P a g e | 32 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER Computer Based Information System Journal ISSN (Prin. : 2337-8794 | E- ISSN : 2621-5292 web jurnal : http://ejournal. id/index. php/cbis IMPLEMENTASI METODE RULE-BASED REASONING PADA EXPERT SYSTEM DALAM MENDETEKSI GANGGUAN PENCERNAAN PADA ANAK Putri Anengsi Manurung1. Anggia Dasa Putri2 Universitas Putera Batam. Indonesia. INFORMASI ARTIKEL A B S T R A C T Diterima Redaksi: Juli 2025 Diterbitkan Online: September 2025 Digestive disorders in children are a serious health issue globally, with diarrhea being a leading cause of mortality among toddlers. In Batam City, the high incidence of acute diarrhea and other digestive disorders in children underscores the need for improved management strategies. Contributing factors include immature immune systems, unhealthy eating patterns, limited parental awareness of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB), and limited access to medical information and facilities. This problem is futher exacerbated by the overlapping symptoms of various digestive disorders, making early diagnosis To address these challenges, this research aims to design and build a web-based expert system application capable of detecting digestive disorders in children. The system implements a Rule-Based Reasoning method with a Forward Chaining algorithm, which logically matches user-inputted symptoms against rules in its knowledge base to generate a rapid initial diagnosis. This application focuses on three main indicators of digestive disorders : Diarrhea. Constipation, and GERD, for children aged 5 months to 12 years. Thus, this expert system is expected to be an interactive tool that enhances parental understanding, facilitates early diagnosis of digestive disorders in children, and serves as a reference for healthcare professionals and the development of health information systems. KATA KUNCI Pediatric Degestive Disorders. Expert System. Rule-Based Reasoning. Forward Chaining. Website. KORESPONDENSI E-mail: pb210210065@upbatam. Anggia. Dasa@puterabatam. Latar Belakang Gangguan pencernaan merupakan salah satu masalah seriius yang mempengaruhi kualitas hidup anak di seluruh dunia. Menurut data Who, diare menjadi penyebab satu dari beberapa penyakit pencernaan secara global. Indonesia, infeksi saluran cerna juga berkontribusi signifikan terhadap mortalitas anak, yang jika tidak di tangani dengan baik dapat menyebabkan malnutrisi dan menghambat tumbuh kembang anak dalam jangka panjang, kondisi ini menjadi perhatian khusus di Kota http://ejournal. id/index. php/cbis Batam dimana Dinas Kesehatan setempat 713 kasus diare akut pada anak sepanjang tahun 2024 yang menunjukkan tingginya relevansi masalah di tingkat lokal. Penyebab utama tingginya kasus ini bersifat multifactorial, mulai dari sistem kekebalan tubuh anak yang belum matang, pola makan tidak sehat, hingga faktor lingkungan seperti rendahnya pemahaman orang tua tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kualitas sanitasi yang buruk. CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER P a g e | 33 Penanganan seringkali terhambat karena keterbatasan akses orang tua terhadap informasi medis yang akurat dan fasilitas kesehatan, masalah ini diperparah dengan kecenderungan melakukan diagnosis mandiri yang berisiko, serta terbatasnya jumlah dan waktu praktik dokter spesialis anak di wilayah. Untuk tantangan ini, penerapan sistem pakar yang mampu meniru kemampuan seorang ahli dapat menjadi solusi efektif untuk membantu tahapan diagnosis awal. Sistem ini dapat mengatasi masalah kekurangan jumlah pakar dan memberikan akses informasi yang lebih mudah bagi masyarakat. Sebuah sistem pakar membutuhkan Teknik inference untuk menarik kesimpulan dari faktafakta yang ada. Salah satu teknik yaitu metode Forward Chaining, yang bekerja dengan menelusuri gejala yang di masukkan pengguna untuk mencapai sebuah diagnosis. Agar dapat diakses secara luas kapan saja dan dimana saja, sistem pakar ini diimplementasikan dalam platform berbasis web. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang dan membangun sebuah sistem pakar berbasis web yang mampu mendeteksi gangguan pencernaan pada anak menggunakan algoritma Forward Chaining dan sistem ini di harapkan dapat membantu pengguna mengidentifikasi gejala secara akurat serta mendapatkan diagnosis awal dengan cepat. Manfaat implementasi sistem pakar ini adalah mengenai gangguan pencernaan pada anak, serta tersedianya alat bantu yang mempermudah orang tua dalam melakukan diagnosis awal. Selain itu, sistem ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak. pemberian saran berdasarkan pada 3 komponen utama yang terintegrasi : . Knowledge Base sebagai penyimpanan data dan aturan, . Inference Engine sebagai otak pemroses, dan . User Interface sebagai media interaksi. II. Kajian Literatur 1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah program komputer yang merupaka bagian dari kecerdasan buatan, dirancang untuk meniru kemampuan berfikir dan mengambil keputusan seorang ahli manusia dalam domain spesifik. Tujuannya bukan untuk menggantikan peran ahli, melainkan untuk mendukung proses diagnosis awal atau 2 Forward Chaining Forward Chaining penalaran dimulai dari sekumpulan fakta awal yang secara bertahap menerapkan aturan logika AuIf-ThenAy untuk menghasilkan fakta-fakta baru hingga sebuah kesimpulan akhir tercapai. Gambar berikut mengilustrasikan tahapan kerja Forward Chaining, proses dimulai dari masukan berupa observasi A dan B yang http://ejournal. id/index. php/cbis Gambar 1. Komponen Utama Sistem Pakar Sistem pakar dapat di bagi menjadi 2 pengembang sebagai tempat seorang knowledge engineer menerjemahkan pengetahuandari pakar menjadi basis pengetahuan yang terstruktur, sementara lingkungan konsultasi merupakan tempat pengguna awam berinteraksi dengan sistem melalui antarmuka untuk memasukkan fakta yang kemudian di proses oleh mesin inferensi untuk menghasilkan solusi, seperti diilustrasikan pada gambar dibawah ini. Gambar 2. Arsitektur sistem pakar P a g e | 34 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER memicu aturan R1 dan R2, hasil aturan ini menjadi fakta baru . akta C dan D), kemudian untuk memicu aturan berikutnya (R3 dan R. hingga sistem mencapai kesimpulan akhir. Extend Use case opsional yang di tambahkan sesuai kondisi Tabel 2. Simbol Activity Diagram Simbol Keterangan Status awal >> titik mulai proses Aktivitas >> tindakan/proses sistem Decision >> pilihan jalur proses . erhasil/gaga. Gambar 3. Ilustrasi proses Forward Chaining 3 Unified Modelling Language (UML) Unified Modelling Language adalah bahasa pemodelan visual standar yang digunakan untuk memvisualisasikan komponen sistem perangkat lunak. Dalam digunakan beberapa diagram utama, yaitu sebagai berikut . Use Case Diagram berfungsi untuk menggambarkan interaksi fungsional antara aktor dengan sistem. Activity Diagram memvisualisasikan alur kerja dari sebuah proses. Class Diagram dimanfaatkan untuk merinci struktur data dan relasi antar objek . Sequence Diagram digunakan untuk menunjukkan urutan interaksi antar objek secara kronologis. Berikut beberapa contoh simbol atau komponen yang terdapat pada keempat diagram utama Unified Modelling Language. Panah arah >> menunjukkan urutan alur aktivitas Status akhir >> titik akhir proses Swimlane >> pemisah aktivitas berdasarkan pelaku atau pihak. Tabel 3. Komponen Sequence Diagram Komponen Aktor User. Admin Objek Form Diagnosa. Sistem Pakar. Mesin Inferensi. Database Pesan submitGejala(), cariAturan(), tampilkanHasil() Loop Mengulang semua gejala yang Alt Jika cocok Ie diagnosa. Jika tidak cocok Ie minta input Tabel 1. Simbol Use Case Diagram Simbol Aktor Use Case Keterangan Berperan sebagai pengguna Aktivitas Contoh dalam Sistem Tabel 4. Simbol Class Diagram Simbol Keterangan Association Menunjukkan komunikasi antara aktor. Class Kotak dengan 3 bagian : nama kelas, atribut, dan operasi / metode Include Use case wajib yang di panggil oleh use case lainnya. Atribut Data yang dimiliki kelas, di tulis di bagian tengah. http://ejournal. id/index. php/cbis P a g e | 35 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER Operasi /Metode Aksi kelas, terletak di bagian Association Garis Aggregation Menunjukkan keseluruhan bagian. 4 Database Database merupakan kumpulan informasi mempermudah proses pencarian, pemeriksaan dan pengelolaan data. Skema basis data yang terorganisir dengan penggunaan primary key, penting untuk menjaga konsistensi dan integritas data. 5 Gangguan Pencernaan Pada Anak Gangguan pencernaan pada anak adalah kondisi abnormal dalam sistem pencernaan yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Berikut adalah 3 jenis gangguan pencernaan utama yang dibahas: Diare : Didefinisikan sebagai gangguan yang ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi yang encer. Penyebabnya bisa karena infeksi maupun non-infeksi, dengan risiko utama adalah dehidrasi berat. Konstipasi : Merupakan kondisi kesulitan buang air besar yang ditandai feses keras dan dapat menurunkan kualitas hidup anak. Gejala khasnya nyeri saat buang air besar hingga perilaku anak yang cenderung menahan buang air besar. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) : Gangguan yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke esofagus, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman seperti sensasi terbakar di dada (Heartbur. 6 Tools Pengembangan sistem ini didukung oleh beberapa perangkat lunak utama. Visual Studio Code sebagai editor kode karena fleksibel dan pengembangan. Perancangan antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX) digunakan Figma untuk pembuatan prototipe. Sementara. Xampp http://ejournal. id/index. php/cbis pengoperasian, dan pengujian aplikasi berbasis PHP dan MySql. 7 Kerangka Pemikiran Secara konseptual, penelitian ini dibangun adanya insiden gangguan pencernaan pada anak serta tantangan dalam diagnosisnya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dirancang sebuah intervansi teknologi yang memanfaatkan sistem pakar dengan logika Forward Chaining, dimodelkan dengan UML, dan di dukung oleh basis data. Hasilnya sebuah aplikasi web yang berfungsi sebagai alat bantu diagnosis, seperti diilustrasikan pada gambar dibawah ini. Gambar 4. Kerangka Pemikiran i. Metodologi Metode yang diterapkan meliputi, proses pengumpulan data melalui wawancara dengan pakar dan analisis data. Untuk proses diagnosis, sistem pakar menerapkan metode Rule-Based Reasoning Forward Chaining. Sistem ini berbasis web dan dimodelkan menggunakan Unified Modelling Language (UML) serta untuk memvalidasinya menggunakan pengujian Blackbox testing dan pengujian pakar. 1 Desain Penelitian Desain sebuah sistem pakar berbasis web memiliki beberapa tahapan yaitu, . identifikasi masalah, . merumuskan masalah, . menentukan tujuan penelitian, . pengumpulan data, . pengolahan data dengan metode Forward Chaining, . perancangan sistem, . pengujian sistem secara berulang hingga berhasil, . implementasi sistem dan . kesimpulan serta evaluasi. P a g e | 36 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER yang mengilustrasikan dalam mendiagnosis : langkah-langkahnya Gambar 5. Desain Penelitian 2 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data untuk 3 jenis gangguan pencernaan pada anak menggunakan 2 metode : Wawancara : Dilakukan dengan seorang pakar yaitu dokter spesialis anak di salah satu rumah sakit di Kota Batam. Wawancara memperoleh pengetahuan, gejala-gejala, serta prosedur diagnosis dan Analisis Dataset : Menganalisis 173 data rekam medis pasien anak dari salah satu rumah sakit di Kota Batam periode januari 2023 Ae april 2025. Data ini mendukung dan memvalidasi informasi yang diperoleh dari wawancara pakar. Gambar 6. Flowchart Pemeriksaan Pasien 4 Metode Perancangan Sistem Proses ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu, perancangan basis pengetahuan, data aturan, mesin inferensi, basis data. Uml dan antarmuka pengguna. 1 Perancangan Basis Pengetahuan Basis pengetahuan mengumpulkan 3 indikator gangguan pencernaan anak, serta gejala dan penanganan awal, kemudian Berikut tabel pengkodeannya : Tabel 6. Pengkodean Indikator Kode 3 Analisis Kebutuhan Perancangan Untuk memahami variabel operasional yang digunakan dalam penelitian ini, berikut tampilan tabel dan flowchart : Indik Tabel 5. Variabel dan Indikator Variabel Indikator Diare Gangguan Konstipasi Pencernaan Pada Anak Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Variabel Gangguan Pencernaan Pada Anak dengan 3 indikator yaitu Diare. Konstipasi dan GERD. Berikut flowchart http://ejournal. id/index. php/cbis GPA001 Diare Solusi Pemberian larutan rehirasi oral . 10 ml/kg setiap kali BAB Meningkatkan asupan cairan dan tetap lanjutkan makan juga minum Konsultasi ke dokter jika gejala berlangsung lebih dari 2 hari atau ada darah di feses. Hindari pemberian obat antiemetik tanpa anjuran Observasi tanda dehidrasi dan jaga asupan cairan P a g e | 37 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER Edukasi pemberian oralit dan konsultasi medis bila gejala parah Tingkatkan asupan serat . uah, sayur, biji-bijia. Minum air putih yang GPA002 Kons Biasakan anak toilet rutin. Ciptakan suasana toilet yang nyaman dan tenang Kenali tanda-tanda penahanan BAB pada anak Konstipasi Evaluasi pola makan dan Atur posisi duduk setelah makan . epala lebih tingg. GPA003 GER Beri makan dalam prosi kecil tapi sering Evaluasi lanjutan dan pemberian obat PPI/antasida jika di Hindari makanan pemicu . sam, pedas, berlema. GERD Hindari posisi berbaring langsung setelah makan Tabel 6 ini, menjelaskan kode dari 3 indikator penelitian, yaitu GPA-001 hingga GPA-003 disertakan dengan solusi penanganannya. Tabel 7 memberikan pengkodean untuk semua gejala yang ada dari setiap indikator. Tabel 7. Pengkodean Gejala Indikator Gejala Diare Frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali / hari Feses cair atau encer Perut kembung Perut kram Mual Muntah Anak tampak lemas Kulit kering Mata cekung http://ejournal. id/index. php/cbis Kode Gejala G-010 G-011 G-012 G-013 G-014 G-015 G-016 G-017 G-018 G-019 G-020 G-010 G-003 G-021 G-012 G-022 G-023 G-013 G-010 G-012 G-024 G-025 G-026 2 Data Aturan Berikut data aturan penelitian ini yang akan di jelaskan dalam tabel dan pohon keputusan dibawah ini : Tabel 8. Pengkodean Rules Kode Rules Rules Indikat R01 IF G-001 AND G-002 AND G-003 AND G-004 AND G-005 AND G-006 AND G-007 AND G-008 AND G-009 AND G-010 AND G-011 AND G-012 AND G-013 THEN GPA001 Diare G-001 G-002 G-003 G-004 G-005 G-006 G-007 G-008 G-009 Anak rewel Anak gelisah Kehilangan nafsu makan . ulit makan atau menolak maka. Demam Frekuensi BAB kurang dari 3 kali per Feses keras Feses sulit Feses kering Darah pada feses Terasa sakit saat BAB Mengejan berlebihan saat BAB Anak rewel Perut kembung Perut nyeri Kehilangan nafsu Regurgitasi Berat badan menurun Demam Anak rewel Kehilangan nafsu Nyeri ulu hati Nyeri pada dada Batuk kronis P a g e | 38 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER R02 R03 IF G-003 AND G-010 AND G-012 AND G-014 AND G-015 AND G-016 AND G-017 AND G-018 AND G-019 AND G-020 AND G-021 THEN GPA002 IF G-010 AND G-012 AND G-013 AND G-022 AND G-023 AND G-024 AND G-025 AND G-026 THEN GPA-003 Konstip GERD Gambar 7. Pohon Keputusan Berikut tabel pengkodean yang telah menjadi aturan diagnosa : Tabel 9. Kode Aturan Kode Gejala G-001 Kode Gangguan Pencernaan Pada Anak GPAGPAGPA001 http://ejournal. id/index. php/cbis G-002 G-003 G-004 G-005 G-006 G-007 G-008 G-009 G-010 G-011 G-012 G-013 G-014 G-015 G-016 G-017 G-018 G-019 G-020 G-021 G-022 G-023 G-024 G-025 G-026 3 Mesin Inferensi Mesin inferensi menggunakan algoritma Forward Chaining, sistem ini bekerja dengan menerima input gejala, membandingkannya dengan kumpulan aturan yang telah ditentukan untuk mengidentifikasi pola, memberikan diagnosis berdasarkan kecocokkan, dan memberikan solusi. Pengguna dapat mengulang proses ini untuk menyempurnakan diagnosis. 4 Perancangan UML Perancangan digambarkan melalui diagram UML berikut ini : Use Case Diagram Terdapat 2 aktor yang berinteraksi dengan sistem, yaitu member dan admin. CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER P a g e | 39 Gambar 11. Member lihat info penyakit Gambar 8. Usecase Diagram . Sequence Diagram Diagram ini menggambarkan urutan komunikasi dan interaksi antar objek dalam . Activity Diagram Aktivitas diagram menggambarkan alur kerja proses sistem. Berikut gambar Activity Diagram member : Gambar 12. Sequence edit konten Gambar 9. Activity register Gambar 10. Member melakukan diagnosis http://ejournal. id/index. php/cbis Gambar 13. Sequence edit data diagnosa P a g e | 40 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER pengetahuan medis mereka. Balidasi ini bertujuan memastikan bahwa sistem dapat digunakan secara akurat. IV. Pembahasan 1 Hasil Penelitian Penelitian mengembangkan sebuah aplikasi sistem pakar untuk diagnosis gangguan pencernaan pada Gambar 14. Sequence melakukan diagnosa . Class Diagram Berikut penelitian ini: Class Diagram 1 Halaman Utama Halaman ini memperkenalkan sistem diagnosis gangguan pencernaan pada anak, dilengkapi navigasi utama seperti. Beranda. Info Penyakit. Rekomendasi Jurnal. Video Edukasi, dan Logout juga 3 fitur akses utama yaitu. Diagnosis. Riwayat Diagnosis Profil. Gambar 16. Tampilan Beranda pengguna 2 Halaman Konten Halaman ini merupakan halaman pendukung yang memberikan informasi seputar gangguan pencernaan pada anak. Halaman info penyakit menyajikan informasi dasar penyakit dan jika kita klik opsi baca selengkapnya maka akan menampilkan gambar 17 yang memberikan informasi tambahan terkait dengan penyakit yang kita pilih. Gambar 15. Class Diagram 5 Metode Pengujian dan Validasi Sistem Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing, yaitu pengujian yang difokuskan pada fungsionalitas tanpa melihat kode program. Untuk validasi, sistem diuji kebeberapa pasien anak, dan hasil diagnosis dari sistem dibandingkan dengan diagnosis pakar. Selain itu, pakar juga diminta langsung mencoba aplikasi untuk menilai apakah diagnosis yang dihasilkan sesuai dengan http://ejournal. id/index. php/cbis Gambar 17. Tampilan info penyakit Halaman rekomendasi jurnal menyediakan akses untuk download jurnal, dimana pengguna dapat membaca informasi dari hasil penelitian CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER P a g e | 41 yang membahas tentang gangguan pencernaan pada anak. Gambar 18. Rekomendasi Jurnal Halaman rekomendasi link youtube untuk mempermudah pencernaan pada anak . Gambar 20. Tampilan Input Gejala Gambar 19. Tampilan Rekomendasi Video 3 Halaman Diagnosis Proses diagnosis dimulai dengan input data anak seperti nama, umur dan jenis kelamin, kemudian klik lanjutkan ke gejala, maka sistem akan menampilkan list gejala dan pengguna dapat memilih gejala yang dialami. Lalu hasil inputan akan diproses menggunakan algoritma Forward Chaining dengan penalaran yang sudah di tentukan pada tabel 8 yang mempermudah proses penalaran oleh sistem untuk diagnosis. Kemudian sistem akan menampilkan hasil diagnosis dan dilengkapi dengan tombol untuk diagnosis ulang atau melihat Riwayat. Jika memilih lihat riyawat maka akan menampilkan seperti gambar 22 yang menyimpan data seperti tanggal, waktu, data anak, hasil, tingkat kecocokan, solusi dan http://ejournal. id/index. php/cbis Gambar 21. Tampilan Hasil Diagnosis Gambar 22. Tampilan Riwayat Diagnosis P a g e | 42 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER 4 Halaman Admin Antarmuka khusus administrator pada gambar 23, memiliki fungsi yang cukup besar, digunakan untuk mengelola data yang ditampilkan pada interface pengguna, sehingga mempermudah dalam memperbaharui isi dari setiap fitur yang ada dalam sistem. Fitur Edit gejala pada gambar 26 , ini juga mewakili semua fitur edit data pada halaman admin, yang digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses perbaikan sistem Admin dapat mengedit kode maupun nama gejala sesuai dengan kebenarannya. Gambar 26. Fitur admin edit data Gambar 23. Tampilan halaman admin Admin mengakses halaman manajemen data gejala, dimana admin dapat menambah dan mengubah kode serta gejala-gejala yang sesuai diagnosis, dan jika terjadi kesalahan baik dari bahasa maupun penulisan, dapat menghapus gejala dan kode menggunakan fitur hapus. Fitur hapus gejala pada gambar 27, juga mewakili tampilan dari semua fitur hapus yang ada di halaman admin, digunakan untuk mempercepat proses hapus data ketika ada ada kesalahan dari informasi data tersebut tanpa harus membuka kode sistem. Gambar 27. Fitur admin hapus data Gambar 24. Fitur admin manajemen data Fitur tambah gejala baru pada gambar 25 ini mewakili semua fitur tambah data yang hanya bisa di lakukan oleh admin. Fitur ini mempermudah dalam menginput data gejala yang baru tanpa harus melihat kodingannya. Gambar 25. Fitur admin tambah data baru http://ejournal. id/index. php/cbis 2 Pengujian Sistem Setelah proses desain pengembangan selesai, tahapan berikutnya ialah melakukan pengujian untuk menguji fungsionalitas dari setiap fitur yang ditawarkan oleh sistem Pengujian di lakukan menggunakan Blackbox testing dan pengujian pakar. Tabel 10. Pengujian Blackbox Pengujian Hasil yang Diinginkan Registrasi Sistem data informasi pengguna ke basis data dan Fung Baik P a g e | 43 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER Login Proses Diagnosa Hasil Diagnosa Akses Riwayat Diagnosis Pengelolaa n Profil Pengguna Akses Halaman Info Penyakit Pengguna akun yang Sistem data pasien, pilihan gejala, a untuk Sistem diagnosa, dan solusi hasil Pengguna dapat melihat diagnosa yang Pengguna dapat melihat . Pengguna dapat melihat dasar dan http://ejournal. id/index. php/cbis Akses Rekomend asi Jurnal Akses Video Edukasi Logout Pengguna Login Admin Akses Manajeme n Data Penyakit Akses Manajeme n Data Gejala Akses Manajeme n Data Aturan Baik Baik Baik Baik Baik Baik Pengguna dapat melihat daftar jurnal Pengguna dapat melihat daftar video edukasi dan Pengguna proses logout untuk keluar dari akun. Admin dapat akun admin untuk masuk ke dashboard Admin dapat data penyakit. Admin dapat data gejala. Admin dapat Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik P a g e | 44 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER Pengelolaa n Konten Artikel Pengelolaa n Konten Jurnal Pengelolaa n Konten Video Logout Admin Gejala Frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali / hari. Feses cair atau encer. Perut Perut kram. Mual. Muntah. Anak tampak lemas. Kehilangan data aturan Admin dapat . emantau, data artikel. Admin dapat . emantau, data jurnal. Admin dapat . emantau, data video Admin dapat proses logout untuk keluar dari akun. Diag Paka Diag Siste nafsu makan. Rewel. Kulit kering, mata Baik Baik Baik Baik Hasil Diare http://ejournal. id/index. php/cbis Diare Diare Frekuensi BAB kurang dari 3 kali per minggu. Feses keras. Feses Terasa sakit saat BAB. Mengejan saat BAB. Kehilangan nafsu makan. Perut nyeri. Anak rewel. Perut Regurgitasi. Berat badan Demam. Anak rewel,Kehilan gan nafsu Nyeri ulu hati. Nyeri pada dada. Batuk Regurgitasi. Berat badan Nyeri ulu Nyeri pada dada. Batuk kronis Demam. Anak rewel,Kehilan gan nafsu Perut Konst Konst Kons GER GER GER GER GER Tida P a g e | 45 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : SEPTEMBER Perut kram, mual, muntah. Anak tampak Kehilangan nafsu makan Frekuensi BAB kurang dari 3 kali per minggu. Feses keras. Feses Frekuensi BAB kurang dari 3 kali per minggu. Feses keras. Feses Terasa sakit saat BAB. Mengejan saat BAB. Perut nyeri Frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali / hari. Feses cair atau encer. Perut Perut kram, mual, muntah. Anak tampak lemas, kulit kering, mata Demam. Perut kembung,Keh ilangan nafsu ter de tek si ter de tek si Konst Konst Kons Diare Diare Diare berbasis website, memungkinkan sistem untuk memberikan hasil diagnosis dengan cepat. Hasil dari aplikasi sistem pakar yang interaktif ini identifikasi gejala dan ciri-ciri, jenis penyakit dan solusi awal. Sistem ini terbukti efisien dan efektif membantu pengguna diagnosis awal gangguan pencernaan pada anak, namun memiliki keterbatasan karena validasi saat ini hanya mengandalkan dataset terbatas dan wawancara dengan satu pakar anak. Akurasi dan generalisasi sistem perlu dievaluasi lebih lanjut dengan data yang lebih luas dan validasi dari lebih banyak pakar. Pengembangan mendatang dapat mencakup integrasi rekam medis elektronik, penambahan indikator, rekomendasi penanganan personal, dan pengujian penerimaan penggunaan yang lebih Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terimakasih atas segala kebaikan Tuhan Yang Maha Esa yang telah memampukan selesainya penelitian ini. Peneliti menyampaikan apresiasi atas segala dukungan orang tua dan keluarga. Selain itu, penulis juga menyampaikan terimakasih kepada Ibu Anggia Dasa Putri, selaku dosen pembimbing, atas bimbingan dan dukungan berkelanjutan yang telah diberikan hingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. ter de tek si Kesimpulan Sistem pakar untuk diagnosis gangguan pencernaan pada anak telah berhasil dirangcang dan dibangun menggunakan data yang valid dan relevan dari sumber terpercaya. Proses diagnosis menggunakan metode Rule-Based Reasoning dengan algoritma Forward Chaining http://ejournal. id/index. php/cbis . Daftar Pustaka