Jurnal Indonesia Sosial Teknologi: pAeISSN: 2723 - 6609 e-ISSN : 2745-5254 Vol. No. 11 November 2021 PERENCANAAN PEMASANGAN PIPA DISTRIBUSI HDPE yo 300 MM CROSSING REL KERETA API DI JL. RA KARTINI KOTA CIREBON DENGAN METODE JACKING SYSTEM Lia Amaliah1. Yuriska Nur Larasati2. Nono Carsono3. Program Studi Teknik Sipil - Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon1,2,3 Email: liaamaliah92@gmail. com1, larasatiyuriska06@gmail. nonocrs74@gmail. Abstrak Pemasangan pipa distribusi HDPE yo 300 mm crossing rel kereta api di Jl. Kartini Kota Cirebon dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga kontinuitas pelayanan air bersih, menertibkan jaringan perpipaan, serta meningkatkan tekanan dan supply air ke wilayah Pesisir dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek keamanan konstruksi pemasangan pipa distribusi HDPE yo 300 mm dengan metode Jacking System serta mengetahui efektifitas dari perencanaan pemasangan pipa distribusi tersebut dengan melakukan analisis hidrolis. Metode pelaksanaan pemasangan pipa yang digunakan oleh Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon adalah metode jacking system untuk pipa sepanjang 48,70 m sesuai dengan hasil kajian optimalisasi jaringan distribusi Kota Cirebon tahun 2019 menggunakan program aplikasi EPANET. Hasil analisis distribusi beban di atas rel kereta api yang akan bekerja pada pipa beton yaitu beban merata pada lapisan tanah asal E2 = 9,61 N/cm2 = 0,98 Kg/cm2 dan beton K-500 memiliki kekuatan tekan beton sebesar 500 kg/cm2 atau fc 41,50 mpa 900 N/cm2 sehingga pipa beton K-500 yo 450 mm crossing rel kereta api Jl. Kartini Kota Cirebon dapat menahan pembebanan yang bekerja pada pipa beton tersebut berupa beban mati/statis dan beban hidup/dinamis . eban vertika. dan beban horizontal. Hasil analisis hidrolis pada jam puncak menunjukkan bahwa pemasangan pipa baru HDPE dengan ukuran yo 300 mm di Jalan Kartini dari Crossing Rel Kereta Api Sampai Dengan Jl. Veteran Sisingamangaraja Sepanjang 873 Meter meningkatkan sisa tekan di kawasan Wilayah Pusat Pelelangan Ikan Pesisir. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa metode Jacking System untuk pemasangan pipa distribusi HDPE yo 300 mm crossing rel kereta api di Jl. RA Kartini Kota Cirebon memenuhi aspek keamanan konstruksi serta dapat meningkatkan pelayanan berdasarkan analisis hidrolis yang dilakukan. Kata kunci: analisis hidrolis. distribusi beban di atas rel. metode jacking system. supply air. Abstract The distribution pipe HDPE yo 300 mm crossing the railway in RA Kartini Cirebon City done to improve its capacity and maintaining continuity of water service, curb pipeline, and increasing pressure and supply water to coastal and surrounding Lia Amaliah. Yuriska Nur Larasati. Nono Carsono This research aims to review security aspects of construction distribution pipeline HDPE yo 300 mm by method Jacking System and knows the effectiveness of planning the fitting pipes distribution with an analysis hydraulic. A method of execution the pipe used by Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon is jacking system method for pipe along 48,70 m in accordance with the results of the study on the optimizing distribution network of Cirebon City in 2019 at use EPANET application program. The analysis of the distribution of the burden on the tracks a train that will work on concrete pipe which is a burden evenly on the land of origin E2 = 9,61 N/cm2 = 0,98 Kg/cm2 dan beton K-500 having the power of concrete press 500 kg/cm2 atau fc 41,50 mpa atau 4. 900 N/cm2 so a pipe concrete K-500 yo 450 mm crossing the railway in RA Kartini Cirebon City could hold imposition who worked on the concrete pipe namely the burden die/static and dynamic . he load vertica. and load horizontal. The analysis shows that hidrolis at the top of the fitting pipes HDPE yo 300 mm in Kartini from crossing the railway to Veteran Sisingamangaraja along 873 m increase the pressure in the coastal region of Central Fish Auction. Keywords: hidrolis analysis. distribution of the burden on the rail track. a method of distribution pipe. water supply. Pendahuluan Kebutuhan air adalah banyaknya jumlah air yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga, industri, penggelontoran kota dan lain-lain. Prioritas kebutuhan air meliputi kebutuhan air domestik, industri, pelayanan umum dan kebutuhan air untuk mengganti kebocoran (Asta, 2. Dalam usaha memenuhi kebutuhan akan air bersih, jaringan distribusi merupakan hal yang sangat penting (Zamzami. Azmeri, & Syamsidik, 2. Karena jaringan distribusi inilah yang menyalurkan air dari instalasi pengolahan air menuju ke Sistem jaringan distribusi yang digunakan dapat menggunakan sistem jaringan perpipaan (Damanhuri, 1. Saat ini dalam pelaksanaan tugas di wilayah kerjanya yaitu Kota Cirebon khususnya di Wilayah Pusat Pelelangan Ikan Pesisir. Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon belum dapat memberikan pelayanan penyediaan air bersih secara optimal karena belum dapat menyalurkan air secara kontinyu selama 24 jam walaupun saat ini sudah terdapat pipa existing PVC yo 250 mm tahun 1982 dari Jalan Kartini sampai dengan Jalan Cemara dan PVC yo 200 mm tahun 1982 dari Jalan Cemara sampai dengan Pusat Pelelangan Ikan Pesisir sebagai supply air ke wilayah tersebut. Hal tersebut dikarenakan bahwa pada saat jam puncak wilayah pelayanan utara memiliki sisa tekan sebesar < 0,5 bar. Sisa tekan yang tidak mencukupi dapat diartikan sebagai gagalnya sistem distribusi karena wilayah dengan sisa tekan minim atau bahkan negatif tidak akan teraliri air (Handayani, 2. Oleh karena itu, untuk meningkatkan tekanan dan supply air sebagai upaya menjaga kontinuitas pelayanan air bersih ke wilayah Pusat Pelelangan Ikan Pesisir, maka Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon perlu melakukan pemasangan Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Perencanaan Pemasangan Pipa Distribusi HDPE y 300 mm Crossing Rel Kereta Api di Jl. Ra Kartini Kota Cirebon dengan Metode Jacking System pipa baru dengan ukuran yo 300 mm untuk membantu pipa PVC yang sudah lama sesuai dengan hasil kajian optimalisasi jaringan distribusi Kota Cirebon tahun 2019 menggunakan program aplikasi EPANET dan juga melihat total angka kebutuhan air di wilayah pesisir adalah sebesar 24,28 liter/detik untuk tahun rencana 2030. Pipa baru ini akan direncanakan menggunakan bahan Polythylene (PE) / PE-100 (HDPE/High-density Pada jalur rencana pemasangan pipa baru, yaitu pada Jalan Kartini terdapat utillitas rel kereta api yang mana menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM. 36 Tahun 2011 pada pasal 10 menegaskan bahwa AuPersinggungan bangunan dengan jalur kereta api dapat dilakukan di luar ruang manfaat jalur kereta api dengan ketentuan tidak mengganggu keselamatan dan keamanan pengoperasian kereta apiAy, sehingga metode pemasangan pipa akan direncanakan menggunakan metode jacking system. Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan adalah mengenai studi kelayakan pemasangan pipa jaringan gas menembus rel kereta api untuk mengantisipasi kejadian pipa retak, rusak atau bocor dengan menganalisa tegangan yang terjadi pada pipa sehingga aman untuk lifetime yang ditentukan (Nuryono, 2. Sedangkan belum ada penelitian mengenai pemasangan pipa air minum yang melintas . rel kereta api dengan metode Jacking System khususnya di Kota Cirebon dengan jenis tanah dan kondisi lingkungan yang berbeda seperti pada penelitian ini. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, penulis mengadakan penelitian di Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, yaitu di Jalan RA Kartini. Kelurahan Kejaksan. Kecamatan Kejaksan. Kota Cirebon. Metode analisa dan pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini didasarkan pada perhitungan beban yang bekerja pada struktur badan jalan, spesifikasi teknis perpipaan yang digunakan serta hasil simulasi jaringan perpipaan dengan menggunakan Program Epanet. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Lia Amaliah. Yuriska Nur Larasati. Nono Carsono Gambar 1 Bagan Alir Penelitian Hasil dan Pembahasan Analisis Distribusi Beban di Atas Rel Kereta Api Yang Akan Bekerja Pada Pipa Beton Perencanaan pemasangan pipa distribusi HDPE yo 300 mm dilakukan di Jl. Kartini Kota Cirebon dengan melintasi jalur kereta api / crossing rel kereta api pada lokasi KM. 219 A antara Stasiun Kejaksan Ae Stasiun Prujakan Lintas Cirebon Ae Tegal di wilayah Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat dengan metode jacking system, sehingga diperlukan adanya analisis distribusi beban di atas rel kereta api yang akan bekerja pada pipa beton/selongsong pipa distribusi (Susanto & Muthohar, 2. Tahapan perhitungan Analisis Distribusi Beban Kereta Api adalah sebagai berikut : Analisis Beban Mati /Statis (DL) terdiri dari Beban Rel (W. Beban Bantalan (Wb ) Beban Rel Kereta Api Berat rel per batang tipe R54 = 0,535 kN/m. Berat rel 4 batang rel kereta tipe R54 = 4 x 0,535 kN/m = 2,14 kN/m. Jarak antar bantalan rel 60 cm atau 60% beban. Jadi Beban rel (W. = 60% x 2,14 kN/m = 1,28 kN/m. Beban bantalan balok rel kereta api Berat bantalan balok rel beton (Wb ) = 200 kg/bh = 200 x 0,0098 = 1,96 kN/bh. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Perencanaan Pemasangan Pipa Distribusi HDPE y 300 mm Crossing Rel Kereta Api di Jl. Ra Kartini Kota Cirebon dengan Metode Jacking System Sehingga Beban Mati menjadi DL = Wr Wb = 1,28 1,96 = 3,24 kN/m Analisis Beban Aksial yang Bekerja pada Struktur Badan Jalan Rel Kereta Api Beban aksial kereta yang bekerja pada struktur badan jalan rel dihitung menggunakan beban gandar maksimum : Berat Lokomotif (Wl. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60 Tahun 2012. Beban gandar untuk lebar jalan rel 1067 mm pada semua kelas jalur maksimum yang diijinkan Ps = 18 ton. sarana perkeretaapian yang paling terberat adalah lokomotif. Faktor Dinamis (DAF) Faktor ini diambil dengan asumsi kecepatan maksimum kereta berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60 Tahun 2012 = 120 km/jam Dengan safety 25% lebih tinggi dari kecepatan maksimum = 150 km/jam. Sehingga Faktor Dinamis (DAF) dihitung menggunakan persamaan 2 : cOe. DAF = 1 t . i ( DAF = 1 t . I ( eOeyiy. yayeya ya . ayeyaOeyiy. = 1 3 x 0,2 ( yayeya = 1,9857 = 1. Beban Dinamis = Berat Dinamis x Faktor Dinamis dihitung menggunakan persamaan 3 : Pd = Ps x DAF = . x 1,99 = 18. 000 kg x 1,99 = 35. 820 kg = 35. 820 x 0,0098 = 351,27 kN Distribusi beban aksial pada balas menurut Profilidis dan berdasarkan kombinasi pembebanan didapat beban maksimum . eban yang berada pada balas tepat di bawah rod. 54% pada satu titik pusat balas atau : LL = 54% x 351,27 kN = 189,69 kN Analisis Beban yang Bekerja pada Tanah Dasar di Bawah Lapisan Balas : Analisis Tekanan Kontak Rerata pada Balas dengan Metode Distribusi Beban Terhadap Penampang Bantalan dihitung menggunakan persamaan 4 : Pa = (. cyeIyeEyeCyea ycyeCyeiyeO . cyc ) ycyeIyeEyeCyea ycyeOyeIyenyec. cyc )) yc yeEyeCyeayeiyeCyesyeCyea . an yayayayayayao yan yayayau yan yauyaoyayayaoyauyaoy. yc yeEyeCyeayeiyeCyesyeCyea Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Lia Amaliah. Yuriska Nur Larasati. Nono Carsono (. anya yanya. yaUyaU) . a yeo yc ) . a,yayn ya,yyi yayny,yi. yayas/ya ( ya,yaya yea yeo ya,yayeyc ye. = 381,28 kN/m2 = 381,28 : 10 = 38,128 N/cm2 Tekanan Kontak Rerata Maksimum pada Balas Beban maksimum pada balas menurut Persamaan 4 sebesar E1 = 38,128 N/cm2 Analisis Distribusi Beban yang Bekerja pada Tanah Dasar di Bawah Balas. Berdasarkan data di lapangan, tebal balas atas sebesar 30 cm dan balas bawah sebesar 35 cm. Material penyusun balas atas mempunyai modulus elastisitas sebesar 250 kg/cm2, material penyusun balas bawah mempunyai modulus elastisitas sebesar 125 kg/cm2, sedangkan tanah dasar berupa lempung sedang yang mempunyai nilai modulus elastisitas sebesar 90 Kg/cm2 (Putra, 2. Ketebalan balas yang digunakan untuk perhitungan tekanan pada tanah dasar dikonversikan menggunakan Persamaan 8 ya ya He = 0,9 . aycaycaycoycayc ycaycycayc . Ooya ycaycaycoycayc ycaycycayc yaycaycaycoycayc ycaycaycycaEa . Oo yaycaycaycoycayc ycaycaycycaE. ycycaycuycaEa yccycaycycayc yc yayeya yc ycycaycuycaEa yccycaycycayc yayaye He = 0,9 . Oo yya ycye . Oo yya ) = 73,1 cm Nilai He = 73,1 cm digunakan sebagai tebal balas ekuivalen pada penelitian ini. Memperhitungkan tekanan yang bekerja pada tanah dasar menggunakan metode analisis the American Railroad Engineering Association (AREA) . dan Talbot . seperti pada Persamaan 13. E2 = E2 = 53,87 x E1 ycc1,25 yeyc,ynyi ya yuiya yayya,yaye yeyc,ynyi ya ycyn,yayayn yas/yauyaya . iyc,ya yauy. ya,yaye = 9,61 N/cm2 = 9,61 x 0. = 0,98 Kg/cm2 Nilai tekanan pada tanah dasar dengan tebal balas ekuivalen 73,1 cm berdasarkan metode analisis the American Railroad Engineering Association (AREA) . dan Talbot . sebesar E2 = 9,61 N/cm2 = 0,98 Kg/cm2. Pemodelan dengan Slope/W menggunakan nilai maksimum sebesar E2 = 9,61 N/cm2 = 0,98 Kg/cm2 (Salilama. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Perencanaan Pemasangan Pipa Distribusi HDPE y 300 mm Crossing Rel Kereta Api di Jl. Ra Kartini Kota Cirebon dengan Metode Jacking System Gambar 2 Diagram Beban Dinamis Kereta Api Terhadap Bantalan. Balas dan Tanah Dasar Analisis kekuatan Tanah dan Kekuatan Pipa Jacking Beton Bertulang Pada perencanaan akan digunakan selongsong beton bertulang Mutu Beton K500 pada kedalaman 4,0 m . erdasarkan sondir test, tanah keras berada pada kedalaman 4,0 m ) dari lapisan atas tanah asli. Baja tulangan Pipa Jacking Beton Bertulang adalah cold rolled wire (CRW) dengan mutu baja tulangan adalah tegangan leleh > 4500 kg/cm2 dan tegangan tarik > 5000 kg/cm2. Crack load dari pipa jacking adalah 4300 kg/m2 , ultimate load dar pipa jacking adalah 6500 kg/m2, dan axial load dari pipa jaking adalah 107 ton (Armanto & Indarjanto, 2. Beton K-500 memiliki kekuatan tekan beton sebesar 500 kg/cm2 atau fc 41,50 mpa. 500 kg/cm2 = 500 x 9,8 N/cm2 = 4. 900 N/cm2 Beban merata pada lapisan tanah asal hanya E2 = 9,61 N/cm2 = 0,98 Kg/cm2 9,61 N/cm2 < 4. 900 N/cm2 atau 0,98 Kg/cm2 < 500 kg/cm2 { sangat aman } E2 = 9,61 N/cm2 = 0,98 Kg/cm2 EIjin Beton = yc yc yayayi. yayaya ycyeO yayiyiyi,yay ycyeaya = 39,97 Kg/cm2 E2 < EIjin Beton = 0,98 Kg/cm2 < 39,97 Kg/cm2 { sangat aman } Pekerjaan Ruang Kerja Starting Pit dan Arriving Pit Jacking, serta Pasang Turap Galian Pekerjaan galian tanah merupakan pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan spek teknis untuk ruang kerja borring dan ruang penerima borring jalur pipa yo 300 mm. Kedalaman galian tanah disesuaikan dengan standar galian pipa yo 300 mm dengan ketentuan sebagai berikut : - Galian untuk Ruang Kerja Starting Pit Jacking memiliki panjang 7 m, lebar 3 m dan dalam 4 m. - Galian untuk Ruang Kerja Arriving Pit Jacking memiliki panjang 3 m, lebar 3 m dan dalam 4 m. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Lia Amaliah. Yuriska Nur Larasati. Nono Carsono Untuk keamanan ruang pit akan dilakukan pemasangan turap menggunakan Turap jenis PC Flat Sheet Pile ukuran 50 x 32 cm dan kayu balau 6/15. Lantai kerjanya juga akan di pasang beton tumbuk 1 : 3 : 5. - Galian untuk Ruang interconnect pipa yang dilakukan dengan metode open cut memiliki panjang 18 m dan 9 m, lebar 0,8 m dan dalam 1,4 m. Pemasangan turap galian adalah agar tanah galian di ruang kerja starting pit jacking dan ruang kerja arriving pit jacking tidak terjadi keruntuhan karena dalamnya galian tanah pada ruang kerja starting pit jacking dan ruang kerja arriving pit jacking. Untuk keamanan ruang pit akan dilakukan pemasangan turap menggunakan Turap jenis PC Flat Sheet Pile ukuran 50 x 32 cm dan kayu balau 6/15. Lantai kerjanya juga akan di pasang beton tumbuk 1 : 3 : 5. Berikut adalah perhitungan mengenai turap galian yang akan di gunakan dalam perencanaan ini : Hasil Pengukuran Ketinggian elevasi rencana turap berdasarkan hasil pengukuran sondir tanah keras, dengan data sebagai berikut : Elevasi Rencana . asil pengukuran sondir tanah kera. = 4,00 Data Tanah Paramater tanah yang dipergunakan untuk perencanaan, dengan data sebagai berikut No. Parameter Kadar Air tanah Berat jenis tanah . t ) Kohesi (C) Sudut geser tanah (I. Nilai Sat. 47,260 (%) 1,710 . on/m ) 0,121 . on/m. 30 (. Perencanaan Longsoran Dinding Turap Sheet Pile Konstruksi dinding penahan longsoran tanah menggunakan jenis dinding turap Asumsi dasar yang dipergunakan untuk merencanakan dinding jenis kantilever seperti tergambar di bawah ini : Tanah pasir : g = 1. 7 1 ton/m3 F = 300 c = 0. 121 ton/m2 H=4m Dredge Line D 1= ? Tanah pasir : g = 1. 7 10 ton/m3 F = 300 c = 0. 121 ton/m2 Diagram Takanan Tanah Aktif dan Pasif Menghitung Kedalaman Pemancangan Turap (Sheet Pil. Tekanan tanah aktif dan tekanan tanah pasif untuk tanah di atas galian dan di bawah galian memiliki nilai yang sama karena parameter tanah mempunyai nilai sama. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Perencanaan Pemasangan Pipa Distribusi HDPE y 300 mm Crossing Rel Kereta Api di Jl. Ra Kartini Kota Cirebon dengan Metode Jacking System Koefisien Tekanan Tanah Aktif = Tan2 ( 45 - yo / 2 ) = Tan2 ( 45 - 30O / 2 ) = 0,33 tanah aktif Koefisien Tekanan tanah Pasif = Tan2 ( 45 yo / 2 ) = Tan2 ( 45 30O / 2 ) = 2,99 Tekanan Tanah Aktif = Pa = 1/2 . (H D)2 = 1/2 . 1,710 . 0,33 . (H D)2 AA. Tekanan Tanah Pasif = Pp = 1/2 . = 1/2 . 1,710 . 2,99 . AA. Tinjauan momen terhadap titik O H = 4,00 m D = ? . tanah pasif = 0,28 . D)2 = 2,56 . uMO = 0 = Pp . /3. = Pa . 1/3 (H D) AA. = 2,56 D . /3D) /6. Ka. H^3 1/6. Ka. D^2 1/6. Ka. H^2. D 1/6. Ka. D^. = 2,56 D2 . /3D) /6. Ka. 4^3 1/6. Ka. D^2 1/6. Ka. 4^2. D 1/6. Ka. D^. = 0,85 D3 = . /6. Ka. 4^3 1/6. Ka. D^2 1/6. Ka. 4^2. D 1/6. Ka. D^. = 0,85. D^3 - . /6. Ka. 4^3-1/6. Ka. D^2-1/6. Ka. 4^2. D-1/6. Ka. D^. = 0 Dengan cara coba-coba . rial & erro. didapat kedalaman minimum panjang turap yang masuk kedalam tanah yaitu : uMO = 0,0 dicoba nilai D = 2,5 Kedalaman Turap D = 2,5 m Dengan menggunakan faktor keamanan = 1. 2 x D Maka Panjang kedalaman Turap = 3,0 m Total panjang turap yang dibutuhkan : Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Lia Amaliah. Yuriska Nur Larasati. Nono Carsono 3 = 7,0 m Menghitung Faktor Keamanan (SF) Tekanan Tanah Aktif = Pa Pa = 1/2 . (H D)2 = 1/2 . 1,710 . 0,33 . (H D)2 = 0,28 . D)2 = 14,14 ton/m Tekanan Tanah Pasif = Pp Pp = 1/2 . Kp . = 1/2 . 1,710 . 2,99 . = 2,56 . = 23,77 ton/m Menghitung Faktor Keamanan (SF) Faktor Keamanan (SF) = uPp Ou 1,2 uPa SF = 1,68 Ou 1,2 Aok Momen Maksimum pada ujung turap (Mmak. Mmaks = Pa x 1/3 (H D) = 14,14 . 1/3 . = 33,22 M maksimum (Mmak. = Momen Beban (Mbeba. Untuk kekuatan turap harus dipenuhi M maksimum (Mmak. > Cracking Momen Momen Maksimum = 33,22 ton. Cracking Momen = 13,08 ton. Dipenuhi M maksimum (Mmak. > Cracking Momen 33,22 > 13,08 (Turap aman terhadap faktor Crackin. Dari hasil perhitungan disarankan menggunakan Turap jenis PC Flat Sheet Pile dengan ketentuan sebagai berikut : Size . :50 x 32 cm Type Sheet Pile Nominal Bending Momen :35,49 ton. Cracking Momen Turap :13,08 ton. Panjang turap :7,00 m Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Perencanaan Pemasangan Pipa Distribusi HDPE y 300 mm Crossing Rel Kereta Api di Jl. Ra Kartini Kota Cirebon dengan Metode Jacking System Gambar 3 Gambar Penampang PC Flat Sheet Pile Pekerjaan Bor Mesin Pipa yo 450 mm (Pipe Jackin. /Pekerjaan Microtunneling dan Pipe Jacking Pipe Jacking adalah suatu teknik dalam pemasangan pipa dengan mendorong pipa pra cetak ke dalam tanah dari sebuah lubang vertikal/pit. Fungsinya untuk melakukan pembangunan yang menggunakan mesin bor serta dikombinasikan dengan teknik jacking pipa untuk memasang pipa di bawah tanah dalam sekali driving. Pemasangan pipa cassing dilaksanakan sebagai pelindung pipa yo 300 mm yang akan dijadikan pipa jaringan. Pipa cassing yang dipakai adalah pipa HDPE dengan diameter lebih besar dari pipa jaringan yaitu yo 450 mm. Langkah kerja pemasangan pipa dengan metode jacking alah sebagai berikut : Tipe jacking yang digunakan adalah slurry karena tipe ini lebih cepat dan lebih tidak merusak struktur di atas . ermukaan tana. lokasi jacking dari pada tipe yang lainnya (Earth Pressure Balance Jacking and Tuyure Jackin. Alur Mekanisme Jacking metode slurry secara garis besar sebagai berikut : Mesin bor . hield machin. pada bagian depan . mulai bekerja dengan mengebor tanah. Tanah hasil bor akan masuk ke dalam shield machine dan dicampur dengan cairan slurry agar larut sehingga dapat dialirkan keluar melalui pipapipa slurry. Dalam melakukan pemboran, besarnya tekanan slurry dalam mesin bor harus disesuaikan dengan tekanan tanah dan air tanah tujuannya agar diperoleh tingkat kestabilan yang cukup dalam melaksanakan pemotongan . Cairan slurry yang bercampur tanah akan dikeluarkan dari shaft dengan pompa slurry dan dikontrol dengan valve. Cairan tanah dan slurry akan dialirkan melalui pipa vertikal dan akan dipisahkan kembali sebagai cairan slurry dan tanah menggunakan mesin proses slurry yang dipasang di luar shaft. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Lia Amaliah. Yuriska Nur Larasati. Nono Carsono Cairan slurry yang telah dipisahkan tadi kemudian dialirkan kembali ke mesin bor tanah sedangkan tanah hasil pemboran akan ditampung sementara di truk tangki untuk diangkut ke tempat pembuangan bila sudah penuh. Sirkulasi sistem tersebut akan berlangsung selama jacking dan membutuhkan alat pengendali berupa dial pengukur tekanan, katupAakatup dan pompapompa. Sementara itu pada saat yang bersamaan hydraulic jack akan menekan pipa masuk ke dalam tanah yang telah digali/dibor. Untuk memastikan bahwa kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana, maka akan dilakukan pemantauan pada ruang kontrol. Monitoring kelurusan dan kemiringan pipa jacking. Kontrol terhadap kelurusan dan kemiringan pipa dilakukan dengan menetapkan mesin jacking sebagai target dalam menentukan arah pemboran tanah. Mengetahui apakah arah pemboran sudah tepat dengan menempatkan perlengkapan survey berupa laser transit di departure shaft. Hasil survey elevasi dan poligonnya harus menjadi acuan dalam melakukan monitoring ini. Gambar 4 Ilustrasi Pelaksanaan Jacking Pipa Gambar 5 Gambar Perencanaan Pemasangan Pipa Crossing Rel Kereta Api 1 Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Perencanaan Pemasangan Pipa Distribusi HDPE y 300 mm Crossing Rel Kereta Api di Jl. Ra Kartini Kota Cirebon dengan Metode Jacking System Gambar 6 Gambar Perencanaan Pemasangan Pipa Crossing Rel Kereta Api 2 Gambar 7 Gambar Perencanaan Pemasangan Pipa Crossing Rel Kereta Api 3 Gambar 8 Ruang Kerja Starting Pit dan Arriving Pit Jacking Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Lia Amaliah. Yuriska Nur Larasati. Nono Carsono Gambar 9 Pipa Jacking Gambar 10 Detail Perpipaan Analisis Hidrolis Pemasangan Pipa Distribusi HDPE yo 300 mm Simulasi dan analisis hidrolis dengan program EPANET 2. 0 terhadap sistem/jaringan distribusi baru yang telah mendapatkan tambahan pemasangan pipa HDPE dengan ukuran yo 300 mm Crossing Rel Kereta Api di Jl. RA Kartini Kota Cirebon ini dilakukan dengan pengaturan/setting yang sama dengan analisis hidrolis jaringan eksisting Sistem Distribusi Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, yakni sebagai berikut : Kondisi aliran yang dianalisis adalah kondisi aliran pada saat jam puncak karena titik kritis pengaliran air ada pada jam puncak. Faktor jam puncak . eak facto. yang digunakan adalah 1,5 berdasarkan fluktuasi pemakaian air dari data pembacaan meter induk x 24 jam. Tekanan minimum di jaringan adalah 0,7 bar. Debit rata-rata yang digunakan dalam analisis hidrolis adalah debit rata-rata selama Tahun 2018, sebesar 785,89 l/detik. Bukaan valve dan pompa booster on sesuai dengan pengaturan jaringan eksisting. Debit yang masuk ke dalam jaringan pada jam puncak sebesar 864,48 l/detik. EPANET mengasumsikan bahwa volume reservoir distribusi selalu dalam kondisi ideal atau mencukupi. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Perencanaan Pemasangan Pipa Distribusi HDPE y 300 mm Crossing Rel Kereta Api di Jl. Ra Kartini Kota Cirebon dengan Metode Jacking System Gambar 11 Rencana Pemasangan Pipa Distribusi yo 300 mm di Jalan Kartini dari Crossing Rel Kereta Api sampai dengan Jl. Veteran Sisingamangaraja Sepanjang 873 Meter Hasil simulasi hidrolis pemasangan pipa baru HDPE dengan ukuran yo 300 mm di Jalan Kartini dari Crossing Rel Kereta Api Sampai Dengan Jl. Veteran Sisingamangaraja Sepanjang 873 Meter tersebut menunjukkan bahwa : Meningkatnya sisa tekan di titik kritis kawasan Pusat Pelelangan Ikan Pesisir hingga mencapai 1 bar. Base Demand pada Node 45 yang merupakan wilayah kawasan Pusat Pelelangan Ikan Pesisir adalah 4. 42 lps. Wilayah kawasan Pusat Pelelangan Ikan Pesisir memiliki sisa tekan sebanyak >1,5 bar pada jam kritis. Tambahan pipa baru HDPE dengan ukuran yo 300 mm ini meningkatkan volume air yang mengalir dalam sistem. Dengan adanya sisa tekan yang mencukupi di wilayah kawasan Pusat Pelelangan Ikan Pesisir. Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon dapat melakukan pelayanan pelanggan baru di kawasan Wilayah Pusat Pelelangan Ikan Pesisir yang sebelumnya belum dapat dilayani. Gambar 12 Hasil Analisis Hidrolis Jaringan Pra Pemasangan Pipa Baru HDPE Dengan Ukuran yo 300 mm pada Pukul 05. 00 dan 17. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Lia Amaliah. Yuriska Nur Larasati. Nono Carsono Gambar 13 Hasil Analisis Hidrolis Jaringan Eksisting Pasca Pemasangan Pipa Baru HDPE Dengan Ukuran yo 300 mm pada Pukul 05. Gambar 14 Hasil Analisis Hidrolis Jaringan Eksisting Pasca Pemasangan Pipa Baru HDPE Dengan Ukuran yo 300 mm pada Pukul 17. Gambar 13 dan Gambar 14 menunjukkan sebaran tekanan pada daerah pelayanan saat jam pemakaian puncak setelah pipa HDPE yo 300 mm terpasang. Hasil analisis hidrolis dengan menggunakan program Epanet ini dapat digunakan untuk perencanaan, optimalisasi maupun evaluasi sistem jaringan distribusi (Ramadhan, 2. (Nugroho. Meicahayanti, & Nurdiana, 2. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Perencanaan Pemasangan Pipa Distribusi HDPE y 300 mm Crossing Rel Kereta Api di Jl. Ra Kartini Kota Cirebon dengan Metode Jacking System Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa metode Jacking System untuk pemasangan pipa distribusi HDPE yo 300 mm crossing rel kereta api di Jl. RA Kartini Kota Cirebon memenuhi aspek keamanan konstruksi karena dapat menahan pembebanan yang bekerja pada Pipa Beton tersebut berupa Beban Mati/Statis dan Beban Hidup/Dinamis . eban vertika. dan beban horizontal karena 9,61 N/cm2 < 900 N/cm2 { sangat aman } atau, 0,98 Kg/cm2 < 500 kg/cm2 { sangat aman }. Dari hasil analisis hidrolis pada jam puncak menggunakan program Epenet versi 2. menunjukkan bahwa pemasangan pipa baru HDPE dengan ukuran yo 300 mm dapat meningkatkan pelayanan karena meningkatkan sisa tekan di titik-titik kritis kawasan Wilayah Pusat Pelelangan Ikan Pesisir hingga mencapai > 1 bar, jauh membaik dibandingkan dengan jaringan eksisting sebelum ada pemasangan pipa baru HDPE dengan ukuran yo 300 mm. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021 Lia Amaliah. Yuriska Nur Larasati. Nono Carsono Bibliografi Armanto. Ricki Novan, & Indarjanto. Hariwiko. Analisis dan Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum di PDAM Unit Plosowahyu Kabupaten Lamongan. Jurnal Teknik ITS, 5. D247AeD252. Asta. Asta. Analisis Kebutuhan Air Bersih Dan Distribusi Jaringan PDAM Persemaian Kota Tarakan (Studi Kasus Kecamatan Tarakan Bara. Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil, 2. , 61Ae68. Damanhuri. Enri. Pendekatan Sistem Dalam Pengendalian dan Pengoperasian Sistem Jaringan Distribusi Air Minum. Bandung: Jurusan Teknik Lingkungan. FTSP-ITB. Handayani. Novi. Evaluasi Jaringan Distribusi PDAM Way Riau Pada Blok Zone 75 (Teluk Betung-Panjan. Lampung. Nugroho. Searphin. Meicahayanti. Ika, & Nurdiana. Juli. Analisis Jaringan Perpipaan Distribusi Air Bersih Menggunakan EPANET 2. 0 (Studi Kasus di Kelurahan Harapan Baru. Kota Samarind. Teknik, 39. , 62Ae66. Nuryono. Wahyu Adi. DESAIN PIPELINE CROSSING HIGHWAYS PADA JARINGAN PIPA PENYALUR GAS. POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA. Putra. Dwiki Pratama. Desain Geometrik. Struktur. Beserta Metode Pelaksanaan Pembangunan Jalur Rel Ganda (Double Trac. Trase Banyuwangi Baru-Kalibaru. Kab. Banyuwangi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ramadhan. Apri. Analisis Hidrolika Sistem Jaringan Distribusi Air Minum Di Komplek Perumahan PT Pusri Palembang Menggunakan Epanet 2. Sriwijaya University. Salilama. Awaludin. Analisis Kebutuhan Air Bersih (Pda. di Wilayah Kota Gorontalo. RADIAL: Jurnal Peradaban Sains. Rekayasa Dan Teknologi, 6. , 102Ae114. Susanto. Nur Budi, & Muthohar. Imam. Analisis Distribusi Beban Kereta Api Pada Konstruksi Timbunan Jalur Kereta Api. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Zamzami. Zamzami. Azmeri. Azmeri, & Syamsidik. Syamsidik. Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Pdam Tirta Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil Dan Perencanaan, 1. , 132Ae141. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. Vol. No. November 2021