JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 14. No. Tahun 2026 https://doi. org/10. 21067/jrma. Analisis Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Persediaan Barang Dagang pada Niagara Swalayan Kubu Tanjuang Ayu Latifaha1*. Dwila Marestia2. Aga Arye Perdanaa3 Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi. Indonesia bkt@gmail. *Ayu Latifah1 Received: 21 Desember 2025. Revised: 16 Januari 2026. Accepted: 12 Maret 2026 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berbasis aplikasi Acosys dalam meningkatkan efektivitas pengendalian persediaan barang dagang di Niagara Swalayan Kubu Tanjuang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap karyawan yang terlibat dalam pengelolaan persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIA telah membantu pencatatan dan pemantauan stok barang secara lebih cepat dan akurat. Namun, ditemukan permasalahan seperti ketidaksesuaian antara data fisik dan data sistem, tumpang tindih tugas karyawan, serta kurang optimalnya penerapan SOP dan pengawasan internal. Faktor-faktor tersebut menyebabkan efektivitas pengendalian pelatihan SDM, penegakan SOP, perbaikan pembagian tugas, serta optimalisasi fitur Acosys agar integrasi data antara gudang, area penjualan, dan laporan keuangan dapat berjalan dengan baik. Implementasi perbaikan ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pencatatan dan meningkatkan kinerja operasional toko Kata kunci - sistem informasi akuntansi. pengendalian persediaan. niagara swalayan Abstract This study aims to analyze the role of the Acosys-based Accounting Information System (AIS) in improving the effectiveness of merchandise inventory control at Niagara Swalayan Kubu Tanjuang. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving employees engaged in inventory management. The findings reveal that the implementation of AIS has facilitated faster and more accurate inventory recording and monitoring. However, several issues were identified, including discrepancies between physical stock and system records, overlapping employee duties, and suboptimal implementation of Standard Operating Procedures (SOP) and internal These factors have hindered the full effectiveness of inventory control. The study recommends improving employee training, enforcing SOP compliance, refining task distribution, and optimizing Acosys features to ensure better data integration between warehouses, sales areas, and financial reports. Such improvements are expected to minimize recording errors and enhance the storeAos operational performance. Keywords - accounting information system. inventory control. niagara swalayan How to Cite : Latifah. Maresti. , & Perdana. Analisis Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Persediaan Barang Dagang pada Niagara Swalayan Kubu Tanjuang Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 14. , https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 44 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Latifah. Maresti. Perdana PENDAHULUAN Revolusi industri merupakan transformasi besar dalam cara produksi barang dan jasa yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Perkembangannya terjadi dalam empat tahap utama: Revolusi Industri 1. 0 ditandai oleh penemuan mesin uap oleh James Watt yang menggantikan tenaga manusia dan alam. Revolusi Industri 2. melibatkan penggunaan listrik dan sistem produksi massal untuk meningkatkan efisiensi. Revolusi Industri 3. 0 ditandai oleh otomatisasi berbasis komputer, robotik, dan teknologi informasi sejak tahun 1960-an. serta Revolusi Industri 4. 0 sejak awal 2010-an, dengan menggabungkan teknologi digital seperti IoT. Big Data. Cloud Computing, dan AI untuk menciptakan industri cerdas. Setiap tahap saling membangun, dan saat ini dunia masih beradaptasi dengan Revolusi Industri 4. 0 yang membawa peluang sekaligus tantangan baru, seperti keamanan siber dan pemerataan akses teknologi (Kartika et , 2. Memasuki era Society 5. 0, seluruh aspek kehidupan masyarakat diterjemahkan melalui kecerdasan buatan (AI) dan diolah menggunakan data pasif melalui Internet of Things (IoT) untuk menghasilkan solusi berbasis kearifan baru yang meningkatkan kualitas hidup manusia. Selain faktor teknologi, perubahan perilaku masyarakat juga dipengaruhi oleh arus ekonomi global yang fluktuatif, di mana perekonomian Indonesia sangat rentan terhadap dinamika global (Mumtaha & Khoiri, 2. Perkembangan teknologi dan globalisasi juga mendorong pesatnya pertumbuhan sektor ritel yang dituntut untuk terus berinovasi dalam memperluas pasar, memenuhi kebutuhan konsumen, serta meningkatkan daya saing. Pelaku usaha ritel perlu menunjukkan kreativitas dalam merespons kebutuhan pasar melalui berbagai bentuk usaha seperti toko kelontong, minimarket, hingga hypermarket yang menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Dalam konteks ini, sistem informasi akuntansi memiliki peranan yang sangat penting. Menurut (Yuliasari et al. , 2. , sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis. Sistem informasi akuntansi mendukung kegiatan operasional perusahaan secara efektif dan efisien, termasuk dalam pengelolaan persediaan. Laporan keuangan sebagai produk utama sistem akuntansi merupakan alat penting untuk menilai kondisi dan kinerja suatu organisasi. Laporan yang berkualitas harus memenuhi prinsip relevan, andal, dapat dibandingkan, dan mudah dipahami sebagaimana diatur dalam Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan berdasarkan Peraturan Perundangan No. 71 Tahun 2010 (Nur et al. , 2. Pemahaman akuntansi juga mencakup kemampuan untuk memahami transaksi, menyusun dan menganalisis laporan keuangan, serta mendokumentasikan bukti transaksi dengan akurat (Saragih et al. , 2. Persediaan sebagai salah satu aset penting dalam perusahaan dagang perlu dikelola secara efektif agar mendukung kelangsungan usaha. (Yuliasari et al. , 2. menegaskan bahwa pengelolaan persediaan yang efektif membutuhkan sistem informasi akuntansi yang baik. Dalam praktiknya. PSAK No. 14 Revisi 2014 menjadi acuan utama dalam pengakuan, pengukuran, dan pelaporan persediaan (Pratama & Jefri, 2. Persediaan barang dagang sendiri merupakan produk yang dibeli untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk fisiknya (Rahmasari, 2. Manajemen persediaan yang buruk dapat menimbulkan kerugian, sementara pengelolaan yang baik mendukung kelancaran pencatatan stok serta keberlangsungan bisnis (Saputro et al. , 2. CV Niagara Swalayan Kubu Tanjuang sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Sumatera Barat telah menggunakan sistem informasi akuntansi persediaan melalui aplikasi Acosys. Sistem ini digunakan untuk mendukung pengelolaan barang dagang, meliputi pengadaan, penjualan, retur, dan stock opname. Namun, berdasarkan observasi awal, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara data gudang, data penjualan, dan data yang tercatat dalam sistem. Ketidaktepatan ini menyulitkan karyawan dalam memberikan informasi ketersediaan barang kepada konsumen serta menghambat proses penyusunan laporan persediaan yang akurat. Kondisi ini sejalan dengan penelitian (Wafiq et Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 45 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Latifah. Maresti. Perdana , 2. yang menunjukkan pentingnya sistem informasi akuntansi untuk memastikan transaksi tercatat secara akurat dan transparan. Permasalahan lain yang kerap muncul dalam sistem persediaan ritel adalah ketidaksesuaian jumlah fisik barang dengan data sistem akibat tumpang tindih tugas atau kelalaian karyawan. (Yuliasari et al. , 2. menemukan bahwa inefisiensi sistem dapat terjadi ketika staf akuntansi merangkap tugas stock opname. (Pratiwi et al. , 2. juga menemukan adanya selisih persediaan akibat kesalahan input atau kurangnya kepatuhan terhadap SOP. Hal ini sejalan dengan pandangan (Perdana, 2. yang menegaskan bahwa fleksibilitas pelaporan keuangan dapat disalahgunakan untuk menciptakan gambaran tidak akurat mengenai kondisi perusahaan. Sementara itu, penelitian (Mafrudah & Sakdiyah, 2. menekankan pentingnya penggunaan buku besar dan buku pembantu untuk mendukung transparansi serta mempermudah pelacakan akun. Mengingat pentingnya peran sistem informasi akuntansi dalam pengendalian persediaan, khususnya pada bisnis ritel seperti CV Niagara Swalayan Kubu Tanjuang, diperlukan penerapan sistem yang optimal dan analisis informasi yang akurat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan judul AuAnalisis Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Persediaan Barang Dagang pada Niagara Swalayan Kubu Tanjuang. METODE Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis peran sistem informasi akuntansi dalam meningkatkan efektivitas pengendalian persediaan barang dagang di Niagara Swalayan Kubu Tanjuang. Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti objek ilmiah dengan peneliti sebagai instrumen kunci, berfokus pada data yang ada, serta menghasilkan teori baru (Nasution, 2. Moleong dalam (Nasution, 2. menegaskan bahwa penelitian kualitatif bertujuan memahami fenomena subjek secara holistik dan kontekstual. Metode ini berkembang dari tradisi antropologi dan sosiologi (Salim & Syahrum, 2. , dengan fokus pada kehidupan, perilaku, dan fungsi organisasi tanpa menggunakan statistic (Salim & Syahrum, 2. Studi kasus dipilih karena mampu memberikan pemahaman mendalam terkait topik penelitian, meskipun sering disalahgunakan tanpa pemahaman yang tepat (Assyakurrohim et al. , 2. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Niagara Swalayan Kubu Tanjuang yang berlokasi di Jl. Pakan Ladang. Jorong Surau Kamba. Kelurahan Ampang Gadang. Kecamatan Ampek Angkek. Kabupaten Agam. Sumatera Barat. Penelitian dilakukan mulai Februari 2025. Informan Penelitian Informan dalam penelitian ini terdiri dari: Staff Gudang, . Admin Gudang, . Sales/Supplier, . Kasir, dan . Pramuniaga. Jenis. Sumber. Teknik, dan Alat Pengumpul Data Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui: Wawancara dengan pegawai Niagara Swalayan Kubu Tanjuang. Observasi terhadap laporan persediaan dan sistem informasi yang digunakan. Dokumentasi berupa laporan persediaan, laporan penjualan, laporan pembelian, serta penggunaan aplikasi Acosys. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari instansi terkait atau sumber lain seperti buku, artikel, dan dokumen pendukung (Sugiyono, 2. Data sekunder yang digunakan berupa Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 46 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Latifah. Maresti. Perdana laporan penjualan, pembelian, dan data persediaan yang ada dalam sistem. Metode Analisis Data Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis Analisis data merupakan proses mengidentifikasi, mengorganisasi, dan menyusun data secara sistematis untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipahami (Sugiyono, 2. Analisis tematik dilakukan melalui tahapan: Membaca dan memahami seluruh data, . Mengidentifikasi tema-tema yang muncul, . Mengembangkan kode untuk setiap tema, . Mengelompokkan data sesuai kategori kode yang terbentuk. PEMBAHASAN Penyajian data dan analisis merupakan tahap ketika peneliti memaparkan data penelitian sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan, menggunakan metode dan prosedur yang telah dijelaskan sebelumnya. Berdasarkan teknik pengumpulan data yang diterapkan, penelitian ini menyajikan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai alat pendukung. Hasil penelitian di lapangan disusun secara berurutan, dengan fokus pada analisis peran Sistem Informasi Akuntansi dalam meningkatkan efektivitas pengendalian persediaan barang dagang pada Niagara Swalayan Kubu Tanjuang. Prosedur Pembelian dan Persediaan Barang Proses pembelian di Niagara Swalayan Kubu Tanjuang dilakukan melalui tahapan berlapis, mulai dari pengecekan stok oleh bagian gudang dan sales, pengisian purchase order (PO), validasi supervisor, hingga persetujuan kepala toko sebelum dipesan ke supplier. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan pembelian yang tidak diperlukan dan menjaga kesesuaian stok dengan kebutuhan Namun, ketergantungan pada pengecekan manual dan ketiadaan pelaporan stok real-time berpotensi menimbulkan human error serta keterlambatan pengadaan, terutama untuk barang dengan perputaran cepat. Oleh karena itu, meskipun prosedur sudah terstruktur, optimalisasi teknologi informasi dan peningkatan kompetensi SDM tetap diperlukan agar proses lebih akurat dan responsif. Proses Penerimaan dan Pengecekan Barang Penerimaan barang melibatkan pemeriksaan fisik, verifikasi jumlah dan kondisi sesuai faktur, serta pencatatan ke dalam sistem oleh admin gudang. Barang yang sesuai kemudian dipajang di display, sedangkan sisanya disimpan di gudang. Mekanisme ini telah sesuai dengan prinsip pengendalian internal, namun di lapangan masih ditemui kendala seperti kelalaian checker, ketidaktelitian staf, keterlambatan input data, serta perubahan barcode dari supplier tanpa Akibatnya, sering terjadi ketidaksesuaian data fisik dengan sistem, risiko duplikasi stok, hingga hambatan penjualan. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan pengawasan lebih ketat, disiplin dalam menjalankan SOP, koordinasi antarbagian, pemutakhiran data berkala, serta pemanfaatan sistem pelaporan stok real-time. Proses retur barang Retur barang dilakukan melalui alur konfirmasi sebelum pesanan disetujui, penyerahan barang retur ke sopir pengantar, hingga pemotongan nilai retur pada tagihan berikutnya. Meski mekanisme ini sudah menunjukkan koordinasi antarbagian, implementasi masih lemah. Kesalahan sering muncul akibat pencatatan retur yang tidak teliti, lemahnya verifikasi fisik, mekanisme tukar guling yang menyulitkan pencocokan data, hingga perbedaan SOP antar supplier terkait batas waktu, jenis produk, maupun kewajiban dokumen retur. Kondisi ini menimbulkan ketidaksesuaian data, penumpukan barang tidak layak jual, inefisiensi penyimpanan, bahkan kerugian finansial. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan ketelitian staf, penguatan verifikasi, standarisasi prosedur antar supplier, serta integrasi sistem yang mampu mencatat kesesuaian barang secara detail. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 47 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Latifah. Maresti. Perdana Ketidakakuratan Data (Sistem vs Fisi. Catatan dan laporan persediaan berperan penting dalam memberikan informasi terkait produk yang tersedia. Tingkat akurasi catatan menjadi hal krusial agar perusahaan dapat mengetahui jumlah persediaan secara tepat, sehingga manajemen mampu mengambil keputusan cepat dan akurat. Untuk itu, pencatatan keluar-masuk barang serta sistem penyimpanan harus dikelola dengan baik. Keakuratan laporan juga tidak kalah penting. Laporan yang akurat dan lengkapAimencakup produk masuk, keluar, maupun yang akan dipesanAimembantu perusahaan dalam menetapkan keputusan pemesanan, penjadwalan, dan distribusi. Di Niagara Swalayan, kebijakan internal terkait persediaan mencakup pencatatan melalui sistem Acosys, pembelian barang dagang secara manual melalui sales, serta persetujuan kepala admin keuangan sebelum penambahan atau pengurangan stok. Pengelolaan data dilakukan dengan sistem Acosys yang mencatat barang masuk, keluar, retur, dan stock opname. Namun, di lapangan masih ditemukan ketidaksesuaian data sistem dengan stok Hal ini disebabkan kesalahan input, ketidaktelitian dalam pencatatan retur, serta tumpang tindih peran karyawan yang mengurangi fokus kerja. Sistem Acosys sendiri belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan pelatihan, rendahnya kepatuhan pada SOP, dan kualitas informasi yang kurang Untuk perbaikan, perusahaan perlu menegakkan SOP secara ketat, membagi tugas dengan jelas, serta memberikan pelatihan rutin bagi karyawan. Audit internal berkala penting dilakukan agar data sistem sesuai dengan kondisi fisik. Selain itu, pendekatan stick and carrot dapat meningkatkan disiplin kerja, sementara integrasi Acosys dengan cabang lain akan memperkuat pengendalian Dengan langkah-langkah tersebut, pengelolaan stok di Niagara Swalayan diharapkan menjadi lebih akurat, efisien, dan mendukung pengambilan keputusan manajerial. Risiko Internal (Human Erro. Dalam kegiatan operasional usaha ritel seperti Niagara Kubu Tanjuang, terdapat berbagai faktor risiko yang berpotensi mengganggu efektivitas pengendalian persediaan barang dagang. Risiko ini dapat dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu risiko internal dan risiko eksternal. Keduanya berdampak langsung terhadap keakuratan data persediaan, efisiensi operasional, serta potensi kerugian finansial. Faktor risiko internal berkaitan dengan kesalahan atau kelalaian dari dalam organisasi, seperti tindakan karyawan, kelemahan prosedur operasional, maupun kurangnya pengawasan manajerial. Salah satu contoh nyata adalah insiden ketika pramuniaga secara tidak sengaja merusak produk di area penjualan, tetapi tidak melaporkan kejadian tersebut ke bagian gudang. Produk yang rusak langsung dibuang tanpa melalui prosedur retur, padahal dalam kondisi tertentu barang tersebut masih bisa dikembalikan ke supplier untuk mendapat kompensasi atau penggantian. Tindakan ini mengakibatkan hilangnya satu unit barang secara fisik tanpa tercatat dalam sistem, sehingga menimbulkan selisih antara data sistem dan kondisi nyata di lapangan. Kasus tersebut mencerminkan lemahnya budaya pelaporan, kurangnya pemahaman terhadap SOP, serta ketiadaan sistem kontrol internal yang efektif. Risiko Eksternal (Supplier & Pencuria. Faktor risiko eksternal dalam pengelolaan persediaan biasanya muncul dari pihak di luar organisasi, baik konsumen maupun oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satu bentuk risiko eksternal yang paling sering terjadi di sektor ritel adalah pencurian. Pencurian bisa dilakukan oleh pengunjung swalayan maupun oleh karyawan sendiri. Jika barang hilang akibat pencurian tetapi tidak terdeteksi atau tidak tercatat secara resmi, maka akan timbul ketidaksesuaian antara jumlah fisik barang dan data sistem. Situasi ini bukan hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga mempersulit penyusunan laporan persediaan yang Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 48 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 14. , 2026 Latifah. Maresti. Perdana Dalam jangka panjang, pencurian yang tidak tertangani dapat menurunkan integritas sistem informasi serta menghambat efisiensi pengambilan keputusan manajerial KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di Niagara Swalayan Kubu Tanjuang, dapat disimpulkan bahwa operasional ritel telah dijalankan dengan sistem dua lantai, di mana lantai satu difungsikan sebagai area penjualan dan lantai dua sebagai gudang serta ruang administrasi, serta didukung oleh prosedur pembelian, penerimaan, dan retur barang yang pada dasarnya telah memiliki alur yang jelas. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti ketidakakuratan pencatatan stok, kelalaian dalam pengecekan barang, proses retur yang kurang efisien, serta rendahnya kesesuaian antara data fisik dan data dalam sistem. Sistem informasi akuntansi Acosys berperan penting dalam pengelolaan persediaan, pembelian, dan penyusunan laporan keuangan, tetapi pemanfaatannya belum optimal karena masih bergantung pada input manual, kurang terintegrasi dengan sistem lain, belum sepenuhnya berbasis cloud, serta minimnya pelatihan yang diberikan kepada karyawan. Kondisi tersebut diperparah oleh lemahnya pengendalian internal, adanya risiko internal berupa kelalaian dan tumpang tindih tugas karyawan, serta risiko eksternal seperti pencurian dan ketidakdisiplinan supplier, yang berdampak pada rendahnya akurasi laporan persediaan dan kurang efektifnya pengambilan keputusan manajerial. Oleh karena itu, implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan pengendalian internal, optimalisasi sistem informasi akuntansi melalui pengurangan input manual dan peningkatan kompetensi karyawan, serta penataan ulang pembagian tugas dan pengawasan yang lebih ketat agar pengelolaan persediaan dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan mendukung kinerja manajerial secara berkelanjutan. Daftar Pustaka