Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 25 June 2021 ::Published: 30 June 2021 PENGARUH TERAPI MADU TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI BUANG AIR BESAR PADA ANAK USIA 0-2 TAHUN YANG MENGALAMI DIARE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DELI SERDANG LUBUK PAKAM TAHUN 2020 Juni Mariati Simarmata1*. Pitriani1. Dwi Astuti1. Syatriawati Suhaimi1. Beti Susanti Tarigan1. Samuel Ginting1. Rosita Ginting1. Wilda Wahyuni Siregar2 Program Studi Keperawatan. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Program Studi Sarjana Kebidanan. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jln. Sudirman No. 38 Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara Ae Indonesia *email korespondensi author:: juni_mariati31@yahoo. DOI 10. 35451/jpk. Abstrak Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya BAB yang lebih dari biasanya, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat disertai muntah atau tinja yang berdarah. Penyakit diare masih merupakan masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di negara berkembang dan sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Dari studi laboratorium dan uji klinis, madu murni memiliki aktivitas bakterisidal yang dapat melawan beberapa organisme entropathogenic, termasuk diantaranya spesies dari Salmonella. Shigella, dan E. Coli. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi madu terhadap penurunan BAB pada anak usia 0-2 tahun yang mengalami diare. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian experiment semu melalui rancangan time series design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik purvosive sampling dengan jumlah 10 orang sebagai responden data yang diperoleh menggunakan lembar observasi dan diuji dengan uji t . aired sample t-tes. dan bantuan komputer. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 10 orang responden didapat hasil p < . ,005<0,. yang menjelaskan ada pengaruh terapi madu terhadap penurunan BAB pada anak usia 0-2 tahun yang mengalami diare di RSUD Lubuk Pakam. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: Madu. Diare. Balita dan Anak Abstract Diarrhea is a disease characterized by changes in the shape and consistency of stools were soft until melted and increased frequency of bowel movements than usual, which is 3 times or more a day which may be accompanied by vomiting or bloody stools. Diarrheal disease is still a global problem with the degree of morbidity and mortality Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 25 June 2021 ::Published: 30 June 2021 are high in many countries, especially in developing countries and as one of the major causes of morbidity and mortality of children in the world. From laboratory studies and clinical trials, pure honey has bactericidal activity against several organisms that can entropathogenic, including species of Salmonella. Shigella, and E. The goal of this research was to determine the effect of honey therapy to decrease the frequency of bowel movements in children aged 0-2 years who had diarrhea in district general hospitals deli serdang Lubuk pakam 2020. This research was conducted by quasi experimental research design through the design time series design . The sample in this study using the technique of sampling purvosive the number of 10 people as respondent data obtained using observation sheets and tested by t-test . aired sample t-tes. and computer assistance. From the results of research conducted on 10 respondents obtained results p < . 005 <0. , which describes the influence of honey therapy to decrease the frequency of bowel movements in children aged 0-2 years who had diarrhea in hospital. Thus Ho is rejected and Ha accepted. Keywords: Honey. Diarrhea, toddler and child. Pendahuluan Defekasi adalah luaran dari tubuh manusia yang bisa mengalami proses infeksi daalam pelepasan kotoran, peningkatan proses defekasi lebih dari yang diharapkan, yaitu setidaknya 3 kali sehari yang mungkin disertai tanda dan gejala lain yang dapat dinyatakan (Simatupang. Diare masih menjadi masalah global dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi yang tinggi di berbagai negara, terutama di negara berkembang dan sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian Umumnya. Diperkirakan lebih dari 10 juta anak berusia kurang dari 5 tahun meninggal setiap tahun Setiap tahun, sekitar 20% Meskipun kematian akibat diare dapat rehidrasi/terapi cairan tetapi tingkat nyeri masih tinggi. Saat ini jumlah korban tewas adalah disebabkan oleh diare adalah 3,8 per 1000 per tahun, rata-rata kejadian keseluruhan pada anak di bawah 5 tahun adalah 3,2 episode anak per tahun (Soegianto. Besarnya masalah tersebut dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 4 miliar kasus terjadi di dunia dan 2,2 juta di antaranya meninggal, dan beberapa di antaranya adalah anak-anak di bawah Meskipun membunuh sekitar 4 juta orang/tahun di negara berkembang, ternyata Diare masih menjadi masalah utama di negara maju. Di Amerika, setiap anak mengalami 7-15 episode diare dengan usia rata-rata 5 tahun. Di negara berkembang, rata-rata setiap anak di bawah usia 5 tahun mengalami episode diare 3 sampai 4 (WHO, Berdasarkan profil data kesehatan Indonesia pada tahun 2019, setiap tahunnya diperkirakan 2,5 miliar kasus diare pada anak balita, dan hampir tidak ada yang berubah dalam dua dekade Diare pada balita lebih dari setengahnya terjadi di Afrika dan Asia Selatan, dapat mengakibatkan kematian atau keadaan serius lainnya. Insiden Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 25 June 2021 ::Published: 30 June 2021 diare bervariasi menurut musim dan Anak-anak adalah kelompok usia rentan terhadap diare, kejadian diare tertinggi pada kelompok anak di bawah usia dua tahun tahun, dan menurun dengan bertambahnya usia. Menurut data Riset Kesehatan Berdasarkan Survei Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2014, penyakit diare menempati posisi teratas . omor sat. kematian bayi . hari-11 bula. dan balita . sia 12-59 bula. Sementara itu, sebagai penyebab kematian paling umum kedua dalam kelompok bayi dan balita adalah pneumonia (Rikerdas. Berdasarkan studi pendahuluan, yang dilakukan peneliti dirumah sakit RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam. Peneliti menemukan peningkatan pada pasien yang mengalami kematian pada Dimana pada januari sampai desember 2020 tercatat sekitar 96 pasien yang mengalami diare, dan yang meninggal dunia sebanyak 38 orang, pada bulan januari sampai maret 2020 jumlah kematian juga meningkat pada pasien yang mengalami diare dimana tercatat 110 orang. Dengan jumlah kematian sebanyak 53 orang, dan pada januari sampai maret 2020 jumlah akibat diare semangkin meningkat dengan jumlah pasien sebanyak 120 orang, dan yang meninggal sebanyak 67 orang (RSUD Deli Serdan. Sejak waktu yang sangat lama madu sudah terkenal ampuh. Madu itu digunakan dalam pengawetan mayat di di papirus sekitar tahun 19000-1250 Orang-orang berbagai belahan dunia sudah mengakui madu sebagai jenis konsumsi bernilai Pengetahuan tentang mikroflora berdampak pada upaya pengembangan dari strategi pemberian diet yang mikrobiologi normal dalam saluran cerna maupun pemberian diet yang memilikin aktivitas bacterial. Dari studi pengujian melalui uji (Cholid, 2. Uji klinis dari pengobatan dengan madu pada anak-anak yang menderita standart seperti yang direkomendasikan WHO/UNICEF, menjadi larutan yang komposisi 48 mmol/l ion sodium, 28 mmol/l ion potassium, 76 mmol/l ion chloride ditambah madu 50 ml/l, ratarata waktu pemulihan pada manusia . sia 8 hari-11 tahu. berkembang secara signifikan. Tingginya kandungan fruktosa dan glukosa dari madu diperkirakan dapat berguna untuk membantu penyerapan sodium dan air di dalam usus. Bahan-bahan presentase 18,0%. Meskipun jumlah presentasenya kecil, namun ia memiliki peran penting. Karena madu bisa menghancurkan asam. Hal ini juga menyerang organ pencernaan yang Kandungan madu merupakan bahan pemanis buatan yang paling baik buat anak-anak. Karena disamping rasa manis yang dimilikinya, madu juga mengandung sejumlah kecil protein, mensterilkan dan melembutkan usus Metode Desain penelitian quasi experiment . xperiment sem. dengan model rancangan time series design. Yaitu sebelum dilaksanakannya perlakuan Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 25 June 2021 ::Published: 30 June 2021 maka dilakukan observasi pada sampel (Notoadmodjo, 2. Pemilihan penderita diare yang menjadi sampel penelitian. Selanjutnya, dilakukan pengukuran frekuensi BAB . bservasi pre-tes. Setelah diberikan tindakan terapi madu yang . Populasi adalah adalah area Objek/mata pelajaran yang memiliki hal dalam menarik kesimpulan penelitian (Notoadmodjo, 2. Pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang mengalami diare di Rumah Sakit Umum Deli Serdang Lubuk Pakam periode pada bulan Januari- Maret 2020 pasien diare usia balita sebanyak 120 Yang diteliti atau bagian dari penduduk dijadikan sebagai sampel. Sampel dalam penelitian adalah pasien diare di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam yaitu sebanyak 10 orang. Pada penelitian ini tehnik sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan purposive sampling Tehnik untuk membatasi karakteristik dari 9 - 16 3 >= 17 Jumlah 10 Dari bahwa usia responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 7 orang . ,0%) perempuan sebanyak 3 orang . ,0%). Responden yang berusia <=8 bulan yaitu sebanyak 2 orang . ,0%), 9-16 bulan sebanyak 5 orang . ,0%), >=17 bulan sebanyak 3 orang . ,0%). Penurunan BAB pada anak sebelum dilakukankan terapi madu Dari tabel dibawah dapat dilihat bahwa dengan menggunakan lembar observasi sebelum dilakukan terapi madu, terdapat mayoritas 5 responden . %) dengan BAB 6 x/hari, 1 responden . %) dengan BAB 3 x/hari, 3 responden . %) dengan BAB 5 x/hari, dan 1 responden . %) dengan BAB7 x/hari. Penurunan BAB pada anak sebelum dilakukankan terapi madu mempunyai pengaruh ketika sesudah peberian madu pada usia anak tersebut. Tabel 2. Distribusi Frekuensi penurunan BAB pada anak sebelum dilakukankan terapi mad Hasil Dan Pembahasan Karakteristik Responden Meliputi Jenis Kelamin dan Usia Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Meliputi Jenis Kelamin dan Usia N Karakteristi (N) % Responden 1 Jenis Laki-laki 7 Kelamin Peremp 3 Jumlah 10 100 2 Usia . /h Cumulative Fre % Valid Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 17 June 2021 :: Accepted: 25 June 2021 ::Published: 30 June 2021 dengan BAB 3 x/hari, 3 responden . %) dengan BAB 4 x/hari, 1 responden . %) dengan BAB 1 x/hari, 2 responden . %) dengan BAB 4x/hari, dan 1 responden . %) dengan BAB 5 x/hari. Ada pengaruh terapi madu terhadap BAB Berdasarkan hasil uji statistik. p O dari 0,05 yaitu p= 0,001. penurunan frekuensi BAB sesudah dilakukan terapi madu Tabel 3. Distribusi Frekuensi penurunan pada anak sesudah dilakukankan terapi Cumula Frek . /har. (%) Valid tive . Jumlah Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden mengalami penurunan BAB sebanyak 3 responden . %) dengan BAB 3 x/hari, 3 responden . %) dengan BAB 4 x/hari, 1 responden . %) dengan BAB 1 x/hari, 2 responden . %) dengan BAB 4x/hari, dan 1 responden . %) dengan BAB 5 x/hari. Ucapan Terima Kasih Kepada Direktur RSUD Deli Serdang Terimakasih karena atas izin beliau pengmas ini dapat berjalan dengan Kepada pimpinan Inkes Medistra Pakam Terimakasih proses pengabdian masyarakat. Daftar Pustaka