Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index INISIASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA WAUKUNI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH PERTANIAN Ida Usman1*. I Nyoman Sudiana1. La Ode Kadidae2. Mukhsar3. Herdi Budiman4 1Program Studi Fisika FMIPA Universitas Halu Oleo, 2Program Studi Kimia FMIPA Universitas Halu Oleo, 3Program Studi Statistika FMIPA Universitas Halu Oleo, 4Program Studi Matematika FMIPA Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma. Jl. Mokodompit. Anduonohu. Kendari. Sulawesi Tenggara Korespondensi: idausman180472@uho. Artikel history : Received Revised Published : 03 Desember 2024 : 25 Februari 2025 : 30 Juni 2025 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi KKNTematik Tahun 2024 di Desa Wakuni. Wilayah Desa Waukuni termasuk daerah yang cukup subur, sehingga sebahagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Hasil survei menunjukkan bahwa petani di Desa Waukuni hanya mengandalkan kesuburan tanah atau berbantuan pupuk sintetis. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada masyarakat bagaimana memanfaatkan limbah-limbah pertanian menjadi pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk sintetis dan membantu mengembalikan tingkat kesuburan tanah. Program ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk membentuk kelompok-kelompok usaha pembuatan pupuk organik, yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Adapun kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi survei lapangan untuk mendata potensi Desa Waukuni, pengumpulan bahan-bahan yang diperlukan, pelatihan pembuatan pupuk organik, dan diseminasi potensi kegiatan pemberdayaan. Dari hasil pelatihan pembuatan pupuk organik dan diseminasi potensi pemberdayaan masyarakat, peserta dari masyarakat memperlihatkan antusiasme yang tinggi dan keinginan yang besar untuk menindaklanjuti kegiatan pengabdian ini. Kata Kunci: Desa Waukuni, limbah pertanian, pupuk organik PENDAHULUAN Desa Waukuni merupakan salah satu desa yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara. Luas wilayah Desa Wakuni sekitar 9,09 km2 dengan kepadatan penduduk 39 jiwa/km2. Wilayah Desa Waukuni termasuk daerah yang cukup subur, sehingga sebahagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani dengan komoditas utama adalah jagung dan sayur-sayuran, dan komoditas lainnya seperti kacang tanah, ubi, dan nilam. Sebahagian penduduk lainnya selain sebagai petani, juga mengembangbiakan hewan ternak seperti sapi dan unggas. Khusus untuk bidang pertanian, berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, petani di Desa Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Waukuni hanya mengandalkan kesuburan tanah atau berbantuan pupuk sintetis seperti urea. KCl, atau SP-36. Pupuk sintetis secara tidak bijaksana pada teknologi intensifikasi pertanian berdampak pada penurunan produktivitas lahan (Dachlan dkk. , 2. Hal inilah yang menjadi permasalahan yang terjadi di masyarakat dimana tingkat kesuburan tanah terus mengalami penurunan sejalan dengan tingginya harga pupuk yang beredar di pasaran. Sebagai implikasinya, tingkat produksi hasil pertanian terus mengalami penurunan yang berakibat pada penurunan pendapatan masyarakat. Untuk mengatasi penurunan produktivitas lahan dapat dilakukan dengan mengurangi atau menghilangkan penggunaan pupuk sintetis dan mengganti dengan pupuk organik (Kumalasari dan Zulaika, 2. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, penulis berinisiatif menyusun program pengabdian kepada masyarakat dalam konsep kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa Waukuni dengan melibatkan mahasiswa peserta KKN-Tematik Universitas Halu Oleo Tahun 2024. Sebagaimana diketahui bahwa upaya peningkatan produksi pertanian selama ini belum disertai dengan meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani secara Petani sebagai unit agribisnis terkecil belum mampu mendapatkan nilai tambah yang memadai (Wahyudi, 2. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan praktek pertanian yang dijalankan, terutama tingginya biaya yang diperlukan untuk meningkatkan hasil Oleh karena itu, tujuan utama dari program ini adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada masyarakat bagaimana memanfaatkan limbahlimbah pertanian menjadi pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk sintetis dan membantu mengembalikan tingkat kesuburan tanah. Penggunaan pupuk organik merupakan prinsip dari pertanian yang ramah lingkungan atau seringkali disebut pertanian berkelanjutan (Mayrowani, 2. Pupuk organik yang berasal dari limbah pertanian merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan kembali limbah yang terbuang. Limbah pertanian yang tidak diolah justru akan menjadi sumber pencemaran lingkungan, sumber penyakit, dan mengganggu kebersihan lingkungan (Wiswasta dkk. , 2. Selain itu, program ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk membentuk kelompok-kelompok usaha pembuatan pupuk organik, yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebagai langkah awal, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan pelatihan bagaimana membuat kompos sebagai pupuk organik yang bahan bakunya secara keseluruhan dapat diperoleh di lingkungan sekitar. METODE KEGIATAN Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN-Tematik Universitas Halu Oleo Tahun 2024, dilaksanakan di Desa Waukuni Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat, mulai tanggal 26 Juli 2024 hingga tanggal 27 Agustus 2024. Mahasiswa peserta KKN Tematik selain melaksanakan kegiatan lazimnya sebagai peserta KKN, juga melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di bawah bimbingan tim penulis. Adapun kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi survei lapangan untuk mendata potensi Desa Waukuni, pengumpulan bahan-bahan yang diperlukan, pelatihan pembuatan pupuk organik, dan diseminasi potensi kegiatan pemberdayaan. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Penempatan Mahasiswa Peserta KKN di Desa Waukuni Penarikan Mahasiswa Peserta KKN Survei Potensi Desa Waukuni Penyediaan Bahan Baku Untuk Pelatihan Survei Ketersediaan Bahan Baku Diseminasi Potensi Pemberdaayn Masyarakat Desa Waukuni Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Gambar 1. Diagram alir pelaksanaan kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, penyediaan pupuk organik dalam bentuk kompos sangat potensial dilakukan oleh masyarakat Desa Waukuni. Hal ini berdasarkan sejumlah pertimbangan, antara lain bahwa: Sebahagian besar masyarakat Desa Waukuni adalah petani, dengan komoditas utama seperti kacang tanah, sayur, jagung, dan nilam. Semua komoditas tersebut membutuhkan pupuk agar kesuburan tanahnya tetap terjaga Sejumlah masyarakat Desa Waukuni mengembangbiakan ternak sapi dan unggas. Kotoran sapi dan ungags hingga saat ini belum termanfaatkan. Bahan baku untuk pembuatan pupuk organik ketersediaannya melimpah di Desa Waukuni. Kurangnya pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan limbah-limbah pertanian menjadi sesuatu yang lebih menguntungkan. Pengomposan adalah proses biologis yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah material organik seperti kotoran ternak, sampah, daun, dan sayuran menjadi Penggunaan mikroorganisme bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas pupuk (Hadisuwito, 2. Dalam pembuatan kompos, ada mekanisme humifikasi, yakni penataan kembali sampah organik akibat aktivitas mikroorganisme yang dimulai dengan pemecahan rantai karbon padat oleh jamur kemudian dilanjutkan dengan mekanisme penguraian oleh aktivitas bakteri. Setelah bahan organik terurai akan diperoleh humus halus yang sebagian besar terdiri dari asam humat dan asam fulvat (Picolo, 2002. Zaini, 2. Berikut ini akan diuraikan kegiatan-kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Waukuni. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Penyediaan Bahan Baku Untuk kebutuhan pelatihan pembuatan kompos kepada masyarakat Desa Waukuni, bahan baku yang diperlukan terlebih dahulu disiapkan. Adapun bahan baku tersebut Limbah pertanian seperti daun-daunan kering dan daun-daunan hijau. Tanah humus. Mikroorganisme pengurai merupakan komponen yang diperlukan dalam pembuatan Dalam kegiatan ini, mikroba pengurai diambil dari tanah humus hasil pembusukan daun bambu . erasah daun bamb. , dimana diketahui bahwa mikroorganisme pada serasah daun bambu dapat dikembangkan sebagai biodekomposer sampah organik. Mikroorganisme tersebut adalah Saccharomyces Cerrevisiae. Lactobacillus sp. , serta jamur Aspergillus sp. (Subba,1994. Yunasfi , 2. Dedak padi. Dedak padi adalah hasil samping dari pabrik penggilingan padi dalam produksi beras. Bahan ini diperlukan sebagai media pembiakan mikroorganisme yang akan digunakan dalam pembuatan kompos, dimana dedak padi sangat mudah mengalami proses fermentasi jika dicampur dengan mikroorganisme (Hilakore, 2. Kotoran sapi . Kotoran sapi kering diperlukan sebagai sumber unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (C. , dan magnesium (M. (Melsail dkk. , 2018. Dewi dan Nada, 2017. Suryanto dkk. , 2. Gambar 2. Kegiatan penyediaan bahan baku : . daun-daun kering, . humus serasah bambu, . kotoran sapi, dan . dedak padi Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Salah satu tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Waukuni bagaimana memanfaatkan limbah-limbah pertanian menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Selain untuk mengembangkan keterampilan, pelatihan ini diharapkan dapat memberi pengetahuan kepada masyarakat sehingga mereka dapat melakukan sendiri ataupun mengembangkannya lebih lanjut. Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan ini, tim penulis berperan sebagai narasumber, dihadiri oleh masyarakat sebagai penerima manfaat. Mahasiswa peserta KKN berperan sebagai pelaksana kegiatan praktek pembuatan kompos. Gambar 3. proses pencampuran semua bahan baku, . kondisi limbah setelah fermentasi satu minggu Diseminasi Potensi Pemberdayaan Masyarakat Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Carter, 2002. Kamsurya dan Botanri, 2. Oleh karena itu, telah ada kebijakan dari pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan baik untuk kesehatan konsumen. Untuk melindungi kelestarian fungsi lingkungan, keanekaragaman hayati, konsumen/pengguna, dan memberikan kepastian usaha bagi produsen/pelaku usaha pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah yang diedarkan di wilayah negara Republik Indonesia harus memenuhi standar mutu dan terjamin efektivitasnya, pemerintah telah menerbitkan regulasi tentang pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR. 140/10/2011. Bahkan Presiden melalui rapat terbatas pada tanggal 27 April 2023 meminta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan meningkatkan penggunaan pupuk organik bagi para petani. Hal ini tentu akan berimplikasi pada tumbuhnya minat masyarakat untuk membangun usaha-usaha kecil pembuatan pupuk organik. Desa Waukuni sebagai salah satu desa yang masyarakatnya berprofesi sebagai petani serta dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah sangat Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index potensial diinisiasi meningkatkan perekonomiannya dengan membentuk kelompokkelompok usaha pembuatan pupuk organik. Oleh karena itu, tim penulis sebagai narasumber melaksanakan diseminasi di Balai Desa Waukuni dengan menghadirkan sejumlah masyarakat sebagai peserta diseminasi. Gambar 4. Diseminasi potensi pemberdayaan masyarakat KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Desa Waukuni sebagai salah satu desa penghasil komoditas pertanian, yang menunjang kebutuhan pangan masyarakat di Kecamatan Sawerigadi. Sejumlah potensi yang dapat dikembangkan ditemukan di desa ini, terutama ketersediaan limbah pertanian untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Dari hasil pelatihan pembuatan pupuk organik dan diseminasi potensi pemberdayaan masyarakat, peserta dari masyarakat memperlihatkan antusiasme yang tinggi dan keinginan yang besar untuk menindaklanjuti kegiatan pengabdian ini. Saran Perlu adanya dukungan dari pemerintah setempat untuk mewujudkan pertanian yang berwawasan lingkungan, terutama melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dengan melibatkan para ahli dari perguruan tinggi. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada jajaran pimpinan Universitas Halu Oleo, khususnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo atas dukungan finansial untuk kegiatan pengabdian ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Kepala Desa Waukuni yang telah memberikan fasilitas dan dukungan penuh atas terlaksananya kegiatan pengabdian ini yang terintegrasi dengan KKN-Tematik Tahun 2024. DAFTAR PUSTAKA