Vol 2 No. 6 Desember 2025 P-ISSN : 3047-3845 E-ISSN : 3047-3225. Hal 21 Ae 28 JURNAL EKONOMI BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jeber Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/wave6349 PERAN MARKET DAY DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN PESERTA DIDIK Silvi Fitriyani a*. Khanah Nabilah b. Sania Nur Izzati c. Khusnul Khotimahd fitriyani@mhs. UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Jl. Pahlawan KM a FTIK / PGMI. 5 Kajen Kabupaten Pekalongan. Jawa Tengah b FTIK / PGMI. nabilah@mhs. UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Jl. Pahlawan KM 5 Kajen Kabupaten Pekalongan. Jawa Tengah c FTIK / PGMI. izzati@mhs. UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Jl. Pahlawan KM 5 Kajen Kabupaten Pekalongan. Jawa Tengah d FTIK / PGMI. khotimah23008@mhs. UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Jl. Pahlawan KM 5 Kajen Kabupaten Pekalongan. Jawa Tengah *Penulis Korespondensi: Silvi Fitriyani ABSTRACT Market Day is one of the experiential learning strategies designed to cultivate entrepreneurial values among students from an early age. This study aims to describe the role of Market Day activities in developing studentsAo entrepreneurial spirit and to explore the character values and skills that emerge through the implementation of these activities. The research employed a literature review method by analyzing various relevant scientific sources, including national and international journals discussing the application of Market Day in elementary and secondary schools. The findings show that Market Day plays a significant role in fostering studentsAo economic, social, and entrepreneurial skills. Through this activity, students learn to manage capital, set prices, market products, interact with customers, and take responsibility for their business outcomes. Furthermore, values such as creativity, honesty, discipline, self-confidence, and cooperation naturally develop throughout the process. Market Day also supports the implementation of the Pancasila Student Profile Reinforcement Project (P. by teaching independence, collaboration, and practical problem-solving. In conclusion. Market Day is not merely a simple economic activity at school but serves as an effective contextual learning medium to shape studentsAo character and entrepreneurial mindset. Therefore, it is recommended that Market Day be continuously developed and integrated into the school curriculum as a strategic effort to prepare creative, competitive, and entrepreneurial-minded young Keywords: Market Day. entrepreneurial spirit. experiential learning. character development. Abstrak Kegiatan Market Day adalah salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai kewirausahaan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan Market Day berperan dalam menanamkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan pada peserta didik, serta meninjau nilai-nilai karakter dan keterampilan yang berkembang melalui kegiatan Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk jurnal nasional dan internasional yang membahas implementasi Market Day di sekolah dasar dan menengah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Market Day berperan penting dalam mengembangkan keterampilan ekonomi, sosial, dan karakter wirausaha siswa. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar mengelola modal, menentukan harga, memasarkan produk, berinteraksi dengan pembeli, serta bertanggung jawab terhadap hasil penjualannya. Selain itu, nilai-nilai seperti kreatif, jujur, disiplin, percaya diri, dan kerja sama juga tumbuh secara alami selama proses kegiatan berlangsung. Kegiatan Market Day juga terbukti mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. karena mengajarkan siswa untuk mandiri, gotong royong, dan berorientasi pada tindakan nyata. Dengan demikian. Market Day Naskah Masuk 7 November 2025. Revisi 8 November 2025. Diterima 11 November 2025. Tersedia 13 November 2025 Silvi Fitriyani dkk / Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2 No. 21 Ae 28 tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi sederhana di sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran kontekstual yang efektif untuk membentuk karakter dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Disarankan agar kegiatan ini terus dikembangkan dan diintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran sebagai upaya menyiapkan generasi yang kreatif, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha sejak dini. Kata Kunci: Market Day. jiwa kewirausahaan. peserta didik. pembelajaran berbasis pengalaman. PENDAHULUAN Pendidikan dasar merupakan pondasi utama dalam pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), anak berada pada tahap perkembangan kognitif dan afektif yang penting sehingga setiap pengalaman belajar berpengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan pola pikir untuk masa depannya. Oleh karena itu, pendidikan dasar tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan nilai-nilai kemandirian, moral, kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang relevan dengan tuntutan abad ke-21. Salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini adalah semangat kewirausahaan. Kewirausahaan bukan sekedar aktivitas berdagang, melainkan proses pembentukan karakter seperti kerja sama, keberanian mengambil resiko dan inovasi. Pembentukan nilai-nilai tersebut membantu peserta didik menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan mampu menciptakan peluang di tengah perubahan sosial ekonomi yang sangat cepat. Dengan demikian, pendidikan kewirausahaan di sekolah dasar menjadi langkah yang tepat dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan dapat bersaing secara sehat. Salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di sekolah dasar adalah kegiatan Market Day. Program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman nyata mulai dari perencanaan, produksi, hingga pemasaran produk. Pendekatan learning by doing ini akan mengembangkan rasa percaya diri, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan berfikir kritis dan kreatif. Selain itu. Market Day selaras dengan prinsip project-based leaarning dan pembelajaran kontekstual yang menekankan keaktifan peserta didik serta mendukung penguatan profil pelajar pancasila seperti mandiri, bernalar kritis, kreatif, dan gotong royong. Namun, implementasi Market Day di sekolah dasar masih menghadapi beberapa kendala. Pada beberapa sekolah, kegiatan ini masih bersifat seremonial atau tahunan tanpa evaluasi yang terukur terhadap dampak Belum semua sekolah mengintegrasikannya secara sistematis dalam kurikulum atau memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. Selain keterbatasan sarana, minimnya keterlibatan guru dan kurangnya pemahaman tentang konsep kewirausahaan pada jenjang dasar menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pengembangan jiwa kewirausahaan pada anak sekolah dasar perlu dirancang dengan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Market Day sebaiknya disusun secara menarik dan menyenangkan tanpa menimbulkan beban, namun tetap mampu menanamkan nilai-nilai kewirausahaan secara kontekstual melalui pengalaman langsung. Diperlukan perencanaan yang sistematis, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, dengan pendampingan intensif dari guru agar pembelajaran berlangsung efektif. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Market Day sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan di sekolah dasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai peran, manfaat, dan tantangan dalam implementasi kegiatan Market Day. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi sekolah dan guru dalam mengembangkan program kewirausahaan yang relevan dengan karakteristik peserta didik. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan. Market Day berpotensi menjadi model pembelajaran inovatif yang efektif dalam membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berjiwa wirausaha. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kegiatan Market Day sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan di sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai peran, manfaat, dan tantangan implementasi Market Day, serta menghasilkan rekomendasi strategis bagi sekolah dan guru dalam mengembangkan program kewirausahaan yang relevan dengan karakteristik peserta didik. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan analisis yang berfokus pada integrasi nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman langsung melalui kegiatan Market Day di sekolah dasar, yang saat ini masih belum banyak dikaji secara mendalam khususnya dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan. Market Day berpotensi menjadi pembelajaran inovatif yang efektif dalam membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, dan memiliki jiwa wirausaha. Peran Market Day dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik (Silvi Fitriyan. Silvi Fitriyani dkk / Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2 No. 21 Ae 28 TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka ini membahas tentang peran kegiatan Market Day dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik sekolah dasar. Market Day merupakan kegiatan pembelajaran berbasis praktik yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk merencanakan, memproduksi, dan menjual Kegiatan Market Day mampu meningkatkan kemandirian dan kemampuan sosial siswa melalui proses pengalaman langsung dalam kegiatan jual beli. 1 Market Day sebagai Pembelajaran Kontekstual Kegiatan Market Day merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara langsung melalui praktik ekonomi Dalam kegiatan ini, siswa dilatih untuk membuat produk, menentukan harga, melakukan promosi, hingga berinteraksi dengan pembeli di lingkungan sekolah. Menurut Dwinata dkk. Market Day berperan penting dalam mengintegrasikan teori ekonomi dengan praktik nyata di lapangan, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman sosial dan emosional yang bermakna. Kegiatan ini juga sejalan dengan model Project-Based Learning (PJBL) yang menekankan pada pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik. Selain, itu bahwa Market Day mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. karena mengajarkan nilai kemandirian, kreativitas, dan gotong royong dalam konteks nyata. Penulisan Referensi Pelaksanaan Market Day di sekolah dasar melibatkan beberapa tahap, seperti perencanaan produk, pembagian peran, promosi, pelaksanaan kegiatan jual-beli, dan evaluasi hasil. Dalam setiap tahap tersebut, peserta didik mengembangkan berbagai nilai karakter seperti kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, dan Menurut Sarinikmah. Rakib, dan Nurdin . , kegiatan Market Day mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab siswa karena mereka terlibat langsung dalam seluruh proses kegiatan. Sementara itu, keterlibatan siswa dalam Market Day tidak hanya membentuk jiwa wirausaha, tetapi juga memperkuat keterampilan sosial seperti komunikasi, kolaborasi, dan empati terhadap teman sebaya. Selain itu, pelibatan orang tua dan komunitas sekolah turut memperluas pengalaman belajar siswa, menjadikan kegiatan Market Day bukan sekedar proyek sekolah, melainkan bentuk pembelajaran kontekstual yang membangun karakter. Konsep Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik Jiwa kewirausahaan merupakan gabungan dari nilai-nilai karakter seperti mandiri, kreatif, percaya diri, berani mengambil resiko, disiplin, dan tanggung jawab. Kewirausahaan di tingkat sekolah dasar tidak hanya diartikan sebagai kemampuan berdagang, tetapi sebagai proses pembentukan karakter yang tangguh dan Dengan menanamkan nilai kewirausahaan sejak dini, peserta didik dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, berpikir kritis, dan mampu menciptakan peluang dalam kehidupan. Sejalan dengan itu, penelitian oleh Dwinata dkk. menegakkan bahwa pendidikan kewirausahaan di sekolah berperan penting dalam membangun kepribadian yang adaptif terhadap perubahan sosial dan ekonomi. Melalui kegiatan seperti Market Day, siswa belajar menghadapi tantangan, mengambil keputusan, serta menghargai hasil usaha sendiri. Hubungan Market Day dengan Pengembangan Jiwa Kewirausaan Kegiatan Market Day memiliki hubungan yang erat dengan upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar langsung tentang proses ekonomi sederhana dan mengalami dinamika jual-beli yang melatih mereka untuk kreatif, inovatif dan bertanggung jawab. Market Day dapat memperkuat dimensi mandiri dan kreatif dalam Profil Pelajar Pancasila karena siswa diberi kebebasan untuk menentukan ide produk dan strategi penjualan. Menurut. Sarinikmah. Rakib, dan Nurdin . menemukan bahwa kegiatan ini juga menumbuhkan semangat pantang menyerah dan kemampuan memecahkan masalah ketika siswa menghadapi hambatan, seperti kurangnya pembeli atau produk tidak laku. Dengan kata lain. Market Day bukan hanya kegiatan ekonomi, tetapi juga media pembelajaran karakter yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kewirausahaan sejak dini. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Market Day Efektivitas pelaksanaan Market Day dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain dukungan guru, kepada sekolah, orang tua, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Riatmaja . menyebutkan bahwa keberhasilan Market Day sangat tergantung pada perencanaan yang matang, manajemen waktu, dan koordinasi anatarpihak yang terlibat. Peran Market Day Dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik (Silvi Fitriyan. Silvi Fitriyani dkk / Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2 No. 21 Ae 28 Keterlibatan guru sebagai pembimbing merupakan kunci dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, motivasi dan partisipasi aktif siswa turut menentukan keberhasilan Ketika siswa antusias dan merasa tertantang, mereka akan lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan. Namun, keterbatasan fasilitas, kurangnya pemahaman tentang konsep kewirausahaan, serta waktu pelaksanaan yang terbatas dapat menjadi hambatan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, pelaksanaan Market Day memerlukan kolanorasi semua pihak agar kegiatan ini bener-bener memberikan dampak positif terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan peserta didik. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka . iterature revie. dengan pendekatan kualitatif Kajian pustaka dipilih karena penelitian ini tidak melakukan pengumpulan data lapangan secara langsung, tetapi menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik Market Day dan pengembangan jiwa kewirausahaan peserta didik di sekolah dasar. Kajian pustaka merupakan metode peneitian yang digunakan untuk meninjau, mengkaji, dan mensintesis berbagai sumber ilmiah agar diperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami pola, hubungan, serta kesimpulan yang muncul dari berbagai hasil penelitian yang telah ada Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, karena fokusnya pada makna dan konteks dari data bersifat non-numerik. Penelitian kualitatif berfungsi untuk memahami makna pengalaman sosial yang terjadi pada individu atau kelompok dengan menganalisis data secara deskriptif. Dalam konteks penelitian ini, peneliti menelaah berbagai teori dan hasil penelitian yang membahas tentang peran kegiatan Market Day dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan diswa sekolah dasar. Tujuannya bukan untuk hipotesis, tetapi untuk mendeskripsikan secara mendalam makna dan relevansi kegiatan Market Day dalam membentuk karakter wirausaha peserta didik. Sumber data dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari literatur ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, laporan penelitian, serta buku akademik yang membahas tema Market Day, pendidikan kewirausahaan, dan pembelajaran berbasis proyek. Sumber-sumber tersebut diperoleh melalui pencarian di databse ilmiah seperti Google Scholar. DOAJ, dan ResearchGate dengan kriteria publikasi minimal tahun 2021 sampai 2025. Pemilihan literatur dalam penelitian pustaka harus memperhatikan kredibilitas sumber, kebaruan publikasi serta kesesuaian dengan fokus penelitian. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa hanya literatur yang valid, relevan, dan mutakhir yang dianalisis. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis isi . ontent analysi. Teknik ini digunakan untuk menelaah isi dari berbagai literatur yang telah dikumpulkan, kemudian mengidentifikasi tema, pola, dan hubungan antar variabel penelitian. Analisis isi melibatkan proses reduksi data, kategoris, serta penarikan kesimpulan berdasarkan temuan yang relevan. Tahapan ini membantu peneliti untuk memahami bagaimana Market Day dapat menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menumbuhkan karakter wirausaha, seperti kemandirian, tanggung jawab, dan kreativitas pada peserta didik. Untuk menjaga validitas data, penelitian ini mengunakan teknik triangulasi sumber yakni dengan membandingkan berbagai hasil penelitian dari jurnal nasional dan internasional. Langkah ini penting untuk memastikan keakuratan data serta menghindari bias interprestasi. Nurhayati . menjelaskan bahwa validitas dalam penelitian kualitatif dapat diperkuat melalui perandingan antar sumber yang berbedaa, sehingga hasil analisis menjadi lebih objektif. Selain itu, penelitian ini juga mengikuti panduan kajan pustaka sistematis seperti yanng dijelaskan oleh Kitchenham dan Charters . , yang menekankan pentingnya prosedur yang transparan, terstruktur, dan berulang dalam proses penelurusan serta sintesis Dengan metode ini, penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana kegaiatan Market Day berperan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik sekolah Kajian ini juga menjadi dasar konseptual bagi guru dan sekolah untuk mengembangkan strategi pembelajaran kontekstual bagi guru dan sekolah untuk mengembangkan strategi pembelajaran kontekstual yang mendorong munculnya nilai-nilai wirausaha, kreatif, dan mandiri sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka. Peran Market Day dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik (Silvi Fitriyan. Silvi Fitriyani dkk / Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2 No. 21 Ae 28 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Berdasarkan hasil kajian dan analisis terhadap berbagai penelitian relevan, kegiatan Market Day terbukti berperan penting dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik melalui pembelajaran berbasis Kegiatan ini menggabungkan unsur kognitif, afektf, dan psikomotor secara utuh. Dimana peserta didik tidak hanya belajar teori ekonomi dan kewirausahaan secara konseptual, tetapi juga mempraktikkan langsung proses bisnis sederhana mulai dari perencanaan hingga evaluasi hasil penjualan. Kegiatan Market Day diawali dengan tahap perencanaan yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Proses perencanaan mencakup penetapan produk yang akan dijual oleh siswa, merancang produk, menyusun strategi pemasaran, serta persiapan teknis untuk pelaksanaan acara tersebut. Setelah tahapan perencanaan, kegiatan Market Day dilaksanakan dengan siswa menjual produk yang telah mereka buat. Produk yang dipasarkan berupa makanan, minuman, dan hasil karya siswa yang diproduksi secara kelompok. Pelaksanaan Market Day tidak hanya mengajarkan siswa bagaimana cara menjual produk, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam mengelola aktivitas jual beli. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang membantu mereka mengembangkan karakter yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti kemandirian, tanggung jawab, serta kreativitas dan inovasi. Mereka belajar untuk mengelola dan mempertanggung jawab atas barang dagangannya, serta bagaimana berinteraksi dengan teman, guru, dan pihak luar dalam konteks jual beli. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk mengelola produk yang mereka buat dengan penuh tanggung jawab dan jujur dalam transaksi jual beli. Penanaman jiwa wirausaha sejak usia dini dapat menumbuhkan sejumlah karakter positif seperti: Kreatif dan Inovatif Kegiatan Market Day memotivasi siswa untuk meciptakan produk yang unik dan berbeda dari temantemannya, sehingga muncul beragam hasil karya yang menarik untuk dijual dalam kegiatan tersebut. Selain itu, siswa juga dapat mengembangkan daya cipta mereka melalui penataan dan dekorasi tempat berjualan masing-masing agar terlihat menarik dan mampu bersaing secara sehat dengan siswa lainnya. Tanggung Jawab Melalui pelaksanaan Market Day siswa dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap barang dagangannya, menjaga agar tidak rusak atau hilang, serta berani menanggung konsekuensi jika pembeli merasa dirugikan. Misalnya ketika barang yang dibeli dalam kondisi cacat atau tidak layak untuk dipakai. Kolaborasi Nilai gotong royong tercermin dalam kegiatan ini, dimana siswa bekerja sama menjual produk tanpa adanya sikap egois atau ingin menang sendiri. Kolaborasi tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan semangat persaudaraan di amtara siswa dengan karakter yang beragam. Percaya diri Kepercayaan diri siswa berkembang melalui keterlibatan langsung dalam proses jual beli selama Market Day. Melalui berinteraksi secara aktif dengan berbagai pembeli, siswa belajar berani berbicara dan bernegosiasi, sehingga rasa malu berangsur berkurang dan kemampuan komunikasi mereka semakin meningkat. 2 Pembahasan Market Day merupakan salah satu inovasi yang efektif untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak secara tidak langsung belajar untuk membangun rasa percaya diri, kemandirian, kemampuan dalam mengambil keputusan, dan keterampilan hidup lainnya. Menurut Hadi. Market Day berasal dari bahasa Inggris yang berarti "hari pasar", yaitu sebuah kegiatan di mana para siswa di sekolah atau taman kanak-kanak melakukan simulasi aktivitas jual beli yang berlangsung dalam satu hari. Dalam program Market Day, peserta didik dilatih untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan yang ditanamkan sejak usia dini. Saroni menyatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan individu dalam konteks ini siswa untuk menguasai pengetahuan dan mengaplikasikannya dalam aktivitas nyata di kehidupan sehari-hari. Semakin tinggi kemampuan siswa dalam memanfaatkan keterampilan hasil proses pendidikan untuk mempertahankan kehidupannya, maka semakin besar pula peluang mereka untuk menciptakan berbagai bentuk kreativitas dalam hidup. Dengan demikian, dibutuhkan suatu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik . dimana guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam mengeksplorasi dan menemukan fakta, konsep, dan prinsip secara mandiri. Salah satu model pembelajaran inovatif yang menerapkan pendekatan berpusat pada siswa dan terbukti efektif dalam mengembangkan kreativitas serta Peran Market Day Dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik (Silvi Fitriyan. Silvi Fitriyani dkk / Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2 No. 21 Ae 28 mendukung terwujudnya profil pelajar pencasila adalah model pembelajaran berbasi proyek (Project-Based Learnin. Pembelajaran dengan metode Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan yang menggabungkan unsur seni dalam proses mengajar. Model ini dikenal sebagai metode berbasis pemecahan masalah, di mana siswa diajak memahami materi melalui konteks nyata yang relevan. Melalui pendekatan kontekstual siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, menganalisis masalah, dan mengambil keputusan yang tepat sebagai solusi. Oleh karena itu, kegiatan seperti Market Day sangat sesuai diterapkan karena mampu memadukan pemahaman akademik dengan pengembangan karakter kewirausahaan secara seimbang dan bermakna. Melalui pelaksanaan kegiatan Market Day, siswa tidak hanya diajarkan konsep jual beli, tetapi juga dilatih untuk menumbuhkan sikap pantang menyerah dan semangat kerja keras. Ketika siswa menghadapi tantangan seperti kesulitan menjual produk, kurangnya minat pembeli, atau kegagalan dalam strategi pemasaran, siswa didorong untuk terus mencoba dan memperbaiki pendekatan mereka. Proses ini membantu mereka memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari pembelajaran, dan keberhasilan membutuhkan usaha yang Dengan terbiasanya siswa menghadapi berbagai tantangan sejak usia dini, nilai-nilai kewirausahaan seperti ketekunan, inisiatif, dan tanggung jawab mulai tertanam secara alami. Nilai-nilai tersebut berperan penting dalam membentuk pribadi yang mandiri, kreatif, serta mampu beradaptasi dalam menghadapi perubahan Penanaman jiwa kewirausahaan sejak jenjang sekolah dasar ini diharapkan tidak hanya bermanfaat dalam dunia bisnis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat mereka harus mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, atau menciptakan peluang di masa depan. Pelaksanaan kegiatan Market Day di sekolah tidak lepas dari berbagai hambatan yang perlu diperhatikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Salah satu kendala yang sering muncul Adalah: Keterbatasan Sumber Daya Pelaksanaan Market Day membutuhkan dukungan fasilitas seperti ruang yang cukup, peralatan pendukung, serta bahan untuk pembuatan produk. Sekolah yang memiliki keterbatasan anggaran atau sarana prasarana dapat mengalami kesulitan dalam menyelenggarakan kegiatan ini secara optimal. Koordinasi dan Manajemen Kegiatan Market Day melibatkan banyak pihak, seperti siswa, guru, orang tua, bahkan pihak luar sekolah. Mengatur koordinasi di antara semua pihak serta mengelola logistik dan administrasi secara efektif menjadi tantangan tersendiri, terutama jika belum ada sistem perencanaan yang baik. Kurangnya Keterlibatan Siswa Tidak semua siswa menunjukkan minat dan semangat yang sama dalam mengikuti Market Day. Beberapa siswa mungkin belum memahami manfaat kegiatan ini, tidak tertarik pada bidang kewirausahaan, atau merasa kurang percaya diri untuk terlibat aktif. Hal ini dapat mengurangi efektivitas kegiatan sebagai media Persaingan Tidak Sehat antar Siswa Karena siswa menjalankan kegiatan usaha kecil secara individu atau kelompok, potensi munculnya persaingan dalam hal penjualan dan produk tidak bisa dihindari. Jika tidak diarahkan dengan baik, persaingan ini bisa menimbulkan konflik atau rasa tidak nyaman antar siswa, sehingga mengganggu tujuan pembelajaran Keterbatasan Waktu Pelaksanaan Market Day memerlukan waktu yang cukup, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi. Namun, padatnya jadwal pembelajaran akademik dapat menyulitkan penjadwalan kegiatan ini. Jika tidak dikelola dengan baik, kegiatan Market Day bisa menjadi kurang efektif dan hanya bersifat seremonial . Secara keseluruhan, kegiatan Market Day menunjukkan efektivitas yang tinggi sebagai sarana pembelajaran dalam menumbuhkan semangat dan keterampilan kewirausahaan pada siswa. Melalui pengalaman langsung dalam proses jual beli, peserta didik belajar berkomunikasi, bernegosiasi, mengelola waktu, serta memahami nilai kerja keras dan tanggung jawab. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya kemampuan praktis, tetapi juga membentuk pola pikir kewirausahaan yang dapat menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka di masa mendatang. Peran Market Day dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik (Silvi Fitriyan. Silvi Fitriyani dkk / Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2 No. 21 Ae 28 Dalam konteks sekolah yang memiliki keterbatasan sumber daya, kegiatan Market Day tetap bisa dilaksanakan secara efektif dengan strategi perencanaan yang kreatif dan sederhana. Aulia dkk menekankan bahwa Market Day memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam merancang, memproduksi, dan memasarkan produk. Meskipun fasilitas terbatas, kegiatan ini mampu menumbuhkan keterampilan kewirausahaan, termasuk kemampuan mengambil keputusan, mengatur waktu, serta berkomunikasi, karena pembelajaran difokuskan pada proses kontekstual yang memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar . Selain itu, penerapan kearifan lokal dalam Market Day dapat menjadi cara adaptasi yang efektif terhadap keterbatasan sarana. Dewi dkk menyatakan bahwa ketika siswa menggunakan bahan lokal atau barang daur ulang untuk membuat produk. Hal ini mendorong pengembangan kreativitas, inovasi, dan tanggung jawab. Pendekatan ini tidak hanya memaksimalkan sumber daya yang tersedia, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan kesadaran lingkungan. Sehingga kegiatan Market Day dapat meningkatkan keterampilan kewirausahaan sekaligus pendidikan karakter. Agar Market Day bisa menjadi bagian dari pembelajaran tematik yang berkelanjutan, diperlukan modul pembelajaran berbasis proyek. Marlena dkk menemukan bahwa integrasi kegiatan Market Day dengan modul PjBL memungkinkan siswa mengaitkan tema kewirausahaan dengan mata pelajaran lain, seperti lingkungan, teknologi, dan sosial-budaya. Hal ini mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan secara nyata, meningkatkan kreativitas, kerja sama, dan kemandirian yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila. Dengan perencanaan yang matang. Market Day dapat menjadi kegiatan pembelajaran yang berkelanjutan, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di abad ke-21. Dengan demikian. Market Day sebaiknya tidak dipandang sekadar sebagai kegiatan tambahan atau hiburan semata, melainkan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learnin. Integrasi ini dapat memperkuat pengembangan karakter, kreativitas, dan kemandirian siswa, sekaligus mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila secara utuh dan berkelanjutan. KESIMPULAN Kegiatan Market Day merupakan inovasi pembelajaran yanga efektif dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep jual beli secara praktis, tetapi juga mengembangkan berbagai keterampilan hidup seperti rasa percaya diri, kemandirian, kerja sama, tanggung jawab serta kemampuan mengambil keputusan. Dengan penerapam model project based learning (PjBL) yang berpusat pada siswa . tudent centered learnin. Market Day menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna, karena mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang dalam proses pembelajaran. Selain itu. Market Day juga berperan penting dalam pembentukan karakter siswa agar menjadi individu yang kreatif, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan. Melalui pengalaman langsung menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan menjual produk atau strategi pemasaran yang kurang berhasil, siswa belajar untuk gigih, berinisiatif, dan tidak menyerah. Nilai-nilai kewirausahaan seperti ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah tumbuh secara alami. Sehingga kegiatan ini turut berkontribusi terhadap penguatan profil pelajar pancasila yang kreatif, mandiri, bernalar kritis, berakhlak mulia, dan mampu bergotong royong. Pelaksanaan Market Day di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala yang perlu diperhatikan. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan sumber daya, manajemen kegiatan yang belum optimal, rendahnya keterlibatan sebagian siswa, munculnya persaingan tidak sehat, serta keterbatasan waktu akibat jadwal Kendala-kendala ini dapat menghambat efektivitas kegiatan apabila tidak diimbangi dengan perencanaan matang dan koordinasi yang baik. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah menjadi faktor penting agar pelaksanaan Market Day berjalan lancar, edukatif, dan Secara umum. Market Day memiliki potensi besar sebagai strategi pembelajaran kontekstual yang mampu mengintegrasikan pengembangan akademik dengan pembentukan karakter kewirausahaan. Kegiatan ini selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan penguatan Profil Pelajar Pancasila dan pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Dengan dukungan kebijakan sekolah, perencanaan yang sistematis, serta pendampingan profesional. Market Day dapat menjadi program unggulan yang berkelanjutan. Peran Market Day Dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik (Silvi Fitriyan. Silvi Fitriyani dkk / Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2 No. 21 Ae 28 Kedepannya, kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi model pembelajaran adaptif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital, jejaring mitra lokal, serta pendekatan lintas disiplin agar dampaknya semakin luas dan relevan dengan perkembangan zaman. Refleksi dan evaluasi berkelanjutan juga penting dilakukan agar Market Day tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi wahana pembelajaran hidup yang menumbuhkan kompetensi abad ke-21 pada peserta didik. DAFTAR PUSTAKA