Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Need For Uniqueness dan Bandwagon Effect terhadap Purchase Intention Melalui Value-Expressive Function Of Attitude Sebagai Variabel Intervening: Studi Empiris pada Hijab Buttonscarves Meydiawati1. Wenny Pebrianti2. Nur Afifah3. Erna Listiana4 1234Magister Manajemen Universitas Tanjungpura. Jl. Adi Sucipto. Bansir Laut. Kec. Pontianak Tenggara. Kota Pontianak. Kalimantan Barat. Indonesia b2042221003@student. ABSTRACT This research aims to test and analyze the influence of need for uniqueness and bandwagon effect on purchase intention through the value-expressive function of attitude as an intervening variable. Sampling uses purposive sampling, which is a type of non-probability sampling in which the sampling technique uses certain considerations. The number of samples in this study was 150 respondents. The data analysis technique in this research uses a Structural Equation Model (SEM) approach based on Partial Least Square (PLS). The research results show that the need for uniqueness and the bandwagon effect have a significant effect on the valueexpressive function of attitude. Need for uniqueness and bandwagon effect have a significant influence on purchase intention. Value-expressive function of attitude has a significant effect on purchase intention. Value-expressive function of attitude mediates the indirect influence of need for uniqueness and bandwagon effect on purchase intention. All hypothesis testing results show a strong level of significance and reliability. The implication of these findings is the importance of Buttonscarves in designing a marketing strategy that not only emphasizes product exclusivity, but is also able to exploit consumers' desires to express their personal values through the products they buy. Keywords: Need for Uniqueness. Bandwagon Effect. Value-expressice Function of Attitude. Purchase Intention ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kebutuhan akan keunikan dan pengaruh ikut-ikutan terhadap niat membeli melalui fungsi ekspresi nilai sikap sebagai variabel intervening. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu jenis pengambilan sampel non-probabilitas yang teknik pengambilan sampelnya menggunakan pertimbangan tertentu. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 150 Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan akan keunikan dan efek ikut-ikutan berpengaruh signifikan terhadap fungsi ekspresi nilai sikap. Need for Uniqueness dan bandwagon effect mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli. Fungsi ekspresi nilai sikap berpengaruh signifikan terhadap niat pembelian. Fungsi ekspresi nilai sikap memediasi pengaruh tidak langsung kebutuhan akan keunikan dan efek ikut-ikutan terhadap niat membeli. Seluruh hasil pengujian hipotesis menunjukkan tingkat signifikansi dan reliabilitas yang kuat. Implikasi dari temuan tersebut adalah pentingnya Buttonscarves dalam merancang strategi pemasaran yang tidak hanya mengedepankan eksklusivitas produk, namun juga mampu memanfaatkan keinginan konsumen untuk mengekspresikan nilai-nilai pribadinya melalui produk yang dibelinya. 1892 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Kata Kunci: Kebutuhan akan Keunikan. Efek Ikut-ikutan. Fungsi Ekspresi Nilai Sikap. Niat Membeli PENDAHULUAN Perkembangan kehidupan sosial yang dinamis, penampilan individu, khususnya berkaitan dengan fashion, tidak hanya dijadikan sebagai pelindung tubuh tetapi juga memiliki peran penting untuk mendefinisikan dirinya sendiri. Saat ini banyak produk brand fashion yang berkembang dengan pesat, khususnya di Indonesia. Salah satunya ditandai dengan munculnya fenomena hijab populer dan telah menjadi trend model hijab bagi kalangan wanita muslim kelas menengah ke Hijab di kalangan masyarakat Indonesia khususnya Kalimantan Barat bukan hal yang asing lagi. Mendengar kata hijab, yang terbayang tentunya adalah kain yang menutup kepala seorang perempuan. Dalam pandangan Islam hijab merupakan kewajiban seorang muslim perempuan untuk menutup auratnya. Tetapi pada jaman sekarang hijab menjadi trend fashion bagi wanita muslim agar tampil modis dan trendy namun tetap sesuai dengan syariah Islam. Mengingat semakin banyaknya wanita Indonesia yang berhijab, maka trend juga dapat melaju secara cepat. Pada mulanya di kalangan anak muda menganggap bahwa menggunakan hijab membuat penampilan menjadi kuno, akan tetapi seiring perkembangan jaman dan masuknya budaya Ae budaya muslim di Indonesia hijab yang menjadi kewajiban bagi wanita muslim bahkan bisa membuat penampilan menjadi modis. Pakaian pada waktu ini tidak hanya sekedar menutup aurat, bahkan sebagai fashion style yang menjadi lumrah menjangkiti umat Islam termasuklah aspek baju, celana, dan hijab menghadapi inovasi yang mampu menarik perhatian (Mustami, 2. Oleh karena trend fashion itu membuat banyaknya desainer busana muslim di Indonesia muncul dan mengeluarkan produk hijab dengan merek dan harga yang bervariasi. Para desainer ini menghasilkan berbagai karya yang siap dikonsumsi oleh masyarakat Salah satu brand fashion hijab populer pada saat ini adalah Buttonscarves. Buttonscarves merupakan salah satu brand fashion lokal di Indonesia yang mengusung luxurious lifestyle product dengan produk utama scarf . , yang berfokus pada kalangan wanita muslim menengah keatas di Indonesia sebagai target utama, dan telah berhasil menembus sampai ke taraf Internasional. Buttonscarves memiliki ciri khas dan kualitas yang baik sehingga mampu menarik minat para konsumen baik domestik maupun luar negeri seperti Malaysia. Singapura, dan Brunei Darussalam. Buttonscarves berfokus untuk melayani market premium di pasar Indonesia dan juga dibeberapa Negara tetangga. Selain itu. Buttonscraves juga fokus untuk memberikan produk yang berkualitas agar dapat bersaing di local market maupun global. Keberadaan brand dianggap sebagai pilar yang mendukung keberhasilan sebuah bisnis (Ranto, 2. Oleh karena itu, dapat kita lihat merek dan harga jilbab seperti berikut ini: 1893 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 1. 1 Daftar Merek Hijab dan Harga tahun 2023 No. Merek Buttonscarves Zoya Vanilla Hijab Elzatta Authentism Merajutkisah Hijab Mandja L by LCB DOA BIA by Zaskia Mecca Sumber: Olahan Penulis, 2023. Bahan Voal Voal Voal Voal Voal Voal Voal Voal Voal Harga Voal Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa hijab di Indonesia semakin berkembang, hal ini ditunjukkan oleh beberapa merek hijab seperti Zoya. Buttonscarves. Vanilla Hijab. Elzatta. Authentism. Merajutkisah. Hijab Mandja. L by LCB. DOA, dan BIA by Zaskia Mecca dengan bahan yang sama yaitu voal dan harga yang berbeda setiap item produknya. Buttonscarves menempati urutan pertama berdasarkan data olahan penulis dengan harga Rp 425. Gambar 1. 1 Grafik Popularitas Brand Hijab (Buttonscarves. Zoya. Vanilla Hijab, dan Elzatt. di Kalimantan Barat. Sumber: Google Trends (Juli, 2. Gambar 1. 1 merupakan grafik mengenai popularitas pada Buttonscarves dan beberapa local brand hijab lain seperti Zoya. Vanilla Hijab, dan Elzatta. Pada 2 tahun ke belakang tepatnya bulan Juli 2021 hingga Juli 2023 yang disajikan pada Google Trends. Buttonscarves memegang dominasi pasar di Kalimantan Barat. Grafik menunjukkan bahwa Buttonscarves memiliki pangsa pasar yang jauh lebih besar dibandingkan dengan local brand lain. Brand ini telah berhasil membangun reputasi yang kuat dan memiliki popularitas tinggi di Kalimantan Barat. Keberhasilan Buttonscarves dalam menguasai pangsa pasar ini bisa disebabkan oleh beberapa 1894 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pertama, kualitas produk Buttonscarves mungkin sangat diakui oleh konsumen di Kalimantan Barat. Kedua, strategi pemasaran yang efektif juga bisa menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Buttonscarves. Ketiga, dukungan dari komunitas lokal juga mungkin telah berkontribusi pada keberhasilan Buttonscarves. Hasil penelitian sebelumnya menurut Putri & Utama . menyatakan bahwa need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap purchase intention pada konsumen luxury brand Gen Y. Thapa et al . menyatakan bahwa bandwagon effect secara signifikan mempengaruhi purchase intention merek-merek mewah. Cho et al . menyatakan bahwa value-expressive function of attitude secara signifikan mempengaruhi purchase intention terhadap merek-merek mewah. Konsumen cenderung membeli merek-merek mewah yang memodelkan identitas diri mereka sendiri dengan karakteristik seperti kesuksesan dan kecanggihan (Chevalier & Mazzalovo, 2. Peneliti memilih Buttonscarves sebagai objek penelitian karena Buttonscarves merupakan salah satu brand fashion lokal Indonesia yang sangat populer saat ini. Buttonscarves memiliki ciri khas dan kualitas yang baik sehingga mampu menarik minat para konsumen baik domestik maupun luar negeri seperti Malaysia. Singapura, dan Brunei Darussalam. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis mencoba untuk menulis penelitian dengan judul AuPengaruh Need for Uniqueness dan Bandwagon Effect Terhadap Purchase Intention Melalui Valueexpressive Function of Attitude Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Hijab Buttonscarve. Ay. METODE PENELITIAN Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, merupakan teknik penentuan sampek dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Structural Equation Model (SEM) yang berbasis Partial Least Square (PLS). HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Variabel dan Indikator Need for Uniqueness (X. X1. X1. X1. X1. Bandwagon Effect (X. X2. 1895 | Volume 6 Nomor 3 2024 Nilai Outer Loading Nilai AVE Keterangan 0,859 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,922 0,929 0,923 0,933 0,904 0,964 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. X2. 0,960 X2. 0,928 Value-expressive Function 0,948 of Attitude (Y) 0,976 0,971 0,974 Purchase Intention (Z) 0,940 0,968 0,971 0,973 0,966 Sumber: Hasil pengolahan Data Menggunakan SEM PLS. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil uji validitas dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan dalam penelitian ini dinyatakan valid karena nilai outer loading lebih besar dari 0,7 dan nilai AVE lebih besar dari 0,5. Uji Reliabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa variabel need for uniqueness, bandwagon effect, value-expressive Function of Attitude, dan purchase intention memiliki nilai cronbachAos alpha >0,6. Yang berarti semua variabel dalam penelitian ini reliabel sehingga item dapat memperlihatkan konsistensi apabila instrument diukur dalam waktu berikutnya dengan kondisi yang tetap. Variabel Penelitian Composite Realiability 0,961 0,966 0,982 CronbachAos Alpha 0,945 0,947 0,973 Need for Uniqueness (X. Bandwagon Effect (X. Value-expressive Function of Attitude (Y) Purchase Intention (Z) 0,984 0,979 Sumber: Hasil pengolahan Data Menggunakan SEM PLS. 1896 | Volume 6 Nomor 3 2024 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Model Struktural (Inner Mode. Sumber: Hasil pengolahan Data Menggunakan SEM PLS. R-Square Variabel Value-expressive Function of Attitude (Y) Purchase Intention (Z) Sumber: Hasil pengolahan Data Menggunakan SEM PLS. R-Square 0,706 0,741 Berdasarkan uji R-square menunjukkan bahwa nilai R-square variabel Valueexpressive Function of Attitude (Y) sebesar 0,707 artinya variasi purchase intention dapat dijelaskan oleh variabel need for uniqueness (X. dan variabel bandwagon effect (X. sebesar 70,6% sedangkan sisanya 29,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat didalam penelitian ini. Nilai R-square variabel Purchase Intention (Z) sebesar 0,741 artinya variasi purchase intention (Z) dapat dijelaskan oleh variabel need for uniqueness (X. dan variabel bandwagon effect (X. , dan variabel Value-expressive Function of Attitude (Y) sebesar 74,1% sedangkan sisanya 25,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat didalam penelitian ini. Hasil Pengujian Hipotesis Model Struktural dan Peran Variabel Mediasi Original T Statistics P-value Sample (O) (|O/STDEV|) X1 -> Y X2 -> Y X1 -> Z X2 -> Z Y -> Z X1 -> Y -> Z X2 -> Y -> Z Sumber: Hasil pengolahan Data Menggunakan SEM PLS. Hipotesis 1897 | Volume 6 Nomor 3 2024 Keterangan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Berdasarkan tabel di atas diperoleh hubungan langsung antar variabel seluruh konstruk berdasarkan hubungan jalur pada modrl struktural sebagai berikut: Hipotesis 1: Hubungan variabel need for uniqueness (X. terhadap value-expressive function of attitude (Y) signifikan dengan nilai t-statistic 5. 115 > 1,96, nilai p-value 000 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. 457, maka hipotesis need for uniqueness memiliki pengaruh positif terhadap value-expressive function of attitude diterima. Hipotesis 2: Hubungan variabel bandwagon effect (X. terhadap value-expressive function of attitude (Y) signifikan dengan nilai t-statistic 5. 170 > 1,96, nilai p-value 0. 000 < 0. serta nilai original sample bernotasi positif 0. 436, maka hipotesis bandwagon effect memiliki pengaruh positif terhadap value-expressive function of attitude diterima. Hipotesis 3: Hubungan variabel need for uniqueness (X. terhadap purchase intention (Z) signifikan dengan nilai t-statistic 2. 069 > 1,96, nilai p-value 0. 039 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. 282, maka hipotesis need for uniqueness memiliki pengaruh positif terhadap purchase intention diterima. Hipotesis 4: Hubungan variabel bandwagon effect (X. terhadap purchase intention (Z) signifikan dengan nilai t-statistic 2. 758 > 1,96, nilai p-value 0. 006 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. 313, maka hipotesis bandwagon effect memiliki pengaruh positif terhadap purchase intention diterima. Hipotesis 5: Hubungan variabel value-expressive function of attitude (Y) terhadap purchase intention (Z) signifikan dengan nilai t-statistic 3. 766 > 1,96, nilai p-value 0. 000 < 0. serta nilai original sample bernotasi positif 0. 335, maka hipotesis value-expressive function of attitude memiliki pengaruh positif terhadap purchase intention diterima. Hipotesis 6: Hubungan need for uniqueness (X. terhadap purchase intention (Z) yang dimediasi oleh value-expressive function of attitude (Y) signifikan dengan nilai tstatistic 1. 831 > 1,96, nilai p-value 0. 005 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi 153, maka hipotesis value-expressive function of attitude memediasi positif pengaruh need for uniqueness terhadap purchase intention diterima. Hipotesis 7: Hubungan bandwagon effect (X. terhadap purchase intention (Z) yang dimediasi oleh value-expressive function of attitude (Y) signifikan dengan nilai tstatistic 2. 910 > 1,96, nilai p-value 0. 004 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi 1898 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. 146, maka hipotesis value-expressive function of attitude memediasi positif pengaruh bandwagon effect terhadap purchase intention diterima. Pengaruh Need for Uniqueness terhadap Value-expressive Function of Attitude Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap value-expressive function of attitude. Hasil perhitungan aplikasi SmartPLS 4 menunjukkan nilai t-statistic 5. 115 > 1,96, nilai pvalue 0. 000 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. Maka dapat disimpulkan bahwa need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap valueexpressive function of attitude. H1: need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap value-expressive function of attitude diterima. Individu dengan need for uniqueness yang tinggi tertarik pada hijab yang unik dan tidak umum, yang memungkinkan mereka mengekspresikan kepribadian dan gaya pribadi mereka dengan cara yang unik. Hal ini didukung oleh penelitian Cho et al . menyatakan bahwa need for uniqueness berpengaruh positif dan signifikan terhadap valueexpressive function of attitude barang fashion mewah. Pengaruh Bandwagon Effect terhadap Value-expressive Function of Attitude Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa bandwagon effect berpengaruh signifikan terhadap value-expressive function of attitude. Hasil perhitungan aplikasi SmartPLS 4 menunjukkan nilai t-statistic 5. 170 > 1,96, nilai pvalue 0. 000 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. Maka dapat disimpulkan bahwa bandwagon effect berpengaruh signifikan terhadap valueexpressive function of attitude. H2: bandwagon effect berpengaruh signifikan terhadap value-expressive function of attitude diterima. Mereka yang menempatkan fokus lebih besar pada konsep diri yang saling bergantung mungkin lebih termotivasi secara eksternal untuk mencari persetujuan sosial dan kesesuaian dengan kelompok yang mencerminkan bandwagon effect (Wiedmann et al, 2. Dengan kata lain, bandwagon effect adalah sejauh mana permintaan suatu komoditas yang sama (Leibenstein, 1. Hal ini didukung oleh penelitian Cho et al . 10 menyatakan bahwa bandwagon effect berpengaruh signifikan pada social-adjustive function of attitude, value-expressive function of atitude dan hedonic function of attitude barang fashion mewah. Pengaruh Need for Uniqueness terhadap Purchase Intention Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Hasil perhitungan aplikasi SmartPLS 4 menunjukkan nilai t-statistic 2. 069 > 1,96, nilai p- value 0. 039 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. Maka dapat disimpulkan bahwa need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. H3: need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap purchase intention diterima. Individu dengan kebutuhan akan keunikan yang tinggi sering kali merasakan kepuasan yang lebih tinggi ketika mereka berhasil menemukan dan membeli produk yang unik. Konsumen dengan dorongan yang lebih kuat untuk mengekspresikan individualitas mereka mungkin memiliki kebutuhan yang lebih besar akan keunikan yang 1899 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. memotivasi konsumsi fashion terutama merek Ae merek mewah (Lennon et al,2. Hal ini didukung oleh penelitian Ahmad et al . need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Pengaruh Bandwagon Effect terhadap Purchase Intention Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa bandwagon effect berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Hasil perhitungan aplikasi SmartPLS 4 menunjukkan nilai t-statistic 2. 758 > 1,96, nilai p- value 0. 006 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. Maka dapat disimpulkan bahwa bandwagon effect berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. H4: bandwagon effect berpengaruh signifikan terhadap purchase intention diterima. Perilaku bandwagon lebih banyak dipengaruhi oleh inter-dependence managerA perilaku snob dipengaruhi oleh independent manager dan perilaku veblin dipengaruh oleh inter-dependence manager (Kastanakis & Balabanis, 2. Hal ini didukung oleh penelitian Cho et al . menyatakan bahwa bandwagon effect berpangaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention barang fashion mewah. Pengaruh Value-expressive Function of Attitude terhadap Purchase Intention Hasil pengujian hipotesis kelima menunjukkan bahwa value-expressive function of attitude berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Hasil perhitungan aplikasi SmartPLS 4 menunjukkan nilai t-statistic 3. 766 > 1,96, nilai pvalue 0. 000 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. Maka dapat disimpulkan bahwa value-expressive function of attitude berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. H5: value-expressive function of attitude berpengaruh signifikan terhadap purchase intention diterima. Value-expressive function of attitude mendorong individu untuk mengaitkan produk atau merek dengan nilai Ae nilai atau identitas yang mereka anggap penting. Jika produk atau merek tersebut mencerminkan nilai Ae nilai yang konsisten dengan nilai Ae nilai individu tersebut, maka kemungkinan besar individu tersebut akan memiliki niat beli yang tinggi. Hal ini didukung oleh penelitian Cho et al . membuktikan bahwa value-expressive function of attitude secara signifikan mempengaruhi purchase intention barang fashion mewah. Peran Mediasi Value-expressive Function of Attitude dalam Pengaruh Need for Uniqueness terhadap Purchase Intention Hasil pengujian hipotesis keenam menunjukkan bahwa value-expressive function of attitude memediasi pengaruh need for uniqueness terhadap purchase Hasil perhitungan aplikasi SmartPLS 4 menunjukkan nilai t-statistic 1. > 1,96, nilai p- value 0. 005 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. Maka dapat disimpulkan bahwa value-expressive function of attitude memediasi pengaruh need for uniqueness terhadap purchase intention. H6: value-expressive function of attitude memediasi pengaruh need for uniqueness terhadap purchase intention diterima. Need for uniqueness mempengaruhi sikap individu terhadap produk atau merek tertentu, dan sikap tersebut selanjutnya mempengaruhi niat pembelian individu. Ketika individu merasa bahwa produk atau merek tersebut mampu mewakili nilai Ae nilai unik dan memungkinkan mereka untuk membedakan 1900 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. diri, mereka akan cenderung memiliki niat pembelian yang lebih tinggi terhadap produk atau merek tersebut. Hal ini didukung oleh penelitian Cho et al . membuktikan bahwa need for uniqueness menunjukkan dampak yang signifikan dan positif terhadap attitudes dan purchase intention barang fashion mewah. Peran Mediasi Value-expressive Function of Attitude dalam Pengaruh Bandwagon Effect terhadap Purchase Intention Hasil pengujian hipotesis ketujuh menunjukkan bahwa value-expressive function of attitude memediasi pengaruh bandwagon effect terhadap purchase Hasil perhitungan aplikasi SmartPLS 4 menunjukkan nilai t-statistic 2. > 1,96, nilai p- value 0. 004 < 0. 05 serta nilai original sample bernotasi positif 0. Maka dapat disimpulkan bahwa value-expressive function of attitude memediasi pengaruh bandwagon effect terhadap purchase intention. H7: value-expressive function of attitude memediasi pengaruh bandwagon effect terhadap purchase intention Bandwagom effect mempengaruhi sikap individu terhadap produk atau layanan tertentu, dan sikap tersebut selanjutnya mempengaruhi niat pembelian Ketika individu merasa bahwa mengadopsi perilaku yang populer atau mengikuti trend dapat membantu mereka membangun identitas sosial yang dihargai oleh orang lain, mereka akan cenderung memiliki niat pembelian yang lebih tinggi terhadap produk atau layanan tersebut. Hal ini didukung oleh penelitian Cho et al . membuktikan bahwa bandwagon effect menunjukkan dampak yang signifikan dan positif terhadap attitudes dan purchase intention barang fashion mewah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Software SmartPLS 4 dapat disimpulkan sebagai berikut: Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap value-expressive function of attitude pada hijab Buttonscarves. Hal ini berdasarkan nilai t-statistic sebesar 5. 115 > 1,96 dan p-value sebesar 0. 000 < 0. Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa bandwagon effect berpengaruh signifikan terhadap value-expressive function of attitude pada hijab Buttonscarves. Hal ini berdasarkan nilai t-statistic sebesar 2. 069 > 1,96 dan p-value sebesar 0. 039 < 0. Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa need for uniqueness berpengaruh signifikan terhadap purchase intention pada hijab Buttonscarves. Hal ini berdasarkan nilai t-statistic sebesar 5. 170 > 1,96 dan pvalue sebesar 0. 000 < 0. Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa bandwagon effect berpengaruh signifikan terhadap purchase intention pada hijab Buttonscarves. Hal ini berdasarkan nilai t-statistic sebesar 2. 758 > 1,96 dan pvalue sebesar 0. 006 < 0. Hasil pengujian hipotesis kelima menunjukkan bahwa value-expressive function of attitude berpengaruh signifikan terhadap purchase intention pada 1901 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1892 -1903 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. hijab Buttonscarves. Hal ini berdasarkan nilai t-statistic sebesar 3. 766 > 1,96 dan p-value sebesar 0. 000 < 0. Hasil pengujian hipotesis keenam menunjukkan bahwa value-expressive function of attitude signifikan berperan sebagai variabel mediasi yaitu memediasi pengaruh tidak langsung need for uniqueness terhadap purchase intention pada hijab Buttonscarves. Hal ini berdasarkan nilai path coefficient mediasi sebesar 0. 153 dan p-value sebesar 0. 005 < 0. Hasil pengujian hipotesis ketujuh menunjukkan bahwa value-expressive function of attitude signifikan berperan sebagai variabel mediasi yaitu memediasi pengaruh tidak langsung bandwagon effect terhadap purchase intention pada hijab Buttonscarves. Hal ini berdasarkan nilai path coefficient mediasi sebesar 0. 146 dan p-value sebesar 0. 004 < 0. DAFTAR PUSTAKA