EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 14-21 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/p3m/index PELATIHAN PENINGKATAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK DI ERA DIGITAL DI MI AL QURAoAN JABALKAT Filzatun Nafsi 1. Retno Intan Kuswari 2 . Ulvia Fatkurin Fuad 3. Muhammad Fathur RoAouf4. Muhammad Saiqul Huda5 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq12345 nafsifilzatun@gmail. com 1, intanretno900@gmai. com 2 , ulvia. fuad@gmail. com 3, fathurrouf567@gmail. com4, saiqhuda@gmail. Abstrak: Era digital akan selalu beriringan dengan perkembangan teknologi. Semua kalangan masyarakat merasakan akan adanya perkembangan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi juga membawa dampak terhadap pola asuh anak khususnya dalam dunia pendidikan. Orang tua harus memiliki kesadaran dalam pola pengasuhan anak dan harus memiliki arah yang tepat agar anak mampu berkomunikasi, berinteraksi dan bersosialisasi serta mampu berkembang dengan optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah service-learning. Metode ini menyediakan sebuah materi, dan disampaikan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Pada penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa orang tua sebaiknya memahami perkembangan teknologi secara baik, memiliki kesadaran dan memperhatikan dampak perkembangan teknologi terhadap anak. Sehingga pola asuh yang diterapkan mempunyai kebijakan tanpa menghambat potensi dan bakat yang dimiliki oleh anak. Kata Kunci: Pola Asuh. Era Digital Abstract: The digital era will always go hand in hand by technological development. All levels of society feel the technological development. The technological development also has an impact on parenting, especially in education. Parents must have awareness in parenting patterns and must have the right direction so that children are able to communicate, interact and socialize and are able to develop The method used in this study is service-learning. This method provides a material, and is delivered with lectures, discussions and questions and answers. In this study, researcher concluded that parents should understand the technological development well, have awareness and pay attention to the impact of technological development on children. So that the parenting style applied has a policy without obstructing the potential and talents possesed by children Keyword: Parenting. Digital era PENDAHULUAN Era digital seperti sekarang ini, semua manusia akan bersentuhan dengan Semua teknologi yang berkembang ditandai adanya sebuah internet yang segalanya serba cepat. Era digital membuat teknologi akan terus berkembang dan maju. Hampir setiap lapisan masyarakat mampu merasakan adanya teknologi tersebut. Teknologi juga akan memberikan sebuah dampak yang luar biasa seperti sebuah informasi yang cepat tersebar. Tidak hanya itu dalam dunia pendidikan juga memberikan dampak kemajuan. Sehingga akan mendatangkan sebuah kemanfaatan dan keuntungan. EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 14-21 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Kemanfaatan akan dirasakan bilamana pengguna teknologi tersebut mampu untuk selektif dan kritis. Namun, akan sebaliknya jika pengguna tidak melakukan keduanya dan akan semakin mudah tergiring dalam dampak negatif dari teknologi Pengguna Ae pengguna teknologi sekarang ini bukan lagi orang-orang dewasa pekerja namun secara umum adalah mereka yang biasa disebut dengan generasi Z, bahkan anak balita saja sudah mampu menggunakannya2. Generasi Z merupakan anak-anak yang terlahir di era serba digital mulai dari tahun 1997 sampai 20123. Berbeda dengan anak yang terlahir ditahun 1990-an mereka akan menemukan perkembangan alat elektronik seperti komputer, gadget dan internet. Mereka generasi Z lebih cenderung menerima bahkan cenderung ketergantungan dengan internet. Selain itu, mereka sangat aktif dalam mengoperasikan berbagai jenis media sosial. Fakta membuktikan mereka pasti memiliki akun media sosial seperti Instagram. Tiktok. Facebook. Twiiter atau X dan lain sebagainya. Hal Ae hal di atas akan melahirkan sebuah cita-cita yang berbeda layaknya anak zaman sebelumnya. Mereka jika ditanya cita Ae cita di masa depan akan muncul cita-cita seperti selebgram, content creator, youtuber dan gamers. Artinya mereka memiliki rasa percaya diri yang lebih, berani dalam segala hal dan tidak memiliki rasa canggung. Hal ini terkonfirmasi bahwa generasi ini lebih aktif dalam bermedia sosial mulai dari foto, video, mengemukakan gagasan pendapat bahkan bergoyang. Hal Ae hal di atas akan menjadi sebuah tantangan bagi orang tua khususnya dengan bagaimana pola asuh yang harus diterapkan. Memang, tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anaknya. Semua orang tua akan memberikan yang terbaik bagi Pola asuh yang didapatkan orang tua, kadang belum tentu pas diterapkan untuk anak generasi Z. Sehingga bagaimana mengembangkan pola asuh yang sudah ada agar semakin baik dan bijak di era yang serba digital. Orang tua akan mempersiapkan segala hal yang terbaik bagi anaknya sejak dalam kandungan. Orang tua juga akan mempersiapkan bagaimana anaknya akan menghadapi sebuah zaman. Sehingga sangat betul sekali bahwa orang tua, keluarga adalah pendidikan pertama bagi anaknya. Bahkan dalam Al QurAoan disebutkan AeOaOac aN EacOe aI e aIIa eO CaeO aIe aA a aE eI aOa eNEeO aE eI aaI UA Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (Q. S At-Tahrim:. 4 Maka sudah kewajiban bagi sebuah keluarga utamanya orang tua untuk menjaga anak-anak dan keluarganya agar terhindar dari api neraka. Oleh sebab itu, orang tua harus memiliki tekad yang tinggi untuk melindungi anak-anaknya dari tantangan di era digital, dengan catatan tanpa menghalangi atau menghambat potensi dan bakat yang mereka miliki. 1 Santosa. Elizabeth. AuEra Digital. Orang Tua Butuh Ilmu agar Tak Salah Mendidik Anak. http://edupost. id/parenting/eradigital-orang-tua-butuh-ilmu-agar taksalah-mendidik-anak/ 2 Puji Asmaul Chusna, "Pengaruh Media Gadget Pada Perkembangan Karakter Anak". Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan. Vol. No. 2, . , pp. 315Ae330. 3 Ibid 4 Kementrian Agama Republik Indonesia Al-QurAoan dan Terjemahnya. Surabaya : Halim, 2014 FILZATUN NAFSI. RETNO INTAN KUSWARI. ULVIA FATKURIN FUAD. MUHAMMAD FATHUR ROAoUF. MUHAMMAD SAIQUL HUDA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 14-21 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Orang tua sebagai pendidik pertama untuk anak Ae anaknya adalah suatu Mendidik akan memerlukan suatu kesabaran dan kesadaran, sehingga pendidikan yang diterapkan hendaknya bersifat pengasuhan. Pengasuhan yang dimaksud bukan untuk memanjakan dan membiarkan mereka di dunianya. Pengasuhan orang tua terhadap anak merupakan proses bagaimana terbangunnya sebuah interaksi, perhatian, dukungan baik secara fisik, mental, sosial, emosional bahkan spiritual6. Proses dalam mendampingi, membimbing perjalanan anak dalam tahapan tersebut adalah orang tua. Orang tua hendaknya juga memiliki kesadaran pola pengasuhan dan harus memiliki arah yang tepat seperti halnya melibatkan di berbagai aktivitas sebagai jalan dan tujuan agar anak mampu berkomunikasi, berinteraksi dan bersosial serta mampu berkembang dengan optimal. Dengan latar belakang tersebut digunakanlah metode pemecahan permasalahan penelitian ini dengan metode service learning disampaikan dengan ceramah dan disediakan sebuah materi. METODE PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Pengabdian kepada masyarakat bertempat di MI Al QurAoan Jabalakat. Sambijajar Kecamatan Sumbergempol. Kabupaten Tulungagung. Pengabdian dilaksanakan pada saat setelah ulangan tengah semester tahun ajaran 2022/2023 yakni Kamis, 2 November 2023. Pada program ini targetnya adalah orang tua dari kelas atas MI Al QurAoan Jabalkat dengan jumlah tujuh puluh orang tua dari kelas IV. V dan VI. Pada umumnya pekerjaan dari wali murid di sana adalah sebagai petani. Selain itu, pengabdian atau program ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di madrasah bersama orang tua. Sehingga respon mereka sangat terbuka dan antusias. Metode yang digunakan adalah service-learning yang merupakan metode holistik yang bertujuan untuk memahami makna materi, mengupayakan sebuah pelayanan dan memberikan pemecahan persoalan secara langsung7. Metode ini menyediakan sebuah materi, disampaikan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Peneliti melakukan empat tahap kegiatan pada servis learning diantaranya: Pertama, perencanaan dilakukan dengan pematangan konsep dilanjutkan dengan survey, pengajuan izin dengan lembaga sampai kepada pembuatan materi yang sesuai. Kedua, adalah pelaksanaan. Sebelum melaksanakan program terdapat penyusunan undangan dan rundown acara. Kemudian dalam pelaksanaan terdapat pertemuan dan disampaikan tujuan dasar utama pengabdian serta materi pokok tentang pola asuh pada anak di era digital. Serta, menyajikan dampak positif dan negatif dari teknologi. Membuka pertanyaan serta diskusi kecil terkait tantangan di era digital. Ketiga, evaluasi dari program ini. Terkait dengan seluruh komponen pada setiap langkah yang dilakukan terkait teknis, sehingga selanjutnya juga dapat dilaksanakan kerja sama untuk pengabdian kepada masayarakat yang lebih luas. 5 Rahmat. Stepanus Turibius. AuPola Asuh Yang Efektif Untuk Mendidik Anak Di Era DigitalAy jurnalunikapaulus, 2018 6 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Seri Pendidikan Orang Tua: Mendidik Anak di Era Digital. Cet. Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Juli 2016. 7 Setyowati. , & Permata. Service Learning: Mengintegrasikan Tujuan Akademik Dan Pendidikan Karakter Peserta Didik Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat. Bakti Budaya, 1. , 143. https://doi. org/10. 22146/bb. FILZATUN NAFSI. RETNO INTAN KUSWARI. ULVIA FATKURIN FUAD. MUHAMMAD FATHUR ROAoUF. MUHAMMAD SAIQUL HUDA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 14-21 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Selain terdapat materi dan diskusi serta tanya jawab, peserta diberikan sebuah tips bagaimana membatasi agar anak tidak berlebihan dalam menggunakan gadget. Salah satunya sebagai orang tua harus bijak dalam mengontrol media sosial anak anak serta menjadi sahabat dan lebih perhatian kepada anak-anaknya. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar dengan dihadiri oleh tujuh puluh Selain pemberian materi, peserta juga diberikan pengetahuan terkait dengan ciri-ciri dari genereasi Z dan beberapa solusi bagaimana pola asuh yang tepat untuk anak di era digital terutama dalam mengurangi dampak negatif gadget. Adapun ciri-ciri dari generasi Z, yang telah terkonfirmasi bahwa anak sekarang berada di ciri tersebut, diantaranya sebagai berikut8: Tabel 1. Ciri-ciri generasi Z Ciri Generasi Z No. Lebih Memilih gadget daripada TV Mereka lebih AumelekAy teknologi No gadget no life . enganggap bahwa tanpa gadget tidak hidup, ketinggalan zama. Wajib memiliki media sosial . nstagram, tiktok, facebook, twitter dl. Kurang suka membaca buku Lebih suka hal-hal yang instan dan serba cepat Lebih suka akan kebebasan Lebih percaya diri dan berani Ingin mendapat pengakuan Menyukai yang detail Di era digital akan banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh orang tua. Tantangan itu berasal dari dampak menggunakan gadget yang berlebihan salah satunya adalah mulai terkikisnya adab baik sopan santun, tutur kata, lupa waktu, kecandungan gadget, asyik sendiri dengan dunianya dan memicu adanya bullying baik di lingkungan sekitar mereka tinggal atau di sekolah. Maka sebagai orang tua juga harus mampu memahaminya dan mengetahui solusi yang dapat dilakukan. Beberapa hal yang telah disampaikan pada pengabdian ini, solusi mengurangi dari kebiasaan yang keterlaluan dalam menggunakan gadget terkait dengan pola asuh. Pola asuh yang diterapkan orang tua pasti yang terbaik. Apa yang terjadi pada anak adalah hasil dari pola asuh yang telah diterapkan. Misalnya saja pola asuh yang telah diterapkan pada orang tua kita dulu kadang belum sesuai, sebab menyesuaikan Sehingga orang tua zaman sekarang harus lebih bijak dalam memahami anak8 Rahmat. Stephanus Turibius AoPola Asuh Yang Efektif Dalam Mendidik Anak Di Era DigitalAo. Journal Education and Culture Missio, 10. , 143 FILZATUN NAFSI. RETNO INTAN KUSWARI. ULVIA FATKURIN FUAD. MUHAMMAD FATHUR ROAoUF. MUHAMMAD SAIQUL HUDA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 14-21 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x anak yang berada di zaman ini atau disebut dengan generai Z. Berdasarkan teori, ada berbagai pola diantaranya adalah9: Tabel 2. Macam-macam pola asuh Macam-macam pola Ciri-cirinya Pola asuh otoriter A Orang tua adalah kunci dalam mengambil keputusan A Anak harus tunduk A Anak dituntut untuk patuh dan tidak diberikan kesempatan Pola asuh demokratis A Orang tua lebih bersikap A Orang tua bersikap realistis kepada anaknya A Memberikan Pola asuh permisif A Orang kebebasan sangat penuh kepada anak A Anak cenderung akan terbuka, namun teteap bertanggung Sebagai orang tua juga harus memahami bahwa Al QurAoan dan hadits Rasul juga memberikan konsep tentang pola asuh10. Pertama, setiap orang tua harus menyadari bahwa anak adalah amanah dan fitnah sehingga maka pengasuhan harus berdasarkan anjuran Allah dan sunnah Rasul. Kedua, adalah menyadari bahwa anak semua terlahir dalam keadaan fitrah atau suci, maka harus benar-benar dijaga. Menjaga anak dengan memberikan pola asuh yang terbaik, mendidik agar tetap memiliki akhlak yang mulia dan senantiasa mengingatkan untuk sholat dan membekali dasar agama yang kuat. Ketiga, adalah menyadari bahwa semua anak memiliki potensi untuk hal yang baik, bakat yang dimiliki hendaknya dikembangkan dan diberikan dukungan penuh. Ada beberapa tips pola asuh untuk mengurangi penggunaan gadget diantaranya sebagai berikut: No. Tabel 3. Tips Pola Asuh Di Era Digital Ciri Generasi Z 9 Qurrotu Ayun. AoAyPola Asuh Orang Tua Dan Metode Pengasuhan Dalam Membentuk Kepribadian AnakAy. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 5. , 102 10 Damanyati Eka. Ahmad Arifuddin dkk. AuMeningkatkan Kesadaradan Pengasuhan Anak Di Era Digital Melalui Ceramah Berbasis MultimediaAy. Martaba: Jurnal Perempuan dan anak Vol 5 No 1 Juni 2021 FILZATUN NAFSI. RETNO INTAN KUSWARI. ULVIA FATKURIN FUAD. MUHAMMAD FATHUR ROAoUF. MUHAMMAD SAIQUL HUDA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 14-21 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Orang tua juga harus pintar dalam IT Orang tua memberikan contoh atau teladan dalam menggunakan gadget Menjadi Followers dari media sosial anak Mengenal lebih dalam kepribadian anak Bangun komunikasi yang baik dengan anak Menjadi cinta pertama untuk anak Menjadi sahabat dan teman curhat anak Melibatkan anak dalam segala aktivitas, minimal pendapat atau diskusi Orang tua harus mendukung potensi anak Orang tua, memberikan waktu atau jadwal kepada anak dalam menggunakan gadget Memperhatikan isi program gadget Mengenalkan beberapa permainan tardisional atau aktivitas olahraga Dibawah ini adalah beberapa foto sebagai dokumentasi kegiatan pengabdian Gambar 1. Dokumentasi ketika penyampaian materi FILZATUN NAFSI. RETNO INTAN KUSWARI. ULVIA FATKURIN FUAD. MUHAMMAD FATHUR ROAoUF. MUHAMMAD SAIQUL HUDA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 14-21 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Gambar 2. Foto bersama Bapak dan Ibu Guru Secara keseluruhan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki respon yang sangat baik oleh peserta. Sebab di madrasah ini juga masih perdana dilaksanakan materi tentang pola asuh. Sehingga kegiatan ini dapat ditindak lanjuti dengan dilaksanakan rutin dan kepada masyarakat yang lebih luas. KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa di era digital orang tua hendaknya memahami perkembangan teknologi secara baik, memiliki kesadaran dan lebih memperhatikan segala dampak dari teknologi terhadap anak. Tidak membiarkan anak berada di zona nyaman dengan gadget sebab menyadari jika menggunakan gadget secara berlebihan akan memberikan dampak negatif. Sehingga pola asuh yang diterapkan harus bijak tanpa menghambat potensi dan bakat yang anak Ada sebelas tips pola asuh untuk menghadapai dan mengurangi penggunaan gadget di era digital. Misalnya dengan melibatkan anak dalam segala activitas di rumah, menimal orang tua meminta untuk berpendapat melibatkan dalam diskusi dalam memgambil keputusan. Selain itu orang tua harus memberikan contoh yang nyata dalam menggunakan gadget, memberikan waktu atau jadwal kepada anak dalam menggunakan gadget. Paling utama adalah dengan membentengi dengan dasar agama dengan selalu mengingatkan sholat. DAFTAR PUSTAKA