Proceedings Series on Social Sciences & Humanities. Volume 20 Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto ISSN: 2808-103X Konfrontasi Psikis Tokoh Utama pada Film Pulang Sutradara Azhar Kinol Lubis: Analisis Psikologi Sastra Tomi Wahyu Septarianto1. Ristiana Sukma Arianti1. Muncar Tyas Palupi1. Yanuar Bagas Arwansyah1 Universitas PGRI Yogyakarta ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konfrontasi psikis tokoh utama pada film pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis. Penelitian dilakukan untuk mengetahui struktur pembangun pada film Pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis dan menganalisis koherensi psikis tokoh utama film Pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan Teknik analisis data dilakukan dengan menyimak, mengelompokkan, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis konfrontasi psikis tokoh utama pada film Pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis yang meliputi watak tokoh utama pada film pulang, konfrontasi psikis tokoh utama pada film pulang yang meliputi aspek id, aspek ego, dan super ego pada tiap DOI: 30595/pssh. Submitted: June 20, 2024 Accepted: November 10, 2024 Published: November 30, 2024 Keywords: Pilihan Kata. Psikologi Sastra. Konfrontasi Psikis. Film Pulang This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Tomi Wahyu Septarianto Universitas PGRI Yogyakarta Jl. PGRI I Sonosewu No. Daerah Istmewa Yogyakarta 55182. Jawa Tengah. Indonesia Email: septarianto@upy. PENDAHULUAN Film merupakan salah satu bentuk karya dalam kesusastraan. Film termasuk sebuah karya sastra yang menuangkan sebuah ide atau gagasan pada sebuah seni peran. Menurut Sudirman . , salah satu peran film adalah sebagai pengaruh dalam sebuah proses pembelajaran pada manusia. Film dapat dikatakan sebagai sebuah karya sastra dengan kandungan seni peran dan naskah yang dimuat sebelum film tersebut dikerjakan (Salma. Resdianto dan Titik: 2. Saat ini film telah mengalami banyak perkembangan dan berpengaruh pada kehidupan manusia. Menurut Dinda . , perfilman Indonesia banyak sekali mengalami perkembangan dan kemajuan. Film lebih unggul dari media lain karena memiliki audio dan visual yang dapat lebih dinikmati oleh penonton (Mega. Rani dan Wawan: Penelitian yang berkaitan dengan film telah banyak dilakukan di antaranya penelitian milik Mega. Rani, dan Wawan . yang membahas mengenai konflik Batin Tokoh Utama dan Kearifan Lokal pada Film Yuni Sutradara Kamila Andini dengan menggunakan kajian psikologi sastra. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konflik batin tokoh yang digambarkan dalam film Yuni dengan teori Kurt Lewin menggambarkan sebuah konflik batin mendekat-mendekat, konflik batin menjauh-menjauh, konflik batin mendekat-menjauh. Penelitian ini juga berfokus pada konflik batin yang tengah dialami oleh tokoh utama yaitu Yuni yang merupakan gadis yang akan tamat sekolah dengan mimpinya namun ada beberapa hal yang membuatnya merasakan konflik di dalam dirinya. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Selain itu. Salma. Resdianto dan Titik . yang membahas tentang Konflik Batin Tokoh Aris pada Film Pria Karya Yudho Aditya dengan Kajian Psikologi Sastra. Pada penelitian ini menunjukan adanya kesamaan fokus di antara psikologi dan sastra yaitu manusia. penelitian ini termasuk pada penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan yang mana data dianalisis dan di sajikan dalam bentuk pendeskripsian. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat konflik antara tokoh Salma dan Arif yang dianalisis dengan teori . Penelitian lain yang meneliti konflik psikis tokoh utama juga terdapat pada penelitian milik Pheni Cahaya K. Muhammad Ridwan, dan Yuli Maulidiyah . dengan judul AuKonflik Psikis Tokoh Utama dalam Novel Lute Karya Gitlicious: Kajian Psikologi SastraAy. pada penelitian milik mereka ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund freud dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bentuk konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama pada novel Lute Karya Gitlicious yang berupa kecemasan, kebimbangan, pertentangan dan harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Penyelesaian konflik psikologi oleh tokoh utama pada novel ini yaitu dengan cara sublimasi, represi dan rasionalisasi. Selain itu. I Wayan Gede Pradnyana. Gde Artawan dan I Made Sutama . , ini juga membahas mengenai analisis psikologi sastra dengan judul AuPsikologi Tokoh dalam Novel Suti Karya Sapardi Djoko Damono: Analisis Psikologi SastraAy. Wayan dkk melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui struktur yang meliputi tema, latar dan tokoh pada novel suti karya Sapardi Djoko Damono juga untuk mengetahui psikologi sastra pada novel tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pada novel Suti karya Sapardi Djoko Damono, yang mana pada novel Suti memiliki tema ketabahan seorang perempuan dalam menjalani hidup, cerita pada novel berlatarkan pinggiran Kota Solo, dengan mengambil era tahun 1960-1970an. Tokoh pada novel ini ditampilkan dengan beraneka ragam Berdasarkan tingkah laku, karakter dan kepribadian. Penelitian dengan judul Auanalisis psikologi sastra dalam Kumpulan cerpen kupu-kupu kuning ngindang di candidasa karya Ketut Sandiyasa. Penelitian milik dwi Suryani intan Pratiwi dan I wayan suteja . , ini juga membahas hal yang sama yaitu mengenai psikologi sastra yang mana penelitian ini membahas tiga judul cerpen yaitu Tamplakan Limane Intan Pandini. Kupu-kupu Kuning ngindang di Candidasa, dan Wayan Arya Ngalih Tunangan. Penelitian ini untuk mengetahui struktur dan mendapatkan gambaran yang jelas tentang aspek psikologi tokoh yang terdapat pada cerpen tersebut. Penelitian ini menunjukkan sebuah struktur naratif yang terdiri dari insiden, alur, tokoh, dan penokohan, latar/setting, tema juga amanat. Aspek yang terdapat pada ketiga judul tersebut yaitu terdapat Id. Ego dan Super Ego. Kelima penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu persamaan pada objek penelitian, yang mana sama-sama menganalisis psikilogi sastra. Perbedaan kelima penelitian tersebut pada penelitian ini yaitu pada penelitian ini lebih berfokus pada konfrontasi psikis tokoh utama film Pulang sutradara Azhar Kinol Lubis. Penelitian tentang psikologi sastra telah dilakukan oleh beberapa peneliti di atas, namun masih terdapat potensi analisis lebih mendalam pada film Pulang yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian ini berfokus pada psikologi sastra yaitu koherensi psikis dari tokoh utama pada film Pulang sutradara Azhar Kinol Lubis. Penelitian pada sebuah karya sastra yang menggunakan pendekatan psikologi menjadi suatu bentuk untuk memahami dan menafsirkan suatu karya sastra ke sisi psikologi. Kajian pada ilmu psikologi sastra adalah sebuah analisis pada suatu aktivitas juga tingkah laku manusia, sastra dan psikologi menjadikan pengalaman manusia sebagai bahan analisis (Minderop, 2016: . Peneliti menggunakan sebuah karya sastra sebagai gambaran kejiwaan yang ada pada dunia nyata ke dalam sebuah karya tulis. Karya sastra akan selalu berkaitan dengan semua hal yang berhubungan dengan hidup dan kehidupan termasuk pada kejiwaan atau psikologi (Arini, 2. Kajian psikologi sastra ini akan membantu dalam menentukan gejala psikologi atau koherensi batin yang terjadi pada tokoh utama yang terdapat pada sebuah karya sastra. Psikologi sastra menelaah sebuah tanda kejiwaan tertentu yang tengah dialami oleh tokoh utama pada karya sastra, pada saat merespons atau berinteraksi pada diri dan lingkungan oleh karena itu gejala kejiwaan mampu diungkap lewat perilaku tokoh pada sebuah karya sastra (Siswantoro, 2. Psikologi seseorang dalam karya sastra pada dasarnya digambarkan dengan tokoh apa yang ditulis oleh pengarang di alam bawah sadar. Penulis mampu menuangkan imajinasi melalui sebuah tulisan, sehingga seorang penulis mampu untuk memberikan aspek psikologi pada sebuah tokoh. Relevansi psikologi dengan ilmu sastra yang penting di dalamnya (Ahmadi, 2. Selain itu faktor lingkungan pula dapat mempengaruhi sebuah cerita yang nantinya akan mewarnai sebuah karya sastra tersebut. Pada sebuah karya sastra film pembawaan emosional tokoh pada sebuah jalan kehidupan yang dijalaninya akan membuat jalan cerita lebih hidup dan menarik. Karya sastra yang bersifat menghibur, konflik biasanya terdapat pada runtutan penceritaan yang bertentangan atau terdapat pula pada diri tokoh (Salma. Resdiyanto dan Titik, 2. Penelitian ini akan membahas mengenai koherensi psikis tokoh utama pada film pulang, karena pada film tersebut terdapat pergolakan batin pada tokoh utama yaitu Rindu yang mana harus mengetahui sebuah kabar juga rahasia besar dari orang tuanya. Penulis memilih film ini karena alur cerita pada film ini banyak terjadi di kehidupan masyarakat terutama pada keluarga yang sedang berkonflik atau tidak harmonis. Permasalahanpermasalahan yang muncul baik itu eksternal maupun internal pada film tersebut sangatlah beragam. Tokoh-tokoh yang terdapat pada film Pulang ini juga ditampilkan dalam bentuk yang beraneka ragam kepribadian, karakter dan tingkah lakunya. Menurut Mayangsari . , konflik batin memperlihatkan bahwasanya dalam sebuah tokoh Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X dengan tindakan yang dilakukan setelah menghadapi konflik. Demikian fokus pada penelitian ini penulis akan mencoba untuk menganalisis secara psikologi mengenai koherensi psikis tokoh utama yang terdapat pada film Pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis. Penelitian psikologi sastra ini dapat membantu peneliti dalam menentukan atau melihat karakter tokoh pada suatu cerita. Karakter pada tiap tokoh tentu tidak akan sama, hal tersebut yang akan membuat pertentangan di dalam sebuah cerita. Menurut Yuniarti . Tokoh akan membentuk suatu karakter dan memiliki psikologi atau kejiwaan yang akan menggambarkan sebuah gejolak pertentangan pada diri yang akan menunjukkan keterikatan sebuah karya sastra dan psikologi sastra. Permasalahan tersebutlah yang nantinya akan tampak seperti kehidupan pada masyarakat yang sebenarnya, yang mana pada kasus tersebut para tokoh akan menunjukkan koherensi batin yang Tengah dialami. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang mana data yang telah diperoleh dan analisis yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena bermaksud untuk menemukan konfrontasi psikis pada tokoh utama dalam film pulang karya Azhar Kinoi Lubis. Jenis penelitian deskriptif kualitatif ini merupakan sebuah teori yang digunakan untuk membantu menggambarkan segala objek kajian yang akan dimasukkan ke dalam penelitian yang sesuai dengan judul Data pada penelitian ini adalah film Pulang Sutradara Azhar Kinoi Lubis, yang dilakukan dengan cara menyimak studi pustaka, mencatat dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu data primer menggunakan film Pulang Sutradara Azhar Kinoi Lubis, dan data sekunder menggunakan literatur, artikel, jurnal, dan situs internet yang berkaitan degan penelitian yang tengah dilakukan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan cara studi pustaka yang di lakukan yaitu dengan studi dokumentasi dan penelitian terdahulu, dan studi lapangan yang dilakukan degan cara observasi atau pengamatan secara langsung film Pulang, mencatat dan mengategorikan serta menemukan temuan penting dan menarik yang didasarkan pada permasalahan yang akan diteliti, kemudian melakukan pengecekan atas hasil serta membuat pertimbangan mengenai data mana yang harus dianalisis. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap hasil penyimakan kemudian diseleksi bagian yang sesuai dengan topik penelitian, peneliti mengelompokkan bagian mengenai konfrontasi psikis pada tokoh utama, kemudian bagian tersebut dianalisis menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud, tahap terakhir peneliti menarik kesimpulan dari hasil analisis tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Watak tokoh utama pada film pulang Rindu (Anak Perempua. Rindu adalah anak perempuan yang masih duduk di kelas 1 SMA. Rindu merupakan anak perempuan yang menyukai seni seperti Ayahnya, selayaknya remaja yang lain Rindu juga ingin bebas dan menikmati Rindu seorang anak perempuan pintar namun ia memiliki watak yang keras, dan sangat menyayangi Percakapan Waktu Kode Ayah: AuEh ini apa ini tato temporer?Ay Rindu: AuPermanenAy D1WTR Ayah: AuPermanen? Sejak kapan ituAy Rindu: AuSemingguan yang laluAy Ayah: AuKamu baru ditinggal Ibu dua minggu udah pake tato nanti yang kena omel tuh AyahAy Rindu: AuAyah tenang aja nanti bakal tutupin engga bakal Rindu kuncirkuncir disana nantiAy Rindu: AuKemarin tu Rindu habis liat-liat IG ngscrollAy Ayah: AuHah!Ay D2WTR Rindu: AuOrang orang tuh tentang kerjaan yang lagi viral tentang web desainer sama content creator dan katanya kalau misal jadi web desainer atau content creator tuh harus lewat DKV dulu nanti misal aku udah bisa jadi web desainer terus jadi content creator kan bisa dari situ juga iya enggak sihAy Ayah : . engacungkan jempolny. Rindu: AuAyah mau cerai sama Ibu? Kenapa Ayah cerai sama IbuAy Ayah: AuAyah jelasin di dalam yukAy D3WTR Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Rindu: AuTerus omongan kita tadi apa artinya semua kenangan Ayah ke Ibu Ayah selalu bilang Ibu lakuin buat keluarga kita itu yang terbaik artinya Ayah cintakan sama Ibu tapi kenapa Ayah mau cerai Ibu Ayah: AuBukan Ayah yang mau cerai tapi Ibu kamu RinduAy Rindu: AuIbu lakuin itu ya karena Ayah duluan yang bikin salah perempuan yang Ayah telepon ituAy Pada D1WTR terlihat bahwa Rindu yang memiliki watak keras kepala yang mana ia menggunakan tato tanpa seizin orang tuanya, walaupun watak Rindu yang keras Rindu merupakan anak yang pintar, hal tersebut dapat terlihat pada kode D2WTR. Rindu tahu apa yang dimau untuk ke depannya, selain itu Rindu sangat menyayangi keluarganya yang mana hal tersebut dapat di lihat pada kode D3WTR Rindu merasa marah dan sedih ketika mengetahui kedua orang tuanya akan berpisah karena ia sangat menyayangi keluarganya ia tidak ingin kalau keluarganya hancur. Prasetyo (Aya. Ayah merupakan seorang yang sangat menyayangi keluarganya termasuk juga anak-anaknya, kebahagiaan keluarga adalah hal yang utama bagi Ayah sehingga ia sangat menginginkan keluarga yang harmonis, ia tidak menginginkan keluarganya hancur dan berantakan. Ayah juga sosok penyayang untuk anak-anaknya, yang mana Ayah sangat menjaga perasaan Rindu agar tidak terluka pada saat mengetahui kalau orang tuanya akan Ayah di gambarkan sebagai tokoh yang lembut yang mana terlihat pada film Ayah selalu berbicara dengan nada yang halus dan tenang. Ayah berusaha untuk membuat keluarganya utuh kembali. Percakapan Waktu Kode Ayah: AuYa kamu apa ya, ya Ayah ga ngira aja kamu tu hebat kamu tuh, kamu udah berfikiran seperti itu kamu tahu apa yang dimau, kamu tuh 0. D1WTA kamu udahlah kamu persis sama kayak Ibu, semakin kamu bilangnya wah aku tuh beda sama Ibu apa malah kamu semakin mirip sama Ibu dan itu bagus, bagus loh bangga lohAy Pesan suara Ayah : AuRindu Ayah minta maaf perjalanan ke Jogja sekarang itu mungkin jadi perjalanan terakhir buat kita berempat bareng sama biru bareng sama Ibu habis ini Ayah ngga yakin kita bakal bisa jalan berempat lagi sebagai keluarga yang utuh itu kenapa Ayah ngotot kita naik mobil tua supaya adik kamu biru juga pernah ngerasain naik mobil tua ini keliling Jogja kaya kamu waktu masih kecil masa-masa yang paling indah itu buat Ayah kalau nanti kamu sudah cukup besar kamu bakal ngerti dunia orang dewasa itu lebih sulit buat kamu ngerti banyak hal yang engga mungkin ayah ceritain sama kamu tapi percaya sama Ayah. Ayah bakal selalu mencintai Ibu kamu karena Ibu kamu itu perempuan terbaik yang pernah Ayah kenal Ayah mungkin bukan suami yang baik buat Ibu kamu tapi senggaknya Ayah ngga mau jadi Ayah yang gagal di mata Ibu kamu jadi tolong Rindu jangan tinggalin Ayah disini sendirian ya Ayah ngga mungkin pulang ke rumah Eyang kalau kamu gak adaAy D2WTA Pada kode D1WT terlihat watak Ayah yang penyayang yang selalu memberikan semangat kepada anaknya, watak penyayang Ayah juga dapat dilihat pada kode D2WTA yang mana Ayah memiliki watak lembut dan sangat menyayangi keluarganya. Ayah yang selalu berusaha menjaga perasaan Rindu, berusaha untuk meyakinkan Rindu kalau semua akan baik-baik saja dan membuat keluarganya utuh kembali. No. Nama Tokoh Penokohan Rindu Keras kepala, pemarah, egois, gadis pemberani, pintar. Ayah (Prasety. Lemah lembut, penyayang, sabar, bertanggung jawab, sayang 2 Konfrontasi Psikis Tokoh Utama pada Film Pulang Psikologi Tokoh Rindu Aspek Id No. Percakapan Rindu: AuKalau mau napak tilas kenangan mah kita bertiga aja gak usah ajakajak Biru lagi dia juga lahir di JakartaAy Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 Waktu Kode D1AIR ISSN: 2808-103X No. Percakapan Ayah: AuKamu kenapa sih sama adik kamu berantem muluAy Rindu: AuMasa nyebelin banget tuh anak bawel tukang ngadu udah capek deh cukup satu orang aja yang bawel di rumahAy Ayah: AuEmang itu ada artinya atau filosofinya? Apa gitu haAy Rindu: AuEnggak ada Rindu suka aja Ayah: AuEngga ada? Ah kamu badan di tusuk-tusuk artinya ngga ada cuma suka aja isengnya kelewatan loh Rindu: AuEmang semua hal harus ada filosofinya berat banget dong hidup suka mah suka ajaAy Rindu: AuAyah mau cerai sama Ibu? Kenapa Ayah cerai sama IbuAy Ayah: AuAyah jelasin di dalem yukAy Rindu: AuTerus omongan kita tadi apa artinya semua kenangan Ayah ke Ibu Ayah selalu bilang Ibu lakuin buat keluarga kita itu yang terbaik artinya Ayah cinta kan sama Ibu tapi kenapa Ayah mau cerai IbuAy Ayah: AuBukan Ayah yang mau cerai tapi Ibu kamu RinduAy Rindu: AuIbu lakuin itu ya karena Ayah duluan yang bikin salah perempuan yang Ayah telepon ituAy Ayah: AuBukan maslahnya bukan ituAy Rindu: AuAyah selingkuh Ayah bohongAy Rindu: AuKalau mereka cerai beneran? Gimana tuh emang gak pernah ya ngertiin posisi gueAy Beno: AuSorry NduAy Rindu: AuMisal mereka beneran cerai gue harus ikut siapa gue gak mau milih BenAy Beno: AuKalau mereka bener cerai ini kalo lo Rin kalau mereka cerai ya lu ikut siapa?Ay Rindu: AuGue gak mau ikut siapa siapa gue mau ngekosAy Beno: AuJadi gampang dong kalau ngajak lu cabutAy Waktu Kode D2AIR D3AIR D4AIR Cuplikan 1 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D1AIR, terlihat Rindu yang sedang mengobrol bersama Ayah. Rindu mengungkapkan rasa kesal dan kebenciannya kepada adiknya Biru, karena Biru selalu mengganggu Rindu di mana pun dan kapan pun itu, karena menurut Rindu Adiknya terlalu bawel dan suka mengadu, oleh karena itu Rindu tidak menyukai adiknya. Jadi perilaku Rindu ini termasuk aspek Id merupakan sebuah keinginan untuk menang sendiri. Cuplikan 2 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D2AIR, terlihat kalau Rindu ketahuan memakai tato di tubuhnya, namun ketika ditanya oleh Ayahnya kenapa Rindu melakukan itu, tetapi Rindu melakukan hal tersebut hanya karena ia menyukainya. Kemudian Ayah menegur Rindu karena bertindak sesuka hatinya. Jadi perilaku Rindu tersebut termasuk ke dalam aspek Id. Cuplikan 3 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D3AIR, terlihat tokoh Rindu sedang berdebat degan Ayahnya karena Rindu mengetahui kalau kedua orang tuanya akan berpisah. Rindu merasa kecewa dengan Ayah karena Rindu menganggap Ayah tidak dapat mempertahankan Ibu, dan semua cerita-cerita Ayah tentang Ibu yang sudah di ceritakan semua itu adalah bohong. Rindu juga mengira bahwa Ayah sudah selingkuh dari, hal tersebutlah yang membuat Ibu menjadi ingin berpisah dari Ayah. Rindu terus berteriak dan tidak mau mendengarkan penjelasan Ayahnya. Jadi perilaku Rindu termasuk dalam aspek Id. Cuplikan 4 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D4AIR, terlihat bahwa Rindu sedang berbicara dan mengeluarkan emosinya kepada Beno, ia telah merencanakan untuk pergi dan memilih untuk hidup sendiri apabila Ayah dan Ibunya benar-benar berpisah, jadi perilaku Rindu termasuk ke dalam nafsu yang mana terjadi karena Rindu sedang emosi dan dia tidak dapat mengontrol dirinya. Hal tersebut masuk ke dalam aspek Id. Aspek Ego No. Percakapan Ayah: AuKamu janji sama Ayah ya Ayah minta kamu satu aja gak usah itu nambah tato-tato lagi dah cukup satu aja ya nanti kamu kalo dah Waktu Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 Kode D1AER ISSN: 2808-103X No. Percakapan kerja punya uang sendiri terserah tapi selama kamu masih tinggal sama Ibu sama Ayah ini iya ikutin aturan kita dongAy Rindu: AuIya nanti dirumah Eyang Rindu bakal tutupin tatonya Rndu bakalan bilang juga sama Ibu kalau udah balik ke JakartaAy Beno: AuIya gue ngikutin mobil Bokap lu itu dari depan kompleks rumah ini iya gue ngelihat mobil Bokap lu lewat ini iya ikutin ajaAy Rindu: AuIni tolol atau gimana sih?Ay Beno: AuNdu gue tu ngga bisa lama lama marahan sama lu apalagi posisinya lu masih marah terus lu udah ke Jogja gue tuh pinginnya kita ngobrol duluAy Rindu: AuMendingan sekarang lu pergi nyokap gue udah disanaAy Rindu: AuGue mau balik ke JakartaAy Beno: AuYakin entar dicari bokap lo gimanaAy Rindu: AuGue gak peduliAy Beno: AuYaudah kita ke ini iya besok pagi?Ay Rindu: AuGue maunya sekarangAy Beno: AuGue cape ndu lu mau kita kecelakaan karena gue ngantukAy Rindu: AuPokoknya gue sekarang mau pergi jauh dari tempat iniAy Waktu Kode D2AER D3AER Cuplikan 1 Pada cuplikan dialog di atas pada kode D1AER, terlihat bahwa tokoh Rindu yang Tengah dinasihati oleh Ayahnya karena ketahuan memakai tato ditubuhnya. Rindu yang mendengar itu langsung mengatakan bahwa ia akan menutupi dan menyembunyikan tatonya di hadapan semua orang apabila sudah sampai di rumah Eyangnya. Rindu berjanji setelah pulang ke Jakarta lagi ia akan mengatakan yang sejujurnya kepada Ibunya kalau ia sudah menggambar tato. Sikap Rindu tersebut termasuk ke dalam aspek Ego. Cuplikan 2 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D2AER, terlihat bahwa tokoh Rindu yang sedang berdebat dengan Beno. Rindu marah kepada Beno karena Beno mengikuti Rindu sampai ke Jogja. Rindu mengusir dan menyuruh Beno untuk pergi. Rindu menyuruh Beno untuk pulang ke Jakarta lagi. Sikap Rindu tersebut termasuk ke dalam aspek Ego. Cuplikan 3 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D3AER, terlihat bahwa Rindu sedang bersama Beno. Rindu memaksa Beno untuk membawanya pergi ke Jakarta untuk meninggalkan Ayahnya, karena Rindu merasa kesal dan marah kepada orang tuanya. Namun permintaan Rindu tersebut di tolak oleh Beno, karena pada saat itu Beno menyarankan untuk pergi Besok paginya saja karena ia sudah sangat Lelah dan takut kalau terjadi kecelakaan apabila mereka memaksakan diri untuk langsung pergi malam itu juga. Rindu yang keras kepala tetap ingin pergi malam itu juga. Sikap Rindu termasuk ke dalam aspek Ego karena tokoh Rindu terlihat dari sikapnya yang tidak mau diatur dan tidak mau mendengarkan siapa pun, ia memiliki pendirian dan pemikiran sendiri yang cenderung Egois Aspek Superego No. Percakapan (Rindu ditelepo. Beno: AuDu kita harus ketemuanAy Rindu : Augue mau ke jogjaAy Beno: AuNgapain? Terus rencana kita ke bali sama anak-anak itu gimana pleas lah du ketemuan sebentar ajaAy Rindu: AuGak gue udah dijalan. Kalau mau susul aja gue ke JogjaAy (Rindu ditelepo. Ayah: AuSiapa itu kok ngga diangkatAy Rindu: AuBiru si kunyuk gak jelasAy Ayah: AuHeh kalau Biru kunyuk kamu orang hutan. Angkat dong kan dia Cuma nanyain doang angkat dong ayoAy Rindu: AuPaling ini ngapain sih video callAy Ayah: AuUdah angkatAy Rindu: AuGak akan lagi pula kalau gue balik ke ini iya ngga mingkin juga gue jalan bateng kalian ke BaliAy Beno: AuKenapa gak mungkinAy Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 Waktu Kode D1ASER D2ASER D3ASER ISSN: 2808-103X No. Percakapan Rindu: AuUangnya udah gue pakeAy Beno: AuKita tu udah sepakat nabung buat ke bali bareng anak anak duitnya ini iyaAy Rindu: AuBuat beli sesuatu lebih penting dari pada jalan jalan sama kalian ke BaliAy Rindu: AuGue mau balik ke hotelAy Beno: AuBalik ke hotel?Ay Rindu: AuIyaAy Beno: AuNgga jadi bali ke Jakarta? Terus rencana ke Bali sama anak anak gimanaAy Rindu: AuGue kan gak jadi balik ke JakartaAy Waktu Kode D4ASER Cuplikan 1 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D1ASR, tokoh Rindu sedang berbicara dengan Beno lewat telepon. Beno yang menanyakan keberadaan Rindu juga rencana mereka dan teman-temannya ke Bali, namun dengan ketus Rindu menjawab kalau ia sedang bersiap-siap untuk pergi ke Yogyakarta. Rindu yang tidak memberitahu rencana kepergiannya tersebut kepada teman-temannya yang akhirnya membuat mereka semua gagal untuk pergi ke Bali bersama-sama. Sikap Rindu tersebut termasuk ke dalam aspek Superego. Cuplikan 2 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D2ASER, terlihat bahwa Rindu kesal karena mendapatkan telepon dari adiknya Biru. Rindu yang memang selalu berkelahi dengan Biru karena ia selalu mengganggu Rindu. Dengan nada kesal dan marah Rindu tidak mau mengangkat telepon dari Biru, namun karena sikapnya tersebut ia pun ditegur oleh Ayah untuk tidak mengatakan hal seperti itu karena mereka berdua adalah saudara. Ayah menyuruh Rindu mengangkat telepon dari adiknya itu. Dengan wajah kesal dan terpaksa akhirnya Rindu pun mengangkat telepon itu. Sikap Rindu tersebut termasuk ke dalam aspek Superego. Cuplikan 3 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D3ASER, terlihat bahwa tokoh Rindu menurunkan egonya dan memilih menggunakan uangnya untuk membeli barang yang berguna dari pada untuk kesenangannya sendiri, padahal Rindu sudah lama menabung dan mengumpulkan uang untuk bisa berlibur ke Bali bersama teman-temannya. tersebut termasuk kepada aspek Superego. Cuplikan 4 Pada cuplikan dialog tersebut pada kode D4ASER, terlihat Rindu memutuskan untuk tidak pulang ke Jakarta bersama Beno, ia juga membatalkan rencana berlibur ke Bali dan memutuskan untuk kembali lagi ke hotel dan menemui Ayahnya lagi. Sikap Rindu termasuk ke dalam aspek Superego karena terlihat bahwa tokoh Rindu mulai mengetahui kalau dirinya keliru dan memutuskan untuk kembali ke hotel untuk menemui Ayahnya setelah dirinya Psikologi Tokoh Prasetyo (Aya. Aspek Id No. Percakapan (Di dapu. Ayah: AuAneh banget kamu orang pinter yang biasanya nilai pakai logika sekarang nilai semua pake naluriAy Ibu: AuKaya apa sih dia lebih cantik, lebih pinter ayo jawabAy Ayah: AuDia cuma temenAy Ibu: AuTemen?Ay Ayah: AuOke sekarang kamu bandingin kamu sama dia gini ya kamu semuanya menang kamu lebih cantik kamu lebih pinter lebih sukses tapi cuma satu yang kamu gak punya dia lebih ngerti akuAy Waktu Kode DAIA Cuplikan 1 Pada kode DAI tersebut terlihat bahwa tokoh Ayah dan Ibu sedang cekcok, yang mana Ibu cemburu kepada wanita lain Ayah yang awalnya berusaha untuk menjelaskan secara baik-baik namun akhirnya Ayah tersulut emosi kemudian Ayah membandingkan Ibu dengan wanita lain itu. Ayah mengatakan wanita itu lebih baik dan lebih mengerti Ayah dibandingkan dengan Ibu. Hal tersebut termasuk ke dalam aspek Id. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Aspek Ego No. Percakapan Ayah: AuIni galerinya memang masih baru belum ada yang tahu tapi pemiliknya itu klomerat dia punya holding company gtu loh ini kan bisnis receh buat dia nanti pas Grand Launching semua yang ada disitu lisan aku semua engga ada seniman lain nggak ada kan ini artinya pameran tunggal ya buat aku sudah jadi sebuah penghormatan kamu bayangin nanti yang dateng siapa aja pasti relasi bisnisnya dia ya kita mungkin ngga tahu orang itu siapa aja tapi kan orang-orang ini pasti yang ada di perutaran bisnis dijakartaAy Ibu: AuKedengarannya engga kayak kamuAy Ayah: AuAku tu ngga mimpi bisa jadi kaya hendra gunawan gitu yang lukisannya diburu sama kolektor dibuatin museum gakan aku mimpi sebesar itu tapi ini kan kesempatan buat akuAy Ibu: Autunggu tunggu ini gimana sih MasAy Rindu ditelepon Ayah: AuSiapa itu kok ngga diangkatAy Rindu: AuBiru si kunyuk gak jelasAy Ayah: AuHeh kalau Biru kunyuk kamu orang hutan. Angkat dong kan dia cuma nanyain doang angkat dong ayoAy Ayah: AuAku gak ngerti kenapa aku dulu ngajak kalian pindah ke JakartaAy Ibu: AuUdah lah PrasAy Ayah: AuAyah jelasin di dalam yukAy Rindu: AuTerus omongan kita tadi apa artinya semua kenangan Ayah ke Ibu Ayah selalu bilang Ibu lakuin buat keluarga kita itu yang terbaik artinya Ayah cnta kan sama Ibu tapi kenapa Ayah mau cerai IbuAy Ayah: AuBukan Ayah yang mau cerai tapi Ibu kamu RinduAy Rindu: AuIbu lakuin itu ya karena Ayah duluan yang bikin salah perempuan yang Ayah telepon ituAy Waktu Kode D1AEA D2AEA D3AEA D4AEA Cuplikan 1 Pada kode D1AEA, terlihat bahwa tokoh Ayah sedang berbicara kepada Ibu. Ayah mengatakan bahwa ia ingin membuat pameran seni tunggal, yang mana pameran tersebut adalah sebuah kesempatan besar dan impian Ayah sejak dulu, namun Ibu tidak menyetujui hal tersebut, namun Ayah tetap ingin melakukan itu. Sikap Ayah tersebut termasuk ke dalam aspek Ego karena tokoh Ayah tidak mau mendengarkan orang lain, dan bersikap semaunya Cuplikan 2 Pada kode D2AEA, terlihat bahwa cuplikan dialog tersebut rindu mendapatkan telepon dari adiknya Biru. Rindu terlihat kesal karena memang mereka berdua sering bertengkar dan tidak akur, oleh karena itu Rindu marah karena Rindu merasa terganggu oleh Biru. Rindu yang awalnya tidak mau mengangkat telepon tersebut, namun Ayah yang mengetahui hal tersebut memarahi Rindu dan menyuruh Rindu untuk mengangkat telepon dari Biru adiknya. Sikap Ayah tersebut termasuk ke dalam aspek Ego. Cuplikan 3 Pada kode D3AEA, terlihat bahwa tokoh Ayah yang menyesal karena mengajak istri dan anaknya untuk pindah ke Jakarta, cuplikan dialog tersebut sikap Ayah termasuk ke dalam aspek Ego, karena tokoh Ayah telah memaksa keluarganya untuk pindah ke Jakarta. Cuplikan 4 Pada kode D4AEA, terlihat bahwa Ayah dan Rindu sedang berdebat karena Rindu mengira Ayahnyalah penyebab perceraian dan mengira Ayah juga lah penyebab dari semua permasalahan yang mengakibatkan perceraian kedua orang tuanya tersebut. Ayah yang mendengar itu merasa kesal kemudian mengatakan kepada Rindu bahwa Ibunyalah yang meminta untuk berpisah. Sikap Ayah tersebut termasuk ke dalam aspek Ego. Aspek Superego No. Percakapan Ayah: AuHari ini tu anakku ulang tahun Mas ya tapi gimana ini mau beli hadiah tapi tidak punya uangAy Teman Ayah: AuKamu tu aneh ngomongin tentang anak sementara aku belum kawinAy Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 Waktu Kode D1ASEA ISSN: 2808-103X No. Percakapan Ayah: AuMana ku tahuAy Teman Ayah: AuNah kmu kan ngelukis. Ngelukis apa kek. Entar kalo ngga suka ya dibuang nangis bentar kan juga lupa lagiAy (Rindu di titik 0 kilo mete. (Rindu mendengarkan pesan suara dari aya. Pesan Suara Ayah : AuRindu Ayah minta maaf perjalanan ke Jogja sekarang itu mungkin jadi perjalanan terakhir buat kita berempat bareng sama biru bareng sama Ibu habis ini Ayah ngga yakin kita bakal bisa jalan berempat lagi sebagai keluarga yang utuh itu kenapa Ayah ngotot kita naik mobil tua supaya adik kamu Biru juga pernah ngerasain naik mobil tua ini keliling Jogja kaya kamu waktu masih kecil masa yang paling indah itu buat Ayah kalau nanti kamu sudah cukup besar kamu bakal ngerti dunia orang dewasa itu lebih sulit buat kamu ngerti banyak hal yang engga mungkin Ayah ceritain sama kamu tapi percaya sama Ayah bakal selalu mencintai Ibu kamu karena Ibu kamu itu perempuan terbaik yang pernah Ayah kenal Ayah mungkin bukan suami yang baik buat Ibu kamu tapi senggaknya Ayah ngga mau jadi Ayah yang gagal di mata Ibu kamu jadi tolong rindu jangan tinggalin Ayah disini sendirian ya Ayah ngga mungkin pulang ke rumah Eyang kalau kamu gak adaAy Ayah: AuAku salut sama kamu aku bener bener gak nyangka dulu aku ngerasa aku bisa menjadi orang sukses tpi aku malah lihat kamu yang sukses mulai dari kamu lulus S2 S3 jadi Doktor sudah sekarang mau jadi rektor hebat kamu aku ngerasa aku jauh ketinggalan sekarang sulit banget buat ngejangkau kamuAy Ibu: AuAku ini cuman pengajar sama kaya Ibu Bapakku cuma bedanya ngajar di kampus aku gak berubah kamu yang berubah perasaan kmu yang berubah ke aku makanya aku ajuin gugatan iniAy Ayah: AuAku cerita sama Rindu tu tentang semuanya tentang kita tentang kamu dan yang aku heran tu aku kebawa emosi waktu cerita karena aku bener-bener bisa ngelihat jelas kamu pake baju apa rambut kmu gimana aku liat itu kaya lagi muter film aku cerita itu sebelum Rindu tau kita mau cerai pas dia tahu dia dia balikin cerita cerita aku dia bilang kalo semua dimulai dengan indah kenapa kita tuh kenapa sih sebenrnya aku jadi mikir apa Jakarta yang rubah aku yaAy Ibu: AuTempat ngga serta merta bisa merubah tapi setiap orang bisa berubah dimana pundia berada tumbuh berkembang kadang berubahAy Ayah: AuMenurut kmu aku berubah ke arah yang baik atau ngga jujur aku kangen aku yang dulu san yang optimis semangat bukan yang kalah atau rapuh aku kangen kamu dulu aku kangen kita yang dulu aku tu merasa gagal jadi suami lebih jelek lagi aku ngerasa gagal jadi Ayah apa yang aku lakuin engga ada yang beres mimpi juga engga kesampeanAy Waktu Kode D2ASEA D3ASEA D1ASEA Cuplikan 1 Pada kode D1ASEA tersebut terlihat bahwa tokoh Ayah bercerita kepada temannya bahwa anaknya sedang berulang tahun, namun Ayah merasa bingung harus berbuat apa Ayah ingin memberikan kado kepada putrinya namun Ayah tidak mempunyai uang, mendengar Ayah yang sedang kebingungan tersebut teman Ayah itu memberikan saran untuk memberikan kado lukisan saja karena memang Ayah seorang pelukis. Akhirnya Ayah melukis untuk menghadiahi putrinya itu. Usaha atau sikap Ayah tersebut termasuk ke dalam aspek Superego. Cuplikan 2 Pada kode D1ASEA, terlihat tokoh Ayah mengirimkan pesan suara kepada Rindu. Ayah menjelaskan apa yang tengah terjadi sebenarnya, dan apa tujuan Ayah mengajak Rindu ke Jogja menggunakan mobil tua tersebut. Ayah menjelaskan secara perlahan dan hati-hati kepada Rindu. Ayah juga meyakinkan Rindu bahwa semua akan baikbaik saja. Ayah mengatakan kalau semua kemungkinan buruk yang dibayangkan oleh Rindu tidak akan pernah Ayah juga tengah berusaha untuk menyelesaikan permasalahan keluarga yang tengah terjadi. Sikap Ayah tersebut termasuk ke dalam aspek Superego. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Cuplikan 3 Pada kode D3ASEA, terlihat bahwa tokoh Ayah sedang berbicara dengan Ibu. Ayah mengatakan kalau ia bangga kepada Ibu karena Ibu telah sukses dalam pendidikan dan karier melebihi Ayah. Sikap Ayah tersebut termasuk ke dalam aspek Superego. Cuplikan 4 Pada kode D4ASEA, terlihat tokoh Ayah sedang berbicara kepada ibu lewat telepon. Ayah bercerita kepada Rindu tentang bagaimana awal mula pertemuan dan kisah cita mereka di mulai. Ayah juga menceritakan semua kejadian kala itu dengan detail. Ayah mengungkapkan rasa kangennya kepada sikap Ibu yang, dan semua kenangankenangan mereka di masa lalu. Sikap Ayah tersebut termasuk ke dalam aspek superego, karena tokoh Ayah berusaha mengembalikan keharmonisan keluarganya. Ayah juga menceritakan kembali kisah bersama Ibu dulu yang mana hal tersebut membuat Ibu menjadi senang. Konfrontasi psikis tokoh utama pada film Pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis menunjukkan berbagai permasalahan yang tengah di hadapi oleh tokoh utamanya yaitu Ayah (Prasety. dan Rindu. Berdasarkan pemaparan psikologi tokoh utama pada film Pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis, dapat diketahui bahwa tokohtokoh tersebut memiliki kepribadian yang berbeda. Alur cerita yang terdapat pada film pulang memiliki konfrontasi psikis yang berbeda. pada hasil yang telah dianalisis, peneliti dapat mengklarifikasikan watak tokoh utama pada film pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis. Rindu yang memiliki watak keras kepala dan egois yang mana terlihat pada kode D1WTR. D2WTR dan D3WTR, yang mana terlihat bahwa Rindu yang memiliki watak keras kepala, ia menggunakan tato tanpa seizin orang tuanya, walaupun watak Rindu yang keras Rindu merupakan anak yang pintar. Rindu tahu apa yang dimau untuk ke depannya, selain itu Rindu sangat menyayangi keluarganya Rindu merasa marah dan sedih ketika mengetahui kedua orang tuanya akan berpisah karena ia sangat menyayangi keluarganya ia tidak ingin kalau keluarganya hancur. Selain itu tokoh Ayah yang menyanyi keluarganya termasuk juga anak-anaknya, kebahagiaan keluarga adalah hal yang utama bagi Ayah sehingga ia sangat menginginkan keluarga yang harmonis. Ayah di gambarkan sebagai tokoh yang lembut yang mana terlihat pada film Ayah selalu berbicara dengan nada yang halus dan tenang. Ayah berusaha untuk membuat keluarganya utuh kembali, dapat di lihat pada kode D1WTA dan D2WTA, pada data tersebut terlihat bahwa watak Ayah yang penyayang yang selalu memberikan semangat kepada anaknya. Ayah yang juga memiliki watak lembut dan sangat menyayangi keluarganya. Ayah yang selalu berusaha menjaga perasaan Rindu, berusaha untuk meyakinkan Rindu kalau semua akan baik-baik saja. Konfrontasi psikis pada tokoh utama film Pulang Sutradara Azhar Kinoi Lubis dengan menggunakan pendekatan dari teori Sigmund Freud, ketiga teori psikologinya yaitu pada aspek Id, pada aspek ini diketahui bahwa Id merupakan sebuah pembawaan sifat secara tidak sadar. Ego adalah sebuah tindakan nyata yang dilakukan manusia dalam setiap kehidupan dan Superego merupakan suatu penilaian dari tindakan baik atau tidaknya dari pandangan moral atau hukum. Aspek id pada tokoh Rindu terlihat pada kode D1AIR. D2AIR. D3AIR, dan D4AIR, sedangkan aspek id pada tokoh Ayah terlihat pada kode DAIA, memperlihatkan bahwa kejiwaan id dilakukan dengan tidak sengaja atau tidak disadari, yang menggerakkan sikap Id tersebut adalah nafsu, keinginan dan juga kebutuhan. Aspek Ego pada tokoh Rindu terlihat pada kode D1AER. D2AER, dan D3AER, sedangkan aspek Ego pada tokoh Ayah D1AEA. D2AEA. D3AEA, dan D4AEA, memperlihatkan bahwa ciri khas dari sikap Ego adalah tindakan yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya. Kemudian pada aspek Superego pada tokoh Rindu dapat dilihat pada kode D1ASER. D2ASER. D3ASER dan D4ASER, sedangkan aspek Superego pada tokoh Ayah dapat di lihat pada kode D1ASEA. D1ASEA. D3ASEA, dan D4ASEA, yang mana memperlihatkan bahwa kedua tokoh tersebut menunjukkan sebuah ciri sikap dari superego yaitu sebuah penilaian atas Tindakan yang telah dilakukan menurut dari pandangan moral ataupun hukum. KESIMPULAN Hasil penelitian terhadap konfrontasi psikis dengan menggunakan teori dari Sigmund Freud yang dialami tokoh utama menunjukkan bahwa id adalah nafsu yaitu keinginan atau kebutuhan yang mana id sendiri bersifat tidak sadar. Selain itu, ego pada setiap tokoh bersifat eksekutif atau memerintah, mengendalikan dan mengatur, karena ego berpikir realistis dan berpikir secara logis. Super ego pada tokoh menunjukkan sikap yaitu sebuah penilaian atas tindakan yang telah dilakukan menurut dari pandangan moral ataupun hukum, yang mana pada superego yang menilai apakah tindakan tersebut baik atau buruk benar ataupun salah. Analisis konfrontasi psikis berdasarkan teori Sigmund Freud id, ego dan super ego, pada film Pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis menunjukkan bahwa adanya aspek Id, pada tokoh rindu terdapat empat adegan di dalam film, aspek ego pada tokoh utama Rindu terdapat tiga adegan pada film dan aspek Superego terdapat empat adegan tokoh Rindu di dalam film tersebut. tokoh utama Ayah (Prasety. pada film Pulang terdapat aspek Id berupa satu adegan di dalam film, aspek ego pada tokoh ayah terdapat empat adegan pada film dan aspek superego terdapat empat adegan pada film pulang sutradara Azhar Kinoi Lubis. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X DAFTAR PUSTAKA