Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . Hubungan Antara Literasi Fear Of Missing Out (Fom. Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Di Kota Pekalongan Indar WidowatiA. Lis TriasariA. Afiyah Sri HarnanyA. Zaenal Amirudin4. Esti Dwi Widayanti5 Department of Nursing. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Email korespondensi: indarwidowati@gmail. ABSTRAK Latar belakang : Perkembangan media sosial yang cepat memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari aktivitas sosial di dunia maya. Kondisi ini dapat berpengaruh pada kesehatan mental mahasiswa, terutama pada masa transisi menuju dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi FOMO dengan kesehatan mental mahasiswa di Kota Pekalongan. Jawa Tengah. Indonesia. Metode : Desain penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 100 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Pekalongan dipilih menggunakan teknik purposive Data dikumpulkan menggunakan kuesioner literasi FOMO dan General Health Questionnaire (GHQ-. Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil : Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara literasi FOMO dan kesehatan mental . = 0,. Kesimpulan : Mahasiswa dengan literasi FOMO rendah memiliki tingkat gangguan kesehatan mental lebih Peningkatan literasi digital dan pengelolaan media sosial yang sehat diperlukan untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa. Kata kunci: Fear of Missing Out, literasi digital, kesehatan mental, mahasiswa. Pekalongan Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . ABSTRACT Background : The rapid growth of social media has led to the emergence of Fear of Missing Out (FOMO), a fear of being left out of online social interactions. This phenomenon may affect students' mental health, particularly during the transition to early adulthood. This study aimed to analyze the relationship between FOMO literacy and mental health among university students in Pekalongan. Central Java. Indonesia. Method : A quantitative correlational design with a cross-sectional approach was used. One hundred students were selected using purposive sampling. Data were collected using the FOMO literacy questionnaire and the General Health Questionnaire (GHQ-. Data were analyzed using SpearmanAos Rank correlation Result : . The results revealed a significant relationship between FOMO literacy and mental health . = Conclusion : Students with lower FOMO literacy tended to have poorer mental health. Improving digital literacy and promoting healthy social media use are essential for maintaining studentsAo mental well-being. Keywords: Fear of Missing Out, digital literacy, mental health, students. Pekalongan Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . Pendahuluan Masuk ke era digital, penggunaan media sosial dan teknologi komunikasi telah berkembang pesat. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) muncul sebagai suatu kondisi psikologis di mana seseorang merasa khawatir bahwa orang lain mungkin mengalami pengalaman yang menyenangkan atau bermanfaat sementara dirinya tertinggal7. PenelitianAapenelitian terkini menunjukkan bahwa FOMO berhubungan dengan aspekaspek kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, stres, dan penurunan kesejahteraan psikologis2. Mahasiswa sebagai kelompok yang berada dalam fase transisi menuju dewasa muda cenderung sangat aktif menggunakan media sosial dan rentan terhadap pengaruh digital. Pengalaman FOMO dapat memicu gangguan kesehatan mental melalui berbagai mekanisme, misalnya perbandingan sosial, isolasi digital, dan penggunaan media sosial yang Selain itu, literasi digital khususnya literasi terkait fenomena FOMO menjadi hal yang penting untuk Literasi FOMO dalam konteks ini dapat diartikan sebagai kemampuan mahasiswa untuk mengenali, memahami, mengelola, dan memoderasi pengalaman FOMO serta penggunaan media sosial secara sehat. Namira et al . menjelaskan literasi mencakup kesadaran diri, kemampuan berpikir kritis terhadap informasi digital, serta pengelolaan emosi terhadap tekanan sosial daring 5. Penelitian tentang hubungan literasi FOMO dengan kesehatan mental mahasiswa di Indonesia sangat terbatas, khususnya di lingkungan lokal seperti Kota Pekalongan. Jawa Tengah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi gap tersebut. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel sebanyak 100 mahasiswa aktif dari beberapa perguruan tinggi di Kota Pekalongan dipilih menggunakan teknik purposive Instrumen penelitian meliputi kuesioner literasi FOMO dan kuesioner kesehatan mental GHQ-12. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Page 2 Of 6 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Lokasi dan Populasi Penelitian dilakukan di beberapa perguruan tinggi di Kota Pekalongan. Jawa Tengah. Indonesia. Populasi adalah mahasiswa aktif dari perguruan tinggi tersebut. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Jumlah sampel adalah 100 mahasiswa (N = . , diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: . mahasiswa aktif, . bersedia mengisi kuesioner, . pengguna aktif media sosial minimal 1 tahun. Instrumen Kuesioner Literasi FOMO . iadaptasi dari Przybylski et al. , 2021. = 0. General Health Questionnaire (GHQ-. untuk mengukur kesehatan mental ( = Prosedur Pengumpulan Data Pengisian kuesioner dilakukan secara luring selama periode penelitian . ulan Juli Ae Nopember 2. Informed consent diperoleh dari seluruh partisipan dan jaminan kerahasiaan data dijamin. Analisis Data Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Tabel 1. Distribusi Literasi FOMO dan Kesehatan Mental Mahasiswa . = . Variabel Literasi FOMO Literasi FOMO Kategori Frekuensi . Persentase (%) Baik Rendah Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . Kesehatan Mental (GHQ-. Kesehatan Mental (GHQ-. Baik Gangguan ringanAe kesadaran mahasiswa terhadap pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental. Implikasi Praktis Tabel 2. Hubungan Literasi FOMO dengan Kesehatan Mental (Uji Spearman Ran. Variabel Keterangan Literasi FOMO Ii Kesehatan Mental Signifikan Hasil ini mengindikasikan perlunya pengembangan program literasi digital yang khusus membahas FOMO dalam konteks mahasiswa, serta integrasi promosi kesehatan mental di kampus. Institusi Kota Pekalongan mempertimbangkan workshop, modul edukasi, atau kampanye penggunaan media sosial yang sehat dan literasi digital kritis. Keterbatasan Penelitian A Desain cross-sectional memungkinkan penarikan kesimpulan A Sampel yang relatif kecil . = . dan teknis purposive sampling mungkin membatasi generalisasi hasil ke seluruh mahasiswa di Kota Pekalongan atau wilayah lain. Instrumen literasi FOMO dikembangkan peneliti . ika demikia. dan validasi psikometrik perlu diperkuat untuk penelitian lanjutan. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara literasi FOMO dan kesehatan mental mahasiswa . = 0. Mahasiswa dengan literasi FOMO rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan psikologis. Hal ini sejalan dengan penelitian Elhai et al. yang menyatakan bahwa rendahnya kemampuan dalam memahami dan mengelola FOMO berhubungan dengan peningkatan stres, insomnia, dan depresi. Servindo . melaporkan individu dengan tingkat FoMO yang tinggi cenderung mengalami stres dan kecemasan yang lebih besar. Selain itu, remaja dengan FoMO yang tinggi melaporkan ketidakpuasan hidup yang lebih besar, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan mental yang lebih serius seperti depresi (Buglass SL et al. Literasi FOMO mencakup kemampuan untuk mengenali dampak emosional dari media sosial dan mengatur waktu penggunaannya secara sehat. Mahasiswa dengan literasi yang baik mampu memilah informasi dan menjaga keseimbangan antara kehidupan nyata dan digital (Beyens et al. Fenomena FOMO sering diperkuat oleh algoritma media sosial yang mendorong keterlibatan terusmenerus. Menurut Lim et al. , individu dengan keterpaparan tinggi terhadap media sosial lebih rentan mengalami kecemasan sosial dan ketidakpuasan diri. Dalam konteks keperawatan, hasil ini penting karena menunjukkan perlunya intervensi promotif dalam bentuk edukasi literasi digital dan pelatihan self-regulation. Perawat komunitas dan dosen keperawatan dapat berperan dalam meningkatkan Simpulan Terdapat hubungan signifikan antara literasi FOMO Meningkatkan literasi digital dan pengelolaan penggunaan media sosial yang sehat sangat penting Saran Penelitian Selanjutnya Penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji arah kausal antara literasi FOMO dan kesehatan mental. Juga, penelitian kualitatif mendalam dapat mengeksplorasi bagaimana mahasiswa merasakan FOMO, literasi digital, dan coping-nya dalam konteks Indonesia. Evaluasi intervensi literasi digital juga dapat menjadi langkah berikutnya. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Semarang dan seluruh mahasiswa Prodi Keperawatan Pekalongan yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . Referensi