Gender. Kepemimpinan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Situasi Pandemi COVID-19 Elisabeth Dewi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Katolik Parahyangan. Indonesia dewi@unpar. Tulisan ini merupakan refleksi singkat atas dapat dipisahkan dari struktur politik, sosial dan budaya, bahkan dalam situasi pandemi seperti penulis dalam menghadapi pandemi COVID- saat ini. 1 Slogan ini menggambarkan bahwa Untuk memberi fokus pada tema yang perempuan sebagai entitas personal dibentuk cukup luas ini, dipilih perspektif kesetaraan secara politis untuk menempati ruang-ruang gender dalam privat, sementara laki-laki ditempatkan di ruang upaya kepemimpinan dan gerakan kemanusiaan. Fokus ini membantu refleksi karena di antara keduanya terjadi karenanya, studi hubungan internasional sangat dinamika tarik-menarik, saling mempengaruhi berfokus pada laki-laki dan maskulinitas yang dan menunjukkan pengalaman panjang yang seolah-olah netral dan obyektif. Kebijakan luar menarik untuk dikaji. Kepemimpinan adalah negeri dan sejumlah kebijakan lainnya sebagian aktivitas manusia yang tergenderisasi dan besar dikonstruksikan oleh laki-laki, sementara kemanusiaan adalah bagian dari proses manusia yang menjadi fokus dari kebijakan tersebut menghadapi situasi krisis. Ada garis paralel dalam pemahaman terhadap perbedaan dampak situasi pandemi, gaya kepemimpinan dan aksi seringkali dijadikan tameng untuk memuluskan kemanusiaan yang berbeda antara laki-laki dan jalannya sejumlah kebijakan dengan dalih Dimensi kesetaraan atau kepekaan kesetaraan, padahal keduanya adalah hal yang gender memungkinkan pemahaman yang lebih sangat berbeda. Kenetralan tidak melihat dan menganalisa akses dan kontrol yang dimiliki anak-anak. Oleh Kenetralan oleh perempuan dan laki-laki terhadap sumber karenanya studi hubungan internasional dapat daya yang ada dalam situasi tertentu, bahkan dilihat secara lebih nyata dan membumi. The kadang kenetralan melemahkan perempuan dan personal is political Ae hal pribadi merupakan kaum minoritas lainnya. Oleh karenanya, hal politik Ae yang menjadi slogan kaum feminis Cynthia Enloe mempertanyakan secara terbuka, tajam dan kritis where are the women in Carol Hanisch, menunjukkan bahwa pengalaman pribadi tidak Ani Soetjipto dan Pande Trimayuni . Gender dan Hubungan Internasional. Yogyakarta. Jalasutra Cynthia Enloe. Banana. Beaches and Bases: Making Feminist Sense of International Politics. Berkeley. University of California Press perempuan memberikan sejumlah pelajaran penting bagi internasional yang cenderung hanya melibatkan penangangan pandemi di seluruh dunia, yaitu: pihak yang kuat dan jagoan? Di manakah kebenaran, ketegasan, penguasaan teknologi, perempuan dalam kajian tentang pandemi dan cinta. Keempat hal tersebut, mengantarkan internasional seperti sekarang ini? Situasi keberhasilan bagi sejumlah negara di dunia pandemi yang terjadi saat ini menunjukkan untuk menekan laju penyebaran COVID-19 bahwa bukan hanya sekadar personal is dengan cara berempati dan menunjukkan political atau political is personal, di mana kepedulian kepada seluruh lapisan masyarakat mata kita semua tertuju pada kenyataan bahwa serta tidak sibuk untuk menyalahkan pihak lain sejumlah isu kemanusiaan tidak dapat lagi ataupun situasi pandemi global yang terjadi. dipandang sebelah mata bahkan menjadi isu Meskipun secara global, jumlah pemimpin yang utama. Kecemasan, social distancing, perempuan masih sangat terbatas physical distancing, hingga cara cuci tangan sejumlah kesenjangan dan ketidakadilan yang yang benar dan segala hal lainnya yang dulu terjadi, tetapi sejumlah pemimpin perempuan dianggap Aotidak pentingAo untuk dibicarakan telah mampu menunjukkan kinerja yang sangat berubah menjadi isu utama seluruh lapisan jelas untuk membenahi situasi yang serba menentu ini, terlepas dari seberapa besar atau mengkonfirmasi pernyataan Enloe bahwa the seberapa kompleksnya persoalan yang dihadapi personal is international dan the international oleh masing-masing negara dengan segala is personal. 3 Relasi kuasa antara manusia telah 4 Denmark. Islandia. Finlandia, mengalami proses internasionalisasi sehingga Jerman. Selandia Baru. Norwegia dan Taiwan adalah beberapa contoh negara yang dipimpin Hal mempengaruhi berbagai aspek kehidupan kita. Situasi pandemi telah mengantarkan kita pada memberikan respon yang sangat cepat atau baik atau menyeluruh dalam mengatasi pandemi ini mempengaruhi cara sebuah negara menghadapi berdasarkan data yang dilansir oleh Pusat pandemi ini, yang tentunya berbeda antara laki- Pengendalian Penyakit Eropa beberapa waktu laki dan perempuan. Beberapa negara yang yang lalu. 5 Keberhasilan pemimpin global dianggap berhasil menangani situasi pandemi perempuan tentunya tidak dapat dilepaskan dari COVID-19 memiliki kesamaan di antara sejumlah gender stereotyping yang menjadi mereka yaitu berada di bawah kepemimpinan bagian dari proses konstruksi gender dan ketidakadilan berbasis gender yang mereka Kepemimpinan Cynthia Enloe. Banana. Beaches and Bases: Making Feminist Sense of International Politics. Berkeley. University of California Press Geeta Rao Gupta & Jeremy Farrar. Opinion: Why We Need WomenAos Leadership in the COVID19 Response, news. Avivah Wittenberg-Cox. What Do Countries With The Best Coronavirus Responses Have In Common? Women Leaders, w. Forbes. uga kit. alami dalam keseharian hidup Power Lemah, cengeng, dan sejumlah hal lainnya dilekatkan kepada perempuan sehingga mereka dianggap mengedepankan aspek kemanusiaan dalam tidak mampu untuk mengambil keputusan situasi pandemi seperti saat ini. Apabila dalam Sejumlah situasi biasa, bukan situasi krisis seperti perempuan yang berhasil menjadi pemimpin sekarang ini, pekerjaan perempuan sudah global ini telah berhasil mengatasi tantangan dianggap kurang penting dan hanya sebagai yang dikenal dengan istilah Auglass ceilingAy dan tambahan, maka dalam situasi krisis hal Auglass escalatorAy. 6 Dalam hal ini, perempuan tersebut semakin bertambah buruk. Perempuan menghadapi sejumlah hambatan yang tidak bukan hanya menjadi kelompok pertama yang terlihat, tetapi sangat kuat menahan posisi kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan tetapi juga harus menanggung beban serta peningkatan posisi kepemimpinan mereka di dampak kerja reproduksi yang berlapis-lapis: dalam tempat mereka berkarya, hanya karena sebagai individu . ental, fisik, ekonomi dan mereka perempuan. Hymowitz dan Schelhardt sosial, sebagai pengelola rumah tangga dan sebagai bagian dari komunitas. 7 Kebijakan menjelaskan bahwa perempuan mengalami yang harus diambil untuk menangani situasi kesulitan untuk maju bukan karena faktor perempuan dimana mereka harus bertanggung tetapi hanya karena mereka jawab terhadap semua hal yang terjadi di Di samping itu, relasi kuasa yang rumah, termasuk potensi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan . erutama bagi orang tua tungga. dan sejumlah persoalan perempuan untuk menjadi sosok pemimpin. pelik lainnya. Kesemua hal ini menunjukkan Power yang mereka miliki juga berbeda betapa pentingnya proses humanisasi atau penggunaannya dengan power yang dimiliki oleh laki-laki. Kepemimpinan perempuan menggunakan pendekatan kemanusiaan. Kita sangat diwarnai oleh power within yang sangat semua dipanggil untuk mengenali situasi yang mengandalkan kekuatan bersama dan gerak ada di sekitar kita saat ini dan melakukan upaya langkah bersama. Berbeda dengan power over Kita semua dipanggil untuk yang sangat dominan di antara pemimpin laki- mengambil bagian sekecil apapun sesuai laki yang membuat sosok pemimpin laki-laki dengan kemampuan dan kemauan, serta sesuai menjadi sangat dominan dan cenderung arogan. dengan bidang keilmuan yang kita miliki sesuai Karin Klenke. Women Leadership: Contextual Dynamics and Boundaries. Howard House. Emerald Group Publishing Limited Merisa Thompson. Why the Gendered Political Economy of COVID-19 Matters, dengan keyakinan bahwa theory is always for someone and for some purpose, seperti yang dikemukakan oleh Robert Cox. Demikian pun dengan sejumlah teori yang berkembang dalam studi hubungan internasional, dilahirkan dari AorahimAo studi hubungan internasional untuk laki-laki dan perempuan agar bisa saling memanusiakan satu sama lain, dalam situasi apapun, apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. Sangat penting untuk memastikan Howard House: Emerald Publishing Limited. Group Soetjipto. Ani, and Pande Trimayuni. Gender & Hubungan Internasional: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Jalasutra. Thompson. Merisa. http://speri. uk/2020/04/15 /why-the-gendered-political-economyof-covid-19matters/?fbclid=IwAR1C3Hxsvoiv3B hFefX_3xgROiNCtva1tpgf5FknleV7flhvcHrk0F3wZQ. bahwa upaya tanggap kemanusiaan sudah memperhatikan kebutuhan seluruh komunitas yang dipengaruhi oleh situasi pandemic ini. Analisa kemanusiaan harus memperhitungkan aspek gender, usia, disabilitas dan sejumlah Witternberg-Cox. Avivah. Forbes. https://w. com/sites/avivahw ittenbergcox/2020/04/13/what-docountries-with-the-best-coronavirusreponses-have-in-common-womenleaders/#57214d3f3dec. aspek identitas manusia dengan menggunakan pendekatan intersectional feminist. 8 Sudah saatnya kita memberikan diri kita satu sama lain untuk kebaikan dan kesejahteraan kita bersama untuk menanggulangi pandemi COVID-19 dan pemulihan kemanusiaan kita semua. Semoga! Daftar Pustaka