JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 Derivasi Verba Deadjektiva Pada Website Google Sites MA Arifah Gowa Nur Zaim Mono1*. Syamsudduha2. Mayong Maman3 1*,2,3 Prodi Pendidikan Bahasa. Program Pascasarjana. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia Article Info Article history: Received Apr 20, 2025 Accepted May 08, 2025 Published Online Aug 09, 2025 Keywords: Derivasi Verba Deadjektiva Afiksasi ABSTRACT Dalam bahasa Indonesia, proses derivasi merupakan salah satu mekanisme utama pembentukan kata yang mengubah kategori leksikal dan makna gramatikal, salah satunya adalah derivasi verba deadjektiva, yaitu pembentukan verba dari adjektiva melalui afiksasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, proses morfologis, dan makna gramatikal derivasi verba deadjektiva yang terdapat pada konten website Google Site MA Arifah Gowa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori morfologi struktural, data berupa kosakata yang mengalami derivasi verba deadjektiva dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dari konten website selama AprilAeMei 2025. Analisis dilakukan dengan metode agih, disajikan secara formal melalui tabel dan secara informal melalui uraian naratif, sedangkan validitas data dijamin melalui triangulasi, member check, peer debriefing, dan kecukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 kosakata yang mengalami derivasi verba deadjektiva melalui afiksasi ber-, me- . engan variasi meng-, men-, mem-), di-, dan ter-. Proses tersebut mengubah adjektiva menjadi verba aktif atau pasif dengan penyesuaian morfofonemik serta perubahan makna gramatikal sesuai fungsi afiks yang digunakan. Penelitian ini terbatas pada satu sumber data dan tidak menganalisis frekuensi maupun persebaran kata secara kuantitatif. Secara praktis, temuan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya materi morfologi, serta memberikan gambaran penggunaan bahasa formal di media digital pendidikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian derivasi verba deadjektiva pada media digital sekolah dengan mengaitkan proses morfologis, perubahan kategori kata, dan fungsi komunikatif dalam konteks nyata. This is an open access under the CC-BY-SA licence Corresponding Author: Nur Zaim Mono. Prodi Pendidikan Bahasa. Program Pascasarjana. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia Jl. Bonto Langkasa. Banta-Bantaeng. Kec. Rappocini. Kota Makassar. Sulawesi Selatan 90222 Email: nurzaimmono14@gmail. How to cite: Mono. Syamsudduha. , & Maman. Derivasi Verba Deadjektiva Pada Website Google Sites MA Arifah Gowa. Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran, 5. , 451Ae463. https://doi. org/10. 51574/jrip. Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 Derivasi Verba Deadjektiva Pada Website Google Sites MA Arifah Gowa Pendahuluan Morfologi merupakan cabang linguistik yang mempelajari struktur kata dan pola pembentukan kata. Kajian ini penting karena kata merupakan satuan dasar bahasa yang memiliki ragam bentuk dan fungsi, yang dapat berubah akibat proses morfologis (Al-Jarf. Dalam bahasa Indonesia, proses pembentukan kata umumnya melalui afiksasi, reduplikasi, dan komposisi (Chaer, 2010. Kridalaksana, 2. Morfologi mempelajari morfem sebagai satuan terkecil yang bermakna dan kombinasi morfem dalam membentuk kata baru (Booij, 2. Pemahaman tentang proses morfologis sangat penting baik secara teoritis maupun praktis, karena membantu analisis struktur bahasa dan pengembangan bahasa Indonesia, serta aplikasi dalam pembelajaran dan pengembangan media linguistik. Afiksasi yang tepat memengaruhi kejelasan makna dan struktur kalimat dalam komunikasi (De Grauwe et al. , 2019. Demenchuk, 2023. Dilivia, 2. Salah satu proses morfologis penting adalah derivasi verba deadjektiva, yaitu pembentukan kata kerja dari kata sifat melalui penambahan afiks tertentu (Barbu Mititelu et al. , 2023. Verhaar, 2. Studi tentang derivasi ini penting untuk memahami bagaimana kategori kata berubah dan fungsi gramatikalnya dalam bahasa Indonesia. Afiks adalah bentuk terikat yang bukan merupakan bentuk dasar, tidak memiliki makna leksikal, melainkan makna gramatikal yang berfungsi membentuk kata baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kategori kata dan makna gramatikal melalui proses derivasi verba deadjektiva. Objek penelitian ini adalah website Google Site MA Arifah Gowa, sebuah media pembelajaran digital dan komunikasi resmi sekolah yang berisi informasi, materi pembelajaran, serta pesan-pesan penting. Media daring ini dipilih karena keunikan dan keotentikannya sebagai sumber data linguistik yang aktual dan representatif, yang memungkinkan analisis morfologi dalam konteks nyata penggunaan bahasa Indonesia modern (Wicaksono et al. , 2. Website ini memiliki karakteristik linguistik yang menarik untuk dikaji, khususnya pada proses derivasi verba deadjektiva dan penggunaan afiks dalam membentuk makna gramatikal. Berbagai penelitian terdahulu terkait derivasi verba dalam bahasa Indonesia meliputi: Al-Jarf, . yang mengkaji derivasi verba denominal pada berita online. Nugraha, . yang menganalisis proses afiksasi pada teks media sosial, dan Pastor et al. , . yang meneliti pola reduplikasi dalam bahasa Indonesia. Penelitian Mustikasari menemukan bahwa Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 afiksasi menyebabkan perubahan kategori dan makna kata, sedangkan Herawati dan Sari menyoroti konteks penggunaan media digital sebagai sumber data. Kesamaan penelitian ini dengan studi terdahulu adalah penggunaan kajian morfologi sebagai pendekatan analisis. Namun, penelitian ini berbeda dalam sumber data yang unik . ebsite Google Site MA Arifah Gow. , fokus derivasi . erba deadjektiv. , serta pendekatan analisis yang menekankan makna gramatikal dalam konteks media pembelajaran digital. Hal ini menutup celah penelitian yang belum banyak mengkaji derivasi verba deadjektiva pada media digital pendidikan secara otentik dan aktual. Dengan demikian, penelitian ini memiliki urgensi untuk memperkaya kajian morfologi dengan data baru dan konteks berbeda, serta memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan media pembelajaran berbasis bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses derivasi verba deadjektiva dan makna gramatikal afiks yang digunakan pada website Google Site MA Arifah Gowa. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian linguistik struktural dengan rujukan teori dari Sariah . Fokus penelitian adalah derivasi verba deadjektiva pada laman website Google Site MA Arifah Gowa. Data dalam penelitian ini berupa data tulis, yaitu kosakata yang mengalami proses derivasi verba deadjektiva. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 dengan mempertimbangkan aktivitas unggahan konten selama waktu tersebut yang merepresentasikan dinamika komunikasi sekolah. Sumber data berasal dari laman https://sites. com/view/maarifahgowa sebagai sumber primer yang dianalisis. Dalam penelitian kualitatif, instrumen utama adalah peneliti itu sendiri. Moleong . menyatakan bahwa peneliti bertindak sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data, penganalisis, dan pelapor. Teknik pengumpulan data menggunakan metode linguistik berupa teknik simak dan catat (Tzimiris et al. , 2. Data dianalisis menggunakan teknik agih, yaitu analisis berdasarkan alat dari bahasa itu sendiri. Teknik penyajian data dilakukan secara formal . enggunakan tabel dan skem. dan informal . eskripsi narati. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi data, member check, dan peer debriefing, serta kecukupan referensial untuk menjamin konsistensi dan keandalan hasil. Tahapan analisis data meliputi: identifikasi data, . reduksi data, . klasifikasi, . penyajian data, dan . penarikan Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 ISSN 2776-8872 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Hasil dan Pembahasan Bentuk verba deadjektiva (VDa. adalah verba yang terbentuk dari kata sifat atau adjektiva melalui proses derivasi. Verhaar . memaparkan salah satu contoh verba deadjektiva, apabila asal kata sebuah deadjektiva baik diturunkan menjadi verba membaik, maka verba membaik disebut verba deadjektiva. Berdasarkan data yang diidentifikasi pada artikel pada Google Sites MA Arifah Gowa, diperoleh sebanyak 19 kata yang mengalami proses verba deadjektiva sebagai berikut: Bentuk derivasi verba deadjektiva melalui proses afiksasi berAfiksasi ber- yang membentuk derivasi verba deadjektiva yang ditemukan yakni bentuk prefiks ber- dan kombinasi afiks berke- an. Proses afiksasi ber- yang menghasilkan derivasi pada website Google Sites MA Arifah Gowa yang ditemukan mengandung kategori derivasi verba deadjektiva dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Data Bentuk Derivasi Verba Deadjektiva Melalui Afiksasi ber-. Afiks berberke- an Data bersungguh-sungguh Data 1 Di tempat ini mereka bertemu dan berfoto bersama dengan beberapa hantu Asia Afrika. Pada kutipan data di atas ditemukan kata bersama yang secara proses morfologis terbentuk atas afiks ber- dari leksem sama. Ramlan . mengemukakan bahwa afiks berdapat dipergunakan apabila bentuk asal tersebut satuan asalnya tidak berawal dari fonem /r/, hal tersebut merupakan pematuhan kaidah pertama penggunaan imbuhan ber-. Pendapat Ramlan tersebut sudah berkesesuaian dengan kata sama yang mana kata tersebut diawali dengan fonem /s/. Kata bersama yang disajikan pada kode data tersebut merupakan verba deadjektiva yang diperoleh dari adjektiva dasar sama sebab dapat diingkari dengan menggunakan partikel "tidak". yang merupakan ciri khas kelas kata adjektiva, menjadi kelas kata verba bersama karena tidak dapat digabungkan dengan kata-kata yang menyangatkan yang merupakan ciri Chaer . menambahkan bahwa dalam proses pembentukan derivatif, identitas Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 bentuk yang dihasilkan tidak sama dengan identitas leksikal bentuk dasarnya. Sehingga proses perubahan leksem sama menjadi bersama termasuk kategori derivasi verba deadjektiva karena selama proses morfologi, terjadi perpindahan kelas kata dari adjektiva menjadi verba. Data 2 Kunjungan siswa ke beberapa kampus di pulau Jawa ini adalah salah satunya untuk memotivasi siswa untuk belajar bersungguh-sungguh agar bisa masuk ke Universitas impian. Pada kutipan data di atas ditemukan kata bersungguh-sungguh yang secara proses morfologis terbentuk atas afiks ber- dari leksem sungguh. Ramlan . mengemukakan bahwa afiks ber- dapat dipergunakan apabila bentuk asal tersebut satuan asalnya tidak berawal dari fonem /r/, hal tersebut merupakan pematuhan kaidah pertama penggunaan imbuhan ber-. Pendapat Ramlan tersebut sudah berkesesuaian dengan kata sama yang mana kata tersebut diawali dengan fonem /s/. Selain itu kata tersebut mengalami proses reduplikasi. Kata bersungguh-sungguh yang disajikan pada kode data di atas tersebut merupakan verba deadjektiva yang diperoleh dari adjektiva dasar sungguh sebab dapat diingkari dengan menggunakan partikel "tidak". yang merupakan ciri khas kelas kata adjektiva, menjadi kelas kata verba bersungguh-sungguh karena tidak dapat digabungkan dengan kata-kata yang menyangatkan yang merupakan ciri verba. Chaer . menambahkan bahwa dalam proses pembentukan derivatif, identitas bentuk yang dihasilkan tidak sama dengan identitas leksikal bentuk dasarnya. Sehingga proses perubahan leksem sungguh menjadi bersungguh-sungguh termasuk kategori derivasi verba deadjektiva karena selama proses morfologi, terjadi perpindahan kelas kata dari adjektiva menjadi verba. Data 3 Ketua panitia Festifal budaya Nurannisa Riski menjelaskan bahwa sub tema pada kegiatan P5 kali ini ada dua yaitu Bhineka Tunggal Ika dan Gaya Hidup Berkelanjutan. Berdasarkan proses morfologis, kata berkelanjutan terbentuk melalui proses afiksasi dari konfiks ber- ke- -an dari leksem lanjut. Konstruksi verba deadjektiva dapat dibentuk melalui penambahan kombinasi afiks pada adjektiva. Kombinasi afiks tersebut dibatasi pengertiannya sebagai menggunakan dua afiks atau lebih sehingga mampu berdistribusi dengan kata dasar (Kridalaksana, 2. Lebih lanjut. Kridalaksana menambahkan kombinasi afiks yang dimaksud, bukanlah jenis afiks khusus. Namun hanya merupakan penggabungan beberapa afiks yang memiliki bentuk atau makna gramatikal tersendiri yang timbul secara Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 ISSN 2776-8872 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran bersamaan pada bentuk dasar. Leksem lanjut memiliki identitas kategori kata adjektiva karena kata tersebut bisa didahului dapat ditambahkan kata keterangan penguat AosangatAo yang merupakan ciri khas Sedangkan berkelanjutan termasuk kedalam kategori verba karena dapat menyatakan perbuatan, aksi, proses, pekerjaan, tindakan, dan keadaan. Sehingga, proses penurunan leksem lanjut menjadi berkelanjutan tersebut dapat dikategorikan sebagai derivasi verba deadjektiva. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Booij . yang menyatakan bahwa derivasi merupakan perubahan morfemis yang menghasilkan kata dengan kategori morfemis yang lain. Bentuk derivasi verba deadjektiva melalui proses afiksasi meAfiksasi me- yang membentuk derivasi verba deadjektiva yang ditemukan yakni bentuk konfiks meng- kan, men- kan, men- i, mem- i, me- kan dan me- i. Proses afiksasi meyang menghasilkan derivasi pada website Google Sites MA Arifah Gowa yang ditemukan mengandung kategori derivasi verba deadjektiva yang dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Data Bentuk Derivasi Verba Deadjektiva Melalui Afiksasi meAfiks meng- kan men- kan men- i Data mem- i me- kan me- i Data 4 Sedangkan siswa dengan program tahfidz, selain belajar umum juga menggiatkan diri dengan menghafal AlqurAoan. Kata menggiatkan pada kutipan di atas, secara proses morfogis dibentuk oleh leksem giat dan pembubuhan konfiks me- kan. Prefiks me- dapat berubah bentuk menjadi men-, mem, meng-, me-, meny-, dan menge- sesuai dengan fonem bentuk asalnya. Putrayasa . berpendapat bahwa bentuk Prefiks me- dapat berubah menjadi meng- apabila prefiks meVol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 ISSN 2776-8872 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ditambahkan pada kata dasar yang diawali dengan fonem /k/, /g/, /h/, /kh/ dan semua vokal . , i, u, e, . Sesuai dengan pendapat Putrayasa, satuan asal kata mengucapkan diawali dengan fonem /g/. Kata menggiatkan adalah kata kompleks yang berasal dari adjektiva dasar giat sebab dapat ditambahkan kata keterangan pembanding yakni lebih atau paling. Kata tersebut mengalami perpindahan kategori kata menjdi verba setelah mengalami proses afiksasi. Proses morfologi tersebut dapat tergambarkan sebagai berikut: meng giat kan = menggiatkan. (Surtani, 2. berpendapat bahwa dalam proses pembentukan derivatif, identitas bentuk yang dihasilkan tidak sama dengan identitas leksikal bentuk dasarnya. Oleh karena itu, kata turunan yang dihasilkan ini merupakan derivasi karena telah terjadi proses perubahan identitas kategori kata menjadi verba deadjektiva. Data 5 Kepala MA Arifah Ridzan Djafri menjelaskan bahwa untuk dapat mengikuti program ini, siswa sudah harus memiliki akun SNPMB. Kata menjelaskan yang secara proses morfogis dibentuk oleh leksem jelas dan pembubuhan konfiks me- kan. Prefiks me- dapat berubah bentuk menjadi men-, mem-, meng-, me-, meny-, dan menge- sesuai dengan fonem bentuk asalnya. Putrayasa . berpendapat bahwa bentuk prefiks me- berubah menjadi men- apabila prefiks me- dibubuhkan pada kata dasar yang diawali dengan huruf d, t, c, j, z, dan s. Sesuai dengan pendapat Ramlan, satuan asal kata menjelaskan diawali dengan fonem /j/. Pada konteks data terdapat kata menjelaskan yang dibentuk oleh leksem jelas yang merupakan kategori kata adjektiva dengan pembubuhan afiks me- kan. Ramlan . mengemukakan bahwa semua kata yang memiliki afiks me- dapat digolongkan sebagai kata verba, karena itu afiks me- hanya mempunyai satu fungsi saja, yaitu sebagai pembentuk kata Sejalan dengan pendapat Ramlan, kata menjelaskan termasuk ke dalam ketegori kata verba apabila dibubuhi afiks me-. Chaer . menambahkan bahwa dalam proses pembentukan derivatif, identitas bentuk yang dihasilkan tidak sama dengan identitas leksikal bentuk dasarnya, sehingga kata menjelaskan megalami proses verba deadjektiva. Data 6 Menanggapi hal tersebut, menurut ust. Rahman bahwa sebagai pembina tahfidz tentu saja fihaknya merasa gembira dan merasa bangga karena anak didiknya dapat mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya di tengah masyarakat. Pada data 6, kata menanggapi berasal dari proses morfologi me- i tanggap yang Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 menurunkan kata kompleks menanggapi. Kata dasar tawar apabila dibubuhi dengan konfiks me- mengalami pelesapan. Huruf pertama pada leksem tanggap mengalami perubahan menjadi n sebab menyesuaikan huruf pertama pada kata dasar, yakni t. Sehingga berdasarkan kaidah morfofonemik, kata yang huruf pertamanya diawali dengan /t/, /k/,/p/, atau /s/ jika mendapat imbuhan akan mengalami peluluhan huruf t luluh karena bertemu dengan prefiks me- menjadi men- (Santoso, 2. Chaer . berpendapat bahwa dalam proses pembentukan derivatif, identitas bentuk turunan berbeda dengan identitas leksikal bentuk dasarnya. Proses afiksasi pada kata menanggapi dapat dikategorikan sebagai derivasi karena mengalami perpindahan kelas kata dari kelas kata adjektiva ke verba, sekaligus mengalami perubahan makna. Kata tanggap pada KBBI VI tergolong ke dalam kategori adjektiva. Sedangkan kata yang diturunkan yaitu menanggapi tergolong ke dalam kategori verba. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Paulus, 2. bahwa derivasi merupakan perubahan morfemis yang menghasilkan kata dengan kategori morfemis yang lain. Data 7 Mereka menjadi salah satu ciri khas dan daya tarik bagi wisatawan yang menikmati suasana Kota Bandung. Proses afiksasi pada kata menikmati dapat dikategorikan sebagai derivasi karena mengalami perpindahan kelas kata dari kelas kata adjektiva ke verba. Kata nikmat pada KBBI VI tergolong ke dalam kategori adjektiva dapat ditambahkan kata keterangan pembanding dan penguat paling atau sangat untuk memperkuat atau membandingkan sifat yang ditunjuk. Sedangkan kata yang diturunkan yaitu menikmati tergolong ke dalam kategori verba karena mengandung makna inheren atau perbuatan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Verhaar . bahwa derivasi merupakan perubahan morfemis yang menghasilkan kata dengan kategori morfemis yang lain. , sehingga kata menikmati megalami proses verba Kata menikmati berasal dari proses morfologi me- i nikmat yang menurunkan kata kompleks menikmati. Kata dasar nikmat apabila dibubuhi dengan konfiks me- i tidak luluh, karena prefiks me- akan tetap menjadi me- terjadi ketika prefiks me- bertemu dengan dasar yang berawalan huruf konsonan n, r, l, m, dan w. Sesuai dengan pendapat Putrayasa, satuan asal kata merasa diawali dengan fonem /n/. Bentuk derivasi verba deadjektiva melalui proses afiksasi diAfiksasi di- yang membentuk derivasi verba deadjektiva yang ditemukan yakni bentuk Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 ISSN 2776-8872 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran afiks di-, di- kan dan di- i. Proses afiksasi di- yang menghasilkan derivasi pada website Google Sites MA Arifah Gowa yang ditemukan mengandung kategori derivasi verba deadjektiva yang dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3 Data Bentuk Derivasi Verba Deadjektiva Melalui Afiksasi diAfiks Data di- kan didi- i Data 8 AuHasil penilaian akan diumumkan pada 25 November 2024 melalui media resmi Kementerian Agama. Terdapat kata diumumkan pada kutipan data di atas yang berasal dari proses morfologi di- kan umum yang menurunkan kata kompleks diumumkan. Kata kompleks diumumkan merupakan turunan dari adjektiva dasar umum yang berubah menjadi verba karena mengalami proses afiksasi. Setyaningsih . mengatakan prefiks di- adalah morfem terikat, karena harus melekat pada morfem lain supaya prefiks tersebut dapat memiliki arti. Proses perubahan bentuk tidak dapat terjadi ada prefiks di-, meskipun prefiks tersebut digabungkan dengan morfem lain. Berdasarkan pernyataan tersebut maka dapat disimpulan bahwa di- hanya memiliki satu bentuk saja. Setyaningsih menambahkan prefiks di- berfungsi untuk membentuk verba pasif apabila prefiks tersebut digabungkan dengan morfem lain. Proses afiksasi pada kata diumumkan dapat dikategorikan sebagai derivasi karena mengalami perpindahan kelas kata dari kelas kata adjektiva ke verba, sekaligus mengalami perubahan makna. Kata umum pada KBBI VI tergolong ke dalam kategori adjektiva karena dapat didahului kata keterangan pembanding seperti lebih dan paling untuk membandingkan sifat kata yang ditunjuk, sedangkan kata yang diturunkan yaitu diumumkan tergolong ke dalam kategori verba karena merupakan bentuk pasif dari mengumumkan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Verhaar . bahwa derivasi merupakan perubahan morfemis yang menghasilkan kata dengan kategori morfemis yang lain. , sehingga kata disesuaikan megalami proses verba deadjektiva. Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 Data 9 Selain Pura, siswa juga melihat gua ular suci yang dipenuhi berbagai jenis ular Yang tentu saja didampingi pawang yang menjelaskan sejarah dari gua ular tersebut. Proses afiksasi pada kata dipenuhi pada kutipan data di atas yang berasal dari proses morfologi di- i penuh yang menurunkan kata kompleks dipenuhi. Kata kompleks dipenuhi merupakan turunan dari adjektiva dasar penuh yang berubah menjadi verba karena mengalami proses afiksasi. Setyaningsih . mengatakan prefiks di- adalah morfem terikat, karena harus melekat pada morfem lain supaya prefiks tersebut dapat memiliki arti. Proses perubahan bentuk tidak dapat terjadi ada prefiks di-, meskipun prefiks tersebut digabungkan dengan morfem lain. Berdasarkan pernyataan tersebut maka dapat disimpulan bahwa di- hanya memiliki satu bentuk saja. Setyaningsih menambahkan prefiks di- berfungsi untuk membentuk verba pasif apabila prefiks tersebut digabungkan dengan morfem lain. Proses afiksasi pada kata dipenuhi dapat dikategorikan sebagai derivasi karena mengalami perpindahan kelas kata dari kelas kata adjektiva ke verba, sekaligus mengalami perubahan makna. Kata penuh pada KBBI VI tergolong ke dalam kategori adjektiva karena dapat diikuti kata keterangan penguat seperti sangat atau amat untuk memperkuat sifat kata yang ditunjuk, sedangkan kata yang diturunkan yaitu dipenuhi tergolong ke dalam kategori verba karena merupakan bentuk pasif dari menyesuaikan. Hasanah, . menambahkan bahwa dalam proses pembentukan derivatif, identitas bentuk yang dihasilkan tidak sama dengan identitas leksikal bentuk dasarnya, sehingga kata dipenuhi megalami proses verba Bentuk derivasi verba deadjektiva melalui proses afiksasi terPrefiks ter- yang membentuk derivasi verba deadjektiva yang ditemukan yakni satu bentuk afiks dan data saja, yakni pada kata ternyata. Proses afiksasi ter- yang menghasilkan derivasi pada website Google Sites MA Arifah Gowa yang ditemukan mengandung kategori derivasi verba deadjektiva yang dapat dilihat pada data berikut. Data 10 Ternyata pengelola restoran memberi kejutan kepada dua anggota rombongan siswa MA Arifah yang berulang tahun, yaitu ananda Darel dengan ananda Aqila. Pada kutipan artikel pada website google site MA Arifah Gowa, diperoleh kata Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 477 Ae 489 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 Kata ternyata mengalami proses afiksasi, yakni penambahan prefiks ter- pada bentuk dasar kata nyata. Proses morfologi yang terjadi pada kata terletak dapat digambarkan sebagai berikut ter nyata = ternyata. Nurwitrun, . dan Fauziah, . mengemukakan bahwa afiks ter- berrfungsi untuk membentuk kata kerja pasif, maksudnya kata kerja tersebut umumnya lebih menunjukkan hasil perbuatan serta tidak terlalu mementingkan pelaku tindakannya. Sejalan dengan pendapat Ramlan, kata ternyata tersebut tidak mementingkan pelaku tindakan, namun lebih menunjukkan hasil perbuatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kata ternyata merupakan kata kerja pasif. Pada KBBI VI daring kata nyata tergolong ke dalam kategori nomina, sedangkan ternyata merupakan kata kerja pasif. Valera, . Verhaar . dan Kim et al. , . menambahkan bahwa derivasi merupakan perubahan morfemis yang menghasilkan kata dengan kategori morfemis yang lain. Oleh sebab itu, proses morfologi yang terjadi pada kata ternyata termasuk dalam kategori derivasi sebab kata dasar dan kata yang diturunkan, keduanya mengalami perpindahan kelas kata dari adjektiva menjadi verba setelah melalui proses derivasi. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil analisis derivasi verba deadjektiva pada website google site MA Arifah Gowa edisi April s. d Mei 2025, penulis merumuskan simpulan bahwa bentuk derivasi verba deadjektiva: bentuk prefiks ber-, konfiks berke- an. bentuk konfiks meng- kan, konfiks mem- kan, konfiks mem- i, konfiks men- kan, konfiks men- i, dan konfiks me- i. prefiks di-, konfiks di- kan , konfiks di- i dan prefiks ter-. Saran penelitian ini adalah sebagai berikut: . Bagi guru selaku pembuat website, diharapkan agar meningkatkan keterampilan menulisnya. Hal dianggap perlu, sehingga dapat membantu siswa untuk memahami informasi dalam proses belajar menagajar. Bagi siswa, dianjurkan meningkatkan keterampilan berbahasa saat menerima informasi sehingga dapat menambah wawasan tentang penggunaan bahasa khususnya bahasa Indonesia. Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan. DAFTAR PUSTAKA