Jurnal Keislaman p-ISSN : 2089-7413 and e-ISSN : 2722-7804 Published by Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya Jl. Kalirungkut Mejoyo I No. Kec. Rungkut. Kota Surabaya. Jawa Timur 60293 Email: jurnalkeislaman@staitaruna. Makna Simbolik Empat Anggota Wudhu Berdasarkan Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce Terhadap Tafsir Al-Misbah Dalam Surah Al-Maidah . : 6 M Nurul Abidin1 STAI Syubbanul Wathon Magelang. Indonesia1 ahfizd123@gmail. Zainal Abidin2 STAI Syubbanul Wathon Magelang. Indonesia2 maulaaydeed@gmail. Titis Rosowulan3 STAI Syubbanul Wathon Magelang. Indonesia3 titisrosowulan@staia-sw. https://doi. org/10. 54298/jk. Abstract This study explores the symbolic meaning of the four parts of wudu . as presented in Tafsir Al-Mishbah on Surah Al-Maidah verse 6. It applies a descriptiveAeanalytical approach within the semiotic framework of Charles Sanders Peirce. This library research employs the mawsAo . method, interpreting the verse by referring to Tafsir al- Mishbah. PeirceAos theory of semiotics, which highlights the triadic relation of sign, object, and interpretant, serves as the main analytical tool. The study finds that al-wujh . lural of AufaceA. spans from the top of the forehead to the chin and from the left ear to the right. The term wa-aydyakum symbolizes the command to wash the hands, with its interpretant indicated by the phrase fa-ghsil. Likewise, the command to wipe the head . r-raAo. implies wiping the hair. These symbols show that wudu signifies more than physical cleansing: it embodies awareness of worship to Allah. Prayer, the most noble act of worship after faith, demands purity, and wudu stands as both the sign and the means of attaining it. Keywords: Semiotics. Wudhu. Al-Misbah. Al-Maidah . : 6. Abstrak Penelitian ini mengkaji makna simbolik empat anggota wudhu dalam Tafsir Al-Mishbah pada Surah AlMaidah ayat 6 dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian kepustakaan . ibrary researc. ini menggunakan metode mawsAo, yakni menafsirkan ayat secara tematik dengan merujuk pada Tafsir Al-Mishbah. Teori semiotika Peirce, yang menekankan trikotomi sign, object, dan interpretant, menjadi kerangka analisis utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-wujh jamak dari . mencakup area dari puncak kening hingga dagu serta melebar dari telinga kiri ke kanan. Kata waaydyakum melambangkan perintah untuk membasuh tangan, dengan interpretant yang ditunjukkan melalui kalimat fa-ghsil. Sementara itu, perintah mengusap kepala . r- raAo. mengandung makna mengusap rambut. Keseluruhan simbol ini menegaskan bahwa wudhu tidak hanya dimaksudkan sebagai pembersihan fisik, tetapi juga sebagai proses kesadaran ibadah kepada Allah Swt. Shalat, sebagai ibadah paling mulia setelah iman, mensyaratkan kesucian, dan wudhu menjadi tanda sekaligus sarana untuk mewujudkan kesucian tersebut. Keywords: Kata Kunci. Semiotik. Wudhu. Al-Misbah. Al-Maidah . : 6. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Pendahuluan Kata wudhu dalam bahasa Indonesia berasal dari kata wusAo dalam bahasa Arab. Secara etimologis, wusAo berasal dari kata wusAAoah yang berarti an-naeAfah . dan kecerahan,2 Sedangka dalam fikih, wudhu adalah aktivitas khusus yang diawali dengan 3 Wudhu mencakup dua dimensi kebersihan, yakni kebersihan jasmani melalui pembasuhan anggota tubuh tertentu, serta kebersihan rohani yang muncul dari pengaruh wudhu dalam membersihkan manusia dari kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berwudhu sesuai ajaran Rasulullah berdampak positif bagi kesehatan fisik dan psikis. 4 Wahbah az-Zuuail menegaskan bahwa wudhu adalah penggunaan air pada bagian tubuh tertentu untuk menyucikan diri. 5 Pelaksanaannya meliputi pembasuhan wajah, tangan, kepala, dan kaki dengan air yang mengalir. 6 Ketentuan ini ditegaskan secara jelas pada Surah Al-Maidah . AOON EOI IIO u CII uEO EAE AEO OONEI oEI uEO EIAC OIO EI OEEI uEO EEOI OuI EII I ANO OuI EIIA AIO OEO A O IIEI II E O EII EI AEI O I AOIIO AO O AO OONEI oEI IIN I OO NEE EOEA AEOEI II OEEI OO EONEI OEOI IIN EOEI eI EOIA Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan . kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit,. dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air . , atau menyentuh. perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik . usaplah wajahmu dan tanganmu dengan . Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur. Maksudnya, sakit yang membuatnya tidak boleh terkena air. Ayat ini menegaskan bahwa sholat memerlukan tahapan penyucian diri . hAra. Ketetapan Allah tentang wudhu dimaksudkan agar kaum muslimin dapat melaksanakan shalat dengan hati yang suci dan tubuh yang bersih. Wudhu tidak hanya berfungsi menghilangkan hadas kecil, tetapi juga menyiapkan hati agar ibadah diterima dengan 8 Dari perspektif spiritual, wudhu dipandang sebagai upaya penyucian diri, baik secara lahir maupun batin, yang mampu menumbuhkan rasa tenang, nyaman, serta Jamal KhairunnisaAo and Dalimunthe Bulan Derhana. AuIMPLEMENTASI WUDUAo SEBAGAI SOLUSI WABAH PERSPEKTIF TAFSIR,Ay Jurnal An -Nur 10 . : 63. Muhsin Mahfudz Saleh Mursyid Djuddah. Achmad Abubakar. AuWudhu Dalam Tinjauan Islam. Kesehatan Jasmani Dan Psikis,Ay Jurnal Ushuluddin 26, no. : 134. Muhammad Ajib. Fiqih Wudhu Mahzhab SyafiAoiiy, ed. Aufa Adnan Asy-SyaafiAoiy. Cetakan Pe (Jakarta Selatan: Rumah Fiqih Publishing, 2. Kusumawardani Diah. AuMakna Wudhu Dalam Kehidupan Menurut Al-QurAoan Dan Hadis,Ay Jurnal Riset Agama 1. April . : 109. Heru Syahputra. AuRitual Wudhu : Upaya Menjaga Kesehatan Tubuh Dengan Perawatan Spiritual,AyJurnal Al Hikmah 2, no. : 178 Wismanto Alhamida. Dinda Putri Hasanah. Royhana Safitri. Srimei Ulfani. AuNilai -Nilai Pendidikan Wudhu Dalam Kehidupan Sehari-Hari Berbasis Al- Qur Ao An,Ay Jurnal Mumtaz 04, no. : 42. Naila Khairani Syarifah and Novanda Sabina Feby. AuThoharoh Dalam Al- Qur Ao an ( Kajian Tafsir Tahlili Surat AlMaidah Ayat 6 Tafsir Al-Azhar ),Ay TaAowiluna: Jurnal Ilmu Al-QurAoan. Tafsir Dan Pemikiran Islam 5, no. M Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah Jilid 3 (Tangerang: Lentera Hati,2. , 33-40. Makna Simbolik Empat Anggota Wudhu Berdasarkan Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce Terhadap Tafsir Al-Misbah Dalam Surah Al-Maidah . : 6 - M Nurul Abidin. Zainal Abidin. Titis Rosowulan mempererat hubungan dengan Tuhan. Pemahaman ayat tersebut melahirkan perbedaan pendekatan tafsir. Dalam perspektif Tafsir Al-Ahkam, pemahaman wudhu lebih difokuskan pada hukum dan fikih, khasanah tafsir ini memperkaya pemahaman kognitif, afektif, dan psikomotorik. 10 Berbeda dengan Tafsir Al-Ahkam. Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab hadir dengan pendekatan yang lebih kontekstual, komunikatif, dan bercorak adab ijtimAAo . osial-kemanusiaa. Penafsirannya tidak hanya menjelaskan ketentuan formal syariat, tetapi juga menggali pesan moral, nilai spiritual, dan relevansi ajaran Al-QurAoan dalam kehidupan modern. Dengan gaya bahasa yang lugas dan sistematis. Al-Misbah mengajak pembaca merasakan kehadiran Al-QurAoan sebagai Aucahaya penerangAy (Al- Misba. dalam setiap aspek 12 Karena itulah, wudhu dalam perspektif Quraish Shihab tidak hanya kewajiban Berbagai penelitian telah mengkaji Surah Al-Maidah . : 6 dari beragam perspektif. Fauzi . menelaah wudhu melalui perspektif Tafsir Al-Ahkam dan menegaskan bahwa para mufasir cenderung menafsirkan ayat sesuai mazhab fikih masing-masing. Muhtadillah . menyoroti nilai-nilai spiritual dan kesehatan dalam praktik wudhu, namun belum mengkaji simbolisme anggota wudhu secara spesifik. Syarifah dan Feby . melalui Tafsir Al-Azhar menekankan pentingnya wudhu dan mandi wajib sebagai pembersihan diri sebelum shalat. Zaini dan Wahid . menganalisis perbedaan pandangan mazhab dalam memahami Surah Al-Maidah . : 6. Dari berbagai kajian tersebut terlihat jelas bahwa penelitian masih cenderung menekankan aspek fikih, kesehatan, dan hukum, sehingga celah penelitian masih terbuka untuk mengungkap makna simbolik empat anggota wudhu secara mendalam. Untuk mengisi kekosongan tersebut, penelitian ini megunakan pendekatan semiotik melalui tafsir Al-Misbah. Untuk menyingkap makna simbolik wudhu, diperlukan pendekatan ilmu tanda. Simbol merupakan sarana komunikasi nonverbal yang melibatkan tanda dengan makna Semiotika adalah disiplin ilmu yang menelaah tanda serta cara tanda membentuk makna dalam proses komunikasi. Secara etimologis, istilah AusemiotikaAy berasal dari bahasa Yunani semeion yang berarti AutandaAy. Kajian semiotika tidak hanya terbatas pada bahasa verbal, tetapi juga mencakup tanda nonverbal seperti gambar warna, gerakan, dan objek visual lainnya. 13 Tujuannya adalah memahami bagaimana tanda merepresentasikan objek Edi Yusrianto Siti Zaleha. Risnawati. AuAnalisis Pengaruh Wudhu Terhadap Relaksasi Dan Stres : Studi Integrasi Agama Dan Ilmu Psikologi,Ay Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah 10, no. : 75, https://doi. org/10. 25299/al-thariqah. Fauzi. AuElaborasi Wudhu Dalam Perspektif Lawn Tafsir Al-Ahkam: Kajian Pemahaman Terhadap QS. Al-Maidah . : 6,Ay TAFSE: Journal of QurAoanic Studies 6, no. : 255, https://doi. org/10. 22373/tafse. Yayat Suharyat and Siti Asiah. AuMetodologi Tafsir Al-Mishbah,Ay Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori. Penelitian. Dan Inovasi 2, no. : 308, https://doi. org/10. 59818/jpi. Ibid. Seren Dipity May Putri and Angga Kusuma Dawami. AuKajian Semiotika Charles Sanders Peirce Karya Lukis Silvie Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 serta bagaimana maknanya dipahami oleh individu maupun kelompok social. 14 Dengan demikian, semiotik dapat dijadikan lensa untuk melihat wudhu sebagai praktek simbolik Analisis semiotika modern banyak dipengaruhi oleh dua tokoh besar, yakni Ferdinand de Saussure . 7Ae1. , seorang linguis asal Swiss, serta Charles Sanders Peirce . 9Ae 1. , seorang filsuf dari Amerika. Meskipun keduanya memiliki perbedaan dalam sejumlah aspek, fokus utama mereka tetap tertuju pada kajian tentang tanda. Kendati kedua aliran semiologi tersebut memiliki perbedaan dalam beberapa aspek, keduanya sama-sama berorientasi pada kajian tanda. Charles Sanders Peirce membagi analisis semiotika ke dalam tiga elemen: representamen . , object, dan interpretant. 16 Tanda menurut Peirce berfungsi sebagai sarana analisis di mana makna muncul dari proses interpretasi. 17 Ketiga kategori ini membentuk relasi trikotomi yang dikenal sebagai semiosis, yakni proses pemaknaan yang berawal dari representamen, merujuk pada objek, dan menghasilkan interpretant. Berdasarkan objeknya. Peirce membagi tanda menjadi tiga jenis: ikon, indeks, dan Ikon adalah tanda yang memiliki hubungan kesamaan atau kemiripan alamiah dengan objek yang diwakilinya. Indeks merupakan tanda yang menunjukkan hubungan sebab-akibat atau keterkaitan langsung dengan realitas yang dirujuknya. Sedangkan simbol adalah tanda yang hubungannya dengan objek bersifat konvensional atau arbitrer, ditentukan melalui kesepakatan Bersama. 19 Dalam penelitian ini, kerangka semiotik Peirce dipilih karena lebih komprehensif dalam menjelaskan simbolisme religius. Atas dasar itu, penelitian ini bertujuan mengaitkan analisis semiotik Charles Sanders Peirce terhadap empat anggota wudhu dalam Surah Al-Maidah . : 6. Pendekatan mengungkap makna dankomunikatif dari praktik wudhu sekaligus menjelaskan fungsinya sebagaimana ditafsirkan dalam AlMisbah. Untuk itu. Kajian semiotik ini penting dikembangkan mengingat kebutuhan metodologi baru dalam studi keagamaan, khususnya kajian tafsir. Al-QurAoan dapat Mahdal AoTHE GARDEN OF SELF-LOVE,AoAy Arty: Jurnal Seni Rupa 13, no. : 10. Liana Hutapea et al. AuAnalisis Semiotika Logo UIN Sumatera Utara: Pendekatan Tanda Dan Makna Menurut Teori Charles Sanders Peirce,Ay Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi. Desain. Seni Budaya 2, no. : 63, https://doi. org/10. 62383/filosofi. Seren Dipity May Putri. AuKajian Semiotika Charles Sanders Peirce Karya Lukis Silvie Mahdal AoTHE GARDEN OF SELF-LOVE. AoAy Arty: Jurnal Seni Rupa 13, no. : 10 Sri Dewanti Rejeki. AuRepresentasi Kecantikan Perempuan Dalam Iklan Sampo Pantene: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce,Ay Jurnal Komunikasi. Masyarakat Dan Keamanan 5, no. : 19, https://doi. org/10. 31599/komaskam. Saleha. Mia Rahmawati Yuwita. AuAnalisis Semiotika Charles Sanders Peirce Pada Simbol Rambu Lalu Lintas Dead End,Ay: Mahadaya Jurnal Bahasa. Sastra. Dan Budaya 3, no. : 66, https://doi. org/10. 34010/mhd. Asriningsari Ambarini dan Nazla. Semiotik Teori Da Amplikasi Pada Karya Sastra (Semarang: IKIP PGRI Semarang Pres, 2. , 75. Rustman Saifulloh, asrullah. Andi Asrifah,Suardi Zain. Yusman. AuSuardi Zain. Yusmah. Rustam Efendy Rasyid Analisis Ikon Dan Indeks Dalam Semiotika Charles Sanders Pierce Pada Film Dokumenter "Kawali. Identitas Laki-Laki Bugis,Ay Diksa : jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 7, no. : 91. Makna Simbolik Empat Anggota Wudhu Berdasarkan Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce Terhadap Tafsir Al-Misbah Dalam Surah Al-Maidah . : 6 - M Nurul Abidin. Zainal Abidin. Titis Rosowulan dipandang sebagai himpunan tanda yang menunjukkan makna tertentu yang dapat digali melalui proses interpretasi. Analisis semiotik tidak hanya memperkaya makna ayat-ayat AlQurAoan, tetapi juga membuka ruang untuk pemahaman spiritual yang lebih mendalam. Model penafsiran dengan pendekatan semiotik diharapkan menjadi alternatif segar dalam kajian tafsir, khususnya terhadap karya tafsir Nusantara seperti Al-Misbah. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model semiotika Charles Sanders Peirce, analisis semiotika Peirce yang berbasis pada relasi triadik . epresentamen, objek, dan interpretan. Analisis semiotika Peirce dipilih untuk mengungkap makna simbolik dari tanda-tanda yang terkandung dalam praktik wudhu, khususnya empat anggota yang disebutkan dalam QS. Al-Maidah . : 6. Dengan demikian, penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif karena menghasilkan informasi yang berkaitan langsung dengan objek kajian. 21 Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam memahami penafsiran ulama tentang wudhu, tidak hanya dari sisi normatiffikih, tetapi juga dari sisi simbolik dan spiritual. Data penelitian terdiri atas dua jenis: Satu sumber primer berupa Al-Qur'an, khususnya QS. Al-Maidah . : 6, serta kitab Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Kedua sumber sekunder berupa literatur teori semiotika dan penelitian terdahulu yang Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka . ibrary researc. Penelitian kepustakaan merupakan jenis penelitian yang dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber pustaka, seperti buku, catatan, maupun laporan dari penelitian 22 Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menafsirkan representamen . dari empat anggota wudhu, menghubungkannya dengan objek . ealitas ibada. , dan menghasilkan interpretant . akna simboli. yang sesuai dengan kerangka semiotika Peirce. Hasil dan Pembahasan Charles Sanders Peirce adalah filsuf, logikawan, dan ilmuwan Amerika yang dikenal sebagai peletak dasar semiotika modern. Ia merupakan anak kedua dari Benjamin Peirce, profesor matematika dan astronomi di Universitas Harvard. 23 Peirce menempuh pendidikan di Harvard College . dan Lawrence Scientific School . dengan Tsuroyya Herwin Firmansyah. AuAnalisis Semiotika Charles Sanders Peirce Terhadap Pertengkaran Rumah Tangga Dalam Film AoPerfect Strangers,AoAy The Commercium 8, no. : 155, https://doi. org/10. 26740/tc. Ahmad Saifudin. AuSejarah Pencetakan Al-QurAoan Di Jawa Tengah,Ay Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman 7, 2 . : 308. Annisa Paramaswary Aslam. Metodologi Penelitian. Pertama (TAHTA MEDIA GROUP, 2. Pratama Gama and Sholihan. AuPemikiran Charles Sander Pierce Tentang Pragmatisme,Ay Change Think Journal 2 . : 95. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 predikat summa cum laude di bidang kimia. 24 Peirce memulai karir di U. Coast and Geodetic Survey hingga 1891 dengan fokus pada geodesi, astronomi, dan gravitasi. Pada priode tersebut, ia juga sempat mengajar logika di Johns Hopkins University. Menurut Peirce, semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda serta segala hal yang berkaitan dengan proses pertandaan. 26 Tanda berfungsi sebagai representasi manusia dalam memahami dan menafsirkan realitas kehidupan. Dalam hal ini, tanda memiliki sifat representatif karena berperan sebagai sesuatu yang mewakili hal lain, sementara sifat interpretatifnya membuka ruang bagi munculnya berbagai makna yang bergantung pada pengguna dan penerimanya. 27 Semiotika Peirce dikenal dengan konsep AutrikotomiAy atau model triadik, yang membagi tanda menjadi tiga unsur utama, yaitu: . Ground atau Representamen adalah bentuk yang berperan sebagai penanda . Objek adalah sesuatu yang rujuk oleh tanda dan . Interpretant merupakan makna yang muncul dalam pikiran seseorang terhadap tanda dan objeknya. Peirce mengelompokkan tanda ke dalam tiga katagori, didasarkan pada hubungan antara tanda . dengan objek yang diacu: Ikon merupakan tanda yang memiliki kemiripan dengan objek yang diwakilinya, karena bentuknya menyerupai atau meniru objek tersebut. Misalnya, foto seseorang yang menggambarkan wujud orang itu, atau peta yang mencerminkan bentuk wilayah sebenarnya. Indeks adalah tanda yang terhubung dengan objek melalui hubungan sebab-akibat atau kedekatan nyata. Sedangkan simbol adalah tanda yang maknanya lahir dari kesepakatan masyarakat atau konvensi budaya. Tidak ada hubungan alami antara simbol dan objek, dan maknanya harus dipelajari. Contohnya adalah warna merah sebagai tanda bahaya atau dilarang. Penafsiran Tafsir Al-Misbah Dalam Surah Al Maidah . : 6 Quraish Shihab menjelaskan bahwa Imam Muawall ash-SharAw memberikan penafsiran yang berbeda. Ia menjelaskan bahwa setelah Allah Swt. menerangkan berbagai faktor yang menunjang kelangsungan hidup individu, seperti makanan, serta penunjang kelangsungan keturunan, yakni pernikahan. Allah kemudian menegaskan bahwa semua Siddik Firmansyah. AuPemikiran Filsafat Semiotika Dalam Pemahaman Charles Sanders Peirce Dan Contohnya,Ay Al-Kauniyah 3, no. : 84, https://doi. org/10. 56874/alkauniyah. Firdaus Azwar Ersyad. SEMIOTIKA KOMUNIKASI Dalam Perspektif Charles Sanders Pierce. Pertama, vol. (Sumatra Barat: MITRA CENDEKIA MEDIA, 2. , 13. Saleha. Mia Rahmawati Yuwita. AuAnalisis Semiotika Charles Sanders Peirce Pada Simbol Rambu Lalu Lintas Dead End. Ay Mahadaya Jurnal Bahasa. Sastra. Dan Budaya 3, no. : 66, https://doi. org/10. 34010/mhd. Siddik Firmansyah. AuPemikiran Filsafat Semiotika Dalam Pemahaman Charles Sanders Peirce Dan Contohnya. AyAl-Kauniyah Jurnal Bahasa. Sastra. Dan Budaya 3, no. : 84, https://doi. org/10. 56874/alkauniyah. Kiki Dian Islamiati. Imas Juidah, and Samsul Bahri. AuSemiotika Charles Sanders Pierce Dalam Novel Merpati Biru Karya Achmad Munif,Ay Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia 8, no. : 465Ae466, https://doi. org/10. 31943/bi. Saifulloh, asrullah. Andi Asrifah,Suardi Zain. Yusman. AuSuardi Zain. Yusmah. Rustam Efendy Rasyid Analisis Ikon Dan Indeks Dalam Semiotika Charles Sanders Pierce Pada Film Dokumenter "Kawali. Identitas Laki-Laki Bugis. Ay Diksa : jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 7, no. : 91. Makna Simbolik Empat Anggota Wudhu Berdasarkan Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce Terhadap Tafsir Al-Misbah Dalam Surah Al-Maidah . : 6 - M Nurul Abidin. Zainal Abidin. Titis Rosowulan itu merupakan karunia Ilahi yang bertujuan untuk menuntun manusia agar dapat mengenal dan mendekat kepada-Nya. Untuk mencapai perjumpaan dan pengenalan tersebut, manusia perlu melakukan berbagai persiapan yang mencakup aspek spiritual, jasmani, tempat, dan waktu. Persiapan jasmani dilakukan melalui penyucian diri, persiapan waktu melalui penetapan waktu-waktu shalat, dan persiapan tempat melalui pemilihan lokasi suci yang mengarah ke kiblat. Semua hal itu harus dipahami dengan jelas sebagai bagian dari proses pertemuan dengan Allah dan kesadaran atas nikmat-nikmat yang telah disebutkan dalam ayat sebelumnya. Ayat ini pun memberikan petunjuk tentang persiapan fisik tersebut dengan menjelaskan tata cara bersuci melalui wudhu dan tayamum. Qurash Shihab menerangkan bahwa ayat ini memulai penjelasan tentang thaharah dengan perintah wudhu sebagai syarat sah shalat. Ia menegaskan bahwa dalam firman Allah SWT yang berbunyi. AuHai orang-orang yang beriman, apabila kamu telah akan mengerjakan shalat, yakni telah berniat dan membulatkan hati untuk melaksanakan shalat sedang saat itu kamu dalam keadaan tidak suci/berhadas kecil, maka berwudhulah, yakni basuhlah muka kamu seluruhnya dan tangan kamu ke siku dan basuhlah atau sapulah kedua kaki-kaki kamu sampai dengan kedua mata kakiAy. 32 Dari redaksi ini terlihat bahwa Qurash Shihab menafsirkan wudhu sebagai penyucian lahiriah yang menyiapkan seorang hamba secara jasmani dan rohani untuk menghadap Allah dalam shalat. Ayat ini juga menyinggung kewajiban mandi bagi orang yang berhadas besar serta tayammum bagi mereka yang tidak bisa menggunakan air. Quraish Shihab menguraikan. Audan jika kamu junub maka mandilah, yakni basahilah seluruh bagian badanmu. Setelah menjelaskan cara bersuci dengan menggunakan air, lalu dijelaskan cara bersuci jika tidak mendapatkan air atau tidak dapat menggunakannyaAy. 33 Ia menambahkan bahwa kondisi sakit, perjalanan, atau ketiadaan air menjadi alasan syarAoi dibolehkannya tayammum. Hal ini menurut Quraish Shihab menegaskan prinsip fleksibilitas syariat Islam yang tidak pernah mempersulit umat, bahkan dalam hal-hal pokok seperti bersuci. Pada penutup ayat. Quraish Shihab menekankan bahwa tujuan bersuci bukanlah memberatkan, melainkan menyucikan lahir batin dan menyempurnakan nikmat Allah agar manusia bersyukur. Ia menafsirkan. AuAllah Yang Maha Kaya dan Kuasa itu tidak menghendaki untuk menjadikan atas kamu sedikit kesulitan. Dia (Allah SWT) hendak membersihkan kamu lahir dan batin memberi izin dan atau mengganti kewajiban dengan sesuatu yang lebih mudah supaya kamu bersyukurAy. 34 Dengan demikian, praktik wudhu, mandi, maupun tayammum dipandang tidak hanya sebagai syarat ritual, melainkan juga sarana pendidikan spiritual, kesehatan, dan moral. Tafsir ini sekaligus menunjukkan wajah Islam yang penuh rahmat M Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah Jilid (Tangerang: Lentera Hati,2. , 33-40 . Ibid Ibid Ibid Ibid Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 dan relevan lintas zaman. Surat Al-Maidah . : 6 AOON EOI IIO u CII uEO EAE AEO OONEI oEI uEO EIAC OIO EI OEEI uEO EEOI OuI EII I ANO OuI EIIA AIO OEO A O IIEI II E O EII EI AEI O I AOIIO AO O AO OONEI oEI IIN I OO NEEA AEOE EOEI II OEEI OO EONEI OEOI IIN EOEI eI EOIA Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan . kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air . , atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik . usaplah wajahmu dan tanganmu dengan . Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur. (QS Al Maidah . : 6 Asbanun Nuzul ayat Ilmu AsbAb al-Nuzl merupakan cabang ilmu Al-QurAoan yang membahas latar belakang atau alasan turunnya satu atau beberapa ayat Al-QurAoan. Meskipun terdapat variasi redaksional dalam pengertiannya di kalangan para ulama, secara umum dapat disimpulkan bahwa AsbAb al-Nuzl adalah peristiwa atau kejadian yang menjadi dasar turunnya ayat-ayat Al-QurAoan, yang bertujuan untuk memberikan jawaban, penjelasan, dan solusi terhadap masalah-masalah yang muncul dari peristiwa tersebut35 Al-Bukhari meriwayatkan dari jalur Amru bin Al-Harits. Dalam perjalanan menuju Madinah. Aisyah pernah kehilangan kalungnya di gurun. Rasulullah menghentikan untanya dan turun, kemudian beristirahat dengan meletakkan kepala di pangkuan Aisyah hingga tertidur. Saat itu. Abu Bakar menegur Aisyah karena akibat hilangnya kalung tersebut, perjalanan rombongan terhambat. Keesokan paginya, ketika Rasulullah hendak berwudhu, ternyata air tidak tersedia. Kejadian ini dikaitkan dengan turunnya ayat yang menekankan kewajiban wudhu bagi orang-orang beriman sebagai bentuk rasa syukur, dan Allah memberikan berkah kepada keluarga Abu Bakar. Ath-Thabari meriwatkan dari jalur Abbad binAbdullah bin Zubair. Peristiwa serupa terjadi kembali ketika Aisyah ikut dalam perjalanan lainnya. Kalungnya jatuh, sehingga rombongan kembali harus berhenti untuk mencarinya. Abu Bakar menegur Aisyah yang dianggap sering menjadi kesulitan bagi perjalanan, kemudian Allah menurunkan kemudahan berupa perintah tayamum. Abu Bakar menegaskan bahwa Aisyah merupakan anak yang memperoleh berkah dari Allah. Fikri Hardiyah Rahmadani and Khairul Fahmi. AuAsbabun Nuzul: Definisi. Jenisnya Dan Redaksi Serta Urgensinya,Ay IJOMSS: Indonesian Journal Of Multidisciplinary Scientific Studies 1, no. : 57Ae60. As-Suyuthi. Asbabun Nuzul Imam As-Suyuthi. , ed. Abah Fira (Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar, 2. ,192194. Ibid Makna Simbolik Empat Anggota Wudhu Berdasarkan Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce Terhadap Tafsir Al-Misbah Dalam Surah Al-Maidah . : 6 - M Nurul Abidin. Zainal Abidin. Titis Rosowulan Munasabah Ayat Hubungan antara Surah Al-Maidah ayat 6 dan ayat 5 terletak pada dua bentuk perjanjian antara hamba dan Allah SWT. Muawall ash-SharAw menjelaskan bahwa setelah Allah SWT menerangkan kebutuhan dasar manusia untuk kelangsungan hidup pribadi, seperti makanan, dan kebutuhan untuk kelangsungan keturunan melalui pernikahan. Allah menegaskan bahwa semua itu merupakan karunia-Nya. Karunia ini dimaksudkan agar manusia dapat bertemu dan mengenal Allah SWT. Untuk mencapai pertemuan dan pengenalan tersebut, diperlukan berbagai persiapan yang mencakup jiwa, tubuh, tempat, dan waktu. Persiapan tubuh dilakukan melalui bersuci, persiapan waktu melalui penentuan waktu shalat, dan persiapan tempat melalui kesucian lokasi serta arah kiblat. Semua persiapan ini bertujuan untuk menyambut dan menghargai nikmat-nikmat Ilahi yang telah dijelaskan pada ayat- ayat sebelumnya. Ayat ini secara khusus menekankan persiapan jasmani, yaitu melalui tata cara mensucikan diri dengan wudhu dan tayamum. Penjelasan kata pada empat bagian anggota wudhu. Di bawah ini penjelaskan makna kalimat empat anggota wudhu dari ayat 6 surah Al-Maidah dengan diiAorabkan kalimat tersebut. 39 Seperti berikut ini: A( a e eC aIeIAQumtu. Mengerjakan. FiAoil mAs yang bertemu samr mutauarrik dalam posisi mauall rafaAo. A( EAEAA-alA. Shalat. Jar-majrr yang taAoalluq pada kalimat a CIIA. A( AEOAFaghhsi. Basuhlah. FiAoil amr mabn sammah karena bersambung dengan wAwu jamAAoah. A( OONEIAWujhaku. Wajah-wajah kalian. MafAol bih yang ber-iAorAb nab serta menjadi musAf kepada samr muttai a EIA. A( OOEIAAydyaku. Tangan-tangan kalian. Isim yang ber-iAorAb nab karena Aoaaf pada lafaz a aOONEaIA , serta menjadi musAf kepada samr muttail a EIA. A( EIACAAl-MarAfi. Siku-siku. Jar-majrr yang taAoalluq pada kalimatAEOoA a aeA. A( OIOAWamsa. Sapulah. FiAoil amr mabn sammah karena bersambung dengan wAwu jamAAoah, dan di-Aoaaf-kan pada AAEOA. A( OEIARuAosaku. Kepala-kepala kalian. Isim yang dibaca jar secara lafe namun nab secara mauall-nya, karena berfungsi sebagai mafAol bih dari AIOA. A( EEIAArjulaku. Kaki-kaki kalian. Isim yang dibaca nab, di-Aoaaf-kan kepada kalimat AOONEIA. A( EEOIAAl-KaAobayn. Kedua mata kaki. Tarkb jar-majrr, dengan majrr-nya ber-iAorAb jar menggunakan tanda yAAo karena merupakan isim tasniyah Teori Semiotika Charles Sanders Peirce Pada Surah Al-Maidah. : 6 Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tanda, baik yang muncul dalam kehidupan manusia maupun hewan, terikat pada bahasa tertentu ataupun tidak. Tanda M Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah Jilid 3 (Tangerang: Lentera Hati,2. , 33-40. Mukhamat Alfi Zaini. Ahmad Zarkasyi, and Noor Wahid. AuTafsir Tahlili : Analisis Surah Al-Maidah Ayat 6 Tafsir Tahlili : Analysis of Surah Al-Maidah Verse 6,Ay Dirasah 2, no. : 130Ae48. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 tersebut dapat memuat kebenaran maupun kesalahan, bersifat tepat atau keliru, alami ataupun hasil rekayasa. 40 Menurut pandangan Peirce, semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda serta segala hal yang berkaitan dengan proses pertama. 41 Teori semiotika Charles Sanders Pierce yang terdiri dari tiga elemen yakni tanda . , acuan tanda . , serta penggunaan tanda . atau disebut dengan model triadic. Dengan demikian sebuah tanda . memiliki relasi triadik langsung dengan interpretan dan objeknya, proses inilah yang dinamakan signifikasi. 43 Seperti yang telah disebutkan, huruf tidak memiliki arti langsung yang melekat pada tanda. Sebaliknya, makna disampaikan melalui interaksi antara sign, objek dan interpretant yang kemudian disebut Peirce sebagai proses semiosis. 44 Model ini digunakan peneliti untuk mengkaji simbolik yang ada pada empat bagian anggota tubuh dalam wudhu. Wajah Wajah menjadi representamen dari tindakan penyucian diri. Representamen di sini ialah gerakan membasuh wajah dengan air sebagaimana dijelaskan Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, bahwa perintah membasuh wajah bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan pertanda kesucian lahiriah dan kesiapan batin untuk menghadap Allah dalam Objek yang dituju dari tanda ini ialah makna spiritual di balik kebersihan wajah, yakni kesiapan diri memasuki komunikasi sakral dengan Tuhan. Adapun interpretant yang muncul ialah pemahaman kesadaran diri, bahwa setiap muslim harus menghadirkan wajah bersih sebagai refleksi kejernihan hati dan niat yang tulus. Dari klasifikasi tanda Peirce, gerakan menyentuh wajah dengan air merupakan ikon, sebab bentuknya meniru tindakan pembersihan yang konkret. Gerakan tersebut juga berfungsi sebagai indeks, karena secara langsung menunjukkan kondisi kesucian fisik seseorang sebelum beribadah. Lebih jauh lagi, membasuh wajah menjadi simbol dari identitas diri dan ketundukan total kepada Allah. tindakan sederhana itu menjadi lambang bahwa manusia menanggalkan kotoran duniawi sebelum berjumpa dengan Sang Pencipta. Tangan Menurut Quraish Shihab, perintah membasuh tangan hingga siku menggambarkan kesungguhan dan kesiapan untuk beramal. Dalam struktur triadik Peirce, representamennya ialah gerakan tangan membasuh diri sendiri, sementara objeknya adalah makna Jurgen Trabaut. Dasar-Dasar Semiotik (Jakarta, 1. Saleha. Mia Rahmawati Yuwita. AuAnalisis Semiotika Charles Sanders Peirce Pada Simbol Rambu Lalu Lintas Dead End. Ay Mahadaya Jurnal Bahasa. Sastra. Dan Budaya 3, no. : 66, https://doi. org/10. 34010/mhd. Kiki Dian Islamiati. Juidah, and Bahri. AuSemiotika Charles Sanders Pierce Dalam Novel Merpati Biru Karya Achmad Munif. Ay Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia 8, no. : 465Ae466, https://doi. org/10. 31943/bi. Ursula Dwi Oktaviani et al. AuAnalisis Makna Tanda Ikon. Indeks. Dan Simbol Semiotika Charles Sanders Peirce Pada Film 2014 Siapa Di Atas Presiden?,Ay Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra 15, no. : 293, https://doi. org/10. 30651/st. Saleha. Mia Rahmawati Yuwita. AuAnalisis Semiotika Charles Sanders Peirce Pada Simbol Rambu Lalu Lintas Dead End. Ay Mahadaya Jurnal Bahasa. Sastra. Dan Budaya 3, no. : 66, https://doi. org/10. 34010/mhd. Makna Simbolik Empat Anggota Wudhu Berdasarkan Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce Terhadap Tafsir Al-Misbah Dalam Surah Al-Maidah . : 6 - M Nurul Abidin. Zainal Abidin. Titis Rosowulan kebersihan, disiplin, dan kesiapan bertindak benar. Interpretant yang lahir dari relasi tanda ini ialah pemahaman bahwa tangan alat berbuat dan berinteraksi harus disucikan agar amal yang dilakukan selaras dengan nilai-nilai ilahi. Secara klasifikatif, gerakan tangan membasuh menjadi ikon, karena mencerminkan tindakan nyata membersihkan diri. Ia juga berfungsi sebagai indeks, yaitu tanda yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara kebersihan tangan dan kesiapan moral Sebagai simbol, tangan yang dibersihkan menjadi perlambang penyucian amal perbuatan dan bersungguh-sungguh dalam ibadah. Kepala Dalam penjelasan Tafsir Al-Misbah, mengusap kepala merupakan simbol kesadaran spiritual dan refleksi diri. Secara semiotik, representamen-nya ialah tindakan mengusap sebagian kepala dengan air, yang secara fisik tampak sederhana namun mengandung makna mendalam. Objeknya ialah kesadaran intelektual dan spiritual karena kepala merupakan pusat pikiran, niat, dan kesadaran. Interpretant yang muncul ialah pemahaman bahwa seseorang mesti menyucikan pikirannya dari kesombongan, keraguan, dan bisikan negatif agar akal tunduk pada petunjuk ilahi. Dari segi klasifikasi, usapan kepala menjadi ikon, karena tindakan ini merepresentasikan proses penyegaran dan penyucian pikiran. Ia sekaligus menjadi indeks, sebab menunjukkan hubungan langsung antara kebersihan fisik kepala dan kesiapan batin seseorang dalam beribadah. Sebagai simbol, mengusap kepala melambangkan penyatuan antara akal, pikiran, dan iman, sehingga seluruh kesadaran intelektual diarahkan untuk mencari ridha Allah. Kaki Quraish Shihab menafsirkan membasuh kaki hingga mata kaki sebagai penegasan kesucian yang menyeluruh. Dalam pandangan semiotik, representamen-nya ialah gerakan membasuh kaki dengan air, sedangkan objeknya adalah makna kebersihan total yang meliputi seluruh aktivitas manusia. Interpretant yang lahir ialah kesadaran bahwa perjalanan hidup dan langkah manusia harus dilandasi nilai spiritual, disiplin, dan kesucian Secara klasifikasi tanda, membasuh kaki merupakan ikon, karena meniru tindakan pembersihan secara konkret. Gerakan ini juga menjadi indeks, sebab menunjukkan kesiapan fisik untuk menapaki jalan ibadah. Sebagai simbol, kaki yang dibersihkan melambangkan landasan spiritualitas yang mengarahkan setiap langkah manusia menuju Tindakan ini menegaskan bahwa ibadah tidak berhenti pada kesucian tubuh, tetapi meluas pada perilaku, perjalanan hidup, dan tujuan moral seseorang. Kesimpulan Berlandaskan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa empat anggota wudhu memiliki makna simbolik yang mendalam dan menyentuh aspek spiritual serta moral dalam praktik ibadah. Membasuh wajah melambangkan penyucian identitas diri, tangan Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 hingga siku merepresentasikan penyucian amal perbuatan, mengusap kepala menandakan pengendalian akal dan kesadaran, sementara membasuh kaki menggambarkan penyucian langkah hidup agar tetap berada dalam jalan ketakwaan. Integrasi antara teori semiotika Charles Sanders Peirce dan penafsiran Tafsir Al-Misbah menunjukkan bahwa wudhu bukan sekadar syarat formal shalat, melainkan juga sarana pendidikan spiritual dan simbolik yang menyatukan dimensi normatif-fikih dengan batiniah. Secara akademik, pendekatan ini memperkaya metodologi tafsir dengan perspektif semiotik yang masih jarang digunakan dalam studi tafsir Nusantara. Secara praktis, pemahaman simbolik terhadap wudhu dapat meningkatkan kesadaran umat Islam bahwa wudhu bukan hanya rutinitas ritual, tetapi merupakan proses penyucian lahir dan batin yang mempersiapkan seorang hamba untuk beribadah dengan khusyuk. Dengan demikian, penelitian ini berhasil merealisasikan tujuan utama, yakni mengungkap makna simbolik empat anggota wudhu berdasarkan analisis semiotik Peirce terhadap Tafsir Al-Misbah dalam Surah Al-Maidah . : 6. Daftar Pustaka