MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK MENILAI KESEHATAN USAHA KOPERASI BMT BATIK MATARAM DI YOGYAKARTA Gendro Wiyono1. Agus Dwi Cahya2. Karina Alviyanti3 Fakultas Ekonomi. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Yogyakarta e-mail: karinaalviyanti96@gmail. ABSTRACT This study aims to determine the level of health of the savings and loan cooperatives and Islamic financing of BMT Batik Mataram in terms of: aspects of capital, aspects of management, aspects of efficiency and aspects of liquidity. This research is a type of quantitative descriptive research. The subject of this research is the savings and loan cooperative and sharia financing of BMT Batik Mataram in Yogyakarta. The object of this research is the level of cooperative health. Methods of data collection using documentation and questionnaires. The calculation uses the PAP technique based on the Regulation of the Deputy for Supervision of the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia Number: 07 / Per / Dep. 06 / IV / 2016. The results showed that the health level of the BMT Batik Mataram Savings and Loans Cooperative (KSPPS) in Yogyakarta from 2016 to 2020 obtained the predicate that was still quite healthy with fluctuating scores, this is also seen from: Capital aspects, management aspects, efficiency aspects of liquidity. Keywords: Capital aspect. Management aspect. Efficiency aspect. Liquidity aspect. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah BMT Batik Mataram ditinjau dari: aspek permodalan, aspek manajemen, aspek efisiensi dan aspek likuiditas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah BMT Batik Mataram di Yogyakarta. Objek penelitian ini adalah tingkat kesehatan koperasi. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket. Perhitungan menggunakan teknik PAP berdasarkan Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor: 07/Per/Dep. 06/IV/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan Tingkat Koperasi Simpan Pinjam BMT Batik Mataram (KSPPS) Yogyakarta dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 memperoleh predikat masih cukup sehat dengan skor yang fluktuatif, hal ini juga dilihat dari: Aspek permodalan, aspek manajemen, aspek efisiensi, aspek likuiditas. Kata Kunci: Aspek permodalan. Aspek manajemen. Aspek efisiensi. Aspek likuiditas Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Pendahuluan Menurut Undang Ae Undang nomor 25 tahun 1992 tentang perekonomian menjelaskan bahwa koperasi merupakan salah satu organisasi yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Ae prinsip koperasi berdasarkan atas asas kekeluargaan (Saputro & Mujino, 2. Dalam menjalankan kegiatannya mempunyai tujuan yaitu mensejahterakan anggotanya serta masyarakat dan ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (Adzhani et al. , 2. Definisi menurut Terminologi Pusat Inkubasi Usaha Kecil (PINBUK) bahwa Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) merupakan sebuah lembaga penunjang dalam peningkatan kualitas ekonomi usaha mikro wirausaha berdasarkan prinsip Syariah. Secara konseptual. BMT memiliki dua fungsi, yaitu : . Baitul Maal atau Aurumah harta karunAy dengan fungsi social sebagai penunjang dan pengangkut dana zakat, dan . Baitul Tanwil atau Aurumah pengembangan propertiAy sebagai pengelola dana zakat untuk memajukan kehidupan (Zahra & Wijayanti, 2. Salah satu daerah di Indonesia yang persebaran lembaga keuangan Syariah nonbank berupa Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) adalah Yogyakarta. Menurut catatan data pada kementrian koperasi dan UKM, hingga pada tahun 2019 terdapat 918 koperasi dengan 1. 722 koperasi aktif, dan 196 koperasi pasif. Pasalnya, akibat keberadaan koperasi tidak aktif dan pasif nama baik koperasi yang aktif ikut terpengaruh sehingga sangat merugikan bagi koperasi yang masih aktif. Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Batik Mataram mulai beroperasi pada tanggal 05 April 2009 hasil kerja sama Koperasi Batik Mataram. Badan hukum BMT Batik Mataram masih bernaung pada badan hukum Koperasi Batik Mataram. Beralamatkan di Jl. Kapten Piere Tendean No. 50A Wirobrajan Yogyakarta dengan badan hukum No 491/BH/12-67 tanggal 27 November 1962. Batik Mataram merupakan Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKS) dari Koperasi Batik Mataram yang pengolahannya dilakukan secara otomon. Sebuah badan usaha yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bertujuan memajukan kesejahteraan anggota dan lapisan masyarakat yang berpedoman pada prinsip syariAoah. Adapun aspek yang digunakan untuk penilaian yang dapat mengkaji tingkat kesehatan koperasi salah satunya dengan perhitungan sesuai Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No 07/Per/Dep. 6/IV/2016 tentang tingkat kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah dan Unit Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (USPPS). Perhitungan yang dapat digunakan guna mengetahui tingkat kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah meliputi beberapa aspek yaitu: aspek permodalan, aspek manajemen, aspek efisiensi, dan aspek likuiditas. Pada penelitian ini peneliti hanya menggunakan 4 aspek karena keterbatasan data yang peneliti dapatkan sehingga hanya memungkinkan untuk menggunakan 4 aspek Pada hasil wawancara terhadap pihak koperasi dari permodalan KSPPS BMT Batik Mataram masih belum maksimal dalam melaksanakan kegiatannya dan dalam mendanai asset yang dimiliki, dan dari aspek manajemennya KSPPS BMT Batik Mataram dalam keadaan cukup baik namun pada perencanaan kerja jangka panjang masih terdapat kekurangan yaitu belum membuat rencana kerja jangka panjang yang digunakan sebagai pedoman dalam merealisasi misi dan tujuan koperasi. Jadi. KSPPS BMT Batik Mataram hanya memiliki rencana jangka pendeknya saja yaitu 1 Kinerja menurut Kamus besar Indonesia dikatakan bahwa kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, kemampuan kerja. Kinerja dapat diartikan sebagai hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam suatu organisasi atau badan usaha, sesuai dengan tanggungjawab dalam organisasi untuk tujuan meningkatkan hasil kerja yang maksimal, meningkatkan kualitas organisasi atau badan usaha (Praya, 2. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang merupakan usaha untuk menilai dan mengkaji tingkat kesehatan koperasi. Data yang digunakan adalah laporan keuangan bulanan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah BMT Batik Mataram pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data berpedoman pada Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 07/Per/Dep. 6/IV/2016 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah dan Unit Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah telah ditetapkan predikat tingkat kesehatan sebagai berikut: Volume 1 Nomor 1 Edisi Desember 2018 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Website: http://ojs. id/index. php/mandar Tabel 1 Penetapan Predikat Tingkat Kesehatan KSPPS Skor Predikat 80,00 O x < 100 Sehat 66,00 O x < 80,00 Cukup Sehat 51,00 O x < 66,00 Dalam Pengawasan 0 < x < 51,00 Dalam Pengawasan Khusus Sumber: Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 07/Per/Dep. 6/IV/2016 Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil perhitungan sesuai dengan Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 07/Per/Dep. 6/IV/2016 untuk 4 aspek yaitu aspek permodalan, aspek manajemen, aspek efisiensi dan aspek likuiditas pada Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah BMT Batik Mataram tahun 2016 sampai 2020 dapat diketahui bahwa tingkat kesehatan BMT Batik Mataram selama periode tersebut cukup baik. Penilaian Tingkat Kesehatan BMT Batik Mataram dapat dilihat pada tabel 2 berikut: Tabel 2 Hasil Perhitungan Skor dan Penetapan Predikat Kesehatan Pada Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram Tahun Aspek Yang Dinilai Bobot Skor Aspek Permodalan 4,79 3,75 3,75 3,75 3,75 Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Asset 4,79 3,75 3,75 3,75 3,75 Aspek Manajemen Manajemen Umum Kelembagaan Manajemen Permodalan Manajemen Aktiva Manajemen Likuiditas Aspek Efisiensi Rasio Aktiva Tetap Terhadap Total Asset Rasio Efisiensi Pelayanan Aspek Likuiditas 8,75 Cash Rasio 3,75 Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Website: http://ojs. id/index. php/mandar Rasio Pembiayaan Terhadap Dana yang Diterima Skor Akhir 28,14 30,85 30,85 30,85 30,85 Predikat Tingkat Kesehatan Cukup Sehat Cukup Sehat Cukup Sehat Cukup Sehat Cukup Sehat Sehat Sumber: Perhitungan rasio Ae rasio aspek tingkat Kesehatan KSPPS BMT Batik Mataram tahun 2016 Ae 2020 Tabel 2 menunjukkan rangkuman penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram ditinjau dari skor yang diperoleh dari masing Ae masing aspek Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) yang kemudian diakumulasikan, sehingga akan menghasilkan skor akhir yang selanjutnya dapat dikategorikan dalam predikat Kesehatan KSPPS sesuai pedoman penilaian Kesehatan koperasi berdasarkan peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM No: 07Per/Dep. 6/IV/2016. Tabel 3 Hasil Perhitungan Skor dan Penetapan Predikat Kesehatan Pada Masing Ae Masing Aspek Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram Tahun Aspek Skor yang Diperoleh . Skor Permodalan 4,79 Sehat Manajemen 67,33 Cukup Sehat Efisiensi 64,28 Dalam Pengawasan Likuiditas 8,75 58,33 Dalam Pengawasan Permodalan 3,75 Cukup Sehat Manajemen 67,33 Cukup Sehat Efisiensi 64,28 Dalam Pengawasan Likuiditas 83,33 Sehat Permodalan 3,75 Cukup Sehat Manajemen 67,33 Cukup Sehat Efisiensi 64,28 Dalam Pengawasan Likuiditas 83,33 Sehat Permodalan 3,75 Cukup Sehat Manajemen 67,33 Cukup Sehat Efisiensi 64,28 Dalam Pengawasan Likuiditas 83,33 Sehat Permodalan 3,75 Cukup Sehat Manajemen 67,33 Cukup Sehat Efisiensi 64,28 Dalam Pengawasan Predikat Likuiditas 83,33 Sehat Sumber: Perhitungan skor akhir pada tingkat Kesehatan KSPPS BMT Batik Mataram tahun 2016 - 2020 Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Pembahasan Berdasarkan hasil penilaian skor dan predikat penilaian Kesehatan KSPPS BMT Batik Mataram selama lima tahun dari tahun 2016 sampai 2020 berdasarkan aspek permodalan, aspek manajemen, aspek efisiensi, dan aspek likuiditas diperoleh secara keseluruhan dari perhitungan yang telah dilakukan dengan penyesuaian, sehingga dapat menghasikan skor akhir yang selanjutnya diakumulasikan dan kemudian dapat digolongkan ke dalam predikat tingkat penilaian Kesehatan KSPPS sesuai dengan pedoman peraturan Deputi Bidang pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016. Tahun 2016 memperoleh skor sebesar 68,63% menunjukkan bahwa predikat tingkat Kesehatan KSPPS BMT Batik Mataram cukup sehat, tahun 2017 memperoleh skor sebesar 75,24% menunjukkan bahwa predikat tingkat Kesehatan KSPPS BMT Batik Mataram cukup sehat, tahun 2018 memperoleh skor sebesar 75,24% menunjukkan bahwa predikat tingkat Kesehatan KSPPS BMT Batik Mataram cukup sehat, tahun 2019 memperoleh skor sebesar 75,24% menunjukkan bahwa predikat tingkat Kesehatan KSPPS BMT Batik Mataram cukup sehat, tahun 2020 memperoleh skor sebesar 75,24% menunjukkan bahwa predikat tingkat Kesehatan KSPPS BMT Batik Mataram cukup sehat. Dari hasil perhitungan berdasarkan tabel 4. 26 diketahui tingkat Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram dilihat dari setiap aspek. Skor yang diperoleh masing Ae masing aspek dibagi dengan skor maksimal setiap aspek tersebut, dan selanjutnya dikalikan dengan skor maksimal yaitu 100. Pada tabel 4. hasil perhitungan skor menjelaskan penetapan predikat tingkat Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram dilihat dari masing - masing aspek adalah sebagai berikut: 1 Aspek Permodalan Berdasarkan hasil perhitungan penilaian aspek permodalan dengan melakukan perhitungan dan penyekoran dengan rasio modal sendiri terhadap total asset pada Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram dari tahun 2016 sampai 2020. Aspek permodalan KSPPS BMT Batik Mataram pada tahun 2016 skor akhir yang diperoleh yaitu 95,8, sedangkan tahun 2017, 2018, 2019, dan 2020 memperoleh skor akhir yaitu 75. Berdasarkan pedoman penilaian peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016 skor pada tahun 2016 berada pada kisaran 80,00 O y C 100 sehingga dapat dikategorikan dalam predikat sehat, sedangkan pada tahun 2017, 2018, 2019, 2020 berada pada kisaran 66,00 O y C 80,00 sehingga dapat dikategorikan dalam predikat cukup sehat. Aspek permodalan pada KSPPS BMT Batik Mataram dapat dikatakan sudah baik dari tahun 2016 sampai 2020 tergolong sehat dan ideal. Pada tahun 2016 penggunaan modal sendiri tergolong baik dalam mendanai total asset yang dimilikinya, penggunaan modal sendiri memiliki kualitas yang baik dalam menangani risiko atas pinjaman yang tidak didukung dengan agungan yang memadai. Pada tahun 2017, 2018, 2019, dan 2020 penggunaan modal sendirinya pun tergolong cukup baik dalam mendanai total asset yang dimiliki koperasi, dan mungkin kurang memiliki kualitas pendanaan modal yang baik karena pada tahun tersebut modal sendiri pada koperasi mengalami 2 Aspek Manajemen Berdasarkan hasil perhitungan penilaian aspek manajemen dengan menggunakan kuesioner dan penyekoran dengan menggunakan 5 . komponen, yaitu manajemen umum, kelembagaan, manajemen permodalan, manajemen aktiva, dan manajemen likuiditas pada Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram tahun 2016 sampai 2020. Aspek manajemen KSPPS BMT Batik Mataram pada tahun 2016 sampai 2020 memperoleh skor akhir yaitu 67,33. Berdasarkan pedoman penilaian peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Repubik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016 skor tersebut berada pada kisaran 66,00 O y C 80,00 sehingga dapat dikategorikan dalam predikat cukup sehat. Aspek manajemen KSPPS BMT batik Mataram memperoleh predikat cukup sehat dikarenakan pada manajemen permodalan dan manajemen likuiditas memiliki kategori yang kurang baik pada tahun 2016 sampai 2020. Dari keseluruhan aspek manajemen itu baik yang meliputi manajemen umum, kelembagaan, manajemen permodalan, manajemen aktiva dan manajemen likuiditas dari KSPPS BMT Batik Mataram sehingga kegiatan koperasi dapat berjalan dengan lancar dan dapat dipercaya di masyarakat. Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 3 Aspek Efisiensi Berdasarkan hasil perhitungan penilaian aspek efisiensi dengan melakukan perhitungan dan penyekoran terhadap 2 . rasio yaitu rasio aktiva tetap terhadap total asset dan rasio efisiensi pelayanan pada Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram dari tahun 2016 sampai 2020. Aspek efisiensi KSPPS BMT Batik Mataram pada tahun 2016 sampai 2020 memperoleh skor akhir yaitu 64,28. Berdasarkan pedoman penilaian peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Repubik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016 skor tersebut berada pada kisaran 51,00 O y C 66,00 sehingga dapat dikategorikan dalam predikat dalam pengawasan, dikarenakan rasio efisiensi pelayanan memiliki kriteria tidak baik. Kesimpulan secara keseluruhan aspek efisiensi tergolong kurang baik pada rasio efisiensi pelayanan karena setiap pinjaman yang diberikan mengeluarkan biaya karyawan yang tergolong tinggi sehingga masih kurag efisien dalam melakukan kegiatan usaha simpan pinjam karena belum mampu untuk mengelola atau mengendalikan biaya Sehingga diharapkan untuk setiap koperasi untuk lebih dapat meminimalisir biaya Ae biaya operasional sehingga kegiatan usaha lebih dapat berjalan dengan lancar pada tahun Ae tahun berikutnya. 4 Aspek Likuiditas Berdasarkan hasil perhitungan penilaian aspek likuiditas dengan melakukan perhitungan dan penyekoran terhadap 2 . rasio yaitu cash rasio, dan rasio pembiayaan terhadap dana yang diterima pada Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram dari tahun 2016 sampai 2020. Aspek permodalan KSPPS BMT Batik Mataram pada tahun 2016 memperoleh skor akhir yaitu 58,33, sedangkan tahun 2017, 2018, 2019, dan 2020 memperoleh skor akhir yaitu 83,33. Berdasarkan pedoman penilaian peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016 skor pada tahun 2016 berada pada kisaran 51,00 O y C 66,00 sehingga dapat dikategorikan dalam predikat dalam pengawasan, sedangkan pada tahun 2017, 2018, 2019, 2020 berada pada kisaran 80,00 O y C 100 sehingga dapat dikategorikan dalam predikat sehat. Secara keseluruhan. Aspek Likuiditas pada KSPPS BMT Batik Mataram pada tahun 2016 dapat dikatakan belum baik atau kurang efisien, dikarenakan pada tahun 2016 KSPPS BMT Batik Mataram kurang baik dalam mengelola asset yang dimilikinya karena masih terdapat kas yang terlalu berlebih yang mengakibatkan banyaknya dana yang tidak terpakai yang tidak digunakan secara efektif dalam mengembangkan usahanya. Sedangkan pada tahun 2017 sampai 2020 KSPPS BMT Batik Mataram sudah melakukan perbaikan dalam mengelola asset yang dimiliki koperasi sehingga pada tahun 2017 sampai 2020 KSPPS BMT Batik Mataram sudah baik dalam mengelolanya. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan perhitungan yang sesuai dengan peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Repubik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016 guna mengetahui tingkat Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Batik Mataram pada tahun 2016 sampai 2020 menunjukkan kriteria cukup sehat. Untuk mengetahui tingkat Kesehatan pada masing Ae masing aspek sebagai berikut: 1 Aspek permodalan pada KSPPS BMT Batik Mataram jika dilihat berdasarkan pada rasio modal sendiri terhadap total asset pada tahun 2016 memperoleh predikat sehat, dengan total skor sebesar 95,80 berada pada kisaran 80,00 O y C 100 sesuai dengan peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016. Sedangkan pada tahun 2017 sampai 2020 mengalami penurunan skor rasio modal sendiri yaitu sebesar 75,00 berada pada kisaran 66,00 O y C 80,00 sesuai dengan peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Repubik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016 sehingga dapat dikategorikan predikat cukup sehat. 2 Aspek manajemen pada KSPPS BMT Batik Mataram tahun 2016 sampai 2020 memperoleh predikat cukup sehat, dengan total skor sebesar 67,33 berada pada kisaran 66,00 O y C 80,00 sesuai dengan peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016. 3 Aspek efisiensi pada KSPPS BMT Batik Mataram tahun 2016 sampai 2020 memperoleh predikat dalam pengawasan, dengan total skor sebesar 64,28 berada pada kisaran 51,00 O y C 66,00 sesuai dengan peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016. 4 Aspek likuiditas pada KSPPS BMT tahun 2016 memperoleh predikat dalam pengawasan, dengan total skor sebesar 58,33 berada pada kisaran 51,00 Ox<66,00 sesuai dengan peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Koperasi dan UKM Republik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016. Sedangkan pada tahun 2017 sampai 2020 mengalami kenaikan skor yaitu sebesar 83,33 berada pada kisaran 80,00 O y C 100 sesuai dengan peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia No: 07/Per/Dep. 6/IV/2016 sehingga dapat dikategorikan predikat sehat. Referensi