Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 EVALUASI ANGGARAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA UNIT MAINTENANCE & READINESS PT. BANDARA INTERNASIONAL BATAM Rahman Efandi1 Mursal2 One Yantri3 Suyanto4 Magister Manajemen. Universitas Batam 2,3,4 Program Studi Akuntansi. Universitas Batam efandirahman@gmail. Abstract In this era of intense corporate competition, companies are required to always increase productivity and be effective and efficient in using their budgets. PT. Bandara Internasional Batam is a p (Public Ae Private Partnershi. company at the first airport in Indonesia, to increase the effectiveness and efficiency of budget use, planning and control is needed in the form of budget evaluation. This research aims to identify and explain the role of evaluating budget usage as a management planning and control tool in related units. The research method used in this paper is a descriptive qualitative analysis method. The research results show that the Maintenance & Readiness unit, has implemented comprehensive budget evaluation, both in planning and controlling the company's budget. Beside that, budget evaluation can also be a benchmark for the performance of a unit in the company. Keywords : Budget. Planning. Control. Management. Performance. Abstrak Dalam era persaingan perusahaan yang semakin ketat saat ini, perusahaan dituntut untuk selalu meningkatkan produktivitas serta efektif dan efisien dalam menggunakan PT. Bandara Internasional Batam merupakan perusahaan p (Public Ae Private Partnershi. pada bandar udara pertama di Indonesia, untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran maka diperlukan perencanaan dan pengendalian berupa evaluasi anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran evaluasi penggunaan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen pada unit terkait. Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah metode analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit Maintenance & Readiness, telah menerapkan evaluasi anggaran secara menyeluruh, baik dalam perencanaan maupun pengendalian anggaran perusahaan. Disamping itu evaluasi anggaran juga dapat menjadi tolok ukur kinerja suatu unit dalam Kata kunci : Anggaran. Perencanaan. Pengendalian. Manajemen. Kinerja. PENDAHULUAN Pada era kemajuan teknologi yang sangat pesat dan persaingan perusahaan yang sangat ketat saat ini membutuhkan kemampuan perusahaan untuk dapat meningkatkan produktivitas kinerja secara menyeluruh di berbagai aspek bidang. Perusahaan dituntut Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 untuk dapat bersaing menghadapi kompetisi pasar dan menggunakan sumber dayanya secara lebih efektif dan efisien, sehingga visi, misi dan target perusahaan dapat tercapai. Kontrol anggaran sangatlah perlu untuk diperhatikan dan dimonitor pada setiap kegiatan bisnis perusahaan. Anggaran dapat diartikan sebagai besaran biaya yang digunakan dalam periode tertentu untuk melaksanakan suatu program. Setiap perusahaan pasti memiliki batasan dalam menggunakan anggaran, sehingga proses penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanaan dan pengendalian biaya pada suatu perusahaan. Anggaran dapat juga diartikan sebagai rencana tertulis mengenai kegiatan suatu perusahaan/organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan pada umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu, anggaran merupakan alat manajemen dalam mencapai tujuan. Salah satu alat manajerial yang berhubungan dengan fungsi perencanaan dan pengendalian ialah anggaran. Sebagai alat perencanaan, anggaran adalah rencana yang dinyatakan secara formal dalam satuan moneter sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja manajemen. Sedangkan fungsi anggaran sebagai alat pengendalian merupakan untuk memastikan tujuan organisasi tercapai dan menentukan penyebab tinggi atau rendahnya pencapaian target kinerja manajemen. Penggunaan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian memiliki tujuan agar target anggaran sesuai dengan sasaran perusahaan. Sehingga dengan adanya evaluasi anggaran dapat meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran di dalam setiap kegiatan dan mampu menambah margin atau keuntungan perusahaan. Perusahaan harus mampu mengendalikan biaya yang mereka keluarkan dan memangkas biaya yang tidak efektif dalam aktivitas mereka. Hal ini memerlukan langkah-langkah pengendalian manajemen untuk merencanakan dan mengelola biaya dan anggaran tersebut dengan baik. Pada hakikatnya, anggaran berfungsi sebagai dasar bagi manajemen untuk merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan suatu perusahaan. Anggaran berfungsi sebagai dasar atau pedoman bagi semua kegiatan. Evaluasi anggaran memastikan akuntabilitas kegiatan perusahaan, mengevaluasi efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan tertentu serta anggaran dapat juga berfungsi sebagai alat pengendalian untuk implementasi dan perencanaan masa depan. Anggaran merupakan salah satu alat pengendalian yang paling penting dan alat untuk mengukur kinerja setiap manajer perusahaan. Penerapan konsep manajemen bisnis pada suatu badan usaha diperlukan agar manajemen dapat mengendalikan keseluruhan kegiatan dan mencapai tujuan bisnis perusahaan secara efektif dan efisien. PT. Bandara Internasional Batam merupakan perusahaan yang bergerak pada bisnis kebandar-udaraan, berdiri pada tahun 2021 atas perjanjian KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usah. antara BP Batam . elaku pemilik bandar. dengan PT. Angkasa Pura 1. Incheon Airport Coorporation dan PT. Wijaya Karya . elaku investo. Pada makalah kali ini penulis berfokus pada evaluasi anggaran sebagai perencanaan dan pengendalian manajemen pada unit maintenance & readiness direktorat operasi. Pada PT. Bandara Internasional Batam anggaran berlaku selama satu tahun, yaitu periode Januari Ae Desember (Single Year. Jika terdapat program kerja yang belum terlaksana pada tahun tersebut akan dilaksanakan di tahun depan meskipun masih terdapat sisa anggaran, maka tetap memakai anggaran di tahun depan. Anggaran sisa pada tahun sebelumnya dianggap tidak mampu menyerap anggaran. Proses persetujuan anggaran setiap tahunnya melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saha. oleh ketiga perusahaan Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Berdasarkan latar belakang dan judul penelitian yang telah dijelaskan diatas maka didapatkan rumusan masalah yaitu bagaimana peran evaluasi anggaran sebagai alat perencanaan manajemen pada unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam dan bagaimana peran evaluasi anggaran sebagai alat pengendalian manajemen pada Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam? TINJAUAN LITERATUR DAN HIPOTESIS Anggaran dan Akuntansi Manajemen Anggaran merupakan suatu estimasi dalam bentuk keuangan mengenai kinerja yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu, sedangkan penganggaran merupakan cara atau proses penyusunan anggaran (Mardiasmo 2. Definisi anggaran adalah informasi atau pernyataan tentang rencana atau kebijakan keuangan suatu organisasi atau perusahaan untuk periode waktu tertentu dan merupakan perkiraan pendapatan dan pengeluaran pemerintah yang diharapkan untuk periode waktu tertentu (Halim dan Iqbal Penganggaran merupakan suatu proses perencanaan yang dilakukan secara berurutan, disajikan dalam bentuk angka dan dinyatakan sebagai satuan-satuan keuangan yang mencakup seluruh kegiatan usaha pada kurun waktu tertentu di masa yang akan datang (Nurhadi dan Effendi 2. Akuntansi manajemen adalah laporan keuangan yang disiapkan untuk menyediakan informasi yang berguna kepada pemangku kepentingan internal perusahaan atau manajemen untuk digunakan dalam pengambilan keputusan. Informasi ini mungkin dalam bentuk kebijakan yang tidak diungkapkan kepada eksternal (Hariyani Akuntansi manajemen mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasikan, dan melaporkan informasi yang berguna bagi pengguna internal dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan (Salman dan Farid 2. Adapun fungsi daripada anggaran itu sendiri Menurut Herlianto yang dikutip dalam Kartika . , jika dilihat dari fungsi rumah tangga sendiri, rumah tangga mempunyai empat fungsi. Keempat fungsi tersebut adalah perencanaan, pemantauan, koordinasi dan penganggaran sebagai pedoman kerja. Keuntungan anggaran adalah dapat digunakan sebagai alat untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan bisnis, tetapi penganggaran juga merupakan keuntungan bagi manajemen karena memungkinkan Eksekutif bisnis melihat ke masa depan, menentukan tujuan perusahaan, dan mengekspresikannya dalam indikator keuangan. Penganggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memantau kegiatan bisnis, yang memungkinkan manajemen untuk meninjau secara menyeluruh penggunaan sumber daya ekonomi bisnis dan menentukan apakah itu efisien dan efektif. Penggunaan anggaran juga dapat digunakan sebagai indikator standar untuk mengukur kinerja unit atau individu dalam suatu perusahaan atau Penggunaan anggaran dapat mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan (Atmi 2. Pemeliharaan (Maintenance & Readines. Pemeliharaan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga, memelihara atau mempertahankan kondisi suatu peralatan mesin agar dapat berfungsi dengan baik. Pemeliharaan juga bisa diartikan sebagai tindakan merawat suatu peralatan dengan memperbaiki usia atau lifetime dari peralatan tersebut. Pemeliharaan seharusnya dilakukan dengan mengklasifikasikan mesin dan peralatan kedalam beberapa kategori sehingga implementasi pemeliharaan dapat menjadi lebih efektif dan agar lebih Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Menurut Mobley . beberapa keuntungan yang akan di dapatkan dengan menerapkan pemeliharaan sebagai penopang strategi perusahaan antara lain : Mengurangi total biaya pemeliharaan / perawatan . iaya suku cadang dan biaya Memiliki stabilitas proses yang lebih baik Memperpanjang usia / lifetime peralatan dan mesin Mengoptimalkan jumlah suku cadang / spare part Meningkatkan nilai keselamatan kerja karyawan/operator Mengurangi efek yang terjadi mengenai kerusakan lingkungan sekitar. Adapun klasifikasi atau jenis Ae jenis pemeliharaan dapat dibedakan antara lain sebagai berikut: Preventive Maintenance Pemeliharaan yang dilakukan dalam periode waktu yang tetap / konstan atau dengan kriteria tertentu pada berbagai tahap proses produksi. Tujuannya agar produk yang dihasilkan sesuai dengan rencana, baik mutu, biaya atau pun ketepatan waktunya. Scheduled Maintenance Pemeliharaan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan dan perawatannya dilakukan secara periodik dalam rentang waktu tertentu. Predictive Maintenance Pemeliharaan yang dilakukan yang pada waktu pelaksanaanya didasarkan kondisi Pemeliharaan prediktif disebut juga perawatan berdasarkan kondisi peralatan atau Emergency Maintenance Pemeliharaan peralatan atau fasilitas yang memerlukan penanggulangan yang bersifat darurat dengan tujuan agar tidak menimbulkan akibat yang lebih parah. Breakdown Maintenance Pemeliharaan yang bersifat perbaikan ketika aset / peralatan mengalami kegagalan dan menuntut perbaikan darurat atau berdasarkan prioritas / urgensi. Corrective Maintenance Pemeliharaan yang dilaksanakan karena adanya hasil produk . arang setengah jadi maupun barang jad. yang tidak sesuai dengan rencana atau telah mengalami Pada penjelasan di atas disebutkan bahwa pemeliharaan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menjaga, memelihara atau mempertahankan kondisi suatu peralatan atau fasilitas dengan tujuab agar dapat berfungsi dengan baik, adapun tujuan pemeliharaan adalah sebagai berikut: Menjaga kualitas suatu peralatan atau fasilitas dengan tujuan untuk memenuhi yang dibutuhkan dari kegiatan produksi agar tidak terjadi gangguan atau kerusakan. Memastikan kondisi peralatan agar siap digunakan / ready to operate. Memaksimalkan ketersediaan semua peralatan produksi. Memperpajang umur atau masa pakai / lifetime pada peralatan atau fasilitas. Pemenuhan kebutuhan sesuai dengan rencana produksi. Perencanaan Anggaran Sebagai alat perencanaan, manfaat utama anggaran adalah untuk menyediakan proses umpan ke depan untuk operasi dan pengendalian (Welsch 2. Konsep umpan ke depan / feedback merupakan petunjuk bagi manajemen dalam menentukan strategi Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 dan keputusan sehari-hari dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi. Feedback berasal dari rencana yang sebelumnya telah disetujui. Perencanaan didasarkan pada kemampuan manajemen dalam melihat keberhasilan organisasi di masa mendatang yang terus meningkat secara berkesinambungan. Selain feedback, umpan balik juga dibutuhkan sebagai respon dari umpan ke depan. Feedback digunakan untuk melakukan perencanaan ulang dan pengendalian. Komponen utama dari umpan balik mencakup evaluasi, tindak lanjut dan perencanaan ulang. Hubungan antara umpan ke depan dan feedback atau umpan balik dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Hubungan Antara Perencanaan. Pelaksanaan dan Pengendalian Menurut Welsch Terdapat beberapa alasan mengapa perencanaan sangat diperlukan. Antara lain: perencanaan memberikan arah pada pencapaian tujuan, . keterbatasan sumber daya dan kapasitas unit, . perencanaan dapat mengurangi tingkat risiko kegagalan dalam menghadapi persaingan pasar, . setiap keputusan yang diambil oleh manajemen terkait aktivitas bisnis perusahaan akan berdampak pada laba rugi perusahaan tersebut dan anggaran yang sebelumnya telah direncanakan. Pengendalian Anggaran Dalam penelitian ini, pengendalian anggaran dapat dilakukan dengan empat cara. Yaitu membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan, menghitung varians anggaran, mengidentifikasi penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan, dan merevisi basis biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya (Mardiasmo 2. Sebagai alat pengendalian, anggaran berfungsi untuk menjamin agar tujuan perusahaan tercapai. Pada penelitian yang sebelumnya juga menegaskan bahwa sebagai alat pengendalian, anggaran digunakan untuk menilai kinerja manajemen dengan membandingkan antara kinerja aktual / realisasi dan yang telah direncanakan. Adapun pengendalian anggaran dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, seperti: melalui pengamatan langsung pada proses bisnis, berdiskusi, laporan kinerja, laporan hasil evaluasi, dan lain sebagainya. Semua informasi yang diperoleh dari tindakan tersebut merupakan umpan balik dan digunakan untuk melakukan perencanaan ulang. Sebagaimana yang telah dijelaskan, berbagai masalah dapat timbul di dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, terdapat dua alasan mengapa pengendalian melalui anggaran diperlukan antara lain: . ketidaksesuaian tujuan masing-masing personel dengan tujuan perusahaan, . ketidakmampuan personel dalam mencapai tujuan perusahaan melalui tindakan yang diharapkan (Mulyadi 2. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen suatu perusahaan dimaksudkan untuk mendorong pekerja / pegawai dalam perusahaan agar bertindak sesuai dengan tujuan Proses pengendalian manajemen adalah serangkaian tindakan yang diambil dengan tujuan memastikan bahwa suatu organisasi beroperasi sesuai dengan tujuannya yang melibatkan interaksi dalam organisasi. Proses sistem pengendalian manajemen meliputi tahapan perumusan strategi, perencanaan strategis, penganggaran, pelaksanaan anggaran dan pengukuran kinerja (Mardiasmo 2. Sistem pengendalian manajemen yang diterapkan pada suatu perusahaan dan berfungsi secara efektif menciptakan proses kerja yang sistematis dan konsisten dengan peraturan yang berlaku pada perusahaan Hal ini menciptakan lingkungan manajemen yang saling mendukung di antara semua bagian perusahaan (Mulyadi 2. Pengendalian manajemen adalah proses yang dilakukan oleh manajer untuk memengaruhi anggota agar melaksanakan strategi suatu perusahaan atau organisasi (Anthony dan Govindarajan 2. Kriteria Anggaran Kriteria dari anggaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat atau karakteristik, antara lain: . anggaran disusun berdasarkan program yang direncanakan, . anggaran disusun berdasarkan karakteristik masing-masing unit bisnis yang terdapat pada perusahaan tersebut, . anggaran dapat berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen perusahaan (Mulyadi 2. Untuk mewujudkan hal sesuai kriteria tersebut diatas, anggaran harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut anatara lain: . fleksibilitas, . realistis, . berkesinambungan (Adisaputra dan Anggarini METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua jenis data, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif berupa hasil wawancara tentang struktur organisasi, proses bisnis, wewenang dan tanggung jawab, tujuan perusahaan dan company profile PT. Bandara Internasional Batam. Data jenis kuantitatif berupa rencana kerja anggaran perusahaan dan data evaluasi rencana Ae realisasi perusahaan. Sumber data yang digunakan dalam pembuatan jurnal ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dan sekunder adalah data yang diperoleh langsung dari PT. Bandara Internasional Batam melalui wawancara dengan narasumber perusahaan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pembuatan jurnal ini dilakukan dengan 2 metode antara lain : Melalui Wawancara Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tanya jawab kepada pihak berwenang yang berhubungan dengan masalah yang diangkat. Pertanyaan yang diajukan terkait dengan anggaran perusahaan dan pengendalian manajemen yang dilakukan oleh PT. Bandara Internasional Batam. Studi Dokumentasi Teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data dan dokumen perusahaan PT. Bandara Internasional Batam berupa RKAP Unit Maintenance & Readiness, realisasi anggaran perusahaan Unit Maintenance & Readiness, struktur organisasi, proses bisnis, serta company profile PT. Bandara Internasional Batam. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Metode analisis data yang digunakan untuk membahas permasalahan dalam pembuatan jurnal kali ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Analisis kualitatif deskriptif merupakan suatu bentuk penelitian yang sifatnya menjelaskan, menggambarkan, menguraikan dan membandingkan suatu data atau keadaan dengan teori-teori yang kemudian dianalisis, sehingga dapat diambil atau dihasilkan suatu Adapun Proses analisis data adalah dengan urutan sebagai berikut: Mengumpulkan data dengan melakukan proses wawancara pada pegawai perusahaan yang berkaitan dengan aktivitas anggaran pada Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam. Menganalisis data terkait proses anggaran Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam. Mendeskripsikan dan menjelaskan terkait proses penyusunan anggaran Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam. Melakukan identifikasi terhadap pelaksanaan anggaran pada Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam. Menilai bagaimana peran evaluasi anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen pada Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam. Menarik kesimpulan dan memberikan saran / rekomendasi kepada PT. Bandara Internasional Batam. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini akan berfokus pada Evaluasi Anggaran Sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian Manajemen pada unit Maintenance & Readiness dibawah Direktorat Operasi. PT. BIB merupakan perusahaan kerja sama KPBU pada Bandar Udara pertama yang ada di Indonesia, sehingga perusahaan ini dapat menjadi rujukan atau benchmark jika pada masa mendatang terdapat kerja sama pada bidang bisnis sejenis. Unit Maintenance & Readiness merupakan unit yang dipimpin oleh seorang Vice President dan membawahi 2 orang Senior Manager. Unit ini berada dibawah kendali Direktorat Operasi. Unit ini dibentuk dengan tujuan untuk pemeliharaan dan perawatan semua peralatan dan fasilitas yang ada di bandara, serta memastikan peralatan dan fasilitas tersebut Ready to Operate atau siap untuk digunakan. Unit ini memiliki total personil sebanyak 53 orang atau sekitar 12% dari total pegawai PT. BIB. Proses Penyusunan Anggaran Pada Unit Maintenance & Readiness. Direktorat operasi PT. Bandara Internasional Batam, penyusunan RKA tahun ini disusun pada tahun sebelumnya. Jika terdapat sisa anggaran pada tahun sebelumnya atau dapat disebut anggaran yang tidak mampu diserap pada tahun itu, maka dari bagian keuangan akan mencatat anggaran tersebut hangus, dalam artian anggaran tersebut tidak dapat digunakan sebagai tabungan anggaran pada tahun berikutnya. Oleh karena itu, setiap bagian personil yang ada di dalam unit Maintenance & Readiness wajib mengawal pelaksanaan pekerjaan antara rencana dan realisasi anggaran. Proses penyusunan anggaran merupakan tanggung jawab Senior Manajer di dalam unit Maintenance & Readiness. Setelah Senior Manajer selesai menyusun anggaran, maka akan dipresentasikan dan di review oleh Vice President. Pembagian masing-masing nilai mata anggaran per pekerjaan yang ada pada unit Maintenance & Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Readiness adalah wewenang dari Vice President. Selanjutnya, anggaran tersebut oleh Vice President Maintenance & Readiness akan dipresentasikan ke Direktur Operasi bersama Vice President dari unit yang lain. Semua anggaran yang ada pada setiap direktorat di PT. Bandara Internasional Batam setiap tahunnya akan dipaparkan oleh masing-masing direktur terkait dalam agenda RUPS (Rapat Umum Pemegang Saha. Pada RUPS akan dilakukan review terkait nilai anggaran, urgenitas, hal-hal yang bersifat mandatory, dsb. oleh komisaris perusahaan beserta perwakilan pemegang saham yang Nilai besaran anggaran per masing-masing unit atau direktorat biasanya akan direview sesuai dengan Financial Modeling yang dibuat pada saat awal PT. Bandara Internasional Batam berdiri. Jika terdapat usulan yang nilai anggarannya melebihi dari perencanaan anggaran perusahaan yang telah dibuat sebelumnya atau terdapat hal-hal yang bersifat mandatory yang harus diselesaikan pada tahun itu juga, maka biasanya akan dilakukan subsidi silang anggaran, dsb. Hasil pembahasan anggaran dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) inilah yang nanti dipakai sebagai acuan untuk anggaran pada tahun tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengesahan anggaran setiap tahun pada PT. Bandara Internasional Batam harus melalui hasil dari RUPS (Rapat Umum Pemegang Saha. Menurut Renyowijoyo anggaran yang diusulkan harus membentuk suatu komite dalam hal ini manajer tingkat atas melalui rapat koordinasi khusus perusahaan yang bertugas melakukan review terhadap usulan anggaran yang diajukan oleh manajer bawah, dengan demikian dengan adanya tim untuk mengevaluasi usulan penyusunan anggaran sehingga dapat dikatakan telah memadai karena seperti yang telah disyaratkan. Disamping itu. Renyowijoyo juga mensyaratkan bahwa anggaran sebaiknya disusun dengan menggunakan sasaran atau tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu oleh manajemen tingkat atas, jika anggaran disusun oleh manajemen tingkat bawah seringkali tidak mempertimbangkan keselarasan tujuan perusahaan / organisasi dan menjadi kurang terkendali sehingga fungsi anggaran sebagai alat koordinasi juga tidak dapat terlaksana. Berdasarkan kajian literatur yang diambil . ari Renyowijoy. Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam telah sesuai pada pedoman tersebut. Dapat dijelaskan kembali bahwa keputusan program kerja yang telah disusun oleh manajemen tingkat bawah telah berpedoman pada Financial Modelling perusahaan sesuai tahun Selain itu, manajemen tingkat atas . evel Direktur dan Vice Presiden. juga telah menginformasikan melalui rapat koordinasi dengan manajemen tingkat bawah . evel Senior Manajer. Expert. Team Leader dan Teknis. terkait jumlah anggaran dan program kerja apa saja yang memungkinkan untuk dilaksanakan pada tahun depan, dengan mempertimbangkan dan melihat rencana dan realisasi pada tahun ini atau tahun Tabel 1. Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam Tahun Anggaran 2024 GL ACCOUNT JENIS BEBAN Beban Pemeliharaan RKAP MAINTENANCE & READINESS Beban Utilitas Beban Pelayanan Bandara Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Beban Sewa Beban LVA Total (Sumber: Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Bata. Peran Evaluasi Anggaran Sebagai Alat Perencanaan Manajemen Evaluasi anggaran berperan penting pada alat perencanaan manajemen, pada praktiknya di lapangan khususnya pada unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam, untuk evaluasi anggaran dilakukan bulanan dan khusus untuk evaluasi program kerja keseluruhan dilakukan setiap tahun. Di sini fungsi anggaran sebagai alat perencanaan manajemen dapat diartikan dengan berpedoman pada rencana dan realisasi anggaran pada tahun yang sebelumnya yang telah dilaksanakan, menjadi acuan untuk penyusunan anggaran pada tahun berikutnya. Pada Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam pelaksanaan pekerjaan sebagian besar dilakukan oleh Pihak Ketiga (Vendo. , sehingga pengawasan . leh pihak BIB) terhadap pelaksanaan pekerjaan sangatlah penting untuk selalu dikawal dengan tujuan agar program kerja dapat terlaksana dengan baik dan mampu menyerap anggaran. Hal tersebut jika dikaitkan dengan fungsi anggaran menurut Herlianto, perusahaan telah melakukan fungsi anggaran sebagai pedoman kerja karena telah membuat anggaran yang terstruktur dan melakukan penyusun anggaran selalu berlandaskan pada pekerjaan yang sudah dilakukan sebelumnya dan menjadikan pelaksanaan anggaran sebagai pedoman untuk penyusunan selanjutnya. Pendapat yang dikemukakan oleh Herlianto ini sejalan dengan apa yang saat ini berjalan pada unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam. Pemilihan vendor penyedia barang / jasa dilakukan oleh unit lain, yakni unit pengadaan / procurement. Pemilihan dilakukan melalui proses lelang / tender, disini peran unit Maintenance & Readiness adalah sebagai penyedia dokumen / data seperti : KAK / RKS, harga satuan, dsb. dan pada saat aanwizjing pekerjaan. Tentunya seperti yang dikemukakan Herlianto, data-data yang ada pada pengalaman sebelumnya yang belum terdapat pada KAK/RKS. Harga satuan, dsb. akan ditambahkan untuk pelaksanaan anggaran pada tahun selanjutnya. Tabel 2. Contoh Penyerapan Anggaran (Rencana Ae Realisas. Beban Pemeliharaan pada Bulan Desember Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam Tahun Anggaran 2024 GL ACCOUNT JENIS BEBAN DESEMBER Beban Pemeliharaan Rencana Pemeliharaan Landasan Pemeliharaan Peralatan Elektronika dan ICT Pemeliharaan Taman Pemeliharaan Peralatan Mekanikal Pemeliharaan Peralatan Listrik Pemeliharaan Terminal Penumpang Total Realisasi Deviasi (Sumber: Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Bata. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Evaluasi Anggaran Sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian Manajemen Sebagai Pengukuran Kinerja Penyerapan anggaran antara rencana dan realisasi pada unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam dapat juga sebagai indikator manajemen untuk pengukuran kinerja perusahaan. Persentase realisasi dapat menjadi tolok ukur kinerja seorang Senior Manajer dan Vice President beserta unit yang dibawahinya. Karena Unit Maintenance & Readiness merupakan unit pemeliharaan dan perawatan equipment dan fasilitas di bandara, maka diharapkan antara rencana yang telah disusun sejalan dengan realisasi di lapangan. Jika realisasi melebihi dari nilai anggaran yang direncanakan belum tentu unit tersebut dikatakan mampu menyerap anggaran dengan Manajemen perusahaan mengharapkan jumlah anggaran yang telah disahkan melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saha. tahunan itulah yang seharusnya sebagai acuan untuk di realisasikan serta mampu diserap, tidak kurang dan tidak lebih. Sehingga dapat disimpulkan jika unit dalam realisasinya kurang atau melebihi dari perencanaan anggaran yang telah disahkan, maka hal tersebut akan dinilai tidak baik oleh manajemen perusahaan karena dianggap tidak bisa menyerap anggaran yang telah direncanakan atau tidak dapat mengkontrol anggaran karena telah melebihi batas dan akan berpengaruh pada nilai besaran anggaran di tahun selanjutnya. Oleh karena itu dapat dikatakan unit yang memiliki reputasi anggaran yang baik pada PT. Bandara Internasional Batam adalah unit yang realisasinya mendekati atau sesuai dengan perencanaan anggaran. Namun disamping itu juga terdapat pengecualian jika anggaran tersebut realisasinya melebihi dari rencana, yakni dari faktor eksternal seperti : adanya perubahan regulasi atau undangundang dari pemerintah pusat yang berkaitan dengan penerbangan dan bersifat mandatory serta harus diselesaikan . idak dapat ditunda dalam pemenuhanny. Tabel 3. Contoh Evaluasi Anggaran (Rencana Ae Realisas. Beban Pemeliharaan Periode Januari Ae Desember Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam Tahun Anggaran 2024 JENIS BEBAN ACCOUNT Beban Pemeliharaan Pemeliharaan Landasan Pemeliharaan Peralatan Elektronika dan ICT Pemeliharaan Taman Pemeliharaan Peralatan Mekanikal Pemeliharaan Peralatan Listrik Pemeliharaan Terminal Penumpang Total AKUMULASI TAHUN 2024 Rencana Januari - Realisasi Januari Desember Desember Sisa Anggaran Persentase (Sumber: Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam KESIMPULAN. KETERBATASAN DAN SARAN Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Kesimpulan Dari penelitian yang dibuat ini, dapat disimpulkan bahwasanya Evaluasi Anggaran Sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian Manajemen telah berjalan dan diterapkan dengan baik pada Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam. Peran evaluasi anggaran sebagai alat perencanaan telah dijalankan yaitu dengan melakukan review anggaran dan program kerja ditahun sebelumnya guna dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan anggaran dan program kerja ditahun selanjutnya. Dengan demikian baik anggaran dan program kerja antara tahun sebelumnya, tahun ini dan yang akan datang saling berkesinambungan sehingga diharapkan mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan program kerja dan pemakaian anggaran. Selain itu, manajemen atas juga selalu berkoordinasi dengan yang dibawahnya terkait target dan sasaran perusahaan untuk program di tahun depan maupun jangka panjang, sehingga penyusunan perencanaan anggaran yang dibuat akan inline atau searah dengan sasaran dan target perusahaan kedepan. Peran evaluasi anggaran sebagai alat pengendalian juga telah berjalan di semua level jabatan pegawai yang ada pada Unit Maintenance & Readiness PT. Bandara Internasional Batam. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya weekly meeting terkait program kerja dan penyerapan anggaran serta pengawasan pekerjaan di lapangan. Manajemen selalu memonitor deviasi antara rencana dan realisasi yang terjadi dan kendala-kendala yang terjadi terkait penyerapan anggaran, hal tersebut bertujuan agar penyerapan anggaran dapat dimaksimalkan serta untuk meningkatkan pemakaian anggaran supaya lebih efisien. Hasil dari evaluasi yang telah dilakukan manajemen sebagai pengendalian anggaran dapat dibuktikan pada tabel 3, pada contoh tabel beban pemeliharaan diatas persentase nilai penyerapan anggaran pada tahun 2024 pada 99. Di sisi lain, penyerapan anggaran juga menjadi tolok ukur kinerja pada setiap unit yang ada pada PT. Bandara Internasional Batam. Jika terdapat unit yang realisasinya kurang atau melebihi dari perencanaan anggaran yang telah disahkan, maka hal tersebut akan dinilai tidak baik oleh manajemen perusahaan karena dianggap tidak dapat menyerap anggaran yang telah direncanakan atau tidak dapat mengkontrol anggaran karena telah melebihi batas serta akan berpengaruh pada nilai besaran anggaran di tahun Selain mengacu pada Financial Modeling perusahaan, manajemen juga melihat serapan anggaran pada tahun sebelumnya dalam hal pengesahan anggaran. Saran Saran dan rekomendasi dari penulis terkait perencanaan dan pengendalian anggaran pada PT. Bandara Internasional Batam antara lain: Manajemen atas (Para Direksi Perusahaan, komisaris dan pemegang saha. dalam pengesahan anggaran diharapkan lebih memahami dan memperhatikan usulan / perencanaan anggaran yang telah dibuat oleh bawahannya, sehingga pada saat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saha. jika terjadi pemotongan anggaran tetap memperhatikan urgensi dari anggaran program kerja yang telah diusulkan. Pada bagian keuangan agar lebih fleksibel di dalam pembagian anggaran per pekerjaan, sehingga jika terdapat salah satu program kerja yang tidak mampu menyerap anggaran maka anggaran tersebut dapat dialihkan atau di subsidi silang pada program kerja lain, dengan catatan masih dalam koridor batas anggaran yang disahkan pada masing-masing unit. Sehingga diharapkan tidak sampai terjadi anggaran yang tidak mampu diserap / hangus pada tahun tersebut. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. April 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Pada bagian Procurement / Pengadaan, dikarenakan hampir semua program kerja pada Unit Maintenance & Readiness dikerjakan melalui pihak ketiga atau vendor penyedia barang dan jasa, maka diharapkan dalam proses pelelangan / tender lebih Sehingga vendor yang terpilih nantinya sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan, karena jika tidak akan berpengaruh pada proses pekerjaan di lapangan dan penyerapan anggaran. DAFTAR PUSTAKA