SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS SOSIALISASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA 4. BAGI PESERTA DIDIK PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR (PKBM) MITRA BAKTI EDUKASI DI DESA WONUA MBAE KECAMATAN KONAWE SOCIALIZATION OF CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION IN ERA 4. 0 FOR STUDENTS AT THE PARTNER BAKTI EDUCATION LEARNING ACTIVITY CENTER (PKBM) IN WONUA MBAE VILLAGE. KONAWE DISTRICT Ramlin1. Andi Kaharuddin2. Ramli3. Hasmirawati Injar L4. Sukmawati5. Fadli6. Umar7. Asri Nova Rama8 Universitas Lakidende Unaaha Email: ramlinlin8@gmail. ABSTRAK Saat ini pendidikan maupun teknologi berkembang pesat dalam tenggang waktu yang sangat cepat. Era 4. yaitu zaman dimana kondisi yang serba terbuka tanpa mengenal batasan jarak dan waktu serta semakin mudah dalam mengakses informasi. Sarana dan prasarana di sekolah pada era industri 4. 0 juga semakin canggih dan beragam. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai bisa mengefektifkan kegiatan pembelajaran yang saat ini berjalan di lembaga pendidikan dan sekolah. Dengan majunya teknologi sekarang ini, diharapkan mampu memperbaiki tenaga manusia di Indonesia menjadi tenaga manusia yang memiliki kualitas tinggi. Tenaga manusia Indonesia yang memiliki kualitas tinggi adalah kekayaan negara dan bangsa untuk mewujudkan pembangunan yang berskala nasional di berbagai aspek dan untuk mengimbangi maupun menyelesaikan hal-hal yang menantang dalam kehidupan bermasyarakat di era serba teknologi ini menghadapi tantangan kehidupan masyarakat dalam era serba teknologi ini. Kata Kunci: Implementasi. Pendidikan Karakter, edukasi ABSTRACT Currently, education and technology are developing rapidly in a very fast grace period. Era 4. 0, which is an era where conditions are completely open without knowing the limitations of distance and time and it is easier to access information. Facilities and infrastructure in schools in the industrial era 4. 0 are also increasingly sophisticated and diverse. The availability of adequate facilities and infrastructure can streamline learning activities currently running in educational institutions and schools. With the advancement of technology today, it is hoped that it will be able to improve the human workforce in Indonesia to become human workers who have high quality. Indonesian human resources who have high quality are the wealth of the state and nation to realize national-scale development in various aspects and to balance or solve challenging things in social life in this technological era to face the challenges of people's lives in this technological era. Keywords: Implementation. Character Education, education PENDAHULUAN Sekolah merupakan tempat pelaksanaan belajar dan mengajar, serta wadah bagi siswa untuk memperoleh pelajaran. Selain itu sekolah adalah tempat pembentukan karakter bagi para peserta yang sangat mempengaruhi perkembangan kognitif dan afektif siswa. Perkembangan kognitif dan afektif siswa sangatlah di pengaruhi oleh karakter individualis setiap anak . Setiap anak atau peserta didik memiliki tingkah laku, sifat ,dan perilaku yang berbeda-beda. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan karakter setiap peserta didik. Keberagaman karakter peserta didik muncul karena dorongan individualistik secara internal maupun ekseternal. Secara internal karakter individu seorang anak di pengaruhi oleh genetik dan lingkungan keluarga,Sedangkan dampak eksternal Volume 2 Nomor 1 . Syaiful Arpin1. Rahmanuddin Tomalili2. Jaya Satria Lahadi3. Sabri Guntur4. Umar Marhum5. Sofyan Rauf6. Sitti Misnar Abd. Jalil7. Ni Nyoman Triana8. Dewi Oktavina Ustien9. Hasjad10 Sosialisasi Implementasi Pendidikan Karakter di Era 4. 0 Bagi Peserta Didik Pada Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) Mitra Bakti Edukasi di Desa Wonua Mbae Kecamatan Konawe seperti lingkungan sekolah dan tempat bermain merupakan alasan sekunder yang menyebabkan keragaman karakter tersebut . Sebagai akademisi kita tidak hanya mempunyai tanggung jawab untuk memberikan ilmu pengetahuan dan keterempilan kepada para peserta didik, tetapi kita juga bertanggung jawab untuk membimbing dan mengajarkan pendidikan karakter terhadap peserta Pendidikan karakter ini dimulai sejak anak-anak masih usia dini. Dimana pendidikan seperti ini dimulai dari keluarga hingga ke sekolah . Pendidikan karakter sangat penting bagi generasi muda saat ini. Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus pemerintah di dunia pendidikan untuk menciptakan generasi yang berkarakter dan berkualitas. Melalui pendidikan karakter diharapkan bisa membuat anak-anak memiliki pola pikir serta sikap yang baik dalam menghadapi berbagai Pendidikan karakter menjadi pilihan tepat untuk didapatkan oleh siswa di sekolah. Ini bukan tanpa alasan karena arus globalisasi dan juga hadirnya teknologi yang semakin canggih akan memberikan dampak yang signifikan untuk generasi mendatang. Maka dari itu, penting untuk mempersiapkan segala kemungkinannya sejak jauh hari. Namun pada kenyataannya tidaklah mudah dalam membentuk karakter peserta didik. Karena pada dasarnya karakter adalah watak bawaan setiap iindividu tanpa terkecuali oleh peserta didik. Sistem pendidikan karakter menanamkan nilai-nilai karakter tertentu pada setiap peserta didik yang didalamnya terdapat beberapa komponen pengetahuan, kemauan atau kesadaran, serta tindakan untuk melakukan nilai positif tersebut. Pendidikan karakter . haracter educatio. juga sangat erat hubungannya dengan sistem pendidikan moral yang dimana tujuannya adalah untuk melatih dan membentuk kemampuan setiap individu secara terus menerus agar kearah hidup yang lebih baik lagi. Selain itu, pendidikan berkarakter ini juga berguna untuk membangun karakter setiap individu sehingga dapat menjadi individu yang bisa memiliki manfaat untuk individu tersebut dan juga lingkungan sekitarnya. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter tidaklah hanya diserahkan kepada guru agama saja, karena dalam pelaksanaan pendidikan harus dipikul oleh semua pihak, temasuk kepala sekolah, para guru, staf tata usaha, tukang sapu, penjaga kantin, dan bahkan orang tua di rumah. Untuk mewujudkan siswa yang berkarakter, diperlukan upaya yang tepat melalui pendidikan. Karena pendidikan mempunyai peranan penting dan sentral dalam menanamkan, mentransformasikan dan menumbuhkembangkan karakter positif siswa, serta mengubah watak siswa yang tidak baik menjadi baik. Pendidikan karakter bukanlah berisi slogan dan ajaran semata melainkan harus aplikatif dalam tindakan nyata. Dalam pendidikan karakter, orang tua dan guru merupakan contoh paling konkret untuk mengajarkan nilai karakter bagi anak. Ketika pendidikan karakter dijalankan di sekolah maka guru harus benar-benar menjadi cermin bagaimana anak didik belajar berkarakter yang baik dan benar. Selanjutnya peran orang tua adalah menjalin kerja sama yang baik dengan guru sehingga tercapai kesamaan pola dalam pembentukan karakter anak Pendidikan karakter membutuhkan guru yang berkepribadian baik sehingga mampu memberi teladan bagi anak. Dalam perkataan dan tindakannya anak dapat mencontoh dan memberi penguatan kepada anak untuk berperilaku baik dan benar. Anak sangat membutuhkan guru yang memiliki relasi hangat dan bersahabat serta mampu memberi teladan perilaku dalam pengajaran dan cara hidup seorang guru. Intinya adalah melalui pengajaran dan perilaku hidup guru, anak dapat belajar berkarakter secara baik dan benar. Volume 2 Nomor 1 . SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS IDENTIFIKASI MASALAH Adapun yang menjadi identifikasi masalah dalam pengabdian ini ialah untuk memahami sosialisasi implementasi pendidikan karakter di era 4. 0 bagi peserta didik pada pusat kegiatan belajar (PKBM) mitra bakti edukasi di desa Wonua Mbae Kecamatan Konawe METODE KEGIATAN YANG DIGUNAKAN Untuk memecahkan masalah yang sudah diidentifikasi dan dirumuskan tersebut di atas, agar sosialisasi dapat berjalan dengan lancar maka sebagai alternatif pemecahan masalah adalah sebagai berikut: sosialisasi dilakukan dengan pendekatan individual dan klasikal. Pendekatan klasikal dilakukan pada saat pemberian teori tentang pendidikan karakter dan pendekatan individual dilakukan pada saat tanya jawab presentase materi. Adapun metode yang digunakan adalah Ceramah bervariasi. Metode ini dipilih untuk menyampaikan konsepkonsep yang penting untuk dimengerti dan dikuasai oleh peserta sosialisasi. Materi yang diberikan meliputi: konsep pendidikan karakter secara umum, hubungan pendidikan karakter dengan lembaga pendidikan formal dan informal,penerapan pendidikan karakter di era 4. baik di lingkungan sekolah. empat menerima pembelajara. , di lingkungan rumah, ataupun di lingkungan masyarakat, manfaat implementasi pendidikan karakter dan pentingnya implementasi pendidikan karakter. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PPM yang dilaksanakan dengan acara tatap muka dan praktek pengembangan media pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar. Pertemuan tatap muka dengan metode ceramah dan demonstrasi, dilanjutkan latihan/praktek untuk membuat media pembelajaran, mulai dari pemilihan materi, penyusunan, pemilihan huruf, pemberian efek dan animasi dan Kegiatan ini dilaksanakan sehari yaitu pada hari Jumat tanggal 3 Juli 2009 dari pukul 00 WIB. Peserta kegiatan berjumlah 26 orang guru-guru SMK YPKK I Sleman dari bidang keahlian akuntansi dan lokasi penyelenggaraan pelatihan di Ruang Laboratorium Komputer SMK YPKK I Sleman. Kegiataan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan acara tatap muka yang berjalan dengan baik dan lancar . Pertemuan tatap muka dengan metode ceramah . Kegiatan ini dilaksanakan sehari yaitu pada hari Selasa 21 Juni 2022 dari pukul 09. 00 Ae 13. 00 WITA. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang warga belajar dengan beragam usia yang berasal dari desa wonua mbae kecamatan konawe dan lokasi penyelenggaraan sosialisasi di ruang belajar PKBM mitra edukasi. Pelaksanan kegiatan PPM ini dilakukan oleh 3 . orang tim pengabdi dengan pokok bahasan yang disampaikan mengenai: Pengantar Pendidikan karakter Teori dan defenisi pendidikan karakter Implementasi pendidikan karakter di sekolah, di rumah dan dimasyarakat Manfaat Pendidikan Karakter Faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan pendidikan karakter Evaluasi Pendidikan karakter bagi peserta didik/warga belajar. Volume 2 Nomor 1 . Syaiful Arpin1. Rahmanuddin Tomalili2. Jaya Satria Lahadi3. Sabri Guntur4. Umar Marhum5. Sofyan Rauf6. Sitti Misnar Abd. Jalil7. Ni Nyoman Triana8. Dewi Oktavina Ustien9. Hasjad10 Sosialisasi Implementasi Pendidikan Karakter di Era 4. 0 Bagi Peserta Didik Pada Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) Mitra Bakti Edukasi di Desa Wonua Mbae Kecamatan Konawe Hasil kegiatan PPM secara garis besar mencakup beberapa komponen sebagai berikut: Keberhasilan target jumlah peserta sosialisasi Ketercapaian tujuan sosialisasi Ketercapaian target materi yang telah direncanakan Kemampuan peserta dalam penguasaan materi Target peserta pelatihan seperti direncanakan sebelumnya adalah paling tidak 25 warga belajar yang dapat mengikuti sosialisasi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini hanya diikuti oleh 19 orang peserta. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa target peserta tercapai 90%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PPM dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti dapat dikatakan berhasil/sukses. Ketercapaian target materi pada kegiatan PPM ini cukup baik, karena materi telah dapat disampaikan secara keseluruhan. Kemampuan peserta dilihat dari penguasaan materi cukup baik meskipun ada beberapa point materi yang tidak dapat tersampaikan secara rinci dikarenakan waktu yang singkat dalam penyampaian materi dan kemampuan para peserta yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan jumlah materi yang banyak hanya disampaikan dalam waktu sehari sehingga tidak cukup waktu bagi para peserta untuk memahami dan keterbatasan waktu yang ada. Dokumentasi Kegiatan Volume 2 Nomor 1 . SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai implementasi pendidikan karakter . di era 4. 0 bagi para warga belajar pada Pusat Kegiatan Belajar Mitra Bakti Edukasi di Desa Wonua Mbae Kecamatan Konawe telah terlaksana dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai implementasi pendidikan karakter . osialisasi ) di era 4. 0 bagi warga belajar pada Pusat Kegiatan Belajar Mitra bakti Edukasi di Desa Wonua Mbae Kecamatan Konawe mendapatkan respon yang positif dan antusiasme dari para warga belajar binaan Pusat Kegiatan Belajar Mitra Bakti Edukasi Desa Wonua Mbae Kecamatan Konawe. Volume 2 Nomor 1 . Syaiful Arpin1. Rahmanuddin Tomalili2. Jaya Satria Lahadi3. Sabri Guntur4. Umar Marhum5. Sofyan Rauf6. Sitti Misnar Abd. Jalil7. Ni Nyoman Triana8. Dewi Oktavina Ustien9. Hasjad10 Sosialisasi Implementasi Pendidikan Karakter di Era 4. 0 Bagi Peserta Didik Pada Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) Mitra Bakti Edukasi di Desa Wonua Mbae Kecamatan Konawe Di dapatkan 5 pertanyaan dari peserta sosialisasi . arga belajar ) terkait materi sosialisasi dan warga belajar di PKBM tersebut mengharapkan adanya kegiatan sosialisasi kembali terkait implementasi pendidikan karakter ataupun kerjasama mitra dan pelaksana kegiatan terkait pengembangan kelompok belajar pada PKBM terkait. DAFTAR PUSTAKA