Volume 1 Nomor 1 . Pages 63 Ae 68 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Email Journal : pen. jhn@gmail. Web Journal : http://onlinejournal. com/index. php/jhn Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Budaya Sekolah Dasar di Era Digita dan pentingnya Digital di Generasi Baru Tony Samula Guiaman1. Vidya Nuraila Azizah2. Amru Neha Kibtiana3. Feri Irawan4 Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. Universitas Islam Negri Siber Syekh Nurjati Cirebon Email : guiamantony25@gmail. com1, vdyaanrlailaa@gmail. com2, amruneha01@gmail. feriirawann120@gmail. Received : 2024-12-11. Accepted : 2025-01-11. Published : 2025-02-01 Kata Kunci: Identitas bangsa di tengah arus globalisasi, membangun generasi muda yang tangguh dan berdaya Abstrak Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang fleksibel, mampu mengikuti perkembangan zaman, dan menjadi pedoman hukum serta kehidupan bangsa. Sebagai landasan negara, nilai-nilai fundamental Pancasila perlu diimplementa-sikan secara menyeluruh, termasuk di era digital. Perkembangan teknologi in-formasi membuka peluang untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong melalui kolaborasi digital dan keadilan sosial lewat akses infor-masi yang merata. Namun, tantangan juga muncul, seperti hoaks, ujaran keben-cian, radikalisme, dan kesenjangan digital yang menghambat keadilan so-sial. Pancasila harus dijadikan bagian integral dalam pendidikan untuk mem-bangun karakter bangsa. Nilai-nilainya diterapkan melalui pendidikan berbasis budaya, mendukung siswa menjadi warga negara digital yang bijak. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. memegang peran penting dalam membentuk kepribadian generasi milenial yang berakar pada Pancasila. Generasi mu-da diharapkan menjaga nasionalisme, optimisme, dan berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi penerapan Pancasila. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilainya. Pancasila tetap relevan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini sekaligus memperkokohidentitabangsa di tengah arusglobal-isasi, membangun generasi muda yang tangguh dan berdaya saing. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 64 | Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Budaya Sekolah Dasar di Era Digita dan pentingnya Digital di Generasi Baru Keywords: The identity of the nation amidst the currents of building a resilient and competitive young generation Abstract Pancasila is Indonesia's national foundation, flexible in adapting to changing times, and serving as a guide for laws and the nation's way of life. As the foundation of the state, the fundamental values of Pancasila must be implemented comprehensively, including in the digital era. Advances in information technol-ogy offer opportunities to strengthen Pancasila's values, such as mutual coopera-tion through digital collaboration and social justice via equal access to infor-mation. However, challenges such as hoaxes, hate speech, radicalism, and the digital divide hinder social justice. Pancasila must be an integral part of educa-tion to build national character. Its values are applied through culture-based edu-cation, supporting students in becoming wise digital citizens. Civic Education (PPK. plays a crucial role in shaping the personality of the millennial genera-tion rooted in Pancasila. Young generations are expected to maintain national-ism, optimism, and actively contribute to realizing the nationAos goals. The digital era presents both challenges and opportunities for implementing Pancasila. understanding and practicing its values. Pancasila remains relevant as a guide for national and societal life. This also strengthens the nationAos identity amid globalization, fostering a resilient and competitive younger generation. Copyright A 2025 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 65 | Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Budaya Sekolah Dasar di Era Digita dan pentingnya Digital di Generasi Baru PENDAHULUAN Pancasila merupakan dasar dari semua dasar hukum di Indonesia yang bersifat fleksibel sehingga dapat mengikuti setiap perkem-bangan zaman. Dalam Pasal 1 Ayat . UUD 1945, disebutkan bahwa Pancasila merupakan asas tunggal negara dan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia se-hingga membuktikan bahwa setiap hukum yang berlaku di Indonesia tercermin dari kelima sila yang termaktub dalam pancasila dan tidak ada lembaga hukum lain yang berwenang untuk mengganti-kan pancasila sebagai dasar nega-ra. Pancasila Sebagai dasar negara Indonesia, terkandung nilai dan makna yang disusun secara sistematis dan juga menyeluruh. Dengan demikian, sila-sila terse-but merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh, fundamental, dan menyeluruh (Lararenjana. E, 2. Maka dari itu, implementa-si pancasila di era digital saat ini penting sebagai sebuah perwuju-dan jati diri bangsa Indonesia se-bagai seorang warga Pen-didikan pancasila harus dijadikan sebuah ilmu pasti sebagai sebuah dasar negara agar nilai-nilai ke-bangsaan dan jati diri bangsa tetap melekat dan tidak terkalahkan oleh pengaruh-pengaruh buruk yang ki-ni turut hadir akibat adanya revolusi digital dan globalisasi sebagai salah satu dampak luasnya cakupan digitalisasi. Di era digital, implementasi Pan-casila menghadapi tantangan baru yang berakar pada perkembangan teknologi informasi dan komu-nikasi. Digitalisasi telah mengu-bah cara masyarakat berinteraksi, memperoleh informasi, dan men-jalankan kehidupan sehari-hari. Di satu sisi, teknologi memberikan peluang besar untuk memperkuat nilainilai Pancasila, seperti gotong royong melalui platform kolaborasi, kebebasan berpendapat dalam ruang digital, dan keadilan sosial dengan akses informasi yang Namun, di sisi lain, era digital juga membawa berbagai masalah yang dapat mengancam implementasi Pancasila. Misalnya, penyebaran berita palsu . , ujaran kebencian, radikalisme, dan polarisasi masyarakat sering ter-jadi di media sosial, yang berten-tangan dengan nilai-nilai persatuan dan kebijaksanaan dalam per-musyawaratan. Selain itu, kesen-jangan digital antara daerah perkotaan dan pedesaan menun-jukkan bahwa keadilan sosial be-lum sepenuhnya tercapai. Masalah ini menjadi penting untuk diatasi agar Pancasila tetap relevan se-bagai landasan kehidupan ber-bangsa dan bernegara, sekaligus menjadi panduan dalam me-manfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Nilai yang tersurat dan tersirat da-lam Pancasila harus dipertahankan dan diterapkan dalam semua aspek kehidupan kita, termasuk di sekolah, karena merupakan dasar karakter dan identitas bangsa kita. Hampir setiap aspek kehidupan manusia telah diubah oleh teknologi di era digital yang se-makin berkembang ini, termasuk dunia pendidikan Cara kita belajar, mengajar, dan berinteraksi di sekolah telah dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, di tengah kemajuan teknologi ini, kita harus mempertimbangkan bagaimana menerapkan prinsip-prinsip bu-daya kita, terutama prinsip. Nilainilai Pancasila bukan hanya mencakup nilai budaya bangsa, namun juga merupakan sumber hukum dasar bangsa, dan nilai-nilai ini diwujudkan dalam segala aspek kehidupan bangsa. Nilai-nilai ini secara tidak langsung dit-erapkan pada pendidikan karakter sekolah. Asrori . mengatakan bahwa memasukkan nilai Pancasi-la ke dalam sekolah berlandas bu-daya dapat melibatkan pendekatan fenomenologis, yang melihat siswa sebagai wadah di mana mereka dapat mencapai segala Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 66 | Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Budaya Sekolah Dasar di Era Digita dan pentingnya Digital di Generasi Baru po-tensi mereka. Menurutnya, untuk mencegah kegagalan siswa, materi harus dimasukkan ke dalam wadah tersebut. Masyarakat negara di se-luruh dunia dapat dipengaruhi oleh kemajuan zaman, khususnya da-lam bidang Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol: 1. No 3, 2024 3 of 12 https://edu. id/index. php/pgsd Peserta didik harus belajar menjadi warga negara digi-tal untuk mengurangi efek negatif. Kewarganegaraan digital didasar-kan pada kekhawatiran yang telah ada. Menurut data dari Badan Perencanaan Pembangunan Na-sional (Bappena. , pertumbuhan penduduk di Indonesia di-perkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2030, ketika jumlah tersebut akan dilampaui oleh kelas produktif, yang berarti bahwa gen-erasi mendatang perlu aktif dan sadar akan sejarah Indonesia. yang dimulai pada akhir abad ke-19 dan berakhir pada masa sekarang. Generasi muda harus mampu mendukung Indonesia dalam me-nyikapi kejayan. Diharapkan dengan bangkitnya nasionalisme, generasi muda semakin optimis bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih tangguh. Gen-erasi tersebut dengan cepat men-dekati bangsa luhur-luhur. Saat ini, banyak orang yang tidak setuju dengan keadaan saat ini dan menganggap keadaan saat ini tidak seprogresif dulu. Misalnya, di za-man sekarang ini, terdapat ku-rangnya nasionalisme dan empati di kalangan masyarakat akibat revolusi digital yang sedang berlangsung. Di era digital ini, masyarakat mampu berkreasi dan beradaptasi dengan teknologi sekaligus mengalami pergeseran dari rasa bangsa yang tradisional. Namun sayangnya tidak peduli terhadap keadaan sosial. Mereka cenderung lebih fokus kepada pola hidup kebebasan dari sinilah dapat kita ketahui bahwa peran Pancasila sangat dibutuhkan. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan juga mempunyai kedudukan yang sangat penting khususnya dalam pembentukan kepribadian yang dijiwai oleh nilai Ae nilai Pancasila. Sasaran terakhir dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh setiap generasi milenial di dalam kehidupan ber-masyarakat dan bernegara. Peserta didik sebagai generasi milenial ha-rus yakin dengan ada kebenaran Pancasila yang tidak akan tergoyahkan, justru akan semakin memperkokoh keyakinan akan kebenaran Pancasila. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. sebagai cara utama dalam mengumpulkan data. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk memahami secara lebih dalam bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam budaya sekolah dasar di era digital. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel online terpercaya, dan dokumen kebijakan pendidikan. Semua informasi tersebut kemudian dianalisis untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai bagaimana budaya sekolah dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa sejak usia Untuk memastikan keakuratan data, peneliti menggunakan metode perbandingan dari berbagai sumber. Artinya, data dari satu sumber dibandingkan dengan data dari sumber lainnya untuk melihat kesesuaian dan memperkuat kesimpulan. Peneliti juga mempertimbangkan konteks sosial dan perkembangan teknologi yang memengaruhi cara Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 67 anak-anak zaman sekarang memahami nilai-nilai kebangsaan. Beberapa teori seperti pendidikan karakter, literasi kewarganegaraan. dan kewarganegaraan digital digunakan sebagai dasar dalam menganalisis data. Dengan metode ini, diharapkan penelitian tidak hanya menjelaskan kenyataan yang ada, tetapi juga memberikan saran atau strategi yang bisa dilakukan sekolah dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila secara nyata di zaman digital seperti sekarang. HASIL DAN PEMBAHASAN Pancasila sebagai Landasan Hidup Bangsa Pancasila sebagai dasar, pandangan, dan ideologi bangsa mengandung nilai-nilai yang berasal dari kepribadian hidup masyarakat Indonesia. Pancasila dideklarasikan oleh Presiden Soekarno sebagai cerminan Bangsa Indonesia dan juga landasan hidup bangsa. Oleh sebab itu. Pancasila merupakan suatu kesatuan yang memiliki sistem nilai sehingga mampu menjadi pemersatu bangsa dengan berbhinneka tunggal ika (Kariyadi, 2. Negara Indonesia memiliki berbagai macam suku, ras, agama, dan budaya yang beragam sehingga butuh suatu perekat sebagai suatu identitas dan dasar negara. Pancasila adalah sebuah ideologi kokoh bagi negara Indonesia, dimana selalu berpedoman kepada Pancasila, terutama saat masyarakat berguna yang memiliki perbedaan suku, ras, dan agama (Bhagaskoro, 2. Selain sebagai pedoman hidup masyarakat umum. Pancasila juga dapat berfungsi sebagai standar atau norma moral serta sebagai indikator perilaku benar dan salah dalam bersikap. Undang-undang yang terkandung dalam Pancasila merupakan undang-undang yang bersumber dari budaya Bangsa. Pancasila sebagai ideologi Bangsa tidak berasal dari sumber luar, melainkan mengambil inspirasi dari teks agama, kepercayaan tradisional, dan adat istiadat Indonesia (Surajiyo, 2. Aturanaturan ini berlaku secara universal dan selalu dapat disesuaikan dengan perubahan zaman Muhammad Yamin menerangkan bahwa secara etimologis Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti sendi. Secara etimologis. Pancasila memiliki makna sendi lima atau dapat diartikan sebagai suatu dasar yang terdapat atau memiliki lima unsur. Maka dari penjelasan tersebut. Pancasila merupakan suatu dasar yang dijadikan landasan hidup yang terdapat lima unsur di Arti Pancasila menurut terminologi yaitu termasuk ke dalam falsafah negara yang memiliki arti yaitu nama atau sebutan dari lima dasar dari negara Indonesia. Lima dasar ini telah diusulkan oleh Soekarno, di antaranya mengandung nilai-nilai kebangsaan, perikemanusiaan, mufakat, kesejahteraan sosial, dan Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Sumarsono berdasarkan falsafah Pancasila, rakyat Indonesia memiliki moral, naluri, mengakui keberadaannya, spiritual, perasaan senasib, dan semuanya diciptakan oleh Tuhan dan terhubung satu sama lain, lingkungan, alam semesta, serta penciptanya (Wahyuni, 2. Berikut ini adalah karakteristik dari generasi milenial: pertama, selalu terhubung. Generasi milenial akan selalu terhubung dengan dunia luarmelalui internetmobile yang mereka bawa kemana Ae mana. Melalui laptop, mobile phone mereka selalu terkoneksi dengan informasi dan komunitas dari dunia maya. Keterhubungan dengan dunia maya Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 68 | Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Budaya Sekolah Dasar di Era Digita dan pentingnya Digital di Generasi Baru inilah yang menyebabkan mereka sangat tergantung dengan adanya keberadaan internet. Kedua. Kesegeraan. Generasi milenial selalu menginginkan yang namanya kecepatan. Lalu, apakah itu berhubungan dengan respon mereka harapkan tentang kecepatan dalam memperoleh informasi. Menurut peneliti, itu berhubungan, karena mereka sudah terbiasa melakukan multitasking dalam memperoleh informasi. Mereka dengan cepat bergerak dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya, kadang juga mereka melakukannya secara Respon mereka sangat cepat dalam membalas email ataupun permintaan respon dari komunitasnya, bahkan mungkin mereka lebih mengutamakankecepatan dibandingkan dengan ketepatan. KESIMPULAN Penerapan Pancasila di era digital sangat penting untuk memahami dan memajukan Dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, diharapkan nilainilai budaya dan adat istiadat Indonesia dapat terus tumbuh subur di era Era digital, yang relatif baru dan berkembang pesat, dapat menjadi alat yang hebat untuk menyebarkan konten dan informasi yang positif dan mendidik. Memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan informasi akurat, memajukan keadilan sosial, dan menjaga persatuan dalam keberagaman dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, kemajuan Pancasila di era digital telah memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui platform digital yang tersedia. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam implementasi Pancasila di era digital, diharapkan semua masyarakat Indonesia dapat tetap berhati-hati dalam penggunaan sosial media dan media digital agar masih seirama dengan kelima nilai hukum Pancasila. DAFTAR PUSTAKA