Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 007 - 012 LAYANAN PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI ACTIVITY DAILY LIVING PADA ANAK DISABILITAS Dian Furwasyih1* Gina Muthia2 Yuli Afmi Ropita Sari3 Revi Marlina4 Reca Yolandha5 Rifana Refiola Zaihan6 Ratu Melia Suci7 Irma Isra Hayati8 Ririn Yesma Anwar9 Agung Permana10 Hanifah Bilqis11 Andre Rinaldo12 Sintia Putri Azahra13 1,2,4-9Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi. STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 3,10-13Prodi D i Terapi Wicara. STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang E-mail korespondensi: deemidwife@gmail. Article History: Received: 9 Mei 2023 Revised: 15 Mei 2023 Accepted: 22 Juni 2023 Abstrak: Latar Belakang: Pemeriksaan kesehatan adalah salah satu bentuk layanan kesehatan yang dilakukan kepada Permasalahan yang terjadi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Mitra Ananda yaitu siswa disabilitas belum mendapatkan pemeriksaan dan edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan ini dilakukan di SLB Mitra Ananda Padang. Pengabdian kepada masyarakat dibagi pada tiga . tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pemeriksaan kepada 15 siswa, kemudian diberikan edukasi activity daily living yaitu cara mencuci tangan dengan benar. Evaluasi dilakukan dengan observasi langsung pada siswa tentang cara cuci tangan yang benar. Kata Kunci: Layanan Hasil: Dalam kegiatan ini sebanyak 15 siswa mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan edukasi activity daily living Activity Daily Living. Anak tentang cara mencuci tangan dengan benar. 12 orang siswa dapat mempraktikkan kembali cara cuci tangan yang benar Disabilitas tanpa dibantu dan sisanya dapat mempraktikkan kembali dengan dibantu. Layanan kesehatan kepada anak disabilitas perlu dilakukan secara rutin sehingga kebutuhan kesehatan anak dapat terpenuhi secara optimal. Abstract: Background: Health checks are a form of service to persons with disabilities. The problems that occur in SLB Mitra Ananda are that students with disabilities have not received health checks and education. Method: This activity was carried out at SLB Mitra Ananda Padang. Community service is divided into three . stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. At the implementation stage, 15 ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 007 - 012 students were examined. Then educate students on daily living activities on how to wash hands properly. Evaluation was done by direct observation to the students on how to wash hands properly. Keywords: Health Checkup Results: In this activity, 15 students received health checks Services. Activity Daily Living, and activity daily living education on how to wash their Children with Disabilities hands properly. 12 students were able to practice the correct hand washing without guidance, and the rest were able to do so in command. Health service for the children with disabilities was ought to do routinely to gather the optimal health status for the children. Pendahuluan Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang saling berkaitan atau tidak dapat dipisahkan. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan intraseluler artinya bertambah ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau seluruhnya sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat, sedangkan perkembangan merupakan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan fisik motorik, sosialisasi, bahasa dan kemandirian. Untuk menilai pertumbuhan dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik head to toe baik pada anak maupun orang dewasa (Oktaviani and Lestari, 2. Pemeriksaan fisik pada anak berbeda dengan dewasa. Ada beberapa hal yang tidak boleh diabaikan dan cara pemeriksaan harus disesuaikan dengan umur anak/bayi. Pada anak berkebutuhan khusus juga harus dilakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi kecukupan nutrisi anak (Ernawati, 2. Pemeriksaan fisik pada anak berkebutuhan khusus penting untuk dilakukan secara rutin karena pada dasarnya penyandang disabilitas membutuhkan intervensi agar bisa menjalankan hidup yang normal dan layak serta menjalankan fungsinya sebagai anggota masyarakat. Pemeriksaan fisik dapat menjadi sarana untuk mendeteksi dini apakah anak dalam kondisi sehat atau tidak (Mubasyaroh, 2. Selain itu, penanaman perilaku hidup bersih dan sehat pada anak disabilitas intelektual juga sangat penting untuk dilakukan. Mengajarkan anak cuci tangan dengan langkah Ae langkah yang tepat merupakan salah satu upaya penanaman perilaku hidup bersih dan sehat (Mubasyaroh, 2. Sekolah Luar Biasa (SLB) Mitra Ananda merupakan sekolah yang sebagian besar siswanya adalah anak dengan disabilitas intelektual. Jumlah siswa dengan disabilitas intelektual yang bersekolah di SLB Mitra Ananda adalah 21 orang, laki Ae laki dan Siswa di SLB ini mendapatkan pendidikan tentang hidup dasar dan interaksi sosial. Untuk pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bagian dari terapi pada anak, namun tidak rutin. Anak belum diberikan edukasi tentang cuci tangan yang benar yang merupakan salah satu kebutuhan edukasi tentang prilaku hidup bersih dan sehat bagi anak. Oleh sebab itu, siswa dipandang perlu untuk mendapatkan edukasi tentang cuci tangan yang benar sebagai salah satu bagian dari perilaku hidup bersih dan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 007 - 012 Berdasarkan analisis situasi pada mitra tersebut, maka tim pengabdi menawarkan beberapa solusi yaitu berupa : Layanan pemeriksaan kesehatan pada anak disabilitas dengan jenis pemeriksaan berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar perut, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala. Edukasi cuci tangan 6 langkah dengan menggunakan handsanitizer sehingga siswa dapat mempraktikkan cuci tangan yang tepat dalam aktivitas sehari Ae hari. Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dibagi pada tiga . tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap persiapan merupakan tahap awal dari pelaksanaan kegiatan, dimana pada tahap ini tim melakukan pengurusan izin administrasi, briefing tim, dan pertemuan awal dengan mitra untuk kontrak waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan disepakati untuk dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2022 di SLB Mitra Ananda dengan jumlah sasaran 21 orang anak disabilitas intelektual. Tahap pelaksanaan yaitu pelaksanaan kegiatan berupa pelayanan pemeriksaan kesehatan pada anak disabilitas intelektual yaitu pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar perut, dan lingkar lengan atas. kegiatan selanjutnya yaitu edukasi kesehatan ADL berupa cuci tangan yang benar dengan menggunakan handsanitizer. Mahasiswa juga ikut dilibatkan dalam kegiatan ini, dimana mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan juga pelaksana pemeriksaan kesehatan pada anak disabilitas. Mahasiswa yang berpartisipasi adalah 6 orang mahasiswa dari Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi serta 4 orang mahasiswa dari Program Studi D i Terapi Wicara. Pelibatan mahasiswa diharapkan dapat menjadikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa untuk menatalaksana klien secara langsung, selain itu, mahasiswa juga mendapatkan kredit berupa poin SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijaza. dan dapat dinilai pada akhir semester sebagai pencapaian kegiatan non akademik. Tahap evaluasi yaitu observasi langsung pada siswa tentang cara cuci tangan yang benar dengan memperhatikan demonstrasi yang dilakukan oleh siswa. Hasil Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2022 di SLB Mitra Ananda. Jumlah sasaran yang dapat ditemui saat kegiatan adalah 15 orang, sedangkan 6 orang tidak hadir ke sekolah. Pada sesi pertama kegiatan, peserta dilakukan pemeriksaan Pada kegiatan ini, dibantu oleh 6 orang mahasiswa. Dua . orang mahasiswa bertanggungjawab di bagian registrasi untuk mencatat data diri siswa yang dilakukan pemeriksaan. Ruangan pemeriksaan ada dua dengan masing Ae masing 2 orang mahasiswa dan 1 orang dosen yang menjadi penanggungjawab. Pemeriksaan dilakukan diruangan tertutup dan diawasi oleh dosen pendamping. Adapun hasil pemeriksaan kesehatan yang didapatkan adalah sebagai berikut : ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 007 - 012 Inisial An. An. An. An. An. An. An. An. An. An. An. An. An. An. An. Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Kesehatan Anak Usia Hasil Pemeriksaan . TB . BB . LILA . LP . LK . Sesi kedua dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat berupa cuci tangan 6 langkah menggunakan handsanitizer. Pada awal sesi, tim mendemonstrasikan kepada siswa tata cara mencuci tangan yang benar. Selanjutnya, siswa diminta memperagakan satu per satu dengan didampingi oleh fasilitator. 12 orang siswa dapat memperagakan dengan benar 6 langkah cuci tangan tanpa dibantu, dan 3 orang melakukan dengan bantuan. Fasilitator kegiatan sesi dua ini adalah mahasiswa berjumlah 4 orang dengan 1 orang dosen penanggungjawab. Kegiatan sesi dua berlangsung selama 30 menit. Para siswa juga didampingi oleh guru kelas masing Ae masing sehingga dapat dikondisikan agar suasana edukasi lebih kondusif. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan dapat mengulangi kembali gerakan yang diajarkan meskipun ada beberapa anak yang belum lancar. Berikut salah satu dokumentasi kegiatan yang dilaksanakan di SLB Mitra Ananda: Gambar 1. Foto bersama tim pengabdi, mitra dan sasaran kegiatan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 007 - 012 Diskusi Layanan kesehatan kepada disabilitas ini bertujuan untuk memenuhi hak-haknya sebagai disabilitas. Berdasarkan UU No 8 tahun 2016 pada Pasal 5 bahwa salah satu hak disabilitas dibidang kesehatan. Pelaksanaannya para disablitas berhak mendapatkan fasilitas dan kesempatan yang sama dalam bidang kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemeriksaan dan edukasi. Hal ini bertujuan mengetahui kondisi fisik disabiltas dan memberikan informasi mengenai activity daily living yang berhubungan dengan kesehatannya. Pelaksanaan pengabdian pertama dilakukan dengan memeriksa kesehatan kepada semua siswa di SLB. Pemeriksaan kesehatan ini mencakup pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, lingkar kepala. Pada setiap pemeriksaan pertumbuhan anak biasanya dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, serta pengukuran lingkar kepala (Suririnah, 2. Pemeriksaan ini dilakukan bersifat menggunakan alat ukur, timbangan yang mudah digunakan dan tidak membutuhkan waktu yang banyak pada masing-masing siswa. Pemberian edukasi activity daily living kepada siswa yang berkaitan dengan Aktivitas yang dilakukan adalah cara mencuci tangan dengan benar. Tujuannya adalah adalah untuk membersihkan tangan dari kuman penyakit. mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera, disentri, typhus, kecacingan, penyakit kulit. Infeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA), tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman (Notoatmodjo , 2. Sehingga, jika siswa disabilitas mau makan, atau selesai memegang benda terbiasa mencuci tangan. Aktifitas ini bisa dilakukan siswa di rumah ataupun di sekolahnya. Kesimpulan dan Saran Layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi activity daily living adalah salah satu bentuk layanan kepada anak-anak disabilitas. Pelaksanaannya dilakukan secara individu ataupun kelompok di sekolah luar biasa. Pelaksanaan ini bertujuan agar anak disabilitas diketahui kondisi kesehatannya dan teredukasi cara menjaga kesehatan dengan mencuci tangan dimanapun mereka berada. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin di sekolah sehingga dapat tercapai pemenuhan kebutuhan kesehatan pada anak disabilitas dengan optimal. Ucapan Terima Kasih