasi . Hasil observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan langkahlangkah sebagai berikut: Pertama, mengolah data dan mempersiapkannya untuk dianalisis. Tahapan ini meliputi transkrip wawancara, pemindaian bahan, penulisan data lapangan atau pemilahan dan pengorganisasian data ke dalam berbagai jenis sesuai dengan sumber Kedua, data dibaca secara lengkap, yaitu informasi yang diperoleh tercermin Satrio. Hasil Observasi Peneliti pada Bulan Juni (Tanjungpinang, 2. John W. Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches (Los Angeles: SAGE Publications, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 92 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 dalam makna umum. Ketiga, menganalisis lebih detail dengan mengkodekan datanya. Tahapan ini meliputi beberapa operasi yaitu mengambil data tertulis atau gambar yang dikumpulkan selama proses pengumpulan, dan membagi kalimat atau gambar tersebut ke dalam kategori. Keempat, mengembangkan proses pengkodean untuk menggambarkan setting, orang, kategori dan tema yang akan dianalisis. Kelima, menguraikan kembali tematema yang akan disajikan kembali dalam bentuk laporan kualitatif naratif. Keenam, interprestasi data, mengacu pada interpretasi data yang dikumpulkan di lokasi yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Kepala Madrasah Manajemen kepala sekolah adalah pelaksanaan tanggung jawab kepala sekolah dalam merencanakan dan mengendalikan serta menafsirkan kecerdasan dan keterampilan guru serta staf lainnya berdasarkan aturan, hukum, dan rumusan agar tujuan sekolah dapat 11 Tata kelola kepala sekolah juga dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sebagai bentuk usaha kepala sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan madrasah yang telah ditetapkan. 12 Perencanaan adalah jantung manajemen karena semua aktivitas organisasi yang relevan bergantung pada perencanaan, dan melalui perencanaan, pengambil keputusan dapat menggunakan sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien. Selain perencanaan, manajemen sekolah juga melalui proses organisasi. Pengorganisasian dapat diartikan sebagai proses pemilihan dan pemisahan orang-orang serta pengalokasian sarana dan prasarana untuk membantu orang-orang mencapai tujuan 13 Pengorganisasian adalah suatu kegiatan yang menjalin dan membina hubungan kerja antar manusia agar terjadi usaha bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kegiatan pengorganisasian mencakup bagaimana manajemen merencanakan struktur formal untuk penggunaan sumber daya keuangan, material, dan tenaga kerja organisasi secara Selain itu, cara organisasi mengatur aktivitasnya, dimana setiap kelompok menunjuk seorang manajer yang mempunyai wewenang untuk mengawasi anggota kelompok, termasuk hubungan antara fungsi bisnis dan tugas karyawan. Selain itu, ini juga mencakup Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. Rohiat. Manajemen Sekolah: Teori Dasar dan Praktik (Bandung: Refika Aditama, 2. , 16. Engkoswara dan Aan Komariah. Administrasi Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2. , 88. Suryosubroto. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Cetakan 2. (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 24. Ngalim Purwanto. Administrasi Supervisi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 93 Satrio. Martinis Yamin. Fadlilah: Manajemen Kepala Madrasah terhadap Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau bagaimana manajer mengalokasikan tugas yang harus dilakukan di departemen dan memberi wewenang kepada mereka untuk melakukan tugas tersebut. 15 Jadi organisasi pada dasarnya adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah Selanjutnya dalam proses perpindahan atau implementasinya, kepala madrasah melakukan tugas yang berlipat ganda dan kompleks dalam mewujudkan perannya sebagai Merupakan tanggung jawab pemimpin untuk mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi tugas mereka untuk mencapai hasil terbaik. Dia bertanggung jawab atas keberhasilan karyawannya tanpa gagal. 16 Pemimpin sekolah perlu mengembangkan kompetensi kepemimpinan. Kompetensi dalam mengajar tidak hanya dibutuhkan oleh guru, kepala sekolah juga wajib memilikinya. Seseorang dapat dikatakan profesional dalam melaksanakan tugasnya apabila mempunyai kompetensi yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilakukan. Alasan lainnya adalah terkadang kompetensi kepemimpinan tumbuh dengan sendirinya, didukung oleh peluang dan pengalaman, namun efektivitas peran tersebut jauh lebih besar bila dikembangkan melalui pelatihan dan pengalaman Langkah selanjutnya dalam pengelolaan kepala madrasah adalah supervisi. Pemantauan dan evaluasi adalah proses kegiatan kepemimpinan yang dilakukan untuk menilai . enjamin dan menjami. bahwa tujuan, sasaran dan tugas organisasi akan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan standar, rencana, kebijakan, petunjuk dan ketentuan yang ditentukan dan diberlakukan, serta mengambil tindakan perbaikan secara tepat. diperlukan, menggunakan sumber daya secara efisien dan efisien untuk mencapai tujuan. Pengawasan juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan rencana sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan dengan cepat sehingga dapat dipastikan bahwa kegiatan yang benar-benar dilakukan adalah kegiatan yang sesuai dengan apa yang telah direncanakan. 18 Serangkaian proses diterapkan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan yang direncanakan, diorganisir. Husaini Usman. Manajemen: Teori. Praktek dan Riset Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Oktavia Pramono. Leadership Setengah Malaikat (Yogyakarta: Syura Media Utama, 2. , 17. Muhammad Fadli Lubis. Syaiful Bahri, dan Sulhati. AuAnalasis Gaya Kepemimpinan Partisipatif Kepala Madrasah dalam Pelaksanaan Kinerja Guru di MTS Al-Jamiyatul Washliyah Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang,Ay EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial 7, no. 38Ae52, https://jurnal. id/index. php/edutech/article/view/5227. Engkoswara dan Aan Komariah. Administrasi Pendidikan, 219. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 94 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 dan dilaksanakan dapat tetap berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan meskipun banyak perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis. Perbaikan dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kegiatan pembelajaran adalah sejenis proses kegiatan belajar yang dilakukan guru dan siswa sampai kegiatan pembelajaran selesai. Mengajar adalah usaha yang dilakukan guru sebagai pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dan setiap usaha dilakukan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan belajar. Dalam pembelajaran bahasa Arab perlu diupayakan peningkatan dan pengembangan empat aspek keterampilan berbahasa yaitu keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan kita memahami bahasa dan mengekspresikan pikiran dan perasaan kita. Pembelajaran bahasa Arab tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif saja, namun mencakup aspek afektif dan psikomotorik agar siswa dapat memahami budaya dan nilai-nilai yang tertanam dalam bahasa Arab. Pembelajaran bahasa Arab bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab secara efektif dan Meliputi kemampuan memahami teks berbahasa Arab, berbicara bahasa Arab, menulis dalam bahasa Arab, serta menerjemahkan dari dan ke bahasa Arab. Pembelajaran bahasa Arab juga bertujuan untuk menumbuhkan apresiasi dan penghormatan terhadap bahasa Arab sebagai bahasa Al-QurAoan dan bahasa ilmu pengetahuan yang kaya dan mulia. Pembelajaran bahasa Arab diharapkan mampu membuka wawasan peserta didik tentang budaya dan peradaban Arab yang kaya dan luhur. Melalui pembelajaran bahasa Arab, peserta didik dapat memahami nilai-nilai etika, moral, dan spiritual yang terdapat dalam bahasa Arab. Penguasaan bahasa Arab juga memiliki nilai fungsional yang penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks akademis, profesional, maupun Upaya perbaikan pembelajaran merupakan suatu keharusan dalam dunia Delfi Indra. AuPelaksanaan Manajemen Program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji di Provinsi Sumatera Barat: Study Komparatif di Tiga Daerah,Ay Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan 2, no. 101Ae113, http://ejournal. id/ojs/index. php/alfikrah/article/view/375. Ahmad Muhtadi Anshor. Pengajaran Bahasa Arab (Yogyakarta: Cipta Media Aksara, 2. , 15. Rahma Azizatun NiAomah. Agung Setiyawan, dan Mahmudi. AuAnalisis Metode Thawab Wa AoIqob dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Perspektif Hadis Nabi SAW,Ay Lahjah Arabiyah: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab . 31Ae44, https://journal. id/index. php/Lahjah/article/view/3258. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 95 Satrio. Martinis Yamin. Fadlilah: Manajemen Kepala Madrasah terhadap Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau pendidikan yang terus berkembang. Hal ini diperlukan untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, bermakna, dan menarik bagi peserta didik. Perbaikan pembelajaran bahasa Arab dapat dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari pengembangan kurikulum yang relevan dan menarik, penerapan metode pengajaran inovatif, penggunaan teknologi pendidikan yang mendukung, hingga pengembangan kemampuan guru dalam menjalankan peran sebagai fasilitator dan Salah satu upaya penting dalam perbaikan pembelajaran bahasa Arab adalah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menarik, dan memotivasi peserta didik untuk aktif berpartisipasi. Lingkungan belajar yang positif akan menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan kemampuan berkolaborasi pada peserta didik. Perbaikan pembelajaran bahasa Arab juga memerlukan penilaian yang berkelanjutan dan komprehensif untuk mengetahui efektivitas proses belajar. Penilaian tidak hanya berfokus pada pengetahuan, namun juga meliputi keterampilan dan sikap. Hasil penilaian diperlukan untuk Peningkatan pembelajaran bahasa Arab bukan hanya menjadi tanggung jawab guru saja, namun melibatkan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Orang tua, masyarakat dan pemerintah berperan penting dalam mendukung peningkatan pembelajaran bahasa Arab. Kolaborasi dan komunikasi yang baik antar semua pihak akan meningkatkan efektivitas peningkatan pengajaran dan menciptakan sistem pendidikan yang lebih Untuk meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Arab, perlu dimulai dengan perencanaan pembelajaran bahasa Arab yang diwujudkan melalui desain pembelajaran. Perencanaan desain pembelajaran mengacu pada bagaimana orang belajar. Perencanaan desain pembelajaran mengacu pada individu peserta didik. Tujuan akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah untuk memfasilitasi pembelajaran bagi siswa. Meningkatkan Mutu Lulusan Untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap pendidikan, sekolah berupaya meningkatkan kualitas lulusannya secara bertahap dan terus menerus, didukung oleh Khotijah dan Ahmad Arifin. AuDesain dan Implementasi Mobile Learning Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah,Ay An Nabighoh: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Arab 23, no. : 109Ae126, https://e-journal. id/index. php/annabighoh/article/view/3373. NiAomah. Agung Setiyawan, dan Mahmudi. AuAnalisis Metode Thawab Wa AoIqob dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Perspektif Hadis Nabi SAW. Ay Siti Norkhafifah dan Nur Syahabuddin. AuDesain Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Teknologi Informasi di Era New Normal,Ay Ai MiAoyar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban 5, 1 . : 53Ae72, https://jurnal. stiq-amuntai. id/index. php/al-miyar/article/view/908. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 96 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 kepemimpinan manajemen yang kuat dan pembagian tanggung jawab untuk mencapai Penting untuk diketahui bahwa sekolah merupakan salah satu pilar dasar gerakan membangun negara dengan menanamkan nilai-nilai dalam diri. Transfer budaya harus menjadi inti kegiatan mereka. Seluruh operasional sekolah membutuhkan pikiran dan pengetahuan yang tercerahkan. Sekolah tidak berada dalam keadaan tetap, karena perubahan terjadi sebagai suatu kepastian yang sulit diprediksi. Kepala sekolah, guru, orang tua dan seluruh komponen masyarakat tidak ingin sekolah gagal dalam menjalankan fungsinya. Anak-anak yang berkualitas buruk putus sekolah. Kalau iya, itulah harapan orang tua dan Peningkatan kualitas lulusan merupakan hal yang penting dalam dunia pendidikan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas lulusan adalah dengan memperbaiki kurikulum Kurikulum yang relevan dan terkini akan menjamin peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sejalan dengan perkembangan saat ini. Selain itu, penekanan pada pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis juga penting untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan seharihari. Selain perbaikan kurikulum, peningkatan mutu lulusan juga dapat dicapai melalui peningkatan kualitas tenaga pengajar. Guru yang kompeten dan berdedikasi dapat memberikan pengajaran yang lebih efektif dan inspiratif kepada para siswa. Program pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru harus terus dilakukan untuk memastikan bahwa mereka selalu mengikuti perkembangan metode pengajaran terkini dan memiliki pengetahuan mendalam di bidangnya. Dengan demikian, guru dapat lebih efektif dalam membimbing dan memotivasi siswa untuk mencapai potensi maksimal Selanjutnya, fasilitas dan lingkungan belajar yang mendukung juga memainkan peran penting dalam meningkatkan mutu lulusan. Lingkungan belajar yang kondusif, lengkap dengan fasilitas modern seperti laboratorium, perpustakaan, dan akses teknologi, akan membantu siswa dalam proses belajar mereka. Selain itu, suasana pembelajaran yang positif dan kolaboratif dapat memotivasi siswa untuk lebih semangat belajar dan aktif dalam kegiatan sekolah. Dengan adanya dukungan dari berbagai aspek ini, diharapkan mutu lulusan akan semakin meningkat dan siap bersaing di kancah global. Syafaruddin. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan (Jakarta: Grasindo, 2. , 120. Syarnubi. AuPenerapan Paradigma Integrasi-Interkoneksi dalam Peningkatan Mutu Lulusan,Ay Jurnal PAI Raden Fatah 4, no. : 375Ae395, https://jurnal. id/index. php/pairf/article/view/19675. Hidayat dan Nia Martina. AuStrategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Lulusan,Ay Jambura: Jurnal Educational Management . 44Ae54, https://ejournal-fipung. id/ojs/index. php/JJEM/article/view/1272. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 97 Satrio. Martinis Yamin. Fadlilah: Manajemen Kepala Madrasah terhadap Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau Peningkatan mutu sekolah bagi peserta didik sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek, antara lain aspek kepala sekolah, profesionalitas guru, sarana dan prasarana, buku penunjang, dan lain sebagainya. Dengan demikian, jika sekolah atau lembaga tersebut dilihat dari berbagai aspek memiliki mutu dan kualitas yang baik, maka akan tercapai dan tercipta lulusan yang bermutu dan berkualitas. 28 Membangun profil lulusan yang baik merupakan komponen penting kerja sekolah agar setiap guru dan siswa mendapat arah perkembangan yang jelas. Sekolah tanpa sasaran mutu pascasarjana yang jelas pasti akan mengakibatkan kurangnya pengembangan guru dan siswa. Akibat dari cita-cita yang kabur juga akan mempengaruhi daya juang warga sekolah. Sebaliknya, sekolah yang memiliki tujuan yang jelas terhadap kualitas lulusan, dan tentunya guru dan siswa, akan bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut, dan akan berusaha untuk mengungguli sekolah lain. Oleh karena itu, definisi kualitas lulusan yang jelas membantu semua pihak untuk menetapkan arah dan mengukur harapan sesuai dengan kemahirannya dalam setiap mata pelajaran. Definisi sasaran mutu pascasarjana dapat diperjelas dengan standar nasional yang dipadukan dengan cita-cita sekolah. Manajemen Kepala Madrasah Meningkatkan Mutu Lususan pada Pembalajaran Bahasa Arab Manajamen kepala madrasah terhadap pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan mutu lulusan siswa MAN Tanjungpinang dapat dilakukan beberapa langkah, yang diawali dengan perencanaan kepala MAN Tanjungpinang terhadap pembelajaran bahasa Arab. Hal ini diawali dengan menetapkan rencana strategis MAN Tanjunginang. Menetapkan rencana Strategi (Renstr. di MAN Tanjungpinang adalah langkah penting dalam memastikan kualitas pendidikan yang terarah dan berkelanjutan. Rencana strategis ini disusun sebagai pedoman bagi seluruh civitas akademika dalam mencapai visi dan misi MAN Tanjungpinang, serta menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi yang semakin Renstra ini juga berfungsi sebagai alat pengendali agar program-program yang dijalankan selaras dengan tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan. Penyusunan Renstra INDONESIA: Undang-undang dan Peraturan. Himpunan Peraturan Perundang-undangan Guru dan Dosen: Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 (Bandung: Fokusmedia, 2. , 6. Umi Salamatud Diniyah dan Mustajib. AuImplementasi Manajemen Mutu sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Lulusan di MTs Al Huda Sumberjo Tunglur Badas,Ay Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam . 73Ae89, https://w. id/index. php/salimiya/article/view/201. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 98 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 MAN Tanjungpinang bertujuan untuk memperjelas arah pengembangan madrasah dalam jangka waktu tertentu. Setelah menetapkan rencana strategis MAN Tanjunginang, yang dapat dilakukan selanjutnya adalah pengembangan kurikulum, yaitu menyesuaikan kurikulum bahasa Arab agar sesuai dengan kebutuhan siswa dan standar pendidikan nasional. Kurikulum ini harus mencakup semua aspek penting dari pembelajaran bahasa Arab, termasuk keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Perencanaan yang baik memastikan bahwa semua materi pembelajaran bahasa Arab disampaikan secara sistematis dan terstruktur. Kepala MAN Tanjungpinang memastikan ketersediaan sumber daya pembelajaran bahasa Arab yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar Bahasa Arab. Termasuk buku teks bahasa Arab, modul pembelajaran bahasa Arab, media audiovisual, serta akses ke sumber daya digital seperti e-books dan aplikasi belajar Bahasa Arab. Sumber daya yang memadai membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih baik dan meningkatkan keterampilan bahasa Arab mereka. Di samping melakukan pengembangan kurikulum, yang perlu diperhatikan juga adalah pelatihan guru bahasa Arab, yaitu menyediakan pelatihan dan workshop bagi guru bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas pengajaran. 32 Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, guru bahasa Arab dituntut untuk terus mengembangkan kompetensinya agar dapat memberikan pengajaran bahasa Arab yang relevan dan efektif. Pelatihan ini akan memberikan kesempatan bagi para guru bahasa Arab untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengajar Bahasa Arab, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran bahasa Arab siswa dengan lebih baik. Salah satu tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru bahasa Arab tentang metode pengajaran yang inovatif dan terkini. Metode pengajaran bahasa Arab yang terus berkembang membutuhkan adaptasi yang tepat agar dapat diimplementasikan secara efektif di dalam kelas. Penyediaan sumber balajar seperti sarana dan prasarana yang memadai juga menjadi Kepala MAN Tanjungpinang mengalokasikan anggaran untuk pengadaan buku- NA (Inisia. AuWawancara Peneliti dengan Narasumber . Jun. Ay (Tanjungpinang, 2. Abdul Ghofur dan Restu Budiansyah Riski. AuPendidikan Bahasa Arab di Era Digital: Tantangan. Peluang dan Strategi Menuju Pembelajaran yang Efektif,Ay El-Fusha: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan 5, 1 . : 15Ae28, https://ejournal. id/index. php/alfusha/article/view/6697. MS (Inisia. AuWawancara Peneliti dengan Narasumber . Jul. Ay (Tanjungpinang, 2. Aunur Shabur Maajid Amadi dan Dina Wilda Sholikha. AuPerkembangan Pendidikan Bahasa Arab di Era Digital: Sistematic Literature Review,Ay Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 1, no. : 1Ae17, https://journal. id/index. php/jmpb-widyakarya/article/view/1112. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 99 Satrio. Martinis Yamin. Fadlilah: Manajemen Kepala Madrasah terhadap Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau buku referensi bahasa Arab, media pembelajaran bahasa Arab interaktif, dan perangkat teknologi yang mendukung proses belajar mengajar bahasa Arab. Ruang kelas juga dirancang sedemikian rupa sehingga kondusif untuk pembelajaran bahasa Arab, dengan menyediakan lingkungan yang nyaman dan alat bantu visual yang relevan. Pemanfaatan teknologi dalam pengajaran bahasa Arab merupakan salah satu inovasi yang diterapkan. Kepala MAN Cape Town mendorong penggunaan aplikasi pembelajaran bahasa Arab, platform e-learning dan sumber daya digital lainnya. Hal ini tidak hanya membuat pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih menarik, tetapi juga memungkinkan siswa belajar bahasa Arab secara mandiri di luar jam sekolah. Teknologi juga memfasilitasi evaluasi dan feedback yang lebih cepat dan akurat. Evaluasi pembelajaran bahasa Arab, yaitu menyusun sistem evaluasi yang efektif untuk mengukur kemajuan belajar siswa secara berkala juga diperlukan. Evaluasi dan monitoring merupakan komponen penting dalam perencanaan pembelajaran bahasa Arab. Kepala MAN Tanjungpinang menetapkan mekanisme evaluasi yang rutin untuk menilai efektivitas program pembelajaran bahasa Arab. Evaluasi ini melibatkan penilaian kinerja siswa, kinerja guru bahasa Arab, serta feedback dari seluruh stakeholder. Hasil evaluasi digunakan untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian program secara berkelanjutan, memastikan bahwa tujuan pembelajaran bahasa Arab tercapai dengan baik. Kerjasama dengan lembaga pendidikan lain dan komunitas juga diperhatikan. Kepala MAN Tanjungpinang membangun jaringan dengan madrasah lain, universitas, dan lembaga kebudayaan Arab untuk memperkaya materi pembelajaran bahasa Arab dan menyediakan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan penutur asli Bahasa Arab. Kegiatan seperti pertukaran pelajar, seminar, dan workshop bahasa Arab menjadi bagian dari upaya ini, yang bertujuan untuk meningkatkan eksposur siswa terhadap Bahasa Arab dalam konteks yang lebih luas. Selain itu, yang dapat dilakukan adalah pengembangan kegiatan esktrakurikuler bahasa Arab, tentu hal ini dapat mendukung pembelajaran Bahasa Arab. Kepala MAN Tanjungpinang menginisiasi kegiatan seperti klub bahasa Arab, lomba pidato bahasa Arab, dan drama berbahasa Arab. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Arab siswa, namun juga mengembangkan minat dan kecintaan mereka terhadap bahasa Arab. Partisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler bahasa Arab diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab. Partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder menjadi kunci keberhasilan Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 100 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 perencanaan ini. Kepala MAN Tanjungpinang mengajak para guru bahasa Arab, siswa, orang tua dan masyarakat untuk ikut mendukung program pembelajaran bahasa Arab. Selanjutnya hal penting yang dapat dilakukan adalah kolaborasi dengan pihak eksternal, artinya bekerjasama dengan institusi atau organisasi untuk mengembangkan program pembelajaran bahasa Arab yang lebih relevan dan efektif. Keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran bahasa Arab juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab. Orang tua dapat membantu dengan menciptakan lingkungan yang mendukung di rumah, misalnya dengan menyediakan waktu untuk belajar bahasa Arab bersama atau mengakses bahan ajar tambahan bahasa Arab. Komunitas juga dapat berperan melalui kegiatan-kegiatan seperti klub bahasa Arab atau acara budaya yang melibatkan penggunaan Bahasa Arab. Akhirnya, pembelajaran Bahasa Arab yang berkualitas harus dapat menghasilkan siswa yang tidak hanya mampu berbahasa Arab dengan baik, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang budaya Arab. Pemahaman budaya ini akan membantu siswa menggunakan bahasa Arab dengan lebih tepat dan efektif dalam berbagai Dengan demikian, tujuan akhir pembelajaran bahasa Arab adalah menciptakan generasi yang tidak hanya mahir secara akademis, namun juga mampu terhubung dengan dunia global yang lebih luas. Langkah selanjutnya adalah dengan cara pengorganisasian Kepala MAN Tanjungpinang terhadap pembelajaran bahasa Arab. Pengorganisasian ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyusunan kurikulum bahasa Arab, penyiapan tenaga pengajar, hingga evaluasi pembelajaran bahasa Arab. Dari segi organisasi, hal ini harus dilakukan. Identifikasi sumber daya dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Proses perancangan dan pengembangan organisasi yang mampu mempercepat pencapaian . Tentukan tanggung jawab spesifik. Mengembangkan wewenang yang diperlukan bagi orang-orang untuk melakukan pekerjaannya. Apalagi organisasi adalah suatu tatanan kerja dengan sumber daya finansial, material, dan manusia yang ada di dalam organisasi tersebut. Organisasi adalah penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan organisasi, sumber dayanya, dan lingkungan sekitarnya. Selanjutnya, pelaksanaan tugas oleh Kepala MAN Tanjungpinang terhadap pembelajaran bahasa Arab, mencakup berbagai aspek yang bertujuan untuk memastikan NA (Inisia. AuWawancara Peneliti dengan Narasumber . Jun. Ay Abdullah Syarqawi. AuPembentukan Karakter Santri Mahad Baitul Hikmah Surabaya melalui Pembelajaran Bahasa Arab,Ay An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman 2, no. : 1Ae9, http://ejurnal. id/index. php/an-nafah/article/view/43. Handoko. Manajemen (Yogyakarta: BPFE-UGM, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 101 Satrio. Martinis Yamin. Fadlilah: Manajemen Kepala Madrasah terhadap Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau kualitas pendidikan dan keberhasilan siswa. Kepala MAN Tanjungpinang tidak hanya bertindak sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam pelaksanaan program-program pendidikan, termasuk Bahasa Arab. Upaya ini memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, serta perencanaan yang masak dan pelaksanaan yang konsisten. Kepala MAN Tanjungpinang berperan penting dalam melakukan koordinasi dengan guru-guru Bahasa Arab untuk memastikan pelaksanaan kurikulum bahasa Arab berjalan dengan baik. Persoalan lain yang juga perlu diperhatikan adalah pengawasan Kepala MAN Cape Town mengenai Pembelajaran Bahasa Arab. Pengawasan merupakan salah satu fungsi penting kepala MAN Tanjungpinang untuk menjamin pengajaran bahasa Arab di MAN Tanjungpinang terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah Kepala MAN Tanjungpinang bertanggung jawab untuk memonitor, mengevaluasi, dan memberikan umpan balik kepada guru bahasa Arab dan siswa guna meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab. Pengawasan yang efektif akan memastikan bahwa seluruh aspek pembelajaran bahasa Arab berjalan optimal. 38 Kepala MAN Tanjungpinang secara rutin melakukan observasi kelas untuk memantau langsung proses pembelajaran Bahasa Arab. Observasi ini mencakup penilaian terhadap metode pengajaran bahasa Arab, interaksi antara guru bahasa Arab dan siswa, serta penggunaan media pembelajaran bahasa Arab. 39 Dengan demikian, kepala MAN Tanjungpinang dapat melihat kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran bahasa Arab dan memberikan saran perbaikan yang konkret. Evaluasi kinerja guru bahasa Arab merupakan bagian penting dari pengawasan. Kepala MAN Tanjungpinang menilai sejauh mana guru bahasa Arab melaksanakan tugasnya dalam mengajar Bahasa Arab. Aspek yang dievaluasi termasuk persiapan mengajar bahasa Arab, kemampuan menyampaikan materi bahasa Arab, pengelolaan kelas, dan penggunaan metode yang efektif. 40 Hasil evaluasi ini digunakan untuk memberikan umpan balik konstruktif kepada guru bahasa Arab dan menyusun program peningkatan profesionalisme. Selain mengawasi kinerja guru bahasa Arab, kepala MAN Tanjungpinang juga memantau hasil belajar siswa melalui berbagai bentuk evaluasi, seperti tes, ulangan harian, dan tugas- NA (Inisia. AuWawancara Peneliti dengan Narasumber . Jun. Ay WU (Inisia. AuWawancara dengan Narasumber . Agustu. Ay (Tanjungpinang, 2. YI (Inisia. AuWawancara dengan Narasumber . Agustu. Ay (Tanjungpinang, 2. Rohana Ayu Fitri. AuPeranan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Bahasa Arab di MTs Muhammadiyah Karya Bhakti Riau,Ay Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 13, no. : 62Ae72, https://jurnal. iain-bone. id/index. php/adara/article/view/3671. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 102 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 Analisis hasil belajar siswa memberikan gambaran mengenai efektivitas pembelajaran bahasa Arab yang telah dilakukan. Kepala MAN Tanjungpinang dapat mengidentifikasi siswa yang membutuhkan bantuan tambahan dan merancang strategi untuk meningkatkan prestasi belajar mereka. Kepala MAN Tanjungpinang juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Media dan sumber pembelajaran yang digunakan hendaknya relevan dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran bahasa Arab. Kepala MAN Tanjungpinang memastikan guru bahasa Arab mempunyai akses terhadap berbagai media pembelajaran bahasa Arab yang inovatif dan menarik, serta pemanfaatan teknologi secara optimal. 41 Kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Arab merupakan bagian dari upaya pengembangan kemampuan siswa. 42 Kepala MAN Tanjungpinang mengawasi pelaksanaan kegiatan ini agar kegiatan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal kepada siswa. Pengawasan ini mencakup pemantauan keaktifan siswa, kualitas kegiatan, dan hasil yang dicapai. Sebagai bagian dari pengawasan, kepala MAN Tanjungpinang menyusun laporan dan dokumentasi mengenai proses dan hasil pembelajaran Bahasa Arab. KESIMPULAN Perencanaan yang dilakukan oleh kepala MAN Tanjungpinang mengenai pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, dimana kepala MAN Tanjungpinang telah merancang dan melaksanakan rencana terstruktur dan strategis untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab di siswa. Sedangkan organisasi yang dibentuk oleh Kepala MAN Tanjungpinang tentang pembelajaran bahasa Arab adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa, yaitu melalui struktur organisasi yang jelas, pembagian tugas yang tepat, dan pengelolaan sumber daya yang optimal. Atas proses implementasi yang dilakukan oleh Kepala MAN Tanjungpinang mengenai pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas mahasiswa pascasarjana di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Kepala MAN Tanjungpinang aktif menggerakkan dan melaksanakan berbagai inisiatif strategis dalam peningkatan kualitas bahasa Arab. belajar siswa. Dalam supervisi yang dilakukan Wawancara peneliti dengan narasumber NA. Tanjungpinang. Selasa, 23 Juni 2023. NiAomah Ziyadatul Khusnah. Kholisin, and Ahmad Munjin Nasih. AuPengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler Bahasa Arab Di Pondok Pesantren,Ay Alsina: Journal of Arabic Studies 2, no. : 189Ae https://doi. org/10. 21580/alsina. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 103 Satrio. Martinis Yamin. Fadlilah: Manajemen Kepala Madrasah terhadap Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau Kepala MAN Tanjungpinang mengenai pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas mahasiswa pascasarjana di MAN Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, dikatakannya Ketua MAN Tanjungpinang aktif melakukan supervisi menyeluruh terhadap pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas siswa yang telah lulus. REFERENSI