NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 6. Issue 4. November 2025 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI MI TAHFIDZ AS SHOLIHAH BAWEN. SEMARANG Naili Amani Al Wiyah*. Mashlihatul Umami Pascasarjana PGMI. Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia *Corresponding author email: anailiamani@gmail. Article History ABSTRACT Received: 19 June 2025 Revised: 30 October 2025 Published: 7 November 2025 This study aims to describe the application of audio visual media as an innovation in learning English at MI Tahfidz As Sholihah. Data was gathered through teacher and student observation, interviews, and documentation using a descriptive qualitative methodology. The findings demonstrated that students active engagement in the learning process, vocabulary comprehension, and motivation to study were all improved by the use of audio-visual materials including interactive audio and animated films. This media also helps to create a more interesting and contextualized learning atmosphere, although there are still technical constraints such as device limitations. Overall, audiovisual media is considered effective and relevant as an innovative learning strategy that suits the characteristics of students in a tahfidzbased madrasah environment. Keywords: Audio-Visual Media. Learning Innovation. English Language Copyright A 2025. The Author. How to cite: Al Wiyah. , & Umami. MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI MI TAHFIDZ AS SHOLIHAH BAWEN. SEMARANG. NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 6. , 852Ae858. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 6. Issue 4. November 2025 LATAR BELAKANG Pendidikan dasar adalah asas penting dalam membentuk kemampuan akademik dan karakter siswa (Wardani dkk. , 2. Dalam konteks pembelajaran abad ke-21, inovasi dalam metode pengajaran menjadi keharusan dalam merancang proses belajar mengajar yang lebih efektif dan menarik (Mahmudah, 2. Kemampuan Bahasa Inggris termasuk salah satu bagian terpenting dalam pendidikan dasar karena merupakan Bahasa Internasional (Santosa , 2. Kemampuan ini tidak hanya diperlukan dalam lingkungan akademik, tetapi juga dalam menangani isu-isu global. Meskipun Bahasa Inggris diajarkan di madrasah ibtidaiyah (MI), terutama yang pelaksanaannya kerap menemui berbagai Keterbatasan pembelajaran yang mendukung, kurangnya semangat belajar siswa, serta lemahnya penguasaan kosakata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari menjadi tantangan utama (Nisa dkk. , 2. Banyak siswa bersikap pasif dan merasa asing terhadap materi Bahasa Inggris karena minimnya unsur visual dan situasi nyata yang membantu mereka memahami konteks pembelajaran (Gusti dkk. , 2. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih atraktif dan komunikatif agar proses belajar menjadi lebih bermakna dan efektif. Pendekatan yang semakin banyak diterapkan di abad ini adalah penggunaan media audio visual (Fitria, 2. Media ini memungkinkan penyajian materi yang lebih kontekstual dan mudah dipahami siswa. Media audio visual seperti video, animasi, dan rekaman suara membantu menstimulasi indera pendengaran dan penglihatan siswa meningkatkan kemampuan mengingat siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, media audio visual terbukti dapat memperkuat penguasaan empat kemampuan . , . , . , . (Amaniarsih, 2. Video pembelajaran misalnya, dapat memberikan contoh pelafalan yang tepat dan situasi komunikasi nyata (Haryadi dkk. , 2. Hal ini sangat berguna bagi siswa MI yang masih dalam tahap awal mempelajari Bahasa Inggris, karena mereka lebih mudah memahami melalui visualisasi dan audio daripada teks MI Tahfidz As Sholihah sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dan tahfidz AlQurAoan, memiliki tantangan tersendiri dalam pembelajaran yang seimbang. Oleh karena itu, inovasi dalam metode pengajaran sangat penting agar seluruh mata pelajaran. Bahasa Inggris, mengganggu kegiatan utama tahfidz (Insani Firdos dkk. , 2. Penerapan media audio visual menjadi alternatif solusi yang potensial untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Inggris dalam waktu yang terbatas (Fitria, 2. Mengingat pentingnya peran media dalam menunjang proses belajar, dibutuhkan sebuah kajian yang komprehensif untuk menelaah sejauh mana penggunaan media audio visual dapat diterapkan sebagai bentuk inovasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di MI Tahfidz As Sholihah. Penelitian ini diperlukan guna mengungkap tingkat efektivitas media tersebut, tanggapan siswa Media Audio Visual Sebagai Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris. Oe Naili Amani Al Wiyah NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan terhadap penggunaannya, serta hambatan yang mungkin muncul selama proses Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dan pihak sekolah dalam mengembangkan strategi pengajaran yang lebih inovatif sesuai dengan kebutuhan dan karakter siswa. Bertolak dari permasalahan yang telah diuraikan, penelitian ini difokuskan untuk meneliti lebih dalam tentang penerapan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Inggris di MI Tahfidz As Sholihah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan sejauh mana media audio visual mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, mendorong motivasi belajar, serta menggali berbagai tantangan yang dihadapi selama implementasinya. Temuan penelitian ini diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa di tingkat madrasah ibtidaiyah, khususnya dalam pengajaran Bahasa Inggris. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memahami konsep secara penggunaan materi audio visual dalam mata pelajaran Bahasa Inggris di MI Tahfidz As Sholihah. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengamati fenomena pembelajaran secara alamiah dan menyeluruh, tanpa intervensi yang mengubah kondisi di Fokus utama penelitian adalah menggali pengalaman, tanggapan, serta tantangan yang dihadapi oleh guru dan siswa saat menggunakan media audio visual untuk proses pembelajaran. Volume 6. Issue 4. November 2025 Subjek penelitian terdiri dari guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris kelas IV, yang dipilih dengan cara mempertimbangan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik ini digunakan karena peneliti secara sengaja memilih individu yang dianggap paling memberikan data sesuai kebutuhan Guru dipilih sebagai informan utama karena menjadi pelaksana langsung penggunaan media (Aulia, 2. , sementara siswa sebagai penerima manfaat dari proses pembelajaran tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan secara langsung, wawancara mendalam, dan Pengamatan secara langsung bertujuan untuk melihat bagaimana peran media audio visual dalam proses ditujukan untuk menggali pandangan subjektif guru dan siswa mengenai efektivitas media tersebut. Dokumentasi digunakan sebagai pelengkap, berupa catatan mengajar. RPP, serta bukti penggunaan media pembelajaran seperti video atau rekaman suara. Analisis data dilakukan berdasarkan tiga tahap menurut model dari Miles dan yaitu: . reduksi data, yakni proses penyaringan dan pemilahan data yang . penyajian data disajikan dalam bentuk narasi dan kutipan-kutipan tematik. penarikan kesimpulan, yang merupakan sintesis dari temuan di lapangan untuk menjawab rumusan masalah. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan langsung dan wawancara, ditemukan jika guru Bahasa Inggris di MI Tahfidz As Sholihah telah mulai memanfaatkan media Media Audio Visual Sebagai Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris. Oe Naili Amani Al Wiyah NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan audio visual sebagai bagian dari inovasi Media yang digunakan meliputi video animasi edukatif, lagu Bahasa Inggris anak-anak, dan tayangan Media diintegrasikan ke dalam proses belajar di kelas setiap dua hingga tiga pertemuan. Penggunaan media audio visual secara umum mendapat respon positif dari siswa (Adam. Hasil menunjukkan bahwa siswa merasa lebih tertarik dan antusias mengikuti pelajaran ketika guru menampilkan video atau audio yang sesuai dengan tema materi. Suasana kelas menjadi lebih hidup, dan siswa terlihat Salah satu perubahan yang kemampuan menyimak . Video pembelajaran yang menyajikan pelafalan dan dialog sederhana dalam Bahasa Inggris memberikan model nyata bagi siswa dalam memahami kosakata dan struktur kalimat. Siswa menjadi lebih peka terhadap bunyi-bunyi Bahasa Inggris dan mencoba menirukannya. Penerapan media audio visual terbukti mengembangkan motivasi belajar siswa, terutama dalam konteks madrasah berbasis tahfidz seperti MI Tahfidz As Sholihah. Berdasarkan hasil wawancara, sebagian pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan itu ketika guru menggnakan media seperti video animasi, lagu interaktif, atau tayangan percakapan sederhana dalam Bahasa Inggris. Pengalaman belajar yang menyenangkan ini memicu rasa ingin tahu dan semangat siswa untuk terlibat lebih aktif di kelas. Hal ini sangat relevan mengingat waktu pembelajaran akademik di madrasah tahfidz biasanya lebih terbatas karena porsi Volume 6. Issue 4. November 2025 besar diberikan pada hafalan Al-QurAoan. Dalam kondisi seperti ini, diperlukan metode yang dapat mengoptimalkan waktu belajar secara efisien, tanpa mengorbankan kualitas pemahaman siswa. Media audio visual menjawab kebutuhan ini dengan menghadirkan materi pembelajaran yang memfasilitasi pemahaman siswa secara lebih cepat dan menyeluruh. Selain itu, bentuk penyajian yang atraktif juga membantu mengurangi kejenuhan dan meningkatkan siswa selama pelajaran berlangsung (Listia Apriliyanti dkk. , 2. Oleh karena itu, media ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai pemicu motivasi intrinsik siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris secara aktif dan berkelanjutan. Dari segi perencanaan pembelajaran, guru menyatakan bahwa media audio visual harus dipertimbangkan dengan sebaikbaiknya untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan tema, tingkat kemampuan siswa, dan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, guru lebih memilih media yang bersifat edukatif, berbahasa sederhana, dan tidak termasuk dalam hal yang bertolak belakang dengan nilai-nilai madrasah (Solikah, 2. Observasi di kelas menunjukkan bahwa ketika media visual digunakan, interaksi antara guru dan siswa menjadi lebih aktif. Guru tidak hanya menjelaskan isi tayangan, tetapi juga mengajak siswa untuk menjawab pertanyaan, menirukan pengucapan, dan berdiskusi sederhana. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif siswa. Dalam aspek penguasaan kosakata . , penggunaan media visual terbukti efektif membantu siswa mengingat kata-kata baru (Amaniarsih, 2. Tayangan visual memberikan asosiasi langsung antara gambar dan kata, sehingga Media Audio Visual Sebagai Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris. Oe Naili Amani Al Wiyah NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan siswa dapat memahami arti kata tanpa harus selalu menerjemahkan secara verbal (Fathurohmah, 2. Pemanfaatan media visual dalam pembelajaran Bahasa Inggris memiliki dampak signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa. Dengan menyajikan gambar, animasi, atau video yang menyertakan konteks penggunaan kata, siswa mampu mengaitkan makna secara langsung dengan visualisasi objek Proses memungkinkan terjadinya pembelajaran kontekstual, di mana pemahaman tidak hanya berbasis hafalan, tetapi juga pengalaman visual. Analisis terhadap dokumen seperti RPP dan catatan belajar menunjukkan bahwa guru mulai merancang skenario Penggunaan diintegrasikan sebagai bagian dari kegiatan inti, bukan sekadar selingan (Syawaluddin , 2. Hal ini mencerminkan adanya perubahan pendekatan dari teacher-centered student-centered Dari wawancara dengan pemilik yayasan, diperoleh informasi bahwa pihak madrasah mendukung inovasi ini sebagai bagian dari program peningkatan mutu pembelajaran. Meski masih terbatas pada guru Bahasa Inggris, pihak sekolah berencana untuk memperluas penggunaan media audio visual ke mata pelajaran lain yang relevan. Temuan penelitian ini sejalan dengan teori pembelajaran multimodal yang membuktikan bahwa informasi yang disampaikan melalui berbagai saluran . isual & audi. lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa (Al MAkhzum & Suharsoni, 2. Dalam konteks MI Tahfidz As Sholihah, strategi ini terbukti mampu menjembatani keterbatasan waktu dan sumber daya dengan hasil yang lebih Volume 6. Issue 4. November 2025 Secara keseluruhan, penggunaan media audio visual di MI Tahfidz As Sholihah dapat dikategorikan sebagai bentuk meskipun masih perlu penguatan dari segi fasilitas, pelatihan guru, dan kurikulum Hasil penelitian ini dapat membantu guru dalam pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah, khususnya bagi institusi dengan fokus KESIMPULAN Penerapan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Inggris di MI Tahfidz As Sholihah terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Media ini menjadikan proses belajar lebih menarik, kontekstual, dan mudah dipahami, terutama dalam lingkungan madrasah berbasis tahfidz yang memiliki keterbatasan waktu akademik. Meskipun terdapat kendala teknis, inovasi ini mampu mendukung proses pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa madrasah ibtidaiyah. DAFTAR PUSTAKA