JURNAL EMPATHY Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 37341/jurnalempathy. Integrasi Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Sebagai Rintisan Posyandu Prima di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura Yuyun Setyorini1. Ratna Wirawati Rosyida2*. Koko Wahyu Tarnoto3. Sri Widyastari4. Yopi Harwinanda Ardesa5 1,2,3 Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Surakarta. Surakarta. Indonesia Jurusan Akupuntur. Poltekkes Kemenkes Surakarta. Surakarta. Indonesia Gizi dan Dietetika. Poltekkes Kemenkes Mataram. Mataram. Indonesia *Email: newratna. rosyida@gmail. Abstract Background: Integration of primary health services, which is part of primary health service transformation activities by forming Posyandu Prima. Posyandu prima is a forum for community empowerment that provides health services according to needs in an integrated manner in the village. Methods: Community service with the title Integration of UKBM as a pioneer of prima posyandu in Pabelan Village. Kartasura District. Sukoharjo Regency, in March - September 2023. The stages carried out were preparation, implementation, evaluation, and reporting. Results: The implementation of UKBM integration went well by involving elements of the community . ealth workers, health cadres, community leaders, and cadet. Most respondents were female . n = . , and their high school education level was 59% . = . Knowledge and practice after the implementation of activities are good . n = . Conclusion: Increasing the knowledge and skills of adolescent health cadres in efforts to promote and prevent the risk of non-communicable diseases through efforts to detect simple diseases early, as well as the implementation of adolescent posyandu activities in the community in adolescent Keywords: community, integration, posyandu prima. PENDAHULUAN Saat ini, masyarakat cenderung mengabaikan kesehatan yang dapat berdampak terhadap rendahnya upaya tindakan preventif dalam upaya pencegahan penyakit. Perilaku mengabaikan tersebut menimbulkan berbagai permasalahan salah satunya muncul penyakit. Penyakit yang diderita oleh masyarakat misalnya penyakit tidak Pemerintah melalui puskesmas dan jejaringnya berupaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggiatkan kembali upaya promotif dan preventif melalui program layanan kesehatan dasar yaitu posyandu . Posyandu merupakan suatu jenis Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Posyandu dikelola, diatur, dan diselenggarakan oleh, melalui, untuk, dan bersama seluruh masyarakat dalam menyelenggarakan pembangunan di bidang kesehatan untuk memberdayakan masyarakat dan memperlancar akses terhadap pelayanan di bidang kesehatan yang esensial . Dalam pelaksanaanya, berbagai hambatan dan permasalahan sering kali ditemukan dalam kegiatan posyandu. Beberapa permasalahan yang terjadi cukup sering yaitu pencatatan pada buku Posyandu masih dilakukan secara manual, sehingga sering terjadi kesalahan dalam pencatatan hasil Posyandu karena banyaknya masyarakat yang melakukan kegiatan Posyandu. Permasalahan berikutnya adalah banyak masyarakat yang lupa membawa buku posyandunya dan kehilangan buku posyandunya, sehingga ketika melakukan kegiatan posyandu berikutnya tidak memiliki data hasil posyandu sebelumnya. Permasalahan lain yang ada saat ini adalah ketika melaporkan atau memberitahukan https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 101 kegiatan Posyandu, hal itu dikomunikasikan kepada seluruh tokoh pemuda dan masyarakat di dalam masjid, sehingga ada kemungkinan informasinya tidak diterima dan tidak diketahui detail kegiatannya. Banyak masyarakat khususnya orang tua, anak kecil, dan lanjut usia yang belum mengetahui dimana saja lokasi Posyandu yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Posyandu. Apalagi pelaksanaan kegiatan UKBM di desa tidak terintegrasi dan menggunakan mekanisme standar yang berbeda-beda . Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut. Pemerintah telah membentuk Posyandu Prima untuk mengupayakan integrasi layanan kesehatan primer sebagai bagian dari upaya transformasi kesehatan. Posyandu Prima merupakan wadah untuk memberdayakan masyarakat dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan terpadu berbasis kebutuhan di desa. Posyandu prima berbeda dengan posyandu pada umumnya, dimana posyandu prima lebih kepada integrasi pelayanan yang tidak terbatas hanya pada pelayanan kesehatan ibu dan anak melainkan remaja, usia produktif dan lansia. Posyandu Prima memberikan pelayanan kesehatan sehari-hari dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Posyandu di tingkat desa. RT dan RW untuk memastikan pelayanan kesehatan terintegrasi, lebih mudah diakses dan berbasis masyarakat. Integrasi layanan utama di puskesmas akan dilakukan dengan pendekatan klaster: klaster ibu hamil, anak, dan remaja, klaster penduduk usia kerja dan lanjut usia, serta klaster pengendalian penyakit menular, surveilans dan laboratorium kesehatan Integrasi layanan utama di tingkat desa atau kelurahan melibatkan seluruh organisasi yang berada di desa, terutama pemerintah desa dan lembaga masyarakat desa (Posyandu. PKK. Karang Tarun. Penguatan rehabilitasi Posyandu akan dicapai dengan mengintegrasikan pelayanan kesehatan desa seperti Pustu dan Poskesdes di Posyandu ke dalam Posyandu Prima desa. Kegiatan posyandu di tingkat desa. RT, dan RW sebaiknya dilakukan secara terintegrasi dan terpadu, menyasar seluruh sasaran siklus hidup yang meliputi kelompok ibu hamil hingga kelompok lansia, dan para kader harus rutin melakukan kunjungan rumah yang terencana dengan baik . Penyelenggaraan kegiatan Posyandu memerlukan kontribuasi dan keaktifan masyarakat khususnya kader remaja Posyandu. Hal ini dikarenakan kader remaja Posyandu dipilih dari warga sekitar yang bersedia bekerja sama dengan tulus, memiliki kompetensi/keterampilan, dan mampu menyelenggarakan kegiatan Posyandu, serta mampu mendorong dan memberdayakan masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan Posyandu dengan optimal. Berdasarkan latar belakang tersebut, poltekkes melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik integrasi UKBM sebagai rintisan posyandu prima. METODE Pengabdian kepada masyarakat dengan judul Integrasi UKBM sebagai rintisan posyandu prima di Desa Pabelan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo pada bulan Maret - September 2023. Pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan penerapan posyandu prima dilakukan kegiatan meliputi: Tahap Persiapan Tahap persipana dilaksanakan dengan Menyusun proposal rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat, membuat perlengkapan yang diperlukan seperti banner, leaflet untuk media edukasi, mengurus perijinan dari pemangku kepentingan baik di https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 102 dinas Kesehatan, puskesmas, maupun di desa tempat pelaksanaan kegiatan, penjajagan, dan melakukan koordinasi dengan tim terkait. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan dilakukan setelah mendapatkan ijin untuk pelaknsaan kegiatan dan koordinasi sudah dilakukan dengan matang. Tim selanjutnya melakukan dharma pengabdian kepada kader remaja kesehatan dalam pelaksanaan posyandu prima di Desa Pabelan Kecamatan Kartasura Kabupaten sukoharjo. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi diimplementasikan dengan melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan memastikan sudah mampu menerapkan posyandu prima di masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan google form dengan instrument untuk mengevaluasi pengetahuan peserta. HASIL Hasil kegiatan pengabdian masyarakat integrasi UKBM sebagai Upaya rintisan Posyandu Prima berupa integrasi kegiatan karang taruna dalam pembentukan dan pelaksanaan posyandu remaja di Desa Pabelan-Kartasura. Kegiatan ini berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kartasura, tokoh Masyarakat (Ketua RW. Ketua PKK. Bidan Desa. Kepala Keluraha. , anggota karang taruna Pabelan, dan Dinas Kesehatan. Hasil kegiatan yang telah terlaksana sebagai berikut: Koordinasi Koordinasi kegiatan dilaksanakan pada Maret 2023. Koordinasi dilakukan dengan Puskesmas Kartasura untuk penyelenggaraan kegiatan bimbingan teknis, launching Posyandu, dan pelaksanaan posyandu remaja. Hasil koordinasi berupa kesepakatan waktu dan tempat serta sasaran untuk kegiatan bimbingan teknis hingga pelaksanaan posyandu remaja. Bimbingan Teknis Kegiatan Posyandu Remaja Bimbingan teknis . berupa sosialisasi posyandu remaja yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2023 di Puskesmas Kartasura. Kegiatan dihadiri oleh anggota karang taruna di wilayah kerja Puskesmas Kartasura. Pihak Puskesmas Kartasura juga aktif terlibat dalam kegiatan bimbingan teknis . Sebanyak 61 peserta hadir dalam kegiatan ini dan menerima penyegaran informasi tentang Posyandu remaja. Tabel 1. Karakteristik elemen masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kartasura . = . Variabel Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan terakhir SMA Frekuensi Presentase (%) https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 103 Tabel 1 menunjukkan bahwa karakteristik peserta yang hadir dalam kegiatan ini didominasi jenis kelamin perempuan . ,2%, n=. dengan Pendidikan terakhir SMA . %, n=. Tabel 2. Pengetahuan elemen masyarakat tentang Posyandu Prima sebelum dan setelah sosialisasi . = . Variabel Tahap Pengetahuan Pre test Post test Baik . =5. 8,2%) =60, 98,4%) Cukup . =51. 83,6%) =1, 0,6%) Kurang . =5. 8,2%) Tabel 2 menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta, dari pre-test sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan cukup . =51. 83,6%) dan meningkat menjadi sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik tentang Posyandu Prima . =60, 98,4%). Bimbingan Teknis Pelayanan dan Manajemen Posyandu Remaja Bimbingan teknis terlaksana pada 2 September 2023 di Balai Desa Pabelan yang dihadiri 31 calon kader posyandu remaja. Kegiatan ini adalah untuk melakukan praktik/ role play dalam pelaksanaan posyandu remaja 5 meja. Peserta yaitu calon kader Posyandu remaja, selain itu kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Pabelan dan pihak Puskesmas Kartasura yang antusias mendukung kegiatan. Peserta bimtek sangat antusias saat role play dan sebagian besar mampu mempraktikkan peran kader posyandudi tiap-tiap meja. Hasil capaian kemampuan praktik posyandu prima tiap masyarakat terlihat dalan tabel 3. Tabel 3. Kemampuan praktik posyandu prima . = . Variabel Kemampuan praktik posyandu prima Tahap Post test only Baik Gambar 1. Bimbingan Teknis Posyandu Remaja https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 104 Launching Posyandu Remaja Kegiatan launching posyandu prima terlaksana pada 8 September 2023 di balai desa pabelan. Kegiatan dihadiri oleh para elemen masyarakat tokoh masyarakat, kader, puskesmas, kepala desa, dan dinas kesehatan. Pada kegiatan launching ini, terbentuk posyandu remaja dengan nama Posyandu Gemilang dan serah terima perlengkapan posyandu 5 meja seperti timbangan berat badan, pengukur tinggi badan, akrilik tulisan 5 meja, cetakan buku KMS, alat glukometer, dan beberapa perlengkapan lainnya. Kegiatan berjalan lancar dan peserta antusias serta berkomitmen untuk keberlanjutan posyandu remaja. Gambar 2. Launching Posyandu Remaja Pelaksanaan Posyandu Remaja Pelaksanaan Posyandu prima yang pertama dilaksanakan pada 15 September 2023 di Balai Desa Pabelan. Kegiatan terlaksana dengan lancar, kurang lebih terdapat sekitar 130 remaja yang menghadiri kegiatan tersebut. Kader Kesehatan. Tokoh Masyarakat, dan pihak Puskesmas juga hadir dan terlibat dalam kegiatan tersebut. Setelah kegiatan selesai dilakukan evaluasi untuk keberlanjutan pelaksanaan posyandu remaja secara rutin di Desa Pabelan. Kegiatan integrasi UKBM dalam upaya pelaksaan Posyandu Prima terlaksana sesuai dengan rencana dan dapat mencapai tujuan. Pemberdayaan Masyarakat menjadi salah satu upaya untuk mencapai pelaksanaan Posyandu Prima dengan baik. Dalam kegiatan ini, upaya integrasi dilakukan dengan melibatkan beberapa sektor elemen Masyarakat seperti tenaga Kesehatan di puskesmas, kader Kesehatan, dan karang Integrasi UKBM bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan maupun praktik elemen Masyarakat untuk melaksanakan posyandu Prima dengan baik. https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 105 Gambar 3. Implementasi Posyandu Remaja PEMBAHASAN Pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan bertujuan untuk mengintegrasikan UKBM sebagai upaya membentuk rintisan posyandu prima. Posyandu prima merupakan implementasi integrasi layanan primer yang dalam pelaksanaannya, sasaran peserta posyandu adalah semua masyarakat di semua kelompok usia mulai bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia . Pada kegiatan ini, rintisan posyandu yang dikembangkan yaitu khusus pada posyandu remaja sebagai bentuk upaya rintisan posyandu prima. Kegiatan ini melibatkan remaja dalam pelaksanaan rintisan posyandu prima. Sesuai penelitian dari Siswantara et al. , . yang menyatakan bahwa remaja memiliki peran yang penting dalam upaya implementasi program Kesehatan remaja. Remaja yang berkualitas merupakan sumberdaya yang penting untuk mewujudkan program kesehatan Masalah kesehatan sudah banyak dialami oleh remaja, seperti masalah Kesehatan reproduksi maupun penyakit kronis, oleh karena itu remaja perlu terlibat dalam program edukasi kesehatan melalui kegiatan peer educator sesama remaja dan sudah terbukti dapat meningkatkan pengethuan, sikap, dan keterampilan remaja . Tren masalah Kesehatan saat ini telah banyak mengarah pada masalah Kesehatan remaja baik penyakit kronis, masalah reproduksi, maupun masalah mental. Oleh karena itu, keterlibatan remaja dalam upaya pencegahan masalah Kesehatan perlu untuk dipertimbangkan untuk dilakukan. Salah satu upaya melibatkan dan memberdayakan remaja yaitu adanya posyandu remaja. Posyandu remaja dapat bermanfaat sebagai wadah kegiatan positif bagi remaja dan melibatkan remaja secara aktif untuk memberikan penyuluhan kepada sesame remaja dan saling berbagi pengalaman dalam pola hidup sehat . Elemen masyarakat juga menjadi kunci yang penting dalam upaya pembentukan rintisan posyandu prima. Elemen masyarakat seperti perangkat desa, tenaga Kesehatan di puskesmas, dan beberapa anggota organisasi masyarakat . arang tarun. dapat dilibatkan secara aktif untuk mendukung pelaksanaan rintisan posyandu prima. Menurut Friscilla et al. , . , elemen masyarakat perlu dilibatkan dalam pelaksanaan program Keterlibatan elemen masyarakat yang tinggi akan mendukung pelaksnaan posyandu yang lebih baik. Pengetahuan, sikap, dan perilaku elemen masyarakat perlu https://jurnalempathy. com/index. php/jurnalempathy/ | 106 ditingkatkan untuk mendukung kesadaran dan kemauan berkontribusi dalam pelaksanaan posyandu . KESIMPULAN DAN SARAN Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam upaya integrasi UKBM sebagai rintisan Posyandu Prima, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Meningkatnya pengetahuan kader remaja dalam mendukung pelaksanaan posyandu prima, meningkatnya keterampilan kader remaja kesehatan dalam upaya promotif dan pencegahan risiko penyakit tidak menular melalui upaya deteksi dini penyakit sederhana dan terlaksananya kegiatan posyandu remaja di masyarakat pada kelompok remaja. Kesimpulan utama dari penelitian ini dapat dicantumkan dalam bagian saran untuk dilakukan selanjutnya yaitu: Perlu monitoring dan evaluasi sebagai Upaya keberlanjutan program yang sudah berjalan dan perlunya keterlibatan aktif dari berbagai pihak (Puskesmas, tokoh Masyarakat, dan kader Kesehata. untuk mendukung pelaksnaan posyandu prima secara berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH