Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Oktapiani dkk. , 2025 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA NELAYAN DI PROVINSI BENGKULU Melanda Oktapiani. Indra Cahyadinata. Lathifah Khairani. dan Istriningsih. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu Jl. R Supratman. Kandang Limun. Bengkulu 38371A. Indonesia . Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler Jl. Jend. Gatot Subroto No. Jakarta Selatan 12710. Indonesia *corresponding author : milandaoktaviani@unib. * Received for review March 18, 2025 Accepted for publication March 21, 2025 Abstract Bengkulu Province has great marine potential and a long coastline, but the welfare of fishermen is still an issue that needs attention. This study aims to analyze the level of welfare and the factors that influence the welfare of fisher households in Bengkulu Province. The research location is in Bengkulu Province. In this study, the sample consisted of 200 purposively selected fisher households. Data were collected through secondary sources from the March 2023 National Socio-Economic Survey (Susena. and related agencies. For data analysis, quantitative descriptive method and binary logistic regression were used to see the factors affecting the welfare of fisher households. The results show that the highest level of welfare is in Mukomuko District with a percentage of 93. Factors that are proven to have a probability effect on the welfare of fisher households include the number of family dependents and the status of Non-Cash Food Assistance (BPNT) recipients. In contrast, variables such as age, years of education, boat ownership, as well as participation in assistance programs such as Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) and Program Keluarga Harapan (PKH), are unlikely to have a significant effect on the welfare of fisher households in Bengkulu Province. These findings indicate that the government's role in raising awareness of the importance of limiting the number of family members can be done through socialization on family planning. The government needs to focus support through the BPNT assistance program on fisher households with more than four family members to improve their welfare. Keywords: Fishermen welfare, binary logistic regression, welfare factors. Abstrak Provinsi Bengkulu memiliki potensi laut yang besar dan garis pantai yang panjang, kesejahteraan nelayan masih menjadi isu yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga nelayan di Provinsi Bengkulu. Lokasi penelitian yaitu di Provinsi Bengkulu. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan terdiri dari 200 rumah tangga nelayan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui sumber sekunder dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susena. 2023 periode Maret dan instansi terkait. Untuk analisis data digunakan metode deskriptif kuantitatif dan regresi logistik biner untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga nelayan. Hasil menunjukkan bahwa Tingkat kesejahteraan tertinggi terdapat di Kabupaten Mukomuko dengan persentase 93,75%. Faktor-faktor yang terbukti berpengaruh probabilitas terhadap kesejahteraan rumah tangga nelayan meliputi jumlah tanggungan keluarga dan status penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Sebaliknya, variabel seperti umur, lama pendidikan, kepemilikan perahu, serta partisipasi dalam program bantuan seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH), probabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan rumah tangga nelayan di Provinsi Bengkulu. Temuan ini mengindikasikan bahwa peran pemerintah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembatasan jumlah anggota keluarga dapat dilakukan dengan sosialilsasi mengenai KB (Keluarga Berencan. Pemerintah perlu memfokuskan dukungan melalui program bantuan BPNT pada rumah tangga nelayan yang memiliki jumlah anggota keluarga lebih dari empat orang guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Kata Kunci: Faktor-faktor kesejahteraan. Kesejahteraan nelayan, regresi logistik biner. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Oktapiani dkk. , 2025 Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Indonesia, dengan 17. 000 pulau dan garis pantai sepanjang 81. 000 kilometer, memiliki potensi maritim yang sangat besar. Luas wilayah perairan mencapai lebih dari 5,8 juta kmA, mencakup ZEE dan perairan teritorial yang kaya akan sumber daya hayati dan non-hayati. Ekosistem pesisir dan laut juga berperan penting dalam menyediakan sumber daya alam seperti pangan, energi, mineral, hingga pariwisata, menjadikan kawasan pesisir sebagai pilar penting untuk masa depan Masyarakat (Prayetno. , & Rosyadi, 2. Mayoritas penduduk Bengkulu berprofesi sebagai nelayan. Letak geografis provinsi yang sebagian besar merupakan wilayah pesisir dengan garis pantai yang panjang dan kaya akan sumber daya laut menjadi faktor utama. Kondisi alam yang mendukung ini menjadikan perikanan sebagai mata pencaharian utama bagi masyarakat Bengkulu. Provinsi Bengkulu dikenal sebagai salah satu wilayah di mana sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan karena sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan pesisir (Suryanty et al. , 2. Kawasan pesisir di Provinsi Bengkulu yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan. Bengkulu Utara. Kaur. Seluma. Mukomuko. Bengkulu Tengah Dan Kota Bengkulu. Jumlah nelayan di Provinsi Bengkulu pada tahun 2019 yaitu 27. 713, tahun 2020 yaitu 32. orang, tahun 2021 23. 892 orang dan tahun 2022 28. 963 orang. Nelayan di Provinsi Bengkulu ini ada kenaikan yakni dari tahun 2019-2020, akan tetapi pada tahun 2020-2021 jumlah nelayan di Provinsi Bengkulu mengalami penurunan sekitar 8. 277 orang nelayan, pada tahun 2021-2022 nelayan di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan sekitar 5. 007 orang nelayan (Badan Pusat Statistik. , 2. Daerah pesisir di Provinsi Bengkulu yaitu terdiri tujuh Kabupaten. Keluarga mampu memenuhi seluruh kebutuhan fisik dan mental mereka untuk mencapai tingkat kehidupan yang layak, yang dikenal dengan kesejahteraan. Kesejahteraan masyarakat merupakan hal yang luas dan kompleks, sehingga tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Aspekaspek yang dapat digunakan untuk mengukur kesejahteraan masyarakat antara lain demografi. Aspek kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, pola konsumsi atau pengeluaran keluarga, kondisi tempat tinggal, serta lingkungan (Badan Pusat Statistik. , 2. Rumah tangga nelayan adalah keluarga yang menjalankan usaha penangkapan ikan, baik dengan memancing maupun menjaring, serta mengumpulkan hewan dan tumbuhan laut. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh anggota keluarga sendiri atau dengan bantuan nelayan yang dipekerjakan (Statistik Indonesia, 2. Nelayan adalah orang yang bekerja menangkap ikan. Nelayan tradisional menangkap ikan untuk kebutuhan sehari-hari. Komunitas nelayan adalah masyarakat pesisir yang hidup dari hasil laut. Komunitas nelayan memiliki karakteristik yang berbeda dan homogen. Komunitas yang heterogen cenderung tinggal di desa-desa yang mudah diakses melalui transportasi darat, sementara komunitas yang homogen biasanya menetap di desa-desa terpencil dan menggunakan alat penangkapan ikan yang sederhana, sehingga produktivitasnya cenderung lebih rendah(Indara. Bempah. , 2. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Oktapiani dkk. , 2025 Taraf kesejahteraan masyarakat mencerminkan mutu kehidupan suatu keluarga, karena kesejahteraan masyarakat adalah inti dari proses pembangunan(H. Putri & Sardjito, 2. Keluarga dengan taraf hidup yang lebih baik mencerminkan bahwa mereka bahwa taraf hidup baik dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, dan stabilitas ekonomi. Kehidupan yang lebih berkualitas memungkinkan suatu keluarga membangun lingkungan serta kondisi yang lebih mendukung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka secara menyeluruh. Hal ini memungkinkan mereka tidak hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik (Sriyono & Dewi, 2. Pengeluaran merupakan satu indikator penting mengukur kesejahteraan masyarakat. Konteks ekonomi, kesejahteraan sering kali diukur melalui kemampuan individu atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, papan, dan layanan kesehatan. Dalam penelitian ini, pengeluaran rumah tangga nelayan menjadi fokus utama untuk menilai tingkat kesejahteraan mereka. Kemampuan penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari mencerminkan tingginya daya beli penduduk, sedangkan penurunan daya beli dapat mengindikasikan menurunnya tingkat kesejahteraan penduduk. Penelitian (Mardikanto. , & Supriyadi, 2. membahas bagaimana pengeluaran rumah tangga dapat menjadi indikator penting dalam menilai kesejahteraan masyarakat dan dampaknya terhadap kualitas hidup. Pendapatan akan menentukan pengeluaran konsumsi dan tingkat kesejahteraan rumah tangga (Hanun, 2. Rata-rata pengeluaran per kapita penduduk sebulan Provinsi Bengkulu berfluktuatif selama kurun waktu 2018-2022. Tahun 2022, rata-rata pengeluaran per kapita/bulan di Provinsi Bengkulu meningkat sebesar 4,84% dibandingkan dengan tahun 2021. Perubahan ini menjadi salah satu indikator untuk menunjukkan adanya kenaikan atau penurunan rata-rata pengeluaran per kapita/bulan di kalangan penduduk Provinsi Bengkulu (Badan Pusat Statistik. , 2023. Faktor umur, pendidikan, dan tanggungan keluarga menjadi indikator untuk mengukur kesejahteraan (Suroyya et al. , 2. Kepemilikan perahu juga merupakan indikator dalam mengukur kesejahteraan. Penelitian oleh (Putra. , & Kartika, 2. , dikatakan jika seorang nelayan memiliki sendiri perahu untuk melaut maka keuntungan yang akan didapat akan lebih besar jika dibanding dengan nelayan yang melaut dengan perahu milik orang lain hanya sebagai Penerima KKS. PKH, dan BPNT juga merupakan indikator yang digunakan dalam penelitian Penelitian Muharir . ini meneliti pengaruh PKH dan BPNT terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Tirta Makmur. Kecamatan Air Kumbang. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua program tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pola konsumsi dan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Kesejahteraan dan kemiskinan adalah dua konsep yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial-ekonomi individu atau masyarakat. Secara umum, "sejahtera" sering diartikan sebagai kondisi tidak miskin, sementara "tidak sejahtera" diidentikkan dengan kemiskinan. Kesejahteraan dan kemiskinan memiliki definisi yang lebih kompleks dan tidak sekadar berlawanan secara langsung (Syawie & Sitepu, 2. Penelitian bertujuan menganalisis secara jelas dan menyeluruh tingkat kesejahteraan nelayan serta mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat mempengaruhi di Provinsi Bengkulu. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini akan mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai aspek Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Oktapiani dkk. , 2025 yang berkontribusi terhadap kondisi kesejahteraan nelayan, termasuk faktor-faktor ekonomi dan sosial yang mungkin berperan penting. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Bengkulu. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja . dengan mempertimbangkan bahwa provinsi ini merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi besar di sektor kelautan. Wilayah pesisir yang dimaksud pada penelitian ini yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan. Bengkulu Utara. Kaur. Seluma. Mukomuko. Bengkulu Tengah Dan Kota Bengkulu. Waktu penelitian ini dilakukan pada November sampai Desember 2024. Sampel pada penelitian ini 200 rumah tangga nelayan. Data penelitian ini diambil dari data sekunder yaitu Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasiona. periode Maret tahun 2023. Data susenas diambil dengan metode survei. Metode survei adalah dengan mengumpulkan informasi dari sampel menggunakan kuesioner untuk menggambarkan berbagai dimensi dari populasi (Maidiana, 2. 1 Analisis Data Analisis data yang diterapkan analisis kuantitatif adalah metode digunakan untuk mendeskripsikan, meneliti, dan menjelaskan fenomena yang dipelajari sesuai dengan kondisi Metode ini melibatkan pengumpulan data angka (Sugiyono, 2. Analisis yang digunakan untuk melihat tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan yaitu dengan membandingkan pengeluaran terhadap garis kemiskinan masyarakat Provinsi Bengkulu tahun 2023 yaitu Rp 095,00. dimana jika pengeluaran dibawah garis kemiskinan yakni miskin = tidak sejahtera dan jika pengeluaran diatas garis kemiskinan yakni tidak miskin = sejahtera. Analisis data untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan yaitu dengan regresi logistik biner. Model Regresi logistik biner merupakan salah satu jenis regresi non-linear yang memiliki variabel terikat berbentuk variabel biner, yaitu variabel dengan dua nilai, yakni nol dan satu, atau disebut juga variabel dikotomi yang memiliki distribusi binomial, sedangkan variabel bebas dapat berupa variabel numerik atau Y= 0 1 X1 2 X2 3 X3 4 X4 5 X5 6 X6 7 X7 8 X8 e Dimana: Y: Kesejahteraan . = 1 Jika Sejahtera, y = 0 Jika tidak sejahter. 0: Konstanta 1- 8: Koefisien Regresi Variabel X1 umur kepala rumah tangga. X2 lama pendidikan kepala rumah tangga. X3 Jumlah anggota keluarga. X4 Kepemilikan perahu. X5 Menerima bantuan KKS. X6 Menerima bantuan PKH dan X7 Menerima bantuan BPNT. e: Batas toleransi kesalahan (%) Hipotesis H0 : Variabel X probabilitas tidak mempengaruhi variabel Y H1 : Variabel X probabilitas mempengaruhi variabel Y Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Oktapiani dkk. , 2025 Pengambilan keputusan yakni Jika nilai P-Value > = 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Jika nilai P-Value < = 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Karakteristik Responden Karakteristik nelayan yang digunakan dalam penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan umur kepala rumah tangga, lama pendidikan kepala rumah tangga, tanggungan keluarga. Adapun karakteristik nelayan yaitu: Tabel 1. Karakteristik Responden Variabel Umur Pendidikan Tanggungan Keluarga Kepemilikan Perahu Penerima KKS (Kartu Keluarga Sejahter. Penerima PKH (Program Keluarga Harapa. Penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tuna. Sumber: Data Sekunder Diolah, 2025 Satuan Tahun Tahun Orang Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Mean 46,24 7,78 3,81 Min Max Karakteristik responden menjelaskan bahwa setiap nelayan memiliki karakteristik yang berbeda dengan nelayan lainnya, diketahui bahwa nelayan di Provinsi Bengkulu memiliki rata-rata umur 46 tahun. Nelayan berusia 15-64 tahun berada dalam masa produktif yang optimal. Usia mempengaruhi kekuatan fisik, dan setelah melewati masa produktif, kekuatan serta produktivitasnya akan menurun (A. Putri, 2. Kelompok umur 15Ae64 tahun digolongkan sebagai kelompok masyarakat yang produktif untuk bekerja sebab dalam rentang usia tersebut dianggap mampu untuk menghasilkan barang dan jasa (Manyamsari & Mujiburrahmad, 2. Pendidikan nelayan di Provinsi Bengkulu rata-rata 7 tahun atau setara dengan SMP, ini menunjukkan masih rendahnya pendidikan nelayan di Provinsi Bengkulu. Pendidikan yang rendah menjadikan masyarakat nelayan hanya cenderung bergantung pada hasil laut (Ariska. , & Prayitno, 2. Jumlah tanggungan keluarga nelayan di Provinsi Bengkulu rata-rata 4 orang. Jumlah anggota yang menjadi tanggungan dalam keluarga berpengaruh terhadap pengeluaran. Semakin banyak tanggungan keluarga, semakin besar pula kebutuhan yang harus dipenuhi serta pengeluaran yang dikeluarkan (Ainun. Kepemilikan perahu nelayan di Provinsi Bengkulu yakni 42 orang dari jumlah sampel. Hal ini menunjukan bahwa tidak semua nelayan memiliki perahu. Penerima KKS yaitu 28 orang. KKS adalah kartu yang diberikan kepada keluarga miskin atau rentan miskin sebagai akses untuk menerima berbagai program bantuan sosial, termasuk BPNT dan PKH. Penerima PKH rata-rata 40 orang. PKH adalah program bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin yang memenuhi kriteria tertentu serta penerima BPNT rata-rata 44 orang. BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang disalurkan secara non tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerja sama dengan bank (Sekretariat Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin, 2. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Oktapiani dkk. , 2025 2 Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Nelayan Di Provinsi Bengkulu Tingkat kesejahteraan rumah tangga dapat diukur melalui pengeluaran. Suatu rumah tangga dikatakan sejahtera apabila proporsi pengeluaran untuk kebutuhan pokok seimbang atau lebih rendah dibandingkan dengan pengeluaran non-pokok. Sebaliknya, apabila pengeluaran untuk kebutuhan pokok lebih besar daripada pengeluaran non-pokok, maka rumah tangga tersebut dapat digolongkan memiliki tingkat kesejahteraan yang rendah (Bappenas, 2. Konteks ekonomi, kemiskinan dapat didefinisikan sebagai ketidakcukupan sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan kesejahteraan suatu kelompok. Sumber daya tersebut tidak hanya terbatas pada aspek finansial, tetapi juga mencakup berbagai bentuk kekayaan yang dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (PATEDA et al. , 2. Adapun Tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan di Provinsi Bengkulu yaitu sebagai berikut: Gambar 1. Persentase Jumlah Kesejahteraan Rumah Tangga Nelayan Di Provinsi Bengkulu Tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan di Provinsi Bengkulu yaitu terdapat 87,5% sejahtera atau 175 rumah tangga nelayan. Tingkat kesejahteraan ini dilihat berdasarkan garis kemiskinan rakyat Provinsi Bengkulu tahun 2023 Rp 671. 095,00. Garis kemiskinan suatu rumah tangga diperoleh dengan mengalikan garis kemiskinan per kapita dengan rata-rata jumlah anggota dalam rumah tangga miskin (Badan Pusat Statistik. , 2023. Gambar di bawah ini merupakan jumlah rumah tangga nelayan setiap kabupaten/kota yang termasuk ke dalam wilayah pesisir di Provinsi Bengkulu. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Oktapiani dkk. , 2025 Sejahtera Tidak Sejahtera Gambar 2. Tingkat Kesejahteraan Nelayan Di Kabupaten/Kota Gambar 2 menunjukan tingkat kesejahteraan pada setiap Kabupaten/Kota di Bengkulu yakni berbeda-beda. Kabupaten yang tingkat kesejahteraan tertinggi Kabupaten Mukomuko dan Kaur. Sedangkan Kabupaten Bengkulu Utara dan Seluma memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih rendah karena jumlah nelayan sejahtera relatif kecil. Ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat kesejahteraan Kabupaten/Kota dikarenakan adanya faktor yang mempengaruhi seperti akses terhadap sumber daya, teknologi perikanan dan akses pasar yang memungkinkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan rumah tangga. 3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesejahteraan Rumah Tangga Nelayan Di Provinsi Bengkulu Faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya umur kepala rumah tangga, lama pendidikan kepala rumah tangga. Jumlah anggota keluarga. Kepemilikan perahu. Menerima bantuan KKS. Menerima bantuan PKH dan Menerima bantuan BPNT. Analisis yang digunakan untuk melihat faktor-faktor yaitu regresi logistik biner menggunakan aplikasi STATA. Hasil perhitungan dengan STATA yaitu sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Regresi Biner Kesejahteraan P>z . % conf. Umur 081 -. Tanggungan Keluarga 037* -. 7989948 -. Pendidikan 391 -. Kepemilikan Perahu 327 -. Penerima KKS Penerima PKH Penerima BPNT 035* -2. 439732 -. _cons Pseudo R2 Prob > chi2 Keterangan: *= Signifikansi 5% . Sumber: Data Sekunder, diolah 2025 Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Oktapiani dkk. , 2025 Nilai R2 dari tabel 2 yaitu 0,1376 yang berarti bahwa variabel x pada penelitian ini dapat menjelaskan variabel y sebesar 13,76. Nilai probabilitas 0,0044<0,05 ini menunjukkan model cukup baik dalam menjelaskan variabel x terhadap variabel y. Artinya variabel independen umur, tanggungan keluarga, pendidikan, kepemilikan perahu, menerima bantuan KKS. PKH, dan BPNT memiliki peluang terhadap kesejahteraan. Secara matematis hasil regresi logistik biner yaitu sebagai berikut Y=1,79 0,040 X1 Ae 0,41 X2 0,49 X3 0,66 X4 0,13 X5 Ae 0,12 X6 Ae 0,12 X7 e. Variabel umur berpengaruh positif menunjukan bahwa semakin bertambah usia kepala rumah tangga semakin besar kemungkinan mereka memiliki kesejahteraan. Umur dengan P-Value = 0,081 > 0,05 maka H0 diterima, variabel umur probabilitas tidak mempengaruhi kesejahteraan. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (NisaAoi & Pierewan, 2. Usia tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesejahteraan subjektif pada lanjut usia. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya p value dari uji t pada variabel tersebut yang lebih besar dari =0. Usia bukan penentu seseorang merasakan kepuasan hidup dalam Variabel Tanggungan keluarga berpengaruh negatif dan signifikan dengan P-Value 0,037<0,05 maka H1 diterima, variabel tanggungan keluarga probabilitas mempengaruhi kesejahteraan. Jumlah tanggungan dalam keluarga mempengaruhi pengeluaran rumah tangga. Sejalan dengan penelitian Ainun . , semakin banyak anggota keluarga, semakin besar pula kebutuhan dan pengeluaran yang harus dipenuhi. Sejalan dengan penelitian (Faradina et al. , 2. , juga menyebutkan bahwa jumlah anggota rumah tangga secara parsial memiliki pengaruh terhadap pengeluaran pangan rumah tangga di desa Karang Gading. Variabel Pendidikan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan P-Value 0,391>0,05 maka H0 diterima, variabel pendidikan probabilitas tidak mempengaruhi terhadap kesejahteraan. Penelitian Alimuddin . Tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan tidak akan terpengaruh secara signifikan oleh pendidikan. Rendahnya kontribusi ini mungkin disebabkan oleh tingkat pendidikan yang relatif rendah. Sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan menjalani pekerjaan ini karena kebiasaan melaut yang diwariskan oleh orang tua mereka, yang telah menjadi pemandangan dan tradisi yang terlihat oleh anak-anak mereka sejak kecil. Variabel Kepemilikan Perahu berpengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan P-Value 0,327>0,05 maka H0 diterima, variabel kepemilikan perahu probabilitas tidak mempengaruhi terhadap kesejahteraan. Sejalan dengan penelitian Lathifah. , & Khoirudin . kepemilikan perahu menunjukkan bahwa hal ini tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan jaring insang nelayan di Kabupaten Bantul. Hal ini disebabkan oleh sifat pekerjaan nelayan yang memiliki pendapatan yang tidak tetap. Variabel penerima KKS berpengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan V-Palue 0,842>0,05 maka H0 diterima, variabel penerima kartu keluarga probabilitas tidak mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga. Variabel penerima PKH berpengaruh negatif dengan P-Value 0,849>0,05 maka H0 diterima, variabel penerima program keluarga harapan probabilitas tidak mempengaruhi kesejahteraan, variabel ini menunjukan bahwa peningkatan penerima PKH akan menurunkan kesejahteraan rumah tangga nelayan. Serta variabel penerima BPNT berpengaruh negatif dan signifikan dengan P-Value 0,035<0,05 maka H1 diterima, variabel penerima bantuan pangan non tunai probabilitas mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga nelayan. Sejalan dengan penelitian Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Oktapiani dkk. , 2025 Ramadani . Salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan adalah dengan menerapkan kebijakan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (Nasution et al. , 2. Program BPNT bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat dengan membantu pemenuhan sebagian kebutuhan pangan serta menyediakan asupan gizi yang seimbang bagi keluarga penerima. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan Provinsi Bengkulu tertinggi terdapat pada kabupaten Mukomuko dengan persentase 93,75. Faktor-faktor yang probabilitas mempengaruhi kesejahteraan meliputi jumlah tanggungan keluarga dan status penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sementara itu, variabel seperti umur, lama pendidikan, kepemilikan perahu, serta penerimaan bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH) probabilitas tidak mempengaruhi kesejahteraan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peran pemerintah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembatasan jumlah anggota keluarga dapat dilakukan dengan sosialilsasi mengenai KB (Keluarga Berencan. Pemerintah perlu memfokuskan dukungan melalui program bantuan BPNT pada rumah tangga nelayan yang memiliki jumlah anggota keluarga lebih dari empat orang guna meningkatkan kesejahteraan mereka. DAFTAR PUSTAKA