2021 Jurnal Malikussaleh Mengabdi Jurnal Malikussaleh Mengabdi Volume 1. Nomor 1. April 2022. Halaman 26-32 e-ISSN: 2829-6141. URL: https://ojs. id/jmm DOI: https://doi. org/10. 29103/jmm. Pelatihan Teknologi Pengolahan Saus Cabai Dan Keamananan Pangannya Untuk Masyarakat Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe 1,2,3,5,6 Suryati*1. Masrullita2. Meriatna3. Sulhatun4. Nasrul ZA5. Ishak6 Jurusan Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas malikussaleh Jl. Batam No. Kampus Bukit Indah. Blang Pulo. Kota Lhokseumawe *Penulis Korespondensi: suryati@unimal. ABSTRAK Cabai merupakan komoditas hortikultura di Indonesia khususnya Aceh yang banyak dikonsumsi oleh Cabai digunakan untuk keperluan rumah tangga dan juga dapat digunakan untuk keperluan industri diantaranya, industri bumbu masakan dan industri makanan. Ketersediaan dan kebutuhan cabai merah di masyarakat sangat tidak stabil. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti cuaca, bencana, hama, dan sebagainya. Keadaan demikian merupakan permasalahan pertanian yang sering dihadapi di masyarakat. Pada saat produksi meningkat, harga cabai merah relatif rendah. Pada saat produksi cabai merah menurun, harga cabai merah akan meningkat karena terjadi kelangkaan komoditas. Salah satu produk olahan cabai yang akhir-akhir ini semakin memasyarakat adalah saus cabai. Saus cabai adalah saus yang diperoleh dari bahan utama cabai yang berkualitas baik, yang diolah dengan penambahan bumbu-bumbu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain. Pengolahan buah cabai menjadi serbuk dan saus cabai, selain dapat menghasilkan produk yang lebih awet, juga merupakan konsumsi yang praktis, rasanya enak dan menyegarkan, juga bermanfaat memperbaiki rasa pada masakan. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Blang Pulo berupa Pelatihan Teknologi Pengolahan Saus Cabai Dan Keamananan Pangannya Untuk Masyarakat Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan teknologi pengolahan saus cabai berkualitas yang memenuhi standar mutu, dan dapat meningkatkan nilai tambah serta aman untuk dikonsumsi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan pengolahan saos cabai. Hasil dan luaran yang dicapai dari hasil kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan, dari 22 peserta yang mengikuti kegiatan, 100% menyaatakan hasilnya sangat bermanfaat, 69% . berniat mencoba sendiri, sedangkan 31% biasa saja. Kata kunci: Saus Cabai. Pelatihan Teknologi Proses. Masyarakat PENDAHULUAN Cabai merupakan salah satu hasil pertanian yang melimpah di Aceh, khususnya daerah Aceh tengah dan Aceh utara. Produksi cabai aceh tahun 2018 sebanyak 1. Aceh tengah 704. 386 kuintal . %) dan bener meriah 206. 221 kuintal . %). Permasalahan selama ini produk saus yang beredar dipasaran masih didatangkan dari luar Aceh, produksi cabai dan tomat tinggi, umur simpan kedua komoditas tersebut singkat, harga jual fluktuatif, pendapatan petani rendah dan pemasaran hanya bisa dilakukan secara lokal. Vol. 1 No. Pelatihan Teknologi Pengolahan Saus (Suryati, dkk. ) | 26 2021 Jurnal Malikussaleh Mengabdi Sehingga perlu usaha untuk mengolah cabai menjadi produk saus untuk meningkatkan nilai tambah 7-15 kali, bisa disimpan lama, pemasaran bisa lebih jauh dan luas. Kebutuhan saus cabai akhir-akhir ini semakin meningkat, hal ini disebabkan karena semakin berkembangnya jenis makanan yang membutuhkan saus cabai sebagai penyedap seperti mie bakso, mie ayam, ayam goreng . ried chicke. , dan jenis makanan lainnya, dan ini sudah berkembang sampai kepelosok pedesaan (Deptan, 2. Saus cabai adalah saus yang diperoleh dari bahan utama cabai . apsicum s. yang berkualitas baik, yang diolah dengan penambahan bumbu-bumbu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan (SNI 01-2976-2. Bahan-bahan tambahan yang digunakan sangat bervariasi, tetapi yang umum digunakan adalah garam, gula, bawang putih, dan bahan pengental . Pati digunakan untuk bahan pengikat dan memberikan penampakan yang mengkilap. Banyak pelaku usaha saus cabai membuat saus cabai yang belum memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan pangan serta belum sesuai dengan tuntutan pasar yang terus berkembang, terutama pada pengolahan berskala rumah tangga dan usaha kecil. Dalam membuat produk olahan cabai yang penting diperhatikan adalah kebersihan dan keamanan pangan, hal ini sangat berpengaruh pada kesehatan konsumen. Namun demikian banyak pelaku usaha industri yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan, sehingga dapat membahayakan konsumen. Ini terjadi karena pelaku industri berusaha untuk memenuhi permintaan pasar dengan harga yang murah dengan mengabaikan aspek mutu . dan keamanan pangan (Deptan, 2. Untuk mendapat mutu produk yang memadai, pelaku usaha perlu memiliki dan menerapkan standar prosedur operasional untuk menghasilkan produk olahan yang memenuhi standar mutu yang dibutuhkan. Standar prosedur operasional pengolahan saus cabai merupakan suatu prosedur atau tahapan operasional mulai dari pemilihan bahan baku, bahan-bahan penolong lainnya, penyiapan alat-alat yang digunakan, sampai proses pengolahan yang memenuhi keamanan pangan dan pengemasannya, untuk dapat menghasilkan mutu produk sesuai standar mutu yang dinginkan (Deptan, 2. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat AuPelatihan Teknologi Pengolahan Saus Cabai Dan Keamananan Pangannya Untuk Masyarakat Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota LhokseumaweAy, yang bertujuan untuk mendapatkan teknologi pengolahan saus cabai berkualitas ditingkat masyarakat yang memenuhi standar mutu, dan dapat meningkatkan nilai tambah serta aman untuk dikonsumsi Vol. 1 No. Pelatihan Teknologi Pengolahan Saus (Suryati, dkk. ) | 27 2021 Jurnal Malikussaleh Mengabdi METODE Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 2 hari, dengan melibatkan 10 orang mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di desa tersebut. Untuk mencapai solusi yang ditawarkan maka langkah-langkah yang diperlukan tahapan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah yang meliputi penyuluhan dan sosialisasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan tersebut adalah sebagai berikut: Penyuluhan Memberikan Penyuluhan kepada Masyarakat tentang tata cara dan karakteristik Pembuatan Saos Cabai. Sosialisasi Sosialisasi penggunaan saos cabai yang sehat dan bergizi serta lezat dengan penggunaan bahan bahan alami Pelatihan Memberikan pelatihan pembuatan saos yang sesuai dengan standar operasional kesehatan yang diterapkan masyarakat. Monitoring dan evaluasi Memonitoring hal hal yang telah dilaksanakan dan dievaluasi untuk kegiatan-kegiatan HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Pada kegiatan selama dua hari ini metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan meliputi: penyuluhan mengenai bahan baku, cara pembuatan, gambaran usaha, pelatihan produksi, analisis ekonomi, manajemen usaha, dan administrasi dan pemasaran. Pada kegiatan ini akan dilatih proses pengolahan saus cabai dari bahan-bahan sesuai standar SNI menjadi produk saus cabai yang memenuhi aturan kemenkes untuk produk saus cabai. Saus cabai dengan kualitas yang baik dengan menggunakan peralatan yang sederhana . imbangan, panci, kompor , blender, ember, alat peniris, plastik seal kemasan, botol plastik atau botol gelas, kukusan . lat steril boto. , alat pengisi botol, dan labe. Manajemen usaha dan strategi pemasaran produk yang diajarkan, agar produk tersebut memiliki jaringan pemasaran yang luas, dikenal dan digunakan oleh masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya banyak. Vol. 1 No. Pelatihan Teknologi Pengolahan Saus (Suryati, dkk. ) | 28 2021 Jurnal Malikussaleh Mengabdi Selama ini pedagang gorengan dan warung nasi goreng dan mi goreng menggunakan saus cabai kemasan bermerk yang harganya semakin lama semakin tinggi dan tingkat keamanan pangannya rendah. Tingginya harga saus cabai menyebabkan tambahan biaya operasional, oleh karena itu perlu dicari produk saus cabai yang keamanan pangannya terjaga dengan biaya terjangkau, sehingga biaya operasional bisa dikurangi dan dapat membuka peluang usaha baru yang mendukung usaha sejenis. Pengabdian kepada masyarakat dalam proses pengolahan saus cabai di Desa Blang Pulo dilakukan oleh enam orang dosen dan sepuluh orang mahasiswa dan diikuti oleh kelompok pemuda dan ibu-ibu PKK. Rata-rata ibu ibu PKK dan kelompok pemuda berpendidikan SD. SMP dan SMA. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan dengan metode observasi awal dan orientasi didapat permasalahan yang paling utama yang dihadapai adalah kurangnya pengetahuan masyarakat Desa Blang Pulo mengenai karakteristik bahan-bahan, teknologi pengolahan saus cabai dan belum memahami secara mendetail jenis-jenis bahan tambahan pangan yang digunakan untuk produksi saus cabai. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan mengurangi pengeluaran rumah tangga, menambah pendapatan dan membuka lapangan kerja baru. Hal ini dibuktikan dari kehadiran peserta pengabdian yang diikuti oleh 22 peserta. Sesuai dengan hasil kuesioner yang diberikan rata-rata peserta yang ikut pengabdian dari 100% didapat hasilnya 77% . tidak memamahi cara pembuatan saus cabai dan tidak mengetahui bahan dan alat-alat yang digunakan serta tidak mengetahui karakteristik Sedangkan 23 % dari peserta sudah paham cara pembuatannya. Informasi mengenai pengolahan dan pembuatan saus cabai untuk skala rumah tangga juga belum ada yang melakukannya di Desa Blang Pulo Kecamatan Muara satu. Kota Lhokseumawe. Ibu-ibu kelompok PKK dan kelompok pemuda Desa Blang Pulo belum memperhatikan aspek pengembangan usaha saus cabai. Dari hasil wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa mitra disamping kurang paham dalam proses pembuatan saus cabai juga kurang mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi agar produk saus memiliki kualitas dan mutu yang baik sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Hal ini terbukti dari cara pengolahan yang dilakukan kurang memperhatikan aspek kualitas dimana pada umumnya mitra/peserta belum memperhatikan aspek proses pengolahan saus cabai khususnya pada saat pemilihan bahan baku, pemasakan, pencampuran masing-masing bahan, sterilisasi wadah penyimpan, pengemasan, sehingga produk yang dihasilkan kurang aman untuk kesehatan dan kemasan yang kurang menarik, dan dapat menyebabkan Vol. 1 No. Pelatihan Teknologi Pengolahan Saus (Suryati, dkk. ) | 29 2021 Jurnal Malikussaleh Mengabdi pengurangan kualitas produk. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam pengabdian ini diberitahukan cara pemilihan bahan baku, pemasakan, sterilisasi produk saus yang tepat sesuai dengan karakteristik bahan baku. Gambar 1a. Gambar 1b. Tahap persiapan bahan baku saus cabai Tahap persiapan bahan baku . ualitas premiu. cabai/pepaya . ualitas standa. Gambar 2. Tahap penimbangan bahan baku Gambar 3. Tahap pemasakan saus Gambar 4. Gambar 5. Tahap pengemasan saus Vol. 1 No. Pelatihan Teknologi Pengolahan Saus (Suryati, dkk. ) | 30 2021 Jurnal Malikussaleh Mengabdi Tahap sterilisasi kemasan saus Evaluasi kegitan yang sudah dilakukan hasilnya adalah berhasil dengan indikator keberhasilannya adalah masyarakat setempat sangat mendukung program dan sangat aktif dalam berbagai hal, membantu menyediakan lokasi pembuatan saus cabai secara berkelompok serta permintaan dan keputusan bersama agar program ini berlanjut. Sebelum adanya pelatihan pembuatan saos cabai, masyarakat setempat tidak memproduksi olahan tersebut dan setelah ada program IbM ini mitra . elompok PKK dan masyaraka. sudah bisa memproduksi saos cabai secara mandiri. Hasil permasalahan lain dari mitra adalah mitra sudah mengerti jenis-jenis dan karakteristik bahan yang digunakan untuk saos cabai, sudah bisa membuat saos cabai yang sebelumnya belum bisa, kemudian sudah paham faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas saos cabai dan berkeinginan untuk mengembangkan produk saos cabai skala rumah tangga. Berdasarkan hasil pelatihan, pemberian quisoner dari pembuatan saos cabai, kelompok PKK dan masyakat Desa Blang Pulo yang ikut serta dalam pengabdian ini berjumlah 22 orang. Dari hasil pengabdian yang sudah dilakukan 100% mengatakan hasilnya sangat bermanfaat, 69% . berniat mencoba sendiri, sedangkan 31% biasa KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan dengan metode observasi awal dan orientasi didapat permasalahan yang paling utama yang dihadapai adalah kurangnya pengetahuan masyarakat Desa Blang Pulo mengenai karakteristik bahan-bahan, teknologi pengolahan saus cabai dan belum memahami secara mendetail jenis-jenis bahan tambahan pangan yang digunakan untuk produksi saus cabai. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan mengurangi pengeluaran rumah tangga, menambah pendapatan dan membuka lapangan kerja baru. Ibuibu kelompok PKK dan kelompok pemuda Desa Blang Pulo belum memperhatikan aspek pengembangan usaha saus cabai UCAPAN TERIMAKASIH Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini Dibiayai dengan Dana Pendapatan Negara BukanPajak (PNBP) dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Universitas Malikussaleh Tahun Anggaran 2020 dan Terima kasih kepada LPPM Universitas Malikussaleh atas dukungannya Vol. 1 No. Pelatihan Teknologi Pengolahan Saus (Suryati, dkk. ) | 31 2021 Jurnal Malikussaleh Mengabdi sehingga terlaksananya kegiatan ini dengan baik. DAFTAR PUSTAKA