Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. ANALISIS PERAN GURU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN ABAD 21 Theresia Nova Ishfihani Panjaitan. Rumaisya Hanifah Mubarakah *. Ikmawati Ikmawati. Zainuddin Untu Universitas Mulawarman. Indonesia Jalan Kuaro. Gn. Kelua. Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia *Korespondensi Penulis: mamayisya@gmail. ABSTRACT 21st-century education demands changes in the role of teachers, who are not only educators but also agents of change in creating innovative and adaptive learning environments. This study aims to analyze the role of teachers in guiding students to develop 21st-century skills and the challenges they face in fulfilling this role. This research used a literature study by analyzing various relevant sources. The results showed that teachers face challenges such as gaps in technology mastery, limited training, and demands for innovation amid high workloads. To overcome these challenges, teachers need to improve their digital competencies, implement innovative learning strategies, and build collaboration. Technology-based learning, such as blended learning, project-based learning, and collaborative learning, has proven effective in improving education quality. With the right policy support, teachers can optimize their role as agents of change and contribute to a better education transformation. Keywords: Teachers as Agents of Change, 21st-Century Education. Challenges and Solutions ABSTRAK Pendidikan abad 21 menuntut perubahan dalam peran guru yang tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam menciptakan pembelajaran inovatif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membimbing siswa mengembangkan keterampilan abad 21 serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan peran tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan seperti kesenjangan penguasaan teknologi, keterbatasan pelatihan, dan tuntutan inovasi di tengah beban kerja tinggi. Untuk mengatasinya, guru perlu meningkatkan kompetensi digital, menerapkan strategi pembelajaran inovatif, dan membangun kolaborasi. Pembelajaran berbasis teknologi, seperti blended learning, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran kolaboratif, terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, guru dapat lebih optimal dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan dan berkontribusi terhadap transformasi pendidikan yang lebih baik. Kata kunci: Guru sebagai Agen Perubahan. Pendidikan Abad 21. Tantangan dan Solusi Guru PENDAHULUAN Abad 21 disebut sebagai abad keterbukaan . ra of opennes. , yang ditandai dengan pesatnya perkembangan kehidupan manusia menjadi semakin Perubahan ini terjadi seiring pergeseran dunia ke ekonomi berbasis pengetahuan . nowledge of wor. dari yang semula ekonomi berbasis industri. Dalam konteks ini, pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia agar dapat beradaptasi di bidang, termasuk transform Vol. No. April 2025: 145-150 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. pendidikan, dunia kerja dan kehidupan Ada 3 kategori dasar keterampilan yang harus dimiliki pada abad 21 yaitu foundational literacies . iterasi bahasa dan sastra, numerik, sains, finansial, teknologi informasi dan komunikasi, serta literasi budaya dan kewarganegaraa. , competencies . eterampilan berpikir kritis dalam penyelesaian masalah, berpikir kreatif dan inovatif, komunikatif, serta berkolaboras. , dan character qualities . anusia harus mempunyai keingintahuan tentang sesuatu, inisiatif, semangat dan kepemimpinan serta keterampilan dalam sosial buday. (Puspa et al. , 2. Sejalan dengan perubahan ini, transformasi pendidikan pada abad 21 berfokus pada penyesuaian tujuan dan menghadapi perubahan akibat disrupsi Dengan adanya inovasi pengetahuan dan teknologi seperti Internet of Things (IOT). Artificial Intelligence (AI), dan big data, otomatisasi dan digitalisasi mengubah keterampilan yang dibutuhkan oleh manusia. Hal ini membuat pendidikan di abad ke-21 harus berorientasi menyesuaikan dengan kebutuhan industri, mengutamakan pengembangan teknologi dan analisis, serta mendorong pembelajaran berkelanjutan (Puspa et al. , 2. Perubahan ini tak terbatas pada menuntut peserta didik untuk beradaptasi, tetapi juga menuntut peran guru dalam pembelajaran, inovator dalam metode pengajaran, serta pemimpin dalam komunitas pendidikan. Selain berperan sebagai pengajar di kelas, guru juga berperan penting dalam masyarakat sebagai mentor, pembimbing, dan panutan bagi generasi muda. Dalam dunia pendidikan, tugas guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan akademik, tetapi juga meliputi pembentukan karakter serta penanaman nilai-nilai moral pada siswa (Ningsih & Laura, 2. Guna mendukung peran ini, guru harus mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif agar nilai-nilai karakter dapat tertanam dalam diri siswa. Strategi ini dapat berupa penyampaian kutipan inspiratif, diskusi kelompok, pembuatan cerpen bertema nilai moral, mengajarkan kerja sama dan empati (Inu et , 2. Oleh karena itu, analisis terhadap peran guru sebagai agen perubahan menjadi penting dalam memahami bagaimana guru dapat menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di era pendidikan Perkembangan pesat di abad 21 menuntut guru untuk berperan sebagai agen perubahan dalam pendidikan. Selain bertanggung jawab dalam menyampaikan materi pelajaran, guru juga berperan dalam mengembangkan keterampilan abad 21, serta beradaptasi dengan kemajuan Namun, dalam menjalankan peran ini, guru menghadapi berbagai tantangan, seperti adaptasi teknologi, inovasi pembelajaran, dan perubahan kebutuhan dunia pendidikan. Melalui kajian ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang lebih jelas mengenai pentingnya peran guru dalam membentuk pendidikan yang adaptif dan inovatif. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai agen perubahan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi yang dapat mendukung guru dalam menjalankan perannya secara optimal dan dapat memberikan referensi bagi pendidik lainnya, pemangku kebijakan, dan masyarakat dalam mendukung transformasi pendidikan di era modern. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kepustakaan transform Vol. No. April 2025: 145-150 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. ibrary researc. atau kajian literatur, yaitu dengan menelusuri dan menganalisis berbagai sumber yang relevan terkait peran guru sebagai agen perubahan dalam pendidikan abad 21. Sumber yang digunakan mencakup buku, dan artikel dari jurnal nasional yang diperoleh melalui Google Scholar (Sengkey et al, 2. Proses pengumpulan data dilakukan dengan memilih referensi yang kredibel dan relevan dengan topik penelitian. Setelah itu, data dianalisis secara deskriptif dengan menelaah berbagai konsep, teori, dan hasil penelitian sebelumnya. Penelitian kualitatif digunakan karena bersifat deskriptif dan berfokus pada analisis mendalam terhadap fenomena yang dikaji. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat komprehensif mengenai bagaimana guru berperan sebagai agen perubahan serta kendala yang mereka hadapi di lapangan (Ramdhan, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, diketahui bahwa guru transformasi pendidikan abad 21. Namun, dalam melaksanakan perannya, guru menghadapi berbagai tantangan sehingga untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan strategi atau solusi untuk mengoptimalkan peran guru. Peran Guru Sebagai Agen Perubahan dalam Pendidikan Abad 21 Dalam pendidikan abad ke-21, peran guru sebagai penggerak perubahan sangat penting untuk keberhasilan inovasi Selain bertugas untuk menyampaikan informasi, guru juga harus mendorong siswa untuk menggunakan sumber belajar dan teknologi yang tersedia. Oleh karena itu, guru harus belajar dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar mereka dapat membuat proses pembelajaran yang aktif, interaktif, efektif, dan menarik (Hariyanto et al. , 2. Dalam menjalankan tugasnya, guru dapat merujuk pada empat pilar belajar yang dianjurkan oleh UNESCO. Pilar pertama, learning to know, mengajarkan pentingnya memahami ilmu pengetahuan secara mendalam. Kedua, learning to do, menekankan bagaimana ilmu yang didapat dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari. Ketiga, learning to be, membantu peserta didik menjadi pribadi yang Terakhir, learning to live together, mengajarkan siswa untuk hidup berdampingan dengan harmoni dalam Dengan memahami konsep ini, guru diharapkan semakin kreatif dalam membimbing dan mengembangkan potensi peserta didiknya (Hariyanto et al. , 2. Sebagai agen perubahan, guru pembelajaran, yaitu sebagai perencana yang menyiapkan proses belajar mengajar, serta sebagai pelaksana yang menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memotivasi siswa. Selain itu, guru berperan sebagai penilai dengan mengevaluasi keberhasilan pembelajaran serta sebagai pembimbing yang membantu siswa mengatasi kesulitan belajar. Tak hanya di kelas, peran guru juga meluas ke lingkungan sekolah, keluarga, dan perkembangan siswa secara menyeluruh (Siregar et al. , 2. Untuk meningkatkan kualitasnya sebagai agen perubahan, guru harus Keprofesian berkelanjutan mencakup pengembangan diri untuk meningkatkan profesionalisme dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang diperlukan untuk keberhasilan siswa. Selain mengajar, guru juga berkontribusi melalui karya ilmiah dan inovatif, baik transform Vol. No. April 2025: 145-150 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. dalam bentuk tulisan yang dipublikasikan maupun metode pembelajaran baru. Dengan cara ini, guru dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan (Siregar et al. , 2. Tantangan Yang Dihadapi Guru Dalam Menjalankan Perannya Dalam menjalankan perannya yang besar sebagai agen perubahan, seorang guru pada pendidikan abad 21 menghadapi berbagai tantangan. Abad 21 erat kaitannya Sehinga guru dituntut untuk mampu beradaptasi dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran sekaligus mengembangkan kompetensi Dalam hal ini, mengembangkan kompetensi siswa. dilakukan dengan mungkin kepada siswa tentang penggunaan Keharusan teknologi inilah yang menjadi tantangan bagi seorang guru, karena perubahan teknologi digital yang sangat cepat tidak berbanding lurus dengan kemampuan guru multimedia, sedangakan di sisi lain, siswa justru lebih menguasai teknologi digital (Mutiah, et al. , 2. Kesenjangan dalam mengakses atau mengikuti pelatihan penggunaan teknologi juga merupakan salah satu tantangan yang dihadapi guru, khususnya bagi guru di daerah 3T, yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar (Mualimin, et al. , 2. Di samping itu, tantangan lain yang dihadapi oleh guru sebagai agen perubahan dalam pendidikan abad 21 adalah harapan yang tinggi tentang kreativitas dan inovasi pembelajaran (Mutiah, et al. , 2. Tantangan lain yang dihadapi guru adalah pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Namun, keterbatasan sumber daya, administrasi yang tinggi sering kali menjadi kendala dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi pembelajaran. Strategi Atau Solusi Untuk Mengoptimalkan Peran Guru Dalam Menghadapi Tantangan Untuk mengatasi berbagai tantangan yang telah disebutkan, guru perlu berusaha untuk dapat menguasai penggunaan teknologi, memanfaatkan berbagai media (Mualimin, et al. , 2. Sebagai catatan, sebelum melakukan berbagai hal yang telah disebutkan, hal yang penting adalah guru sebaiknya terbuka dan tidak menutup diri dengan perkembangan teknologi, karena saat ini pengintegrasian teknologi digital dalam dunia pendidikan bukan merupakan pilihan, tetapi sebuah keharusan. Guru juga perlu berkolaborasi atau bekerja sama dengan rekan guru lainnya maupun dengan peserta didik dalam hal penggunaan teknologi pada kegiatan belajar mengajar (Mutiah, et al. , 2. Berbagai strategi pembelajaran telah dikembangkan untuk membantu guru menghadapi tantangan abad 21. Menurut penelitian Ansar dan Bahri . , terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan, antara lain: Pembelajaran Kolaboratif Pembelajaran ini mendorong interaksi antara guru dan siswa, serta antarsiswa dengan memanfaatan teknologi, dengan melalui pertukaran ide. Blended Learning Pembelajaran ini mengombinasikan pendekatan pembelajaran tradisional dengan teknologi, sehingga guru dapat memanfaatkan sumber belajar daring seperti video untuk mendukung transform Vol. No. April 2025: 145-150 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Student Centered Learning Pembelajaran ini menjadikan siswa sebagai peserta aktif dalam proses belajar, sehingga memungkinkan guru untuk merancang strategi pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan mereka. Siswa sebagai Produser Pembelajaran ini membuat siswa menjadi produsen dari sebuah konten digital denga menggunakan alat dan teknologi modern, seperti pembuatan blog atau video. Pembelajaran Berbasis Proyek Pada pembelajaran ini, guru berperan sebagai pembimbing yang mendukung siswa dalam merencanakan proyek mereka sendiri, sehingga keterampilan kritis siswa dapat ditingkatkan. Matematika FKIP Universitas Mulawarman yang selalu memberikan mengembangkan keilmuan dalam menulis maupun mengajar. Semoga dukungan dan motivasi membuat penulis dapat terus menghasilkan karya. KESIMPULAN Peran guru sebagai agent of change dalam pendidikan abad 21 diantaranya bertugas mentransfer ilmu, menjadi fasilitator, inovator, dan inspirator bagi peserta didik agar mampu menghadapi tantangan global yang terus berkembang, mengembangkan kreativitas, membimbing siswa dalam berpikir kritis, serta membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai moral dan sosial. Tantangan yang penguasaan teknologi, kesenjangan akses terhadap pelatihan, serta tuntutan untuk terus berinovasi di tengah beban administratif yang tinggi. Adapun strategi yang dibutuhkan yaitu guru perlu mengembangkan keterampilan digital melalui pembelajaran berbasis teknologi seperti blended learning dan pembelajaran kolaboratif, beradaptasi dengan metode pembelajaran yang inovatif, membangun kolaborasi dengan sesama pendidik maupun siswa yang disertai dukungan dari berbagai pihak. UCAPAN TERIMA KASIH